Вы находитесь на странице: 1из 16

PROSES INDUSTRI PETROKIMIA

TEKNOLOGI PEMBUATAN FORMALDEHID

DISUSUN OLEH:

Utami Triana lusi (3335131563)


M. Ridho Khoirul Majid (3335131935)
Kelas A

Jurusan Teknik Kimia


Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Jl. Jendral Sudirman KM.3 Cilegon 42435.Telp (0254) 395502
2015

Teknologi Pembuatan
Formaldehid

Pembuatan Formaldehid dari Gas Sintesis


I.

Pendahuluan
Pada era yang penuh dengan globalisasi sekarang ini, sektor industri

dipilih sebagai jalur alternatif yang turut serta berperan terhadap pertumbuhan
ekonomi. Salah satunya adalah industri kimia, yang diharapkan dapat memberikan
kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi negara Indonesia. Karena pada
umumnya industri kimia akan mengalami pertumbuhan yang pesat seiring dengan
kebutuhan manusia yang semakin meningkat baik dari segi kualitas maupun
kuantitasnya. Jadi sangat pantas apabila sektor industri mendapat perhatian yang
serius,

karena

sektor

industri

ini

merupakan

sektor

pendukung

bagi

berkembangnya sektor-sektor perekonomian yang lain.


Salah satu industri kimia yang penting keberadaannya adalah industri
formaldehida. Formaldehida merupakan senyawa dari gugus aldehida yang paling
sederhana dan mempunyai nilai sangat strategis dalam perkembangan dunia
industri, karena banyak sektor industri yang menggunakan formaldehida sebagai
bahan bakunya. Begitu pula bahan baku pembuatan formaldehida di Indonesia
sangat banyak di produksi.
Formaldehid (CH2O) merupakan suatu campuran organik yang dikenal
dengan nama aldehide, membeku pada suhu <92 dan mendidih pada
suhu 300. Formaldehid merupakan suatu aldehida yang disebut juga sebagai
metanal
atau formalin.
biasanya

Larutannya tidak berwarna dan baunya sangat menusuk dan

ditambah

metanol

hingga

15%

sebagai

stabilisator.

(Dir.Jen.POM.,2003;Winarno,2007). Formaldehid berbentuk gas maupun cairan


yang

dikenal

sebagai

formalin,

atau

padatan

yang

dikenal

sebagai

paraformaldehyde atau trioxane yang terbentuk dari methanol dan udara.


Formaldehid dihasilkan dengan membakar bahan yang mengandung karbon.
Dalam atmosfer bumi, formaldehid dihasilkan dari reaksi cahaya matahari dan
oksigen terhadap metana dan hidrokarbon lain yang ada di atmosfer.
Formaldehid sangat berbahaya bila terhirup, mengenai kulit maupun
tertelan. Akibat yang ditimbulkan bias berupa luka bakar pada kulit, iritasi pada
saluran pernafasan, reaksi alergi dan bahaya kanker pada manusia. Formaldehid
Page
1

Teknologi Pembuatan
Formaldehid
mempunyai banyak kegunaan diantaranya pada pembuatan produk kimia seperti,
melamin formaldehid, urea formaldehid, foenol formaldehid, dan trioxane.
Propane. Selain itu juga, formaldehid biasa digunakan sebagai pembunuh kuman
sehingga dimanfaatkan untuk pembersih, bahan pengawet produk kosmetika dan
pengeras kuku dalam konsentrasi <1%, cairan pembalsan dan pengawet mayat
(Dreisbach,1982).
II.

Sifat Fisik dan Sifat Kimia Bahan Baku dan Produk

2.1 Sifat Fisik dan sifat kimia Bahan Baku


A. Metanol
Sifat Fisis:
Rumus molekul

= CH3OH

Nama lain

= methanol, wood alcohol, karbinol

BM

= 32 g/mol

Melting
point
Boiling
point
Temperatur
Kritis
Tekanan Kritis

= -97,68
64,60
=
= 240
79,9
atm

Densitas (25)

= 0,78663

g/cm3
Viskositas (25): larutan = 0,541 cp
Gas

= 0,00968 cp

Bentuk fisik

=larutan bening tak berwarna

Kadar kemurnian

= 99%

Sifat

= Larut dalam air

( Kirk-Othmer, 1996)

Data thermodinamika:
Gf

= -36,869 kkal/mol

Hf

= -57,130 kkal/mol (pada (25): fasa

gas)
Sifat Kimia:
a. Metanol

adalah

gugus

alkohol

alifatik

yang

paling

sederhana.

