You are on page 1of 43

MAKALAH

PERENCANAAN, ORGANISASI dan STRATEGI


BISNIS
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewirausahaan

Disusun Oleh :

Cuk Sugiartono

140820101016

Devita Nanda O.W

140820101018

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS JEMBER
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Perkembangan yang begitu pesat pada hampir seluruh bidang kehidupan

menuntut

pengelolaan

organisasi

dengan

pendekatan

holistik

dengan

memanfaatkan multi-disiplin ilmu serta perkembangan teknologi dan informasi.


Tantangan terberat dalam mengelola organisasi bisnis adalah merespon berbagai
tekanan yang dihadapinya dari sisi eksternal maupun internal terutama pada
tahap-tahap kritis dalam siklus hidupnya.
Persaingan bisnis dan implementasi strategi keunggulan bersaing adalah
dua konsep yang sangat berhubungan satu sama lain. Banyak aspek dalam kedua
konsep tersebut terus digali dan didalami oleh para ahli dan praktisi. Namun,
penggalian dan pendalaman tersebut seolah-olah tidak pernah selesai karena
aspeknya yang begitu luas dan kompleks serta mengalami perkembangan yang
sangat dinamis. Memenangkan persaingan bisnis tidak mungkin dicapai tanpa
menerapkan strategi keunggulan bersaing yang tepat.
Banyak perusahaan yang lahir, tumbuh, berkembang dan beberapa
diantaranya mencapai kesuksesan yang mendunia. Namun sebagian perusahaan
lainnya mengalami kemunduran, tidak mampu bertahan, menjalani kematian dan
kemudian hilang ditelan persaingan bisnis yang begitu keras. Kesuksesan dan
Kemunduran

sesungguhnya

secara

sederhana

menggambarkan

dinamika

persaingan bisnis yang terus berlangsung. Mereka yang sukses menghadapi


persaingan bisnis adalah perusahaan-perusahaan yang memiliki dan menerapkan
strategi keunggulan bersaing yang hebat, dan sebaliknya. Namun elemen-elemen
strategis apa yang sebenarnya mendasari perusahaan-perusahaan yang sukses
mampu memenangkan persaingan bisnis?
Banyaknya faktor faktoryang menjadi sumber esensial kemampuan suatu
perusahaan memenangkan persaingan bisnis. Keunggulan bersaing dalam rangka
memenangkan bisnis dapat dilihat dari berbagai aspek manajemen yaitu aspekaspek fundamental organisasi bisnis, manajemen sumber daya manusia,

manajemen

inovasi,

manajemen

perubahan

serta

implementasi

strategi

keunggulan bersaing itu sendiri. Selain aspek aspek fundamental tersebut,


sebuah perencanaan, organisasi dan strategi bisnis merupakan ketiga hal yang
tidak bisa lepas dan saling ketergantungan. Sebuah perencanaan yang matang dan
strategi bisnis yang jitu merupakan awal bangkitnya sebuah organisasi bisnis,
dimana kedua hal tersebutlah yang dapat menentukan maju mundurnya sebuah
perusahaan/bisnis seseorang.
Perencanaan

didefinisikan

sebagai

perkembangan

sistematis

dari program tindakan yang ditujukan pada pencapaian tujuan bisnis


yang telah disepakati dengan proses analisa, evaluasi, seleksi di antara
kesempatankesempatan yang diprediksi terlebih dahulu. Tujuan perencanaan
adalah untuk membentuk usaha terkoordinasi dalam sebuah organisasi tanpa
adanya perencanaan yang biasanya disertai dengan tidak adanya koordinasi dan
timbulnya ketidakefisienan. Tujuan dari sebuah perencanaan organisasi ada 2
yaitu perlindungan (protective) dan kesepakatan (affirmative).
Strategi bisnis adalah cara untuk mencapai tujuan dengan melibatkan
semua faktor andalan dalam organisasi secara strategik. Strategi bisnis sebagai
konsep bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan organisasi mencapai tujuan
strategik yang telah diterapkan. Strategi bisnis secara konseptual mungkin sudah
baik, tetapi jika implementasinya buruk, hasilnya adalah kegagalan. Dalam
perspektif manajemen strategik, strategi bisnis merupakan bagian dari proses
implementasi dari bisnis. Ini berarti, bila strategi bisnis yang menjadi pilihan
maka praktek-praktek manajemen sumber daya manusia tidak akan menghasilkan
kualitas SDM seperti yang dibutuhkan.
Seiring berkembangnya zaman, berbagai sektor perkembangan dunia
bisnis di Indonesia yang meningkatpesat tidak hanya dalam skala organisasi
bisnis yang besar dan megah namun sebuah organisasi bisnis dalam skala kecil
pun tidak luput dari kesuksesan yang sangat luar biasa jika sebuah perencanaan
dan strategi bisnis yang jitu dan handal mereka terapkan. Organisasi bisnis dalam
skala kecil seperti Home Industri yang berada di pinggiran kota bahkan di
pelosok desa tidak luput dari pesaing bisnis yang tidak bisa kita remehkan lagi.

Dapat kita contohkan yakni beberapa industri rumah tangga yang terletak di Kota
Makassar Sulawesi Selatan yaitu UD Fatimah Azzahrah, UD Ilo Mandiri serta UD
Nurul Jaya Lestari yang berkutat dalam bisnis pengolahan ikan berskala kecil
berupa abon ikan dan kerajinan bonggol jagung di bogor.
Berdasarkan penjelasan penjelasan di atas, sebuah organisasi bisnis tidak
terlepas dari peranan perencanaan yang matang dan implementasi strategi bisnis
yang jitu dan handal sehingga dapat menentukan maju mundurnya perusahaannya
di masa depan. Organisasi bisnis berskala besar bukan merupakan sebuah jaminan
akan selalu sukses jika perencanaan dan implementasi strategi bisnis yang
diterapkan kurang jitu dan handal. Namun, kita juga tidak bisa meremehkan
kesuksesan organisasi bisnis berskala kecil (Home Industri) seperti yang sudah
dipaparkan di atas jika perencanaan dan implementasi strategi bisnis yang
diterapkan sangat jitu dan handal.
1.2.

Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya sebuah perencanaan

dan strategi bisnis dalam sebuah organisasi bisnis baik yang berskala kecil
maupun berskala besar.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Perencanaan
2.1.1 Pengertian Perencanaan
Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana organisasi bisa
mencapai tujuannya. Dalam istilah yang lebih resmi, perencanaan di definisikan
sebagai perkembangan sistematis dari program tindakan yang ditujukan pada
pencapaian tujuan bisnis yang telah disepakati dengan proses analisa, evaluasi,
seleksi di antara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu.
Jadi perencanaan adalah suatu proses menentukan apa yang ingin dicapai di
masa yang akan datang serta menetapkan tahapan-tahapan yang dibutuhkan untuk
mencapainya. Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana
informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota
suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus
dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan
rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan
menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan
menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan. Suatu rencana yang baik
harus berdasarkan sasaran, bersifat sederhana, mempunyai standar, fleksibel, seimbang,
dan menggunakan sumber-sumber yang tersedia dulu.

2.1.2 Tujuan Perencanaan


Tujuan perencanaan adalah membentuk usaha terkoodinasi dalam
organisasi, tanpa adanya perencanaan biasanya di sertai dengan tidak adanya
koordinasi dan timbulnya ketidakefesienan. Tujuan organisasional adalah titik
awal perencanaan, wirausahawan secara konstan diingatkan dengan apa yang
ingin di capai organisasi mereka. Manajemen harus membagi antara waktu yang
digunakan untuk perencanaan dengan waktu yang di gunakan untuk fungsi
manajemen lainnya seperti pengorganisasi, mempengaruhi dan pengawasan.
Perencanaan organisasional mempunyai dua tujuan yaitu :
1. Perlindungan (protective)

Meminimisasi resiko dengan mengurangi ketidakpastian disekitar kondisi


bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan menejerial yang berhubungan.
2. Kesepakatan (Affirmative)
Tujuan

dari

kesepakatan

(Affirmative)

untuk

meningkatkan

tingkat

keberhasilan organisasional.
2.1.3 Kerugian dan keuntungan Perencanaan
Program perencanaan mempunyai banyak keuntungan yaitu :
1. Membantu Wirausahawan Beroritentasi ke Masa Depan
Wirausahawan dipaksa untuk melihat keluar dari masalah harian yang
normal untuk memproyeksikan apa yang akan mereka hadapi dimasa
mendatang.
2. Koordinasi Keputusan
Keputusan hendaknya tidak dibuat sekarangtanpa adanya tentang
bagaimana ia akan mempengaruhi keputusan yang harus dibuat besok.
Fungsi

perencanaan

membantu

wirausahawan

dalam

usahanya

mengkoordinasi keputusan.
2.1.4 Jenis jenis Perencanaan
Aktivitas Perencanaan di bagi menjadi 2 yaitu :
1. Perencanaan Strategis
Perencanaan Strategis adalah perencanaan jangka panjang yang dipusatkan
pada organisasi secara keseluruhan. Wirausahawan memandang organisasi
sebagai suatu unit total dan memutuskan apa yang hendak dilakukannya dalan
jangka panjang untuk mencapai tujuan organisasi. Jangka panjang sebagai periode
waktu antara 3 sampai 5 tahun kedepan. Perencanaan jangka panjang
wirausahawan adalah mencoba menentukan apa yang akan dilakukan oleh
organisasi agar berhasil dan kurun 3 sampai 5 tahun mendatang.
Wirausahwan mungkin mempunyai masalah dalam mencoba memutuskan
dengan tepat seberapa jauh untuk memperluas perencanaan strategis bagi masa
depan. Sebaiknya mengikuti prinsip komitmen, yaitu prinsip yang menyatakan

