Вы находитесь на странице: 1из 14

BAB II........................................................................................

2
KNOW-HOW TEKNOLOGI PROSES REDUKSI CERIUM OXIDE MENJADI
LOGAM CERIUM...........................................................................2
2

2.1.

Basis Know-How Teknologi Proses Reduksi Cerium Oxide menjadi Logam Cerium

2.2.

Diagram alir know-how teknologi proses reduksi cerium oksida menjadi logam serium
4

BAB III DESAIN BASIS PROSES SCALE-UP REDUKSI CERIUM OXIDE


MENJADI LOGAM SERIUM...............................................................6
2.1.

Proses pengembangan basic design Reduksi Cerium OXIDE Menjadi Logam Serium 6

2.2.

Proteksi terhadap Process Desaigner atas Penggunaan Know-how teknologi 6


2.2.1. Penggunaan know-how dan atau hak kekeyaan intelektual yang mungkin terjadi
pada pengembangan pekerjaan ini 6
2.2.2. Potensi Deviasi Output dan Yield atas Pengembangan pekerjaan ini
7

2.3.

Disain Basis dan Deskrip Proses Reduksi Cerium Oxide menjadi Logam Cerium
8
2.3.1. Disain Basis
8
2.3.1.1. Tipe Proses reduksi......................................................................................8
2.3.1.2. Kapasitas Disain........................................................................................... 8
2.3.1.3. Spesifikasi bahan:........................................................................................8
2.3.1.4. Spesifikasi Products dan produk samping....................................................10
2.3.1.5. Utilitas........................................................................................................ 10
2.3.1.5.1. Spesifikasi CW yang dipersayaratkan pada disain VIM E-01:.........................10
2.3.1.5.2. Spesifikasi Udara Bertekanan....................................................................11
2.3.1.5.3. Gas Inert................................................................................................ 11
2.3.1.5.4. Catu daya listrik......................................................................................11
2.3.1.5.5. Spesifikasi air baku..................................................................................11
2.3.1.5.6. Limbah dan buangan...............................................................................12
2.3.2. DISKRIPSI PROSES12
2.3.1. Diskripsi proses reduksi cerium oksida menjadi logam cerium....................................12
2.3.1. Diskripsi Proses Unit Utilitas untuk mendukung proses reduksi cerium oksida menjadi
logam cerium.............................................................................................................. 13
2.3.1.1. Umum..................................................................................................... 13
2.3.1.2. Unit Cooling Water (CW)............................................................................14
2.3.1.3. Unit Udara Bertekanan (CA).......................................................................14
2.3.1.4. Unit Gas Inert........................................................................................... 14
2.3.1.5. Unit Catu Daya Listrik................................................................................14

BAB II
Know-how Teknologi Proses Reduksi Cerium Oxide
menjadi Logam Cerium
1

2.1.

Basis Know-How Teknologi Proses Reduksi Cerium Oxide menjadi


Logam Cerium
Teknologi proses reduksi Cerium Oxide menjadi Oksida Logam dilakukan
berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh dan dengan proses Know-how
tekMIRA. Proses reduksi dilakukan dengan kapasitas pada skala laboratorium
(1 kg) dan menggunakan Tube Furnace konvensional dan manual serta
dioperasikan pada tekanan atmosfir (1 atm). Suhu operasi (berdasarkan
termokople) dilakukan pada rentang temperature 1000-1200 oC pada durasi
waktu tertentu.
Ruang bakar (chamber) dan udara luar hanya dipisahkan dengan glasswool.
Kontak dengan udara luar masih terjadi melalui rongga-rongga diantara
glasswool. Untuk mengurangi dan mencegah terjadinya oksidasi pada bidang
kontak dengan udara, tekMIRA mengalirkan gas Argon dengan kecepatan alir
12 liter/menit.
Sebelum umpan dimasukkan, tube furnace harus dipanaskan terlebih dahulu
sampai suhu 1000oC dan dijaga constant pada suhu tersebut. Umpan yang
telah dipersiapkan dan dibentuk sebelumnya, dimasukkan dalam crucible
yang dibuat dari keramik. Setelah umpan dipersiapkan dan camber di tube
furnace stabil pada suhu 1000oC, umpan tersenut secara mendadak
dimasukan ke chamber tuber furnace. Kondisi ini dijaga selama beberapa
saat (1 jam) sampai terjadi proses pemanasan mendadak (thermal shock)
terhadap umpan. Selama periode waktu, proses didiamkan dan dibiarkan
sedemikian rupa seluruh material dalam umpan bersuhu homogen.
Setelah 1 jam, suhu chamber dinaikkan sampai 1200 oC. Setelah suhu tsb
tercapai, proses dijaga pada suhu konstan selama 3 jam. Untuk menjaga agar
proses reduksi tidak terganggu oleh udara, maka gas argon dimasukkan ke
ruang chamber dengan kecepatan 12 liter/menit. Proses aliran terus
dilakukan sejak umpan masuk ke chamber tube furnace dan selama proses
sampai berakhirnya proses reduksi.
Setelah 3 jam, furnace dimatikan dan umpan atau hasil reaksi reduksi
didiamkan dalam chamber sampai dingin. Setelah dingin, hasil reduksi
2

