You are on page 1of 8

METODE PELAKSANAAN

PROGRAM

: REHABILITASI/PEMELIHARAAN JALAN DAN


JEMBATAN
KEGIATAN
: REHABILITASI/PEMELIHARAAN JALAN
PEKERJAAN
: PEMELIHARAAN BERKALA JALAN (DAU) PAKET II
PENGAMAN DEKER DAN JEMBATAN (030) SUKADANA
BATU RAKIT
LOKASI
: KECAMATAN BAYAN
TAHUN ANGGARAN : 2007

A.

PENDAHULUAN

Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan (DAU) Paket II Pengaman Deker dan Jembatan yang
berlokasi di Desa Sukadana Batu Rakit Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Barat
merupakan
salah
satu
bentuk
partisipasi
pemerintah
dalam
rangka
rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan yang diperuntukkan pada daerah-daerah
atau lokasi yang diangap perlu. Metode pelaksanaan diperlukan untuk pelaksanaan setiap
pekerjaan yang kompleks, pekerjaan yang sangat mempengaruhi terhadap waktu
penyelesaian , pekerjaan yang memerlukan pengendalian mutu tinggi, pekerjaan yeng
memerlukan pengerjaan estetis / arsitektoris. Demi memperoleh hasil yang baik maka
kami perlu untuk menjabarkan metode pelaksanaan yang dimaksud untuk menyelesaikan
pekerjaan tersebut di atas sesuai dengan rencana.
B.

JENIS PEKERJAAN

Adapun dalam kegiatan ini terdiri dari beberapa item pekerjaan , antara lain :
I. Pekerjaan Umum
Mobilisasi
II. Pekerjaan Drainase
Galian Saluran & Kanal Tanah
III. Pekerjaan Tanah
Galian Tanah Biasa Untuk konstruksi
Urugan Untuk Timbunan
Pembentukan Bahu Jalan
IV. Pekerjaan Lapis Pondasi
Lapis Pondasi Bawah Klas C
Lapis Pondasi Atas Klas B
V. Pekerjaan Lapis Permukaan
Lapisan Permukaan Penetrasi Macadam
VI. Konstruksi
Pasangan Batu

C.

WAKTU dan PRIORITAS PEKERJAAN

Jangka waktu pelaksanaan untuk seluruh pekerjaan ditentukan 90 (sembilan puluh) hari
kalender. Untuk memperlancar pelaksanaan pekerjaaan ini maka harus dihitung secara
cermat, sehingga perlu diperinci/diperhitungkan dengan sistim skala prioritas mengenai
jenis-jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan.

D.