bahwa wirausahawan hendaknya melibatkan penggunaan dana bagi perencanaan,


hanya jika mereka bisa mengantisipasinya, masa depan yang bisa di prediksikan
suatu hasil dari pengeluaran perencanaan sebagai hasil analisa perencanaan
panjang secara realities.
Strategi didefinisikan sebagai suatu rencana luas dan umum yang di
kembangkan untuk mencapai tujuan organisasional jangka panjang. Sebuh
organisasi hendaknya mempunyai suatu strategis yang harus konsisten dengan
tujuan organisasional agar bisa berdaya guna dan kelangsungan hidup
organisasi/perusahaan terjaga.
Manajemen Strategis di definisikan sebagai proses yang menjamin bahwa
proses dan manfaat organisasi dari penggunaan strategi organisasional yang tepat
pula. Strategi yang tepat guna adalah strategi yang paling sesuai bagi kebutuhan
organisasi pada saat tertentu. Proses manajemen strategis umumnya terdiri dari
empat langkah yang berurutan dan kontinyu:
a. Perumusan strategi
b. Implementasi strategi
c. Pengukuran hasil strategi
d. Evaluasi strategi
2. Perencanaan Taktis
Perencanaan Taktis adalah perencanaan jangka pendek (kurun waktu 1
tahun) yang menekankan pada operasi berbagai bagian organisasi yang sedang
berjalan. Wirausahawan menggunakan perencanaan taktis untuk menguraikan apa
yang harus dilakukan oleh berbagai bagian dari organisasi untuk mencapai
keberhasilan pada jangka pendek tersebut.
Wirausahawan memerlukan perencanaan strategis dan perencanaan
taktis, tetapi kedua program tersebut harus saling berhubungan agar tercapai suatu
keberhasilan. Perencanaan taktis hendaknya dipusatkan pada apa yang akan
dilakukan dalam jangka pendek untuk membantu organisasi mencapai tujuan
jangka panjang yang ditentukan dengan perencanaan strategis.

2.1.5 Perencanaan dan Tingkatan Manajemen


Manajemen puncak dari suatu organisasi mempunyai tanggung jawab utama
untuk melihat apakah perencanaan sudah dilaksanakan atau tidak. Manajemen
tingkat bawah lebih terlibat dengan kegiatan operasional dari organisasi, dan
karenanya mempunyai waktu yang lebih sedikit dalam proses perencanaan di
bandingkan dengan manajemen tingkat atas.
Langkah langkah dalam proses perencanaan antara lain :
a. Menyatakan Tujuan Organisasi
Suatu pernyataan tujuan organisasional yang jelas perlu bagi dimulainya
suatu perencanaan, karena perencanaan dipusatkan pada bagaimana sistem
manajemen akan mencapai tujuan tersebut.
b. Memilih Berbagai Cara Alternatif Untuk Mencapai Tujuan
Sekali tujuan organisasional dinyatakan dengan jelas, wirausahawan
hendaknya memuat sebanyak mungkin alternative yang tersedia untuk mencapai
tujuan tersebut.
c. Mengembangkan Premis yang Menjadi Dasar Alternatif
Kelayakan penggunaan setiap alternative untuk mencapai tujuan
organisasional ditentukan dengan premis atau asumsi atas mana alternatif tersebut.
d. Memilih Alternatif Terbaik untuk Mencapai Tujuan
Wirausahawan biasanya akan menemukan beberapa alternatif yang baik
dalam usahanya, sehingga dari beberapa alternatif yang ada maka seorang
wirausaha harus dapat mengambil keputusan demi kelangsungan hidup usahanya.
Hal ini akan membantu wirausahawan menentukan alternative mana yang akan
terbaik untuk mencapai tujuan organisasi.
e. Pengembangan Rencana Berdasar Alternatif yang Dipilih
Sesudah

alternatif

dipilih,

wirausahawan

sesungguhnya

mulai

mengembangkan rencana-rencana strategis (Jangka Panjang) dan Taktis (Jangka


Pendek).
f.Memfungsikan Rencana Rencana ke dalam Tindakan-tindakan
Rencana-rencana

hendaknya

dapat

memberi

organisasi

dengan

pengarahan aktivitas jangka pendek maupun jangka panjang untuk melakukan

tindakan-tindakan dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang telah


ditetapkan.
2.1.6 Pendekatan-pendekatan dalam Perencanaan
Pendekatan atau filsafat dasar untuk melaksanakan fungsi perencanaan
adalah :
1. Pendekatan Probabilitas Tinggi
Perencana menggunakan pendekatan probabilitas tinggi yang ditujukan
langsung untuk menjamin tingkat keberhasilan yang bisa diterima. Contohnya,
mereka dengan hati-hati menganalisa tujuan organisasi dan memverifikasi bahwa
tujuan organisasional bisa diukur.
Pendekatan probabilitas tinggi mempunyai beberapa keuntungan dan
kerugian. Keuntungannya adalah dapat menghasilkan rencana yang sangat tepat
dan memusatkan pada penemuan cara yang praktis untuk mendapatkan tingkat
keberhasilan yang diinginkan. Kerugiannya adalah pendekatan ini tidak
mendorong rencana-rencana yang kreatif. Perencanaan jarang sekali menyimpang
dari masa lalu karena pendekatan probabilitas tinggiadalah cara konservatif dalam
mencapai tingkat keberhasilan yang diinginkan.
2. Pendekatan Maksimisasi
Pendekatan Maksimisasi didasarkan pada filsafat bahwa organisasi
hendaknya mencapai keberhasilan sebesar mungkin. Dari sudut pandang ini,
perencana tidak puas dengan karakterisik tingkat keberhasilan yang bisa diterima
dari pendekatan probabilitas tinggi, tetapi menekankan pada maksimisasi
keberhasilan.
Perencana biasanya menggunakan pendekatan maksimisasi dan secara
konstan menggunakan teknik kuantitatif dan yang paling banyak digunakan
adalah model matematis. Perencana pendekatan maksimisasi mencoba untuk :
a. Meminimisasi sumber daya yang digunakan untuk mendapatkan tingkat
prestasi (performance) tertentu.
b. Memaksimumkan prestasi yang bisa dicapai dengan sumber daya yang
diharapkan tersedia.

c. Mendapatkan keseimbangan biaya (sumber daya yang dikonsumsi) dan


manfaat (prestasi) yang terbaik.
Keuntungan Pendekatan maksimasi adalah secara kontiyu menekankan
pada pencapaian keuntungan potensial penuh dari organisasi dan menggunakan
teknik kuantitatif yang cangih untuk mengembangkan rencana-rencana. Kerugian
pendekatan ini adalah memperlakukan komponen organisasi sebagai sepenuhnya
bisa dikuantifikasi dan bisa diprediksi, bahkan walau beberapa aspek dari
organisasi, seperti perilaku manusia, tidak bisa diramalkan dan dikuantifikasi.
3. Pendekatan Adaptasi
Pendekatan Adaptasi menekankan bahwa perencanaan yang efektif
dipusatkan pada usaha membantu organisasi untuk berubah atau menyesuaikan
diri dengan variabel eksternal atau internal.
Keuntungan dari pendekatan ini adalah difokuskan pada lingkungan
eksternal dan internal dari organisasi untuk diprediksi perubahan organisasional.
Kerugian dari pendekatan ini adalah kurangnya penekanan pada tujuan organisasi
dibandingakan dengan pendekatan probabilitas tinggi dan pendekatan adaptasi
dan kemungkinan bahawa analisa organisasi dan perubahan yang dihasilkan lebih
merupakan akhir dari perencanaan dari pada sebagai alat mencapai keberhasilan.
2.2. Organisasi
2.2.1 Pengertian Organisasi
Organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai bagian (orang dsb)
sehingga merupakan kesatuan yang teratur. (W.J.S. Poerwadarminta, Kamus
Umum Bahasa Indonesia). Sedangkan pengertian organisasi juga telah
dikemukakan oleh beberapa pakar diantaranya :
Organisasi menurut Stoner adalah : suatu pola hubungan-hubungan yang

melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan


bersama.
Organisasi menurut James D. Mooney adalah : bentuk setiap perserikatan

manusia untuk mencapai tujuan bersama.


Organisasi menurut Chester I. Bernard adalah : suatu sistem aktivitas kerja
sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Jadi secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok


orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan
peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan
kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Selain pengertian di atas, teori tentang organisasi juga dibagi menjadi 3
(tiga) yaitu :
a. Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)
Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai
tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik
sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta
memberikan petunjuk mekanistik struktural yang kaku tidak mengandung
kreativitas.
b. Teori Birokrasi
Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya The Protestant
Ethic and Spirit of Capitalism. Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata
legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari
seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan
organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan
organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.
c. Teori Administrasi
Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol
dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reily dari Amerika.
Henry

Fayol

industrialis

dari

Perancis,

pada

tahun

1841-1925

mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar


perkembangan teori administrasi adalah :
1.

Pembagian kerja (division of work)

2.

Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility)

3.

Disiplin (discipline)

4.

Kesatuan perintah (unity of command)

5.

Kesatuan pengarahan (unity of direction)

6.

Mendahulukan kepentingan umum daraipada pribadi

7.

Balas jasa (remuneration of personnel)

8.

Sentralisasi (centralization)

9.

