You are on page 1of 9

Tax Haven

 Artinya, negara yang lebih cenderung


kepada perlindungan / persinggahan
pajak.
 Negara tax haven cenderung untuk
memberi kemudahantidak membayar
pajak pada jangka waktu yang terbatas
dan dapat dinikmati di negara tersebut,
misal tarif pajak yang rendah, pengawasan
yang relatif tidak ketat atas valas, jaminan
kerahasiaan bank dsb.
Negara-Negara tax haven
 Negara tanpa pungutan pajak, negara negara ini umumnya
tidak mengadakan penghindaran pajak berganda dengan
negara lain yang memerlukan informasi, negara tersebut
adalah Bahama, Bermuda dan Cayman Islands.
 Bahama hanya memungut pajak sebesar $ 100 setahun
terhadap semua perusahaan Bahama, sejak tahun 1960
Bahama tidak memungut pajak pada perusahaan
manufaktur.
 Bermuda, tidak membebani pajak terapi membebani biaya
perusahaan dan perseroan terbatas yang moderat.
 Cayman Island, tidak akan mengenakan pajak perusahaan
asing selama dua puluh tahun.
 Negara dengan tarif pajak rendah,misalnya : British Virgin
Islands mengenakan pajak penghasilan dengan tarif 12%
atas deviden melalui pihak ke tiga/with holding tax.

 Netherlands Antiles merupakan koloni Belanda memungut


pajak sangat rendah terhadap perusahaan pelayaran,
penerbangan dan perusahaan holding/holding companies.

 Negara yang memajaki perushaan domestik dengan


pengecualian tidak mengenakan pajak penghasilan
terhadap penghasilan yang berasal dari luar negeri, seperti
Hongkong, Liberia, dan Panama.

 Negara yang memberikan perlaukan khusus yang pada


umumnya diperkirakan sama dengan perlakuan yang ada
dinegara-negara tax haven. Fasilitas tersebut umumnya
digunakan untuk mengembangkan pembangunan di daerah
tertentu atau pengembangan industri di seluruh negara.
Misal, Republik Irlandia membebaskan pungutan pajak atas
hasil ekspor perusahaan manufaktur yang beroperasi
didaerah tertentu.
Pengembangan alternatif bisnis
dengan tax haven
 Perusahaan multinasional umumnya mendirikan cabang
usaha/subsidiary di negara tax haven dengan tujuan agar dapat
menggeser labanya / profit shifting dari negara dengan tarif tinggi/high-
tax countries ke negara dengan tarif rendah/ low-tax countries/tax
haven, melalui cabangnya sebagai perantara.
 Misal, Suatu produk di negara A tarif pajak tinggi, dijual langsung ke
negara B, maka labanya akan terkonsentrasi pada negera A, sehingga
pajak yang harus dibayar perusahaan di negara A relatif akan sangat
tinggi. Tetapi jika produk tersebut dijual melalui negara tax haven, baru
ke negara B, maka labanya akan dpat dikonsentrasikan di negara tax
haven yang tidak ada pajaknya atau pajaknya relatif rendah, alternatif
ke dua lebih dikenal dengan melihat pajak dari sudut pajak global, yaitu
besarnya pajak yang akan dibayar secara keseluruhan oleh
perusahaan multinasional di seluruh dunia.
 Dengan catatan bahwa pergeseran laba tersebut dimungkinkan oleh
ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan negara yang
bersangkutan.
Negara A dengan tarif tinggi, menjual langsung 1 juta unit
produknya ke negara B / negara tujuan dengan harga jual di
negara B$ 1,200 per unit, sedangkan harga pokok $ 1,000
per unit, Marginal rate neg.A 45%, neg.B 30%, harga jual di
neg.B $ 1,250 per unit. Kemudian neg.A merubah strategi
dengan menggunakan neg.C/tax haven sebagai perantara,
dengan harga jual $ 1,050 perunit, neg.C menjual ke neg.B $
1,200/unit.
Perhitungan pergeseran laba serta besarnya pajak yang dapat
dihemat akibat pengeseran tersebut terlihat pada tabel
berikut :
Perhitungan beban pajak
Penjualan langsung US $ US $

Negara A :
Harga Jual 1,200
Harga pokok dan biaya 1,000
Penghasilan neto 200
Pajak : 45% x $ 200 90

Negara B :
Harga Jual 1,250
Harga pokok dan biaya 1,200
Penghasilan neto 50
Pajak : 30% x $ 50 15

Jumlah Penjualan langsung 105


sambungan
Penjualan tidak langsung

Negara A :
Harga jual 1,050
Harga pokok dan biaya 1,000
Penghasilan neto 50
Pajak 45% x $ 50 22,5

Negara C :
Harga jual 1,200
Harga pokok dan biaya 1,050
Penghasilan neto 150
Pajak 0%x $ 200 0

Penjualan langsung
Negara B :
Harga Jual 1,250
Harga pokok dan biaya 1,200
Penghasilan neto 50
Pajak : 30% x $ 50 15

Jml. Penj. tdk.langsung 37,5


Penghematan pajak 67,5
Pengaruh transfer pricing terhadap penghematan
pajak ?
 Pergeseran laba serta penghematan pajak sangat
dipengaruhi oleh pengelolaan harga transfer antar
unit dan/atau antar afiliasi perusahaan
bersangkutan.
 Asumsi, perusahaan A (negara A ) menjual
barangnya ke prusahaan B (negara B), petunjuk
praktis yang dapat diikuti adalah kapan digunakan
high-markup policy atau low-markup policy,
dengan berpedoman,pada “
 Apabila tA > tB, aturlah harga transfer serendah
mungkin
 Apabila tA< tB, aturlah harga transfer setinggi
mungkin
Faktor yang Menentukan Pilihan
Negara tax haven
1. Struktur perpajakan termasuk pungutan pajak lainnya selain PPh
2. Stabilitas politik dan ekonomi serta intergritas pemerintahannya
3. Pengawasan dan pengendalian lalu lintas devisa
4. Perjanjian penghindaran pajak berganda
5. Kebijakan pemerintah terhadap bisnis surga pajak
6. Undang-Undang perseroan terbatas yang liberal yang meminimkan beban
dan jangka waktu pendiriannya
7. Prosedur yang sederhana dan imbalan yang kompetitif
8. Fasilitas transportasi dan komunikasi
9. Fasilitas perbankan dan jasa profesional
10. Kerahasiaan dan kepercayaan
11. Insentif dan peluang penanaman modal serta prospek jangka panjang
berkenaan dengan pungutan pajak
12. Lokasi