Вы находитесь на странице: 1из 6

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Selama ini anggapan masyarakat khususnya masyarakat di wilayah
kerja Puskesmas Mujur yang datang berobat ke Puskesmas mujur adalah
untuk mendapatkan pengobatan (terapi injeksi). Anggapan ini bahkan sudah
mengakar atau membudaya tanpa mereka menghiraukan epek samping dari
pengobatan tersebut.
Oleh karena itu kita sebagai tenaga kesehatan atau perawat yang sudah
tahu bahwa anggapan ini salah, harus bisa mengubah secara pelan-pelan.
Jangan sebaliknya kita ikut-ikutan terbawa pandangan yang jelas-jelas sudah
salah. Anggapan ini bisa kita tahu dengan menanyakan langsung kepada
beberapa masyarakat yang datang berobat ke Puskesmas Mujur tempat
peneliti melakukan penelitian. Mereka bahkan jika datang berobat selalu
minta untuk disuntik. Kadang-kadang ada juga pasien yang minta disuntik
didua tempat. Mereka mengatakan kalau tidak disuntik atau injeksi intra
muskuler tidak yakin akan sembuh. Hal ini bisa terjadi karena mereka tidak
tahu indikasi, efek samping atau bahaya dari pengobatan injeksi tersebut.

Hal lain yang sering terjadi adalah pilihan tindakan keperawatan yang
diminta oleh klien dengan persetujuan tenaga keperawatan berdasarkan
sugesti yang diyakini oleh klien. Sugesti merupakan

proses yang

menyebabkan orang lain berprilaku sesuai dengan keinginan sendiri, atau


secara tidak kritis mau menerima ide seseorang, tanpa penggunaan kekuatan
atau paksaan.
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan terhadap petugas
kesehatan yang bertugas di Puskesmas Mujur Kecamatan Praya Timur,
didapatkan informasi

bahwa masyarakat yang berobat ke Puksesmas

meminta kepada tenaga keperawatan untuk melakukan terapi atau


pengobatan, walaupun pengobatan yang diberikan berupa vitamin saja supaya
cepat sembuh. Berdasarkan pada pengalaman masa lalu/sebelumnya karena
sakit kemudian berobat ke Puskesmas dan langsung sembuh dalam jangka
waktu singkat, hal ini membuat persepsi pasien pada tindakan selalu meminta
disuntik jika sakit dan berobat ke Puskesmas ataupun ke Pustu.
Keinginan masyarakat ini terkadang terkesan memaksa walaupun
indikasi untuk tindakan tersebut tidak sesuai dengan prosedur tetap
pelayanan. Kenyataan tersebut dapat dilihat dari laporan penggunaan injeksi
yang dibandingkan dengan jumlah pasien yang dirawat inap di Puskesmas

Mujur, pada tahun 2011 sebanyak 912 orang, yang injeksi IM sebanyak 638
(69,95 %) non injeksi sebanyak 274 (30,04%). Jumlah pasien yang
mendapatkan terapi injeksi lebih besar dari terapi non injeksi yaitu dengan
perbandingan 2 : 1 dari bulan Januari sampai Oktober tahun 2013. Pada tiap
bulannya terapi injeksi lebih banyak di berikan daripada terapi non injeksi ini
di tunjukan terdapat 69,10% yang mengunakan terapi injeksi atau 718 pasien
dan terdapat 30,90% yang mengunakan terapi non injekso atau 321 psien
Berdasarkan pandangan masyarakat dan data satu tahun terakhir ini,
maka kita sebagai tenaga keperawatan diharuskan untuk

bisa mengubah

pemahaman masyarakat tentang tindakan pengobatan yang baik, adalah


dengan cara memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan kepada
masyarakat, bahwa pemberian obat secara injeksi intra muskuler bisa diganti
atau disamakan dengan obat tablet yang diberikan melalui oral. Disamping itu
jelaskan seperti bisa sebagai jalan penularan HIV AIDS, penyakit Hepatitis,
menyebabkan abses, shock karena rasa nyeri dan lain-lain.
Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar dalam
mewujudkan komitmen peningkatan mutu pelayanan kesehatan memerlukan
acuan pelaksanaan jaminan mutu, penerapan pedoman ini diharapkan dapat
meningkatkan kualitas tenaga kesehatan khususnya perawat yang bertugas di

Puskesmas Pembantu dalam upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan


yang bermutu.
Dari uraian tersebut penulis ingin mengetahui hubungan persepsi
masyarakat tentang pengobatan terhadap tingkat kepuasan sehingga
diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada para
perawat khususnya dalam memberikan pelayanan kepada klien dan
keluarganya. Masalah tersebut

penting untuk diteliti guna meningkatkan

mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat serta tercapai pelayanan


kesehatan yang tepat guna, tepat sasaran, tepat prosedur dan berkualitas.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam
penelitian ini Apakah ada hubungan persepsi masyarakat tentang pengobatan
Injeksi IM (Intra Muskuler) terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Mujur
Kecamatan Praya Timur ?
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan persepsi masyarakat tentang
pengobatan Injeksi IM (Intra Muskuler) terhadap kepuasan pasien di
Puskesmas Mujur Kecamatan Praya Timur.
1.3.2 Tujuan Khusus

1. Mengidentifikasi persepsi masyarakat tentang pengobatan Injeksi


IM (Intra Muskuler) di Puskesmas Mujur

Kecamatan Peraya

Timur.
2. Mengidentifikasi kepuasan masyarkat terhadap pengobatan Injeksi
IM (Intra Muskuler) di Puskesmas Mujur Kecamatan Peraya Timur
3. Menganalisis hubungan persepsi masyarakat tentang pemberian
pengobatan Injeksi IM (Intra Muskuler) terhadap kepuasan pasien
di Puskesmas Mujur Kecamatan Peraya Timur.
1.4 Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini yang diharapkan nantinya adalah adanya
manfaat dalam berbagai bidang diantaranya manfaat bagi :

1.

Ilmu Keperawatan
Menambah khasanah ilmu keperawatan khususnya untuk
melengkapi konsep-konsep intervensi keperawatan tentang tindakan
pengobatan dengan melibatkan masyarakat.

2. Instansi Terkait
Evaluasi penerapan program jaminan mutu di Puskesmas,
penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan informasi tambahan guna
meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.
3. Masyarakat

Dapat melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan pengetahuan


masyarakat tentang penggunaan terapi pengobatan yang sesuai prosedur
diagnosa dan tindakannya, juga sebagai pembelajaran bagi masyarakat.
4. Peneliti dan Bagi Pihak Lain
Menjadi tambahan pengalaman dan memperoleh pengetahuan
diharapkan dapat dijadikan referensi (rujukan) bagi peneliti yang akan
melakukan penelitian lanjutan. Melalui penelitian ini diharapkan dapat
memberikan gambaran tentang

pengobatan di masyarakat

dan

pengetahuan masyarakat tentang sehat/sakit serta pelaksanaan pelayanan


petugas kesehatan di Puskesmas Mujur.