Rantai scalar (scalar chain)

10. Aturan (order)


11. Keadilan (equity)
12. Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel)
13. Inisiatif (initiative)
14. Semangat korps (spirit de corps)
Sedangkan ciri ciri organisasi ialah:
1) terdiri daripada dua orang atau lebih
2) ada kerjasama
3) ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain
4) ada tujuan yang ingin dicapai
Selain itu suatu organisasi harus memuat 4 unsur utama, yaitu:
1) goals oriented (berorientasi tujuan)
2) Psychosocial system (sistem hubungan sosial)
3) structured activities
4) technological system.
Jadi dapat disebutkan bahwa organisasi adalah suatu wadah untuk orangorang yang memiliki visi dan misi yang sama serta tujuan yang sama dengan
perwujudan eksistensi di masyarakat. Selain itu, organisasi adalah bentuk formal
dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji,
kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk
mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan
individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama
dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi
dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi
kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-

masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota
organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang.
2.2.2 Macam Organisasi dari segi tujuan dan luas wilayahnya
Macam macam organisasi dari segi tujuan dan wilayahnya antara lain :
1. Organisasi Niaga
merupakan : Organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan.
Macam-macamnya yaitu :
a. Perseroan Terbatas (PT)
b. Perseroan Komanditer (CV)
c. Firma (FA)
d. Koperasi
e. Join venture
f. Holding Company
g. Organisasi Perseorangan
2. Organisasi sosial dan organisasi kemasyarakatan.
3. Organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Sedangkan bentuk-bentuk organisasi bisnis ada tujuh yaitu :


Perusahaan Perseorangan
Persekutuan Firma
Perseroan Komanditer (Commanditer Vennootschap / CV)
Perseroan Terbatas
Koperasi
Yayasan
BUMN

2.2.3 Peran Organisasi


Peran organisasi dalam sebuah perusahaan sangatlah penting, karena
perusahaan didirikan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan untuk mencapai
tujuan tersebut dibutuhkan aktifitas, kerja sama, dan tentu saja orang yang
melakukan aktifitas tersebut atau sumber daya manusia yang ketiga unsur ini
terdapat dalam sebuah organisasi. Kesimpulannya, suatu perusahaan untuk
mencapai tujuan tertentu membutuhkan organisasi didalamnya agar bisa tercapai
tujuan tersebut.

Selain itu, peran organisasi di dalam perusahaan berdasarkan struktur


organisasi antara lain :
1. Menciptakan bayangan kesuksesan untuk bisnis kita
Dengan memiliki struktur organisasi kita telah berimajinasi seperti apa bisnis
kita dimasa mendatang. Divisi divisi dan posisi posisi apa saja yang nanti akan
ada bisa tergambar dengan jelas saat ini.
2. Memudahkan pengembangan sumber daya manusia
Dengan struktur organisasi kita mampu melihat bagian-bagian perusahaan
mana saja yang nantinya membutuhkan SDM. Struktur Organisasi juga bisa
menjadi alat pada saat kita melakukan perekrutan atau penambahan karyawan
nantinya. Dengan adanya Struktur Organisasi kita akan berusaha untuk
mendapatkan SDM yang berkualitas pada posisi-posisi yang saat ini masih kosong
atau rangkap jabatan. Dengan Struktur Organisasi akan motivasi karyawan untuk
berprestasi dan meningkatkan kinerjanya dalam mencapai posisi jabatan
diatasnya..
3. Fungsi delegasi
Dengan Struktur Organisasi kita bisa dengan mudah memisah fungsi delegasi
antar setiap bagian pekerjaan, sekalipun rangkap jabatan masih dapat diketahui
pada posisi mana kita sedang bekerja. Dengan fungsi delegasi tersebut, pimpinan
dapat melimpahkan pekerjaan pada karyawan yang sesuai dengan lingkup
pekerjaannya, sehingga hasilnya dapat maksimal. Dari Struktur Organisasi ini
pula kita akan mengetahui posisi posisi mana saja yang sudah waktunya untuk
di delegasikan.
Dengan adanya fungsi-fungsi diatas kita dapat mengetahui bagaimana
pentingnya struktur organisasi dapat membuat perusahaan lebih terarah / lebih
terbuka cara kita mengatur suatu perusahaan.
2.2.4 Pengorganisasian Keuangan
Pengorganisasian keuangan adalah

bagaimana

mengaplikasikan dana.

Sumber dana
1. Dana yang berasal dari dalam perusahaan.

kita

mengelola

dan

Penggunaan dana ini sebagian besar lebih mudah untuk dilakukan,


karena pengambilan dananya sudah tersedia di dalam perusahaan.
Dana yang berasal dari luar perusahaan.
a. Dana yang berasal dari utang.
b. Program hibah dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
c. Dana dari teman atau keluarga yang ingin berinvestasi.
d. Dana Usaha.

Perencaaan dan Aplikasi Pendanaan


Ada beberapa aspek yang harus dicatat dalam mendesain pengggunaan biaya:
2.

1. Biaya pertama
2. Rencana keuangan
3. Analisa Break-even
2.3. Strategi Bisnis
2.3.1 Pengertian Strategi Bisnis
Menurut James Brian Quinn (1980) merupakan pola atau rencana yang
mengintregasika tujuan-tujuan utama, kebijakan-kebijakan, urutan-urutan aksi ke
dalam keseluruhan yang terkait.
Menurut

William

Hence

(1985)

mendifinisikan

strategi

sebagai

konsentrasi dari sumber-sumber pada peluang-peluang bagi keunggulan


kompetitif.
Dari dua definisi itu dapat dipahami bahwa strategi adalah cara untuk
mencapai tujuan dengan melibatkan semua faktor andalan dalam organisasi secara
strategik.

Sedangkan

strategi

bisnis

adalah

pola

atau

rencana

yang

mengintregasika tujuan tujuan utama yaitu profit oriented (laba), kebijakan


kebijakan perusahaan, urutan urutan aksi ke dalam keseluruhan yang terkait
dalam usaha tersebut sehingga menghasilkan keuntungan yang optimal.
2.3.2 Framework Strategi Bisnis
Berdasarkan framework diatas tersebut dapat dijelaskan tentang fase
proses manajemen strategi dalam kaitannya dengan strategi bisnis yaitu :
1. Formulasi strategi meliputi penilaian terhadap lingkungan dan pengembangan
strategi.

Proses formulasi strategi yang juga disebut sebagai perencanaan strategik


meliputi beberapa kegiatan yang sistematis:
a. Menetapkan arah strategi organisasi.

Langkah pertama manajemen puncak dalam proses perumusan strategi


adalah menetapkan arah strategik organisasi ( strategic direction ), meliputi visi,
misi dan nilai-nilai yang dikembangkan dalam organisasi. Visi sering disebut
sebagai skenario masa depan organisasi. Visi berfungsi sebagai sumber inspirasi,
dan motivasi yang memiliki nilai-nilai intrinsik tertentu. Oleh sebab itu, visi harus
realistis. Artinya, visi itu dapat dicapai oleh kemampuan-kemampuan dan
resources yang ada dalam organisasi.
b. Mengindentifikasi lingkungan dan analisis SWOT.
Perencanaan perlu mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan bisnis yang
relevan dengan kondisi perusahaan saat ini dan melakukan analisis tentang
kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam lingkungan bisnis.
c. Merumuskan tujuan tujuan strategi.
Pada fase ini, rumusan visi, misi dan tujuan itu, diterjemahkan ke dalam
tujuan-tujuan strategik yaitu tujuan-tujuan yang dirumuskan pada tingkat
korporat atau pada level puncak dalam hierarki manajerial. Kemudian tujuantujuan pada tingkat korporat atau organisasi, diterjemahkan menjadi tujuan-tujuan
strategik pada tingkat fungsional atau divisional (divisi pemasaran, divisi SDM,
dan sebagainya) dan operasional (unit).
d. Mengembangkan alternatif alternatif strategi.
Strategi-strategi bisnis, terkait dengan misi dan tujuan yang diemban
organisasi. Strategi SDM adalah upaya menyediakan SDM yang memiliki
kompetensi dan motivasi yang tinggi melalui fungsi-fungsi MSDM. Kualitas
SDM yang tersedia diharapkan mampu mendukung implementasi strategi bisnis
tertentu sebagai upaya mencapai misi dan tujuan yang telah digariskan. Alternatifalternatif strategi harus dikembangkan untuk kemudian dipilih alternatif yang
paling mungkin berhasil mencapai tujuan strategik yang ditetapkan.
e. Memilih strategi.
Strategi bisnis yang dirancang masih bersifat intended strategy yaitu
strategi dalam tatanan konseptual yang dirumuskan oleh manajer puncak melalui
proses pengembalian keputusan yang rasional yang dikembangkan sebagai
rencana strategis. Jika dalam implementasi terdapat keadaan-keadaan yang tidak

terduga sehingga strategi yang diterapkan menjadi kurang efektif dalam


pencapaian tujuan maka strategi harus direvisi.
Oleh sebab itu, dalam perumusan strategi pada tingkat korporatuntuk
mengurangi kemungkinan bisa dalam konsep intended strategy, para manajer
tingkat bawah, dapat dilibatkan dalam proses perumusan strategi-strategi yang
secara fundamental dikembangkan dari pengalaman yang mereka peroleh
dilapangan.
2. Implementasi strategi dan evaluasi.
Proses ini meliputi kegiatan-kegiatan, menghubungkan harapan-harapan
dengan organisasi, orang-orang, peningkatan kinerja dan mengevaluasi efektifitas
strategi. Faktor faktoratau pilar yang harus dipertimbangkan dalam proses
implementasi antara lain :
a. Desain tugas
Tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab individu mungkin perlu didesain
kembali agar kinerja kerja individu dan kelompok dapat ditingkatkan. Tetapi
sebelum itu, sebaiknya didahului dengan menganalisis jabatan-jabatan yang ada
dalam organisasi.
b. Struktur organisasi
Apabila dalam suatu organisasi mengalami perubahan dalam strategi bisnis
maka bentuk struktur organisasi harus disesuaikan dengan strategi bisnis yang
diterapkan.
c. Kompensasi
d. Sistem
Sistem merupakan serangkaian aturan yang menyebabkan proses bisnis
dapat dijalankan. Oleh sebab itu, mekanisme pengambilan keputusan, sistem
penilaian, dan sebagainya harus bisa mendorong kerja karyawan.
e. Proses
Variabel ini perlu dipertimbangkan agar proses layanan dari awal sampai
akhir terjamin efektivitas dan efisiensinya.
f. Teknologi
Faktor teknologi memegang peran penting dalam meningkatkan sistem
informasi dalam organisasi. Sistem pelayanan akan lebih efektif melalui
penerapan teknologi yang strategis.
g. Pelatihan dan pengembangan