PELAKSANAAN PEKERJAAN

1. Pekerjaan Umum
Mobilisasi dalam pekerjaan ini yang kami ajukan memiliki bobot sebesar 2.90 persen
terhadap persentase seluruh pekerjaan. Cakupan untuk seluruh kegiatan dalam
mobilisasi , antara lain :
Pengadaan lahan untuk base camp, diperlukan lahan seluas 18 m2,
ditempatkan berdekatan dengan lokasi pekerjaan.
Pembuatan base camp serta fasilitasnya , dimana bangunan untuk base
camp sederhana saja namun yang terpenting adalah dapat menampung
segala keperluan yang berkaitan dengan kegiatan dilapangan. Ruangan
ini berfungsi untuk menyimpan alat kerja, bahan dan perlengkapan K3 ,
misalnya :
1 (satu) set kursi dan meja tamu
1 (satu) set kursi dan meja kerja
Papan Tulis ( White Board) dan spidol
Triplek untuk menempel gambar kerja, time schedule dan
dokumentasi
Lemari untuk menyimpan arsip yang berkaitan dengan
pekerjaan dilapangan
Kotak obat dengan segala isinya.
Alat pemadam kebakaran
Buku tamu serta buku harian proyek gambar kerja,
perlengkapan P3K
Gudang untuk menyimpan bahan yang perlu disimpan dgn baik
Mobilisasi personil, peralatan , perkuatan jembatan lama yang akan
dilalui untuk transportasi alat berat serta fasilitas lainnya untuk
pemeriksaan bahan / material. Fasilitas laboratorium sampai dengan 45
hari kalender sejak diterbitkan SPMK.
Demobilisasi, berupa pengembalian segala alat, bahan serta
pembersihan lokasi.
Pembuatan papan nama sesuai dengan ketentuan serta sayarat-sayarat
yang telah ditentukan.
Pada umumnya pekerjaan mobilisasi ini dimulai sejak diterbitkannya SPMK (Surat
Perintah Mulai Kerja) sampai dengan selesai pekerjaan. Tentunya dalam pekerjaan
persiapan ini kami akan merinci kira-kira apa saja yang perlu kami laksanakan dan apa
saja yang harus kami persiapkan sehingga nantinya pada saat pekerjaan sudah siap
untuk dilaksanakan, semua keperluan serta kebutuhan sudah tersedia dengan waktu
serta jumlah yang tepat.
Selain itu juga hal yag terpenting juga adalah menyelesaikan urusan perijinan-perijinan
yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut diatas.
Fasilitas keselamatan kerja, penyediaan air bersih, penerangan serta
komunikasi.
Guna menunjang kelancaran pekerjaan, sarana dan prasarana harus memenuhi syarat,
misalnya: kelengkapan keselamatan kerja, tersedianya air bersih, penerangan pada
malam hari seperti listrik, jika tidak ada listrik maka kami akan menyediakan jenset.
Sarana juga kami akan siapkan seperti :SSB, HT, yang bisa menjangkau ke kantor
pusat dan ke kantor lapangan / barak kerja.
Pembuatan laporan dan dokumentasi
Pembuatan laporan disini yaitu pembuatan laporan yang terdiri dari : harian,
mingguan, bulanan, gambar shop drawing dan asbuilt drawing. Laporan tersebut berisi
kemajuan laporan pekerjaan, laporan cuaca, laporan pemakaian tenaga, laporan
pemakaian alat dan peralatan. Sedangkan untuk dokumentasi yaitu pengambilan foto
pada setiap titik dimana sebelum tahap-tahap pekerjaan dilakukan, diadakan
pengambilan gambar untuk foto dokumentasi 0 % pada setiap titik yang telah

ditentukan, ketika lingkup pekerjaan sudah dilselesaikan separuhnya maka dilakukan


pengambilan foto 50% begitu pula halnya ketika seluruh pekerjaan rampung/selesai
dikerjakan maka akan dilakukan pengambilan foto 100%. Setelah laporan foto dan
dokumentasi selesai, maka akan dibuat dalam bentuk buku dan album dan digandakan
sesuai dengan permintaan direksi.
2. Pekerjaan Drainase
Berupa galian saluran dan kanal tanah

Pekerjaan ini akan dilaksanakan apabila tahapan pekerjaan umum telah


dilaksanakan. Kesiapan bahan alat dan tenaga kerja harus maksimal.

Tahap awal yang akan dilakukan yaitu pengukuran dilapangan untuk


menentukan posisi titik O, kemudian baru dipasang patok-patok sesuai dengan
ukuran yang ada didalam gambar untuk kemudian digali untuk saluran dan
kanal tanah. Alat dan bahan yang digunakan yaitu benang kayu 5/7 untuk
patok, cat untuk tanda, palu, paku, Rolmeter dan lain-lain.

Tanah digali sesuai dengan ukuran dalam gambar dan kedalaman yang telah
ditetapkan.

Tanah galian dibuang / dikeluarkan dari daerah lokasi pekerjaan.

Bila galian melampaui batas maka galian harus ditimbun kembali hingga
kepadatan maksimum dengan biaya ditanggung sendiri oleh kami selaku
kontraktor pelaksana.

Untuk pekerjaan galian saluran dan kanal tanah ini akan dikerjakan pada
minggu ke 2 sampai dengan minggu ke 4 pada bulan pertama ( + 21 hari
kalender ).

Diperkirakan ada 19 hari efektif untuk bekerja.

Target volume untuk pekerjaan galian perhari 25 m3

Jadi untuk seluruh pekerjaan galian saluran dan kanal tanah diperkirakan
dapat diselesaikan selama 18 hari.

Alat-alat yang akan digunakan untuk pekerjaan ini antara lain cangkul, linggis,
sekop, ember , Dump Truck.

Dalam pekerjaan ini tidak ada uji yang akan dilakukan hanya perlu
pemeriksaan dari pihak direksi atau pengawas yang mewakili untuk
memeriksa dimensi galian.

