You are on page 1of 13

ARMANS CHILDHOOD DEVELOPMENT

MASA KEHAMILAN & KELAHIRAN


Arman Muhammad Yusuf dilahirkan di kota Ambon pada hari jumat, 28
Agustus 1987. Ia dilahirkan di rumah orang tuanya pada waktu dini hari sekitar jam
04.00 pagi itu. Dengan usia kandungan ibunya yang berumur 9 bulan 10 hari, usia
yang cukup menurut ilmu kedokteran untuk melahirkan. Arman lahir dengan kondisi
sehat dan normal, dengan berat 2,5 kg serta panjang 48 cm. Proses kelahirannya
dibantu oleh bidan keluarga yang sudah terlatih dan berpengalaman. Saat itu sang ibu
ditemani ayah dan adik ipar ibu dan tentu saja bidan yang menangani persalinan ibu.
Arman terlahir sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara, dimana kakak pertama dan
kedua adalah perempuan, kakak yang ketiga laki-laki dan yang keempat perempuan.
Jadi Arman adalah anak laki-laki terakhir dalam keluarganya.
Menurut proses awal kehamilan sang ibu, keadaan pada waktu Arman dalam
kandungan adalah normal. Ibu tidak mengalami gangguan yang berarti kecuali di
awal kehamilan. Dimana ibu tidak mau keluar dari kamar atau bertemu dengan
banyak orang. Hal ini dikarenakan oleh pengaruh emosi ibu yang mudah berubahubah dimasa kehamilannya. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, karena
keadaan emosi seperti itu adalah wajar terjadi pada masa kehamilan trimester pertama
atau lebih dikenal dengan masa ngidam yang pada umumnya terjadi di awal
kehamilan hingga berlangsung selama 3 bulan kehamilan. Namun ibu masih berusaha
untuk ketemu ataupun berkomunikasi dengan anggota keluarga terdekat atau pun
tetangga terdekat yang datang mengunjungi atau bersilaturrahim.
MASA BAYI
1. Tugas Perkembangan
Agar lebih memudahkan penjabaran perkembangan bayi nan imut ini, maka
akan mengikuti tugas perkembangan yang dipaparkan oleh Havighurst (dalam
Hurlock, 2004) sebagai berikut:

Belajar memakan makanan padat


Sejak bayi yang memiliki hidung mancung ini dilahirkan, ia diberi ASI
hingga berumur 2 tahun lebih. Setelah berumur 4 bulan Arman dikenalkan

GREAT CHILD, GREAT MAN, GREAT LIFE...

ARMANS CHILDHOOD DEVELOPMENT

dengan pemberian makanan tambahan sebagaimana umumnya anak bayi pada


usia tersebut. Ia mulai diberikan sereal untuk melatih memakan makanan
padat. Selanjutnya pada usia 6 bulan, anak bungsu ini diberikan makanan
yang lebih padat yaitu pisang dan papaya.
Sang ibu juga tak pernah lupa untuk selalu membawanya ke posyandu
agar diberikan imunisasi sehingga dalam perkembangannya dalam 12 bulan
pertama Arman tidak mempunyai gangguan penyakit yang berarti selain flu,
pilek, batuk dan demam yang dalam hitungan hari bisa sembuh berkat
perawatan yang telaten dan sabar oleh sang ibu. Pada umur 1 tahun Arman
dikenalkan dengan susu tambahan berupa susu kaleng khusus balita. Meski
pada awalnya ditolak, namun karena kesabaran sang ibu, akhirnya Arman bisa
menerima susu tambahan tersebut selain ASI.

Belajar berjalan.
Sekitar usia 6-7 bulan, Arman sudah mulai merangkak. Kemudian
pada umur 10 bulan Arman sudah mulai belajar berjalan sehingga pada umur
1 tahun sudah lancar dan kuat berjalan. Hal ini merupakan salah satu
perkembangannya yang cukup pesat. Ketika belajar berjalan, bayi cakep ini
selalu berpegangan pada apa-apa yang berada di sekitarnya. Untungnya dalam
belajar berjalan, ia tidak pernah memecahkan barang-barang yang ada di
rumah.

Belajar berbicara
Dalam berbicara, Arman mulai mengucapkan kosakata seperti mama pada usia sekitar 9 bulan. Pada masa ini pula kata yang sering dilontarkan
Arman yaitu bum-bum tet-tet. Yaitu sebutan bagi mobil yang berada pada
jangkauannya. Dan ia pun sangat senang jika diajak berkendara karena akan
melihat banyak mobil.