Reaktivitasnya ditentukan oleh gugus hidroksil. Reaksi dengan metanol


terjadi melalui pecahnya ikatan C-O atau ikatan O-H dan bercirikan reaksi
subtitusi gugus H dan OH (Kirk and Othmer,1995)

Page
2

Teknologi Pembuatan
Formaldehid
b. Reaksi Pada Metanol

Reaksi esterifikasi terhadap methanol

CH3COOH

+ CH3OH

Asam asetat

Metanol

CH3COOCH3 + H2O
Metil Asetat

Reaksi adisi
H+

CH3

CH3

CH2 + CH3OH

CH3

CH2

CH3
Metil t-butil eter

B. Udara
a. Sifat fisis
BM

: 28.84 g/mol

Suhu kritis

: 238.4 C

Tekanan kritis

: 37.19 atm

Wujud

: Gas tidak berwarna

Panas Jenis

: 1.406 BTU/cuft ( Pada 1atm, 60 F)

Komposisi udara

: 21.08 % N2

78.9 % O2
0.18 H2O
Data thermodinamis

: Panas penguapan

: 213,537 (j/g)

Tabel 1. Sifat sifat fisika udara (Ketta,1983)

Sifat Fisika

N2

O2

Berat Molekul

28

32

Wujud

Gas tidak
berwarna

Gas tidak berwarna

Specific Gravity

12,5

1,71

-209,68

-218,4

Titik didih, C,P=1 atm

-195,8

-183

Suhu Kritis,K

126,2

154,6

Titik lebur, C,P=1 atm

Page
3

CH3

Teknologi Pembuatan
Formaldehid
Tekanan Kritis,bar

33,9

50,6

Data Termodinamika

(cal/gmol)

, pada titik

172

106

1336

1629

1a
didih,
a. Sifat kimia
Sifat Kimia Oksigen :
Bereaksi dengan semua elemen lain kecuali gas helium, neon, dan
argon.
Untuk elemen tertentu seperti alkali logam rubidium, cesium, energi
aktivasi pada suhu kamar mencukupi, dan reaksi berjalan secara
spontan.
Bahan yang akan direaksikan dengan oksigen harus dipanaskan terlebih
dahulu sampai suhu tertentu untuk pembakaran awal. Jika direksikan
dengan petroleum, gas alam, atau batu bara akan dihasilkan panas,
CO2, H2O. (Kirk and Othmer,1996)
C. Katalisator (Bahan Pendukung)
Jenis

: Iron-Molydenum Oxida (Fe2O3MoO3Cr2O3)

BM

: 143.95 g/mol

Titik didih

: 1155 C

Specific grafity

: 3.3536

Densitas

: 1,8918 g / cm

Porositas

: 0,55

Diameter

: 0.397

Bentuk

: Pellet

2.2 Sifat Fisik dan Sifat Kimia Produk


Formaldehid
a. Sifat Fisis
Rumus molekul : CHOH
BM

: 30.03 g/mol

Page
4

Teknologi Pembuatan
Formaldehid
o

Titik didih

: 88.7 C

Titik beku

: -117 C

Suhu kritis

: 135 C

Tekanan kritis

: 65 atm

Specific grafity

: 0.851 (20 C)

Sifat

: Larut dalam air

Data termodinamika
H0f : -26,05 kcal/gmol (pada 25 0C)
G0f : -26,3 kcal/gmol (pada 25 0C)
H0C : 134 kcal/gmol 20
Hv : 5,5 kcal/gmol