dikeluarkan dari chamber dan dibersihkan dari kerak dan material hasil
samping untuk dibersihkan secara manual
Secara umum know-how teknologi dilakukan dengan tahapan sbb:
1) Persiapan Bahan Baku
Bahan baku reduksi serium oksida terdiri atas serium oksida, dan logam
magnesium sebagai reduktor serta calsium chloride (CaCl2) sebagai fluks
dan binder. Serium Oksida yang dipakai dalam bentuk bubuk (powder)
dengan ukuran kehalusan 150 mesh. Magnesium dan CaCl2 juga dalam
bentuk powder. Ukuran kehalusan dari logam Magnesium dan CaCl2 tidak
diketahui. Komposisi campuran baku dibuat dengan perbandingan umpan
(serium oksida) dengan reduktor (magnesium) adalah 2:1, sedangkan
CaCl2 yang dibutuhkan sebesar 1% dari umpan (serium oksida).
2) Pencampuran (Mixing Serium oksida, Magnesium & CaCl2)
Campuran bahan baku Serium Oksida, Logam Magnesium dan flux CaCl2
dengan kompoisisi seperti tersebut pada butir 1 diatas dicampur dengan
menggunakan mixer. Tidak disebutkan bagaimana proses pencampuran
baik homogenitas, kecepatan putaran dan kondisi operasi proses mixing,
kecuali hanya dilakukan pada suhu dan tekanan ruangan.
3) Pencetakan sesuai dengan ukuran crusible
Campuran bahan baku yang dihasilkan oleh proses mixing diatas,
selanjutnya di cetak menggunakan cetakan dengan ukuran/dimensi sama
dengan ukuran crucible yang dipakai. Setelah melalui proses mixer,
campuran serbuk dimasukan ke dalam selongsong silinder untuk
dilakukan proses press cylinder. Proses pengepresan bekerja pada
tekanan atmosferik.
4) Peleburan
Setelah bahan baku tercetak membentuk sesuai bentuk crucible dan
dimasukkan dalam crucible yang sesuai. Sebelum dimasukkan, tube
3

furnace dipanaskan sampai suhu 1000 oC selama beberapa saat sampai


dicapai suhu yang benar-benar stabil. Pada kondisi ini, umpan dalam
crucinble tsb dimasuknn secar medadak ke dalam chaber tube furnace.
Kondisi ini dilakukan sampai benar-benar homogeny dan dijaga selama
period waktu 1 jam.
Untuk menjaga dan mengurangi pengaruh udara, sisi kiri dan kana
chamber ditutup dengan glasswool, kemudian pada saat yang sama gas
Argon dialirkan ked lam chamber. Setelah 1 jam, kemudian suhu chamber
dinaiikan sampai 1200oC. setelah suhu ini tercapai, kemudian selama 3
jam suhu tersebut dijaga konstan. Selama periode waktu ini gas Argon
terus dialirkan ke chamber.
Setelah 3 jam terpenuhi, dilanjutkan dengan penuangan dari hasil reduksi
tersebut, dan dibiarkan sampai dingin didalam suatu cetakan. Demikian
juga gas argon dihentikan alirannya. Setelah dingin, umpan/hasil reduksi
dikeluarkan dari furnace untuk dibersihkan dari kerak dan pengotornya.
Proses pembersihan dilakukan secara manual
2.2.

