You are on page 1of 10

Artikel Khutbah Jum'at :

Pendidikan Ideal di Era Digital


Rabu, 20 April 11
Khutbah pertama
Amma badu :
Saudara-saudara kaum muslimin rahimahumullah ! Saya berwasiat kepada
anda saya pribadi untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu Wataala.
Bertakwalah kepada Allah dalam mengurus diri sendiri dan keluarga anda.
Betakwalah kepada Allah dalam mengurus anak-anak dan orang-orang yang
menjadi tanggung jawab anda. Bertakwalah kepada Allah Subhanahu
Wataala, maka dia akan memberikan perlindungan, kecukupan dan
petunjuk kepada anda.
Ibadallah ! Tahukah anda, ukuran apakah yang digunakan untuk mengukur
kemajuan individu dan masyarakat ? Timbangan apakah yang digunakan
untuk menilai keunggulan suatu bangsa ? dan apa landasan yang digunakan
untuk membangun kejayaan dan peradaban ? Semua itu tidak mungkin
terjadi tanpa perhatian yang amat besar terhadap tema yang sangat
penting. Sebuah tema yang merupakan cita-cita para ulama dan pendidik,
masalah para dai dan muballigh, serta sasaran para intelektual dan
relawan. Dan sebelum itu semua, ia merupakan cita-cita para orang tua,
kerja besar pada guru, dan pendidik, di samping merupakan tuntunan
mendesak pada semua Negara dan pemerintahan. Betapa banyak tenaga
yang dihabiskan untuk mengurusnya. Betapa banyak potensi dan
kemampuan yang dikerahkan untuk mendukungnya ! Betapa banyak
kekuatan yang dicurahkan untuk mewujudkannya ! Dan betapa banyak dana
yang dibelanjakan untuk melaksanakannya ! Namun itu semua tidak bisa
dianggap banyak untuk sebuah tema kunci kejayaan umat yang berkuasa,
sukses dan memimpin. Sebaliknya jika diabaikan, kerusakan dan
kehancuran akan menimpanya. Ketika itu ucapkan, Selamat tinggal
kepada umat dan berikan ucapan bela sungkawa kepada puing-puingnya.
Wahai para hamba Allah ! Tahukah anda, apakah tema yang sangat penting
itu ? tema itu ialah Pendidikan. Ini bener-bener tugas dan tanggung jawab
yang sangat berat.
Maasyiral muslimin rahimahumullah ! Sesungguhnya tanggung jawab
mendidik generasi muda dan menyiapkan tokoh-tokoh laki-laki dan wanita
adalah tanggung jawab yang sangat berat. Dan sesungguhnya masalah

perhatian terhadap belahan jiwa dan buah hati (baca: putra-putri ) adalah
masalah yang sangat besar. Umat Islam harus mencurahkan seluruh
perhatiannya kepada masalah ini. Sebab, pilar-pilar kebahagian mereka
pada diri pribadi maupun masyarakat bertumpu pada masalah pendidikan
ini. Oleh karena itu, pendidikan harus dipersiapkan secara matang.
Kurikulum harus dirumuskan, perencanaan harus disiapkan, tenaga harus
dikerahkan dan orang-orang yang berkemampuan harus dibatalkan, agar
proses pendidikan berjalan dengan baik, tidak teratuk batu di tengah jalan,
jauh dari segala macam pertentangan dan dualisme. Terhindar dari taqlid
buta dan latah serta dibarengi perasaan bangga akan kepribadian Islam dan
tata cara syari, seraya berpegang teguh pada petunjuk Al-Quran dan
mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
(Saudara-saudara seagama) , Ikhwatal Islam ! Sesungguhnya kepentingan
kita pada pendidikan melebihi segala kepentingan lainnya. Dan kebutuhan
kita terhadap pendidikan lebih tinggi dari kebutuhan lainnya. Apa artinya
tubuh dan badan tanpa nilai aturan dan agama ? Apa artinya jasad dan raga
tanpa akal dan nyawa ? Apa artinya wadah bila isinya rusak ? Setiap
makhluk punya jasad. Manusia dan binatang sama-sama mencari makanan
dan minuman. Orang-orang mukmin dan kafir, berbakti dan durhaka, baik
dan jahat sama-sama butuh makanan dan udara. Tetapi kaidah-kaidah,
aturan-aturan, pendidikan, pengajaran, akidah dan iman yang benar
hanyalah milik orang-orang Islam.
Saudara-saudara seiman dan seakidah ! Masyarakat manusia dewasa ini
banyak didera musibah dan bencana. Dan banyak sekali kemalangan dan
malapetaka menimpa mereka. Mengapa angka kejahatan mengalami
peningkatan dan mencengangkan ? Hal itu tidak lain karena kurangnya
perhatian terhadap pendidikan. Kedzaliman, kesewenang-wenangan, dan
kerusakan tidak akan merajalela kecuali pendidikan manusia diperlakukan
secara buruk, akhlaknya menyimpang dan perilakunya terperosok ke dalam
jurang kehancuran. Banyak generasi telah berganti dengan fitnah terjungkir
balik, tidak ada pendidikan, dan tidak mengetahui hak-hak Allah maupun
hak-hak hamba Allah. Mereka tidak punya amanah yang harus diemban,
tidak punya tujuan yang hendak dicapai, tidak bisa mengenali yang makruf
dan tidak bisa mengetahui yang munkar. Hidup mereka hanyalah permainan
dan pengangguran. Kondisi mereka sangat buruk dan menyimpang. Mereka
tenggelam di dalam Lumpur kenistaan dan mengabaikan keutamaan.
Mereka tidak menyimpan kebaikan sedikit pun bagi bangsa dan Negara.
Adakah kejahatan sosial yang lebih berat dari ini ?

