Вы находитесь на странице: 1из 11

Metode Pelaksanaan

Pekerjaan
Lokasi
Tahun Anggaran

I.

: Peningkatan Jalan
:
:

TINJAUAN LAPANGAN
1. Lokasi Pekerjaan
Desa Oenenu terletak sekitar 7 km arah barat laut dari kota Kefamenanu,
ibukota kabupaten Timor Tengah Utara. Desa Haumeni berjarak kurang lebih
5 km arah utara Desa Oenenu, sedangkan Desa Buk berada di sebelah barat
laut Desa Oenenu dengan jarak sekitar 6 kilometer.
2. Kondisi Jalan
Jalan yang menghubungkan ketiga desa tersebut adalah jalan tanah dengan
lebar yang bervariasi antara 2 3 meter dengan kondisi berbatu (20%), di
musim hujan banyak lumpur (50%) dan berlubang-lubang(30%).
3. Quarry
Sumber material untuk kebutuhan pelaksanaan pekerjaan ini adalah:
Kali Noemuti ( 24 km):
Pasir pasang, batu kali, pasir uruq, aggregat A , aggregat B dan
Agregat C
Oeana ( 7 km):
Sirtu gunung, batu gunung, batu belah, timbunan pilihan.

Koordinasi dan persiapan-persiapan untuk pengujian mutu material perlu


dilakukan antara lain pengambilan sampel material pilihan di lokasi quarry.
5. Alinyemen jalan yang ada beserta patok jarak yang dipasang secara benar
akan diambil sebagai acuan untuk pengaturan lapangan pekerjaan-pekerjaan
proyek.
6. Mengadakan survey secara cermat dan memasang patok beton (Bench Marks)
pada lokasi yang tetap sepanjang proyek untuk memungkinkan desain, survei
perkerasan.
4.

7.

II.

Memasang tonggak-tonggak konstruksi untuk membuat garis dan kelandaian


bagi pembetulan ujung perkerasan, lebar bahu jalan, ketinggian perkerasan,
drainase samping dan gorong-gorong, sesuai dengan gambar-gambar proyek
dan menurut perintah Direksi Teknik.

MOBILISASI
Pemilihan Lokasi Base Camp yang strategis sehingga mobilisasi peralatan dan
bahan tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
2. Pembangunan Los Kerja dan Kantor Sementara di lapangan untuk urusan
administrasi, pengujian mutu dan lain-lain.
3. Mobilisasi peralatan, material dan personil.
Jenis peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah:
Concrette mixer
: 6 (enam) unit
Water tank truck
: 1 (satu) unit
Motor grader
: 1 (satu) unit
Vibro roller
: 1 (satu) unit
Wheel loader
: 2 (dua) unit
Dump truck
: 8 (delapan) unit
Tandem roller
: 1 (satu) unit
Three wheel roller
: 1 (satu) unit
Asphalt sprayer
: 1 (satu) unit
Compressor
: 1 (satu) unit
Excavator
: 2 (dua) unit
Bulldozer
: 1 (satu) unit
Stone Crusher
: 1 (satu) unit
Alat bantu
: perlengkapan kerja tukang.
Semua peralatan ini termasuk bahan operasional dan pemeliharaan
seperti bahan bakar, spare part, dan operator selalu siap di lapangan
demi kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Material yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini adalah:
Material non lokal seperti : aspal, kerosin, semen, baja ulir, bronjong
(fabrikasi SNI)
Material lokal seperti : pasir pasang, batu kali, sirtu, material timbunan
pilihan, agregat B, agregat C dan batu pecah 3/5, 2/3, split (1/2) dan
abu batu serta air kerja.
Kebutuhan logistik di lapangan seperti : makanan minuman dan P3K.
1.

4.