Program
meningkatkan

pelatihan,

pendidikan

keahlian,

kemampuan

mengoptimalkan

potensi

yang

dan

pengembangan

karyawan

dimiliki.

dan

Langkah

harus

mampu

membantu

mereka

penting

dalam

mengimplementasikan strategi adalah evaluasi. Evaluasi pelaksanaan strategi


harus selalu dilakukan untuk mengidentifikasi keberhasilan dan kegagalan.
h. Hambatan dan Implementasi
Keberhasilan

organisasi

menjalankan

bisnisnya

tergantung

pada

keberhasilan orang-orang dalam organisasi mengimplementasikan strategi baik


pada tingkat korporat, fungsional maupun pada tingkat operasional. Pfeffer
(1998:13-14) mengemukakan bahwa keberhasilan itu datang dari proses
penghantaran

nilai

(delivering

value)

kepada customers.

Kemampuan

menghantarkan nilai itu, timbul dari konsepsi apa yang diinginkan customer dan
dari konsepsi bagaimana mengorganisasikan dan mengelola orang-orang untuk
memproduksi nilai tersebut.
Faktor faktor potensial yang menjadi penghambat antara lain :
1. Lemahnya kepemimpinan
2. Proses komunikasi internal organisasi kurang efektif
3. Kapasitas pembelajaran individu rendah
Semua faktor tersebut termasuk program pelatihan dan pengembangan perlu
dipertimbangkan agar strategi dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari secaa
efektif.
2.3.3 Teknik dan Strategi Pemasaran
Langkah perencanaan keuangan untuk perusahaan baru:
1. Menentukan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
2. Pilih target pasar khusus.
3. Pemilihan strategi pasar.
2.3.4 Campuran Pasar
Ada 5P dalam campuran pasar:
1. Penelitian
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwa langkah pertama dalam
pemasaran adalah meneliti kebutuhan dan keinginan pelanggan. Seberapa banyak,

seberapa daya beli mereka, dimana konsumen tersebut, dan berapa banyak
penawarannya.
2. Produk
Siklus produk :
1. Tahap pengembangan
2. Tahap pengenalan
3. Tahap pertumbuhan penjualan
4. Tahap kedewasaan
5. Tahap kejenuhan
6. Tahap penurunan
3. Tempat
Tempat yang menarik konsumen adalah tempat yang paling strategis,
menyenangkan dan efisien.
4. Harga
Harga yang paling tepat adalah harga yang paling terjangkau dan efisien
bagi konsumen. Pengusaha harus menyadari beberapa faktor dalam menentukan
harga :
1. Harga barang dan jasa.
2. Permintaan dan kebutuhan pasar.
3. Antisipasi volume penjualan produk dan jasa.
4. Harga pesaing.
5. Kondisi ekonomi.
6. Lokasi bisnis.
7. Fluktuasi musiman.
8. Faktor kejiwaan konsumen.
9. Suku bunga dan bentuk-bentuk kredit.
10. Sensitivitas harga konsumen (elastisitas permintaan).
5. Promosi
Promosi adalah cara memperkenalkan barang dan jasa yang ditawarkan
jadi konsumen tahu dan membeli.
2.3.5 Konsep, Sistem dan Peranan Pemasaran

Falsafah konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap


keinginan dan kebutuhan pembeli/konsumen. Seluruh kegiatan dalam perusahaan
yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan
tersebut. Meskipun orientasi pembeli ini dibatasi oleh tujuan laba dan
pertumbuhan, tetapi konsep itu perlu dilaksanakan. Karena dapat meningkatkan
penjualan dengan :

Membuat barang yang mudah penggunaannya

Mudah pembeliaannya

Mudah pemeliharaannya
Penggunaan konsep pemasaran bagi sebuah perusahaan dapat menunjang

berhasilnya bisnis yang dilakukan. Konsep pemasaran disusun dengan


memasukkan tiga elemen pokok, yaitu :

Orientasi konsumen / pasar / pembeli

Volume penjualan yang menguntungkan

Koordinasi dan integrasi seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan.


Pada dasarnya, perusahaan yang ingin mempraktekkan orientasi konsumen

ini harus :
a. Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi
b. Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualannya
c. Menentukan produk dan program pemasarannya
d. Mengadakan penelitian pada konsumen, untuk mengukur, menilai, dan
menafsirkan keinginan, sikap, serta tingkah laku mereka
e. Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitik
beratkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah atau model yang menarik.
Jadi, secara definitif dapat dikatakan bahwa Konsep pemasaran adalah
:Sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan
konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup
perusahaan.
Dalam sistem pemasaran terdapat beberapa faktor yang saling tergantung
dan saling berinteraksi satu sama lain. Faktor-faktor tersebut adalah :

Organisasi yang melakukan tugas-tugas pemasaran

Sesuatu (barang, jasa, ide, orang) yang sedang dipasarkan

Pasar yang dituju

Para perantara yang membantu dalam pertukaran (arus) antara organisasi


pemasaran dan pasarnya. Antara lain pengecer, pedagang besar, agen
pengangkutan, dan lain-lain

Faktor-faktor lingkungan seperti faktor demografi, kondisi perekonomian,


faktor sosial dan kebudayaan, teknologi dan persaingan.
Dari kelima faktor tersebut maka Sistem Pemasaran dapat didefinisikan

sebagai Kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran, barang,


jasa, ide, orang dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh,
dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
Pemasaran merupakan proses sosial dan manajerial sehingga konsumen
dapat memperoleh kebutuhan / keinginan mereka melalui permintaan, penawaran,
dan penukaran nilai suatu produk antara penjual dan pembeli.

Kebutuhan : segala kebutuhan dasar manusia baik untuk minum, makan,


pakaian, pendidikan dan lainnya

Keinginan : Merupakan kondisi lebih khusus dari kebutuhan, misalnya


minuman ringan, makanan bergizi, pendidikan tinggi, atau lainnya

Permintaan : akumulasi kebutuhan/keinginan yang potensial untuk digarap,


misalnya : makanan, perumahan, pendidikan dan lainnya.
Beberapa istilah yang penting dalam konteks pemasaran adalah :

1. Produk (barang, jasa, ide) :


Segala hasil kerja manusia yang dapat ditawarkan kepada manusia lainnya
baik berupa barang, jasa atau ide.
2. Nilai :
Perkiraan konsumen atas suatu produk untuk kepuasan mereka, apa yang
dirasakan / diinginkan
3. Biaya :
Harga yang harus dibayar konsumen atas produk yang dikonsumsi

4. Kepuasan :
Seberapa puas konsumen atas produk yang mereka konsumsi (kesesuaian
antara harapan dan kenyataan,
5. Pasar :
Tempat yang berisi semua pelanggan potensial yang berniat untuk transaksi
terhadap suatu produk.
Perkembangan konsep pemasaran :
1. Konsep produksi
Jumlah banyak dengan harga murah
2. Konsep produk
kualitas, kinerja dan inovasi yang dicari konsumen
3. Konsep penjualan
harus ada aktivitas penjualan dan promosi agar dikenal konsumen (laba dari
volume penjualan)
4. Konsep pemasaran
harus ada aktivitas pemasaran yang terpadu (laba dari kepuasan pelanggan)
5. Konsep pemasaran berorientasi pada masyarakat
turut memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar
2.3.6. Tips Pemasaran untuk Bisnis Baru
1. Temukan peluang pasar.

Untuk melihat peluang pasar, sebuah langkah yang harus dilakukan adalah
mengamati pelanggan, untuk mengetahui hal-hal berikut ini:
a. Apa barang dan jasa yang paling dibutuhkan untuk konsumen ?
b. Berapa banyak yang mereka butuhkan ?
c. Kualitas apa yang paling sesuai ?
d. Berapa banyak ?
2. Tempat yang tepat.
Mencari tempat yang cocok untuk memasarkan barang.
3. Jumlah barang yang dibutuhkan.
Berapa banyak barang dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen rata-rata
per hari.

4. Menetukan target apa yang ingin capai.


Contohnya, untuk profit, memperoleh pelanggan tetap, dll.
2.3.7 Pengembangan Teknik Bisnis
a. Perluasan skala ekonomi.
Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan skala produksi, tenaga
kerja, teknologi, sistem distribusi dan tempat bisnis.
b. Perluasan ruang lingkup bisnis
Hal ini dapat dilakukan dengan menambah tipe bisnis baru, produk dan
pelayanan yang berbeda dari produksi sebelumnya.
2.3.8 Strategi Manajemen dan Kewirausahaan
Manajemen kewirausahaan melibatkan semua kekuatan perusahaan
yang meyakinkan bahwa usaha mereka benar-benar ada dengan cara :
a. Strategi untuk memimpin pasar
b. Strategi yang bukan untuk pemimpin pasar
c. Strategi lain.
Seorang wirausaha harus memiliki empat kompetensi yaitu :
a.
b.
c.
d.