Sesungguhnya keberadaan generasi yang jauh dari pendidikan yang benar


merupakan kejahatan terhadap masyarakat dan umat secara keseluruhan.
Betapa banyak masyarakat yang mengeluhkan penyimpangan prilaku
remaja ? Betapa banyak orang tua yang mengeluhkan kenakalan anakanak ? Dan betapa banyak ayah ibu yang tersiksa dengan kedurhakaan
anak-anak dan keengganan mereka untuk menunaikan tugas-tugas. Namun
mereka lupa (atau pura-pura lupa) bahwa inti persoalan ini terletak pada
buruknya pendidikan.
Oleh karena itu, umat Islam berkewajiban melaksanakan tanggung
jawabnya masin-masing dalam menyelesaikan masalah ini dengan
mengerahkan segenap potensi dan kemampuan yang dimiliki. Mereka juga
harus bekerja sama dengan semua saluran yang ada : rumah, keluarga,
kedua orang tua, kerabat, sekolah, kampus, masjid, klub bermain, seluruh
lapisan masyarakat, dan segenap media massa dengan semua saluran yang
ada. Semuanya harus bekerja keras dalam mendidik, membangun, dan
menanamkan norma-norma akhlak pada diri putra-putrinya. Agar kelak lahir
generasi muda yang ideal, baik laki-laki maupun wanita.
Wahai umat Islam ! Agama kita telah memberikan perhatian yang sangat
besar pada maslah pendidikan. Bahkan masyarakat dahulu maupun
sekarang belum pernah deberikan oleh rezim manapun di barat maupun di
timur. Jauh dari filsafat-filsafat yang rumit dan pikiran-pikiran yang
tercemar. Maka Islam pun tampil dengan penemuan baru. Sementara upaya
orang-orang yang tertipu oleh musuh-musuhnya gagal total. Cahaya
hidayah menyinari umat manusia, sedang kahidupan orang-orang yang
berpaling dari jalan hidayah Tuhan adalah gelap gulita, kendati gelar mereka
berkibar-kibar. Mereka melabuhi orang-orang awam dengan kata-kata
bermadu yang mengklaim pembaharuan dan modernisasi. Padahal sejatinya
semua teori pendidikan yang jauh dari petunjuk Al-Quran dan Sunnah Nabi
Shallallahu Alaihi Wasallam adalah kebangkrutan yang tiada tara. Apa yang
bisa dia berikan kepada umat manusia apabila ia sendiri berlindung dari
panasnya pasir dengan bara api. ?
Tidak ada yang bisa menyelamatkan generasi muda dunia selain pendidikan
yang didasarkan pada ajaran Islam. Karena hanya pendidikan inilah yang
memiliki tujuan mulia, yaitu pengabdian kepada Allah yang Maha Esa lagi
Maha Perkasa dan pendayagunaan semua bidang untuk berkhidmat kepada
prinsif yang fundamental ini. Demikian juga pendidikan yang dimaksudkan
untuk menjadikan generasi muda sebagai pengemban akidah, pemilik citacita yang tinggi, pembawa iman, dan pemilik budi pekerti. Hal itu terlihat
pada ucapan, pola pergaulan dan prilaku mereka.

