You are on page 1of 16

ANALISIS JURNAL

IMPACT OF AGE AND GENDER ON TUMOR RELATED PROGNOSIS IN


GASTROINTESTINAL STROMAL TUMOR (GIST)

Oleh :
Kelompok 1
Auliya Hidayati
NIM 132310101001
Ahmad Nasrullah
NIM 132310101010
Kurnia Juliarthi
NIM 132310101012
Novaria Dyah Ayu P.NIM 132310101022
Aulia Bella Marinda
NIM 132310101030
Tria Permatasari
NIM 132310101046
Ratih Dwi Aristyaningtias NIM 132310101052

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2015

DAFTAR ISI
COVER................................................................................................................i
DAFTAR ISI........................................................................................................ii
KATA PENGANTAR..........................................................................................iii
BAB 1. PENDAHULUAN..................................................................................1
1.1 Latar Belakang..............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.........................................................................................1
1.3 Tujuan............................................................................................................2
BAB 2. ISI JURNAL...........................................................................................3
2.1 Judul Jurnal...................................................................................................3
2.2 Peneliti/Penulis..............................................................................................3
2.3 Nama Jurnal..................................................................................................3
2.4 Ringkasan Jurnal..........................................................................................3
BAB 3. PEMBAHASAN.....................................................................................6
3.1 Analisis Isi Jurnal..........................................................................................6
3.2 Implikasi Keperawatan................................................................................9
BAB 4. PENUTUP...............................................................................................11
4.1 Kesimpulan....................................................................................................11
4.2 Saran..............................................................................................................12
LAMPIRAN JURNAL UTAMA

KATA PENGANTAR

ii

Puji dan syukur penulis haturkan kepada Allah SWT, atas berkat dan
rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini, dengan judul Dampak
dari Usia Dan Jenis Kelamin Terkait Prognosis Tumor
Stromal Pada Sistem Pencernaan.
Dalam proses penulisan tidak terlepas dari bantuan, dukungan dan doa
dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan
terimakasih yang tulus kepada:
1. Tuhan Yang Maha Esa
2. Ns. Nur Widayati, MN, selaku Dosen Penanggung Jawab Mata Kuliah Ilmu
Keperawatan Klinik IIIA dan juga selaku Dosen Pengajar Mata Kuliah Ilmu
Keperawatan Klinik IIIA

Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas

Jember
3. Informan yang telah sangat membantu penulis dengan memberikan informasi
yang sangat dibutuhkan
4. Teman-teman Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember
Penulis menyadari bahwa dalam melakukan penulisan makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan, untuk itu saran dan kritik yang membangun sangat
diharapkan. Semoga semua bermanfaat bagi kita, Amin.
Jember, Maret 2015

Penulis

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Makhluk hidup heterotrof harus memenuhi kebutuhan energinya dengan cara
mengkonsumsi makanan. Makanan tersebut kemudian diuraikan dalam system
pencernaan menjadi sumber energi dan lain-lain. System pencernaan merupakan
system organ yang berfungsi sebagai penyedia makanan, mencernanya menjadi
zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Menyerap zat tersebut ke dalam aliran darah
dan membawanya ke sel.
Proses pencernaan terdiri dari ingesti, digesti, absorpsi, dan eleminasi. Organorgan yang berperan dalam mencerna makanan yaitu mulut, tenggorokan (faring),
kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rectum, dan anus. Dibantu oleh
organ aksesoris yaitu hati, kantung empedu, dan pancreas. System pencernaan
manusia dapat mengalami gangguan. Bila dari salah satu organ tersebut
mengalami kelainan atau gangguan maka keseluruhan dari perjalan system akan
terganggu.
Gangguan tersebut terjadi karena faktro resiko oleh manusia. Salah satu factor
resiko tersebut adalah mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dan pola makan
yang tidak teratur. Penyebab yang terjadi juga karena luka atau adanya tumor di
bagian dalam organ, terinfeksi virus atau bakteri, serta kelainan kerja fisiologis
tubuh.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa isi dari jurnal?
1.2.2 Apa manfaat yang dapat di ambil dari hasil penelitian tersebut?
1.2.3 Bagaimana aplikasi dari penelitian ke praktik keperawatan?

