You are on page 1of 58

Interaksi Antar Batang Plastik yang Digosok Bulu dan

Interaksi Antar Batang kaca yang Digosok Sutera

Interaksi Antara Batang Plastik yang Digosok Bulu dengan


Batang kaca yang Digosok Sutera

Tembaga adalah Konduktor


yang Baik untuk Proses
Pemuatan Secara Langsung
dan Nilon adalah Isolator
yang Baik

Pemuatan Secara
Induksi

Benda yang Bermuatan Dapat


Mengerahkan Gaya pada
Benda yang Tidak Bermuatan.
Terjadinya Polarisasi Muatan
pada Benda Netral

A. Hukum Coulomb.
1.
Gaya interaksi elektrostatik antara dua benda
titik bermuatan listrik.

F12

F12

1 Q1. .Q 2
. r12
2
4 0 r12

Q1

r1


r12 r1 r2

r2

r12 r12
1 Q1 .Q2
F
4 0 r 2

r12
Q2

F21


r21 = r2 - r1

r21 r21

r21 - r12

0 = permitivitas vakum (tetapan resapan) = 8.85 x 10

-12

C2/Nm2

Contoh Soal 1
Terdapat dua benda titik bermuatan listrik, yaitu Q1 = 10 C
terletak pada (2;0) meter dan Q2 = - 5 C terletak pada (5;4)
meter.. Tentukan vektor gaya interaksi colomb yang bekerja
pada muatan Q2 !
y (m)
Jawab

r1 = 2 i + 0 j

r2 = 5 i + 4 j

r21 = r2 - r1
5 i + 4 j - 2 i - 0 j
= 3 i + 4 j
r21 =

Q2

r2

9 + 16

r21

r21 3. i 4. j

r21
5

F21

Q .Q
1
. 1 3 2 . r21
4. . 0 r21

r21

r1 Q1

x (m)

10.5
F21 9x10 9 . 3 . 3. i 4 j N
5

F21 1,8x1010 . r21 N

F21 1,8x1010 N

2. Medan Gaya Listrik


y
Q

r1

r21

E PS

FPS

r21
P

r2


r2 r1

r2 r1

F( r; q )
E( r)
q

1
Q.q
r

2 21
4 0 r2 r1

F
E PS PS
q

E PS

1
Q
4 0 r r 2
2
1


r2 r1

r2 r1

E PS

1
Q
r21
2

4 0 r r
2
1

1
Q

r2 r1
3

4 0 r r
2
1

E PS artinya medan gaya listrik (medan listrik) di titik

P yang disebabkan oleh adanya muatan sumber rQ21 di


S. Vektor
merupakan vektor posisi P terhadap S

Contoh soal 2

Suatu muatan sumber sebesar 2 C terletak pada posisi S(1;4) meter. Hitunglah
kuat medan listrik di titik P pada posisi (5;1) meter !

rPS rP rS

JAWAB:
y (m)

rPS ((5 i 1 j ) (1 i 4 j )) m

rPS

rS

rP
O

rPS (4 i 3 j ) m
P

rPS 16 9 5 m

x (m)

1 q

E (r ) E (rP 5i 1 j )
4i 3 j
3
4 0 5

2
9 x10
4 i 3j
125
9

1,44 x10 8 4 i 3j N.C-1

rS 1 i 4 j

rP 5 i 1 j

r
r PS
rPS

3. Potensial Listrik
Potensial listrik di suatu titik dalam medan listrik adalah energi
potensial persatuan muatan di titik tersebut. Jika dinyatakan
dalam bentuk relasi matematik adalah :

U (r )

V (r ) =
q

r F (r , q)
r

V = V ( r ) - V ( r0 ) = -
.dr = E ( r ) . d r
q
r
ro
0

V adalah beda potensial listrik dan


adalah kuat medan listrik
E Coulomb, dan V (r ) dipilih
yang dapat ditentukan dengan Hukum
0
untuk ro = , karena potensial listrik di ro = , V ( ) = 0,
sehingga diperoleh :
r

V ( r ) = E ( r ) . dr

y
q
r21

Kuat medan listrik di titik P oleh muatan


sumber q dapat dinyatakan sebagai berikut :