Bila hasil galian telah disetujui maka pekerjaan yang berkaitan dengan galian
tanah ini dapat dilanjutkan.
3. Pekerjaan Tanah
Terdiri dari :
Galian Tanah Biasa Untuk Konstruksi
Pekerjaan ini akan dilaksanakan pada minggu I bulan kedua, setiap bahan
galian yang melebihi kebutuhan untuk timbunan atau setiap bahan yang
tidak disetujui oleh direksi untuk menjadi bahan urugan maka bahan
tersebut akan kami buang kelokasi yang telah ditunjuk oleh direksi.
Selama pekerjaan galian , kemiringan galian yang stabil yang mampu
menyangga bangunan-bangunan atau mesin-mesin sekitar menjadi
perhatian utama. Namun apabila diperlukan , kami akan menopang dengan
bahan lain demi keamanan bangunan yang diakibatkan oleh galian.
Setiap galian akan kami beri tanda demi keamanan para pekerja dan
pengguna jalan atau masyarakat disekitar lokasi.
Bila galian melebihi dari yang telah ditetapkan maka kami kerkewajiban
untuk menimbun dan memadatkan kembali dengan bahan terpilih, hingga
dapat memuaskan direksi.
Prosedur pelaksanaan :
Pekerjaan galian yang akan kami laksanakan diusahan sekecil mungkin
menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar.
Apabila galian tersebut menyebabkan air menjadi tergenang maka diusahakan
dengan menyedot air tersebut dengan pompa air yang kami sediakan .

Untuk pekerjaan ini disediakan waktu selama 7 ( tujuh ) hari kalender, dengan
jumlah hari efektif kerja 6 ( enam ) hari kalender.
Volume galian yang dihasilkan dalam setiap hari adalah 25 m3
Untuk pekerjaan ini diperkirakan akan dapat diselesaikan dalam waktu 1 (satu)
Hari
Peralatan yang akan digunakan antara lain : Cangkul, sekop, ember, linggis,
gerobak angkut, Dump Truck.

Urugan untuk timbunan


o Definisi dari pekerjaan ini adalah rangkaian dari mendapatkan,
mengangkut, penempatan serta memadatkan tanah atau bahan berbutir
yang akan digunakan.
o Bahan atau material yang akan digunakan untuk urugan harus dites ,
bahan yang akan diuji diambil dari borrow area yang telah ditetapkan
oleh direksi. Bila material telah memenuhi persyaratan maka bahan
dapat diangkut dengan melalui jalan-jalan yang telah ditentukan sesuai
dengan kapasitas dengan tujuan tidak merusak jalan / fasilitas lain
akibat dari kapasitas yang tidak sesuai.
o Sebelum menempatkan urugan diatas suatu lahan semua operasi
pemotongan serta pemebrsihan termasuk pengisian lubang disebabkan
oleh pengangkatan akar-akar pohon harus diselesaikan terlebih dahulu
sesuai petunjuk direksi.
o Urugan harus disebarkan merata dengan ketebalan tidak lebih dari 20
cm, kemudian dipadatkan lapis perlapis dan diusahakan ketebalan tiap
lapis sama.
o Urugan harus diangkut secara langsung dari borrow area kemudia
langsung dihamparkan, tumpukan tanah untuk urugan tidak diijinkan.
o Pemadatan
o Setelah penebaran material urugan , masing-masing lapisan harus
segera dipadatkan secara menyeluruh dengan alat pemadatan yang
sesuai dan memadai serta disetujui oleh pihak direksi.
o Pemadatan urugan harus dilakukan bila kadar air bahan tersebut dalam
batas kurang 3% dari kadar air optimum sampai 1 % lebih dari kadar air
optimum.
o Urugan timbunan harus dipadatkan dimulai dari ujung paling luar masuk
ketengah hingga masing-masing bagian mendapat desakan pemadatan
yang sama.
o Pengujian yang dilakukan untuk bahan urugan : Analisa saringan
aggregat halus dan kasar, Penentuan batas cair dan batas plastis,
Hubungan kadar air dan kepadatan dan CBR ( California Bearing Ratio )
untuk menentukan nilai dukung relatif urugan padat , atau pengujian lain
yang diinginkan oleh direksi tenik.
o Waktu pelaksanaan urugan untuk timbunan disediakan waktu selama 6
minggu ( 42 hari kalender ), Minggu IV bulan ke 1 sampai dengan
minggu ke 1 bulan ke 3.
o Jumlah hari efektif kerja 36 hari kalender
o Volume urugan untuk timbunan yang dihasilkan perhari 30 m3
o Diperkirakan pekerjaan ini dapat dihasilkan dalam waktu 32 hari.
o Alat yang digunakan alat bantu, Mesin G. Roda Karet 8-15 T, dan Truck
tangki air

