You are on page 1of 6

A.

KARAKTERISTIK UMUM

Eukariotik
Tidak berkhlorofil
Dinding selnya mengandung khitin, selulosa atau keduanya
Fungi terdiri dari :

a. KAPANG
Morfologi Kapang :
o Miselium : kumpulan beberapa filament/benang disebut hifa,
setiap hifa lebarnya 1-10 m
o Fungi multiseluler yang mempunyai filament
o Tubuh kapang terdiri dari miselium dan spora (sel resisten,
istirahat atau dorman)
Reproduksi
1. Spora Aseksual
Spora aseksual diproduksi dalam jumlah banyak, berukuran
kecil dan ringan, serta tahan terhadap keadaan kering. Spora
ini mudah beterbangan di udara dan tumbuh menjadi miselium
baru di tempat lain. Dikenal enam macam sporab aseksual
pada fungi, berikut cirri-ciri dari masing-masing spora tersebut.
No
.

Jenis Spora

Ciri-ciri
-

Konidiospora -

Sporangiosp
ora

Arthospora

Khlamindosp ora
Zoospora

Sel tungggal atau


multi sel
Terbentuk pada
ujung
konidiosprora
Sifatnya terbuka
Sel tunggal
Terbentuk di
dalam
sporangium pada
ujung
sporangiospora
Sel tunggal
Terbentuk dari
pemisahan
potongan sel hifa
Sel tunggal
Berdinding tebal
Tahan terhadap
keadaan ekstrim
Sel tunggal
Motil dengan
flagela

Contoh
-

Penicillium
Aspergillum
Alternaria
Neurospora

Rhizhopus
Mucor
Thamnidium

Coccidioides

Candida

Saprolegnia

2. Spora Seksual
Kenyakan spora seksual kapang timbul pada struktur spesifik
yang disebut fruiting bodies. Terdapat beberapa cirri dari spora
seksual seperti dalam table berikut.
Spora

No
1

Oospora

Zigospora

Askospora

b. KHAMIR

Ciri-Ciri

Seksual
Terbentuk

Contoh

di

dalam Saprolegni

oogonium

Spora besar dikelilingi oleh


dinding besar
Sel-sel

tunggal

di

dalam

askus

Basidiospor

Sel-sel tunggal timbul pada

basidium

Rhizopus
Neurospor
a
Agaricus

Morfologi Khamir :
Khamir berukuran : lebar 1-5 m dan panjang 5-30 m
o Bentuknya seperti telur, memanjang atau bola
o Tidak dilengkapi flagellum atau organ penggerak lainnya
Perkembangbiakan sel khamir :
Perkembang biakan sel khamir dapat terjadi secara vegetatif
maupun secara generatif (seksual).
Secara vegetatif (aseksual)
a) Dengan cara bertunas (Candida sp dan khamir pada
umumnya)
b) Pembelahan sel (Schizosaccharomyces sp)
c) Membentuk spora aseksual (kelas Ascomycetes)
Secara generatif (reproduksi seksual). Konjugasi khamir ada 3
macam, yaitu :
a) Konjugasi isogami (Schizosaccharomyces octosporus)
b) Konjugasi heterogami (Zygosaccharomyces priorianus)
c) Konjugasi askospora pada Zygosaccharomyces sp dan
Schizosaccharomyces sp (sel vegetatif haploid), serta pada
Saccharomyces sp dan Saccharomycodes sp (sel vegetatif
diploid).