Belajar mengendalikan pembuangan kotoran (toilet training)


Untuk toilet training, pada umur 1,6 tahun Arman sudah bisa
melakukannya sendiri di kamar mandi tanpa harus melakukannya di

GREAT CHILD, GREAT MAN, GREAT LIFE...

ARMANS CHILDHOOD DEVELOPMENT

sembarang tempat. Tapi tentunya dalam hal membersihkan diri, ia masih perlu
bantuan orang lain.
Pada waktu-waktu tidur, Arman termasuk dalam bayi yang tidak sering
ngompol. Karena sejak usia 4 bulan, ia sudah jarang kencing di tempat tidur
pada waktu tidur.

Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya.


Tugas perkembangan bayi satu ini belum terlalu aktif diperankan oleh
Arman. Namun untuk memperkenalkan peran seks padanya, orangtunya
membelikan mainan yang umumnya bagi anak laki-laki. Yaitu robot-robotan,
mobil-mobilan, serta mainan bongkar pasang.

Mempersiapkan diri untuk membaca


Untuk hal membaca, tugas perkembangan ini belum dipersiapkan bagi
Arman. Tugas tersebut barulah dipersiapkan pada masa anak-anak dan mulai
difokuskan pada masa itu.

Belajar membedakan benar-salah


Proses pembelajaran benar-salah dilakukan sepenuhnya oleh orangtua.
Dimana ketika Arman melakukan kesalahan dalam melakukan sesuatu, maka
orangtuanya akan menunjukan wajah kesal sambil mengeluarkan kalimat
larangan. Sebaliknya jika Arman melakukan perbuatan yang benar, maka ia
akan diberi tepuk tangan dan wajah gembira dari orang di sekitarnya sebagai
bentuk pujian pada dirinya.

2. Emosi
Emosi yang dikeluarkan Arman sama dengan bayi pada umumnya. Ia akan
menangis jika mainan yang sedang dipegangnya diambil. Bahkan jika ia telah
meronta-ronta, maka ia akan menggulingkan dirinya di lantai. Begitu pula dengan
hal-hal yang membuat ia gembira, Arman akan tertawa atau tersenyum bagi orang
yang mengajaknya bercanda ataupun menggelitiknya.
Emosi yang menonjol pada diri Arman baru berkembang lebih spesifik
pada masa kanak-kanak.

GREAT CHILD, GREAT MAN, GREAT LIFE...

ARMANS CHILDHOOD DEVELOPMENT

3. Pola Asuh
Bila dikaitkan dengan pola asuh, apakah itu demokratis, permisif, maupun
otoriter, maka pada masa bayi, nampaknya Arman diperlakukan secara permisif.
Ia diberikan kebutuhan oleh orangtuanya sebagai bentuk kasih sayang.
Selanjutnya ketika hendak memasuki masa kanak-kanak, maka Arman mulai
diberikan larangan-larangan sehingga pada masa selanjutnya orangtuanya
mengembangkan pola asuh demokratis.
4. Hubungan Keluarga
Arman mendapatkan kasih sayang yang tidak kurang dari kedua
orangtuanya maupun keluarga yang lain. Kemungkinan karena faktor ia anak
bungsu dan memang orangtuanya sangat menyayangi anak-anaknya.

MASA KANAK-KANAK AWAL


Pada masa ini, tugas perkembangan Arman tidak jauh berbeda dengan masa
sebelumnya. Hanya saja beberapa tugas perkembangan yang belum tuntas mulai
berkembang lebih baik.
1. Tugas Perkembangan

Belajar berjalan
Pada usia sekitar kurang 2 tahun, Arman telah mampu berjalan sendiri
tanpa bantuan orang lain. Ia bahkan mampu berlari-lari walau kadang terjatuh
karena ketidakseimbangan tubuh.

Belajar berbicara
Usia sekitar 2 tahun Arman sudah mampu menyebut dan
menggunakan kalimat yang sederhan. Ia pun mampu memahami apa yang
telah dikatakan orang lain.

Belajar membaca

GREAT CHILD, GREAT MAN, GREAT LIFE...

ARMANS CHILDHOOD DEVELOPMENT

Memasuki usia 4 tahun Arman mulai diajarkan membaca oleh kakak


dan keluarga terdekatnya yang ada disekitarnya. Walaupun belum terlalu
lancar, namun ia sudah bisa mengenal huruf dan juga berhitung.

