Вы находитесь на странице: 1из 9

TUGAS BUDIDAYA TANAMAN OBAT

CARA MEMBUAT RAMUAN OBAT TRADISIONAL

DISUSUN OLEH :
NAMA

: RIZKIYAH

NIM

: G 701 11 057

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2014

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Sejak jaman dahulu, manusia sangat mengandalkan lingkungan sekitarnya
untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya untuk makan, tempat berteduh, pakaian,
obat, pupuk, parfum, dan bahkan untuk kecantikan dapat diperoleh dari lingkungan.
Sehingga kekayaan alam di sekitar manusia sebenarnya sedemikian rupa sangat
bermanfaat dan belum sepenuhnya digali, dimanfaatkan, atau bahkan dikembangkan.
Bangsa Indonesia telah lama mengenal dan menggunakan tanaman berkhasiat obat
sebagai salah satu upaya dalam menanggulangi masalah kesehatan. Pengetahuan
tentang tanaman berkhasiat obat berdasar pada pengalaman dan ketrampilan yang
secara turun temurun telah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Penggunaan bahan alam sebagai obat tradisional di Indonesia telah dilakukan
oleh nenek moyang kita sejak berabad-abad yang lalu terbukti dari adanya naskah
lama pada daun lontar Husodo (Jawa), Usada (Bali), Lontarak pabbura (Sulawesi
Selatan), dokumen Serat Primbon Jampi, Serat Racikan Boreh Wulang Dalem dan
relief candi Borobudur yang menggambarkan orang sedang meracik obat (jamu)
dengan tumbuhan sebagai bahan bakunya.
Jamu adalah obat tradisional yang berisi seluruh bahan tanaman yang menjadi
penyusun jamu tersebut. Jamu disajikan secara tradisional dalam bentuk seduhan, pil,
atau cairan. Umumnya, obat tradisional ini dibuat dengan mengacu pada resep
peninggalan leluhur. Jamu tidak memerlukan pembuktian ilmiah secara uji klinis,
tetapi cukup dengan bukti empiris. Selain adanya klaim khasiat yang dibuktikan secara
empiris, jamu juga harus memenuhi persyaratan keamanan dan standar mutu.
WHO merekomendasi penggunaan obat tradisional termasuk obat herbal dalam
pemeliharaan kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengobatan penyakit, terutama
untuk penyakit kronis, penyakit degeneratif dan kanker. Hal ini menunjukan dukungan
WHO untuk back to nature yang dalam hal yang lebih menguntungkan. Untuk
meningkatkan keselektifan pengobatan dan mengurangi pengaruh musim dan tempat

asal tanaman terhadap efek, serta lebih dalam memudahkan standarisasi bahan obat
maka zat aktif diekstraksi lalu dimurnikan sampai diperoleh zat murni.
Pengertian obat tradisional berdasarkan Peraturan Menteri kesehatan Nomor
246/Menkes/Per/V/1990 Pasal 1 menyebutkan bahwa : Obat tradisional adalah bahan
atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral,
sediaan galenik atau campuran dan bahan-bahan tersebut, yang secara traditional telah
digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka untuk mengupayakan back to nature,
pada makalah ini akan di uraikan mengenai manfaat dan khasiat obat tradisional jamu
yang bisa di gunakan tanpa harus membeli obat kimia dengan harga mahal dan
menimbulkan efek samping dalam penggunaannya.

BAB II
PEMBAHASAN
II.1. Pengertian Obat Tradisional
Pengertian obat tradisional berdasarkan Peraturan Menteri kesehatan Nomor
246/Menkes/Per/V/1990 Pasal 1 menyebutkan bahwa : Obat tradisional adalah bahan
atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral,
sediaan galenik atau campuran dan bahan-bahan tersebut, yang secara traditional
telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
Popularitas dan perkembangan obat tradisional kian meningkat seiring dengan
slogan kembali ke alam yang kian menggema. Hal itu dibuktikan oleh semakin
banyak industri jamu dan industri farmasi yang memproduksi obat tradisional.
Industri-industri tersebut bertambah dan memproduksi obat tradisional secara
modern menggunakan mesin-mesin modern. Namun, masih banyak industri rumah
tangga yang membuat obat tradisional secara sederhana. Mereka menerapkan resepresep kuno yang dipercaya bermanfaat untuk kesehatan.
II. 2. Jenis Obat Tradisional
Berdasarkan keputusan kepala badan POM RI. No. Hk. 00.05.4.2411 tentang
ketentuan pokok pengelompokan dan penandaan obat bahan alam Indonesia, obat
tradisional dikelompokkan menjadi 3 yaitu : jamu, obat herbal terstandart dan
fitofarmaka.
Jamu ( Enpirical, Based, Herbal Medicine)
Jamu adalah obat tradisional yang berisi seluruh bahan tanaman yang
menjadi penyusun jamu tersebut. Jamu disajikan secara tradisional dalam bentuk
serbuk seduhan, pil atau cairan. Umumnya, obat tradisional ini dibuat dengan
mengacu pada resep peninggalan leluhur. Satu jenis jamu disusun dari berbagai
tanaman obat yang jumlahnya antara 5-10 macam, bahkan bisa lebih. Jamu tidak
memerlukan pembuktian ilmiah sampai uji klinis, tetapi cukup dengan bukti
empiris. Disamping klaim khasiat yang dibuktikan secara empiris, jamu juga
harus memenuhi persyaratan keamanan dan standart mutu. Jamu yang telah
digunakan secara turun temurun selama berpuluh-puluh tahun bahkan ratusan
tahun telah membuktikan keamanan dan manfaat secara langsung untuk tujuan
kesehatan tertentu.

