You are on page 1of 4

Rekahan dan Deformasi Brittle

Deformasi brittle seperti kekar dan sesar yang ditemukan hampir di semua
tempat di permukaan bumi padat . Bahkan, deformasi brittle adalah penciri dari
deformasi pada kerak bagian atas, terbentuk di daerah di mana stress membangun
sampai dengan tingkat yang melebihi kekuatan pecah lokal kerak. Struktur brittle
dapat membentuk lebih lembut dalam batuan yang mengalami pemanasan dan
pendinginan, atau lebih intens selama gempa bumi . Dalam kedua kasus,
deformasi brittle dengan cara rekah menyiratkan kerusakan sesaat kisi kristal pada
skala atom , dan ini jenis deformasi cenderung tidak hanya lebih cepat , tetapi juga
lebih lokal dibandingkan rekah plastik . Struktur brittle relatif mudah dieksplorasi
di laboratorium , dan beberapa percobaan pada lapangan dan pengamatan bagian
tipis membentuk dasar dari pemahaman kita tentang deformasi brittle.
1.
Mekanisme deformasi brittle
Rezim brittle merupakan keadaan dimana kondisi fisik mengawali
adanya mekanisme dari suatu deformasi brittle, seperti pergeresan friksional
sepanjang kontak butir, rotasi butir, dan rekahan pada butir.
Pergeseran friksional dari butiran-butiran dapat terbentuk secara luas
dan terdistribusi sebesar volume batuan, etapi dapat juga terjadi secara local
dengan ukuran zona yaitu millimeter hingga desimeter. Rekahan baru dapat
juga terjadi selama deformasi. Ini selalu terjadi selama deformasi brittle
permanen pada batuan tidak poros, tetapi juga dapat terbentuk pula pada
batuan poros, apabila gaya tekan pada kontak butiran cukup kuat. Pada
kasus batuan poros, kita selalu mengidentifikasikan sebagai rekahan
intraganular, yang mana rekahan terkonsentrasi pada satu butiran.
Selanjutnya adalah rekahan intergranular adalah rekahan dimana
memanjang dari beberapa butiran, dan menjadi karakterisitik dari deformasi
brittle pada batuan poros dan non-poros. Rekahan dan hancurnya butiran,
beberapa dengan pergeserak friksional sepanjang kontak butir dan
perputaran butir, disebut dengan kataklastik.

2.

Tipe-tipe rekahan
Rekahan merupakan ketidakmenerusan, baik berbentuk planar
maupun subplanar, dimana sangat sempit pada 1 dimensi, dibandingkan
dengan bentukan lain dari suatu gaya eksternal (tektonik) atau gaya internal
(thermal atau residual). Rekahan adalah ketidakselarasan pada

ketidakmenerusan dan sifak mekanik dimana batuan atau mineral pecah.,


dan kebanyakan rekahan dicirikan dengan hilangnya sifat kohesi. Rekahan
selalu dideskripsikan pada permukaan, tetapi pada beberapa kasus, rekahan
merupakan berhubungan dengan ketebalan. Rekahan dapat dibedakan
menjadi rekahan tegasan (pergeseran permukaan) dan rekahan bukaan atau
tarikan (kekar, fissure, dan urat)
Rekahan tegasan atau pergeseran permukaan adalah
rekahan yang terbentuk sepanjang pergerakan relative yang
sejajar dengan bidang rekahan. Pengertian dari rekahan
tegasan sendiri digunakan pada rekahan dengan pergeseran
yang kecil (mm hingga dm), sedangkan pengertian dari
sesar
secara
umum
digunakan
mengacu
pada
ketidakmenerusan dengan skala yang besar.
Rekahan tarikan adalah rekahan yang menunjukan
bukaan searah dengan bidang. Kekar mempunyai sedikit
atau tidak adanya ketidakselarasan secara makroskopikal.
Rekahan bukaan dapat terisi oleh gas, fluida, magma,
ataupun mineral. Apabila terisi oleh mineral maka disebut
dengan urat. Apabila terisi oleh udara ataupun fluida makan
disebut fissure, apabila terisi oleh magma, maka disebut
dengan dike. Kekar, urat, dan fissure adalah termasuk pada
rekahan bukaan.

Perpindahan kontraksional dapat terisi oleh bahan residu dari batuan


asal. Stylolite merupakan struktur kompaksional yang dicirikan dengan
bentuk irregular. Kebanyakan geologist sekarang ini menyebut stylolite
sebagai rekahan tegasan atau rekahan kontraksional.
Dilapangan, mekanisme dari rekahan, biasa diklasifikasikan kedalam
3 mode yang berbeda. Mode I merupakan mode bukaan (ekstensi) dimana
perpindahan terjad searah dengan bidang. Mode II (mode pergeseran)
merepresentasikan tegasan searah dengan sudut dan Mode III merupakan
(mode tearing) termasuk pada pergeseran yang sejajar dengan sudut dari
arah bukaan. Mode II dan III termasuk pada bagian yang berbeda dari
rekahan tegasan dan dapat membingungkan untuk membicarakan tentang
Mode II dan Mode III sebagai satu rekahan individu. Lebih lanjut,
pengertian dari Mode IV (Mode tutupan) kadang digunakan untuk
menunjukan adanya kontaksional, seperti stylolite.