You are on page 1of 23

DISUSUN OLEH:

OGGY FRAYOGA
NPM: 09310158

PEMBIMBING:
dr. IRA SIREGAR, Sp.M

Palpebra superior dan inferior adalah


modifikasi lipatan kulit yang dapat menutup
dan melindungi bola mata bagian anterior.
Berkedip melindungi kornea dan
konjungtiva dari dehidrasi.

Palpebra terdiri atas lima bidang jaringan


utama:
Kulit
Musculus orbikularis okuli
Jaringan areolar
Tarsus
Konjungtiva palpebrae

Pembuluh darah yang memperdarahi


palpebrae adalah a. Palpebra. Persarafan
sensorik kelopak mata atas didapatkan dari
ramus frontal nervus V (Trigeminus), sedang
kelopak mata bawah oleh cabang kedua
nervus V (Trigeminus).

Hordeolum adalah infeksi kelenjar pada


palpebra. Bila kelenjar Meibom yang
terkena, timbul pembengkakan besar yang
disebut hordeolum interna. Sedangkan
hordeolum eksterna yang lebih kecil dan
superfisial adalah infeksi kelenjar Zeiss atau
Moll.

Dikenal 2 bentuk hordeolum, yaitu:


hordeolum internum dan
hordeolum eksternum.

Hordeolum Eksternum

Hordeolum Internum

Data epidemiologi internasional


menyebutkan bahwa hordeolum merupakan
jenis penyakit infeksi kelopak mata yang
paling sering ditemukan. insidensi tidak
tergantung pada ras dan jenis kelamin.

Staphylococcus aureus adalah agen infeksi


pada 90-95% kasus hordeolum.

Faktor resiko hordeolum adalah sebagai


berikut :
Penyakit kronik.
Kesehatan atau daya tahan tubuh yang
buruk.
Peradangan kelopak mata kronik, seperti
Blefaritis.
Diabetes.

Hiperlipidemia, termasuk
hiperkolesterolemia.
Riwayat hordeolum sebelumnya.
Higiene dan lingkungan yang tidak bersih.
Kondisi kulit seperti dermatitis seboroik.

Patogenesis terjadinya hordeolum eksterna


diawali dengan pembentukan nanah dalam
lumen kelenjar oleh infeksi Staphylococcus
aureus. Biasanya mengenai kelenjar Zeis
dan Moll. Selanjutnya terjadi pengecilan
lumen dan statis hasil sekresi kelenjar.
Statis ini akan mencetuskan infeksi
sekunder oleh Staphylococcus aureus.

Terjadi pembentukan nanah dalam lumen


kelenjar. Secara histologis akan tampak
gambaran abses, dengan ditemukannya
PMN dan debris nekrotik. Hordeolum interna
terjadi akibat adanya infeksi sekunder
kelenjar Meibom di lempeng tarsal.

Pembengkakan.
Rasa nyeri pada
kelopak mata.
Perasaan tidak
nyaman dan sensasi
terbakar pada kelopak
mata.

GEJALA

Eritema.
Edema.
Nyeri bila ditekan di
dekat pangkal bulu
mata.
Seperti gambaran
absces kecil.

TANDA

Diagnosa hordeolum ditegakkan


berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan
oftalmologis

Diagnosa banding hordeolum adalah :


Kalazion.
Dakriosistitis.
Selulitis preseptal.
Konjungtivitis adenovirus.
Karsinoma sel basal.

Biasanya hordeolum dapat sembuh sendiri


dalam waktu 5-7 hari. 5
Non Farmakologi
Farmakologi
Pembedahan

Komplikasi hordeolum adalah mata kering,


simblefaron, abses, atau selulitis palpebra
yang merupakan radang jaringan ikat
jarang palpebra di depan septum orbita dan
abses palpebra

Menjaga kebersihan wajah dan membiasakan


mencuci tangan sebelum menyentuh wajah
agar hordeolum tidak mudah berulang.
Mengusap kelopak mata dengan lembut
menggunakan washlap hangat untuk
membersihkan ekskresi kelenjar lemak.
Menjaga kebersihan peralatan make-up mata
agar tidak terkontaminasi oleh kuman.
Menggunakan kacamata pelindung jika
bepergian di daerah berdebu.

Prognosis umumnya baik, karena proses


peradangan pada hordeolum bisa
mengalami penyembuhan dengan
sendirinya, asalkan kebersihan daerah mata
tetap dijaga dan dilakukan kompres hangat
pada mata yang sakit serta terapi yang
sesuai.