You are on page 1of 5

GEMPA DAN GUNUNG BERAPI

Oleh : Rahmanhadiq

Mengenai Gempa bumi , Allah menyampaikan firmanNYA di dalam Al Qur’an yang


berbunyi ;

“ Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak)
goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas,
agar mereka mendapat petunjuk.(qs Al Anbiyaa’ 21:31)“.

“ Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama
kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,
(qd An Nahl 16:15) “.

“ Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-
gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan
memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air
hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang
baik.(qs Lukman 31: 10) ”.

Pertanyaannya ; “ Apakah benar bahwa gunung Berapi dapat mencegah dan menghentikan
gempa Bumi? Menurut hasil surver geologi , justru di daerah pegununganlah yang terbanyak
terjadi gempa bumi , baik gempa bumi vulkanik maupun gempa bumi tektonik. Bahkan beberapa
pakar geologi menyimpulkan bahwa penyebab gempa bumi adalah karena banyaknya gunung-
gunung berapi yang masih aktif seperti di pulau sumatera dan jawa.

Apakah keterangan ayat-ayat Al Qur’an itu kontradiksi dengan pendapat ahli geologi? Atau
pakar Geologi tersebut yang salah dalam menyimpulkan hipotesanya? Metode apakah yang
dapat membuktikan bahwa keterangan ayat diatas tidak bertentangan dengan penemuan sain?
Bagaimana seorang muslim menjelaskan kebenaran ayat tersebut?

Mungkin kita masih teringat kejadian gempa tektonik di Sumatera Barat yang meluluh
lantakkan ranah minang yang mengorbankan banyak jiwa dan harta. Berdasarkan survey ahli
Geologi, daerah Sumatera Barat termasuk jalur tektonik yang aktif menghasilkan gempa bumi.
Jalur tektonik aktif ini, disebut juga Jalur Busur Dalam dari Sirkum Mediterania yang
memanjang mulai dari pergunungan Alpen di Eropa terus ke pegunungan Himalaya dan masuk
ke Indonesia melalui Pulau Sumatera, jawa, Bali, Nusatenggara Barat dan berakhir di Maluku.
Pulau Sumatera juga merupakan pertemuan dari jalur pergunungan Hymalaya dengan jalur
pergunungan Pasifik yang merupakan sistim pegunungan muda yang masih labil dan akif.

Itulah sebabnya Indonesia khususnya pulau Sumatera merupakan daerah yang sering mengalami
gempa Bumi. Setiap hari tercatat ratusan kali getaran tektonik dan vulkanik dalam skala Richter
rendah yang masih terdeteksi , dan hanya beberapa kali diatas skala 7 Richter seperti yang
menyebabkan bencana alam baru-baru ini.

Sebagaimana kita ketahui bahwa bumi berbentuk bola dengan radius sekitar 6500 Km.
Permukaan bumi tidak datar, ini disebabkan oleh tekanan dan desakan dari dalam bumi dan juga
karena perubahan dari berbagai tekanan di atas permukaannya.

Dari bukti-bukti sain, menunjukkan bahwa lapisan bumi hanya mengadung 20% padatan, yaitu
lapisan Litosfir (kedalam sekitar 100 km), lapisan kerak dan selubung (ketebalan 500 – 1000
km), dan 80% sisanya adalah air dan magma yang sangat panas. Lapisan paling dalam (inti
bumi) berdiameter sekitar 5500 –6500 Km berupa magma dengan suhu mencapai 5000 dejarat
celcius, diikuti oleh lapisan diatasnya berupa lapisan yang disebut degan Mantel (ketebalannya
2500 –3000 Km) yang juga berupa magma panas bersuhu 2200 derjat celcius.
Lapisan padat yang merupakan selubung bagian atas bumi bagaikan lempengan tipis yang
sedang terapung diatas lapisan magma yang panas sehingga lempeng ini akan selalu bergerak
dan mengalami berbagai tekanan menghasilkan tabrakkan, patahan, getaran dan guncangan.

Pada lapisan yang tebalnya hingga 1000 Km inilah yang merupakan tempat terjadinya sumber
getaran yang menghasilkan gempa bumi. Bumi ini menyimpan energy panas yang sangat besar
yang sewaktu-waktu bisa meledak apabila bumi tidak dirancang memiliki sitem pendingin dan
sistim peredam getaran/tekanan yang hebat. Kalau tubuh manusia mempunyai pori-pori sebagai
sistem ventilasi dan pembuangan , maka gunung-gunung juga merupakan posi-porinya bumi
yang dirancang untuk system ventilasi dan meredam goncangan akibat tekanan yang tidak stabil
dari dalamnya. Sekiranya permukaan bumi ini tertutup rapat dan tidak ada satupun gunung
berapi, apakah yang akan terjadi ? Mungkin bumi ini akan retak, pecah dan meledak.

