You are on page 1of 23

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KLIEN DENGAN


KOMA DAN MATI BATANG
OTAK

Name Of Presentation
by Mr X

Powerpoint Templates

KEPERAWATAN NEUROBEHAVIOUR II

Page 1

Kelompok 6

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Powerpoint Templates

Page 2

POKOK BAHASAN
Definisi Mati Batang
Otak dan
Koma
Etiologi
Mati
Batang
Otak dan Koma

Patofisiologi Mati Batang


Otak dan Koma

WOC Mati Batang Otak


dan Koma
Manifestasi Klinis Mati Batang
Otak dan Koma
Pemeriksaan Klinis Mati
Batang Otak dan Koma

Komplikasi Koma
Penatalaksanaan Koma
Asuhan Keperawatan Koma
dan MBO

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Powerpoint Templates

Page 3

DEFINISI
Koma adalah keadaan penurunan
kesadaran dan respons dalam bentuk
yang berat, kondisinya seperti tidur
yang dalam di mana pasien tidak dapat
bangun dari tidurnya. Karakteristik
koma pasien Tidak sadar, tubuh
flaksid. , Tidak berespons terhadap
rangsangan nyeri maupun
verbal.Refleks masih ada : muntah,
lutut, kornea. (Aru W. Sudoyo, dkk 2007)
Mati Batang Otak (MBO)
didefinisikan sebagai hilangnya
seluruh fungsi otak, termasuk fungsi
batang otak, secara ireversibel. Tiga
tanda utama manifestasi kematian
batang otak adalah koma dalam,
hilangnya
seluruh refleks batang
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Powerpoint
Templates

Page 4

ETIOLOGI

m
u
m
:
bu
u
t
a
i
b
ya
ye
k
n
a
e
P
ot
n
a
ti
a
m
ke
a
m
u
n
a
1.Tr daraha
r
2.pe kranial
a
intr oksia
at
b
p
o
i
3.H rdosis
e
4.ov or otak
,
m
5.tu ningitis 012)
e
2
,
D
6.m
es
m
a
7.(J

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Powerpoint Templates

Page 5

Cont...
Penyebab terjadinya
koma yaitu:
a. Lesi besar pada
serebral dan
herniasi
b. Gangguan Metabolik
(iskemik, hipoksia,
hipoglikemia)
c. Epileptik
d. Penggunaan obat
yang berlebihan
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Powerpoint Templates

Page 6

PATOFISIOLOGI
penurunan oksigen secara
progresif, adanya massa
padat (tumor) dan massa
cairan di batang otak
Menghambat aliran darah ke
otak
Iskemik jaringan

Koma supratentorial
Koma infratentorial
Koma metabolik

Metabolisme otak
terhenti
Penurunan kesadaran
secara progresif
Kematian Batang
otak dan fungsi
otak

Koma

Powerpoint Templates

Page 7

WOC

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Powerpoint Templates

Page 8

Manifestasi Klinis
Menurut Wilson (2011) Kematian otak sangat
tergantung dari gejala klinis dan hasil laboratorium.
Secara klinis, seseorang dinyatakan mati otak jika
semua keadaan berikut ditemukan:
Koma
Tidak ada sentakan epileptik
Tidak ada reflek batang otak
Tidak ada respirasi spontan (tidak dapat
menghirup napas sendiri).
Pupil dilatasi dan terfiksir (mata midriasis, tidak
ada reaksi terhadap cahaya).
Tidak ada respon terhadap stimulus noksius
(rangsang nyeri tidak disertai kedipan mata, tanpa
mimik meringis, tanpa gerakan anggota tubuh
manapun).
Semua anggota tungkai flaksid (tidak ada
pergerakan, tanpa tonus otot dan hilangnya aktivitas
refleks pada tangan ataupun kaki).
Tidak ada tanda-tanda aktivitas batang otak:
Bola mata terfiksasi dalam orbita.
Tidak ada refleks kornea.
Tidak ada respon terhadap tes-tes kalori.
Tidak ada refleks muntah atau batuk
FAKULTAS
KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Powerpoint Templates

Page 9

Cont...
Gejala Klinis dari koma secara umum yaitu:
Pasien koma tidak dapat dibangunkan
Tidak memberikan respon normal terhadap rasa sakit
atau rangsangan cahaya
Tidak memiliki siklus tidur-bangun
Tidak dapat melakukan tindakan sukarela

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Powerpoint Templates

Page 10

Pemeriksaan Klinis

Tiga temuan penting pada


kematian batang otak adalah koma
dalam, hilangnya seluruh refleks
batang otak, dan apnea.