(Perry, 1997)

b. Sifat Kimia

Reaksi dengan air


Formaldehid dengan adanya air dapat membentuk methylen glikol.
CH2=O + H2O

HO CH2 OH
(Mc Ketta vol 23, p.356, 1983)

Reaksi dengan asetaldehid


Formaldehid dengan asetaldehid dalam larutah NaOH dapat
membentuk pantaerythritol dan sodium format.
CH2=O + CH3-CHO + NaOH C(CH2OH)2 + HCOONa

Reaksi dengan asetilen


Asetilen akan bereaksi dengan formaldehid membentuk 2-butyne-1,4diol. Ketika terhidrogenasi akan membentuk 1,4-butanediol
2CH2=O + C2H2

HOCH2C=C - CH2OH

HOCH2C=C-CH2OH + 2H2

HO(CH2)4OH
(Mc Ketta vol 23, p.357, 1983)

III. Kegunaan Produk


Formaldehid dapat digunakan untuk membasmi sebagian besar bakteri,
sehingga sering di gunakan sebagai desinfektan dan juga sebagai bahan pengawet.
Sebagai desinfektan, formaldehid dimafaatkan untuk membersihkan lantai, kapal,
gudang, dan pakaian.Formaldehid dipakai sebagai pengawet dalam vaksinasi.

Page
5

Teknologi Pembuatan
Formaldehid
Dalam bidang medis, larutan formaldehid dipakai untuk mengeringkan kulit,
misalnya mengangkat kutil. Larutan dari formaldehid sering dipakai dalam
membalsem untuk mematikan bakteri serta untuk sementara mengawetkan
bangkai (Windholz, 1976).
Dalm industri, formaldehid kebanyakan dipakai dalam produksi polimer
dan rupa-rupa bahan kimia. Kalau digabungkan dengan fenol, urea, atau melamin,
formaldehid menghasilkan resin termoset yang keras. Resin ini dipakai untuk lem
permanen, misalnya yang dipakai untuk peralatan rumah tangga, kayu
lapis/triplek atau karpet (Anonimous, 2005b).
Beberapa kegunaaan lain dari formaldehid adalah :
1. Pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya.
2. Bahan pembuatan sutra sintetis, zat pewarna, cermin, dan kaca.
3. Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam dunia fotografi.
4. Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.
5. Bahan untuk pembuatan produk parfum.
6. Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku.
7. Pencegah korosi untuk sumur minyak.
IV.

Pemilihan Proses
Pada pembuatan Formaldehid dari bahan baku methana dan gas sintesa ini,

dapat dibuat dengan menggunakan beberapa teknologi. Proses-proses tersebut


antara lain:

4.1

a.

Proses Hidrokarbon

b.

Proses Silver Catalyst

c.

Proses Mixed Oxide Catalyst/Haldor Topsoe

Proses Hidrokarbon
Proses hidrokarbon ini adalah proses yang dikembangkan pada awal

perkembangan industri formaldehid. Proses ini merupakan proses oksidasi


langsung dari hidrokarbon yang lebih tinggi. Biasanya yang digunakan adalah
etilen dengan katalis asam borat atau asam phospat atau garamnya dari campuran
clay atau tanah diatome. Proses ini mempunyai kelemahan yang merupakan
alasan mengapa proses ini tidak dikembangkan lagi, yaitu dihasilkan beberapa
hasil samping yang terbentuk bersama-sama formaldehid, antara lain asetaldehid,

Page
6

Teknologi Pembuatan
Formaldehid
propane, asam-asam organik. Sehingga tentu saja diperlukan pemurnian untuk
mendapatkan formaldehid dengan kemurnian tertentu. Dengan demikian proses
menjadi mahal dan hasilnya kurang ekonomis. (Ullmann vol 15, p.6, 1971).
Reaksi :

CH2=CH2 (g) + O2 (g)

2HCHO (g) + H2O

Diagram Alir:
H2O
O2

Reaktor
FIX BED MULTITUBE

KOLOM
ABSORBSI

HCHO

C2H4

HCHO

H2O
Gambar 1 diagram alir proses Hidrokarbon

4.2

Proses Silver Catalyst


Proses ini menggunakan katalis perak dengan reaktor fixed bed multitube.