Bagaimana hubungan antara gunung berapi dengan gempa? Dari hasil penemuan sain,
menunjukan bahwa lapisan atas bumi ( litosfir dan selubung bumi) akan selalu mengalami
pergesaran dan pergerakan. Pernyebabnya adalah adanya sumber panas yang sangat hebat yang
berasal dari lapisan dalam bumi. Panas ini menyebabkan bebatuan dan unsur-unsur mineral
menjadi cair dan berbagai macam gas terperangkap di dalam magma tersebut. Artinya terdapat
sekitar 40 – 50% dari volume bumi, mengandung magma panas yang tersimpan di bagian dalam
bumi. Magma yang panas tersebut akan memuai lalu naik keatas mendesak lempeng dan kerak
bumi , sehingga menyebabkan lempeng-lempeng itu saling menjauh.

Ketika magma mencapai bagian atas yang lebih dingin,maka magma tersebut akan menyusut dan
memadat karena proses pendinginan. Akibatnya lempeng-lempeng tersebut akan bergerak
kembali mengisi ruang magma yang menyusut tersebut. Pada saat lempeng-lempeng itu bergerak
kembali, maka akan terbentuk lagi retakan-retakan yang menyebabkan magma dibagian bawah
terdorong keatas diantara retakan tersebut. Apabila magma cair mempunyai kekuatan yang
cukup besar, maka lapisan magma yang sudah memadat tersebut akan terus didesak keatas
secara bertahap hingga akhirnya mencapai permukaan bumi dan terbentuklah gunung berapi.
Konsistensi magma dapat berubah dari cair menjadi semisolid lalu menjadi padat selama proses
pendinginan. Magma yang bersifat semisolid atau setengah cair ini bersifat lentur sehingga dapat
berfungsi menahan setiap getaran atau goncangan yang terjadi akibat benturan-benturan dari
lempeng-lempeng yang bergerakan dan bertabrakan tersebut. Tedapat hubungan sebab akibat
dan hubungan saling menstabilkan antara terbentuknya gunung berapi dengan benturan lempeng
yang saling bergerak dan berbenturan. Hal ini dapat dibuktikan dimana di daerah yang banyak
terdapat gunung berapi, maka banyak pula terjadi pergeseran dan pergerakan lempeng , sehingga
di daerah tersebut sering terjadi gempa baik yang yang bersakala kecil maupun yang besar.

Walaupun patahan tersebut hanya beberapa centimeter saja, akan dapat menghasilkan getaran
hebat dipermukaan bumi. Terdapat dua jenis gempa bumi, yaitu Gempa Tektonik yang
disebabkan oleh perbenturan atau patahan lempeng-lempeng dan Gempa Vulkanik yang
disebabkan gejolak gunung berapi akibat tekanan dan desakan panas yang belum stabil dari
bawah.

Bisa saja sebuah gunung berapi kelihatan kecil di permukaan, tetapi di dalamnya bagaikan akar
pohon yang bercabang kemana-mana. Gunung berapi bagaikan tiang yang dipancangkan dengan
dasar atau akar yang sangat kokoh menjulang ke dasar bumi. Sedemikian kokohnya kedudukan
gunung-gunung diatas permukaan bumi sehingga sebesar apapun sungai yang ada tidak mungkin
sanggup menggesar Gunung bergeser ke laut. Seperti yang disampaikan pada surat An Naml
ayat 61 yang berbunyi ;

Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan
sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk
(mengokohkan) nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping
Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak
mengetahui.( qs An Naml 27:61)

Kembali ke ayat-ayat di dalam Al Qur’an yang menerangkan mengenai hubungan Gunung berapi
dan guncangan yang ditimbulkannya. Allah dalam AL Qur’an menyampaikan tentang Gempa
bumi dengan gaya bahasa yang sangat bijak dan penuh perhitungan untuk dipikirkan dan
dianalisa. Secara spesifik, Allah tidak mengatakan hubungan antara gempa bumi dengan
keberadaan gunung berapi. Tidak satupun ayat di dalam AL Qur’an yang mengatakan bahwa
gunung berapi dapat mencegah gempa bumi dan tidak juga menghilangkan gempa bumi.
Gunung hanya melindungi bumi dari goncangan yang disebabkan oleh gempa atau
menstabilkan goncangan yang diakibatkan oleh gesekan, patahan dan tekanan dari
lempeng-lempeng tektonik. Fenomena ini menjelaskan bahwa gempa tidak dapat dihentikan
oleh gunung berapi dan tidak bisa juga mencegah sebelum gempa terjadi. Gempa akan terjadi
terus selama adanya pergerakan dari lempeng-lempeng tersebut akibat adanya gejolak dari cairan
magma yang sangat panas di lapisan dalam bumi.

Allah SWT, karena sifatNYa yang maha bijaksana, menyampaikan Firmannya dengan
tatabahasa yang santun sesuai dengan tanda-tanda alam agar manusia dapat mengambil
pelajaran. Al Qur’an bukanlah buku pelajaran tentang Sain, tetapi Allah dengan sifatnya yang
maha Bijaksana dan penuh Kasih Sayang memberikan tanda-tanda dan penuntun yang benar agar
manusia berusaha untuk mempelajari dan mengambil mamfaatnya.

Semoga keterangan ini akan menjadi renungan , menyadarkan dan mensyukuri segala Karunia
Allah yang tidak pernah habis-habisnya. Maha Benar Allah dengan segala FirmanNYA.

Disusun dan disampaikan oleh ;

Rahamanhadiq

20 Februari 2010