1.3 Tujuan
1.3.1 Mahasiswa mengetahui isi dari jurnal penelitian.
1.3.2 Mahasiswa dapat mengetahui manfaat manfaat dari hasil penelitian.

1.3.3

Mahasiswa dapat mengetahui aplikasi dari penelitian ke praktik


keperawatan.

BAB 2. ISI JURNAL

2.1 Judul Jurnal


Judul jurnal yang kelompok kami bahas adalah Impact of age
and gender on tumor related prognosis in gastrointestinal
stromal tumor (GIST) yang artinya dampak dari usia dan jenis
kelamin

terkait

prognosis

tumor

stromal

pada

sistem

pencernaan.
2.2 Penulis/Peneliti
Jurnal ini di susun oleh Klaus Kramer, Uwe Knippschild,
Benjamin Mayer, Kira Bogelspacher, Hanno Spatz, Doris HenneBruns, Abbas Agaimy, Mathias Schwab, dan Michael Schmieder.
2.3 Nama Jurnal
Jurnal ini dipublikasikan oleh BioMed Central Cancer.
2.4 Ringkasan Jurnal
GIST ( Gastrointestinal Stromal Tumor) menjadi penyakit tumor onkologi
yang ditekan oleh peran reseptor kinase tirosin pada molekul patogenesis dan
ketersediaan terapi inhibitor. Pada kasus GIST bisa terjadi sebanyak 7-20 juta
manusia di dunia. Pasien GIST rata-rata berusia dibawah 40 tahun. Data yang
diperoleh mengenai dampak dari usia dan jenis kelamin yang berkaitan dengan
klasifikasi resiko atau prediksi prognosis di GIST ditemukan melalui studi
multicenter di Swedia. Tetapi masih belum jelas apakah prognosis dari GIST pada
pasien dewasa mungkin bisa diubah berdasarkan usia secara signfikan ( yaitu
pasien dengan usia lebih muda dari 50 tahun) atau faktor yang berkaitan dengan
gender / jenis kelamin.
Penelitian ini dilakukan dengan cara membentuk dua kelompok pasien secara
independen. Kelompok I

(jumlah pasien 87 orang dengan usia <50 tahun/

kelompok muda ) dan kelompok II (jumlah pasien 125 orang dengan usia 50
tahun/ kelompok tua). Setelah 5 tahun menindaklanjuti hidup bebas penyakit
secara signifikan lebih baik pada pasien yang lebih muda dari 50 tahun.
Selanjutnya ada perbedaan dalam menyelidiki untuk tingkat hidup bebas penyakit
antara "muda" dan "tua" pasien GIST. Hidup bebas penyakit lebih
menguntungkan setelah 5 tahun ditemukan pada wanita "muda" pasien tapi tidak

