You are on page 1of 8

ILMU ALAM DASAR (IAD)

Artikel Pemanasan Global

OLEH :
KELOMPOK 10
L.A Loranita Gladys Cendana Wangi

1315351079

Cokorda Istri Intan Paramita Dewi

1315351086

Kadek Ayu Riana Dewi

1315351087

PROGRAM EKSTENSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN AJARAN
2014/2015

Sumber Artikel :
Dibuat pada tahun 2011, pada tanggal 9 September
Dikutip oleh Agusto Mamuju serta admin BKKBN
Dengan judul artikel : Pemanasan Global (Global Warming)
Hasil Diskusi BKKBN tentang Pemanasan Global dan Upaya Mengurangi Dampaknya pada
Kehidupan Manusia.
Website :
https://agustomamuju.wordpress.com/lingkungan/global-warming-2/
http://sumut.bkkbn.go.id/Lists/Artikel/DispForm.aspx?
ID=206&ContentTypeId=0x01003DCABABC04B7084595DA364423DE7897
PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING)
Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut,
dan daratan Bumi. Dimana matahari memancarkan radiasinya ke bumi menembus lapisan
atmosfer bumi. Radiasi tersebut akan dipantulkan kembali ke angkasa, namun sebagian
gelombang tersebut diserap oleh gas rumah kaca, yaitu CO 2, CH4 (gas metana), N2O (gas
dinitro oksida), HFCs dan SF 4 yang berada di atmosfer. Sebagai akibatnya gelombang
tersebut terperangkap di dalam atmosfer bumi. Peristiwa ini terjadi berulang-ulang, sehingga
menyebabkan suhu rata-rata di permukaan bumi meningkat. Peristiwa inilah yang sering
disebut dengan pemanasan global.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 0.18 C (1.33
0.32 F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC)
menyimpulkan
bahwa,
"sebagian besar peningkatan
suhu rata-rata global sejak
pertengahan
abad
ke-20
kemungkinan besar disebabkan
oleh meningkatnya konsentrasi
gas-gas rumah kaca akibat
aktivitas manusia"[1] melalui efek
rumah kaca. Kesimpulan dasar
ini telah dikemukakan oleh
setidaknya 30 badan ilmiah dan
akademik, termasuk semua
akademi sains nasional dari
negara-negara G8. Akan tetapi,
masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang
dikemukakan IPCC tersebut.
Meningkatnya suhu udara dan makin panasnya cuaca di atas permukaan bumi diduga
adalah akibat dari ulah manusia sendiri yang sejak dulu telah mengeksploitasi bumi dengan