1. Hilangnya refleks batang otak

FAKULTAS

Hilangnya respon menyeringai atau


mata tidak membuka terhadap
rangsang tekanan dalam pada
kedua condyles setinggi
temporomandibular (afferent n. V
dan efferent n. VII), hilangnya
refleks kornea terhadap rangsang
sentuhan tepi kornea mata (n. V
dan n. VII), hilangnya refleks
cahaya (n. II dan n. III), hilangnya
respon oculovestibular ke arah sisi
stimulus dingin oleh air es (n. VIII
dan n. III dan n. VI), hilangnya
KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Powerpoint
Templates
refleks
batuk terhadap rangsangan
Page 11

Cont...
2. Tes apnea
Tes apnea dapat dilakukan apabila kondisi prasyarat terpenuhi, yaitu:
a. Suhu tubuh 36,5 C atau 97,7 F
b. Euvolemia (balans cairan positif dalam 6 jam sebelumnya)
c. PaCO2 normal (PaCO2 arterial 40 mmHg)
d. PaO2 normal (pre-oksigenasi arterial PaO2 arterial 200 mmHg)
Diskoneksi ventilator dan penggunaan
oksigenasi apneik difusi (apneic diffusion
oxygenation) memerlukan syarat tertentu.
Suhu tubuh harus 36.5 C, tekanan darah
sistolik harus 90 mmHg, dan balans
cairan harus positif selama enam jam.
Setelah pre-oksigenasi (fraksi oksigen
insprasi harus 1.0 selama 10 menit),
tingkat ventilasi harus dikurangi. Ventilator
harus diputus apabila PaO2 arterial
mencapai 200 mmHg, atau apabila
PaCO2 arterial mencapai 40 mmHg. Pipa
oksigen harus berada pada carina
(menghantarkan oksigen 6 liter per
menit). Dokter harus mengamati dinding
dada dan abdomen untuk mengamati
Powerpoint Templates
Page
12
adanya gerakan pernafasan selama
8-10

Cont...

Memastikan bahwa tidak terdapat


respon motorik dan mata tidak
Pemeriksaan Klinis terhadap pasien koma dengan rangsangan nyeri
membuka, ketika suatu stimulus
nyeri diberikan pada kuku jari atau
saraf supraorbital.
Kedalaman koma diuji dengan
penilaian adanya respon motorik
terhadap stimulus nyeri yang
standar, seperti penekanan nervus
supraorbita, sendi
temporomandibuler, atau bantalan
kuku pada jari. Pemeriksaan
kemudian dilanjutkan dengan ada
tidaknya refleks batang otak. Bila
tidak ada refleks batang otak,
pemeriksaan harus menemukan
adanya pupil yang oval atau bulat
pada posisi tengah dengan dilatasi
(4 6 mm) tanpa adanya respon
terhadap cahaya terang.

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Powerpoint Templates

Page 13

Komplikasi Koma
Komplikasi yang mungkin terjadi pada pasien tidak sadar
meliputi :

gangguan
pernapasan

Dekubit
us

Pneumoni
a
Aspirasi
Powerpoint Templates

Page 14

Hal hal yang perlu diperhatikan


Penatalaksanaan
Koma dalam perawatan klien dengan

koma:
1)Zat asam : jaga pernafasan tetap leluasa
2)Jika ada sekret di faring, lakukan suction
3)Jika pernafasan masih belum bebas, pasan endotracheal tube
4)Cairan, glukosa, dan elektrolit
5)Untuk mencukupi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan
elaktrolit diberikan NGT.
6)Observasi Kandung kemih
7) Jika terjadi retensi urine pasang kataterisasi. Perhatikan sterilitas
dalam pemasangan kateter,
8)Rectum : BAB 2-3 hari sekali, kalau perlu dilakukan gliserin secara
rectal
9)Perawatan mata : beri/ tetesi boorwater 3% setiap pagi
Perawatan
Dasar
10)Perawatan kulit : beri bedak setelah mandi
agar tidak timbul
maserasi 1)Memenuhi kebutuhan zat asam, zat makanan, dan

cairan
2)Memelihara kebersihan tubuh
3)Mempertahankan defekasi dapat berlangsung
secara teratur
4)Mencegah terjadinya infeksi skunder
5)Mencegah
terjadinya decubitus
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Powerpoint
Templates