Ikhwatal iman! Ketika kita merenungkan tentang saluran-saluran terpenting


yang bertanggung jawab atas pendidikan di masyarakat, kita melihat bahwa
rumah adalah pondasi utama pendidikan. Keluarga adalah bibit pertama
dalam pelaksanaan proses pendidikan. Dan hal itu harus dimulai dari
pemilihan calon istri shalihah yang memiliki asal-usul yang baik dan mutu
yang bagus (bibit-bobot-bebet). Karena seorang istri harus dipersiapkan
menjadi pedidik yang handal dan sekolah yang pertama. Dan hal ini harus
dilakukan secara bertahap hingga si anak dapat membuka matanya di
pangkuan kedua orang tuanya. Di sini ia harus mendapatkan perhatian
akhlak dan pendidikan iman yang memadai, sebelum perhatian masalah
duniawi. Ini berangkat dari kewajiban Islam dalam masalah tersebut. Allah
Subhanahu Wataala berfirman :





Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah
terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim :6)
Menurut para ulama, maksudnya ialah: Ajarilah, didiklah dan bimbinglah
mereka dengan sesuatu yang bisa memelihara mereka dari azab Allah.
Ini adalah amanah yang sangat berat. Benar-benar celaka orang yang
mengkhianatinya. Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu
Umar Radiyallahu anhu bahwa Rasulullallah Shallallahu Alaihi Wasallam
bersabda, artinya:
Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan ditanya tentang
kepemimpinannya. {HR. Al-Bukhari, 2554, dan Muslim, 1829 }
Di rumah anak-anak semasa kecilnya belajar dari apa yang ada pada ayah
dan ibunya. Keduanya adalah suri tauladan baginya. Anak-anak selalu
meniru ucapan dan perbuatan kedua orang tuanya. Karenanya, orang tua
memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mengarahkan anaknya.
Tentang besarnya pengaruh orang tua terhadap anaknya Rasulullah
bersabda,artinya :

Setiap anak adam dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Lalu kedua
orang tuanya membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (HR,AlBukhari, 1385 dan Muslim, 2658 )
At-Tirmidzi dan lain-lain meriwayatkan atsar:
Tidaklah seorang ayah memberikan sesuatu kepada anaknya yang lebih
baik dari adab yang bagus. (HR.Ahmad, 3/412, At-Tirmidzi, 1952 dan AlHakim, 4/263 )
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda,artinya :
Suruhlah anak-anakmu melaksanakan shalat saat berusia tujuh tahun. Dan
pukullah mereka karena meninggalkannya saat berusia sepuluh tahun. Dan
pisahkanlah mereka di tempat tidur. (HR. Ahmad,2/180, Abu Daud, 495
dan Al-Hakim,1/197 )
Ini adalah petunjuk-petunjuk pendidikan bagi rumah tangga muslim, di
mana anak-anak didik dengan akidah dan keutamaan, di samping memiliki
bekal empirik yang memadai, bahkan lebih banyak. Oleh karena itu, banyak
para orang tua yang keliru ketika mereka mengutamakan pendidikan anakanaknya pada pemenuhan keinginan dan kebutuhan materi (duniawi)
semata.
Wahai para ayah dan para ibu ! Bertakwalah kepada Allah Subhanahu
Wataala dalam mendidik putra-putri anda. Jadilah suri tauladan yang baik
bagi mereka. Didiklah mereka untuk peduli kepada Kitab Allah dan perhatian
kepada Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Ikutilah jalan Islam
di dalam mendidik mereka. Perlakukanlah mereka dengan lemah lembut.
Tapi tegaslah kepada mereka bila mereka melakukan kesalahan berulangulang. Jangan sekali-kali tampil di hadapan mereka dengan penampilan
yang tidak layak. Biasakanlah mereka berbuat baik untuk orang lain.
Biasakanlah mereka dengan akhlak yang mulia saat bergaul dengan
sesama. Biasakanlah mereka menjaga lidah mereka dan menjauhi caci
maki, dusta, ucapan kotor, dan sebagainya. Dan janganlah sekali-kali putraputri anda melihat pertengkaran anda. Karena hal itu bisa mengganggu
kejiwaan mereka dan merusak mental mereka.
Jangan pernah menyerahkan sepenuhnya proses pendidikan mereka kepada
para pembantu rumah tangga. Karena hal itu sangat beresiko terhadap
keluarga. Sebab, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pada umumnya
para pembantu memiliki pola pikir, perangai dan kebiasaan yang kurang

