Вы находитесь на странице: 1из 7

LAMPIRAN A

CONTOH PERHITUNGAN YIELD

Batubara merupakan campuran banyak senyawa yang sifatnya sulit


digeneralisasi (non-conventional). Karena itu komponen-komponen dan sifat
kimiawi batubara perlu dikonversi menjadi senyawa-senyawa lain dengan sifat yang
telah diketahui (conventional, yaitu sifat kimia dan fisik yang sudah tersimpan dalam
data termodinamika). Konversi ultimate analysis batubara Tanjung Enim dan Air
Laya (Tabel A. 1) menjadi senyawa-senyawa: C, CO, CH4, H2S, H2, H2O, N2, dan
abu disajikan dalam pasal ini. Konversi tersebut bertumpu pada neraca elemen
(atom): C, H, O, N dan S, serta komponen abu.
Tabel A. 1. Ultimate dan proximate analysis batubara Tanjung Enim
db = dry basis, wb = wet basis
Tanjung
Enim
Batubara
Ultimate Analysis, % (dry basis)
Abu
5,29
C
63,6
H
3,8
S
0,55
N
0,7
O
26,1
Cl
0,004
Proximate Analysis, % (dry basis)
18,7 (wb)
Inherent Moisture Conntent
Abu
5,29
VM
51,78
FC
42,93

Langkah pertama adalah memasukkan air-lembab (moisture) ke dalam


komposisi dasar basah, atau konversi ultimate analysis dasar kering menjadi ultimate
analysis dasar basah (contoh dengan batubara Tanjung Enim):
a. C (dasar basah)
= 63,60% x (100%-18,7%) = 51,71%
b. H (dasar basah)
= 3,80% x (100%-18,7%) = 3,09%
c. N (dasar basah)
= 0,70% x (100%-18,7%) = 0,57%
d. S (dasar basah)
= 0,55% x (100%-18,7%) = 0,45%
e. O (dasar basah)
= 26,10% x (100%-18,7%) = 21,22%
f. Ash (dasar basah)
= 5,29% x (100%-18,7%) = 4,26 %
g. Chlorine (dasar basah)
= 0,004% x (100%-18,7%) = 0,003 %
Dengan basis perhitungan 1 kg batubara dasar basah, komposisi dan jumlah elemen
C, H, O, N, S, dan abu disajikan pada Tabel A. 2. Pada konversi ini, moisture
content masih diperhatikan sebagai H2O, bukan dikonversi menjadi atom H dan
atom O.

A-1

Tabel A. 2. Komposisi Batubara Tanjung Enim (dasar basah)


Komponen
H2O
C
H
N
S
O
Abu
Cl
Total

Komposisi
(% db)

Komposisi
(% wb)
18,70
51,71
3,09
0,57
0,45
21,22
4,26
0,003
100,00

63,60
3,80
0,70
0,55
26,10
5,29
0,004
100,00

Massa
(gram)
187,0
517,1
30,9
5,7
4,5
212,2
42,6
0,3
1000,0

Langkah selanjutnya adalah konversi ultimate analysis dasar basah menjadi


senyawa-senyawa konvensional: CO, CH4, H2S, H2, H2O, N2, ash dan C, seperti
disajikan dalam Gambar A. 1 (basis perhitungan 1000 gram batubara dasar basah).

H2O
18,70
C
51,71
H
3,09
N
0,57
S
0,45
O
21,22
Abu
4,26
Cl
18,70
Total 100,00%
massa 1000 g

Reaktor RYIELD
YCO, YCH4, YH2S, YH2,
YH2O, YN2, Yash, YC

CO
CH4
H2S
H2
H2O
N2
Ash
C
Cl2
Total

..?.. g
..?.. g
..?.. g
..?.. g
..?.. g
..?.. g
..?.. g
..?.. g
..?.. g
1000 g

Gambar A. L.1. Pemodelan konversi batubara menjadi senyawa konvensional


Perolehan produk (Yield) didefinisikan sebagai:
massa senyawa
Y =
100%
massa batubara basah
Jadi: YCO = (massa CO yang terbentuk)/(massa batubara basah)
YCH4, = (massa CH4 yang terbentuk)/(massa batubara basah)
. ....... .............. ...... dan seterusnya.