pada pria. Pasien GIST lebih tua dari lima puluh tahun menunjukkan hidup bebas
penyakit secara signifikan lebih buruk dibandingkan dengan pasien yang lebih
muda, sedangkan secara signifikan dampaknya lebih menguntungkan pada pasien
GIST wanita muda dibandingkan dengan perempuan tua. Menghasilkan jenis
kelamin perempuan dalam prognosis yang lebih baik pada pasien yang lebih
muda.
Mengenai jenis kelamin aspek pasien wanita terutama dengan usia <50 tahun
menunjukkan OS yang lebih baik. Frekuensi GIST pada pria (54%) dan
perempuan (46%) hal ini hampir sama. Sekitar tiga perempat GIST didiagnosis
pada pasien berusia di atas 50 tahun di populasi termasuk kasus didiagnosis pada
otopsi, usia rata-rata adalah sekitar sepuluh tahun lebih tua. Data gabungan pada
usia dan jenis kelamin terkait dengan temuan clinicopathological dari GIST dan /
atau prognosis terbatas. Hal ini karena efek yang berkaitan dengan gender
(misalnya hormon status) pada pasien GIST muda mungkin berkontribusi
terhadap prognosis GIST. Distribusi jenis kelamin, lokalisasi tumor, histotype,
Status KIT, tingkat mitosis, ukuran tumor median dan risiko klasifikasi dengan
risiko yang berbeda skor sama antara pasien yang lebih muda atau lebih tua dari
50 tahun pada saat diagnosis. Namun kejadian yang lebih tinggi signifikan GIST
berukuran kecil (<1 cm) pada pasien 50. Mekanisme yang mendasari untuk
prognosis yang lebih menguntungkan berkaitan dengan gender dari GIST terdapat
pada pasien yang lebih muda dari <50 tahun tetapi masih belum jelas. Mungkin
ada hubungan dengan usia reproduksi pada wanita yang lebih muda atau
penggunaan obat kontrasepsi tapi ini faktor pengganggu spekulatif dan beberapa
perlu dipertimbangkan.
Dapat disimpulkan bahwa hasil yang didapatkan dari penilitian tersebut adalah
usia pasien (<50 tahun) dan berjenis kelamin perempuan secara signifikan terkait
dengan prognosis yang lebih menguntungkan untuk GIST. Studi diperpanjang
untuk mengkonfimasi hasil klinis dan untuk menjelaskan mekanisme patofisiologi
yang mendasari.

BAB 3. PEMBAHASAN
3.1
Analisis Isi Jurnal
Tumor adalah pembengkakan yang disebabkan oleh adanya inflamasi atau
peradangan dan pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam tubuh. Tipe
tumor berdasarkan pertumbuhannya dapat dibedakan menjadi tumor ganas

(malignanttumor) dan tumor jinak (benign tumor). Tumor ganasini juga


disebut kanker.
Kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidakterkontrol, mempunyai
kemampuan untuk menginvasi danbermetastasis.Dari tahun ke tahun
peringkat penyakit kankersebagai penyebab kematian di banyak negara
semakin mengkhawatirkan. WHO memperkirakan kematian akibat kanker
lebih tinggi dibandingkan dengan kematian akibat AIDS, TB maupun
malaria. Pada tahun 2008 ada 12 juta kasusbaru di dunia dengan kematian 7,6
juta orang akibat kanker(WHO). Di Indonesia menurut Survey Kesehatan
RumahTangga (SKRT) kematian akibat kanker tahun 1992 ada 4,8%,tahun
1995 meningkat menjadi 5,0% dan tahun 2001 meningkat lagi menjadi 6,0%.
Penyakit kanker menempati urutan kelima sebagai penyebab kematian di
Indonesia.Jepang, Chili,Finlandia dan Islandia merupakan negara-negara
dengan angka kejadian kanker lambung paling tinggi di dunia.
Dalam jurnal utama kami, telah dibahas mengenai pasien wanita terutama
dengan usia <50 tahun menunjukkan frekuensi yang lebih baik pada kasus
GIST (Gastrointestinal Stromal Tumor). Frekuensi GIST pada pria (54%) dan
perempuan (46%) halini hampir sama. Sekitar tiga perempat GIST
didiagnosis pada pasien berusia di atas 50 tahun. Data gabungan pada usia
dan jenis kelamin terkait dengan temuan clinicopathological dari GIST dan /
atau prognosis terbatas. Hal ini karena efek yang berkaitan dengan gender
(misalnya hormon status) pada pasien GIST muda mungkin berkontribusi
terhadap prognosis GIST. Distribusi jenis kelamin, lokalisasi tumor,histotype,
Status KIT, tingkat mitosis, ukuran tumor median dan risiko klasifikasi
dengan risiko yang berbedaskor sama antara pasien yang lebih muda atau
lebih tua dari 50 tahun pada saat diagnosis. Namun kejadian yang lebih tinggi
GIST berukuran kecil (<1 cm) pada pasien 50. Mekanisme yang mendasari
untuk prognosis yang lebih menguntungkan berkaitan dengan gender dari
GIST terdapatpadapasien yang lebih muda dari <50 tahun tetapimasih belum
jelas. Mungkin ada hubungan dengan usia reproduksi pada wanita yang lebih
muda atau penggunaan obat kontrasepsi tapi inifaktor pengganggu spekulatif
dan beberapa perlu dipertimbangkan.

