You are on page 1of 20

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kegagalan balok umumnya diawali oleh retak. Retak yang terjadi pada balok
disebabkan oleh beban yang bekerja pada balok, yang melampaui kekuatan balok tersebut.
Beban kerja yang mengakibatkan retak pada balok dapat berupa momen lentur dan gaya
lintang (gaya geser).
Jika balok tidak mampu menahan gaya lintang (gaya geser), maka pada daerah
yang menerima gaya lintang paling besar misalnya pada ujung balok akan terjadi retak geser
dengan arah retakan miring atau membentuk sudut 45. Untuk mengetahui perilaku geser kita
melakukan pengujian geser pada balok beton bertulang dimana pengaruhnya terletak pada
bentang geser (a) yang mana hasil pengujian tersebut akan dibahas di bab berikutnya.
1.2

Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh bentang geser (a) balok beton bertulang terhadap perilaku geser

dengan penulangan geser sengkang (8-10) ?


1.3

Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh bentang geser (a) balok beton bertulang terhadap

perilaku geser dengan penulangan geser sengkang (8-10).

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

BAB II
METODE PENELITIAN
2.1 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Beton Fakultas Teknik,
Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya. Pelaksanaan penelitian dibagi menjadi
beberapa tahap yaitu ; persiapan, pencampuran, pengadukan, pencetakan, perawatan dan
pengujian.
2.2 Bahan
Bahan-bahan yang dipergunakan adalah :
a. Semen, berfungsi sebagai bahan pengikat pada adukan beton. Pada penelitian ini
digunakan Portland Pozolan Cement merk Gresik dengan kemasan 40 kg.
b. Agregat kasar, yaitu batu pecah diameter maksimum 12,5 mm.
c. Agregat halus, yaitu pasir
d. Air bersih dari jaringan air Laboratorium Laboratorium Teknologi Beton Fakultas
Teknik, Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya.
e. Tulangan besi diameter 8 mm sebagai tulangan memanjang bawah, 6 mm sebagai
f.
g.
h.
i.
j.

tulangan memanjang atas dan diameter 6 mm sebagai tulangan geser (sengkang).


Kawat beton, untuk mengikat tahu beton dengan tulangan.
Plywood 9 mm, digunakan untuk pembuatan papan bekisting.
Kayu kelas III
Minyak Bekisting
Paku usuk

2.3 Peralatan
Peralatan yang digunakan terdiri dari:
a. Cetakan silinder, alat ini dipakai untuk mencetak beton yang akan dipergunakan
sebagai benda uji kuat tekan beton. Cetakan silinder terbuat dari besi dengan
diameter dalam 10 cm dan tingginya 20 cm.

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

Gambar 2.1. Cetakan silinder

b. Pengaduk beton (Molen) dipakai untuk mengaduk bahan-bahan penyusun beton


agar dapat membentuk campuran yang benar-benar homogen.

Gambar 2.2. Alat pengaduk beton

c.
d.
e.
f.
g.
h.

Mistar, untuk mengukur nilai slump dan dimensi benda uji.


Cetok dan ember
Tongkat penumbuk untuk memadatkan benda uji
Timbangan, untuk mengukur berat bahan dan benda uji
Gelas ukur, untuk menakar air
Compression Testing Machine, alat ini berfungsi untuk mengukur berapa tekanan
yang mampu didukung oleh benda uji sampai dalam keadaan retak..

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

Gambar 2.3. Alat untuk uji kuat tekan beton

i. Loading Frame yang dilengkapi dengan ; Hydraulic Jack yang berfungsi untuk
mengetahui besarnya beban P, Loadcell, Dial Gage yang di pasang dibawah balok
untuk mengetahui besarnya lendutan yang terjadi saat balok mengalami lenturan dan
tumpuan yang berbentuk sendi dan rol, tumpuan sendi dan rol. Seperangkat alat ini
digunakan untuk menguji kuat geser balok beton bertulang.
2.4 Pemeriksaan Bahan Penyusun Beton
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengetahui spesifikasi bahan yang akan
digunakan sebagai bahan penyusun beton. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan air,
semen, dan agregat.
2.5 Rencana Benda Uji
Dalam penelitian ini akan dibuat benda uji berbentuk silinder untuk pengujian kuat
tekan dan kuat tarik serta benda uji balok beton bertulang untuk pengujian kuat geser.
Benda uji untuk pengujian geser dibuat tiga benda uji berupa balok beton bertulang,
rencana benda uji bisa dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 2.1 Rencana Benda uji