(A. 1)

Dengan memperhatikan analisis derajat kebebasan soal, perhitungan neraca atom


untuk menentukan Yield setiap komponen (Yi) harus disertai dengan asumsi-asumsi
tambahan, misalnya:
a. semua ash dari batubara terkonversi menjadi ash
b. semua atom N dari batubara terkonversi menjadi N2
c. semua atom S dari batubara terkonversi menjadi H2S
d. 70% massa C dari batubara terkonversi menjadi C
e. 5% massa C dari batubara terkonversi menjadi CH4

A-2

Dengan basis perhitungan massa batubara basah = 1000 gram, Yield masing-masing
komponen adalah sebagai berikut.
Abu = 42,6 g

Yabu = 4,26%
N2
= 5,7 g

YN2 = 0,57%
H2S

34
32

x 4,5 g = 4,78 g

YH2S

= 4,78%

= 70% x 517,1 g = 361,97 g

YC
= 36,20%
16
CH4 = 5% x 517,1 gx
= 34,47 g

YCH4 = 3,45%
12
Cl2
= 0.3g

YCl2 = 0,003%
Neraca Komponen:
Atom C:
Cbatubara, masuk = Ccarbon, keluar + CCH4, keluar + CCO, keluar
12
517,1
= 361,97
+ 25,855 +
CO
28
28
CO = 129,175 x
= 301,41 g YCO = 30,14%
12
Atom O:
Obatubara, masuk + OH2O, masuk = O CO, keluar + O H2O, keluar
16 16
16

x187 = 301,41x +
212,2
+
H2O
28 18
18

18
H2O = 206,19 x
= 231,96 g YH2O = 23,20%
16
Atom H:
Hbatubara, masuk + HH2O masuk = HCH4, keluar + HH2O, keluar + HH2, keluar
4
2
2

30,9 +
x187 =
x34,47 + x231,96 + H2

16
18
18
H2 = 17,29 g
YH2 = 1,73%
Sebagai tambahan contoh model, perhitungan neraca atom untuk dua macam
asumsi konversi C dari batubara menjadi C dan CH4 disajikan dalam Tabel A. 3.
Pada pemodelan lanjut masih banyak pengembangan yang dapat dilakukan terutama
dalam analisis fixed carbon dan volatile matter yang dapat tersusun dari berbagai
senyawa.
C

Tabel A. 3. Distribusi Yield dengan dua asumsi distribusi C dari batubara


Konversi C batubara menjadi C
Konversi C batubara menjadi CH4
Komponen hasil konversi :
Abu
C
CO
CH4
H2S
H2
H2O
N2
Total

A-3

Model 1
Model 2
70%
60%
5%
5%
Yield
4,26%
4,26%
36,20%
31,03%
30,14%
42,23%
3,45%
3,45%
4,78%
4,78%
1,73%
2,59%
23,20%
15,43%
0,57%
0,57%
100,00%
100,00%