Pembentukan bahu jalan


o Pekerjaan ini terdiri dari pengadaan, pengangkutan, penempatan,
penebaran dan pemadatan bahan butiran yang dipilih untuk bahu jalan
baru di atas satu lapis tanah dasar yang sudah disiapkan atau pada
permukaan lain yang telah disetujui direksi, sesuai dengan garis batas,
kelandaian serta gambar rencana yang telah ditetapkan oleh direksi.

o
o

o
o
o
o
o
o

Bahan yang akan digunakan setidaknya telah mendapatkan persetujuan


dari direksi + 14 hari sebelum pelaksanaan pekerjaan, setelah melalui
pengujian antara lain persyaratan gradasi untuk pondasi bawah, serta
syarat kualitas bahan untuk pondasi bawah.
Dalam pelaksanaannya kami akan mengusahakan pengaturan lalu lintas
seoptimal mungkin tidak mengganggu kelancaran lalu lintas dengan
mengerjakan hanya satu sisi bahu jalan untuk setiap waktu tertentu.
Bahan-bahan yang digunakan harus ditimbun diluar lintasan jalan dan
tempat yang tidak membahayakan.
Bila pekerjaan yang dihasilkan dirasakan tidak memuaskan maka kami
akan memperbaiki pekerjaan tersebut sampai sesuai dengan spesifikasi
teknis dan memuaskan direksi.
Pekerjaan ini akan dilaksanakan pada minggu ke 2 bulan ke 2 sampai
dengan minggu ke 4 bulan ke 3, atau sejumlah 49 hari kalender.
Jumlah waktu efektif kerja 42 hari kalender
Target volume yang akan dicapai dalam perhari adalah 20 m3.
Pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 23 hari
Peralatan yang diperlukan antara lain alat bantu dan mesin gilas bergetar
kapasitas 1 ton.
Pengujian yang akan dilakukan untuk bahan lapis pondasi bawah antara
lain : Analisa saringan agregat, Penentuan batas cair dan batas plastis,
Hubungan kepadatan kadar air, CBR dan ketahanan terhadap abrasi
agregat kasar.
Untuk pengendalian lapangan diadakan tes : Ketebalan dan
keseragaman lapis pondasi bawah, tes kepadatan ditempat, dan
penentuan CBR ditempat lapis tanah dasar.

4. Pekerjaan Lapis Pondasi


Terdiri dari dua item pekerjaan, yaitu ;

Lapis Pondasi Bawah Klas C


Lapis pondasi bawah adalah lapisan konstruksi yang meneruskan beban
dari lapis pondasi atas kepada tanah dasar yang berupa bahan yang
berbutir diletakkan diatas lapisan tanah dasar yang telah dibentuk dan
dipadatkan, serta langsung berada dibawah lapis pondasi atas perkerasan.
Pekerjaan lapis pondasi bawah terdiri dari mengadakan , memproses,
mengangkut , menebarkan , membasahi dan memadatkan bahan lapis
pondasi bawah berbutir yang telah disetujui dan sesuai dengan gambargambar yang diperintahkan direksi.
Contoh bahan yang akan kami gunakan untuk lapis bawah pondasi akan
kami serahkan pada direksi untuk diteliti dengan pengujian-pengujian yang
diperlukan misalnya persyaratan gradasi untuk lapis pondasi bawah,
sayarat kualitas berupa batas cair, Indeks plastisitas, CBR terendam,
Ekivalensi pasir dan kehilangan berat akibat abrasi.
Untuk Lapis Pondasi Bawah ( LPB ) Klas C bahan yang akan kami gunakan
sesuai dengan persyaratan yaitu kerikil, pasir dan lempung alam yang lolos
saringan 1.5 atau 37.5 mm.
Bahan yang digunakan telah bebas dari debu, zat organik serta bahan lain
yang harus dibuang dan memiliki kualitas dimana bila bahan tersebut telah
ditempatkan akan saling mengikat membentu suatu permukaan yang
stabil dan mantap.
Dalam pelaksanaannya , terlebih dahulu tanah dasar disiapkan sesuai
dengan gambar , semua bahan tersebut dihamparkan dilapangan ruas
jalan yang bersangkutan dengan menggunakan tenaga kerja dan motor
grader ketebalan hamparan tidak lebih dari 20 cm. Segera setelah
penghamparan dan pembentukan dilakukan penggilasan dengan mesin
gilas 3 roda ( 8-10 ton ).
Penggilasan dan pemadatan bergerak secara gradual (sedikit demi sedikit)
dari pinggir ke tengah , sejajar dengan garis sumbu jalan sampai seluruh