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

*Ket.
BLK 1 : Balok beton bertulang 1
BLK 2 : Balok beton bertulang 2
BLK 3 : Balok beton bertulang

Mutu beton yang digunakan fc=20 mPa, berikut ini adalah gambar benda uji

15

beserta detailnya :
a. Gambar Benda Uji

10
10
10
10
10
100
Gambar 2.4. Balok ukuran 100 cm x 10 cm x 15 cm, dengan jarak sengkang 10 cm
10

10

10

10

b. Detail benda uji

410
8-10

Gambar 2.5. Detail Balok

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

2.6 Pembuatan Benda Uji


Untuk membuat benda uji dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Mempersiapkan cetakan banda berbentuk silinder (15 cm x 30 cm) dan bentuk kotak
persegi (100 cm x 4 cm x 10 cm)
2. Menyiapkan dan menimbang bahan yang digunakan dengan proporsi yang telah
ditentukan sesuai dengan hasil hitungan perencanaan campuran (mix design).
3. Mengaduk campuran dengan menggunakan molen dan memasukan bahan-bahan
secara bertahap hingga campuran tersebut merata.
4. Bahan yang telah dicampur dimasukan kedalam cetakan sesuai dengan cetakan benda
uji yang akan dibuat.
5. Setelah beton berumur satu hari, cetakan dibuka dan beton direndam selama 14 hari
terhitung saat beton selesai dicetak.
2.7 Perawatan Benda Uji
Perawatan beton adalah suatu upaya untuk menjaga agar permukaan beton segar
selalu lembab, sejak adukan beton dipadatkan sampai beton dianggap cukup keras pada
umur yang direncanakan.
2.8 Pengujian Benda Uji
a. Uji Kuat Tekan Beton Silinder
Pengujian kuat tekan beton mengacu standar ASTM dengan menggunakan
alat Compression testing Machine. Kuat tekan beton tekan dapat dihitung dengan
rumus fc = Pmaks/A.
b. Uji Kuat Geser Balok Beton Bertulang
Set-up dari pengujian balok tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.6. Pada
dasarnya, balok tersebut ditumpu sendi-rol pada ujung-ujungnya. Pada jarak 25 cm
dari tumpuan-tumpuannya, diberikan beban vertikal 0,5P. Ditengah bentang dipasang
dial gage untuk mengukur lendutan. Sesuai dengan kondisi pembebanan dan tumpuan
di atas kuat geser balok dapat dihitung rumus Vu = Pmaks/2 hasil pembacaan lendutan
vertikal dan beban juga digambarkan dalam bentuk grafik untuk mengetahui pola
keruntuhan. Tahap pengamatan terdiri dari First Crack (Mcr), Rambatan retak, Retak
miring pertama (Vn),Beban max. (Vu). Pelaksanaan pengujian bendauji balok beton
bertulang adalah sebagai berikut :

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

1. Benda Uji
2. Load Cell
3. Hydraulic Jack
4. Tumpuan Sendi
5. Tumpuan Roll
6. Dial Gage
7. Pompa hidrolis
8. Frame

Gambar 2.6. Set Up Pengujian Balok

a. Benda uji diangkat dan diletakkan pada tumpuan berupa sendi dan rol pada
kerangka alat.Tumpuan benda uji terletak 5 cm dari sisi kanan dan kiri bagian
bawah benda uji.
b. Benda uji yang sudah terpasang dibebani dengan beban titik di dua tempat.
c. Beban dua titik ini berupa seperangkat hydraulic jack yang sudah dipasangi
manometer yang berfungsi untuk mengetahui beban P dan diletakkan tepat
ditengah-tengah baja kanal yang bawahnya diberi tumpuan yang berupa besi
pejal. Manometer yang terpasang pada

hydraulic jack mempunyai ukuran

tekanan dengan satuan kg/cm2.


d. Langkah selanjutnya yaitu memasang mechanical dial gage pada bagian bawah
benda uji yang berfungsi untuk membaca seberapa besar lendutan yang akan
terjadi. Mechanical dial gage yang digunakan mempunyai ketelitian 0,01 mm
dengan penurunan sebesar 1 cm.
e. Bila pemasangan alat sudah siap selanjutnya dilakukan tahap pengujian.
Pengujian dilakukan dengan cara memompa hidraulik jack dengan kelipatan
beban yang tetap. Kelipatan beban yang terjadi dibaca lewat manometer.
Hydraulic jack yang dipompa, bagian ujung hydraulik jack akan menekan plat
yang ada pada kerangka profil canal bagian atas dan secara otomatis bagian
pangkal hidraulik jack menekan baja kanal yang diberi 2 tumpuan besi pejal
sebagai beban 2 titik yang selanjutnya menekan benda uji yang berada dibagian
bawahnya. Setiap kali penambahan beban dilakukan, maka mechanical dial gage
akan berputar dan membaca lendutan yang terjadi. Pencatatan beban dan
KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

lendutan dilakukan pada saat penambahan beban dengan kelipatan tertentu.