Pada jurnal pendukung kami yang pertama, berjudul Faktor-faktor


Berhubungan denganTumor/Kanker Saluran Cerna Berdasarkan Survei
Kesehatan Nasional telah dijelaskan bahwa Gastrointestinal stromal tumor
(GIST) merupakan jenis tumor mesenkimal primer saluran cerna tersering.
Jika berdasarkan pengelompokan umur, diperoleh bahwajumlah kasus yang
paling sedikit terdapat pada kelompokumur 10-29 tahun sebanyak 28 kasus,
sedangkan kasus yangpaling banyak terdapat pada kelompok umur lebih dari
60tahun dengan jumlah kasus sebanyak 73 kasus. Terlihat kecenderungan
bahwa persentase kasus meningkat sampaikelompok umur 40-49 tahun yang
kemudian menurun lagipada kelompok umur berikutnya pada kelompok 5059 tahun,namun kemudian meningkat lagi pada umur >60 tahun. Dariuji
statistik di mana ditemukan adanya hubungan yangbermakna antara umur
dengan kejadian tumor/kanker salurancerna (p<0,001).
Berikut, tabel hasil penelitian dari jurnal pendukung kami yang kedua,
berjudul Korelasi Imunoskor Ekspresi Cd117 Dengan Perangai Biologi
GISTs (Gastrointestinal Stromal Tumors) Intestinal Dan Ekstra Intestinal.

Jelas terlihat dalam tabel tersebut bahwa umur >50 th memiliki resiko
paling tinggi dalam kasus GISTs yaitu 20 kasus dengan presentase 60,6 %.
Pada literatur Gastrointestinal stromal tumor Pada Pemeriksaan CT SCAN
telah memperkuat dugaan bahwa usia >50 tahun memiliki resiko tinggi
terhadap GIST. Gastrointestinal stromal tumors (GIST) merupakan tumor
non epithelial yang secara khas tumbuh di dinding traktus gastrointestinal,
biasanya muncul dari lapisan muskularis propria atau muskularis mukosa dan
berasal dari selintersisial Cajal. Tumor dapat timbul pada esofagus, gaster,

usus halus, colon,mesenterium, dan omentum. Gaster merupakan lokasi yang


paling banyak terjadi(60-70%). Kadang asal tumor tidak dapat ditentukan,
karena penyebaranperitoneal yang luas.
GIST merupakan tumor mesenchymal yang paling sering terjadi,mencapai
1-3% dari semua tumor gastrointestinal dan 2,5% dari tumor gaster. Tumor
ini jumlahnya lebih sedikit dibanding tumor epitel dan tumor limfoma.
17Insidensi sebenarnya dari tumor ini tidak diketahui pasti, diperkirakan 1020 kasus/1.000.000 pendududuk di Amerika serikat. Di perkirakan terdapat
5000-10.000 kasus baru per tahun di dunia. Tumor ini biasanya timbul
padapasien usia 40-70 tahun. Kebanyakan muncul diatas usia 50 tahun,
jarangterjadi pada usia di bawah 40 tahun dan hanya 1-2% terjadi pada anak
danremaja. GISmjkui78T tidak berhubungan dengan distribusi geografis,
etnis atau ras dantanpa predileksi seks.
Sel di kontrol oleh beberapa gen yang menentukan kapan tumbuh
danmembelah menjadi sel-sel baru. Gen tertentu yang membantu sel-sel
tumbuh dan membelah disebut onkogen. Gen lainnya yang memperlambat
pembelahan selatau menyebabkan sel mati pada waktu yang tepat disebut
tumor supressor gen.Kanker dapat disebabkan oleh perubahan DNA yang
mengaktifkan onkogen atau mematikan tumor supressor gen.
Pada GIST diketahui terdapat perubahan gen yang mengontrol sel,
tapimasih belum diketahui dengan jelas apa penyebab perubahan gen
tersebut.Perubahan gen pada GIST adalah perubahan onkogen yang disebut
c-kit. Gen ckit ditemukan di semua sel tubuh. Gen ini mengarahkan sel untuk
membuatprotein yang disebut KIT. KIT adalah reseptor tirosin kinase tipe 3
yang pentinguntuk adesi, apoptosis dan diferensiasi sel melanosit, sel
germinal, sel mast, selselinduk hematopoietik, sel-sel interstitial Cajal.
Biasanya gen c-kit dalam selinterstitial Cajal (ICC) tidak aktif. Pada sekitar
85-90% pasien GIST terjadimutasi gen c-kit menjadi aktif. Hal tersebut
menyebabkan proliferasi sel tanpaada hambatan dan resisten terhadap
apoptosis. Hal inilah yang menyebabkan mengapa GIST banyak terjadi pada
usia >50 tahun, karena tidak dapat mengontrol perubahan gen tersebut.

