You are on page 1of 19

PKM-GT

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


JUDUL PROGRAM
PETASAN SHOP (PETANI BISA ONLINE SHOP)
SEBAGAI USAHA MENJADIKAN PETANI LEBIH MODERN
DALAM MENJUAL HASIL PANEN

BIDANG KEGIATAN:
PKM-GAGASAN TERTULIS
Diusulkan Oleh:
Steffy Agustin
Rini Ayu Prameswari
Jessica Anggraesi
Desy Kartika Sari

1314121173
1314121151
1414131094
1417051038

Angkatan 2013
Angkatan 2013
Angkatan 2014
Angkatan 2014

UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2015
i

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. ii
DAFTAR ISI .................................................................................................... iii
RINGKASAN .................................................................................................. iv
I. PENDAHULUAN ........................................................................................ 5
1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 5
1.2 Tujuan Penullisan .................................................................................. 6
1.3 Manfaat Penulisan ................................................................................. 6
II. GAGASAN ................................................................................................. 7
2.1 Kondisi Kekinian ................................................................................... 7
2.2 Solusi yang Pernah Dilakukan .............................................................. 8
2.3 Solusi yang Ditawarkan......................................................................... 9
2.4 Pihak yang Berperan dalam Implementasi Gagasan ............................. 10
2.5 Langkah-Langkah Strategis yang Dilakukan ........................................ 11
III. KESIMPULAN .......................................................................................... 12
3.1 Teknik Implementasi Gagasan .............................................................. 12
3.2 Manfaat yang Akan Dicapai .................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 13
LAMPIRAN ..................................................................................................... 14

iii

RINGKASAN

Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik pada tahun 2013, Di Indonesia


pengguna Internet sudah mencapai 71,19 juta orang pada akhir tahun 2013.
Penetrasi Internet di Indonesia saat ini adalah sekitar 28% dari total populasi
penduduk Indonesia. Saat ini, internet telah menjadi salah satu media pemasaran
dan penjualan yang murah, cepat dan memiliki jangkauan yang luas hingga
menembus batas - batas negara. Seiring bermunculannya berbagai Online Shop
yang menawarkan produk melalui website yang dirancang untuk dapat melakukan
transaksi secara Online . Pembangunan sektor pertanian di Indonesia masih
memegang peranan yang sangat penting dari keseluruhan perekonomian nasional,
sebab Indonesia mempunyai struktur yang disebut dengan perekonomian agraris
dimana sebagian penduduknya bekerja di sektor pertanian. Sektor pertaniannya
sangat berkembang pesat, hal ini didukung karena kekayaan sumber daya yang
sangat banyak. Namun hal ini tidak diimbangi dengan kesejahteraan petaninya
(Nurfatma dkk. 2010). Semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang
menggunakan Internet dan mudahnya mengakses internet dapat mempermudah
aktivitas manusia, salah satunya yaitu jual beli barang dan jasa. Oleh karena itu
kami memberikan gagasan dalam program kreativitas mahasiswa ini yang
berjudul Petani Bisa Online Shop Sebagai Usaha Menjadikan Petani Lebih
Modern Dalam Menjual Hasil Panen sebagai wujud kepedulian terhadap petani
Indonesia yang sulit menjual hasil panennya dengan mudah. Diharapkan dapat
membantu petani memasarkan hasil panennya dengan mudah dan semakin luas,
sehingga terwujudnya kesejahteraan petani Indonesia. Langkah strategis yang
akan dilakukan untuk mengimplementasikan yaitu dengan sosialisasi, dipastikan
suatu daerah memiliki jaringan internet, memberikan pembelajaran, melakukan
kerjasama dengan perusahaan atau toko penjual hasil panen dan melakukan
promosi. Sehingga diharapkan solusi ini dapat memudahkan petani menjual hasil
panennya dan pemrasaran dapat lebih luas.
Kata kunci : internet, pertanian, petani, hasil panen