B. KLASIFIKASI JAMUR

Lama berdasarkan pada karakteristik morfologi


Baru berdasarkan pada karakteristik morfologi dan molekuler
Berdasarkan klasifikasi baru beberapa divisi yang dulu dianggap jamur
menjadi pindah ke kingdom yang bebeda di antaranya :
Oomycota, contohnya phytophthora, pythium, peronospora
pindah ke kingdom stramenophila karena pola DNA berbeda
dengan DNA jamur, dinding sel tidak mengandung khitin dan
zoospora berflagel 2 (jamur zoospora berflagel 1).
Plaasmodiphoromycota contohnya jamur lendir penyebab akar
ganda pndah ke kingdom Protista karena pola DNA berbeda
dengan DNA jamur, dinding sel tidak mengandung khitin dan
zoozpora berflagel 2 (jamur zoospora berflagel 1).
a. Divisi fungi
1. Chytridiomycota
o Jamur tingkat rendah
- Hifa tidak bersekat
- Reproduksi aseksual, spora berflagel/zoospore berflagel 1
dalam sporangium.
o Talus
- Holocarpic, tidak dapat dibedakan antara organ vegetative
dan generative, hanya berbentuk sporangium saja.
- Eucarpic, dapat dibedakan antar organya yaitu sporangium
dan rhizoid.
o Reproduksi seksual
- Somatogami, rhizoid bersatu menjadi isi sporangium bersatu
menjadi zygote.
- Kopulasi planogamet, fusi gamet yang dapat bergerak (gamet
dibentuk dalam sporangium juga)
o Peranan
- Sebagian besar saprofit terdapat dalam tanah
- Pathogen
2. Zygomycota
o Jamur tingkat rendah
- Hifa tidak bersekat
- Spora aseksula, sporangiospora dalam sporangium.
o Reproduksi
Aseksual
1. Ujung hifa membentuk gelembung sporangium yang
menghasilkan spora.
2. Bila spora jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi
hifa baru.
o
o

3. Hifa bercabang-cabang membentuk miselium.


4. Tubuh jamur terdiri dari rhizoid, sporangiofor
sporangiumnya
5. Sporangium menghasilkan spora baru.

dengan

Seksual
1. Dua ujung hifa berbeda, yaitu hifa dan hifa+ bersentuhan.
2. Kedua ujung hifa menggelembung membentuk gametangium
yang terdapat banyak inti haploid.
3. Inti haploid gametangium melebur membentuk zigospora
diploid.
4. Zigospora berkecambah tumbuh menjadi sporangium.
5. Di dalam sporangium terjadi meiosis dan menghasilkan spora
haploid. Spora haploid keluar, jika jatuh di tempat cocok akan
tumbuh menjadi hifa.
o Peranan
- Zigomycota ordo mucorales sekarang menjadi mucoromycota
sebagian besar saprofit starter fermentasi makanan (rhizopus
parasite lemah)
- Zigomycota
ordo
glomerales
sekarang
berubah
glomeromycota peranan glomerales menjadi MVA.
3. Ascomycota
o Jamur tingkat tinggi
- Hifa bersekat, sekat tipe centrum dan sekat berongga di
bagian tengahnya.
o Reproduksi
Aseksual
1. Bersel Satu (Uniselluler) Dengan membentuk tunas, misalnya
pada Sacharomyces cereviceae.
2. Bersel Banyak (Multiseluler) Dengan konidia (konidiospora),
misalnya pada Penicillium.
3. Konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai
berjumlah empat butir oleh ujung suatu hifa, hifa tersebut
disebut konidiofor.
Seksual
Bersel satu :
1. Konjugasi
antara
dua
gametangia
(misalnya
dua
sel Sacharomyces,
berfungsi
sebagai
gametangia),
menghasilkan zigot diploid (2n).
2. Zigot membesar menjadi askus.
3. Di dalam askus terbentuk delapan askospora yang tersusun
dalam dua jalur atau satu jalur.
4. Di dalam askus terjadi meiosis dan terbentuk empat
askospora haploid (n).
Bersel banyak :

