Вы находитесь на странице: 1из 2

MEGA NURJANNAH A.

(141411045)
Pada praktikum kali ini praktikkan mereaksikan etanol dengan asam asetat agar
menghasilkan etil asetat. Dalam reaksi ini etanol merupakan senyawa pembatas yang akan
habis bereaksi sementara itu asam asetat akan bersisa. Etil asetat merupakan ester yang
berbau pisang dan berwarna bening kekuningan. Dalam mereaksikan etanol dan asam asetat
di tambahkan H2SO4 pekat sebagai katalis untuk menurunkan energi aktivasi sehingga
kesetimbangan reaksi lebih cepat terjadi.
CH3COOH +

C5H11OH

H2SO4

H2O

Percobaan ini terdiri atas 4 tahap, yaitu proses refluks, ekstraksi, distilasi dan yang terakhir
analisis produk ester yang dihasilkan.
Reaksi esterifikasi ini merupakan reaksi reversible. Berikut adalah tahapan proses
esterifikasi :
1. Refluks
Proses refluks digunakan untuk mereaksikan asam asetat dan etanol dalam reaktor.
Pada proses ini digunakan penangas parafin yg mempunyai titik didih tinggi, untuk
menghomogenkan larutan maka dilakukan pengadukan yang konstan, sehingga reaksi dapat
berjalan dengan baik. Proses refluks dihentikan ketika suhu cairan dalam reaktor mencapai
suhu maksimal dan telah konstan, dilakukan kurang lebih dalam waktu 60 menit.
Cairan dalam reaktor mengandung ester sehingga aroma ester dapat tercium, terdapat air dan
sedikit sisa asam karboksilat ( asam asetat ) sehingga warnanya masih bening kekuningan dan
suhu yang dicapai tidak mendekati titik didih etil asetat murni. Oleh karena itu,dibutuhkan
proses pemurnian lebih lanjut dengan proses ekstraksi.
2. Ekstraksi
Pemurnian ester dengan cara ekstraksi menggunakan corong pisah (ekstraktor) yang
memanfaatkan kelarutan dari setiap zat. Penambahan aquadest untuk memisahkan air yang
dihasilkan dari proses esterifikasi serta mencuci ester dengan mengocoknya akan terbentuk
dua lapisan, lapisan atas adalah ester dan yang dibawah adalah air karena berat jenis air lebih
besar daripada ester.
Kemudian dilanjut dengan penambahan Na2CO3 yang berfungsi untuk mengikat pereaksi
yang berlebih. Perlu diperhatikan ketika membuang pengotor (produk yang tidak diinginkan),
jangan sampai ester tersebut ikut terbuang karena faktor ini dapat mempengaruhi jumlah
produk ester yang dihasilkan. Dilakukan penambahan CaCl2 anhydrous agar air pada produk
habis, karena sifat nya yang dapat menyerap air.
3. Destilasi
Proses ini dilakukan untuk penyempurnaan pembentukan ester. Destilasi bertujuan
untuk memurnikan zat cair yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada destilasi

ini ester murni yang dihasilkan sangat sedikit karena proses yang sangat lama menyebabkan
proses destilasi dihentikan.

Ester hasil destilasi kemudian di identifikasi sifat fisiknya dengan mengukur indeks bias nya.
Di dapat indeks bias sebesar 1,369 .
Faktor yang mempengaruhi kecilnya Yield dan pencapaian kemurnian ester :
1. Penambahan asam asetat glasial yang dilakukan, masih terlalui sedikit untuk menekan
pergeseran kesetimbangan reaksi, yang nantinya akan berpengaruh terhadap hasil dari
etil asetat itu.
2. Pengaruh katalisator dan penambahannya. Seharusnya penambahan katalisator dilakukan
dalam proses refluks dan ditambahkan sedikit demi sedikit.
3. Proses pemisahan etil asetat dengan asam asetat berlebih. Dalam hal ini, pemisahan
dilakukan dengan corong pisah. Kemungkinan dalam proses pemisahan, masih terdapat
etil asetat yang tercampur dengan larutan pemisah (Na 2CO3 atau CaCl2) karena waktu
pemisahan yang singkat (kurang lama), jadi ada etil asetat yang terbuang dan ada larutan
pemisah masih tercampur pada lapisan ester sehingga mempengaruhi yield dan sifat fisik
dari etil asetat.
4. Kurangnya jumlah yield produk bila dibandingkan dengan teori disebabkan oleh
kemungkinan adanya penguapan etil asetat sewaktu proses refluks ketika proses berjalan,
karena saat proses refluks reactor sesekali dibuka untuk mengecek bau khas ester dari
dalam reaktor. Adanya penguapan dapat diketahui dari terciumnya bau etil asetat pada
saat proses tersebut.
5. Suhu reaksi. Karena reaksi esterifikasi adalah proses kesetimbangan, penurunan suhu
secara tiba-tiba memungkinkan adanya perubahan dalam pergeseran kesetimbangan.
6. Proses penyaringan yang tidak sempurna yang mengakibatkan masih adanya unsur-unsur
pengotor lain yang terdapat didalam etil asetat yang dihasilkan, yang berpengaruh pada
massa jenis etil asetat hasil percobaan yang tidak sesuai dengan literatur.