Diagram alir know-how teknologi proses reduksi cerium oksida menjadi


logam serium
Berdasarkan deskripsi know-how teknologi sebagaimana diuraikan pada butir
2.1. diatas, proses dpat diilustrasikan dengan diagran alir sbb:

BAB III
Desain Basis Proses Scale-Up Reduksi Cerium Oxide
menjadi Logam Serium
3.1

Proses pengembangan basic design Reduksi Cerium OXIDE Menjadi


Logam Serium
Pengembangan proses reduksi Reduksi Cerium OXIDE Menjadi Logam
Serium dilakukan dengan skala lebih besar (5kg) namun masih pada skala
laboratorium. Proses pengembangan ini dilakukan dengan basis know how
teknologi yang telah dilakukan dan dimililiki oleh tekMIRA sebagaimana
diuraikan pada BAB II. Disamping tetap berbasis pada disain proses tsb, ada
beberapa modifikasi proses yang berbeda dari konsep awal.
Perubahan-perubahan disain proses dilakukan antara lain pada tekanan
operasi proses reduksi, kemurnian jenis material reduksi dan flux CaCl 2. Jenis
media pemanas juga dimodifikasi dari semula menggunakan media elemen
pemanas, menjadi jenis vacuum induction furnace. Tekanan chamber
dilakukan pada tekanan rendah 1x10-5 Bar.

3.2

Proteksi terhadap Process Desaigner atas Penggunaan Know-how


teknologi

3.2.1 Penggunaan know-how dan atau hak kekeyaan intelektual yang


mungkin terjadi pada pengembangan pekerjaan ini
Hak dan segala tindakan untuk menggunakan know-how PROSES di
PROJECT ini diberikan oleh TEKMIRA Kementrian ESDM sebagai pemilik
sah patent proses ini kepada PEREKAYASA sebagai Pelaksana pembuatan
basic design dari kegiatan ini. Perekayasa diberikan izin sepenuhnya oleh
TEKMIRA Kementrian ESDM untuk menggunakan segala informasi yang
diperlukan untuk melakukan perekayasaan peralatan yng diperlukan.
Perekayasa

akan

melakukan

hal

terbaik

terbaik

dari

pengetahuan

perekayasa. Bahwa TEKMIRA Kementrian ESDM mengijinkan penggunaan


segala informasi yang terkait dengan proyek ini secara sah dan perekayasa
akan dibebaskan dari segala tuntutan pihak lain yang terkait dan tuduhan
5

tertulis dari pelanggaran tersebut, atau litigasi yang tertunda di mana tuduhan
tersebut telah dibuat. Jika ada klaim pelanggaran atas penggunaan know-how
ini oleh pihak ketiga maka ketentuan berikut berlaku:
jika pihak ketiga menegaskan penggunaan know-how tersebut telah
melanggar ketentuan penggunaan know-how baik satu atau lebih paten atau
hak cipta milik pihak tersebut, maka TEKMIRA Kementrian ESDM dengan
diskresinya harus segera harus memberitahukan perekayasa sebagai berikut:
a) untuk membeli hak paten tsb dan memberikannya secara langsung
kepada perekayasa untuk terus menggunakan PROSES know-how
tersebut, dan / atau
b) sejauh

ditetapkan

dalam

ketentuan

ini,

akan

membela

atau

menyelesaikan hal tersebut dengan biaya sendiri atas setiap tuntutan


atau aksi yang dapat diajukan terhadap perekayasa atas dugaan
pelanggaran yang timbul dari penggunaan PROSES know-how
tersebut, dan, dalam kasus tersebut, akan mengganti kerugian dan
menjaga perekayasa atas setiap tindakan yang membahayakan dan
semua resiko yang terjadi atas segala gugatan hokum yang timbul, dan
/ atau
c)

TekMIRA harus memodifikasi lingkup kerja dengan biaya TEKMIRA


Kementrian ESDM dalam rangka untuk menghindari pelanggaran yang
terjadi.

3.2.2 Potensi Deviasi Output dan Yield atas Pengembangan pekerjaan ini
Pengembangan disain engineering ini dilakukan berdasarkan basis knowhow
teknologi yang dilakukan oleh TEKMIRA. Perubahan prinsip proses dan
keterbatasan

data

dan

dokumentasi

rinci

memungkinkan

timbulnya

interpretasi dan berkembangnya berbagai opsi dan ketersediaan peralatan


yang sesuai dengan proses tsb. Process Designer dengan kemampuan yang
dimiliki akan mengembangkam disain proses dan peralatan sesuai dengan
kriteria yang diberikan.