Fokus pada pasar bukan pada teknologi


Buat ramalan pendanaan untuk menghindari tidak terbiayainya perusahaan
Bangun Tim Manajemen bukan mengandalkan perseorangan
Beri peran tertentu khususnya bagi wirausaha penemu

2.3.9 Mempertahankan Jiwa Kewirausahaan


Untuk mendorong kreatifitas dalam rangka untuk memperoleh
keuntungan pasar untuk wirausaha dapat dilakukan dengan jalan berikut ini :
1. Untuk mendidik para wirausahawan dan bagaimana melayani perusahaan
sebagian dan alasan mengapa mereka membeli produk dan jasa,tentang
bagaimana menghadapi masalah yang dihadapi oleh konsumen, dan tentang
kebutuhan dan keinginan khusus dari para konsumen.
2. Untuk mendidik pera wirausahawan tentang nilai dari pengembangan
produk dan pemasaran, distribusi dan proses perbaikan teknik produksi
supaya mampu bersaing.
3. Menciptakan lingkungan kerja yang positif yang mendorong munculnya ide
baru.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Jurnal jurnal yang Mendukung Tersusunnya Makalah
Kesempurnaan dari penyusunan sebuah makalah harus ditunjang dan
didasari oleh beberapa jurnal yangmendukung permasalahan yang sedang dibahas
dalam makalah tersebut. Oleh sebab itu, makalah yang berjudul Perencanaan,
Organisasi dan Strategi Bisnis juga didukung oleh beberapa jurnal yang
mempunyai kemiripan masalah yang sedang dibahas. Jurnal tersebut antara lain :
1. Jurnal yang berjudul Langkah langkah Perencanaan Strategis Sistem
Informasi dengan mengunakan Metode Ward and Peppard (Ari
Wedhasmara; Fakultas IlmuKomputer Universitas Sriwijaya )
Jurnal ini membahas tentang langkah langkah perencanaan strategi
sistem informasi yang dilakukan oleh sebuah organisasi dengan menggunakan
Metode Ward and Peppard. Untuk menentukan strategi SI/TI yang dapat
mendukung pencapaian visi dan misi organisasi, maka perlu pemahaman
tentang strategi bisnis organisasi melalui perencanaan strategis SI/TI, yang
akan dijelaskan melalui tahapan perencanaan strategis SI/TI berdasarkan
metodologi Wardand Peppard. Perencanaan Strategis SI/TI digunakan untuk
menyelaraskan antara kebutuhan strategi bisnis dan strategi SI/TI untuk
mendapatkan nilai tambah dari suatu organisasi dari segi keunggulan
kompetitif. Proses identifikasi kebutuhan informasi Perencanaan Strategis
Sistem Informasi dimulai terlebih dahulu dari lingkungan organisasi yang
memuat visi, misi, dan tujuan organisasi, dilanjutkan kepada identifikasi

terhadap lingkungan internal dan eksternal organisasi, serta identifikasi internal


dan eksternal SI/TI lingkungan organisasi, yang kemudian proses penentuan
peluang SI/TI dapat dilaksanakan ketika kebutuhan informasi yang di drive
dari tujuan organisasi telah semuanya teridentifikasi.
Tiga sasaran utama dari upaya penerapan SI/TI dalam suatu organisasi
antara lain : pertama, memperbaiki efisiensi kerja dengan melakukan otomasi
berbagai proses yang mengelola informasi. Kedua, meningkatkan keefektifan
manajemen dengan memuaskan kebutuhan informasi guna pengambilan
keputusan. Ketiga, memperbaiki daya saing atau meningkatkan keunggulan
kompetitif organisasi dengan merubah gaya dan cara berbisnis (Ward and
Peppard,2002). Ketiga sasaran tersebut dapat tercapai secara optimal apabila
adanya jaminan keselarasan antara strategi SI/TI dengan strategis bisnis
organisasi, dimana nantinya strategis bisnis akan memberikan arahan terhadap
tercapainya suatu goal organisasi, dan strategi SI/TI akan memberikan
dukungan terhadap pencapaian goal organisasi melalui penyiapan infrastruktur
TI yang sesuai dengan strategi bisnis organisasi. Sedangkan hasil dari
Perencanaan Strategis SI/T Iini menjawab permasalahan pemanfaatan SI/TI
suatu organisasi, adapun hasil identifikasi dari perencenaan strategis sistem
informasi adalah terbentuknya portofolio aplikasi SI/TI.
2. Jurnal yang berjudul Perencanan Strategi Bisnis dengan menggunakan
Strategy Formulation Framework guna meningkatkan Keunggulan Bersaing
pada Koperasi Unit Desa Batu Kabupaten Malang ( Gian Ramadhan Putra,
Ishardita Pambudi Tama, Remba Yanuar Efranto; Fakutas Teknik Universitas
Brawijaya )
Jurnal ini membahas tentang perencanan strategi bisnis dengan
menggunakan Strategy Formulation Framework guna meningkatkan
keunggulan bersaing pada Koperasi Unit Desa Batu Kabupaten Malang.
Perkembangan dunia bisnis di Indonesia yang meningkat pesat berdampak
terhadap semakin menonjolnya kompleksitas, persaingan, perubahan, dan
ketidakpastian. Sebagai salah satu badan usaha, KUD BATU juga

mengalami dampak akibat ketatnya persaingan seiring dengan menurunnya


penjualan produk dalam setahun terakhir.
Terkait dengan permasalahant ersebut, maka sangat diperlukan formulasi
strategi bisnis yang tepat sebagai prioritas utama dalam menghadapi persaingan
dilingkungan industri, sebagai upaya mencapai keunggulan kompetitif yang
berkelanjutan. Untuk mencapai keunggulan kompetitif tersebut, diperlukan
suatu kerangka perumusan strategi yang disebut Strategy

formulation

framework. Metode tersebut merupakan suatu teknik dan tahapan formulasi


strategi

berdasarkan

konsep

Fred

R.David

yang

mengidentifikasi,

mengevaluasi dan memilih alternatif strategi yang layak dan sesuai. Dari
konsep tersebut akan didapatkan alternatif-alternatif strategi yang layak
sehingga memberikan dasar dan tujuan untuk memilih strategi perusahaan
yang sesuai dan spesifik sebagai upaya untuk meningkatkan keunggulan
bersaing.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan dalam jurnal, maka
dapat diambil kesimpulan:
1. B erdasarkan hasil analisis faktor internal, diketahui beberapa faktor yang
menjadi kekuatan perusahaan antara lain : (1)Lokasi perusahaan dan
outlet penjualan berada dilokasi yang strategis dan mudah dijangkau, (2)
Mempunyai supplier dan jumlah peternak yang cukup banyak, (3) Sarana
dan prasarana penunjang yang memadai, (4) Mempunyai banyak mitra
kerja, (5) Kemampuan
yang bagus.

SDM

Sedangkan

yang kompeten, serta (6) Kualitas produk

faktor

internal

yang menjadi kelemahan

perusahaan antaralain: (1) Kurang efisiennya unit usaha, (2) Kurangnya


penelitian dan pengembangan, (3)Daerah pemasaran terbatas, (4) Kurang
gencarnya kegiatan promosi dan media promosi yang masih sederhana, (5)
Tidak adanya diskon dalam pembelian produk dalam jumlah tertentu dan
(6)
tidak

Proses pengiriman produk kurang cepat jika melalui


langsung. Sedangkan

beberapa

peluang

analisis

faktor

pembelian

eksternal menghasilkan

bagi perusahaan yang meliputi : (1) Semakin

meningkatnya kesadaran masyarakat akan konsumsi susu, (2) Ketersediaan


kredit sapi perah, (3) Perkembangan teknologi yang semakin pesat,

(4)Potensi wilayah, (5) Kebijakan pemerintah mengenai UMKM


Koperasi

dan

serta (6) Meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan pendapatan

per kapita masyarakat Batu. Sedangkan ancaman yang akan dihadapi oleh
perusahaan antara lain : (1) Persaingan dengan perusahaan sejenis, (2)
Harga ditentukan PT.Nestle, (3) Produk substitusi melimpah, dan (4)
Kebijakan pemerintah tentang susu impor.
2. Dari beberapa strategi alternatif yang direkomendasikan pada analisis di
Tahap Matching Stage, maka strategi yang dipilih adalah strategi penetrasi
pasar, strategi pengembangan produk, strategi integrasi ke belakang serta
integrasi horizontal. Ke empat strategi tersebut dipilih karena memiliki
nilai total yang paling tinggi diantara strategi lainnya.
3. Nilai Total Attractive Score (TAS) tertinggi pada Analisis Matriks
QSPM diperoleh strategi penetrasi pasar dengan nilai 6,45 sehingga dapat
disimpulkan bahwa perusahaan lebih baik mempertimbangkan strategi
penetrasi pasar sebagai strategi utama.
3. Jurnal yang berjudul Perencanaan Strategis Sistem Informasi pada Wisma
Grand Kemala Palembang ( Yongki Pratama, Lenny Prima Hardiyanti,
Welda: STMIK-MDP )
Jurnal ini membahas tentang sebuah perencanaan strategis pada sistem
informasi di Wisma Grand Kemala Palembang. Penyusunan jurnal ini adalah
untuk menghasilkan Perencanaan Strategis Sistem Informasi dan Teknologi
Informasi yang selaras dengan strategi bisinis Wisma Grand Kemala.
Perencanaan strategis SI/TI yang tepat dapat mendukung rencana dan
pengembangan bisnis Wisma Grand Kemala yang dapat memberikan
competitive advantage dalam persaingan bisnis. Bentuk Perencanaan Strategis
SI/TI yang akan dibahas menggunakan metodologi versi Wardand Peppard,
dengan masukan berupa analisis lingkungan bisnis internal, analisis
lingkungan bisnis eksternal, analisis lingkungan SI/TI internal, analisis
lingkungan SI/TI eksternal. Kemudian akan diperoleh current application
portfolio, setelah itu akan dilakukan gap analisys karena SI/TI yang ada pada