baik. Bahkan bagi orang-orang yang sangat peduli pada keluarganya


menganggap bahwa para pembantu itu bener-bener berbahaya. Jauhkanlah
putra-putri anda dari pergaulan yang buruk. Kontrollah shalat mereka.
Awasilah kesendirian mereka. Perhatikanlah, dengan siapa mereka
berjalan ? Dengan siapa mereka berteman ? Apa yang mereka baca ? Apa
yang mereka dengarkan ? Dan apa yang mereka saksikan ? Terapkan
pengawasan ketat tetapi dibarengi dengan perasaan cinta dan belas kasih.
Karena penggembala yang baik tidak akan membiarkan gembalanya
mendekati padang binatang buas.
Jangan sekali-kali keluarga anda disuapi aneka macam perang pemikiran
dan moral, baik dengan izin maupun tidak. Karena penyusup-penyusup itu
bisa merobohkan apa yang telah anda bangun dengan susah payah dan
meruntuhkan apa yang telah anda tegakkan. Besarkanlah mereka dengan
kemuliaan-kemuliaan dan jauhkanlah mereka dari kenistaan-kenistaan.
Generasi muda kita akan tumbuh dan berkembang
Sesuai dengan apa yang dibiasakan oleh ayahnya
Berdoalah selalu kepada Allah agar mereka senantiasa mendapat hidayah
dan menjadi orang yang shalih, seperti yang dilakukan oleh para Nabi.
Nabi Ibrahim Alaihissalam di dalam doanya mengucapkan :



Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk
orang-orang yang saleh. (QS. Ash-Shaffat :100)

Dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhalaberhala. (QS. Ibrahim :35)



Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap
mendirikan shalat. (QS. Ibrahim :40)
Zakariya Alaihissalam pernah berdoa :


Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik (QS. Ali
Imran :38)
Apa artinya anak kalau tidak baik ? Wal iya dzubillah
Luqman Al-Hakim memberikan banyak wasiat yang terkenal kepada
anaknya sebagaimana termaktub dalam surat luqman.
Dan Nabi Kita Muhammad pun banyak memberikan bimbingan dan
pendidikan kepada generasi muda, baik melalui ucapan maupun perbuatan.
Ajarilah mereka adab-adab makan, minum, tidur, bergaul dan di masjid.
Wahai para ayah dan ibu ! Bertakwalah kepada Allah, Awasilah putra-putri
anda, karena mereka adalah amanah yang ada di pundak anda. Jangan
pernah membiarkan mereka lepas dari pengawasan anda sama sekali.
Saudaraku ! Kalau anda bertanya tentang saluran kedua dalam mendidik
generasi muda menurut sistem pendidikan Islam, Jawabnya adalah sekolah.
Karena perannya dalam bidang pendidikan sengat menonjol. Apa yang
terbayang di benak anda saat melihat tempat di mana anak-anak
menghabiskan setengah harinya di sana dengan beragam aktifitas dan
kegiatan ? Tidak ada yang meragukan dan menyangsikan bahwa sekolah
adalah pos yang sangat penting dan benteng pertahanan yang sangat
kokoh. Para penanggung jawabnya harus melaksanakan tugasnya dengan
sebaik-baiknya dalam mengajar, mendidik dan memperbaiki kondisi anak
didiknya.
Wahai para bapak guru dan ibu guru ! Bertakwalah kepada Allah dalam
menunaikan amanah mendidik putra-ptri umat Islam. Jadilah suri tauladan
yang baik bagi mereka. Didiklah mereka agar mencintai pendidikan dan
pengajaran. Padukanlah kedua proses tersebut. Buatlah jembatan
komunikasi yang selalu terhubung antara sekolah dan wali murid, agar
keshalihan anak-anak dapat tercapai dengan izin Allah Subhanahu Wataala.
Jangan pernah anak didik anda melihat anda melakukan sesuatu yang
diharamkan. Karena demi Allah, ilmu pengetahuan tidak akan bermanfaat
tanpa disertai dengan adab, akhlak dan pendidikan.
Wahai para hamba Allah ! Saat tiba giliran masjid, ternyata ia adalah taman
di tengah padang pasir (oase) yang aman, damai, nyaman dan tentram.di
sini setiap orang bisa belajar membaca Al-Quran, menunaikan shalat,

berdzikir, dan berdoa. Tidak ada yang menyangsikan bahwa masjid dan
sekolah memiliki peras besar dalam dunia pendidikan. Karena masjid dan
sekolah merupakan pertahanan yang kuat, benteng yang kokoh dan pos
yang penting. Karena di situlah terpancar sinar perbaikan bagi seluruh
masyarakat.
Sedangkan media massa meiliki tanggung jawab paling besar, terutama
pada era informasi seperti ini. Maka adalah wajib hukumnya memanfaatkan
media-media ini untuk mendidik dan membesarkan generasi setiap rumah
dan menjangkau seluruh kota dan desa. Karenanya harus dimanfaatkan
untuk menyampaikan kebajikan dan menyebarluaskan nilai-nilai keutamaan.
Dan para penanggung jawabnya pasti menyadari hal itu. Sebutlah
gelombang yang dipancarkan oleh saluran-saluran televisi dan internet yang
merusak pendidikan. Ini membuat kita sangat waspada dan hati-hati.
Kita memohon kepada Allah agar berkenan memberi kita kekuatan dalam
mendidik putra-putri kita sesuai dengan ajaran yang diridhai dan
dicintaiNya.

Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan
kami sebagai penyenang hati (kami). (QS. Al-Furqan :74)
Ya tuhan kami, jadikanlah keturunan kami sebagai orang yang shalih dan
mengajak orang lain menjadi orang yang shalih, dan menjadi orang yang
mendapat hidayah dan menjadi hidayah bagi orang lain. Wahai Tuhan Yang
Maha Mendengar doa.
.
Khutbah Kedua
Amma badu :
Ibadallah ! Bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wataala, dan
laksanakanlah kewajiban anda dalam mendidik diri dan anak-anak yang
menjadi tanggung jawab anda. Karena anda semua sudah tahu betapa
pentingnya masalah ini, terutama pada zaman akhir seperti ini. Demi Allah
Yang tiada Ilah selain Dia, kalau kita mau melaksanakan kewajiban ini,

niscaya kita tidak akan mengeluhkan banyaknya masalah, kejahatan dan


prilaku yang menyimpang. Di samping itu permasalahan kenakalan akan
berkurang dan kerusakan akhlak akan menghilang.
Namun, ada satu bagian yang amat sangat istimewa dalam masalah
pendidikan secara umum. Yaitu perhatian terhadap pedidikan wanita, baik
sebagai anak, saudara maupun istri. Terutama wanita semenjak dini untuk
memegang teguh nilai-nilai keutamaan dan memiliki rasa malu. Tepat sekali
apa yang dikatakan oleh penyair berikut ini :
Siapakah yang peduli pada pendidikan wanita ?
Karena dialah penyebab keterpurukan di timur
Didiklah anak-anak perempuan dengan keutamaan
Karena ia adalah pegangan terbaik mereka di timur dan di barat
Ibu adalah sekolah
Bila anda menyiapkannya dengan baik
Anda telah menyiapkan bangsa yang harum namanya
Ibu adalah taman, bila air hujan terus mengguyurnya
Daun-daun dan rimbun akan mengelilinginya
Ibu adalah guru pertama bagi para guru
Yang kemuliaan mereka melanglang buana
Kini, masyarakat mengeluhkan maraknya kejadian-kejadian yang haram;
pemandangan yang merangsang birahi, penampilan seronok, pakaian mini,
dan pergaulan bebas. Hal itu terjadi setelah mereka mengabaikan
pendidikan wanita. Bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang
bertanggung jawab memimpin wanita, baik sebagi suami maupun orang tua.
Didiklah mereka dengan baik, bimbinglah mereka ke jalan yang benar.
Yakinkan mereka agar tetap tinggal di rumah dan menjaga hijab. Agar
mereka tidak menjadi pemicu fitnah atau korban fitnah. Karena ini dapat
merusak bangunan masyarakat dari pondasinya.
Adalah kesalahan nyata dan pengkhianatan besar bila kita membiarkan
wanita begitu saja dan menuruti segala kemauannya, tanpa bertanya halal
atau haram, tanpa membimbing maupun mengawasi, dalam hal berpakaian
maupun hal-hal penting lainnya. Bahkan ada sebagian orang yang sengaja
membawa foto-foto seronok, gambar-gambar terlarang dan media-media
yang mengundang syahwat dan membiarkannya berada di tengah-tengah
putra-putrinya.
Dia melemparkannya ke laut dengan tangan terikat
Dan dia berkata: Awas!Awas! Jangan sampai basah terkena air!

Jadi, semua orang hendaknya bertakwa kepada Allah Subhanahu Wataala


dalam menjalankan amanah yang ada di pundaknya. Laksankanlah
kewajiban anda dalam memberikan pendidikan sesuai dengan bidangnya
masing-masing. Jika ini dilaksanakan dengan baik, niscaya kondisi akan
membaik dan masyarakat akan merasakan kebahagiaan yang nyata.
Insyaallah.





Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.
Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan
)ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab :56

.


.

. .


. .

Dikutip dari buku : [Kumpulan Khutbah Jumat Pilihan Setahun Edisi


]pertama, ElBA Al-Fitrah, Surabaya .Diposting oleh Yusuf Al-Lomboky