EP

r1
r2
O
Gambar Potensial listrik di titik P
oleh muatan titik q

1
4 0


3 r2 r1

r2 r1
q

Potensial listrik di titik P relatif terhadap


potensial di tempat jauh tak berhingga,
dapat dinyatakan sebagai berikut :
r21

1
q

VP
r21 d ( r21)

3
4 0 r r

2 1

1
q
VP =
4 0 r21

Contoh Soal 3
Terdapat tiga muatan benda titik yang dipasang tetap di tempatnya seperti
ditunjukkan dalam Gambar di bawah ini.
- 4q

Hitunglah besarnya energi potensial


listrik total dari ketiga muatan
tersebut, jika diketahui besar muatan
titik

q = 10- 7 C dan a = 10 cm
+q

+
2q

Jawab:
Besarnya energi potensial listrik total dari susunan muatan-muatan
titik tersebut merupakan jumlah energi potensial listrik masingmasing pasangan muatan titik tersebut.
U = U12 + U13 + U 23

1 ( q ) (- 4q)
(+q) (+2q)
(- 4q) (+2q)
+
+

4 o
a
a
a

10 q 2
4 o a

(9,0 x 109 ) (10) (1,0 x 10- 7 )


0,01

- 9,0 x 10 - 3 J

Contoh Soal 6
Hitunglah besarnya potensial listrik di pusat suatu segi empat kuadratis yang
ditunjukkan oleh Gambar di bawah ini, jika diketahui besarnya muatan listrik

q1 = + 10

-8

q 2 = - 2,0 x 10 - 8 C

q3 = 3,0 x 10 - 8 C

q4 = 2,0 x 10 - 8 C

serta panjang a = 1,0 m. Keempat muatan titik dipasang kuat dan tetap
ditempatnya masing-masing.
a
q2

q1
a
q4

a
q3

Jawab
Karena titik P berada di pusat bujur sangkar,
maka jarak titik P ke muatan-muatan titik adalah
sama yaitu
1
a 2 atau 0,707 m
2

1
q1 + q 2 + q 3 + q 4
V = Vn =
4 o
r
n
(9,0 x 10 9 ) (1,0 - 2,0 + 3,0 + 2,0) x 10 - 8

0,707

500 volt

B. Kapasitor
1.Kapasitansi
Kapasitor adalah sistem yang kapasitif, artinya dapat menyimpan
muatan listrik atau medan listrik. Penyimpanan muatan listrik oleh
sebuah kapasitor sifatnya hanya sementara, artinya muatan listrik yang
tersimpan dalam kapasitor sewaktu-waktu dapat dilepaskan atau
dikosongkan.
Suatu kapasitor terdiri dari susunan penghantar listrik yang saling
berhadapan. Bahan penghantar listrik tersebut bisa berupa plat atau
keping logam atau kawat. Pada dasarnya jika terdapat dua penghantar
yang saling berhadapan, sangat dimungkinkan terjadinya efek kapasitif
atau dengan kata lain terjadi kapasitor.
Muatan listrik + Q disimpan pada keping positif dan muatan listrik - Q
disimpan pada keping negatif. Bentuk kepingnya bisa berupa plat, bola
atau tabung.

a. Kapasitor plat sejajar


Kapasitor yang dibuat dari dua plat sejajar.
+Q

-Q

E =

sedangkan plat dengan luas permukaan A


mempunyai rapat muatan sebesar

S
+

Besar kuat medan listrik di antara kedua plat


A dan plat B adalah

Q
=
A
Beda potensial listrik antara plat A dan
plat B adalah

V = E d
d = jarak antara kedua plat A dan plat B..
V =

d =
o

Q = o

A
V
d

Q d
A o

d
Q
o A

C =

Q
atau
V

C Kapasi tan si (
C = o

A
d

coulomb
= Farad)
volt

2. Rangkaian Kapasitor
a. Rangkaian Seri
C1
a

C2

Cekivalen seri

C3

V Vae Vab Vbd Vde

Q
=
V

Q Q1 Q 2 Q 3

Dari persamaan nampak bahwa jika


beberapa kapasitor dirangkai seri,
maka hasil kapasitansi ekivalennya
lebih kecil.