Penyimpanan Bahan
Aspal :
Tempat penimbunan drum-drum aspal pada ketinggian yang layak dan
dibersihkan dari tumbuh-tumbuhan rendah dan sampah -sampah. Cara
penumpukan untuk berbagai bahan-bahan aspal adalah sebagai berikut :
Drum-drum yang berisi oli pembersih harus ditumpuk di atas ujung dengan
lubang pengisian arah ke atas dan dimiringkan (dengan menempatkan sebuah
sisinya di atas sepotong kayu) untuk mencegah terkumpulnya air di atas tutup
drum.

Semen :
Perlu diberikan perhatian sewaktu pengangkutan semen ke tempat pekerjaan
supaya semen tidak menjadi basah atau kantong semen menjadi rusak. Di
lapangan semen tersebut harus disimpan dalam gudang yang kedap air, dengan
penumpukan yang rapi dan secara sistematis menurut jatuh temponya,
sehingga penggunaan (konsumsi) semen dapat diatur serta semen tidak berada
terlalu lama dalam penyimpanan.

III.

DRAINASE
1. Galian untuk selokan dan saluran air : Pekerjaan ini mencakup
pembersihan tumbuh-tumbuhan dan pembuangan benda-benda dari saluran
tepi jalan ataupun dari kanal-kanal yang ada, menggali dan membentuk
saluran tanah sesuai dimensi yang dikehendai untuk peningkatan kondisi asli,
dan juga pembangunan saluran yang dilapisi dalam hal ini saluran pasangan
batu dengan mortar.
Pelaksanaan:
Penggalian menggunakan excavator
Tanah galian dituangkan ke dump truck
Dump truck membuang tanah galian sejauh 1 km di luar lokasi
pekerjaan.
Hasil galian dirapihkan oleh 4 orang pekerja.
Seluruh proses diawasi oleh mandor.
Dari hasil analisa teknik divisi II.1 Galian tanah untuk pondasi
diperoleh data sebagai berikut:
Produksi excavator : 30.56 m3/jam
Volume pekerjaan : 1440 m3
Maka jumlah waktu yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan ini
adalah : 1440/30.56 = 47 jam atau 6 hari ditambah 5 jam kerja.

2.

IV.

Pasangan Batu dengan Mortar


Semua sampah, tumbuh-tumbuhan, endapan dan bahan -bahan yang
harus disingkirkan, harus dibuang dari saluran tanah, termasuk dari
Saluran yang memotong bahu jalan dan menyambung kepada lubang
tangkapan atau gorong gorong.
Saluran-saluran dilapisi yang dalam kondisi jelek atau rusak harus
diperbaiki. Pasangan batu atau beton yang pecah-pecah, rusak atau
lepas harus dipotong dan diganti dengan pasangan batu atau beton
yang baru yang dilaksanakan sesuai dengan Gambar Rencana dan
RKS.
Cara Pengukuran Pekerjaan :Semua pengukuran harus dilakukan di
sepanjang sumbu saluran dan harus disediakan untuk seluruh pekerjaan
yang dilakukan bagi rehabilitasi kedua sisi saluran.

PEKERJAAN TANAH
Galian Biasa:

1.

Galian tanah tebing di sisi kiri kanan jalan maupun gundukan di dalam badan
jalan, dimaksudkan untuk mendapatkan lebar jalan yang sesuai kebutuhan untuk
membentuk badan jalan. Peralatan yang dipakai adalah excavator dan dump
truck. Excavator menggali dan memotong lahan dan menuangkan tanah galian ke
dalam dump truck. Dump truck membuang tanah galian sejauh 3 km. Tanah
galian tidak dapat digunakan sebagai bahan timbunan kecuali ada petunjuk dari
Direksi. Perapihan hasil galian dilakukan 2 orang pekerja. Seluruh proses
pekerjaan ini diawasi oleh mandor.
Data dari analisa teknik sebagai berikut:
Produksi menentukan : Excavator, 53.36 m3/jam. Volume pekerjaan : 1320.13
m3. Maka waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini adalah : 3.54 hari.
2.