Belajar membedakan peran seks


Arman juga sudah mulai mengerti akan perbedaan jenis kelamin antara
keluarganya dan lingkungan bermain. Meski dekat dengan ibu dan saudara
perempuannya, namun dalam bergaul ia membatasi diri bermain dengan
teman-teman perempuan sebayanya.
Cuma satu teman bermainnya perempuan itu pun tantenya yang
terpaut 1 tahun lebih muda darinya. Juga karena tantenya itu pembawaannya
yang suka bermain dengan anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.
Alasannya pada waktu itu, ia tidak suka anak perempuan yang kalau
ditemani main suka marah-marahan dan juga cerewet. Namun lambat laun
Arman mengurangi pergaulannya dengan teman perempuan karena ia tidak
suka kalau diejek atau sering dikatakan anak banci karena tidak suka
kekerasan juga berkelahi.

2. Emosi
Pada usia ini, sifat egoismenya tinggi sekali. Ia tidak suka berbagi dengan
teman-temannya yang dianggapnya pelit atau kasar padanya. Ia hanya mau
berteman jika temannya itu tidak suka mengganggunya ataupun merongrongnya
dengan permintaan yang tidak disukainya. Hal itu berlaku tidak hanya disekolah
namun juga di rumah. Terhadap kakak-kakaknya ataupun anggota keluarga yang
lain, ia selalu memaksakan keinginannya. Yang apabila keinginannya tidak
dituruti ia akan marah atau ngambek.
Arman juga tergolong anak yang pemalu. Dia tidak mudah akrab dengan
orang lain yang baru dikenalnya. Namun apabila sudah kenal maka ia seakan tak
mau berpisah dengan orang tersebut. Hal ini mungkin terbawa oleh sifat
manjanya. Perkembangan sikap dan sifat Arman semasa taman kanak-kanak pada
cawu pertama oleh gurunya dinilai kurang. Hal ini bisa dilihat dalam penilaian

GREAT CHILD, GREAT MAN, GREAT LIFE...

ARMANS CHILDHOOD DEVELOPMENT

pengembangannya yang rata-rata diberi nilai K (kurang) oleh gurunya. Mungkin


karena masih dalam tahap penyesuaian. Namun memasuki cawu 2 dan cawu 3
penilaian perkembangan sikap dan sifat mulai mengalami kemajuan. Rata-rata
penilaian yang diberikan oleh gurunya adalah C dan B.
3. Usia pra sekolah (sebutan pendidik)
Pada usia 5 tahun Arman dimasukkan ke sekolah Taman Kanak-kanak
Barunawati Ambon. Dimana pada saat itu Arman masih mempunyai kebiasaan
menyusu botol. Maka oleh gurunya, sedikit demi sedikit Arman diajarkan untuk
minum susu atau pun teh menggunakan gelas. Ia juga diberitahu bahwa kebiasaan
seperti itu kurang bagus nantinya untuk pergaulan maupun kesehatan giginya.
Awalnya memang susah untuk menghilangkan kebiasaannya itu. Namun berkat
kerja sama ibu dan gurunya, akhirnya Arman mau meninggalkan kebiasaannya
menyusu dengan botol.
4. Usia Meniru (sebutan psikolog)
Pada usia ini, Arman suka menonton film kartun maupun robot-robot. Film
yang ia sukai yaitu Power Ranger. Ketika sedang menonton, ia akan meniru aksiaksi para jagoannya yang melawan penjahat. Bahkan ketika bermain pun ia akan
memerankan tokoh Power Ranger bersama teman sebayanya.

MASA KANAK-KANAK AKHIR


1. Tugas Perkembangan

Mempelajari keterampilan fisik


Perkembangan Arman dalam ketrampilan fisik berjalan normal. Pada
usia 9 tahun ia menyenangi olahraga bulutangkis dan sepakbola. Dan pada
usia 11 tahun ia sudah bisa berenang. Padahal dalam usia tersebut Arman
termasuk lambat dalam berenang, karena ia tinggal di lingkungan pantai.
Temannya rata-rata sudah bisa berenang pada usia 6-7 tahun.

GREAT CHILD, GREAT MAN, GREAT LIFE...

ARMANS CHILDHOOD DEVELOPMENT

Membangun sikap yang sehat mengenai diri


Dalam pergaulan, Arman

selalu merasa

tidak percaya

diri.

Sebagaimana disebutkan di atas, ia sangat pemalu dengan orang lain. Bahkan


dengan keluarganya sendiri.

Menyesuaikan diri dengan teman seusia


Karena

sifat

pemalunya

itu,

Arman

termasuk

sulit

dalam

menyesuaikan diri dengan teman maupun orang yang baru ditemuinya.


Namun, jika telah mengenalnya lebih baik, maka ia akan selalu bermain
denganorang tersebut.