permukaan dipadatkan telah dipadatkan secara merata. Kandungan


kelembaban untuk pemasangan dikontrol didalam batas 3% kurang dari
kadar air optimum sampai 1% lebih dari kadar air optimum dengan
penyemprotan air atau pengeringan seperlunya.
Waktu penyelesaian direncanakan selama 2 minggu atau 14 hari kalender
Waktu produktif selama 12 hari kalender
Target volume pekerjaan 5 m3
Direncanakan pekerjaan ini diselesaikan dalam waktu 11 hari.
Alat-alat yang dipergunakan antara lain mesin gilas 3 roda ( 8-10 ton )
dan truk tangki air

Lapis Pondasi Atas Klas B


Lapis pondasi atas jalan merupakan lapisan struktur utama diatas lapis
pondasi bawah (atau diatas lapis tanah dasar bila tidak dipasang lapis
pondasi bawah). Pembangunan lapis pondasi atas terdiri pengadaan,
pemrosesan , pengangkutan , penghamparan , penyiraman dengan air dan
pemadatan aggregat batu atau kerikil alami pilihan dalam lapis pondasi
atas, diatas satu lapis pondasi bawah atau diatas tanah dasar yang telah
disiapkan.
Bahan yang digunakan untuk LPA Klas B adalah makadam ikat basah,
terdiri dari aggregat pecah yang berupa batu fraksi tunggal dengan ukuran
nominal antara 25 mm dan 62.5 mm dan aggregat halus dari kerikil dan
pasir alami, disaring dan digradasi serta semuanya lolos saringan 9.5 mm
Tahapan pelaksanaan pekerjaan LPA klas B dapat dilaksanakan bila LPB
klas telah selesai dilaksanakan. Untuk makadam ikat basah klas B sebelum
dihamparkan tulangan pokok , sisisisi pinggir dari badan jalan atau pada
bahu jalan diberi bangunan penunjang yang dapat menahan tulangan
pokok ketika digilas nanti, misalnya dengan pemadatan bahu jalan.
Pada proses pemadatan dimana bahan yang digunakan dengan ukuran
maksimum A , maka sebelum dipadatkan atau ketika penebaran memiliki
ketebalan A+4 cm dan hasil akhir yang diperoleh menjadi A-2 cm setelah
dipadatkan.
Sesudah batu pokok dihamparkan maka diberi pelumas dengan
membasahi aggregat tersebut kemudia digilas dimulai dari pinggir
diteruskan ketengah dengan sejajar garis tengah jalan. Penggilasan ini
dilakukan berulang-ulang , kecepatan mesin gilas sekitar 1.5 Km/jam pada
masa permulaan pemadatan dan dapat ditingkatkan hingga 3 km / jam
sampai akhir pemadatan.
Lapisan macadam memperoleh kekuatan dari sifat saling mengunci anata
butir aggregat yang satu dengan yang klain , oleh karena penggilasan
dihentikan bila sudah tidak ada lagi aggregat yang bergerak dibawah roda
mesin gilas.
Bahan pengisi halus dihamparkan tipis dan rata diatas permukaan batu
pokok langsung dari atas truk atau dari tempat penimbunan. Agar semua
rongga terisi maka bahan penggisi tersebut dihamparkan sambil disapu
agar masuk, kemudia digilas begitu terus menerus hingga bahan pengisi
tidak dapat masukk lagi karena semua rongga telah terisi.
Waktu pelaksanaan LPA Klas B direncanakan 3 minggu ( 21 hari kalender )
Jumlah hari efektif kerja selama 19 hari kalender
Target volume pekerjaan diselesaikan dalam waktu 15 hari.
Alat yang digunakan antara lain alat bantu , mesin gilas 3 roda ( 8-10 ton )
dan truk tangki air

5. Pekerjaan Lapis Permukaan


Terdapat pekerjaan lapisan permukaan penetrasi macadam terdiri dari
pembangunan diatas pondasi atas , satu lapisan permukaan perkerasan yang
tebalnya antara 5-7 cm dari penetrasi batu pecah yang bersih dengan
pemakaian aspal pengikat panas.