Galian struktur dengan kedalaman 0 2 meter:


Untuk pekerjaan struktur seperti galian pondasi, digunakan peralatan excavator,
bulldozer dan alat bantu. Excavator memotong dan atau menggali sampai bentuk
dan kedalam yang dibutuhkan (maksimal 2 meter), bulldozer menggusur tanah
bekas galian sejauh 0.1 km (di sekitar area penggalian) dan 4 orang pekerja
merapihkan hasil galian. Seluruh pekerjaan diawasai oleh mandor.
Dari analisa teknik diperoleh data:
Produksi excavator : 129.69 m3/jam. Volume pekerjaan: 218.50 m3. Waktu yang
diperlukan adalah 1.68 jam.

3.

Timbunan Pilihan:
Material pilihan yang akan digunakan adalah sirtu (kali atau gunung maupun
gabungan anatara keduanya) dengan komposisi butiran yang memenuhi
spesifikasi (pengujian laboratorium), dan telah mendapat persetujuan dari Direksi.
Peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah wheel loader,
dump truck, motor grader, tandem roller, water tank dan alat bantu seperlunya.
Material pilihan di quary di tuangkan ke dump truck dengan menggunakan wheel
loader. Dump truck mengangkut material pilihan ke lokasi pekerjaan dengan
jarak 7 km. Material ditumpuk pada badan jalan dengan jarak antar tumpukan 2.5
meter. Hal ini dimaksud untuk memperoleh ketebalan timbunan sesuai yang
disyaratkan yaitu 20 cm dan lebar 5.5 meter. Material dihampar dan diratakan
oleh motor grader sesuai lebar minimal yang dibutuhkan (5.5 meter). Sebelum
dipadatkan, hamparan material pilihan disiram dengan air secukupnya dengan
menggunakan water tanker truck. Kemudian dipadatkan dengan vibrator roller
minimal 8 lintasan untuk mencapai kepadatan maksimal. Untuk kerapihan
dibutuhkan 4 orang pekerja. Semua proses ini diawasi oleh mandor. Dari analisa
teknik didapat data :
Produksi dump truck, 2.76 m3/jam. Volume Pekerjaan : 8246.85 m3. Maka
waktu yang diperlukan untuk pekerjaan ini adalah 62.50 hari.

4.

Penyiapan Badan Jalan:


Peningkatan kembali dan pembentukan kembali bahu jalan yang ada, termasuk
pembersihan tumbuh-tumbuhan, pemotongan, perapihan, pengurugan dengan
bahan terpilih serta pemadatan untuk mengembalikan bahu jalan mencapai garis,
kemiringan dan dimensi yang benar yang ditunjukkan pada Gambar Rencana
atau seperti yang diperintahkan dalam RKS.
Peralatan yang dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah motor grader,
vibrator roller dan alat bantu seperlunya. Motor grader meratakan permukaan

jalan (termasuk bahu jalan) dengan memotong, mengurug dan membentuk badan
jalan sesuai lebar yang disyaratkan. Vibrator roller memadatkan permukaan jalan
yang telah dibentuk motor grader. 4 pekerja membantu merapihkan hasil
pekerjaan. Semua pekerjaan diawasi mandor.
Dari data analisa teknik didapat hasil berikut:
Produksi motor grader, 933.75 m2/jam. Volume pekerjaan, 66,049.00 m2. Waktu
yang dibutuhkan adalah 10.10 hari.
V.