Wisma Grand Kemala tidak selaras dengan strategi bisnis Wisma Grand
Kemala.
Berdasarkan hasil penelitian serta analisis yang telah disampaikan dalam
bab bab sebelumnya menyimpulkan bahwa :
1. Wisma

Grand

Kemala

merupakan perusahaan bisnis pada bidang

perhotelan jenis profit organization yang lebih menonjolkan

branding

image, sehingga dapat menggunakan bentuk perencanaan strategis sistem


dan teknologi informasi dengan pendekatan Ward and Peppard framework.
2. Hasil dari Perencanaan strategis SI/TI pada Wisma Grand Kemala
menghasilkan rancangan kebutuhan sistem informasi sebanyak 13 sistem.
Sistemsistem tersebut dijabarkan pada future portofolio Application yaitu
Website, Collaborative Work System, SMS Gateway, CRM, SISPA, ERP,
SITRA, office system, e-mail system, SIHRD, SIKEY, SIAK dan SIRD.
3. Hasil dari Perencanaan Strategis TI menghasilkan penyediaan teknologi
client server dan jaringan berbasis global (intranet dan internet).
4. Penerapan PSSI perlu mendapat

dukungan manajemen puncak untuk

penambahan struktur organisasi unit kerja IT sehingga penerapan portofolio


aplikasi strategis dan potensial dimasa mendatang akan terealisasi sesuai
rencana.
Hasil akhir dari analisis ini berupa Perencanaan strategis sistem informasi,
strategi manajemen SI/TI, penerapan dan pemilihan teknologi informasi yang
selaras dengan strategi bisnis Wisma Grand Kemala.
3.2 Testimoni yang sesuai dengan Makalah

A. Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Abon Ikan


UD. Fatimah Azzahrah Paotere, UD. Ilo Mandiri Daya, UD. Nurul Jaya
Lestari Dalam meningkatkan volume penjualan memerlukan perencanaan dan
pengawasan yang matang serta perlu dilakukan tindakan-tindakan yang
pengawasan dan terprogram mengenai strategi pemasaran yang tepat. Strategi
pemasaran yang dimaksud berupa kombinasi variabel marketing mix (bauran
pemasaran) yaitu strategi produk, strategi harga, strategi saluran distribusi dan
strategi promosi. Variabel-variabel tersebut akan dibahas sebagai berikut:

1. Strategi produk
Produk yang dipasarkan atau dijual hendaknya produk yang sesuai
dengan kebutuhan dan keinginan konsumen sehingga dengan demikian
maka konsumen akan merasa puas.

a. Strategi Produk abon ikan UD. Fatimah Azzahrah

Produk yang dipasarkan UD. Fatimah Azzahrah yaitu berupa abon Ikan
Tuna dan Abon ikan bandeng tanpa duri. Adapun strategi dalam memperoleh
pangsa pasar yaitu dengan mengembangkan rangsangan yang berkaitan
dengan produk yang ditujukan terhadap konsumen. Salah satu bentuk
rangsangan ini seperti perubahan kemasan, yang menarik perhatian
konsumen, selain itu dengan pemasangan label serta informasi bahan serta
kandungan abon ikan. Sedangkan untuk strategi ciri-ciri produk itu sendiri
yaitu dengan tekstur yang lembut, rasa dan dengan produk yang akan di
pasarkan dengan aroma yang khas. Wilayah pemasaran UD. Fatimah
Azzahrah di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, DKI. Jakarta.
b.

Strategi Produk abon ikan tuna UD. Ilo Mandiri Daya

Produk yang dipasarkan UD. Ilo Mandiri yaitu berupa abon Ikan Tuna
dalam tekstur yang lembut, rasa dan aroma yang khas. Untuk menghadapi
persaingan pasar maka produk abon ikan ini di buat dalam dua rasa, dimana

untuk membedakan kedua produk ini dilakukan dengan membedakan warna


kemasan. Wilayah pemasaran UD. Ilo Mandiri hanya berkisar seputar
Sulawesi Selatan.
c.

Strategi Produk abon ikan tuna UD. Nurul Jaya Lestari

Produk yang dipasarkan UD. Nurul Jaya Lestari yaitu berupa abon
Ikan Tuna dalam tekstur yang lembut, rasa dan aroma yang khas.
Wilayah pemasaran UD. Nurul Jaya Lestari hanya berkisar seputar
Sulawesi Selatan.
2. Strategi Harga
Harga merupakan faktor kritis dalam bauran pemasaran karena
konsumen sangat berkepentingan dengan nilai yang mereka peroleh dalam
suatu pertukaran. Disamping itu juga merupakan satu-satunya dari faktor
pemasaran yang memberikan keuntungan sedangkan faktor lainnya
merupakan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.
Penetapan harga selalu menjadi masalah bagi setiap perusahanan
karena penetapan tujuan ini bukanlah kekuasaan dan kewenangan yang
mutlak dari sebuah perusahaan. Peranan harga akan menjadi sangat
penting terutama pada saat persaingan yang semakin tajam dan
perkembangan permintaan yang terbatas. Dalam keadaan persaingan yang
semakin tajam dewasa ini. Peran harga sangat penting terutama untuk
menjaga dan meningkatkan posisi perusahaan di pasar, disamping itu
untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan, dengan kata
lain penetapan harga mempengaruhi kemampuan bersaing perusahaan dan
kemampuan perusahaan mempengaruhi konsumen.

Dalam menetapkan harga perlu diperhatikan faktor-faktor yang


mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung. Faktor yang
mempengaruhi secara langsung adalah bahan baku, biaya produksi, biaya
pemasaran dan faktor lainnya. Faktor yang tidak langsung namun erat
hubungan dengan penetapan harga adalah harga produk sejenis yang dijual
oleh para pesaing.
Harga yang ditetapkan biasanya dipengaruhi stok ikan
semakin

menipis

sementara

permintaan

konsumen

akan

yang
jenis

produktersebut meningkat sehingga pihak perusahaan akan menaikkan


harga produk abon ikan tersebut.
Penetapan harga dari suatu perusahaan tentu memikirkan biaya
yang telah dikeluarkan selama ini untuk biaya produksi maupun bahan
baku.
No

Kemasan

UD. Fatimah

100 gram

Azzahra
Rp. 15.000,-

250 gram

Rp. 30.000,-

Harga
UD. Ilo
Mandiri
Rp. 12.000,Rp. 22.000,sd

Rp. 24.000,3
500 gram
Rp. 50.000,Rp. 50.000,4
1 kg
Rp. 100.000,Rp. 110.000,Sumber : Data primer yang diolah, 2012

UD. Nurul Jaya


Lestari
Rp. 12.000,Rp. 20.000,Rp. 30.000,Rp. 100.000,-

Harga yang ditetapkan UD. Nurul Jaya Lestari dengan perusahaan


lain sejenis merupakan paling rendah. Hal ini dimaksudkan untuk meraih
hati konsumen. Hal ini sejalan dengan pendapat Kotler (1992), bahwa
kebijaksanaan perusahaan memasang harga produknya lebih murah dari
perusahaan lain meskipun keuntungannya lebih rendah namun hal ini
dimaksudkan untuk meraih bagian pasar.
3. Strategi Saluran Distribusi
Dalam rangka kegiatan memperlancar arus barang dari produsen
ke konsumen, maka salah satu faktor penting yang harus diperhatikan
adalah memilih secara tepat saluran distribusi yang akan digunakan.

Saluran distribusi yang terlalu panjang menyebabkan makin banyak mata


rantai yang ikut dalam kegiatan pemasaran. Hal ini berarti kemungkinan
penyebaran barang produksi secara luas, tetapi sebaliknya menimbulkan
biaya yang lebih besar sehingga dapat menyebabkan harga yang mahal
sampai ke konsumen ataupun keuntungan perusahaan kecil. Sebaliknya
saluran

distribusi

yang

terlalu

pendek

kurang

efektif

untuk

penyebarluasan, tetapi karena mata rantai pemasaran lebih pendek maka


biaya produksi dapat ditekan sehingga harga sampai ke konsumen dapat
lebih rendah.
a. UD. Fatimah Azzahrah
Saluran distribusi yang dilakukan oleh UD. Fatimah Azzahrah
adalah sebagai berikut :

Nelayan
(pemaso
k
Bahan
baku)

Toko
Loka
l

UD.
Fatimah
Azzahra

Rumah
Tangga
Palu

Nasion
al

Jakarta

Gambar diatas menjelaskan bahwa produk abon ikan yang dijual


UD. Fatimah Azzahrah yang berasal dari nelayan yang merupakan
pemasok bahan baku utama yaitu ikan tuna yang dijual ke UD. Fatimah
Azzahrah. Kemudian mengolah bahan baku ikan tuna tersebut menjadi
abon yang merupakan produk usahanya. Sebelum didistribusi, produk
dibungkus plastik dan disimpan dalam toples yang selanjutnya dijual ke
pasaran lokal dan nasional. Pada skala pasaran lokal produk ini dibeli
oleh toko-toko serta konsumen rumah tangga. Sedangkan pada skala
pasaran nasional produk ini dikirim ke Palu serta Jakarta sesuai pesanan
yang diterima.
b. UD. Ilo Mandiri

Saluran distribusi yang dilakukan oleh UD. Ilo Mandiri adalah


sebagai berikut :

Toko
Loka
l

Rumah
Nelayan
Tangga
UD. Ilo
(pemaso
Mandiri
k
Gambar diatas dapat menjelaskan bahwa produk abon ikan yang dijual
Bahan
baku)
UD. Ilo Mandiri yang berasal dari nelayanRegule
yang merupakanMaros
pemasok bahan
r

baku dan kemudian dijual ke konsumen lokal yang ada di sekitar Kota

Makassar yang meliputi toko-toko, perkantoran dan daerah pariwisata di


Makassar dengan cara dibungkus dalam plastik. Sedangkan pada skala
regional produk ikan abon di distribusikan ke daerah Maros.
c. UD. Nurul Jaya Lestari
Saluran distribusi yang dilakukan oleh UD. Ilo Mandiri adalah
sebagai berikut :
Toko
Nelayan
(pemaso
k
Bahan
baku)

UD. Nurul
Jaya
Lestari

Loka
l

Rumah
Tangga
Pameran

Gambar diatas menjelaskan bahwa produk abon ikan yang dijual


UD. Nurul Jaya Lestari yang berasal dari nelayan selaku pemasok bahan
baku ikan abon langsung dan kemudian dijual kepada konsumen lokal
seperti toko dan rumah tangga dengan cara membungkus plastik. Selain itu
produk juga biasa dijual pada saat pameran-pameran produk makanan.
4. Promosi
Kegiatan promosi merupakan kegiatan yang ditujukan untuk
mempengaruhi konsumen agar mereka dapat mengenali produk yang
ditawarkan oleh perusahaan kepada mereka dan kemudian mereka menjadi
senang lalu membeli produk tersebut (Gitosudarmo, 1994).