Berbagai potensi deviasi hasil reduksi, dengan tetap mempertimabangkan


kondisi operasi dan kondisi vacuum, secara teoritis akan menghasilkan ouput
dengan yield yang lebih baik. Namun ketiadaan referensi actual sebagai hasil
riset Tekmira yang dapat dijadikan rujukan, maka potensi tersbut akan dapat
dipahami sebsgai suatu yanag wajar dan Process Desaigner akan
dibebaskan dari berbagai tuntutan.
3.3

Disain Basis dan Deskrip Proses Reduksi Cerium Oxide menjadi Logam
Cerium

3.3.1 Disain Basis


3.3.1.1

Tipe Proses reduksi


Tipe proses reduksi dalam pekerjaan ini menggunakan proses reduksi
metalothermic terhadap cerium oxide pada suhu 1200 oC. Pembangkit
panas dilakukian dengan menggunakan system induksi listrik yang
dibangkitkan dari eleman yang mengelilingi crucible. Proses reduksi
dilakaukan pada kondisi vacuum dan pada kondisi gas argon mengalir ke
ruangan chamber secara kontimu. Crucible menggunakan Tantalum.
Proses casting dan pendinginan dilakukan di ruang chamber (inner casting)
dan menggunakan elektronik tilt stirring.

3.3.1.2

Kapasitas Disain
Pengembangan rekayasa proses dan penyusunan desain proses reduksi
serium oksida (CeO2) menjadi serium (Ce) direncanakan dengan proses
batch. Kapasitas ditetapkan sebesar 5 kg/batch campuran campuran
cerium oksida, logam magnesium dan flux CaCl 2. Basis knowhow teknologi
ettap manggunakan basis sebagaimana diuraikan pada BAB II diatas.

3.3.1.3

Spesifikasi bahan:
Spesifikasi bahan merujuk kepada KAK nomor.. sebagai berikut:
a) Spesifikasi Cerium Oxide:
No

Diskripsi

1
2
3
4
5
6

Serium (Ce)
Yttrium (Y)
Neodimium (Nd)
Lantanum (La)
Samarium (Sm)
Prasedomium (Pr)
jumlah

KADAR
(%)
79.44
0.06
0.53
0.435
0.097
0.173
80.735

b) Spesifikasi flux CaCl2:


Deskripsi
Physical State
Color
Odor
pH
Vapor Pressure
Vapor Density
Evaporation Rate
Viscosity
Boiling Point
Freezing/Melting Point
Decomposition
Temperature
Solubility in water
Specific Gravity/Density
Molecular Formula
Molecular Weight

Keterangan
Solid
White
Odorless
4.5-8.5 (5% solution at 25C)
Not available
Not available
Not available
Not available
Not available
175C
Not available
Soluble
Not available
CaCl2.2H2O
147.01

c) Spesifikasi logam Magnesium (Mg):


Spesifikasi bahan Mg yang dipakai adalah Magnesium (reagent grade),
dengan kemurnian 98% dengan karakteristik sbb:

Deskripsi
grade
vapor pressure
assay
autoignition temp.
resistivity
particle size
bp
mp
Density
3.3.1.4

keterangan
reagent grade
1 mmHg ( 621 C)
98%
950 F
4.46 cm, 20C
20-230 mesh
1090 C (lit.)
648 C (lit.)
1.74 g/mL at 25 C (lit.)

Spesifikasi Products dan produk samping


Perubahan dan modifikasi disain proses reduksi cerium oxide mendaji
logam cerium dengan kondisi proses yang baru mengasilkan produk yang
kemungkinan berbeda dari proses aslinya. Namun menurut perkiraan
tekMira, proses ini akan memeiliki yield yang lebih baik. Pada proses
demikian diharapkan, Spesifikasi produk logam Cerium adalah tidak kurang
dari 85%.
Sepsifikasi Produk samping tidak menjadi patokan dan dikesampingkan
dalam desin ini

3.3.1.5

Utilitas

3.3.1.5.1 Spesifikasi CW yang dipersayaratkan pada disain VIM E-01:


N
o
1
2
3
4
5
6
7

Karakteristik
Kapasitas
tekanan
Suhu masuk unit VIM
E-01
Suhu keluar unit VIM
E-01
penampakan
Ukuran partikel
terlarut
pH

Batas Maksimum
80 liter/menit
40 liter/menit
6 bar
Suhu ruang

Catatan
Inlet cooling furnace side
Inlet power supply side

Suhu ruang + 10oC


tidak berwarna,
jernih, tanpa
sedimen
< 150m
7,5 8,5

Note: Perlu dipasang dirt trap


sebelum masuk VIM (E-01)
Varians dimungkinkan bila
menggunakan pengatur bahan
kimia.
ATTENTION: perlu
dikonsultasikan dengan
specialist

8
9

< 1800 g/m3

Kandungan garam
total
Konduktivitas listrik

<
<
>
<

220 mS/m =
2200 S/cm
20 g/m3
140 g/m3 (20d)

10

Calcium Ca++

11

Kesadahan
Carbonate sampai
60C max. (tanpa
tambahan stabilizer).