PERKERASAN BERBUTIR
1. Lapis Pondasi Aggregat B:
Lapis Pondasi Bawah adalah lapisan konstruksi pembagi beban kedua yang
berupa bahan berbutir diletakkan di atas lapisan tanah dasar yang dibentuk
dan dipadatkan, serta langsung di bawah Lapis Penetrasi Macadam.
Pekerjaan Lapis Pondasi Bawah terdiri dari menempatkan, memproses,
mengangkut, menebarkan, mengairi dan memadatkan bahan Lapis Pondasi
Bawah berbutir yang disetujui sesuai dengan gambar-gambar.
Material aggregat B adalah campuran antara sirtu kali (45%) dan agregat kasar
(batu pecah) produksi mesin pemecah batu (stone crusher) berukuran 20 - 30
mm (27%) dan 5 20 mm (28%).
Proses pencampuran menggunakan wheel loader di base camp. Setelah selesai
pencampuran, wheel loader menuang aggregat ke dump truck. Dump truck
mengangkut aggregat ke lokasi pekerjaan dengan jarak antar timbunan 3 meter
untuk mendapatkan tebal 15 cm dan lebar 5.5 meter. Motor grader
menghampar dan meratakan aggregat. Sebelum pemadatan, hamparan
aggregat B disiram air dengan water tank truck. Pemadatan dilakukan vibrator
roller minimal 8 kali lintasan. Proses ini dibantu oleh 4 pekerja dan diawasi
mandor.
Dari hasil analisa teknik diperoleh data:
Produksi wheel loader, 149.40 m3/jam. Volume pekerjaan : 5,822.25 m3.
Waktu yang digunakan untuk pekerjaan ini adalah 5.56 hari.
2.

Lapis Pondasi Aggregat C:


Material aggregat C adalah campuran antara sirtu kali (67.5%) dan agregat
kasar (batu pecah) produksi mesin pemecah batu (stone crusher) berukuran 20
- 30 mm (22.5%)
Proses pencampuran menggunakan wheel loader di base camp. Setelah selesai
pencampuran, wheel loader menuang aggregat ke dump truck. Dump truck
mengangkut aggregat ke lokasi pekerjaan dengan jarak antar timbunan 3 meter
untuk mendapatkan tebal 15 cm dan lebar 5.5 meter. Motor grader
menghampar dan meratakan aggregat. Sebelum pemadatan, hamparan
aggregat C disiram air dengan water tank truck. Pemadatan dilakukan vibrator
roller minimal 8 kali lintasan. Proses ini dibantu oleh 4 pekerja dan diawasi
mandor.
Dari hasil analisa teknik diperoleh data:
Produksi wheel loader, 141.10 m3/jam. Volume pekerjaan : 800.00 m3.
Waktu yang digunakan untuk pekerjaan ini adalah 1 hari.

3.

Lapis Pondasi Tellford:


Material untuk pekerjaan ini adalah Batu belah 15/20 (80%), batu pecah 5/7
(10%), pasir urug (5%) dan batu tepi 20/25 (5%).

Wheel loader memuat material ke dump truck. Dump truck mengangkut


material dari quarry ke lokasi pekerjaan. Material ditumpuk dengan jarak
maksimal 3.5 meter. Motor grader menghampar dan meratakan material. Lalu
dilakukan pemadatan dengan three wheel roller. Selama pemadatan
berlangsung, 4 pekerja merapihkan tepi dan level hamparan dengan alat bantu.
Semua proses ini diawasi oleh mandor.
Dari analisa teknik diperoleh data:
Produksi wheel loader : 224.10 m3. Volume pekerjaan : 660.00 m3. Waktu
yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan ini adalah 1 hari.

VI.

PERKERASAN ASPAL
1.

Lapis Resap Pengikat:


Pekerjaan lapis resap pengikat boleh dilakukan apabila pondasi (agregat) telah
betul-betul padat dan dapat diketahui setelah dilakukan uji kepadatan (sand
cone test) di lapangan. Permukaan yang akan dilapisi harus dalam keadaan
kering dan bersih dari debu maupun kotoran/sampah seperti plastik, daun-daun
kering, dll. Pembersihan dilakukan dengan compressor.
Material yang digunakan adalah aspal (0.679 kg) dan kerosin (0.37 liter).
Bahan-bahan ini dicampur dan dipanaskan hingga menjadi aspal cair.
Aspal cair disemprotkan ke permukaan jalan dengan asphalt sprayer. Lebar
permukaan sesuai desain asumsi panduan sedang adalah 2.25 meter. Secara
visual permukaan jalan yang telah dilapisi akan berwarna hitam kecoklatan.
Proses pelaksanaan ini dibantu 10 pekerja dan diawasi mandor.
Dari hasil analisa diperoleh data:
Produksi asphalt sprayer, 4,998.00 liter/jam.Volume aspal, 7,200.00 liter.
Waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah 1 hari.

