Вы находитесь на странице: 1из 40

EMISI Pb (Timbal)

MUTHIA FADHILA
1111012024

TIMBAL

PENDAHULUAN
Timbal sering juga disebut dengan istilah
timah hitam. Dalam bahasa ilmiah juga dikenal
dengan kata plumbum (Pb). Logam ini termasuk
ke dalam golongan IV-A dengan nomor atom 82
dan memiliki berat atom 207,2.
Logam ini berwarna kelabu kebiruan dan
bertekstur lunak. Pb merupakan logam berat yang
mempunyai titik leleh 327oC dan titik didih
1.620oC. pada suhu 550-600oC.

Sifat Sifat Pb

Dikenal dg nama timah hitam


Bahasa ilmiahnya plumbun
Logam yg lunak
Logam yg tahan korosi, shg digunakan sbg
coating
Titik lebur rendah 327,5 derajat C
Penghantar listrik yg tdk baik

JENIS-JENIS Pb
1. Pb Anorganik
Di alam, Pb anorganik terdapat sebagai PbS (galena)
yang merupakan sumber Pb pada perairan alami,
PbSO4
(anglesite),
PbCO3
(Cerrusite),
dan
Pb(OH)2PbCO3 (Timbal Putih)
2. Pb Organik
Timbal organik ditemukan dalam bentuk senyawa Tetra
Etil Lead (TEL) dan Tetra Metil Lead (TML). Timbal
tatreil (tetra ethyl lead /TEL) dan timbal titrametril
lead (tetra metril lead /TML) tidak larut dalam air
tetapi mudah larut dalam pelarut organik, lemak dan
lipit TEL dan TML juga mudah menguap (Palar,1994).

Bentuk persenyawaan Pb dan


kegunaannya
Bentuk persenyawaan

Kegunaan

Pb + Sb

Kabel telepon

Pb + As + Sn + Bi

Kabel listrik

Pb + Si

Senyawa azida utk bhn peledak

Pb + Cr + Mo + Cl

Utk pewarnaan pd cat

Pb + Te

Pembangkit listrik tenaga panas

Tetrametil Pb & Tetraetil Pb

Aditive utk bhn bakar kenadaraan mtr

Pb - asetat

Pengkilapan keramik dan bhn anti api

Sumber Pencemar Pb

Cerobong pabrik
Knalpot kendaraan bermotor
Pigmen timbal dalam cat
Pipa berlapis timbal dan pipa PVC
Peralatan makan keramik berglasur
Makanan yg diasamkan
Koran & majalah
Kemasan makanan
Dll

Sumber-Sumber Pb

Kandungan senyawa Pb dlm gas


buangan kendaraan bermotor
Senyawa Pb (%)

0 Jam

18 jam

PbBrCl

32,0

12,0

PbBrCl.2PbO

31,4

1,6

PbCl2

10,7

8,3

Pb(OH)Cl

7,7

7,2

PbBr2

5,5

0,5

PbCl2.2PbO

5,2

5,6

Pb(OH)Br

2,2

0,1

PbOx

2,2

21,2

PbCO3

1,2

13,8

PbBr2.2PbO

1,1

0,1

PbCO3.2PbO

1,0

29,6

Cara masuk Pb ke dlm tubuh


Saluran pencernaan
Saluran pernafasan
Penetrasi lewat lapisan kulit,
krn senyawa ini dpt larut dlm minyak dan lemak

Perjalanan & reaksi Pb dlm tubuh


Pb terhirup saat bernafas
Semakin kecil partikel, makin besar volume
udara yg terhirup makin besar pula konsentrasi
Pb yg diserap.
Masuk kedlm pembuluh darah paru2
Berikatan dg darah paru2
Diedarkan ke slrh jaringan & organ tubuh
90% Pb berikatan dg sel darah merah