Mengembangkan peran pria/wanita dengan tepat


Masa sekolah dasar sangat mengembangkan peran gender pada
Arman. Dia yang mulanya sering bermain dengan cewek pada awal kanakkanak, pada masa ini sering bermain dengan teman laki-laki. Terutama setelah
pulang sekolah, Arman bersama temannya selalu bermain bola dan brenang di
pantai belakang rumahnya.

Mengembangkan ketrampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung


Pada kelas 1 SD, Arman sudah bisa membaca walaupun tersendatsendat. Hal ini karena persiapan membaca yang dilakukan orangtunya serta
kakaknya pada masa awal kanak-kanak. Pada usia itu juga ia sudah bisa
menulis dan berhitung dengan baik. Dan selama akhir kanak-kanak, Arman
termasuk anak yang pandai dalam bidang akademik.

Mengembangkan pengertian-pengertian
Dalam

mengembangkan

pengertian-pengertian,

Arman

selalu

dinasehati oleh ibunya tentang apa saja yang ia lakukan ataupun


pandangannya tentang sesuatu.

Mengembangkan hati nurani, moral, tata nilai


Sejak masa awal kanak-kanak, Arman selalu diberi bimbingan mengaji
oleh ibunya. Pada saat itu juga, ia sering dibacakan cerita nabi-nabi agar
berkembang kepribadian islaminya. Di masa akhir kanak-kanak (tepatnya

GREAT CHILD, GREAT MAN, GREAT LIFE...

ARMANS CHILDHOOD DEVELOPMENT

pada usia 6 tahun) agar ia memahami tata nilai bermasyarakat, ia selain


disekolahkan juga dimasukkan di pengajian yang berada di dekat rumahnya.
2. Usia Menyesuaikan Diri (Sebutan Psikolog)
Arman Sekolah Dasar. Ia masuk SD yang jaraknya dekat dengan rumah dan
kebetulan pula menyelesaikan pendidikan TK-nya pada tahun 1993. Pada masa
ini ia mulai memasuki jenjang semua kakaknya sekolah disitu. Jadi secara tidak
langsung ia tidak lepas dari pengawasan keluarga. Awal sekolahnya, ia masih
ditunggui oleh ayahnya, berhubung ibunya adalah ibu rumah tangga sejati yang
tidak bisa meninggalkan pekerjaan rumah tangganya. Kebetulan ayahnya adalah
pedagang sehingga tidak terlalu terikat dengan waktu.
Namun hal itu tidak berlangsung lama karena ia satu sekolah dengan kakakkakaknya dan juga tetangga maupun keluarganya yang lain. Jadi dalam waktu 3
hari ia sudah tidak ditemani lagi oleh ayahnya. Karena ia tidak merasa asing lagi
dengan lingkungan barunya yang ternyata adalah teman-temannya yang sudah
dikenalnya.
3. Usia Menyulitkan (sebutan orangtua)
Hurlock (2004) mengatakan bahwa masa awal kanak-kanak merupakan masa
yang menyulitkan sebagaimana dilabelkan orangtua pada anaknya. Masa ini, si
anak seringkali bandel, keras kepala, dan melawan.
Hal ini pun terjadi pada diri Arman dimana ada satu sifat jelek yang melekat
pada dirnya yaitu sifat cuek. Atau barangkali bisa dibilang sifat masa bodoh. Ia
tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi disekelilingnya selama hal itu tidak
bersinggungan dengannya.
Misalnya ketika ia diajak oleh ibunya ke pasar. Dari rumah ia sudah dijanjikan
akan dibelikan mainan apabila ia bersikap baik dan tidak rewel selama menemani
ibu di pasar. Ia menyanggupi hal tersebut. Awalnya ia memang bersifat baik dan
manis. Sehingga ibunya akan membelikan apa yang diinginkannya. Namun begitu
ketika ia sudah memperoleh apa yang diinginkannya, ia akan segera merengek

GREAT CHILD, GREAT MAN, GREAT LIFE...