< 0,7 mol/m3


(<4dH)*
< 3,2 mol/m3
(<18dH)*
* Conversion values
see below

12

Chlorid CI-

< 150 g/m3

13
14
15

Sulphate SO4
KMnO4 consumption
Germ count

< 325 g/m3


< 100 g/m3
< 1000ml-1

1800 ppm

Konsentrasi rendah
dimungkinkan dengan
memanfaatkan pengatur
kesadahan dan inhibitor.
Sampai 60C max. (tanpa
penambahan stabilizer).
Bilamana kesadahan
carbonate nyata terukur, maka
batasan diperlakukan pada
kesadahan total. Inhibitor
korosi efektif biasanya diukur
sebagai hasil ukuran
pelunakan.
ATTENTION: perlu
dikonsultasikan dengan
specialist
With stainless steel (e.g.
1.4571) < 50 g/m3

Table 1 : Spesifikasi Inlet Cooling Water

3.3.1.5.2 Spesifikasi Udara Bertekanan


Tekanan

6bar

Dew point

< 3C

Bebas debu dan bebas air


Konsumsi

1 m/h

3.3.1.5.3 Gas Inert


Gas inert yang dapat dipergunakan bermacam-macam antara lain
Nitrogen, Argon, Helium dll. Namun sesuai dengan persyaratan Pemilik
Proyek, gas argon yang ditetapkan sebagai gas proses. Merujuk pada
disain VIM E-01, spesifikasi gas inert yang dipersyaratkan adalah sebagai
berikut:

10

Table 2 Spesifikasi Gas Inert


3.3.1.5.4 Catu daya listrik
Catu daya listrik yang dipersyaratkan untuk VIM E-04 adalah 3 phase
dengan voltage 380V 50Hz. Sementara untuk menggerakkan unit lain
(neraca, mixer dll) menggunakan listrik 2 phase dengan Voltase 220 Volt
50Hz
3.3.1.5.5 Spesifikasi air baku
Spesifikasi air baku merujuk pada asumsi kualitas air baku sbb:
.
3.3.1.5.6 Limbah dan buangan
Limbah dari unit utilitas ini bersumber dari unit pengolahan air dan
penggunaan gas inert serta penggunaan bahan pendukung lainnya seperti
minyak pelumas mesin, pendingin dll. Limbah yang berasal buangan
proses RO, kondensat pendinginan udara dan pengunaan Argon
umumnya ramah lingkungan dan tidak perlu penanganan secara khusus.
Limbah lainnya umumnya sangat kecil dan tidak memerlukan penanganan
khusus.

11

3.3.2 DISKRIPSI PROSES


3.3.2.1

2.3.1. Diskripsi proses reduksi cerium oksida menjadi logam cerium

Proses pengembangan pekerjaan ini, dilakukan dengan mangacu pada knowhow teknologi sebagaimana dijelaskan pada bagian 3.1. Bab III. Dan beberapa
modifikasi baik kriteria jenis elemat pemanas, jenis crucible Tantalum atau
yang lebih baik yang memungkinkan beroperasinya VIM dengan optimal.
Tekanan operasi dilakkan pada kondisi vacuum.
Proses reduksi dilakukan dengan menggunakan Induksi pada tekanan
vacuum. Proses ini selanjutnya disebut Vacuum Induction furnace. Suhu
operasi dilakukan pada rentang temperature 1000-1200 oC pada durasi
disesuaikan dengan konsep seperti tersebut pada BAB II.
Sebelum umpan dimasukkan, Induction Furnace harus dipanaskan terlebih
dahulu sampai suhu 1000 oC dan dijaga constant pada suhu tersebut. Umpan
yang