berbagai cara. Mulai dari penebangan hutan secara besar-besaran, buang sampah
sembarangan, asap kendaraan yang setiap hari bertambah, asap pabrik yang dengan
pemukiman, sungai yang kotor serta kegiatan lainnya yang meresahkan keberlangsungan
hidup manusia. Gaya hidup manusia sekarang juga ikut memberi andil terhadap peningkatan
suhu di permukaan bumi. Karena gaya hidup, banyak masyarakat saat ini menggunakan alatalat yang serba elektronik. Upaya untuk mengurangi dampak pemanasan global masih belum
sepenuhnya dilakukan oleh manusia sebagai penghuni bumi.
Tak perlu heran kalau sampai hari ini masih saja ada masyarakat yang tidak
menyadari apa itu pemanasan global. Tidak semua orang mengetahui apa itu pemanasan
global, mungkin saja hanya orang yang tinggal di daerah perkotaan yang mengetahui. Itu pun
hanya sekedar sebagai isu yang sedang hangat dibicarakan namun tidak dengan pemahaman
yang mendalam. Coba tanya orang-orang yang berada di sekitar kita,apa itu pemanasan
global? Umumnya mereka mengatakan udara makin panas. Jika ditanyakan lebih jauh apa
yang menjadi penyebabnya? Polusi udara akibat jumlah kendaraan semakin meningkat di
jalanan. Pemahaman seperti itu mengakibatkan orang merasa tidak ikut bertanggung jawab
atas suhu udara yang semakin meningkat karena mereka tidak memiliki kendaraan bermotor
sebagai penyebab polusi udara.
Sementara pendapat para ahli mengatakan bahwa penyumbang terbesar pemanasan
global adalah meningkatnya pemakaian bahan bakar fosil seperti batubara, gas, dan minyak
bumi. Ketiga jenis bahan bakar tersebut adalah yang paling murah saat ini jika dibandingkan
dengan sumber energi lainnya. Pemakaiannya pun dari tahun ke tahun terus mengalami
peningkatan yang sangat berarti setelah tercetusnya revolusi industri.
Bayangkan apa yang terjadi ketika jumlah kendaraan terus bertambah sementara ruas
jalan yang ada tetap. Sudah pasti kemacetan lalulintas. Saat terjadi kemacetan berjam-jam,
berapabanyak energy yang terbakar, berapa banyak CO 2 yang dilepaskan ke udara karena
hampir semua mobil yang terkena macet menggunakan AC. Bahan bakar terus terbakar,
sementara jarak tempuhnya masih sangat dekat. Ini yang menjadi salah satu penyebab dan
penyumbang racun pada polusi udara. Fenomena kemacetan saat ini terjadi di mana-mana
akibat jumlah kendaraan bermotor yang meningkat. Pabrik dan industri yang tumbuh di
mana-mana untuk memenuhi pola konsumsi masyarakat modern yang semakin hari semakin
meningkat. Namun hal ini juga disangkal oleh sebagian ahli. Menurut mereka, kontribusi dari
penggunaan bahan bakar fosil di seluruh dunia dalam menambah jumlah CO2 hanyalah 0,013
persen. Pro dan kontra terus terjadi, namun demikian seiring dengan adanya Protokol Kyoto
(1997).
Kepedulian
Beberapa negara maju sepakat untuk mengurangi jumlah emisi gas CO 2 dengan mengurangi
pemakaian bahan bakar fosil sebanyak 30 persen dalam 10 tahun ke depan. Untuk itu saat ini
beberapa negara industri telah mencoba mengembangkan metode dan teknologi dalam rangka
memanfaatkan sumber-sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan, terutama
sumber energi yang terbarukan.

Apa itu energi terbarukan? Energi terbarukan adalah energi yang dapat dipakai secara terus
menerus tanpa perlu kuatir kehabisan. Lawan katanya adalah energi tak terbarukan, yaitu
energi yang jika dipakai secara terus-menerus akan habis pada suatu waktu tertentu. Jadi
jelaslah sekarang. Banyak sekali contoh energi yang terbarukan, seperti energi angin,
matahari, panas bumi, air, dan biomassa yang berasal dari tanaman perkebunan, pertanian,
hutan, sampah, dan peternakan. Lantas, upaya apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi
efek pemanasan global terhadap kehidupan manusia - Jika kita sudah mengetahui bahwa
penyebab utama pemanasan global adalah meningkatkan jumlah pembakaran ketiga bahan
bakar tersebut, maka cara mudah mengatasinya adalah mengurangi jumlahnya dengan
menanam pohon atau memelihara pepohonan yang lebih banyak.
Tumbuhkan jiwa kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekitar kita. Untuk
menumbuhkan kepedulian ini perlu dilakukan sejak anak-anak (usia dini) agar kelak setelah
mereka dewasa memiliki rasa memiliki dan peduli. Kemudian, kampanye tentang pentingnya
mendaur ulang sampah juga harus dilakukan secara berkesinambungan. Selama ini, setiap
kali berbelanja kita selalu menggunakan kantong plastik. Mulai hari ini, setiap kali kita
berbelanja gunakanlah kantong kertas atau minta dikemas dalam kardus dan hindari
menggunakan kantong plastik berlebihan. Intinya adalah kesadaran memulai mengubah gaya
hidup menjadi lebih ramah lingkungan. Terobosan menggunakan alat transportasi alternatif
untuk mengurangi emisi karbon perlu mendapat dukungan dari semua kalangan. Berdasar
pada penelitian yang dilakukan di Universitas Chicago menunjukkan bahwa dengan beralih
dari kendaraan konvensional ke mobil hibrida dapat menghemat hampir 1 ton emisi per
tahun. Ketegasan pemerintah dalam mengatur regulasi alat transportasi di kota-kota besar
sangat menentukan dan dapat mengurangi gas emisi kendaraan yang tumpah ruah ke jalan.
(Maretta Oktari)
Global warming itu berbahaya? Ya tentu saja global warming itu sangatlah berbahaya.
Dengan meningkatnya suhu rata-rata bumi akan bisa menyebabkan perubahan suhu yang
sangat ekstrem masih ditambah lagi dengan kemungkinan es di kutub utara dan selatan akan
mencair. Jika seandainya es kutub utara dan selatan mencair bisa di tebak negara manakah
yang akan pertama kali tenggelam? Indonesia negara kepulauan seperti ini sangat rentan
untuk mudah tenggelam. Terlebih Indonesia memiliki banyak sekali pulau-pulau kecil yang
sangat mungkin untuk tenggelam. Tidak hanya itu perubahan cuaca yang ekstrem kadang
juga menimbulkan berbagai macam penyakit baru yang sebelumnya belum pernah ada di
muka bumi.
Adapun upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi pemanasan global (global warming):
1. Jangan menebang pohon sembarangan
Pohon merupakan penghasil gas O2 (oksigen) terbesar di dunia. setiap hari kita bernafas
membutuhkan Oksigen,dan pohon-pohonlah yang setiap harinya menyediakan oksigen untuk
kita. Semakin sdikit pohon akan menyebabkan gas CO2 (karbon dioksida) bisa dengan
leluasa berkeliaran dan akhirnya membuat bumi semakin panas. Terlepas dari itu kita
bernafas menggunakan oksigen tanpa adanya oksigen mungkin kita tidak akan bisa hidup
sampai sekarang.