Page 15

ASUHAN KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Powerpoint Templates

Page 16

Data fokus yang perlu dikaji:


a) Riwayat kesehatan, meliputi:
Penyakit yang diderita sebelumnya ( DM, Hipertensi,
ginjal, hepar, epilepsi, penyakit darah )
Keluhan sebelum jatuh koma ( nyeri kepala, pusing,
kejang )
Terjadinya koma mendadak atau perlahan-lahan
b) Pemeriksaan fisik
1. Keadaan Umum
2. Pemeriksaan persistem
Sistem persepsi dan sensori: pemeriksaan panca
indera
Sistem persyarafan : pemeriksaan neurologi koma
Tujuan: menentukan letak proses patologi
Hemicerebral/
hemisperium, ataukah di batang otak,
dan etiologinya ( vaskuler,
neoplasma, radang, trauma,
metabolik ), Meliputi:
Status kesadaran: nilai GCS ( Glasgow Coma Scale )
FAKULTAS
KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Powerpoint letak
Templates
Pemeriksaan
menentukan
lesi: kortek, sub kortek,
Page 17

Sistem pernafasan : adanya sekret, penurunan


fungsi paru
Sistem kardiovaskuler : kontraktilitas menurun
Sistem gastrointestinal : kemampuan menelan,
mengunyah tidak ada, penyerapan makanan
tidak adekuat, konstipasi
Sistem integumen : turgor kulit buruk
Sistem perkemihan : penurunan kerja ginjal,
inkontinensia urin

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Powerpoint Templates

Page 18

a) Resiko ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari


kebutuhan, faktor
resiko: tak mampu memasukkan,
Diagnosa
keperawatan
mencerna, dan mengabsorbsi makanan karena faktor
biologi ( penurunan kasadaran/ koma )
b)Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan
disfungsi neuromuskuler dan hipoventilasi
c)Kebersihan jalan nafas tidak efektif
berhubungan dengan fisiologis (disfungsi
neuromuskuler ).
d)Penurunan Cardiac Output b.d penurunan
kontraktilftas jantung, perubahan tekanan jantung
e)Perfusi jaringan serebral tidak efektif
berhubungan dengan hipoksia otak.
f)Intoleransi aktifitas b.d penurunan massa otot
g)Resiko konstipasi, faktor resiko: fisiologis
( penurunan motilitas traktus gastrointestinal dan
perubahan pola makan dan makanan dari biasanya ).
h)Inkontinensia urine b.d penurunan fungsi
Powerpoint Templates
FAKULTAS
KEPERAWATAN
Page 19
persarafan kandung kemih UNIVERSITAS

No
1

Diagnosa keperawatan/
masalah kolaborasi

Penurunan

Tujuan dan kriteria hasil

cardiac Setelah

Intervensi

dilakukan 1.

Monitor

tanda-tanda

output b.d penurunan tindakan keperawatan vital


kontraktilftas jantung,

selama

dengan batasan

penurunan

karakteristik:

jantung

kembali pentingnya istirahat yang

Penurunan

meningkat

dengan adekuat

kontraktilitas

kriteria hasil:

3x24

jam 2.

Informasikan

curah anjurkan

dan
tentang

3.Berikan

oksigen

Orthopnea/paroksism 1.Mempertahankan/m tambahan dengan kanula


al nokturnal dispnea

eningkatkan

curah nasal/masker

sesuai

o Curah jantung < 4 jantung adekuat yang indikasi.


L/menit
o

dibuktikan

Penurunan

fraksi tekanan

oleh 4.

LVSWI

ventrikular

(left haluaran
stroke

kulit

terhadap

darah/nadi pucat dan sianosis

ejeksi , volume indeks dalam rentang normal 5.