1. Hifa membentuk antheridium dan askogonium (oogonium).


2. Askogonium membentuk tonjolan yang disebut trikogen yang
menghubungkan antara askogonium dan antheridium.
3. Inti-inti askogonium berpasangan dan inti tersebut membelah
membentuk hifa yang berisi satu pasang inti (hifa dikarion=
hifa berinti dua).
4. Hifa dikarion kemudian memanjang dan membentuk miselium
yang akan membentuk badan buah.
5. Selanjutnya ujung-ujung dikarion membentuk askus.
6. Dua inti sel bersatu, kemudian mengadakan pembelahan
meiosis, sehingga terbentuk askospora yang haploid.
4. Basidiomycota
o Jamur tingkat tinggi
- Hifa bersekat tipe dolipori terdapat bengkakan pada pori-pori
sekat
Pada ordo berbadan buah makroskopik terdapat 3 jenis hifa
diantaranya :
a. Hifa primer : Hasil perkecambahan basidiospora
b. Hifa sekunder :
Hasil
pasmogami
hifa
primer
mempunyai 2 inti (dikarion)
c. Hifa tersier : Hifa pembentuk badan buah (basidiocarp)
o Reproduksi secara seksual dan aseksual.
Miselium ada 3 macam, yaitu:
1. Miselium primer, yaitu miselium yang sel-selnya berinti satu
hasil pertumbuhan basidiospora.
2. Miselium sekunder, yaitu miselium yang sel-selnya berinti
dua.
3. Miselium tersier, yaitu miselium yang terdiri atas miselium
sekunder yang terhimpun membentuk jaringan yang teratur
pada pembentukan basidiokarp dan basidiofor yang
menghasilkan basidiospora.
o Peranan
- Patogen tumbuhan : jamur akar antara nya fomes,
ganoderma, dan armilaria.
- Jamur karat penyebab penyakit gosong
- Jamur konsumsi
- Jamur beracun (mempunyai cincin pada tangkai)

C. EKOLOGI JAMUR
o
o

Pada substrat
- Padat, pertumbuhan jamur menjadi benang memanjang
- Cair, perlu di shaker untuk aerasi menjadi menggumpal seperti bola.
Fungi hidup pada kisaran suhu yang luas.
- Spesies saprofitik 22-300C
- Spesies patogenik 30-37
- Beberapa fungi hidup pada/dekati 0
Pada umumnya pH untuk pertumbuhan jamur mencapai 4-7 selama
pertumbuhan jamur mengeluarkan metabolit yang dapat mengubah pH

pada substratnya. Serta metabolit sekunder menjadi senyawa berat


molekul rendah menjadi antagonistic. Cahaya juga berpengaruh terhadap
pembentukan organ reproduksi dan orientasi tangkai badan buah serta
pelepasan spora.

D. PERANAN FUNGI DALAM BIDANG PERTANIAN

Arti penting fungi


o Untuk fermentasi makanan
o Sebagai bahan makanan diantaranya jamur merang, jamur kuping
o Simbiosis fungi dan alga (lichens) merupakan organisme perintis dan
indicator pencemaran udara
o Perombakan bahan organic, yaitu proses yang melibatkan makro dan
mikroorganisme tanah seperti cacing tanah, rayap, semut dan lainlain.
o Pupuk biologis/biofertilizer diantaranya mikroba pelarut fosfat dan
mychorhiza
o Agen hayati/biological control agent
- Trichoderma sp Mampu mengendalikan penyakit tanaman (jamur
akar putih) yang disebabkan oleh Ganoderma sp Bersifat parasite
pada fungi lain (mycoparasit) dan menghancurkan dinding sel.
- Fungi pemakan nematode yaitu Dactylella bemicoides, nematode
yang merusak tanaman dapat dikendalikan oleh agen hayati yang
mempunyai struktur hifa perangkap.
o Penghasil antibiotika
- Antibiotika membunuh/menghambat pertumbuhan organisme
lain.
- Penicillium nomatum dapat mengobati sipilis, gonorrhea,
diphtheria, bronchitis, lever dan lain-lain.
o Pathogen tumbuhan, sebagian besar pathogen tumbuhan berasal dari
jenis jamur
o Racun dan merusak bahan makanan
- Mikotoksin : racun yang dihasilkan fungi, contohnya :
a. Aspergillus flavus
b. Penicillium islandicum