Katalis ini berbentuk kristal-kristal perak atau spherical yang ditumpuk pada tube.
Katalis ini mempunyai umur sekitar 8 12 bulan. Katalis ini mudah teracuni oleh
sulfur dan beberapa logam dari golongan transisi. Reaksi yang terjadi adalah
sebagai berikut :
1. Oksidasi
Kat. Ag
2. Dehidrogenasi
Kat. Ag
CH3OH

HCHO + H2O H

CH3OH + O2

HCHO + H2

298

=-37,3 kcal/gmol

298

=20,3 kcal/gmol

Katalis perak dalam reaksi ini berfungsi untuk mengarahkan reaksi


pada formaldehid. Proses oksidasi metanol dengan katalis perak banyak
digunakan dalam pabrik secara komersial karena katalis perak (Ag) memiliki
beberapa kelebihan, yaitu:
a. Katalis dapat diregenerasi.
b. Proses berlangsung pada tekanan rendah.
c. Produk yang dihasilkan stabil karena kandungan metanol cukup.
d. Mampu menghasilkan produk formalin 3755 %.

Page
7

Diagram Alir
O2

Reaktor

H2O,CH3OH
HCHO

MENARA
DESTILASI

Pendingin
Downterm

HCHO

FIX BED MULTITUBE

CH3 OH

HCHO
CH3OH

H2O
HCHO
H2O,CH3OH

MENARA
ABSORBER

Gambar 2 diagram alir proses Silver Catalyst


Secara keseluruhan reaksinya adalah reaksi eksotermis dan pada suhu
0

yang tinggi yaitu 600-650 C dan tekanan sedikit di atas tekanan atmosfer.
Konversi yang terjadi sekitar 65 75% dan yield yang diperoleh sekitar
89,1%.Pada proses ini udara yang dimurnikan direaksikan dengan methanol
dalam reaktor katalitik. Produk didinginkan dengan cepat dengan pendingin
dowterm A, selanjutnya dialirkan ke menara absorber dimana methanol, air dan
formaldehid terkondensasi di dasar menara. Untuk memurnikan produk sesuai
dengan keinginan dilakukan pemurnian dengan proses destilasi.
(Mc Ketta vol 23, p.356, 1983)
4.3

Proses Mixed Oxide Catalyst/Haldor Topsoe


Reaksi terjadi di atas mixed oxide catalyst yang berisi Molybdenum oxide

dan iron oxide dengan perbandingan rasio 1,5 dibanding 3. Katalis berbentuk
granular atau spherical dan mempunyai umur sekitar 12 18 bulan.

Proses

pembuatan formaldehid menggunakan metanol dan udara yang di evaporasi dan


direaksikan dengan katalis oksidasi besi-molibdenum(Fe2O3MoO3Cr2O3) dalam
0

sebuah reaktor fixed bed multitube. Reaksi terjadi pada suhu sekitar 300-400 C
dan dengan tekanan 1-1,5 atm. Udara berlebihan digunakan untuk memastikan
konversi mendekati sempurna, sekitar 98,4%, dan untuk menghindari terjadinya
eksplosive (range untuk metanol 6,7 36,5% vol. dalam udara). Yield yang
diperoleh sekitar 94,4%.
Dasar reaksi :

Reaksi Utama:
CH3OH

+ O2

Kat. MoO2

HCHO + H2O H

298

=-37,3 kcal/gmol

Reaksi Samping:
CH2O + O2

Kat.MoO2

H= 51 kcal/mol

CO + H2O

(Mc Ketta vol 23, p.361, 1983)


Diagram Alir:

O2
EVAPORATOR

CH3OH

Reaktor
FIX BED
MULTITUBE

HCHO
H2O

Pendingin
Downterm

H2O
KONDENSOR

MENARA
ABSORBER

HCHO

HCHO

Gambar 3. Diagram alir proses Metal Oxide Catalyst

Berikut ini merupakan proses flow diagram pada proses Haldor Topsoe

Gambar 4 Proses flow diagram proses Haldor Topsoe

Tabel 1. Proses Pembuatan Formaldehid


Parameter

Hidrokarbon

Sliver catalyst

Haldor Topsoe

Suhu operasi

450

600-650

300-400

Tekanan operasi

100 - 300 psi

1,3 atm

1 1,5 atm

Konversi

65,1 %

98,4 %

Yield

89,1 %.