telah dipersiapkan dicampur sampai homogeny dengan mixer,

dimasukkan ke furnace melalui charging line. Setelah umpan dipersiapkan dan


ruang induction furnace stabil pada suhu 1000 oC, umpan tersebut dimasukan
ke chamber melalui feeder (charging line). Kondisi ini dijaga selama beberapa
saat (1 jam) sampai terjadi proses pemanasan mendadak (thermal shock)
terhadap umpan. Selama periode waktu tsb, proses didiamkan dan dibiarkan
sedemikian rupa seluruh material dalam umpan bersuhu homogen.
Setelah 1 jam, suhu chamber dinaikkan sampai 1200 oC. Setelah suhu tsb
tercapai, proses dijaga pada suhu konstan selama 3 jam. Untuk menjaga agar
proses reduksi tidak terganggu oleh udara, maka gas argon dimasukkan ke
ruang chamber. Proses aliran terus dilakukan sejak umpan masuk ke chamber
tube furnace dan selama proses sampai berakhirnya proses reduksi.
Setelah 3 jam, logam cair tsb dituangkan ke molding yang ada di dalam
chamber. Setelah ditungakan semua, furnace diturunkan suhunya perlahanlahan sampai dingin. Setelah dingin, hasil reduksi dikeluarkan dari chamber
dan dibersihkan dari kerak dan material hasil samping untuk dibersihkan
secara manual.
12

3.3.2.2

2.3.1. Diskripsi Proses Unit Utilitas untuk mendukung proses reduksi


cerium oksida menjadi logam cerium

2.3.1.1.

Umum

Utilitas sebagai unit penting bagi beroperasinya VIM-E-04 terdiri dari tiga sub
unit utama yaitu paket peralatan cooling water (U-01), paket peralatan udara
bertekanan (U-02), dan paket peralatan gas inert (U-3) dan paket peralatan
catu daya listrik. Gambar dibawah ini menunjukkan proses flow diagram unit
utilitas untuk mendukung VIM E-01.
Sesuai dengan disain VIM E-014, furnace ini menggunakan cooling water
(CW) untuk mendinginkan dua unit mesin yaitu unit furnace dan unit power
supply. Kedua unit ini disuplai dari satu unit Cooling water U-01.
Pada unit pendingin furnace, tekanan air yang masuk unit pendingin furnace
adalah 6 bar dan dengan kecepatan alir 80 liter/menit. Suhu air pendingin
adalah suhu ambien dan sesuai spesifikasi VIM E-04 suhu keluar furnace
turun 10oC. Sementara air pendingin pada unit power supply mengalir dengan
laju alir 40 liter/menit dan pada tekanan yang sama (6bar). Kondisi CW masuk
dan keluar pendingin power supply juga sama. Returned CW dari furnace
dipompa menggunakan booter pump P-04/05 karena tekanan air keluar VIM04 cukup rendah (kurang lebih 1 bar +) untuk dipompa kembali ke unit CW U01.
Unit inert gas bersumber dari Argon dalam tabung. Unit ini mempersiapkan
gas Argon (300 bar) untuk diinjeksikan ke ruang chamber VIM-01. Tekanan
inlet ke chamber 5 bar. Proses penurunan tekanan ini menggunakan paket
unit pressure regulalor yang berada di unit gas argon.
Pada unit udara bertekanan disiplai dari paket compressed air di unit U-02
untuk mendapatkan udara kering. Udara ini disuplai oleh Unit U-02 untuk
dipakai sebagai udara instrument.
Untuk catu daya listrik menggunakan sumber listrik yang langung diperoleh
dari PLN dengan daya 60 kW dan voltage 380/50 Hz dan 220V/50 Hz.

13

Unit Cooling Water (CW)

Sumber air (dari sumur tanah) dipompa dengan Pompa P-01 menuju Paket
Unit Riverse Osmoses RO. Dalam paket unit ini, cooling water yang
memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan VIM-01 dipersiapkan dengan
kapasitas sekirar 52 liter/menit.
2.3.1.2.

Unit Udara Bertekanan (CA)

Udara kering bertekanan digunakan untuk menggerakkan instrument dan


bagaian lain dari sistem hidaulik VIM E-01.
2.3.1.3.

Unit Gas Inert

Unit gas inert terdiri dari 2 tabung ( m3) gas argon dengan spesifikasi
mengikuti disain gas Argon yang ditetapkan oleh disainer furnace.
Unit ini mengatur tekanan gas masuk furnace pada kondisi constant 5 bar
dari tekanan tabung sekitar 150 bar. Proses penurunan tekanan ini
menggunakan pressure regulator dan system safety (venting).
2.3.1.4.

Unit Catu Daya Listrik

Unit catu daya listrik ini menggunakan sumber listrik PLN dengan daya
tersedia sekitar . kW (40kW dipower supply dan 16kW di unit furnace)
dengan Voltage 380V/50Hz dan 220 Volt/50Hz.

14