2. Kurangi menggunakan kendaraan pribadi


Banyaknya pemakaian kendaraan pribadi akan menyebabkan borosnya penggunaan bahan
bakar. Kita semua tau bahwa setiap kendaraan berbahan bakar minyak akan mengeluarkan
gas pembuangan berupa CO2 dan CO, gas-gas ini bila dalam jumlah yang besar dapat
menimbulkan efek gas rumah kaca yang akhirnya membuat terjadinya global warming
semakin parah. Selama anda masih bisa untuk menggunakan kendaraan umum gunakanlah
kendaraan umum, hanya gunakan kendaraan pribadi saat anda memang benar-benar
membutuhkannya.
3. Beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak dengan kendaraan berbahan bakar
alami dan ramah lingkungan.
Kendaraan dengan bahan bakar yang ramah lingkungan misalnya adalah kendaraan dengan
bahan bakar listrik. Listrik selain harganya lebih murah ternyata juga lebih ramah terhadap
lingkungan jika dibanding dengan bahan bakar minyak. Dengan menggunakan kendaraan
berbahan bakar listrik anda tak perlu lagi risau saat harga BBM (Bahan bakar Minyak) naik.
4. Mematikan lampu di siang hari
Saat bepergian ke daerah PLN saya sering sekali melihat sebuah poster dengan tulisan
Kunang-kunang aja kalau siang matiin lampu. Masa kita mau kalah sama kunang-kunang?
Matikan lampu disaat siang hari, meskipun anda sanggup untuk membayar tagihan listriknya
namun kepedulian akan lingkungan juga sangatlah penting.
5. Menggunakan lampu hemat energi
lampu hemat energi sangat beragam jenisnya, ada lampu energi dengan bentuk XL seperti
Philip. Akhir-akhir ini muncul lagi lampu hemat energi terbarukan yang pembuatannya
berasal dari gabungan lampu LED (Light Emiting Diode). Lampu hemat energi sejenis LED
akan mampu menghemat energi bahkan lebih dari 60% sehingga kebutuhan energi dalam
negeri akan bisa tercukupi. Selain itu penggunaan energi yang berlebihan juga akan
menimbulkan terjadinya pemanasan global. Sekarang kita bayangkan, di Indonesia masih
banyak pembangkit listrik tenaga batubara. Jika kita menggunakan energi secara boros tentu
saja pembakaran batubara akan semakin banyak, namun jika kita bisa berhemat maka
pembakaran batubara bisa di hemat pula. Pembakaran batubara ternyata juga
menyumbangkan gas penyebab Global warming yang sangat besar.
6. Melakukan Reboisasi (penanaman kembali hutan gundul)
Banyak tindakan yang telah dilakukan manusia seperti merusak hutan hanya untuk mencari
keuntungan sesaat. Tanpa disadari hutan yang fungsinya sangatlah fital bagi manusia setiap
harinya terus dirusak oleh sebagian manusia yang tidak bertanggung jawab. Solusinya adalah
dengan menegaskan perundangan tentang perhutanan dan melakukan Reboisasi terhadap
hutan yang sudah gundul. Selain aksi dari penebangan hutan secara liar hutan gundul juga
bisa disebabkan karena kebakaran dan tanah longsor. Selain bisa mencegah terjadinya Global
Warming hutan juga bisa mencegah terjadinya banjir, tanah longsor dan akan menjadikan
suhu menjadi sejuk dan segar.