Q
C1

Q
C2

Q
C3

1
1
1

C2
C3
C1

Q
V
1

Q
C1

1
C2

1
C3

1
C1

1
C2

1
C3

1
Cekivalen

seri

b. Rangkaian Paralel
C1

Cekivalen

C2
C3
+

paralel

Q
V

Q1

Q2

V1 V2 V3 V
Q

= C1 V

+ C2 V + C3 V

Q
C1 C2 C 3
V

Cekivalen

paralel

C1

C2

C3

Dari persamaan nampak bahwa jika beberapa kapasitor dirangkai


paralel, maka hasil kapasitansi ekivalennya lebih besar.

Q3

3. Energi Dalam Kapasitor dan Dalam Medan Listrik

W
V
q
W Vq

E
dq

dW = dq V(q)
q
V(q) =
C

q
1
dW = dq

q dq
C
C
Q

1
1 1 2
q dq
Q
C 2
0C

W = dW
0

1
W =
2

Q2
C

d
V

Dalam hal ini W adalah


kerja yang diperlukan
- 0 untuk membentuk medan
listrik, sedangkan kerja
atau usaha tersebut sama
dengan energi potensial
yang tersimpan dalam
kapasitor

Dengan demikian maka energi potensial U yang tersimpan dalam


kapasitor adalah
1 Q2
U = W =
Karena Q = C V, maka
2 C
1 C2 V2
U =
2
C

A
C =
d

1 A 2
U =

v
2 d

V
E =
d

1
2 Untuk kapasitor plat sejajar yang berisi
C V bahan dielektrik, maka
2

1
V2
1
2
U =
A d

A
d
E

2
2
d2
1
1

E2 A d
E 2 volume
2
2

Energi potensial yang tersimpan persatuan volume bahan

u =

U
1
=
E2
volume
2

Contoh soal 7
Suatu kapasitor terbuat dari plat-plat sejajar yang
berjarak serba sama satu sama lain sebesar 0,1 cm.
Jika kapasitor tersebut berisi udara, hitunglah luas platplat kapasitor itu agar supaya menghasilkan
kapasitansi sebesar 2 farad !
Jawab
A
C = o
d
C d
A =

o
Contoh soal
8

2 x 10

8,9 x 10

-3

- 12

2,25 x 10

Suatu kapaitor plat sejajar berisi udara. Kedua plat tersebut


berjarak serba sama sebesar 10 mm, dan luas penampangnya
100 cm 2. . Suatu bahan dielektrik yang konstantanya 7,
disisipkan diantara kedua plat tersebut. Jika suatu sumber
tegangan listrik sebesar 100 volt dipasang pada kapasitor
sebelum disisipi dielektrik, kemudian sumber tersebut diputus,
maka hitunglah (a). kapasitansi kapasitor sebelum bahan
dielektrik disisipkan, (b). jumlah muatan bebas yang tersimpan.,
(c). medan listrik di antara kedua plat, dan (d). medan listrik
pada bahan dielektrik

Jawab
a. Ketika dihubungkan dengan sumber tegangan listrik,
kapasitor belum disisipi bahan dielektrik, sehingga
kapasitansinya adalah :
Co

A
= o
d

8,9 x 10

- 12

10

x 10

-2

-2

= 8,9 x 10

- 12

farad

= 8,9 pF

b. Jumlah muatan yang tersimpan dalam kapasitor adalah :


q = C o V = 8,9 x 10

- 12

x 100 = 8,9 x 10

- 10

Jumlah muatan listrik yang tersimpan ini sebelum bahan


dielektrik disisipkan. Karena pemasangan bahan dielektrik
dilakukan setelah pengisian yang dalam soal disebutkan
adanya pemutusan hubungan dengan sumber tegangan,
maka walaupun bahan dielektrik disisipkan tidak
mempengaruhi jumlah muatan tersebut.

c. Medan listrik di antara dua plat adalah :


Untuk menghitung medan listrik di antara kedua plat
digunakan hukum Gauss. Dari hukum Gauss tersubut
diperoleh persamaan :
- 10

Eo =

o A

8,9 x 10

8,9 x 10

- 12

x 10

-2

= 10

Begitu pula untuk medan listrik Eo ini tidak berubah


walaupun disisipi bahan dielektrik, sebab penyisipan
bahan dielektrik setelah pemutusan hubungan dengan
sumber tegangan listrik. Nampak bahwa kuat medan
listrik Eo sebanding dengan jumlah muatan q. Sehingga
jika jumlah muatan q tidak berubah, maka besar kuat
medan listrik Eo juga tidak berubah besarnya.

