You are on page 1of 3

Currency Swap

Cross currency swaps (CCS) adalah kontrak antara 2 pihak yang melibatkan
pertukaran dana dalam mata uang A beserta bunganya dari pihak I dan dana dalam
mata uang B beserta bunganya dari pihak II. Dalam CCS terjadi perpindahan dana
nominal di awal dan di akhir kontrak. Ada fixed to fixed, ada juga fixed to float
currency float.
Contoh , pada tanggal 1 Juli 2007 PT INA memasuki kontrak fixed-to-fixed currency
swap dengan Bank USA di mana:
* Di awal kontrak (1 Juli 2007), PT INA akan membayar ke Bank USA sebesar USD
1 miliar. Bank USA akan membayar ke PT INA sebesar Rp 9 triliun.
* Setiap tanggal 1 Juli mulai tahun 2008 sampai tahun 2017, Indosat akan membayar
10% bunga (fixed) x Rp 9 triliun dalam mata uang rupiah kepada Bank USA .
Sebaliknya, Bank USA akan membayar 5% bunga (fixed) x USD 1 miliar dalam mata
uang US dollar kepada PT INA.
* Di akhir kontrak, tanggal 1 Juli 2017, PT INA akan menerima USD 1 miliar dari
Bank USA dan Bank USA akan menerima Rp 9 triliun dari PT INA.
Tujuan PT A menggunakan CCS adalah untuk mengubah surat utang yang telah
dikeluarkannya dari mata uang US dollar ke dalam mata uang rupiah, karena
pendapatan bisnis PT A adalah dalam bentuk Rupiah.
Sementara Cross Currency Interest Swap (CIRS) adalah swap antara pembayaran
bunga tetap (fixed rate) dalam satu mata uang tertentu dengan pembayaran bunga
mengambang (floating rate) dalam mata uang tertentu yang lain/berbeda, untuk tujuan
mengurangi/membatasi risiko perubahan suku bunga pinjaman yang dijadikan acuan
transaksi derivatif. Bunga swap bukan bunga pinjaman karena dalam transaksi ini
tidak terdapat pinjaman. Ada sejumlah elemen yang harus disepakati oleh kedua belah
pihak yang mengadakan CIRS:
1.Periode atau jangka waktu perjanjian
2.Dua jenis mata uang yang dipertukarkan
3.Jumlah principal dari masing-masing mata uang dan nilai tukarnya
4.Dasar pertukaran pembayaran bunga (fixed atau floating)

Currency swap atau sering disebut transaksi swap adalah suatu transaksi atau kontrak untuk
membeli atau menjual valuta asing lawan valuta lainnya pada tanggal valuta tertentu sekaligus
dengan perjanjian untuk menjual atau membeli kembali pada tanggal valuta berbeda di masa
yang akan datang, dengan harga yang ditentukan pada tanggal kontrak.
Kedua transaksi tersebut dilaksanakan sekaligus dan dengan counterparty yang sama.
Transaksi swap dapat dilakukan untuk jangka waktu 1 minggu sampai dengan 1 tahun.
Tujuan transaksi swap yakni untuk memenuhi kebutuhan akan mata uang lokal sekaligus
pembayaran utang dalam mata uang asing bagi yang menerima pinjaman dalam mata uang
asing dengan melakukan transaksi swap beli atau jual, yaitu menjual dolar AS lawan rupiah pada
valuta spot (pada saat menerima pinjaman dalam mata uang asing/ dolar AS) dan membeli
kembali dolar AS lawan rupiah pada valuta di masa yang akan datang (pada saat pelunasan
pinjaman dalam mata uang asing/ dolar AS).
Selain itu juga memenuhi kebutuhan akan mata uang lokal sekaligus pembayaran hutang dalam
mata uang asing bagi anda yang menerima pinjaman dalam mata uang asing dengan
melakukan transaksi swap beli atau jual, yaitu menjual dolar AS lawan rupiah pada valuta spot
(pada saat menerima pinjaman dalam mata uang asing/ dolar AS) dan membeli kembali dolar AS
lawan rupiah pada valuta di masa yang akan datang (pada saat pelunasan pinjaman dalam mata
uang asing/ dolar AS).
Transaksi swap dapat digambarkan sebagai berikut:
Pada tanggal 2 Februari 2005, PT ABCD menerima pinjaman dari luar negeri sebesar 10.000
dolar AS dengan jangka waktu 1 tahun, bunga 9 persen per tahun. Spot rate dolar AS adalah Rp
8.000.
Selanjutnya, PT ABCD membuka kontrak swap dengan bank devisa jangka waktu 12 bulan
dengan premi 10 persen atau sebesar (Rp 8.000 x 360 x 10)/(360 x 100) = Rp 800.
Apabila pada 1 Februari 2006 terjadi realisasi, maka keugian selisih kurs yang terjadi adalah :
Penjualan devisa tanggal 1 Februari 2005 = 10.000 x Rp 8.000 = Rp 80.000.000.
Pembelian devisa tanggal 1 Februari 2006 = 10.000 x Rp 8.800 = Rp 88.000.000.
Di sini terdapat kerugian selisih kurs Rp 8.000.000. (as)

Alpha Corp yang berbasis di USA ingin mendapatkan hutang berbunga tetap $
10,000,000 dalam Pound Inggris, untuk perusahaan afiliasinya di London. Tetapi
Alpha Corp tidak begitu dikenal oleh para investor Inggris. Beta Company, Ltd yang
berdomisili di Inggris, ingin mendanai perusahaan anaknya di New York dengan
jumlah pembiayaan yang sama dalam dolar. Beta Company, Ltd juga memiliki
comparative disadvantage bagi pemodal AS. Gamma Bank mengakomodasi kedua
perusahaan yang merancang swap dolar/pound inggris. Jika Kurs swap adalah US $ 1

= 0,55 Pound (baik saat insepsi maupun saat jatuh tempo), jangka waktu 5 tahun dan
suku bunga swap 10% dalam pound dan 8% dalam dolar. Pada saat insepsi Alpha
Corp akan menukarkan $ 10,000,000 untuk 5,500,000 pound dari Beta Company, Ltd.
Pada saat pembayaran bunga, Alpha akan membayar 550,000 pound kepada Beta tiap
tahun, sedangkan Beta akan membayar Alpha $ 800,000. Pada saat jatuh tempo yaitu
akhir tahun ke-5, tiap perusahaan akan menukarkan kembali prinsipal sebesar $
10,000,000 dan 5,500,000 pound, exposure terhadap resiko nilai tukar yang timbul
dari operasi bisnis internasional.