7. Tanamlah Pohon di Pekarangan rumah anda


Anda memiliki rumah dengan pekarangan yang tidak digunakan? Manfaatkanlah pekarangan
tersebut untuk menanam berbagai macam tanaman. Anda tak harus menanam pohon jati atau
mahoni, anda bisa menanam tanaman hias atau tanaman lain yang memiliki daun hijau serta
memiliki potensi untuk bisa menghasilkan oksigen. Bayangkan jika semua masyarakat
melakukan hal yang serupa maka kebutuhan akan oksigen akan sedikit demi sedikit
terpenuhi.
8. Membangun rumah dengan ventilasi yang cukup
Rumah merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia, dengan rumah kita bisa hidup
dengan tenang dan damai. Saat membangun rumah harap perhatikan fentilasi dan tata cahaya
yang tepat. Jangan sampai anda malam hari harus menyalakan AC karena alasan panas dan
fentilasi yang kurang. Saat siang hari pula desainlah rumah anda agar bisa terang tanpa harus
menghidupkan lampu dan desain pula agar sejuk tanpa harus menghidupkan AC atau kipas
angin.
9. Batasi penggunaan kertas

mengapa kertas? karena jika kita pikirkan lebih dalam, penggunaan kertas sama dengan
menebang 1 pohon karena kertaspun berasal dari pohon, dan dengan pengurangannya jumlah
pohon di bumipun itu dapat menyebabkan bumi kita kekurangan penyerap gas kaca (CO2)
dan itu dapat menyebabkan bumi kita kekurangan oksigen.
10. Ganti bola lampu.
Segera ganti bola lampu pijar anda dengan lampu neon. Lampu neon ini membutuhkan energi
yang lebih sedikit dibanding lampu pijar. Ingat setiap daya daya listrik yang anda pakai maka
anda turut serta menghabiskan sumber daya energi listrik yang kebanyakan berbahan bakar
fosil. Bahan bakar fosil adalah bahan bakar tak terbarukan, dan dalam jangka sepuluh tahun
ke depan mungkin bahan bakar jenis ini akan habis, dan pengunaan bahan bakar fosil dapat
menyebabkan pencemaran pada udara.
11. Hindari Screen Saver
Shut down Komputer anda jika tidak akan digunakan dalam jangka lama, atau jika anda
terpaksa meninggalkan komputer dalam keadaan menyala, matikan screen
saver.Mengaktifkan screen saver akan memakan energi dan mengeluarkan emisi Co2. Jadi
matikanscreen saver anda sekarang
12. Periksa tekanan ban