iv

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Laju perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) semakin hari
semakin pesat perkembangannya dewasa ini. Hal ini disebabkan adanya tuntutan
dan kebutuhan manusia yang juga semakin berkembang di berbagai bidang. Di
tahun-tahun mendatang akan terjadi integrasi / fusi revolusi yang
berkesinambungan pada laju perkembangan IPTEK, yaitu: Bio Teknologi, Nano
Teknologi dan Material Teknologi yang bersinergi dengan Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) / Information, Comunication and Technology (ICT).
Sinergitas ke-4 karakter teknologi tersebut mendukung perkembangan TIK yang
pada kenyataannya berhubungan langsung dengan kehidupan dan penghidupan
manusia (Philip, 2001).
Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik pada tahun 2013, di Indonesia pengguna
Internet sudah mencapai 71,19 juta orang pada akhir tahun 2013. Saat ini, internet
telah menjadi salah satu media pemasaran dan penjualan yang murah, cepat dan
memiliki jangkauan yang luas hingga menembus batas - batas negara. Seiring
bermunculannya berbagai online shop yang menawarkan produk melalui website
yang dirancang untuk dapat melakukan transaksi secara online .
Pembangunan sektor pertanian di Indonesia masih memegang peranan yang
sangat penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Indonesia mempunyai
struktur yang disebut dengan perekonomian agraris dimana sebagian
penduduknya bekerja di sektor pertanian. Sektor pertaniannya sangat berkembang
pesat, hal ini didukung karena kekayaan sumber daya yang sangat banyak. Namun
hal ini tidak diimbangi dengan kesejahteraan petaninya. Minimnya perencanaan
dalam menjalankan usaha agrobisnis dan kurangnya ilmu pengetahuan maupun
kemampuan yang dimiliki para petani menjadikan pemasaran sektor agrobisnis di
Indonesia masih belum optimal dan menemui beberapa hambatan (Nurfatma dkk,
2010).

Semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan internet dan


mudahnya mengakses internet dapat mempermudah aktivitas manusia, salah
satunya yaitu jual beli barang dan jasa. Oleh karena itu kami memberikan gagasan
dalam program kreativitas mahasiswa ini yang berjudul Petani Bisa Online Shop
Sebagai Usaha Menjadikan Petani Lebih Modern dalam Menjual Hasil Panen
sebagai wujud kepedulian terhadap petani Indonesia yang sulit menjual hasil
panennya dengan mudah. Diharapkan dapat membantu petani memasarkan hasil
panennya dengan mudah dan semakin luas, sehingga terwujudnya kesejahteraan
petani Indonesia.
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan dari karya tulis ini yaitu mengajak kepada petani lebih modern menjual
produk petani dengan menggunakan internet.
1.3 Manfaat Penulisan
Manfaat dari karya tulis ini yaitu memberikan gagasan kepada Pemerintah
ataupun petani dalam menggunakan internet sebagai sarana untuk memasarkan
atau menjual hasil panen sehingga petani lebih mudah dan hasil yang didapatkan
lebih maksimal.

II. GAGASAN

2.1 Kondisi Kekinian


Negara Republik Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Berdasarkan lapangan
pekerjaan pada survey 2013, penduduk Indonesia 35.05% bekerja di bidang
pertanian. Menurut jenis tanaman, pertanian dibagi atas tiga macam yaitu ;
pertanian tanaman perkebunan, pangan dan hortikultura. Pertanian tanaman
perkebunan contohnya antara lain adalah perkebunan kelapa sawit, karet, teh, dan
tanaman menahun lainnya. Pertanian tanaman pangan antara lain padi, jagung dan
kedelai. Sedangkan tanaman hortikultura antara lain adalah sayuran dan buahbuahan.
Walaupun sebagian besar penduduk Indonesia adalah petani (bermatapencaharian
di sektor pertanian), namun masih banyak masalah yang dihadapi oleh para petani
tersebut, salah satunya yaitu penjualan hasil panen. Kondisi sulit yang dihadapi
para petani tersebut semakin lengkap manakala mereka akan menjual hasil
panennya. Sebagai kelompok yang lemah mereka seringkali memperoleh tekanan
dalam penentuan harga jual oleh para tengkulak maupun pedagang besar. Petani
seringkali menerima harga beli hasil panen yang rendah dan tidak mampu
mencapai keuntungan yang maksimal dalam usaha taninya.
Dalam banyak kenyataan, kelemahan dalam sistem pertanian di negara
berkembang termasuk Indonesia adalah kurangnya perhatian dalam pemasaran.
Fungsi-fungsi pemasaran seperti pembelian, sorting, penyimpanan,
pengangkutan dan pengolahan, sering tidak berjalan seperti yang diharapkan,
sehingga efisiensi pemasaran memang terbatas, sementara keterampilan
mempraktekkan unsur-unsur manajemen juga demikian. Belum lagi kalau dari
segi kurangnya penguasaan informasi pasar sehingga kesempatan-kesempatan
ekonomi menjadi sulit dicapai. Lemahnya manajemen pemasaran disebabkan
karena tidak mempunyai pelaku-pelaku pasar dalam menekan biaya pemasaran
(Soekartawi, 2002).