(SVI),

Kaji
Kaji

urine sensori,

perubahan
contoh

pada
letargi,

adekuat
nadi
teraba bingung disorintasi cemas
Powerpoint
Templates
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Page 20
work index)

Pola nafas tak efektif

Setelah dilakukan tindakan 1.

berhubungan dengan

keperawatan selama 3x24 tetap efektif


jam klien mencapai:

disfungsi neuromuskuler
dan hipoventilasi dengan
batasan karakteristik:

1.Status respirasi: Ventilasi


Dengan criteria hasil
a. Status respirasi: ventilasi

2.

Pertahankan
Berikan

jalan

oksigen

sesuai

tanda

tanda

instruksi
3.Observasi

Menggunakan otot

pergerakan udara ke dalam hipoventilasi

pernafasan tambahan

dan keluar paru

Dyspnea

b. Kedalaman inspirasi dan 5.Identifikasi

Ortopnea

kemudahan bernafas

perubahan vital sign

Perubahan

c. Ekspansi dada simetris

6.

pengembangan dada
Nafas pendek
Tahan ekspansi

d. Suara nafas tambahan


tidak ada
e. Nafas pendek tidak ada

nafas

4. Monitoring Vital Sign


penyebab

Monitor

rata

dan
rata,

kedalaman, irama, dan usaha


respirasi

2.f. status tanda vital (RR, 7.

Catat

pergerakan

berlangsung sangat lama TD) dalam rentang yang amati

dada,

kesimetrisan,

Pernafasan rata rata

diharapkan

penggunaan

16-24x/menit

RR: 16-20x/mnt

retraksi otot supraventrikuler

Kedalaman

TD: 120-140 mmHg

dan intercostals

pernafasan: tidal volume

S: 36,5 C-37,5 C

tambahan,

8. Monitor suara nafas, seperti

FAKULTAS
KEPERAWATAN UNIVERSITAS
500ml saat istirahat
dengkur
N:60-100
x/mnt
Powerpoint
Templates

otot

Page 21

Resiko ketidakseimbangan

NOC label: Status Nutrisi

nutrisi: kurang dari

Setelah

kebutuhan tubuh, faktor

dilakukan

keperawatan
status

1.
tindakan

selama

nutrisi

3x24

klien

jam

meningkat/

Monitor

masukan

kalori

dan

bahan makanan
2. Amati tingkat albumin, protein

resiko: tidak mampu dalam

membaik dengan kriteria hasil

total, Hb, Hmt, GDS, cholesterol dan

memasukkan, mencerna,

a.

trigliseride

mengabsorbsi makanan
karena faktor biologis

Intake

makanan

dan

minum

adequat
b. Tanda tanda malnutrisi tidak ada

3. Amati

jaringan

mukosa

yang

c. Konjunctiva dan membran mukosa

pucat, kemerahan, dan kering

(penurunan kesadaran/

tidak pucat

Amati konjunctiva yang pucat

koma), dengan batasan

4. Turgor kulit baik

4.Amati turgor kulit dan perubahan

karakteristik:

Status nutrisi: Biochemical Measures


Indikator:

pigmentasi

Dilaporkan adanya intake

Protein total: 5,3-8,9 gr/dl

5. Catat adanya edema, hiperemik,

makanan kurang dari

Albumin: 3,8-4,4 gr/dl

hipertonik papilla lidah dan cavitas

kebutuhan yang dianjurkan

Globulin: 1,5-4,5 gr/dl

oral

Konjunctiva dan membran

Hmt: 37-47 %
Hb: 10-16 gr/dl

6. Kerjasama dengan ahli gizi dalam

mukosa pucat

GDS:180 mg%

menentukan jumlah kalori, protein,

Pembuluh kapiler rapuh

Cholesterol: 140-250 mg%

dan

Klien tak mampu menelan


dan mengunyah makanan

Trigliseride:45-160 mg%
Nutrisi status: Food and Fluid intake

lemak

secara

tepat

sesuai

dengan kebutuhan klien

Indikator:

7. Monitor catatan makanan yang

Kehilangan rambut yang

Intake makanan per NGT adekuat

masuk atas kandungan gizi dan

cukup banyak (rontok)

Intake cairan per NGT adekuat

jumlah kalori

Intake Total Protein Nutrition (TPN)

8. Kolaborasi
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
Powerpoint Templates
adekuat
Intake cairan parenteral adekuat

penambahan

inti

Page 22

protein, zat besi, dan vitamin C

Powerpoint Templates

Page 23