94,4 %

Katalis

Alumunium

Ag / 12

Fe2O3MoO3Cr2O3 / 18

Phosphat
Tabel 2. Perbandingan Pembuatan Formaldehide
Kriteria

Silver process

penilaian

Keteranga

Hidrokarbon

Nilai Keterangan

Haldor-Topsoe
Nilai Keterangan

Nilai

n
o

T=600 C-

operasi

650 C

430 C

T=300-400C

P=1.3 atm

P= 1 atm

P= 1 1.5atm

Beracun

Kondisi

T=300 Co

Tidak

beracun
Yield

91-92%

Bahan baku

Mudah
didapat

Produk

CO,

samping

& CO2

Umur

12 bulan

Korosifitas

Tidak

Range suhu

Tidak beracun

94.4%

Mudah didapat

beracun
3
5

H2 O 2

Mudah

di

dapat

CO & H2O

Co2 & H20

18 bulan

Tidak

Tidak

Tidak

Konversi

77-87%

98.4%

Reaktor

Fixed Bed

Fixed Bed

Fixed

katalis

bedmultitube
Tingkat

Page

Tinggi

Rendah

1010

Rendah

polusi
Kebutuhan

Tinggi

Rendah

Rendah

energi
Total

30

35

50

Keterangab :1= sangat kurang: 2= kurang; 3= cukup ; 4=baik,;5=sangat baik

Alasan Pemilihan Proses


Dari perbandingan ketiga proses diatas maka dipilih proses Haldor-Topsoe

dengan pertimbangan :
a. Harga produksi, peralatan dan perawatan cenderung murah, tetapi harga
jualnya cenderung menguntungkan
b. Suhu dan tekanan operasi rendah jika dibandingkan dengan proses silver
catalyst. Hal ini berkaitan dengan desain peralatan menjadi lebih hemat
bahan dan sistem pengamanan yang lebih terkontrol.mudah
c. Prosesnya yang sederhana
d. Umur katalis yang digunakan panjang (18 bulan)
e. Konversi maupun yieldnya tinggi
f. Tidak memerlukan menara distilasi seperti yang terdapat pada proses
silver catalyst. Jumlah peralatan yang digunakan pun lebih sedikit,
Meskipun demikian, pada proses oksida juga terdapat kekurangan antara
lain tidak bisanya merubah komposisi produk dikarenakan tidak adanya menara
destilasi seperti yang terdapat pada proses silver.
V.

Deskripsi Proses
Dalam proses pembuatan formaldehid dengan proses Haldor-Topsoe dibuat

dari metanol dan gas sintrsis dengan

empat tahap proses utama, yaitu: tahap

penyimpanan bahan baku, tahap penyiapan bahan baku, tahap pembentukan


produk dan tahap pemurnian produk.
5.1

Tahap penyimpanan bahan baku


Bahan baku metanol cair di simpan di dalam tangki penyimpan metanol

pada suhu lingkungan (30) dan tekanan atmosferis (1 atm) untuk menjaga agar
fase metanol tetap pada fase cair.

Page

1111

5.2

Tahap Penyiapan Bahan Baku


Langkah penyiapan bahan baku dimaksudkan untuk mengkondisikan

tekanan dan temperature umpan sehingga sesuai kondisi reaktor serta mengubah
fase metanol menjadi gas di dalam alat vaporizer
5.2.1 Panyiapan Metanol
Bahan baku utama pembuatan formaldehid adalah metanol dan oksigen.
Bahan baku metanol diambil dari tangki penyimpanan pada kondisi cair
o