Harga produksi hasil pertanian cenderung mengalami fluktuasi karena tergantung


dari perubahan yang terjadi pada besarnya permintaan dan penawaran. Naik
turunnya harga dapat terjadi dalam jangka pendek (per hari, minggu atau bulan)
dan dapat pula terjadi dalam jangka panjang. Untuk komoditas pertanian yang
cepat rusak seperti sayur-sayuran dan buah-buahan pengaruh perubahan
permintaan pasar kadang-kadang sangat menyolok sekali sehingga harga yang
berlaku berubah dengan cepat. Hal ini dapat diamati perubahan harga pasar yang
berbeda pada pagi, siang dan sore hari. Perbedaan harga jual yang paling
signifikan adalah biasanya pada saat musim produk melimpah ruah atau saat
musim panen besar harga rendah, sebaliknya pada saat tidak musim dan
jumlahnya cenderung sedikit maka harga meningkat drastis. Keadaan tersebut
menyebabkan petani sulit dalam melakukan perencanaan produksi, begitu juga
dengan pedagang sulit dalam memperkirakan permintaan (Syahza, 2007).
2.2 Solusi yang Pernah Dilakukan
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran
Hasil Pertanian (PPHP) berupaya membantu petani agar dapat memasarkan hasil
produk pertanian lebih dekat ke konsumen, sehingga dapat menetapkan harga
yang wajar untuk mendapatkan keuntungan. Upaya tersebut antara lain
penyediaan fasilitasi Pasar Tani, Sub Terminal Agribisnis (STA), Pasar Lelang,
dan Pelayanan Informasi Pasar (Handayani, 2014).
Pasar Tani adalah sarana pemasaran bagi petani atau kelompok tani (Poktan) atau
gabungan kelompoktani (Gapoktan) produsen maupun produsen olahan dalam
menjual hasil pertaniannya secara langsung ke konsumen/pembeli tanpa melalui
perantara/pedagang pengumpul. Adanya pasar tani ini diharapkan petani dapat
menjual produk pertaniannya dengan menetapkan harga jual yang wajar, sehingga
usaha taninya menguntungkan dan dapat meningkatkan pendapatan secara
berkelanjutan.
Sub Terminal Agribisnis (STA) adalah suatu sarana pemasaran hasil pertanian
yang dibangun dan digunakan secara spesifik untuk menyalurkan/memasarkan

hasil pertanian dari sumber produksi ke lokasi permintaan


produk/pasar/konsumen.
Pasar lelang adalah tempat/sarana pemasaran yang dihadiri oleh banyak penjual
dan banyak pembeli untuk melakukan transaksi secara langsung, lisan, terbuka,
sampai diperoleh harga tertinggi yang disepakati antara penjual dan pembeli
secara transparan. Dasar hukum yang mengatur penyelenggaraan pasar
lelang forward telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Menperindag
No.650/MPP/Kep/10/2004 tentang Ketentuan Penyelenggaraan Pasar Lelang
dengan Penyerahan Kemudian Forward Komoditi Agro. Dalam Surat Keputusan
ini, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ditunjuk untuk
melaksanakan pembinaan, pengaturan dan pengawasan penyelenggaraan kegiatan
Pasar Lelang Forward Komoditi Agro. Penyelenggara pasar lelang hanya dapat
dilakukan oleh Badan Usaha atau Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota yang
membidangi perdagangan setelah memperoleh persetujuan Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Pelayanan Informasi Pasar (PIP) bertujuan menyediakan informasi pemasaran
komoditas pertanian secara terpadu/terintegrasi tentang harga, pemasok/supply,
dan pembeli/demand). PIP ini dapat dimanfaatkan oleh siapa saja terutama para
petani baik sebagai produsen (penjual) maupun konsumen (pembeli), melalui: 1)
internet pada layar komputer www.deptan.go.id.
2.3 Solusi yang Ditawarkan
Upaya yang telah dilakukan pemerintah terbilang cukup baik untuk memudahkan
petani menjual dan memasarkan hasil panennya. Namun, masih banyak kesulitan
yang ditemui petani diantaranya akses dari rumah ke pasar yang masih jauh
sehingga memerlukan kendaraan dan ongkos untuk mencapai pasar,
Penyelenggara yang masih dilakukan oleh suatu Instansi dan produk hasil panen
petani masih terbatas hanya di pasar ataupun di Sub Terminal Agribisnis sehingga
hanya orang-orang yang mengunjungi pasar yang mengetahui produk petani
tersebut. Oleh karena itu, kami memberikan gagasan agar setiap petani mampu
menjalani bisnis online shop untuk menjual maupun memasarkan hasil panennya.

