You are on page 1of 5

Pengadukan adalah proses yang menciptakan terjadinya gerakan dari bahan yang

diaduk seperti molekul-molekul yang bergerak atau komponennya menyebar ( terdispersi).


Pada ruangan ini dilengkapi dengan alat double jacket tank untuk memanaskan air,
ultra turrax untuk mencampur bahan aktif dengan bahan dasar krim, mixer untuk pengadukan
sehingga diperoleh produk ruahan. Pada persiapan atau pelaksaan proses kimia dan fisika
serta juga pada pembuatan produk akhir komersial, seringkali cairan harus dicampur dengan
bahan padat. Pencampuran cairan dengan padatan akan menghasilkan suspensi. Tetapi bila
kelarutan padatan dalam cairan tersebut cukup besar akan terbentuk larutan. Pelarutan adalah
suatu proses mencampurkan bahan padat kedalam cairan. Pelarutan dan kelarutan bahan
umumnya dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut yaitu:
Luas permukaan bahan
Konsentrasi
Suhu
Tekanan (khusus pada gas)
Efek ion senama
Efek ion asing
Metode yang paling sering digunakan untuk mencampur cairan dengan padatan
adalah dengan menggerakkan cairan di dalam bejana secara turbulen. Gerakan turbulen dapat
dihasilkan oleh pengaduk ataupun pencampur getar. Gerakan turbulen ditandai oleh turunnaiknya kecepatan cairan secara acak pada setiap titik dalam sistem.

Gambar 1. Alat pencampur padat cair

Ketentuan pengadukan salep atau krim secara CPOB :


1. Parameter operasional yang kritis ( misalnya waktu pengadukan, kecepatan
pengadukan, dan suhu saat pengadukan ) untuk tiap proses pengadukan hendaklah
tercantum dalam dokumen produksi induk dan dipantau selama proses berlangsung
serta dicatat dalam setiap bets yang keluar
2. Produk cairan, krim dan salep, dalam proses pengadukan harus sedemikian rupa
dijaga agar terlindung dari pencemaran mikroba dan pencemaran lain.
3. Semua bagian komponen alat pengaduk yang digunakan hendaklah didesain dan
dipasang sedemikian rupa sehingga memudahkan pembersihan dan bila perlu
disanitasi.
4. Penggunaan peralatan dari kaca sedapat mungkin dihindarkan. Baja tahan karat
bermutu tinggi merupakan bahan pilihan untuk bagian peralatan yang bersentuhan
dengan produk . Hali ini karena salah satu komponen kaca seperti soda lime glass
yang mungkin dapat mengkontaminasi sediaan
5. Penggunaan dan penambahan air saat melakukan pengadukan hendaklah
diperhatikan , karena membutuhkan kecepatan pengadukan yang mungkin berbeda
dengan adanya penambahan air . Dan juga untuk menghindari perkembangbiakan
mikroba.
6. Homogenitas campuran juga perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi efek dan
estetika dari sediaan tersebut .
7. Seluruh proses pengadukan juga hendaknya perlu diperhatikan karena juga
mempengaruhi onsistensi sediaan yang juga perlu diperhatikan agar sesuai dengan
standar mutu yang telah dibuat.
8. Kecepatan pengadukan juga perlu diperhatikan karena semakin tinggi viskositas dari
krim yang kita buat maka kecepatan pengadukan harus smeakin cepat agar semua
bahan bisa tercampur dengan baik.

Pengadukan adalah proses yang menciptakan terjadinya gerakan dari bahan yang diaduk
seperti molekul-molekul yang bergerak atau komponennya menyebar ( terdispersi).
Pemilihan Pengaduk
Viskositas dari cairan adalah salah satu dari beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan
jenis pengaduk. Indikasi dari rentang viskositas pada setiap jenis pengaduk adalah :
1.

Pengadukan jenis baling-baling digunakan untuk viskositas fluida dibawah Pa.s (3000
cP)

2.

Pengadukan jenis turbin bias digunakan untuk viskositas di bawah 100 Pa.s (100.000
cP)

3.

Pengaduk jenis gaying yang dimodifikasi sperti pengaduk jangkar bias digunakan
untuk viskositas antara 50-500 Pa.s (500.000 cP)
4.
Pengaduk jenis pita melingkar biasa digunakan untuk viskositas di atas 1000 Pa.s dan
telah digunakan hingga viskositas 25.000 Pa.s. Untuk viskositas lebih dari 2,5 5 Pa.s
(5000 cP) dan diatasnya, sekat tidak diperlukan karena hanya terjadi pusaran kecil

Kecepatan Pengaduk
Salah satu variasi dasar dalam proses pengadukan dan pencampuran adalah kecepatan
putaran pengaduk yang digunakan. Variasi kecepatan putaran pengaduk bisa memberikan
gambaran mengenai pola aliran yang dihasilkan dan daya listrik yang dibutuhkan dalam
proses pengadukan dan pencampuran. Secara umum klasifikasi kecepatan putaran pengaduk
dibagi tiga, yaitu : kecepatan putaran rendah, sedang dan tinggi.
Kecepatan putaran rendah
Kecepatan rendan yang digunakan berkisar pada kecepatan 400 rpm. Pengadukan
dengan kecepatan ini umumnya digunakan untuk minyak kental, lumpur dimana terdapat
serat atau pada cairan yang dapat menimbulkan busa.
Jenis pengaduk ini meghasilkan pergerakan batch yang empurna dengan sebuah permukaan
fluida yang datar untuk menjaga temperatur atau mencampur larutan dengan viskositas dan
gravitasi spesifik yang sama.
Kecepatan putaran sedang
Kecepatan sedang yang digunakan berkisar pada kecepatan 1150 rpm. Pengaduk
dengan kecepatan ini umumnya digunakan untuk larutan sirup kental dan minyak pernis.
Jenis ini paling sering digunakan untuk meriakkan permukaan pada viskositas yang rendah,
mengurangi waktu pencampuan, mencampuran larutan dengan viskositas yang berbeda dan
bertujuan untuk memanaskan atau mendinginkan.
Kecepatan putaran tinggi
Kecepatan tinggi yang digunakan berkisar pada kecepatan 1750 rpm. Pengaduk
dengan kecepatan ini umumnya digunakan untuk fluida dengan viskositas rendah misalnya
air. Tingkat pengadukan ini menghasilkan permukaan yang cekung pada viskositas yang
rendah dan dibutuhkan ketika waktu pencampuran sangat lama atau perbedaan viskositas
sangat besar.
Jumlah Pengaduk
Penambahan jumlah pengaduk yang digunakan pada dasarnya untuk tetap menjaga
efektifitas pengadukan pada kondisi yang berubah. Ketinggian fluida yang lebih besar dari
diameter tangki, disertai dengan viskositas fluida yang lebih besar dann diameter pengaduk
yang lebih kecil dari dimensi yang biasa digunakan, merupakan kondisi dimana pengaduk
yang digunakan lebih dari satu buah, dengan jarak antar pengaduk sama dengan jarak
pengaduk paling bawah ke dasar tangki. Penjelasan mengenai kondisi pengadukan dimana
lebih dari satu pengaduk yang digunakan dapat dilihat dalam tabel 1.
Tabel 1. Kondisi untuk Pemilihan Pengaduk

Sumber :
lhttp://gmp-center.com/2011/04/23/pedoman-cpob-gmp-pharma-pengendalian-produksi-2/
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23111/2/Chapter%20III-VI.pdf