You are on page 1of 3

Gambaran Umum

Varisela adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus varisela-zoster
(vvz). Penyakit ini terutama mengenai anak-anak dan merupakan infeksi primer
vvz pada individu yang rentan (imunokompromais). Virus masuk kedalam tubuh
manusia melalui mukosa saluran nafas atas dan orofaring, menuju kelenjar getah
bening regional, kemudian terjadi multiplikasi virus masuk kedalam peredaran
darah diikuti oleh viremia primer. Virus masuk ke sel sistem retikuloendotelial
yang merupakan tempat replikasi utama virus selama masa inkubasi. Dua
minggu setelah infeksi, terjadi viremia sekunder yang menyebabkan demam,
malese dan timbul lesi di kulit dan mukosa. Setelah sembuh, virus dalam
keadaan dorman pada sel ganglion dorsalis sistem saraf sensoris yang pada
keadaan tertentu dapat mengalami reaktivasi bermanifestasi sebagai herpes
zoster.

Infeksi vvz juga menimbulkan respons imun selular dan humoral. Respons imun
selular diperankan oleh limfosit T untuk mencegah terjadinya infeksi yang berat.
Respons imun humoral diperankan oleh IgG dan IgM untuk menghentikan viremia
sehingga menghambat penyebaran virus ke kulit dan viseral.
Varisela pada imunokompromais dapat disertai komplikasi berupa sakit kepala
yang hebat, atau meningitis, sehingga pasien mengalami kejang-kejang atau
tidak sadarkan diri.
Gambaran klinis yang khas adalah demam yang disertai vesikel tegang di atas
dasar eritematosa, tersebar di seluruh tubuh, terutama di bagian sentral badan.
Penatalaksanaan pada prinsipnya bertujuan menghentikan replikasi virus dan
mencegah terjadinya sikatriks pasca varisela.

Ilustrasi kasus
Seorang wanita Ny. As usia 30 tahun, pekerja bagian produksi pabrik garmen,
datang ke RS A dengan keluhan timbul plenting (gelembung kecil berisi cairan
jernih) di badan dan wajah sejak 2 hari yang lalu disertai demam dan nyeri
menelan. Plenting bertambah banyak dengan cepat dan teman sekerja
menderita sakit yang sama 2 minggu yang lalu.

Hasil anamnesis diperoleh:


-

plenting bertambah banyak

mengeluh demam

terasa nyeri bila menelan

terasa sedikit gatal

teman sekerja menderita sakit yang sama 2 minggu yang lalu

Pada pemeriksaan fisik :


Status generalis keadaan umum pasien sakit sedang, Tekanan darah
120/80, frekuensi napas 18/menit, frekuensi nadi 80/menit, Suhu 38,50 C. Tidak
didapatkan kelainan pada paru, jantung, abdomen.
-

Konjunktiva mata kanan eritema dan 1 buah vesikel

Status dermatologikus: terdapat papel, vesikel, dan pustul di atas kulit


eritematosa. Lesi tersebar terutama di badan dan wajah, jumlah lesi lebih sedikit
di lengan dan tungkai. Terdapat ulkus dangkal di palatum bagian belakang.
Beberapa vesikel di wajah pecah sehingga nampak erosi.
Pada perabaan teraba kelenjar getah bening di aksilla, servikal, supra
klavikula, dan inguinal, terasa nyeri bila ditekan.
Hasil pemeriksaan laboratorium
-

Sel Tzanck ditemukan sel raksasa berinti banyak.

vesikel yang baru dibersihkan dengan alkohol, atap vesikel dipotong dan
dasar vesikel dikerok dengan skalpel, dibuat sediaan hapus pada gelas alas,
difiksasi dengan metanol 1 menit kemudian dicat dengan Giemsa.

Diagnosis : Varisela
Diagnosis banding : Herpes zoster generalisata

Penatalaksanaan
-

Non Medikamentosa

Pasien diberi penjelasan tentang penyakitnya, penyebab dan perjalanan


penyakit, komplikasi yang mungkin terjadi, jenis dan cara penggunaan obat yang
benar. Pasien dianjurkan jangan menggaruk supaya plenting tidak pecah,
sehingga diharapkan tidak menyebabkan sikatriks.
-

Medikamentosa

Obat anti virus : asiklovir 5 x 800 mg/ hari, peroral selama 7 hari,
disertai anjuran minum air putih yang banyak.
Antipiretik parasetamol 3x 500 mg/hari
Bedak salisil 1 % dengan mentol 0,5 %.

Salep antibiotik, untuk lesi yang pecah.

Rencana :
Kontrol ulang 1 minggu kemudian, untuk menilai hasil pengobatan dan
kemungkinan adanya komplikasi.