You are on page 1of 1

Aku masih teringat saat pertama kali kita bertemu meskipun tidak bertatapan.

Aku masih teringat saat pertama kali engkau memperkenalkan namamu kepadaku.
Aku masih teringat saat engkau memberikan telefonmu.
Aku masih teringat saat engkau bercanda kepadaku.
Aku masih teringat saat engkau memberikan kata-kata itu kepadaku.
Aku masih teringat saat saat indah denganmu.
Aku masih teringat semua kebaikanmu kepadaku.
Aku masih teringat semua perhatianmu kepadaku.
Aku masih teringat semua tingkah menyebalkanmu.
Aku masih teringat saat engkau mulai membenciku untuk bertahun tahun lamanya.
Aku masih teringat saat engkau mulai menyapaku kembali.
Aku masih teringat saat engkau mulai berteman denganku lagi.
Aku masih teringat saat pertama kali kita benar benar bertemu.
Aku masih teringat saat kau tersenyum memanggil namaku.
Aku masih teringat saat aku bertemu kedua kalinya denganmu.
Aku masih teringat saat makan berdua denganmu.
Aku masih teringat saat kita berjalan jalan bersama.
Aku masih teringat saat kita duduk bersama untuk membicarakan banyak hal.
Aku masih teringat saat aku harus meninggalkanmu meskipun aku masih ingin tetap di
sana.
Dan Saat ini akupun masih teringat betapa menyakitkan disaat ini engkau membenciku
kembali.
Aku tidak tahu alasannya mengapa engkau benci padaku.
Aku tidak tahu alasannya mengapa engkau mengakhiri persahabatan kita.
Aku hanya berharap suatu saat semuanya akan membaik.
Mungkin engkau memiliki alasan tertentu yang tidak aku ketahui.
Mungkin engkau mengakhiri persahabatan kita demi kebaikan bersama.
Namun percayalah, aku akan selalu membuka tangan dan hati untuk menerima kembali
seorang sahabat yang telah pergi.