You are on page 1of 5

MAKALAH KESUBURAN TANAH DAN NUTRISI TANAMAN

(MINERAL PEMBENTUK TANAH DAN BATUAN)

Yanuavera

1505101301

Nurussyifa Alina

150510130104

Sakti Pamungkas

150510130105

R R Deby Anindya

150510130126

Muhammad Ade

150510130

UNIVERSITAS PADJAJARAN
FAKULTAS PERTANNIAN
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
JATINANGOR
2014

Mineral pembentuk Tanah dan Batuan


A. Mineral Tanah
Menurut Brady (1974) bahan mineral tanah (anorganik tanah) terdiri atas berbagai macam
ukuran dan komposisi, berupa sibir batuan dan bermacam-macam mineral. Sibir batuan bila
melapuk akan menghasilkan regolith dan pelapukan bahan ini selanjutnya menghasilkan tanah
yang umumnya sangat kasar.
Mineral merupakan suatu unsur atau senyawa yang berwujud padat yang terbentuk secara alami.
Beberapa sifat mineral umum antara lain adanya susunan kimia tertentu yang tetap, penempatan
internal atom-atomnya, sifat kimiawi dan fisika ada dalam batas waktu tertentu serta adanya
kecenderungan pembentukan semacam geometris tertentu.
Mineral mempunyai peran yang sangat penting dalam suatu tanah, antara lain sebagai indikator
cadangan sumber hara dalam tanah dan indikator muatan tanah beserta lingkungan
pembentukannya.
Secara garis besar mineral tanah dibagi menjadi dua, yaitu mineral tanah primer dan skunder:
1. Mineral primer
Mineral primer adalah mineral tanah yang umumnya mempunyai ukuran butir fraksi pasir
(2 0,05 mm).
Beberapa jenis mineral primer yang sering terdapat di dalam kandungan tanah antara lain:
Mineral

Unsur Hara

Kwarsa (SiO2)

Kalsit

Ca

Dolomit

Ca, Mg

Feldspar : - Ortoklas

- Plagioklas

Na, Ca

Mika

: - Muskovit

- Biotit

K, Mg, Fe

Amfibole (hornblende)

Ca, Mg, Fe, Na

Piroksin (hiperstin,augit)

Ca, Mg, Fe

Olivin

Mg, Fe

Leusit

Apatit

2. Mineral sekunder
Yang dimaksud dengan mineral sekunder atau mineral liat adalah mineral-mineral hasil
pembentukan baru atau hasil pelapukan mineral primer yang terjadi selama proses
pembentukan tanah yang komposisi maupun strukturnya sudah berbeda dengan mineral
yang terlapuk. mineral ini berukuran halus (<2).
Mineral liat yang sering ditemukan dalam tanah antara lain:

Kaolinit
Haloisit
Montmorilinit
gibsit (Al oksida)
Fe oksida

Mineral liat, besar pengaruhnya terhadap sifat-sifat kimia maupun sifat-sifat fisik tanah
seperti kapasitas tukar kation, daya mengembang dan mengerut tanah, dan lain-lain.
Mineral tanah pada umumnya terdapat dalam campuran untuk membentuk batuan bumi.
Mineral-mineral yang dominan dalam batuan-batuan ini adalah feldspar, amfibol,
piroksen, kuarsa, mika mineraltanah liat, limonit (oksida besi), dan mineral-mineral
karbonat.
B. Batuan.

Substansi anorganik yang homogeny dengan komposisi tertentu dan mempunyai ciri-ciri fisik
berupa ukuran,warna, titik leleh, dan kekerasan mineral.
Jenis batuan:
1. batuan beku
Batuan beku ini berasal dari pemadatan magma yang membeku.
a. batuan asam (acidic rock)
relative tinggi kandungan kwarsanya, mineral silikat warna terang Ca atau K/Na.
b.batuan basa (basic rock)
rendah kandungan kwarsa, kandungan mineralnya ferromagnesium warna gelap
(harnbdele, mika, piroksin) tinggi.
2. batuan sedimen.
Batuan sedimen ini terjadi apabila partikel mineral atau substansi terlarut menjadi padan
atau tersedimentasi.
3. batuan metamorf
- gneiss
- schisc : terdiri dari banyak bayuan / mineral mika
- marble
Berikut ini komposisi batuan-batuan pembentuk tanah :
Konstituen
mineral

Asal

Batuan Igneous

Shale

Batu pasir

Feldspar

Primer

59.5

30.0

11.5

Primer

16.8

Amfibol
piroksen

dan

Kuarsa

Primer

12.0

22.3

66.8

mineral

Primer

3.8

Titanium

Primer

1.5

Mika

mineral-

primer atau
Apatit

sekunder

0.6

Tanh liat

Sekunder

25.0

6.6

Limonit

Sekunder

5.6

1.8

Karbonat

Sekunder

5.7

11.1

Mineral lainnya

5.8

11.4

2.2

(Sumber: data dari Clarke, 1924)


Ket :A = Terdapat dalam jumlah kecil

DAFTAR PUSATAKA
http://tujuhsentimeter.blogspot.com/2013/03/mineral-pembentuk-tanah.html
www.sdlideshare.net/husnakadir/pembentukan-tanah
http://balittanah.litbang.deptan.go.id/dokumentasi/leaflet/lab_mineral.pdf