Tebal rata-rata yang sebenarnya harus dipasang sesuai atau lebih tebal dari
nominal yang direncanakan.
Bahan yang akan digunakan batu pecah berupa aggregat kasar, aggregat kunci
dan agregat penutup yang bersih, kualitas seragam dan bebas dari kotoran ,
lempung dan bahan lain yang harus dibersihkan.
Batas ukuran aggregat
Aggregat kasar berupa lapisan utama yang berada dalam batas ukuran nominal
2.5 cm 6.25 cm yang tergantung pada ketebalan lapisan dengan ukuran
maksimum kurang lebih 2/3 tebal rencana.
Aggregat kunci untuk lapisan utama harus lolos saringan 25 mm tetapi tidak
bolreh lebih dari 5 % akan lolos dari saringan 9.5 mm
Bahan pengikat beraspal
Aspal yang digunakan harus aspal semen gradasi kental atau aspal keras yang
diencerkan ( cut back) sesuai dengan persetujuan direksi.
Waktu pelaksanaan lapisan permukaan penetrasi macadam direncanakan 8
minggu ( 56 hari kalender )
Jumlah hari efektif kerja selama 48 hari kalender
Target volume yang dihasilkan perhari kerja 15 m2
Alat yang diperlukan untuk pekerjaan ini adalah mesin gilas 3 roda ( 8-10 ton ),
mesin penyemprot aspal dan truk bak terbuka 3,5 ton.
6. Konstruksi
Dalam tahapan ini terdapat pekerjaan pasangan batu , dimana pekerjaan ini
terdiri dari pembuatan struktur ( bangunan ) menggunakan batu muka pilihan
yang disambungkan dalam adonan semen
Bahan-bahan yang diperlukan antara lain ; Batu kali, semen, pasir dll.
Tahap pelaksanaan pekerjaan dimulai dengan pematokan untuk dimensi garis,
ketinggian serta kelandaian. Bila telah disetujui direksi barulah dilakukan
pemasangan bowplank / profil dengan tujuan agar bentuk dan ukuran sesuai
dengan gambar rencana. Profil yang digunakan adalah kayu usik 5/7 dan reng
yang dipasang setiap jarak 5 meter dan antar profil disambung benang .
Setelah itu barulah dimulai pemasangan batu kali dengan campuran spesi ! Pc :
3 Ps . Sebelum dipasang batu harus sesuai dengan spesifikasi teknik yang
ditentukan, batu harus bersih dari segala macam kotoran dan harus dibasahi
seluruhnya sebelum dipasang.
Tebal alas adonan untuk masing-masing lapis adonan antara 2-5 cm. Setelah
pasanganselesai dikerjaakan permukaan batu yang menonjol harus dibersikan
kemudian diberi siaran antara pasangan batu yang satu dengan yang lainnya.
Hal-hal yang harus diperhatikan adalah kualitas batu yang akan dipasang,
ketepatan volume perbandingan campuran spesi.
Alat-alat yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini adalah cepang, sekop, kotak
tempat membuat campuran, kotak untuk mengukur perbandingan semen dan
pasir, cepang, ember dan pompa air.
Waktu yang direncanakan untuk pekerjaan ini adalah 42 hari kalender
Jadwal waktu pelaksanaan ini dikerjakan pada minggu ke 2 bulan ke 2 sampai
dengan minggu ke 3 bulan ke 3 .
Target volume yang dapat dicapai perhari 5 m3
Jumlah hari efektif untuk pekerjaan ini 35 hari kalender.
Diperkirakan pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 35 hari .

7. PENUTUP
Demikian Metode Pelaksanaan ini kami buat berdasarkan spesifikasi teknis serta
pengalaman lapangan yang telah kami lalui untuk pekerjaan sejenis, sebagai bahan
evaluasi penilaian panitia tentang pemahaman kami terhadap lingkup pekerjaan yang kami
paparkan sehingga secara keseluruhan pekerjaan berjalan lancar sesuai dengan keinginan
pengguna jasa. Metode pelaksanaan ini merupakan gambaran kecil dari pelaksanaan
pekerjaan sehingga apa yang belum termuat dalam metode ini akan lebih jelas dalam
pelaksanaan pekerjaan bila kami ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana pekerjaan tersebut
diatas.