Promosi yang pernah dilakukan UD. Fatimah Azzahrah adalah


dengan membagikan kartu nama, brosur, dan melalui media. Promosi yang
pernah dilakukan UD. Ilo Mandiri adalah dengan cara bersosialisasi, dan
distributor.
Promosi yang pernah dilakukan UD. Nurul Jaya Lestari adalah
dengan cara bersosialisasi ke rumah-rumah. Dampak yang timbul atau
pengaruh dari kegiatan promosi ini yaitu orang akan lebih tahu tentang
produk abon ikan. Dan dari promosi inilah konsumen tahu tentang produk
abon ikan dan secara tidak langsung melakukan permintaan.
Dari pembahasan bauran konsep pemasaran ketiga perusahaan diatas
diketahui bahwa untuk bisa meningkatkan volume penjualan perusahaan
tersebut perlu melakukan langkah dalam penjualan produk yang lebih
bervariasi, serta mampu menyampaikan kepada masyarakat tentang betapa
hebatnya produk abon ikan dalam hal rasa, kemasan, mutu dan kualitas.

EDI, MERAUP RUPIAH DENGAN BONGGOL JAGUNG


Kreatipreneur
Friday, 03 January 2014, 05:22 WIB

REPUBLIKA. CO. ID, Edie Juandi, Pemilik Dipar Natural Handicraft Ethnic
Selama memasarkan kerajinannya, Edie belum pernah menjumpai ada
negara

lain

yang

menggarap

kriya

berbahan

dasar

bonggol

jagung.

Jenuh bekerja belasan tahun di sebuah perusahaan pipa terkemuka membuat Edie
Juandi memilih meninggalkan pekerjaannya. Penghasilan rutin tak lagi
dimilikinya. Namun, Edie yang kini sudah berusia 57 tahun tak pernah takut
kelaparan.
Edie pun memutar otak, mengeluarkan kreativitasnya, dan fokus menekuni
jalur wiraswasta. Dengan latar belakang pendidikan teknik dan kecintaannya pada
dunia

seni

kriya,

Edie

meretas

jalan

kesuksesan

yang

didamba-

dambakannya. Adalah limbah bonggol jagung, benda yang diutak-atiknya menjadi


beragam jenis kerajinan bernilai jual tinggi. Saat itu, hanya satu yang ada di
kepala Edie, yaitu menciptakan kerajinan unik berbahan baku mudah dan murah,
tapi bisa dijual dengan harga yang elegan. Sejak tak lagi bekerja di perusahaan
pipa, Edie sudah mencoba beragam jenis wirausaha. Namun, takdir jualah yang
mengantar Edie akhirnya mengulik-ulik bonggol jagung. Suatu hari, seorang
kawan memberikan Edie sebentuk hiasan dari tempelan-tempelan bonggol
jagung.
Sepulangnya ke rumah, pikiran Edie terus terbayang-bayang pada hiasan
bonggol

jagung

pemberian

temannya

itu.

Imajinasinya

mengembara

membayangkan beraneka barang yang bisa tercipta dari bonggol jagung, lebih
dari sekadar menjadi hiasan. Ketertarikannya terhadap bonggol jagung menuntun

Edie pada serangkaian hambatan. Kenyataan pertama, dia tidak tahu bagaimana
cara mengeraskan bonggol jagung yang bersifat rapuh. Pada awalnya, Edie
menggunakan cairan formalin, sebelum akhirnya berhenti karena sadar zat itu
terlalu berbahaya bagi dirinya sebagai perajin.
Tidak puas dengan formalin, dia menyengajakan diri berguru soal kimia
kepada kawan-kawannya di Institut Pertanian Bogor (IPB). Dari sana, didapatlah
campuran larutan kimia yang relatif lebih ramah bagi manusia. Pada suatu titik,
Edie kembali merasa tidak puas dengan zat kimia yang dia gunakan. Dia meyakini
ada cara alami untuk mengeraskan dan mengawetkan bonggol-bonggol
jagungnya.
Edie kemudian mendapatkan jawabannya dari Suku Dayak di Kalimantan.
Kearifan lokal masyarakat Dayak mengenalkannya pada sejumlah bahan
pengawet alami, seperti garam, pinang, pasak bumi, serta beberapa bahan
lainnya. Kerja kerasnya meneliti bonggol jagung dan kreativitasnya mencipta
beraneka kerajinan tak lantas membuatnya berhasil menggeluti bisnis kerajinan
bonggol jagung. Beberapa kali dia harus puas mengalami kebangkrutan, hingga
membuat sang istri meragukan jalan hidup yang ditempuh Edie menjadi seniman
bonggol jagung.
Beruntung, jerih payah Edie kemudian tak sia-sia. Perlahan tapi pasti, karya
Edie mulai menyebar dari mulut ke mulut. Pesanan demi pesanan terus mengalir
hingga membuat tekadnya kembali teguh meneruskan perjuangan memasarkan
bonggol jagung kreasinya sendiri. Tak lama, tidak hanya di Tanah Air, karya Edie
mulai dikenal di luar negeri seiring semakin seringnya Edie mengikuti pameran di
negara-negara asing. Kriya bonggol jagung Edie kini sudah bisa ditemui di
Singapura, Jepang, Belanda, dan Prancis.
Selama memasarkan kerajinannya, Edie belum pernah menjumpai ada
negara lain yang menggarap kriya berbahan dasar bonggol jagung. Amerika
Serikat saja sebagai negara penghasil jagung terbesar di dunia hanya mengolah
bonggol jagung sebatas menjadi pipa rokok, katanya. Kini, Edie menghabiskan
40 hingga 50 karung bonggol jagung dalam sebulan. Bahan baku bonggol jagung
dia peroleh dengan harga murah dari pasar di sekitar tempat tinggalnya. Edie

meyakini, bahan baku berupa bonggol tidak pernah menjadi masalah dalam bisnis
tersebut. Dia menggambarkan, 40 hingga 50 karung bonggol jagung yang dia
butuhkan selama ini cukup dipasok dari satu pasar saja. Itu artinya, masih banyak
bonggol jagung yang berserakan menjadi sampah di luar sana, ujar Edie.
Dari karya-karya yang dia ciptakan, produk kap lampu, khususnya kap
lampu duduk, menjadi yang paling diminati masyarakat. Untuk membuat satu unit
kap lampu duduk dari bahan baku siap produksi, Edie menghabiskan waktu hinga
empat hari. Dengan pertimbangan lama produksi tersebut, Edie membanderol
buah tangannya itu dengan harga Rp 350 ribu. Selain lampu duduk, set tatakan
gelas dan tempat tisu juga banyak dipesan. Edie menyebutkan, terakhir dia
mendapat pesanan 10 ribu buah tempat tisu dari Malaysia.
Kendati karyanya semakin dikenal orang, Edie mengaku bisnisnya belum
berkembang signifikan sebagaimana yang dia harapkan. Faktor modal diakuinya
menjadi kendala utama. Edie sadar, gairah dan keyakinannya yang besar terhadap
kreasi dan bisnis bonggol jagung belumlah cukup meyakinkan para pemilik modal
untuk berinvestasi pada usahanya. Sementara, modal yang ditawarkan pemerintah,
selain tak besar, juga hanya bisa diakses dengan menggunakan agunan, sesuatu
yang dia tidak miliki. Tidak mau menggantungkan diri pada uluran tangan
investor, Edie menempuh jalan sociopreneurship alias berwirausaha dengan
pendekatan sosial. Edie banyak memasukkan proposal-proposal pelatihan
kewirausahaan bonggol jagung ke pemerintah kota dan kabupaten di seluruh
Indonesia.
Tak disangka, banyak pemerintah daerah yang tertarik dengan kerajinan
dan program pelatihan yang Edie tawarkan. Sejak saat itu, Edie memiliki
kesibukan baru, yakni memberikan pelatihan kriya bonggol jagung di berbagai
penjuru nusantara. Edie jelas layak berbangga, bengkel-bengkel kreasi bonggol
jagung yang dia inisiasi bersama pemerintah-pemerintah kota dan kabupaten kini
bermunculan di berbagai tempat di Tanah Air. Dengan konsep berbagi rezeki, Edie
menjadi penghubung antara pemesan dan masyarakat perajin. Dua basis yang
menurutnya kini berkembang pesat dan kerap menggarap proyek-proyeknya
adalah di Kutai Barat dan Bukit Tinggi. Sejak dia mengurangi produksi dan sibuk

mengisi berbagai pelatihan, Edie kini hanya fokus membuat sampel-sampel


karyanya untuk dikirim ke berbagai pameran. Pekerjaannya itu terasa ringan
berkat bantuan dua putri bungsunya, Sihna (16 tahun) dan Annisa (14), yang
selalu berada di sekitar ayahnya untuk membantu.
Tak sekadar membantu, kedua putri paling bontotnya itu tampak
menyenangi

membuat

kriya

bonggol

jagung.