LAMPIRAN B
SIMULASI GASIFIKASI BATUBARA MENGGUNAKAN ASPEN
PLUS
Pemodelan dan simulasi lanjut dilakukan dengan simulator proses Aspen-Plus
dengan tujuh model subroutine (lihat Gambar B. 1):
a. RSTOIC: untuk perhitungan neraca massa berdasarkan pada persamaan
stoikiometri reaksi yang diberikan.
b. RYIELD: untuk perhitungan neraca massa dan energi konversi batubara menjadi
senyawa-senyawa konvensional (lihat lampiran A)
c. RGIBBS: untuk perhitungan neraca massa dan energi, serta kesetimbangan reaksi
kimia, berdasarkan perhitungan termodinamika minimisasi energi bebas Gibbs.
d. FLASH2: untuk memisahkan vapor-liquid.
e. HEATER: untuk menurunkan/memanaskan aliran.
f. SPLITTER: untuk membagi aliran.
g. COMPRESSOR: untuk menaikkan.menurunkan tekanan.
Untuk menjaga kesetimbangan neraca energi dalam proses gasifikasi, subroutine diatas,
di samping dihubungan dengan aliran massa, juga dilengkapi dengan aliran energi (lihat
Gambar B. 1). Dengan cara ini, energi yang masuk atau keluar dari blok subroutine dapat
dipenuhi secara seimbang. Gasifikasi dalam Aspen-plus diwakili oleh RSTOIC,
FLASH2, RYIELD, dan RGIBBS.
Aliran Qloss bertanda masuk ke dalam gasifier namun memiliki nilai negatif,
pengubahan tanda aliran ini bertujuan agar besar Qloss dapat divariasikan. Gas produser
keluaran gasifier dimanfaatkan panasnya dalam WHB, temperatur akhir gas produser di
set sebesar 600 0C dengan memanipulasi laju alir dari umpan WHB, temperatur 600 0C
merupakan temperatur kondensasi tar. Steam diproduksi pada WHB pada tekanan sesuai
dengan tekanan gasifikasi. Steam yang dihasilkan dari WHB sebagian digunakan untuk
proses gasifikasi sisanya masuk ke dalam steam turbine.
WATER

WETCOAL

COAL

DRYCOAL

GP

INBURN
QYIELD

RSTOIC

FLASH2

RYIELD

RGIBBS

QFLASH
QSTOIC
QLOSS

Gambar B. 1. Contoh rangkaian proses gasifikasi batubara

OKSIGEN

Simulasi dilakukan dengan basis perhitungan laju alir batubara 100 kg/jam.
Umpan yang digunakan adalah batubara Air Laya. Tiga fasilitas penting di dalam AspenPlus perlu digunakan sebagai bantuan dalam perhitungan simulasi proses gasifikasi .
1. Calculator dalam Aspen dapat digunakan untuk melakukan perhitungan sesuai
dengan keinginan kita, misalnya mengubah satuan atau menghitung besaranbesaran yang belum dihasilkan langsung dari perhitungan Aspen.:
2. Sensitivity Analysis:: digunakan untuk melihat pengaruh dari suatu besaran
terhadap besaran lainnya jika besaran tersebut divariasikan.
3. Design Spesicifation: yang merupakan perangkat pada Aspen-Plus yang dapat
digunakan untuk men-spesifikasi suatu nilai atau besaran dengan memvariasikan
besaran lain.
Prosedur simulasi gasifikasi dengan menggunakan Aspen adalah sebagai berikut:
Spesifikasi Umum
1. Klik
untuk melanjutkan, kemudian OK.
2. Pada judul, tulislah Getting Started with Solids Simulation 1.
3. Pada Accounting, tulislah minimal satu huruf
4. Pada Stream Class field, klik dan pilih MIXNCPSD.

Spesifikasi Komponen
1. Pada komponen ID fields, masukkan komponen yang terlibat. Dibagi sebagai
berikut:
Komponen konvensional; H2O, N2, O2, H2, CO, CO2, SO2, dan lain-lain
Komponen solid; C
Komponen nonkonvensional; Coal, ASH.
Tipe komponen dipilih pada type field.
2. Pada Base method field, klik dan pilih IDEAL.

3. Pada Enthalpy Model name field, klik dan pilih HCOALGEN.

Spesifikasi Aliran Batubara


1. Klik
untuk melanjutkan, kemudian OK.
2. Mengisi spesifikasi aliran Coal terdiri atas:
Kondisi aliran; T, P, laju alir, dan komposisi
Particle size distribution (PSD)
Component attributes: ultanal, proxanal, dan sulfanal
Pengisian berturut-turut sebagai berikut.