You are on page 1of 3

Artikel ini sudah dibaca 6156 kali!

Oleh dr. Rahmanu Reztaputra


Artikel asli: Cefalu WT. Standarts of Medical Care in Diabetes-2015. Diabetes
Care. 2015; 38: S1-93
Disclaimer: Artikel ini merupakan saduran dengan bahasa yang lebih
sederhana dari artikel di atas. Target pembaca artikel ilmiah populer ini
adalah mahasiswa rumpun ilmu kesehatan tingkat awal. Artikel ini lebih
bertujuan sebagai pendahuluan atau membuka wawasan mengenai topik
di atas. Untuk informasi yang lebih lengkap pembaca disarankan mencari
artikel di atas.
Kabar gembira bagi seluruh tenaga medis dan semua pihak terkait pelayanan
diabetes mellitus. American Diabetes Association pada Januari 2015 telah
mengeluarkan pedoman pelayanan diabetes mellitus yang terbaru. Pedoman ini
merupakan update dari edisi sebelumnya, yaitu tahun 2012. Dari bagian pengantar
pedoman ini disebutkan bahwa bukti-bukti dan penelitian yang digunakan untuk
penyusunan guideline ini dipublikasi paling awal 1 Januari 2014. Oleh sebab itu
data-data yang digunakan di pedoman ini merupakan hasil penelitian yang masih
baru.
Ringkasan standar pelayanan medis ini mencakup beberapa bagian(subbab) yang
telah terbagi pada pedoman lengkapnya.
Perubahan-perubahan terbaru dalam artikel ini adalah:

Nilai cutoff BMI untuk skrining diabetes dan prediabetes pada orang
Amerika Asia adalah 23 kg/m (sebelumnya 25)
Semua individu, termasuk yang diabetes, harus membatasi waktu
kurang gerak terutama tidak memiliki waktu duduk lebih dari 90 menit
E-cigarretes tidak dianjurkan sebagai pengganti rokok
Rekomendasi imunisasi terbaru dibuat mengacu pedoman imunisasi
Centre for Disease Control and Prevention yang terbaru, terutama
menyangkut PCV13 dan PPSV23
Target kadar glukosa puasa adalah 80-130 mg/dl (sebelumnya 70130 mg/dl)
Terdapat perubahan algoritma tatalaksana DM tipe 2 yang
mencakup pilihan obat baru
Target tekanan darah diastolic pasien hipertensi dengan DM adalah
90 mmHg (sebelumnya 80 mmHg)
2

Dimulainya terapi statin berdasarkan ada tidaknya status resiko


kardiovaskular, bukan kadar LDL
Skrining status lipid dimulai saat diagnosis DM, usia mencapai 40
tahun, dan dilakukan rutin setelahnya.
Pemeriksaan kaki dilakukan saat setiap kunjungan pada pasien
dengan kaki yang kurang sensitif, memiliki deformitas, dan riwayat luka
pada kaki.
Target control glikemik pada anak dan remaja adalah HbA1C kurang
dari 7,5 persen, meskipun terkadang diperlukan penyesuaian individual
Dibuat subbab baru, yaitu penanganan pada wanita hamil, dengan
rekomendasi sebagai berikut:
Memberikan konseling prakonsepsi tentang pentingnya
mengurangi resiko terjadinya malformasi congenital, terutama menjaga
kadar HbA1C kurang dari 7 persen, jika dapat dicapai tanpai
hipoglikemia.
Obat yang memiliki potensi teratogenik harus dihindari pada
wanita usia subur yang tidak memakai kontrasepsi yang andal
Penanganan awal diabetes gestasional adalah dengan
modifikasi diet dan aktifitas fisik. Obat digunakan bila diperlukan.
Wanita dengan diabetes sebelum hamil perlu memiliki data
pemeriksaan oftalmologik dasar pada trimester pertama dan dimonitor
setiap trimester sesuai indikasi retinopati
Target HbA1C pada wanita hamil adalah kurang dari 6 persen
Obat yang biasanya digunakan pada wanita hamil adalah
insulin, metformin, dan gliburid. Kebanyakan obat hipoglikemik oral
lainnya dapat menembus plasenta dan tidak memiliki data keamanan
jangka panjang.

Gambar 1. Algoritme pemakaian obat hipoglikemik pada pasien diabetes mellitus


tipe 2 berdasarkan rekomendasi ADA 2015.
Untuk selengkapnya, Standards of Medical Care in Diabetes 2015
(pdf) dapat diunduh di sini.