3.2 Implikasi Keperawatan


Perawat adalah profesi yang difokuskan pada perawatan individu,
keluarga, dan masyarakat sehingga mereka dapat mencapai, mempertahankan,
atau memulihkan kesehatan yang optimal dan kualitas hidup. Adapun peran
perawat dalam menghadapi pasien dengan GIST adalah :
1. Memberikan dukungan mental dan spiritual kepada pasien
Terkait dengan psikologis pasien, Sebagian besar pasien yang
didiagnosa kanker/tumor sering mengalami penurunan semangat untuk
hidup, karena mereka beranggapan bahwa kanker/tumor akan
membuat mereka akan mati sedangkan terkait dengan finansial mereka
takut akan menghabiskan biaya yang banyak, sehingga untuk meminta
persetujuan pasien/wali pasien terkait tindakan terbaik yang akan
dilakukan pihak tenaga kesehatan mengalami kesulitan karena pihak
pasien beranggapan bahwa mereka tidak mampu membayar biaya
rumah sakit. Disini perawat harus mmberikan dukungan dan support
penuh kepada pasien agar pasiennya merasa nyaman dan tenang serta
dapat kooperatif terkait proses penyembuhan.
2. Berkolaborasi dengan Tim Terapi Gizi terkait pemberian nutrisi yang
baik

yang

diperlukan

oleh

pasien

GIST.

Perawat

harus

menyeimbangkn intake cairan serta nutrisi pasien disamping


membantu pasien untuk berhasil melewati fase penyembuhan.
3. Pemberian pendidikan kesehatan sebelum pasien pulang (discharge
planning) tentang asupan nutrisi seperti apa yang harus dipenuhi serta
jika memang melakukan exercise, exercise seperti apa yang dapat
dilakukan agar proses penyembuhan bisa berjalan cepat.
4. Care giver
Disini sudah sangat jelas sekali bahwa perawat dituntut untuk
memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pasien dengan prima
dan secra excellent. Hal ini bertujuan untuk memicu kepuasan pasien
sehingga pasien bisa tersugseti untuk supaya cepat sembuh
5. Advokat
Disini perawat dituntut untuk mampu menginterprestasikan berbagai
informasi dari pemberi pelayanan atau informasi lain khususnya dalam

10

pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan


kepada pasien dan mempertahankan serta melindungi hak-hak pasien.
6. Konsultan
Perawat merupakan tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan
keperawatan yang tepat untuk diberikan. Peran ini dilakukan atas
permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan pelayanan
keperawatan yang diberikan.