Itulah

hal

yang

sangat

menggembirakan baginya. Edie berharap, jika bukan dirinya, anak-anaknyalah


kelak yang akan menikmati kerja keras ayahnya. Selain dikenal sebagai kota
hujan, Bogor merupakan kabupaten yang populer dengan beragam jenis produk
asinannya. Mulai dari asinan buah, asinan sayur, sampai asinan jagung dapat Anda
temukan di kota tersebut. Potensi inilah yang dimanfaatkan Eddie Juandi seorang
pengrajin dari kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bila masyarakat lainnya
memanfaatkan asinan bogor sebagai peluang bisnis, lelaki paruh baya ini
memanfaatkan limbah bonggol jagung yang diperolehnya dari sisa pembuatan
asinan untuk memproduksi aneka macam kerajinan cantik.
Memiliki latar belakang sebagai pengrajin aneka kerajinan kayu,
mendorong Eddie untuk berinovasi dengan menggunakan bahan-bahan lain.
Melihat saat ini isu global warming sedang ramai dibicarakan masyarakat, hati
Eddie pun tergerak untuk berinisiatif memanfaatkan limbah organik sebagai bahan
baku utamanya dalam memproduksi beragam kerajinan. Sebab selain ramah
lingkungan, limbah organik seperti bonggol jagung sangat mudah didapatkan di
daerah Bogor. Sehingga Eddie tidak pernah kesulitan mendapatkan persediaan
bahan baku untuk memproduksi karya-karyanya.
Berkat tangan kreatif Eddie, bonggol jagung yang tidak berguna kini
berhasil disulap menjadi aneka kerajinan cantik yang memiliki nilai jual cukup
tinggi. Misalnya saja seperti lampu hias, kap lampu, sketsel, tatakan gelas, tempat
tisu, anyaman tas, serta masih banyak lagi produk unik lainnya. Dengan
kreatifitas yang cukup tinggi, tidaklah heran bila harga produk kerajinan Eddie
laku di pasaran dengan harga cukup mahal. Yaitu berkisar antara Rp 100.000,00
sampai dengan Rp 3.000.000,00, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan masingmasing produk.

Proses Produksi Kerajinan Bonggol Jagung


Bertempat di showroom miliknya yang beralamatkan di Jalan Pembangunan 2
No. 42 Kedung Halang, Bogor, Jawa Barat. Setiap harinya Eddie memproduksi
beragam jenis kerajinan setelah mendapatkan limbah bonggol jagung dari pasarpasar tradisional yang ada di sekitar Bogor. Sesampainya di showroom, bonggol
jagung tersebut pertama-tama dibersihkan terlebih dahulu kemudian dikeringkan.
Setelah kering, Eddie menambahkan bahan pengawet khusus agar bahan bonggol
jagung dapat bertahan lama.

Selanjutnya setelah bonggol jagung ditambahkan bahan pengawet, Eddie


membentuk bonggol jagung menjadi lingkaran-lingkaran kecil dengan bantuan
cetakan atau krom yang biasa digunakan sebagai cetakan kayu. Setelah bonggol
jagung dicetak menjadi lingkaran-lingkaran kecil dengan berbagai ukuran, Eddie
mulai menyusun lingkaran tersebut pada kreasi kerajinan yang telah dibentuknya,
dengan menggunakan bantuan lem. Meskipun proses produksi kerajinan Eddie
masih terbilang manual, namun hasilnya pun tidak kalah bagus dengan produk
kerajinan buatan pabrik yang diproduksi dengan mesin-mesin modern.

ANALISIS SWOT (STRENGTH, WEAKNESS, OPPORTUNITIES,


THREAT)
HOME INDUSTRY ABON IKAN
1.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

KEKUATAN (STRENGTH)
Bahan baku yang mudah diperoleh.
Ketersediaan bahan baku yang selalu ada.
Kualitas yang baik dan selalu dipertahankan.
Kemasan yang menarik.
Adanya hubungan kerjasama dengan nelayan pemasok bahan baku.
Pilihan rasa bervariasi dan mempunyai ciri khas.
Introduksi teknologi yang relatif sederhana, mudah dipelajari dan
diaplikasikan.

2.
a.
b.
c.
d.

KELEMAHAN (WEAKNESS)
Pengembangan usaha masih terbentur masalah modal.
Volume produksi dan persediaan relatif sedikit.
Kegiatan promosi masih belum efektif.
Harga yang relatif agak tinggi.
e. Tidak tersedianya alat pengemas otomatis sehingga proses packaging
f.

masih membutuhkan biaya yang agak tinggi.


Distribusi produk belum mencakup lingkungan luas.

3.
a.
b.
c.
d.
e.

PELUANG (OPPORTUNITIES)
Pasar yang tersedia.
Tren komsumsi ikan yang semakin meningkat.
Mendapat dukungan dari pemerintah setempat.
Perkembangan teknologi yang semakin maju dan modern.
Tersedianya lapangan pekerjaan.

4.
a.
b.
c.

ANCAMAN (THREAT)
Adanya pesaing baru atau kompetitor yang lebih besar.
Adanya produk substitusi.
Harga bahan baku yang cenderung tidak stabil (fluktuatif) mengikuti

d.
e.

musim air laut.


Tingkat persaingan industry yang semakin tinggi.
Daya beli konsumen yang kurang baik.

1) STRATEGI S-O
a) Mempertahankan kualitas produk pada pasar tersedia.

b) Memanfaatkan hubungan kerja sama dan dukungan pemerintah dalam


memperluas daerah pemasaran.
c) Mempererat hubungan kerjasama terhadap instansi terkait maupun
terhadap pelanggan tetap.
d) Memperluas daerah distribusidengan membuka jaringan distribusi di luar
daerah.
e) Menciptakan diversivikasi produk dengan memanfaatkan perkembangan
teknologi.
2) STRATEGI W-O
a) Meningkatkan volume produksi dan persediaan dengan menggunakan
teknologi yang tepat.
b) Memanfaatkan dukungan pemerintah untuk tujuan mengontrol harga
produk dan ketersediaan bahan baku.
c) Meningkatkan promosi dengan teknologi yang ada melalui berbagai media
yang sedang digandrungi oleh masyarakat, misalnya melalui media sosial.
d) Memberikan potongan harga kepada konsumen yang telah menjadi
pelanggan tetap.
3) STRATEGI S-T
a) Mempertahankan kualitas yang ada dengan menawarkan harga yang
terjangkau.
b) Melakukan inovasi produk baik rasa maupun

kemasan

dengan

mempertahankan kualitas yang ada.


c) Mempererat hubungan kemitraan dengan industry sejenis sehingga dapat
membentuk sebuah sentra produksi abon ikan.
d) Mempererat hubungan kerjasama dengan instansi terkait.
4) STRATEGI W-T
a) Meningkatkan volume produksi dan persediaan abon ikan.
b) Memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan konsumen tetap di outlet
(tempat pemasaran produk) maupun di tempat produksi sebagai media
promosi produk.
c) Memberikan diskon abon ikan setiap 3 bulan sekali, diskon khusus untuk
pelanggan tetap dan pelanggan dengan pembelian dalam jumlah yang
banyak.

DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Syafaruddin. (2001). MSDM Strategi

Keunggulan

Kompetitif

edisi

pertama. Yogyakarta : BPPE.


David, F.R. (2006). Manajemen Strategis-Edisi Sepuluh. Jakarta : Salemba
Empat.
Desler, Gary. (2006). MSDM Edisi Kesepuluh Jilid 1. Jakarta: Indeks.
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/kewirausahaan/bab10perencanaan_organisasi_kewirausahaan.pdf
http://gunadiemaha.wordpress.com/2009/10/30/peran-organisasi-dan-metodeorganisasi-dalam-sebuah-perusahaan/
http://maswigrs.wordpress.com/2006/12/29/mengatasi-paradok-produktivitasdalam-siti-kpu/ [2007, Desember 29].
Kotler,PhilipdanGery Armstrong.(2007). Marketing an Introduction. Singapore :
Pearson PrenticeHall
Laudon, Kenneth C. and Laudon, Jane Price. Management Information Systems :
Managing the Digital Firm, 8 th edition. New Jersey : Pearson Prentice
Hall, 2004

Luftman, Jerry Netal. Managing the Information Technology Resource,


nd

Leadership in the Information Age 1 ed. New Jersey : Pearson


Education, 2004
Mangkuprawira, S, Hubeis, AV. 2007. Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia.
Jakarta : PT. Ghalia Indonesia.
Mello, JA. 2002. Strategic Human Resource Management. Cincinnati : SouthWestern. Ulrich, D. 1997. Human Resource Champion: Next Agenda for
Adding Value and Delivering Results. Boston : Harvard Business School
Press.
Purwanto, I. (2008). Manajemen Strategi. Bandung: CV.Ryama Widya.
Setiyadi, Wigrantoro Roes 2006, Mengatasi Paradoks Produktivitas Dalam SI/TI
KPU [Online] :
Sugiyono,(2007). Statistika untuk Penelitian. JawaBarat : CV. ALFABETA
Umar, H. (2008). Manajemen Stretegi in Action. Jakarta : PT. Gramedia
Pustaka Utama.
Ward, J. and Griffiths, P. Strategic Planningfor Information System

nd

2 ed.

Chicester: John Wiley & Son, 1996


nd

Ward, John. and Joe Peppard. Strategic Planning for Information System 3 ed.
England : John Wiley & Sons, 2002