10

Hal ini tentu lebih memudahkan petani karena petani hanya butuh ke Warung
Internet (Warnet) di dekat rumah atau menggunakan Handphone (HP) mereka
sudah dapat menjual, memasarkan bahkan bertransaksi dengan konsumen atau
pembeli. Petani cukup mengupload produk hasil panen mereka, memberi
keterangan harga dan menunggu konsumen menhubungi untuk bernegosiasi. Hal
ini cukup efisien karena petani tidak kerepotan lagi untuk membawa produk
mereka jauh-jauh ke pasar lalu menjajakan ke konsumen, menghabiskan banyak
waktu di Pasar selama berjam-jam. Dengan Petasan Shop ini petani masih dapat
melakukan pekerjaan lain sambil menunggu konsumen menghubungi mereka.
Petani dapat menjual produk hasil pertanian mereka ke konsumen, swalayan atau
toko hasil pertanian melalui media sosial seperti; facebook, instagram, twitter,
ataupun website-website jual beli yang tentunya sudah banyak diketahui oleh
orang banyak bahkan di seluruh dunia. Agar produk yang mereka pasang di
internet cepat laku maka petani dapat berteman dengan orang-orang yang akan
membeli produk hasil pertanian atau perusahaan maupun bisnis pertanian lainnya
sehingga antara petani dengan konsumen sudah saling berlangganan. Produkproduk hasil pertanian sudah ditawarkan sebelum panen atau saat masih dalam
masa penanaman. Produsen dengan konsumen bisa saling bernegosiasi dan
membuat kontrak pembelian sehingga saat panen nantinya hasil panen dapat
langsung dibeli oleh konsumen dan petani tidak khawatir kehilangan pembeli.
Hal yang harus diinformasikan petani saat menjual produknya adalah tanggal
tanam, tanggal panen, lokasi, harga yang ditawarkan petani, alamat dan foto nyata
tanaman beserta fase pertumbuhannya, minimal pembelian, dan biaya antar.
Sehingga pembeli tidak ragu dan dengan mudah melakukan transaksi.
Setelah dicapai kesepakatan antara petani maupun pembeli dapat melakukan
pertemuan di tempat yang telah disepakati bersama yang tidak menyulitkan petani
maupun pembeli, pembeli dapat langsung datang ke petani, atau petani dapat
menggunakan jasa pengiriman yang tentunya harga sudah disepakati sebelumnya
dengan pembeli.

11

2.4 Pihak yang Berperan dalam Implementasi Gagasan


Gagasan Petani Bisa online shop ini akan terwujud apabila ada dukungan dari
Pemerintah sendiri khususnya Kementrian Komunikasi dan Informatika untuk
menyediakan akses internet yang dapat dijangkau oleh setiap petani di daerahdaerah khususnya daerah terpencil. Dinas Pertanian juga berperan dalam hal ini
untuk melakukan penyuluhan atau pembelajaran kepada petani tentang bisnis
agribisnis ini. Dinas pertanian juga berperan untuk terus meberikan informasi
pasar tebaru kepada petani. Selanjutnya adalah masyarakat atau petani itu sendiri
mau melakukan bisnis online ini. Perusahaan penjual produk hortikultura seperti
swalayan atau toko buah maupun sayuran juga dapat menyukseskan gagasan ini
karena merekalah yang akan banyak membutuhkan produk hasil pertanian
tersebut secara cepat dan mudah.
2.5 Langkah-Langkah Strategis yang Dilakukan
Untuk mewujudkan Petasan Shop ini, maka rangkaian kegiatan yang akan
dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Mensosialisasikan mengenai penggunaan internet untuk online shop ini, bisa
dilakukan oleh penyuluh pertanian atau orang-orang yang mengerti tentang
penggunaan internet.
2. Memastikan di setiap daerah memiliki akses atau jaringan internet. Apabila
terdapat daerah yang belum ada jaringan, maka dapat dipasangkan akses
internet melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika.
3.

Memberikan pembelajaran bagaimana membuat sebuah akun di media sosial,


ataupun website jual beli dan mengajarkan bagaimana caranya mengunggah
sebuah gambar atau foto kepada para petani.