Setiap anda ingin bepergian janagn lupa memeriksa tekanan ban kendaraan anda. ban yang
kurang angin akan memperlambat laju kendaraan dan akhirnya akan membutuhkan bahan
bakar yang lebih banyak.
13. Buka jendela lebar-lebar
Di Amerika , sebagian besar dari 22,7 ton emisi CO2 berasal dari rumah. Kebanyakan emisi
atau gas buang tersebut berasal dari AC, kulkas, kompor gas atau refrigerator. Unutk
meminimalkannya ketika dapat mengatur termostat AC dengan suhu udara di luar ruangan.
Kemudian bukalah jendela lebar-lebar karena sirkulasi udara yang terjebak dapat
mengkonsumsi energi.
14. Gunakan pupuk organik.
Pupuk yang digunakan kebanyakan petani mengandung unsur nitrogen, yang kemudian
berubah menjadi N2O yang menimbulkan efek GRK (Gas Rumah Kaca) 320 kali lebih besar
dari pada CO2. Jika anda hobi berkebun gunakanlah pupuk organik. Disamping aman, itupun
murah.
15. Tanamlah rumpun bambu
Pepohonan memang terbukti mampu menyerap CO2, tetapi ternyata pohon atau rumpun
bambu mampu menyerap CO2 empat kali lebih banyak dari pohon-pohon lain.
16. Naik kendaraan umum
Saat ini jumlah kendaraan pribadi sudah teramat banyak dan bikin sumpek. Sector
transportasi menyumbang sampai 14 % emisi gas rumah kaca ke atmosfer, jika kita
menggunakan kendaran umummaka kita mengurangi emisi gas rumah kaca, karena dalam
satu kendaraan umum bisa mengangkut puluhan orang, dan itu sangat hemat energi.
17. Jangan pakai kantong plastik
Di beberapa Negara bagian Amerika, urusan kantong plastik bahkan sampai dibuat undangundangnya segala. Badan peduli lingkungan mendorong pemerintah Negara setempatunutk
melarang penggunaan kantong plastik sebagai kantong belanjaan. Plastik ini memang unsur
yang sulit terurai, butuh 1000 tahun untuk mengurainya didalamtanah. Efek Gas rumah kaca
yang ditimbulkannya juga cukup besar. Maka beralihlah ke kantong kain, misal dari kain
serat alami.
18. Membeli produk lokal
Produk lokal tentu tidak memerlukan jalur distribusi yang panjang dan membutuhkan banyak
bahan bakar. Ini berarti mengurangi emisi CO2 yang dikeluarkan mobil-mobil
pengangkutnya. Kemudian belilah produk sayuran atau buah-buahan sesuai musimnya. Ini
akan menghemat biaya transportasi dan menghindari harga jual yang mahal.
19. Hidup efisien

Apapun aktifitas manusia di bumi akan berdampak pada bumi yang kita diami ini. Pola
komsumsi energi, pola lingkungan dan sebagainya. Hiduplah seefisien mungkin, gunakan
sedikit energi, komsumsilah sedikit makanan, tinggalkan pola hidup konsumtif, ramahlah
terhadap lingkungan, sedikit bicara lebih banyak berpikir, dan sebagainya.
20. Mengemudi cerdas
Hindari perjalanan yang panjang dan menghabiskan waktu, bila mungkin memotong jalan
lakukanlah. Kurangilah aktifitas yang menggunakan kendaraan pribadi. Jika terpaksa
menggunakan kendaraan pribadi, pilihlah jalan-jalan alternative yang bebas macet dan tidak
mengkonsumsi energi. Bila anda menunggu, matikan mesin sebab gas buangan tetap keluar
sementara bahan bahan bakar terpakai.
Dan sebenarnya masih banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi
pemanasan global, dari hal yang paling kecil sekalipun sampai hal-hal besar, secara
keseluruhan dari cara mengurangi pemanasan global sebenarnya adalah kita hanya perlu
untuk hidup secara efisien dan hidup secara pintar, memanfaatkan barang barang yang kita
punya seefisien mungkin, dan memulai hidup sehat yang penuh dengan penghijauan, jika
beberapa hal-hal diatas dan hal lain yang dapat mengurangi pemanasan global mulai
dilakukan oleh setiap orang dibumi ini, maka pasti akan ada kemungkinan dengan
berkurangnya pemanasan global secara drastis dalam beberapa tahun mendatang.
Global warming yang saat ini terjadi bukan terjadi begitu saja. Semua ini ada
alasannya dan kitalah yang seharusnya mencari apa alasan dari Global warming, bagaimana
cara menghentikannya dan bagaimana cara mencegahnya agar tidak lagi terulang di masa
depan. Manusia telah menyebabkan jumlah karbondioksida meningkat, padahal dari harikehari jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbon dioksida semakin berkurang.
Mulailah dari sekarang atau tidak pernah sama sekali, tanam pepohonan disekitar rumah anda
dan hematlah energi selagi anda bisa berhemat karena tiba kalanya energi itu mahal dan tidak
bisa di hemat.