d. Medan listrik di dalam bahan dielektrik adalah

E =

q
=
A

10 4

= 1,4 x 10

q
e A
3

Eo
=
e
V

1. Dua titik A dan B berjarak 5 meter, masing-masing


bermuatan listrik +5 10-4 C dan -2 10-4 C. Titik C
terletak di antara A dan B berjarak 3 m dari A dan
bermuatan listrik +4 10-5 C. Hitung besar gaya
elektrostatis dari C!
2. Diketahui segitiga ABC sama sisi dengan panjang
sisi 3 dm. Pada titik sudut A dan B masing-masing
terdapat muatan +4 C dan -1,5 C, pada puncak
C terdapat muatan +2 10-5 C. Hitunglah gaya
elektrostatis total di puncak C!
3. Bola konduktor dengan jari-jari 10 cm bermuatan
listrik 500 C . Titik A, B, dan C terletak segaris
terhadap pusat bola dengan jarak masing-masing 12
cm, 10 cm, dan 8 cm terhadap pusat bola. Hitunglah
kuat medan listrik di titik A, B, dan C!

Ari (benar)
Afidatun (benar)
Intan (benar)

4. Sebuah muatan listrik dipindahkan dalam medan


listrik homogen dengan gaya sebesar 2 3 N sejauh
20 cm. Jika arah gaya bersudut 30o terhadap
perpindahan muatan listrik, berapa beda potensial
listrik tempat kedudukan awal dan akhir muatan listrik
tersebut?
5. Titik P, Q, dan R terletak pada satu garis dengan PQ =
2 m dan QR = 3 m. Pada masing-masing titik terdapat
muatan 2 C , 3 C , dan -5 C . Tentukan besarnya
energi potensial muatan di Q!
6. Bola kecil bermuatan +2 C , -2 C , 3 C , dan -6
C diletakkan di titik-titik sudut sebuah persegi yang
mempunyai panjang diagonal 0,2 m. Hitung potensial
listrik di titik pusat persegi!

Nur

Hidayati (benar)
Istiqomah (salah)
Febrianti (benar)

7. Tiga kapasitor masing-masing berkapasitas 2 F, 3


F, dan 4 F disusun seri, kemudian diberi sumber
listrik 13 volt. Tentukan potensial listrik masingmasing kapasitor!
8.

9. Dua buah kapasitor 4 F dan 3 F


terhubung seri di seberang baterai
16 volt, seperti ditunjukkan pada
gambar. Tentukan muatan pada
kapasitor dan beda potensial pada
tiap kapasitor!

M.

Mukhlis (benar)
Sheila (benar)
Deni (benar)

10. Sebuah kapasitor mempunyai kapasitas 4 F diberi beda


potensial 25 volt. Berapakah energi yang tersimpan?
11. Sebuah kapasitor 1,2 F dihubungkan dengan 3 kV. Hitunglah
energi yang tersimpan dalam kapasitor!

Ivan

(benar)
Vida (benar)

E. Arus Listrik
1. Pengertian Arus Listrik dan Rapat Arus Listrik
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui
suatu penampang suatu penghantar listrik tiap satuan waktu.

dq
I =
dt

Satuan arus listrik dalam coulomb per sekon atau ampere,


disingkat A.
Sudah menjadi kebiasaan, arah arus listrik berlawanan dengan
arah gerak elektron. Dalam penghantar listrik, arus listrik mengalir
dari potensial listrik tinggi ke potensial listrik rendah
Rapat arus listrik J adalah besarnya arus listrik yang mengalir per
satuan luas penampang.