BAB 4. PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Gastrointestinal stromal tumors (GIST) merupakan tumor non epitelial yang
tumbuh di dinding traktus gastrointestinal. GIST biasanya muncul dari lapisan
muskularis propria atau muskularis mukosa dan berasal dari sel intersisial Cajal.
Tumor ini dapat timbul pada esofagus, gaster, usus halus, colon, mesenterium, dan
omentum. Organ gaster merupakan lokasi yang paling banyak terjadi, yaitu 6070%. Asal tumor tersebut tidak dapat ditentukan, dikarenakan penyebaran
peritoneal yang luas. GIST merupakan tumor mesenchymal yang paling sering

11

terjadi, mencapai 1-3% dari semua tumor gastrointestinal dan 2,5% dari tumor
gaster.
Tumor ini biasanya timbul pada pasien usia 40-70 tahun. Sebagian besar
Gastrointestinal stromal tumors (GIST) muncul diatas usia 50 tahun. Tumor ini
jarang terjadi pada usia di bawah 40 tahun dan hanya 1-2% terjadi pada anak serta
remaja. Frekuensi GIST pada pria yaitu 54% dan perempuan sekitar 46%. Sekitar
tiga perempat GIST didiagnosis pada pasien berusia di atas 50 tahun di populasi
termasuk kasus didiagnosis pada otopsi, usia rata-rata adalah sekitar sepuluh tahun
lebih tua. Pada sekitar 85-90% pasien GIST terjadi mutasi gen c-kit menjadi aktif.
Hal tersebut menyebabkan proliferasi sel tanpa ada hambatan dan resisten
terhadap apoptosis. Hal inilah yang menyebabkan mengapa GIST banyak terjadi
pada usia >50 tahun, karena tidak dapat mengontrol perubahan gen tersebut. GIST
tidak berhubungan dengan distribusi geografis, etnis atau ras dan tanpa predileksi
seks.

4.2 Saran
Disarankan bagi peneliti untuk menjelaskan lebih detail
tentaang prognosis penyakit Gastrointestinal stromal tumors (GIST).
Selain itu, perawat harus lebih meningkatkan kemampuannya untuk menangani
pasien dengan penyakit Gastrointestinal stromal tumors (GIST).

12

DAFTAR PUSTAKA
Potter, P.A, Perry, A.G.Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses,
dan
Praktik.Edisi
4.Volume
2.Alih
Bahasa
:
Renata
Komalasari,dkk.Jakarta:EGC.2005
Price, A. Sylvia and Lorraine M. Wilson. 2005. PATOFISIOLOGI Konsep Klinis
Proses-proses Penyakit ed.6. Jakarta: EGC.
Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula. Jakarta: EGC.
Hirota S, Isozaki K, Moriyama Y, Hashimoto K, Nishida T, Ishiguro S, et al. Gainoffunction mutations of c-kit in human gastrointestinal stromal tumors.
Science. 1998;279(80):57780.

13

Sommer G, Agosti V, Ehlers I, Rossi F, Corbacioglu S, Farkas J, et al.


Gastrointestinal stromal tumors in a mouse model by targeted mutation of
the Kit receptor tyrosine kinase. Proc Natl Acad Sci U S A.
2003;100:670611.
Nainggolan, Olwin., Maria, Anna., S, Marice. 2009.Faktor-faktor Berhubungan
denganTumor/Kanker Saluran CernaBerdasarkan Survei Kesehatan
Nasional.
(http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/article/viewFile/692
/695).Diakses tanggal 9 Maret 2015 pukul 18.19 WIB.
Primadi, P., Mulyadi, K. 2009. Korelasi Imunoskor Ekspresi Cd117 Dengan
Perangai Biologi GISTs (Gastrointestinal Stromal Tumors) Intestinal Dan
Ekstra
Intestinal.
(http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/patidn/article/download/68/
73). Diakses tanggal 9 Maret 2015 pukul 18.29 WIB.
Riastiti, Yudanti. 2014. Gastrointestinal stromal tumorPada Pemeriksaan CT
SCAN.(https://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&uact=8&ved=0CC
0QFjAC&url=https%3A%2F%2Fxa.yimg.com%2Fkq%2Fgroups
%2F81481944%2F822125176%2Fname%2FREFERAT
%2BGIST.pdf&ei=QYD9VKjjF8uzuATQ4IHAAg&usg=AFQjCNGSHW
NZPp_EDsQD7vLvlXk7M6nz5w&bvm=bv.87611401,d.c2E).
Diakses
tanggal 9 Maret 2015 pukul 18.17 WIB.