Kriteria Jamu
a. Aman
b. Klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris
c. Memenuhi persyaratan mutu

Obat Herbal Terstandart (Standarized Based Herbal Medicine)


Obat herbal terstandart merupakan obat tradisional yang disajikan dari hasil
ekstraksi atau penyarian bahan alam, baik tanaman obat, binatang maupun mineral.
Dalam proses pembuatannya, dibutuhkan peralatan yang tidak sederhana dan lebih
mahal daripada jamu. Tenaga kerjanyapun harus di dukung oleh pengetahuan dan
keterampilan membuat ekstrak. Obat herbal ini umumnya di tunjang oleh
pembuktian ilmiah berupa penelitian praklinis. Penelitian ini meliputi standarisasi
kandungan senyawa berkhasiat dalam bahan penyusun, standarisasi ekstrak yang
higienis, serta uji toksisitas akut maupun kronis.
Kriteria Obat Herbal Terstandart
a. Aman
b. Klaim khasiat dibuktikan secara ilmiah atau praklinik
c. Bahan baku yang digunakan telah terstandart
d. Memenuhi persyaratan mutu

Fitofarmaka ( clinical Based Herbal Medicine)


Fitofarmaka merupakan obat tradisional yang dapat disejajarkan dengan obat
modern. Proses pembuatannya telah terstandart dan ditunjang oleh bukti ilmiah
sampai uji klinik pada manusia. Karena itu, dalam pembuatannya diperlukan peralatan
bertekhnologi modern, tenaga ahli dan biaya yang tidak sedikit.
Kriteria Fitofarmaka
a. Aman
b. Klaim khasiat dibuktikan berdasarkan uji klinik
c. Menggunakan bahan baku berstandart
d. Memenuhi persyaratan mutu

II.3. Contoh tanaman obat tradisional


1. Jahe (Zingiber officinale)
a. Untuk Atasi Rematik
Ramuan 1:
Bahan :
- jahe merah segar 20gram
- Temulawak 20gram

- Cabe jawa 20gram


- kumis kucing 30gram
- Daun komfrey 30gram
- Air untuk minum 4 gelas
Cara Membuat
1. Semua bahan dicuci bersih.
2. Rajang atau diiris tipis.
3. Lalu direbus, tunggu hingga air rebusan tersisa 2 gelas.
4. Kemudian saring.
Cara Konsumsi:
- minum 2 kali pada pagi dan sore hari.
- Sekali minum 1 gelas.
- Agar rasanya lebih segar, tambahkan 2 sendok makan madu dan perasan jeruk
nipis.
b. Untuk Atasi Keropos Tulang
Bahan:
- siapkan jahe merah segar 20gram
- Kacang hijau 30gram
- Kapulaga 10 gram
- Merica 15gram
- Kayumanis 20gram
- Air 4 gelas
Cara Membuat:
1. Bahan-bahaan dicuci bersih dan dilumatkan atau dimemarkan.
2. Rebus hingga air rebusan tresisa 2 gelas.
3. Kemudian disaring.
Cara Konsumsi:
- minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari setelah makan.
- sekali minum 1 gelas
- Agar rasa nikmat, ditambahkan 2 sendok makan madu.
C. Untuk Atasi Asma
Bahan:
- Siapkan jahe merah segar 20 gram

- Daun smbiloto segar 30 gram


- Daun randu 30 gram
- Daun lampes 20 gram
- Air untuk minum 4 gelas
Cara Membuat:
1. Semua bahan setelah dicuci bersih, diiris atau dirajang kecil.
2. Rebus hingga air rebusan tersisa 2 gelas.
3. Lalu saring.
4. Sajikan
Cara Konsumsi:
- Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari setelah makan.
- Sekali minum 1 gelas.
- Agar rasanya segar, bisa ditambahkan madu dan perasan jeruk nipis.
D. Untuk Atasi Stroke
Bahan:
- Siapkan jahe merah 20 gram
- Mengkudu 40 gram
- Pule pandak 20 gram
- Daun dewa 30 gram
- Daun cermai 20 gram
- Air untuk minum 4 gelas
Cara Membuat:
1. Setelah semua dicuci, dirajang atau diiris.
2. Rebus dengan air 4 gelas hingga air rebusan tersisa 1,5 (satu setengah)gelas.
3. Kemudiyan saring.
Cara Konsumsi:
- Minum 3 kali pada pagi, siang, dan sore setelah makan, sekali minum-(setengah)
gelas.

BAB III
PENUTUP

III.1. Kesimpulan
1. Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan,
bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dan bahan-bahan
tersebut, yang secara traditional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan
pengalaman.
2. Berdasarkan keputusan kepala badan POM RI. No. Hk. 00.05.4.2411 tentang
ketentuan pokok pengelompokan dan penandaan obat bahan alam Indonesia, obat
tradisional dikelompokkan menjadi 3 yaitu : jamu, obat herbal terstandart dan
fitofarmaka.
3. Khasiat dari jahe yaitu: untuk atasi rematik, keropos tulang, asma dan stroke.

DAFTAR PUSTAKA
Atjung. 1981. Tanaman Obat dan Minuman Segar.CV.Yasaguna : Jakarta.
Handayani, Lestari. 2009. Cara Benar Meracik Obat Tradisional. Jakarta :
Amazone.
Tanaman Obat Rimpang. PT. Penebar Swadaya :

Jakarta.