Вы находитесь на странице: 1из 5

DENGUE SYOK SINDROM (DSS)

I. PENGERTIAN
Dengue Syok Sindrom (DSS) adalah kasus demam berdarah dengue disertai denganmanifestasi
kegagalan sirkulasi/ syok/ renjatan. Dengue Syok Syndrome (DSS) adalah sindromasyok yang terjadi
pada penderita Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau Demam BerdarahDengue (DBD).
II. PEMERIKSAAN FISIK
B 1 : Breathing (Pernafasan/Respirasi)
- Pola napas : Dinilai kecepatan, irama, dan kualitas.
- Bunyi napas: Bunyi napas normal; Vesikuler, broncho vesikuler.
B 2 : Bleeding (Kardiovaskuler / Sirkulasi)
- Irama jantung : Frekuensi ..x/m, reguler atau irreguler
- Distensi Vena Jugularis
- Tekanan Darah : Hipotensi dapat terjadi akibat dari penggunaan ventilator
B 3 : Brain (Persyarafan/Neurologik)
- Tingkat kesadaran
Penurunan tingkat kesadaran pada pasien dengan respirator dapat terjadi akibat
penurunan PCO2 yang menyebabkan vasokontriksi cerebral. Akibatnya akan
menurunkan sirkulasi cerebral.
B 4 : Bladder (Perkemihan Eliminasi Uri/Genitourinaria)
- Kateter urin
- Urine : warna, jumlah, dan karakteristik urine, termasuk berat jenis urine.
- Penurunan jumlah urine dan peningkatan retensi cairan dapat terjadi akibat
menurunnya perfusi pada ginjal.

B 5 : Bowel (Pencernaan Eliminasi Alvi/Gastrointestinal)


- Rongga mulut
Penilaian pada mulut adalah ada tidaknya lesi pada mulut atau perubahan pada
lidah dapat menunjukan adanya dehidarsi.
B 6 : Bone (Tulang Otot Integumen)
- Warna kulit, suhu, kelembaban, dan turgor kulit.
III. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Hasil laboratorium
-Trombosit menurun <100.000/ (pada hari sakit ke 3 7
- Hematokrit meningkat 20% atau lebih
- Albumin cenderung menurun
-SGOT, SGPT sedikit meningkat
- Asidosis metabolik pada lab BGA (pc02 < 35 40 mmHg, HCO3 menurun.
-Dengue blat 19m positif 19G positif pada hari ke 6.
-NS 1 positif
2. Foto rontgen
-Pemeriksaan foto thorax RLD (Right Lateral Dext)
- Efusi Pleura (PEI %)
3. USG
Pada pemeriksaan USG biasanya ditemukan
-Asites dan Efusi pleura
- Hepatomegali
IV. DIAGNOSA
1.

Peningkatan suhu tubuh (hipertermi) berhubungan dengan peningkatan laju


metabolisme.

Tujuan
Rencana
Mempertahankan suhu tubuh a.
Ukur tanda-tanda vital a.
normal.
(suhu).
KH :
b.
Berikan kompres hangat.
Suhu tubuh antara 36 c.
Tingkatkan intake cairan.b.
0
37 C.
Membrane mukosa basah.
Nyeri otot hilang.
c.

2.

Rasional
Suhu 38,90C-41,10C
menunjukkan proses
penyakit infeksi akut.
Kompres hangat akan
terjadi perpindahan panas
konduksi.
Untuk mengganti cairan
tubuh yang hilang akibat
evaporasi.

Defisit volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif.


Tujuan
Rencana
Kebutuhan cairan terpenuhi.a.
Observasi tanda-tanda a.
KH :
vital paling sedikit setiap
Mata tidak cekung.
tiga jam.
Membrane mukosa tetap b.
Observasi dan cata intake
dan output.
lembab.
c.
Timbang berat badan.
Turgor kulit baik.
d.
Monitor pemberian cairanb.
melalui intravena setiap jam.

Rasional
Penurunan sirkulasi darah
dapat terjadi dari peningkatan
kehilangan cairan
mengakibatkan hipotensi dan
takikardia.
Menunjukkan status volume
sirkulasi, terjadinya /
perbaikan perpindahan cairan,
dan respon terhadap terapi.
c.
Mengukur keadekuatan
penggantian cairan sesuai
fungsi ginjal.
d.
Mempertahankan
keseimbangan
cairan/elektrolit.

3.

Perubahan

nutrisi

kurang

dari

kebutuhan

tubuh

berhubungan

dengan

ketidakmampuan untuk mencerna makanan.


Tujuan
Rencana
Rasional
Kebutuhan nutrisi adekuat. a.
Berikan makanan yang a.
Mengganti kehilangan
KH :
disertai dengan suplemen
vitamin karena
nutrisi untuk meningkatkan
Berat badan stabil atau
malnutrisi/anemia.
kualitas intake nutrisi.
b.
Porsi lebih kecil dapat
meningkat.

b.

Anjurkan kepada orang tua


untuk memberikan makananc.
dengan teknik porsi kecil
tapi sering secara bertahap. d.
c.
Timbang berat badan
setiap hari pada waktu yang
sama dan dengan skala yang
e.
sama.
d.
Pertahankan kebersihan
mulut klien.
e.
Jelaskan pentingnya
intake nutrisi yang adekuat
untuk penyembuhan
penyakit.
4.

meningkatkan masukan.
Mengawasi penurunan berat
badan.
Mulut yang bersih
meningkatkan selera makan
dan pemasukan oral.
Jelaskan pentingnya intake
nutrisi yang adekuat untuk
penyembuhan penyakit.

Perubahan perfusi jaringan kapiler berhubungan dengan perdarahan.


Tujuan
Perfusi jaringan perifer
adekuat.
KH :
TTV stabil.

Rasional
Penurunan sirkulasi darah
dapat terjadi dari peningkatan
vital.
kehilangan cairan
b.
Nilai kemungkinan
mengakibatkan hipotensi.
terjadinya kematian jaringan
b.
Kondisi kulit dipengaruhi
pada ekstremitas seperti
oleh sirkulasi, nutrisi, dan
dingin, nyeri, pembengkakan immobilisasi.
a.

Rencana
Kaji dan catat tanda-tanda
a.

kaki.
5.

Kurang pengetahuan berhubungan dengan tidak familiar dengan sumber informasi


Tujuan
Klien mengerti dan
memahami proses penyakit
dan pengobatan.

a.

Rencana
Tentukan kemampuan dana.

kemauan untuk belajar.


b.
Jelaskan rasional
pengobatan, dosis, efek

belajar memudahkan
b.

samping dan pentingnya


minum obat sesuai resep.
c.
Beri pendidikan kesehatan
mengenai penyakit DHF.

Rasional
Adanya keinginan untuk
penerimaan informasi.
Dapat meningkatkan
kerjasama dengan terapi obat
dan mencegah penghentian
pada obat dan atau interkasi
obat yang merugikan.

c.

Dapat meningkatkan
pengetahuan pasien dan dapat
mengurangi kecemasan.