2.

Lapis Penetrai Macadam Tebal 7 cm:


Lapisan Penetrasi Macadam (lapen), merupakan lapis perkerasan yang terdiri
dari agregat pokok dan agregat pengunci bergradasi terbuka dan seragam yang
diikat oleh aspal dengan cara disemprotkan di atasnya dan dipadatkan lapis
demi lapis. Di atas lapen ini biasanya diberi laburan aspal dengan agregat
penutup. Tebal lapisan untuk pekerjaan ini adalah 7 cm.
Bahan:
Aggregat
Aggregat terdiri dari batu pecah berupa aggregat pokok, aggregat
kunci dan agregat penutup yang bersih, keras dengan kualitas seragam
dan bebas dari kotoran lempung, bahan-bahan tumbuh-tumbuhan atau
bahan lainnya yang harus dibuang.
Agregat pokok berupa lapisan utama yang berada dalam batas-batas
agregat ukuran nominal 2,5 cm 6,25 cm yang tergantung kepada
ketebalan lapisan dengan ukuran lebih /3 cm tebal rencana.

Agregat pengunci untuk lapisan utama harus lolos saringan 25 mm


tetap tidak boleh lebih dari 5% akan lolos dari saringan 9,5 mm.

Gradasi agregat
% Berat Yang Lolos
Ukuran Ayakan
Tebal Lapisan (cm)
ASTM

(mm)

7-10

5-8

4-5

100
95 100
35 70
0 15
05

100
95 100
05

100
95 100
05

05
95 100
100

Agegat Pokok :
3
2
2
1
1

75
63
50
38
25
19

100
90 100
35 70
0 15
05
Agregat Pengunci :

3/8

25
19
9,5

100
95 100
05

Bahan Pengikat (Aspal)


Aspal semen Pen.80/100 atau Pen.60/70 yang memenuhi AASHTO
M20.
Aspal emulsi CRS1 atau CRS2 yang memenuhi ketentuan Pd S-011995-03 (AASHTO M208) atau RS1 atau RS2 yang memenuhi
ketentuan AASHTO M140.
Aspal cair penguapan cepat (rapid curing) jenis RC250 atau RC800
yang memenuhi ketentuan Pd S-03-1995-03, atau aspal cair penguapan
sedang (medium curing) jenis MC250 atau MC800 yang memenuhi
ketentuan Pd S-02-1995-03.
Syarat-Syarat Kualitas Agregat
Agregat yang digunakan untuk lapis permukaan penetrasi macadam
harus mematuhi syarat kualitas yang ditunjukkan dalam tabel berikut.
URAIAN

BATANG BESI

1. Kehilangan berat karena abrasi 500


2. Indeks serpihan (brithish standart)

Maksimum 40%
Maksimum 25%

3. Penahanan aspal setelah pelapisan dan


pengelupasan

Minimum 95%

Penyapu, sikat, karung, keranjang, kaleng aspal, sekop, gerobak


dorong, dan peralatan Penetrasi macadam akan dipasang diatas pondasi
yang telah dibangun di atas permukaan dengan lapis penutup yang akan
meliputi:
Diletakkan diatas permukaan lapis penutup yang ada permukaan
tersebut harus dilapisi aspal pelekat pada suatu tingkat pemakaian tidak
melebihi 0,51/m2.
Permukaan perkerasan harus kering dan bebas dari batu-batu lepas atau
suatu bahan lain yang harus dibuang.
Sebelum pemasangan agregat kasar dan agregat kunci harus ditumpuk
secara terpisah dilapangan untuk mencegah pencampuran dan harus
selalu bersih.
Truk penebar agregat harus dijalankan dengan kecepatan
sedemikiansehingga kuantitas agregat adalah seperti yang disyaratkan
dan diperoleh permukaan yang rata.
Pemadatan awal harus menggunakan alat pemadat (three wheel roller)
6-8 ton yang bergerak dengan kecepatan kurang dari 3 km/jam.
Pemadatan dilakukan dalam arah memanjang, dimulai dari tepi luar
hamparan dan dijalankan menuju ke sumbu jalan. Lintasan penggilasan
harus tumpang tindih(overlap) paling sedikit setengah lebar alat
pemadat. Pemadatan harus dilakukan sampai memperoleh permukaan
yang rata dan stabil (minimum 6 lintasan).
Penyemprotan Aspal
Temperatur aspal dalam distributor harus dijaga pada temperature yang
diisyaratkan untuk jenis aspal yang disyaratkan
.
Temperatur Penyemprotan Aspal
Jenis Aspal