I
J = ampere / m 2
A

dq

v dt

Besarnya rapat muatan dapat dinyatakan sebagai berikut

dq
d (vol)

dq = d (vol)
dq = A v dt
Jika n adalah rapat pembawa muatan, maka

= n q

dq
= I = n q A v
dt

dq = n q A v dt

I
=Jn q v
A
Untuk dua jenis muatan : J = n q v + n q v
1
1
1
2
2
2
Untuk logam :

J = n e v

e = muatan elektron

2. Hukum Ohm
Gambar di bawah ini menunjukkan adanya aliran arus listrik dalam
suatu penghantar listrik kawat berpenampang homogen dibawah
pengaruh medan listrik E.
Suatu kawat yang penampangnya
I
P
Q
homogen dialiri arus listrik, kecepatan
E
rata-rata pembawa muatan konstan,
A
dan besarnya sebanding dengan kuat
medan listrik E, akibatnya rapat arus
sebanding dengan kuat medan E pula.
L
Pernyataan tersebut dinamakan Hukum
Ohm, dan jika dinyatakan dalam relasi
matematik diperoleh:

I J. A

V
R

V
.A
L
L
R
A

V
J = E
J=
L
A
A
1
I
.V
.V dengan
L
L

Besaran A adalah luas penampang


penghantar, L adalah panjang
penghantar listrik, adalah resistivitas
listrik, dan adalah konduktivitas listrik

3. Hukum Joule
a

b
I

Segmen konduktor a-b yang berbeda


potensial V, dialiri arus listrik I.
Potensial Va lebih tinggi dari potensial
Vb, sehingga Va - Vb = V.

Karena kuat arus listrik i besarnya konstan, maka laju pembawa


muatan listrik di a sama dengan di b.. Jika sejumlah pembawa
muatan listrik dq bergerak dibawah pengaruh beda potensial V,
maka muatan tersebut memperoleh tambahan energi sebesar dU =
V dq.
Akan tetapi karena kuat arus listrik i konstan, berarti V juga konstan,
berarti pula tidak ada perubahan energi kinetik, pada hal mendapat
tambahan energi dU = V dq.
Energi tambahan tersebut berubah menjadi kalor. Energi tersebut
diterima oleh logam dengan daya sebesar :
2
V
dU
dq
P

. V I . V Karena V = i.R, maka : P I2 . R


dt
dt
R

Daya P ini merupakan dayaI yang hilang atau daya


didesipasi pada konduktor yang resistansinya R bila
dialiri arus listrik I
Kalor desipasi dalam waktu dt adalah :

dQ I2 . R.dt

Q I2 . R.dt

Dalam sumber tegangan listrik, arus memperoleh daya sebesar :


+

P .I

Daya yang hilang atau daya didesipasi pada konduktor yang


resistansinya R bila dialiri arus listrik i adalah:

P I .R

4. Rangkaian Listrik Searah


a. Hukum Kekekalan Muatan dan Hukum Kekekalan Energi
dalam Rangkaian Listrik Sederhana
;r
P

+ -

Va

Vb

rR

Hukum kekekalan Energi : daya


yang diberikan pada arus sama
dengan daya yang hilang.

. I I 2 . r I 2 . R
I r R

besaran ( .I ) adalah daya yang diberikan pada


arus listrik, I2. R adalah daya yang hilang ke
hambatan luar R, sedangkan I2. r adalah daya
yang hilang ke hambatan dalam r.

b. Beda potensial dalam rangkaian listrik


Va
I

Vb

R
-

+ -

1 ; r1

2 ;
r2 maka pada saat arus listrik
Berdasarkan hukum kekekalan energi,
sampai di titik a, daya yang dimiliki adalah I.Va, kemudian terjadi
kehilangan daya pada resistor R dan hambatan-dalam sumber
tegangan antara a dan b, dalam sumber tegangan pertama
diperoleh daya sebesar ( I 1 ) dan terjadi kehilangan daya pada
sumber tegangan kedua sebesar ( I 2.), akhirnya di titik b
dayanya tinggal I.Vb.
I. Va I2 . R I2 . r1 I2 . r2 I. 1 I 2 I. Vb

Perjanjian dalam penggunaan persamaan ini adalah:


a.
Arah positif adalah dari a ke b.
b.
Ggl dan arus listrik i yang searah dengan arah a
ke b diberi tanda positif dan yang berlawanan diberi
tanda negatif.
I. Va I2 R r1 r2 I 1 2 I. Vb

Va I R r1 r2 1 2 Vb

Va Vb I R r1 r2 1 2

Vab I. R

5. Hukum Kirchhoff
a. Hukum Kirchhoff tentang Arus Listrik
a
I

I1

I2

masuk

I keluar

I I1 I 2

B. Hukum Kirchhoff tentang Tegangan Listrik

Vab I. R
Dikatakan rangkaian itu adalah rangkaian tertutup atau loop, jika titik a dan
titik b bertemu, sehingga antara titik a dan titik b tidak berbeda potensial atau
Va = Vb. atau Vab = 0. Maka dalam rangkaian tertutup berlaku,