ARMANS CHILDHOOD DEVELOPMENT

pada ibunya agar segera pulang. Ia tidak peduli apakah ibunya sudah selesai
berbelanja atau tidak. Yang jelas ia ingin segera pulang agar bisa mencoba mainan
barunya.
4. Usia Sekolah Dasar (sebutan pendidik)
Di sekolahnya Arman termasuk anak yang tergolong pandai dalam bidang
akademis. Jika dinilai dari bidang akademis disekolahnya Arman senantiasa
memperoleh nilai yang tertinggi dikelasnya. Selama 3 tahun berturut-turut ia
menduduki peringkat pertama. Namun hal ini tidak membuatnya sombong atau
menjadi malas belajar. Dalam diri Arman sudah tertanam sikap atau sifat yang
pantang mundur dan ingin maju atau dengan kata lain ia ingin berbuat yang lebih
baik dari pada hari ini.
Karena prestasi yang terus diraihnya, maka timbul kepercayaan dari gurugurunya sehingga suatu ketika Arman tidak mengikuti ujian cawu, ia tetap
memperoleh peringkat pertama.
Tahun 1995, kakak tertuanya yang selalu menjaga dan merawatnya selain
ibunya, menikah. Sehingga otomatis mereka sekeluarga berangkat ke Ujung
Pandang untuk melangsungkan pernikahan kakaknya disana. Padahal pada saat
itu ia sedang dalam persiapan mengikuti ujian cawu. Namun karena kebaikan hati
guru dan kebijaksanaan dari kepala sekolahnya, maka ia diberi ijin untuk
menghadiri pernikahan kakaknya. Walaupun pada akhirnya ia memperpanjang
ijinnya menjadi 1 bulan ditambah dengan libur cawu hingga menjadi 2 bulan. Hal
ini dikarenakan ia mengikuti kakaknya yang sudah menikah diboyong ke Jakarta
dimana suami kakaknya tinggal dan bekerja. Ia berada disana kurang lebih 1
bulan karena mengunjungi keluarga yang ada di Jakarta, Tangerang dan Bandung.
Arman diikutkan oleh ibunya yang memang tidak pernah pisah dengannya.
Begitu pulang ke Ambon, ia diberi tes susulan oleh gurunya. Untunglah ia
bisa mempertahankan peringkatnya. Barangkali itu juga merupakan salah satu
faktor keberuntungan bagi Arman. Karena bagi orang lain mungkin mereka akan
tinggal kelas atau setidaknya nilainya akan menurun.

GREAT CHILD, GREAT MAN, GREAT LIFE...

ARMANS CHILDHOOD DEVELOPMENT

5. Usia Bermain (sebutan psikolog)


Seperti anak-anak pada umumnya Arman selalu ingin bermain setiap waktu.
Ia selale merengek-rengek untuk membeli mainan terutama robot-robotan yang
telah ia lihat di televisi. Tak heran jika mainannya banyak apalagi ditambah
mainan peninggalan kakaknya.
Akan tetapi dalam bermain Arman mempunyai tanggung jawab yang besar
serta dispilin. Buktinya, apabila ia bermain dengan mainannya, begitu selesai
maka ia langsung merapikan dan menyimpannya kembali ditempat semula
dengan mengaturnya terlebih dahulu agar terlihat rapi apabila dipandang. Dan
Arman tidak segan-segan memarahi atau membentak siapapun yang menyentuh
barang-barang miliknya tanpa terlebih dahulu minta izin padanya. Dan ia akan
tahu bahwa ada yang sudah mamakai atau memindahkan mainannya dengan
hanya melihat perubahan posisi mainannya, padahal pada saat itu ia sedang tidak
berada ditempat.
6. Emosi
Arman termasuk anak yang perasa. Sehingga apabila di tempat pengajiannya
ada anak yang dimarahi walaupun bukan dia yang dimarahi, maka ia akan pulang
ke rumah dengan wajah ketakutan dan sedih karena dikira ia yang dimarahi.
Arman memang tidak pernah diperlakukan kasar oleh orangtuanya ataupun
saudara-saudaranya yang lain. Ia memang anak kesayangan karena pribadinya
yang sabar dan penurut bila dibandingkan dengan kakak laki-lakinya yang
tergolong nakal pada umurnya. Namun orangtuanya tidak pernah membedakan
antara anak mereka yang satu dengan yang lainnya. Kasih sayang mereka sama
besar dan sama rata kepada anak-anaknya. Karena mereka berprinsip anak adalah
rejeki dari Allah SWT yang patut disyukuri dan dipelihara degan sebaik-baiknya.
Yang salah tetap dihukum sesuai perbuatannya dan yang baik diberi penghargaan.

GREAT CHILD, GREAT MAN, GREAT LIFE...

ARMANS CHILDHOOD DEVELOPMENT

Bersama Om tercinta

GREAT CHILD, GREAT MAN, GREAT LIFE...

ARMANS CHILDHOOD DEVELOPMENT

Masuk TK mennnnnnnnn..

Senyum Pepsodentttt

Wajah tak Berdosa masuk SD!!!!

Senyum terluka.

GREAT CHILD, GREAT MAN, GREAT LIFE...

ARMANS CHILDHOOD DEVELOPMENT

Hei! Wuzzap men..&$^*(*

S.Psi pada usia 10 tahun(^^,)

Anak Seribu Pulau

With the beloved family

GREAT CHILD, GREAT MAN, GREAT LIFE...