Masuk lewat makanan & minuman


Ikut dlm proses metabolisme tubuh
Ditolerir oleh lambung krn asam lambung mpy
kemampuan menyerap logam Pb
Pb lebih banyak dikelurkan oleh tinja
Pd jar/organ, Pb terakumulasi pd tulang
Pd wanita hamil Pb melewati plasenta, ikut
peredaran darah janin
Setlh bayi lahir, Pb akan dikeluarkan bersama
ASI

Biofase Pb pada Mahluk Hidup


1. Manusia
Absorpsi

Penyimpanan

Ekskresi

Gambar 2.1. Metabolisme timbal (Pb) dalam tubuh manusia

TOKSISITAS
Pb
Tabel tingkat keracunan PB pada anak dan dewas

Efek Pb dan Sintesa Hemoglobin dan Terjadinya


Hematoksisistas

Proses masuknya Pb pada Tulang

Diagram metabolisme Pb
Absorbsi Pb
mll saluran
cerna

Rangka
& bbrp
jaringan
lunak

Darah+cairan
ekstraseluler dan
jaringan lunak yg
mengalami
pertukaran dg
cepat

urine

Absorbsi Pb
mll paru2

Jaringan lunak (otot,


hati, ginjal + sebagian
kecil rangka)

Rambut, kuku,
keringat, sekresi
saluran cerna

Kadar Plumbum Normal pada Tubuh


Manusia

Tabel 1 : Kadar Pb dalam 9 Jaringan Tubuh Orang yang


Tidak Terpapar Pb (Sumber: Palar, 2004)

Tingkat Pb normal dlm tubuh


Kategori

g/100 ml Darah

Deskripsi

40

Tdk terkena paparan/tkt


paparan normal

B (dpt ditoleransi)

40 80

Pertambahan penyrp dr
keadaan terpapar ttp
msh bs ditoleransi

C (berlebih)

80 120

Kenaikan penyerapan dr
keterpaparan yg byk dan
mulai memperlihatkan
tanda2 keracunan

A (normal)

D (tingkat bahaya)

120

Penyerapan mencapai
tgkt bhy dg tanda2
keracunan ringan
sampai berat

Efek Pb dan sintesa Hemoglobin


1. Meningkatkan kadar ALA dlm darah dan urine
2. Meningkatkan kadar protoporphirin dlm sel
darah merah
3. Memperpendek umur sel darah merah
4. Menurunkan jumlah sel darah merah
5. Menurunkan kadar retikulosit (sel darah yg
masih muda)
6. Meningkatkan kandungan Fe dlm plasma
darah

Efek Pb pd sistem syaraf


Syaraf mrpk sistem paling sensitif
Penelitian pd pekerja tambang menunjukkan
pengaruh dari keracunan Pb dpt menimbulkan
kerusakan otak
Paparan 80 g/dl mengakibatkan edema otak,
meningkatnya cerebrospinal, degenerasi neuron
ditandai dg ataksia, kejang, koma.
Pd anak2, dg 40-50g/dl menunjukkan
hiperaktif, konsentrasi kurang, skor IQ menurun

Efek Pb thd Sistem Urinaria

Pb larut dlm darah diedarkan ke seluruh tubuh


Darah masuk ke glomerolus
Tjd pemisahan antara yg berguna dg tidak
Ikut sertanya Pb, menyebabkan kelebihan asam
amino dlm urine
Terjadilah kerusakan pd saluran ginjal

Tingkat keracunan Pb dipengaruhi :


1. Umur, janin, balita dan anak2 lebih rentan
dibandingkan orang dewasa.
2. Jenis kelamin, wanita lebih rentan drpd pria
3. Penderita penyakit keturunan/orang yg sedang
sakit lebih rentan
4. Musim, musim panas akan meningkatkan daya
racun timbul, terutama pd anak2.
5. Peminum alkohol akan lebih rentan thd timbal

Efek Pb dlm sistem reproduksi


Percobaan yg dilakukan thd tikus putih jantan
dan betina diberi perlakuan 1% Pb-asetat dlm
makanan
Menunjukkan berkurangnya kemampuan sistem
reproduksi hewan tsb
Embrio mengalami hambatan pertumbuhan
Janin mengalami penurunan ukuran dan
hambatan pertumbuhan