Temperatur Penyemprotan (oC)

60/70 Pen

165-175

80/100 Pen

155-165

Emulsi

Kamar, atau sebagaimana petunjuk pabrik

Aspal cair RC/MC 250

80-90

Aspal cair RC/MC 800

105-115

Penebaran dan pemadatan agregat pengunci


Segera setelah penyemprotan aspal, agregat pengunci harus ditebarkan
pada takaran yang disyaratkan dan dengan cara yang sedemikian
hingga tidak ada roda yang melintasi lokasi yang belum tertutup bahan
aspal. Takaran penebaran harus sedemikian hingga, setelah pemadatan,
rongga-rongga permukaan dalam agregat pokok terisi dan agregat

pokok masih nampak. Pemadatan agregat pengunci harus dimulai


segera setelah penebaran agregat pengunci. Dengan cara yang sama
seperti yang telah diuraikan diatas. Jika diperlukan, tambahan agregat
pengunci harus ditambahkan dalam jumlah kecil dan disapu perlahanlahan diatas permukaan selama pemadatan. Pemadatan harus
dilanjutkan sampai agregat pengunci tertanam dan terkunci penuh
dalam lapisan dibawahnya.
Penyemprotan aspal
Penyemprotan aspal dapat dikerjakan dengan menggunakan
penyemprot tangan (hand sprayer) dengan temperatur aspal seperti
yang disebutkan diatas. Takaran penggunaan aspal harus serata
mungkin pada takaran yang direncanakan.
Penebaran dan pemadatan agregat pengunci
Penebaran dan pemadatan agregat pengunci dilaksanakan dengan cara
yang sama dengan agregat pokok.
Kontrol Kualitas dan Pengujian Di Lapangan
Penyimpanan tiap fraksi agregat harus terpisah untuk menghindari
tercampurnya agregat, dan harus dijaga kebersihannya dari benda
asing.
Penyimpanan aspal dalam drum harus dengan cara tertentu agar tidak
terjadi kebocoran atau kemasukan air.
Suhu pemanasan aspal harus sesuai dengan yang ditunjukkan pada
tabel.

VII. STRUKTUR:
1. Beton

Jenis Aspal

Temperatur Penyemprotan (oC)

60/70 Pen

165-175

80/100 Pen

155-165

Emulsi

Kamar, atau sebagaimana petunjuk pabrik

Aspal cair RC/MC 250

80-90

Aspal cair RC/MC 800

105-115

Mutu Sedang fc = 20 Mpa (K250):

Beton K250 digunakan pada pembangunan gorong-gorong beton persegi (box


culvert 1 x 1 ) sebanyak 10 unit.
Material dibutuhkan adalah semen, pasir dan aggregat (batu pecah).
Kadar semen minimum yang disyaratkan : 340.00 kg/m3
Pasir : 608.00 kg/m3
Aggregat berukuran maksimal 19 mm : 1,192.00 kg/m3
Air kerja secukupnya.
Peralatan yang diperlukan antara lain Beton molen (concrette mixer) water
tank truck dan peralatan tukang batu.