temperatur 30 C dan tekanan 1 atm. Metanol diumpankan ke dalam vaporizer


menggunakan pompa sehingga tekanan umpan metanol naik sampai dengan 1,5
atm. Pada alat vaporizer, metanol diubah fasenya dari bentuk cair ke dalam bentuk
o

gas pada suhu 75,25 C. Uap methanol yang keluar dari vaporizer selanjutnya
diumpankan ke separator untuk memisahkan cairan dengan uapnya. Steam pada
vaporizer disuplai dari alat waste heat boiler.
5.2.2 Penyiapan Udara
Bahan baku kedua yaitu oksigen didapat dari udara lingkungan sekitar.
Walaupun yang digunakan hanya oksigen, tetapi tidak dilakukan separasi antar
oksigen dengan komponen lainnya karena selain sulit dilakukan separasi juga
komponen lainnya semisal Nitrogen dapat dimanfaatkan untuk menyerap panas
saat di reaktor.Udara ini dilewatkan pada filter untuk memisahkan debu dan tetes
o

cairan yang ada dalam udara. Udara dengan tekanan temperatur 30 C dan 1 atm,
di umpankan dengan menggunakan blower sehingga tekanan udara naik sampai
dengan 1,5 atm.Umpan udara ini akan terlebih dahulu bercampur dengan recycle
gas dari absorber di dalam mixer. Campuran itu akan dipanaskan dengan
o

menggunakan HE hingga suhu keluaran mencapai 100 C.


Umpan udara selanjutnya akan dicampurkan dengan uap methanol di dalam
mixer. Campuran itu akan dipanaskan kembali dengan menggunakan HE dengan
o

suhu keluaran mencapai 200 C. Pemanas yang digunakan untuk memanaskan


umpan adalah produk keluaran reaktor. Campuran itu kemudian dipanaskan lagi
o

dengan menggunakan furnace hingga mencapai suhu operasi reaktor yaitu 340 C.
5.3 Tahap Pembentukan Formaldehid
Pada tahap ini umpan metanol dan oksigen yang telah dikondisikan akan

Page

1212

bereaksi di dalam reaktor fixed bed multitube. Reaksi oksidasi metanol


menghasilkan formaldehid pada reaktor fixed bed multitube berlangsung dalam
o

fase gas pada suhu 340 C dan tekanan 1,5 atm. Umpan masuk ke dalam reaktor
melalui tube-tube yang berisi katalis. Katalis yang digunakan adalah iron
molybdenum oxyde (Fe2O3MoO3Cr2O3) yang memliki masa aktif sampai dengan
18 bulan.
Reaksi oksidasi metanol berlangsung secara non isotermal dan non
adiabatis. Reaksi oksidasi metanol merupakan reaksi eksotermis, sehingga selama
reaksi berlangsung akan dilepas sejumlah panas. Kenaikkan temperatur yang
terjadi di dalam reaktor sangat tidak diinginkan sehingga dibutuhkan medium
pendingin untuk menyerap panas yang terjadi selama reaksi berlangsung. Medium
pendingin yang digunakan adalah dowtherm A yang dialirkan melalui shell.
o

Pendingin ini akan mempertahankan kondisi operasi reaktor pada suhu 340 C
dengan tekanan 1,5 atm. Selain tiu dari reaktor akan disirkulasi flue gasnya untuk
membuat steam di waste heat boiler.
Berikut reaksi yang terjadi didalam reaktor :
CH 3 OH g

1
O2 g
2

CH 2 O g H 2 O g H = -36,453 kkal/mol

CO(g) + H2O(g) H = -51 kkal/mol

CH2O + O2

(Mc. Ketta, 1984;vol. 23 : 361)


o

Pada temperatur 340 C dan tekanan 1,5 atm, konversi metanol 98,4 %
dapat terpenuhi dengan baik. Temperatur sangat mempengaruhi konversi yang
terbentuk. Oleh karena itu medium pendingin sangat berperan penting untuk
mencegah terbentuknya reaksi samping yang tidak diinginkan.
5.4 Tahap Pemurnian Produk
Tahap pemurnian produk dimaksudkan untuk:
a. Memisahkan larutan formaldehid dari gas O2 ,N2 ,CO2, dan CO
b. Memisahkan larutan formaldehid dari asam formiat untuk diambil sebagai
produk.
Pada waste heat boiler, panas dari produk reaktor (260