4. Menjalin kerjasama dengan toko atau swayalan yang menjual buah atau
sayuran agar menjadi langganan online shop petani.
5. Melakukan promosi terus menerus di berbagai media sosial untuk menarik
semakin banyak pembeli.

12

III. KESIMPULAN

3.1 Teknik Implementasi Gagasan


Sebagai contoh diberikan gambaran Petasan Shop ini yaitu setelah panen, petani
akan langsung memfoto hasil panen tersebut kemudian, mengunggah foto beserta
keterangan harga ke berbagai media sosial atau website yang sudah banyak
bekerjasama dengan orang-orang pengguna media tersebut. Perusahaan, toko
ataupun orang-orang yang membutuhkan bisa langsung berkomentar di foto atu
langsung menghubungi petani untuk bernegosiasi. Setelah dicapai kesepakatan
maka pembeli dapat langsung menemui petani atau mereka melakukan pertemuan
yang tidak menyulitkan petani ataupun pembeli. Produk juga dapat dikirim
melalui jasa kiriman dengan harga yang sudah disepakati antara petani dengan
pembeli.

Gambar 1. Contoh online shop melalui facebook

3.2 Manfaat yang Akan Dicapai


Manfaat yang akan diperoleh dari terwujudnya program ini yaitu:
1. Petani tidak berhadapan lagi dengan para pengepul atau tengkulak yang
menjatuhkan harga jual karena petani akan langsung bertransaksi dengan
pembeli.
2. Petani lebih mudah menjual hasil panennya tanpa harus susah payah membawa
hasil panen jauh ke pasar ataupun Sub Terminal Agribisnis.
3. Pemrasaran akan lebih luas karena produk dapat diketahui oleh masyarakat
luas sehingga menarik pembeli lebih banyak

13

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. Survei BPS: Jumlah Pengguna Internet Indonesia Tahun 2013 Tembus
71 Juta Orang. www.harianTI. Diakses Tanggal 11 Februari 2015 Pukul 21:00
WIB
Handayani, S. 2014. Fasilitas Pemasaran Hasil Hortikultura.
www.tabloidsinartani.com. Diakses tanggal 11 Februari 2015 Pukul 21:00
WIB
Nurfatma, R, Novita, Asih, R, Amalia R. 2013. Efisiensi Saluran Pemasaran
Beras dan Gabah di Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo. Jurnal
Universitas Sebelas Maret. 1-2
Philip, A. 2001. The Global Technology Revolution: Bio/Nano/Materials Trends
and Theirs Synergies With Information Technology. RAND Corporation
(Research and Development). Australia
Soekartawi. 2002. Manajemen pemasaran Hasil-Hasil Pertanian: Teori dan
Aplikasinya. Rajawali Pers. Jakarta
Syahza, A. 2007. Model Pemasaran Produk Pertanian Berbasis Agribisnis
Ekonomi Pedesaan. Universitas Riau. Pekanbaru.

Jessica Anggraesi
NPM. 1414131094
Biodata Anggota Kelompok
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap
Desy Kartika Sari
2. Jenis Kelamin
Perempuan
3. Program Studi
Ilmu Komputer
4. NPM
1417051038
5. Tempat dan Tanggal Lahir Rajabasa Baru, 20 Desember 1996
6. E-mail
Kartikadeka3@gmail.com
7. Nomor Telepon/HP
08996490077
B. Riwayat Pendidikan
SD
SMP
SMA
Nama Institusi
SDN 2
SMPN 1 Way SMAN 1 Way
Rajabasa Baru Jepara
Jepara
Jurusan
IPA
Tahun Masuk-Lulus 2002-2008
2008-2011
2011-2014
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No.
Nama Pertemuan
Judul Artikel Ilmiah
Ilmiah/Seminar
-

Waktu dan Tempat

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir


No.
Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi
Penghargaan
1. Juara 1 LCT Matematika
Dinas Pendidikan Dasar KKG
Kabupaten Lampung Timur
2. Juara 1 LCT Agama Islam Dinas Pendidikan Dasar KKG
Kabupaten Lampung Timur
3. Juara 1 LCT Agama Islam Dinas Pendidikan Dasar KKG
Kabupaten Lampung Timur
4. Juara 2 Futsal Putri
SMA Negeri 1 Way Jepara

Tahun
2005
2006
2007
2013

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan hibah PKM-Gagasan Tertulis.