Selain melakukan pencatatan beban dan lendutan setiap penambahan beban
dilakukan pengamatan pada benda uji apakah terjadi retakan atau tidak.
Penambahan beban dilakukan sampai benda uji retak dan beban yang ada pada
manometer tidak mau naik lagi. Pada saat benda uji retak secara otomatis beban
akan turun dan lendutan akan naik pada nilai tertentu dan ini dicatat sebagai data
terahkir.
c. Uji Kuat Geser Balok Beton Bertulang
Tulangan pertama
D = 5,7 mm
A = 25,51 mm2
K = 17,9 mm

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

Tulangan kedua
D = 5,7 mm
A = 25,51 mm2
K = 17,9 mm

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

10

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

11

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

Tulangan ketiga
D = 5,7 mm
A = 25,51 mm2
K = 17,9 mm

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

12

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

13

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

2.9

Metode Analisis Data


Analisis data menggunakan bantuan Program MS-Excel untuk
melakukan perhitungan dan pembuatan tabel, gambar serta kurva. Analisis
meliputi perhitungan tentang pemeriksaan kualitas bahan-bahan penelitian,
perhitungan kuat tekan dan kuat tarik tulangan baja, perhitungan kuat geser
sengkang balok beton bertulang yang semuanya disesuaikan dengan rumus-rumus
serta peraturan-peraturan yang berlaku. Pembuatan tabel, grafik, kurva dan
gambar merupakan cara untuk mempermudah dalam melakukan analisis data agar
dapat diketahui secara jelas bagaimana perilaku hasil penelitian dikaitkan dengan
permasalahan dalam penelitian.

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

14

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Hasil Uji Kuat Tekan Beton Silinder


Hasil pengujian kuat desak beton diperoleh kuat tekan beton sebesar (fc) 14,8
MPa. Kuat tekan beton yang direncanakan adalah sebesar 19,3 MPa, Selanjutnya dalam
analisis dipergunakan kuat tekan beton sebesar 14,8 MPa

3.2 Hasil Uji Kuat Geser Balok Beton Bertulang


Hasil pengujian kuat geser masing-masing balok dapat dilihat pada Tabel 3.2 dan
Gambar 3.1 sampai dengan Gambar 3.3.
Tabel 3.2 Hasil uji kuat geser beton

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

15

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

16

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

Dari hasil percobaan di atas dapat di ketahui bahwa bentang geser (a) memberi pengaruh
terhadap perilaku geser, karena semakin kecil bentang gesernya maka beban (P) yang diterima
semakin besar. Bentang geser (a) terkecil juga dapat menahan gaya geser tertinggi.

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

17

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
a. Balok tipe BLK1 dengan bentang geser (a)=32.5 cm dapat menahan gaya geser
tertinggi dengan nilai gaya geser (V max) = 430 kg, dapat menahan beban maksimum
(P) sebesar 860 kg, sedangkan balok tipe BLK2 dengan bentang geser (a)=39 cm
dapat menahan gaya geser dengan nilai gaya geser (V max) = 340 kg, dapat menahan
beban maksimum (P) sebesar 680 kg,dan yang terakhir, sedangkan balok tipe BLK3
dengan bentang geser (a)=45.5 cm dapat menahan gaya geser terendah dengan nilai
gaya geser (Vmax) = 240 kg, dapat menahan beban maksimum (P) sebesar 480 kg.
b. Dari hasil percobaan di atas dapat di ketahui bahwa bentang geser (a) memberi
pengaruh terhadap perilaku geser, karena semakin kecil bentang gesernya maka beban
(P) yang diterima semakin besar. Bentang geser (a) terkecil juga dapat menahan gaya
geser tertinggi.

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

18

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

LAMPIRAN
Beton Silinder untuk uji kuat tekan dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm
sebanyak 3 buah

Balok beton bertulang saat di uji kuat gesernya hingga retak

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

19

METODE EKSPERIMEN STRUKTUR

DAFTAR PUSTAKA

http://www.slideshare.net/KetutSwandana/bab-iii-analisis-geser-15445610
http://www.slideshare.net/KetutSwandana/bab-i-pendahuluan-geser-15445603

KELOMPOK 7 | S1 TEKNIK SIPIL 2011 - C

20