2. Hewan
Pada hewan logam yang telah diapsorbsi akan masuk
ke dalam darah, berikatan dengan protein darah yang
kemudian didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh.
Akumulasi logam yang tertinggi dalam organ
detoksikasi (hati) dan ekskresi (ginjal), dalam kedua
organ tersebut logam berikatan dengan berbagai jenis
protein baik enzim maupun protein lain yang disebut
metalothionin. Kerusakan jaringan oleh logam
terdapat pada beberapa lokasi baik tempat masuknya
logam maupun tempat penimbunanya. Akibat yang
ditimbulkan dari toksisitas logam dapat berupa
kerusakan fisik (erosi, degenerasi, nekrosis) dan
dapat berupa gangguan fisiologik (gangguan fungsi
enzim dan gangguan metabolisme)

Monitoring Pb dlm Tubuh Manusia


Pengujian kadar koproporphirin dlm urine
Pengujian kadar ALA dlm urine
Pengujian kadar ALA dan ALAD dlam darah

3. Tumbuhan

Polutan
Pb
Terjadi kerusakan
jaringan yang
menyebabkan
terhambatnya proses
fotosintesis

SOLUSI
Salah satunya dengan menerapkan teknologi otomotif
modern yang menghasilkan emisi gas buang pada tingkat
minimal
Mengurangi pemakaian kendaraan bermotor dengan
memanfaatkan transportasi massa dan pemberlakuan uji
emisi dan pembatasan umur tiap kendaraan
Memperbanyak tanaman yang mampu menyerap polusi
Pb (fitoremediasi).
Melakukan treatmen terhadap limbah cair industri yang
mengandung logam berat Pb sebelum dibuang ke
lingkungan

Pengendalian
1. Penghapusan bensin bertimbal
2. Pemeriksaan rutin emisi gas kendaraan
bermotor
3. Penghapusan motor jenis 2 tak
4. Pemakaian scrubbing pd cerobong asap
5. Penanaman tanaman
6. Penggunaan masker
7. Meneliti kandungan kadar timbal dlm air,
tanah, udara

AMONIAK

Gas yang tidak berwarna,


Menimbulkan bau yang sangat kuat.
Dapat bertahan kurang lebih satu minggu.
Iritasi yang kuat terhadap sistem pernapasan.
Sifatnya yang iritasi, merangsang proses peradangan

Sumber
penguraian senyawa organik oleh mikroorganisme
seperti :
proses pembuatan kompos,
industri peternakan,
pengolahan sampah kota.

Sumber antrophogenik (akibat aktifitas manusia)


industri pupuk urea,
industri asam nitrat dan
kilang minyak
(Dwipayani, 2001).

Dampak pencemaran
KESEHATAN

LINGKUNGAN

Dampak pencemaran
Terhadap Kesehatan Manusia
iritasi mata serta saluran pernafasan.
Iritasi saluran pernapasan dan kulit.
Pada Kadar 2500-6500 ppm, gas ammonia melalui
inhalasi menyebabkan iritasi hebat pada :
mata
(Keraktitis),
sesak
nafas
(Dyspnea),
Bronchospasm, nyeri dada, sembab paru, batuk
darah, Bronchitis dan Pneumonia.
Pada kadar tinggi (30.000 ppm) dapat menyebabkan
luka bakar pada kulit.
Soeprapto dan Didik (2008)

Terhadap lingkungan
Sampah-sampah tersebut kemudian membusuk
dan menghasilkan gas amonia.
Gas rumah kaca yang dapat menyebabkan global
warming.
Perubahan iklim dan cuaca serta efek global
warming lainnya
Estetika lingkungan karena bau pembusukan yg
menyengat.
Gangguan kesehatan ternak dan masyarakat di
sekitar peternakan.
Menghambat pertumbuhan ternak.
Soeprapto dan Didik (2008)

Penanggulangan
Penanaman tanaman hijau di pinggir jalan.
Penyuluhan kepada masyarakat mengenai amoniak,
sumber dan penanggulangannya