C) akan
o

dimanfaatkan untuk menghasilkan steam bertekanan 1,5 atm dan suhu 111,76 C

Page

1313

yang dapat digunakan sebagai media pemanas pada alat vaporizer. Keluaran waste
o

heat boiler yang bersuhu 120 C, didinginkan untuk menghindari terbentuknya


reaksi samping. Pendinginan dilakukan di alat heat exchanger. Pada heat
exchanger produk dari reaktor dimanfaatkan untuk menaikan temperatur dari
umpan yang masuk ke reaktor.
o

Produk reaktor dimasukkan ke dalam absorber pada suhu 70 C dan tekanan


1,2 atm. Formaldehid dipisahkan dari gas produk reaktor pada alat pemisah
absorber dengan pelarut air dengan suhu masuk 30

C. Air masuk dan

disemprotkan dari atas absorber dengan laju alir 2667,60 kg / jam. Absorber
bekerja berdasarkan sifat kelarutan dimana formaldehid dan metanol akan larut
dalam air, sedangkan O2 dan N2 tidak larut dalam air. Gas yang tidak terserap oleh
absorber akan di recycle kembali sebagai umpan dan sebagian dibuang. Produk
o

cair keluaran absorber dengan suhu 60 C, harus didinginkan lewat cooler hingga
o

suhu produk mencapai 35 C. Produk tersebut kemudian dilewatkan ion exchanger


yang bertujuan untuk menyerap asam formiat.
VI. Produk Samping
Dalam proses produksi formaldehyde dihasilkan produk samping berupa
CO. Karena produk yang tidak sesuai dengan standart yang ditentukan sehingga
langsung dilakukan recycle sehingga tidak memiliki produk samping.
VII.

KESIMPULAN
Proses pembuatan produk petrokimia formaldehid dari methanol dan gas

alam direkomendasikan mengacu ke teknologi proses Haldor Topsoe dengan


berbagai pertimbangan keunggulan komparatif dibanding dengan teknologi proses
hidrokarbon dan proses silver catalyst. Hal ini dengan mempertimbangkan tingkat
kemudahan pengoperasian, kendali operasi yang relative lebih mudah dibanding
lainnya, juga dari struktur biaya operasional dan kebutuhan energy, umur katalis
yang digunakan lebih panjang , serta tentu saja pertimbangan aspek lingkungan
yang relative lebih ramah lingkungan, dimana polusi yang ditimbulkan lebih kecil
dan dapat terkendali untuk proses pemenuhan baku mutu lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

Kirk,R,Eand other,V,R.,19955,Encyclopedia of chemical Technology,vol.16 Mass


Transferto Neuroregulators,4 th ed., John Wiley &Sons Inc.,New York
Kirk,R,Eand other,V,R.,19955,Encyclopedia of chemical Technology,vol.17
Nickel and Nickel alloys to paint,4 th ed., John Wiley &Sons Inc.,New
York
th

Robert H.Perry,1997,Perrys Chemical EngineersHandbook,7 edition,Mc Graw


Hill International Editions,New York.
th

Windholz,M,,1976,The Merck Index,9 en,Merck &Co,New York,784


Eko.Hariyanto,2011,Perancangan Pabrik Formaldehid dari Metanol dan Udara
Proses Metal Oxide Kapasitas 15.000Ton/Tahun:Surakarta
Mahya.Rosyid,2010,Perancangan Pabrik Formaldehid dari Methanol dan Udara
dengan Proses Silver Kapasitas 25000 Ton/Tahun:Surakarta
Ardiansyah,dkk,2012,Perancanagn Pabrik Formaldehide dengan Proses Metal
Oxide:Semarang
Aktrista,dkk,2011,Tugas Perancangan Pabrik Formaldehid dengan Proses
Haldor Topsoe Kapasitas 50000 ton/tahun:Semarang