Sebelum memulai pekerjaan pengecoran, terlebih dahulu dilakukan


pengecekan terhadap cetakan (bekeisting) terutama kekokohan memikul beban
serta dimensi yang harus sesuai dengan Gambar Rencana.
Material semen, pasir dan batu pecah diaduk dalam concrette mixer sampai
benar-benar merata dan homogen, lalu dituang ke dalam cetakan yang telah
tersedia. Proses pengecoran tidak boleh terhenti sampai seluruh cetakan terisi
beton (pengecoran menyeluruh).
Cetakan baru boleh dilepas setelah beton mencapai umur kekuatan maksimum
(28 hari).
Pekerjaan ini membutuhkan Tukang, mandor, kepala tukang dan pekerja
dengan komposisi sesuai analisa teknis.
Data dari analisa teknis adalah:
Produksi , 69.72 m3/hari. Volume pekerjaan: 19 m3.
Waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan ini adalah : 1 hari.
Baja tulangan U 24 Polos :
Baja tulangan sebagaimana dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis berfungsi
sebagai tulangan pokok dan tulangan pembagi dalam konstruksi box culvert.
Ukuran/dimensi baja harus memenuhi syarat yaitu U 24 polos.Baja tulangan
ini dipotong dan atau dibengkokkan sesuai Gambar Rencana dan diikat dengan
kawat beton. Ikatan harus kuat sehingga tidak mudah terlepas. Pekerjaan ini
dilaksanakan oleh tukang besi, kepala tukang, pekerja dan mandor dengan
komposisi sesuai dengan analisa teknis.
Dari data analisa teknis diperoleh hasil berikut:
Produksi 200,00 kg/hari. Volume pekerjaan: 2,565.01 kg. Waktu yang
dibutuhkan dalam penyelesaian pekerjaan ini adalah 1,83 hari.
3. Pasangan Batu :
Pasangan batu pada bangunan pelengkap berfungsi menahan material dari
badan jalan agar tidak tergerus banjir/erosi (tembok penahan).
Material yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah batu sebagai pengisi,
adukan mortar (pasir dengan semen) dan air kerja.
Pekerjaan ini dilaksanakan oleh tukang batu, kepala tukang. Mandor dan
pekerja. Komposisi sesuai analisa teknis.
Pasir, semen dan air dicampur dan diaduk. Kemudian batu disusun sesuai
bentuk yang dikehendaki dan diberi spesi mortar sebagai perekat. Ukuran batu
ideal adalah 20/30, disusun kokoh agar memberikan kekuatan maksimal.
Dari hasil analisa teknis diperoleh data berikut:
Produksi concrette mixer, 12.45 m3/jam. Volume pekerjaan, 882,43 m3. Maka
waktu pelaksanaan yang dibutuhkan adalah 10.12 hari.
2.

4.

Bronjong:
Bronjong yang digunakan adalah bronjong fabrikasi dengan kawat dari bahan
campuran aluminium dan seng serta terbungkus bahan galvanis. Diameter
kawat berkisar antara 2.7 mm - 3 mm, dan ukuran lubang (mess) antar lilitan
maksimal 8 - 10 cm. Pengadaan dan penggunaan bahan bronjong ini harus
sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan dan mendapat persetujuan dari
Direksi.
Batu pengisi bronjong adalah batu pilihan yang pada dengan gradasi antar 20
30 cm.

Pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan oleh tukang, pekerja dan mandor dengan
komposisi yang sesuai dengan analisa teknik.
Catatan untuk pemasangan pondasi bronjong yang tertanam dalam tanah,
lubang galian pondasi harus bisa memberikan ruang gerak demi kelancaran
pengisian batu dan pengikatan antar bronjong.
Kotak-kotak bronjong disusun sesuai kebutuhan lalu diisi batu, Setelah betulbetul padat, bronjong ditutup dan diikat dengan kawat khusus bronjong,
demikian pula antara bronjong satu dengan lainnya yang berhimpitan juga
diikat dengan kawat.
Dari analisa teknik didapat data:
Produksi perhari 8.00 m3. Volume pekerjaan, 500.00 m3. Waktu pelaksanaan
yang dibutuhkan adalah 62.5 hari.