I. R

b I R R r r ( )
1
2
1
2
1
2

1 2 I R1 R 2 r1 r2

I
d

2 ;
r2

1 ;
r1

6. Rangkaian Hambatan
a. Rangkaian Seri
a

R
1

R
4

e
Rekivalen = Rseri = R1 + R2 + R3 + R4
Rekivalen total = R1 + R2 + R3 + R4 +r

I
;

Berdasarkan hukum Kirchhoff, dapat diperoleh hubungan sebagai


berikut :
I R1 R 2 R 3 R 4 r
I. r I. R1 I. R 2 I. R 3 I. R 4

I. r Vab Vbc Vcd Vde

Komponen ( - I.r) selanjutnya disebut tegangan jepit,


yang besarnya sama dengan tegangan listrik yang
digunakan oleh hambatan luar.

b. Rangkaian Paralel

I1

R1

I2

R2

I3

R3

Dalam rangkaian paralel, terdapat


pembagian kuat arus listrik pada
setiap hambatan yang besarnya
tergantung nilai hambatan.
Bagi hambatan listrik yang nilainya
besar, arus listrik yang mengalir kecil,
dan sebaliknya pada hambatan listrik
kecil mengalir arus listrik yang besar.
Pada rangkaian hambatan paralel,
semua hambatan luar memperoleh
beda potensial yang sama besar.

;
r

1
Vab
Vab
Vab
1
1
I I1 I2 I3

Vab

R1
R2
R3
R1 R 2 R 3

1
Rekivalen

1
1
1

R1 R2 R3

Berdasarkan hukum Kirchhoff Tegangan dapat ditetukan besarnya


kuat arus listrik, yaitu :

R ekivalen r

C. Analisis Loop Pada Rangkaian Hambatan


R1

I1
D

Loop
1
R6

2 ;
r2

1 ;
r1
R

R2

4 ;

I2
F

3 ;
r3
Loop
2
R7

5 ;

R5
I3
C

Loop I :
= IR

1 + 2 4 I1 (R1 R 3 R 6 r1 r4 ) I 2 ( R 4 r2 )
Loop II :

= IR
2 3 5 I 3 (R 2 R 5 R 7 r3 r5 ) I 2 ( R 4 r2 )
I 2 = I1 + I 3

Contoh soal 9
Jika dalam rangkaian Gambar di atas diketahui R 1 = R2 =
R3 = R5 = 10 , R6= R7 = 20 , R4 = 15 , r1 = r2 = r3 = r4
= r5 = 1 , 1 = 6 V, 2 = 4 = 12 V, 3 = 20 V, dan 5 = 30
V. Hitunglah kuat arus listrik yang mengalir dalam
rangkaian tersebut !

Loop I :
= IR
1 + 2 4 I1 (R1 R 3 R 6 r1 r4 ) I 2 ( R 4 r2 )
6 + 12 + 12 = I1 ( 10 + 10 + 20 + 1 + 1 ) + I2 ( 15 + 1 )
30 = I1 (42) + I2 (16)
(I)

Loop II :

= IR
2 3 5 I 3 (R 2 R 5 R 7 r3 r5 ) I 2 ( R 4 r2 )

20 - 12 = - I3 (10 + 10 + 20 + 1 + 1) - I2 (15 + 1)
= - I3 (42) - I2 (16)

I 2 = I1 + I 3

III

Dari persamaan (I) dan (III) diperoleh :


30 = (I2 - I3) (42) + I2 (16) atau 30 = I2 (58) - I3 (42)
(IV)
Dari persamaan (II), (III), dan (IV) diperoleh :
I2 = 1 A , I3 = 0,67 A, dan I1 = 0,33 A

(II)

Soal Latihan
1. Diketahui dalam waktu 1 menit, pada suatu penghantar
mengalir muatan sebesar 150 coulomb. Berapa kuat arus yang
mengalir pada penghantar tersebut?
2. Untuk memindahkan muatan 4 coulomb dari titik A ke B
diperlukan usaha sebesar 10 joule. Tentukan beda potensial
antara titik A dan B!
3. Diketahui kuat arus sebesar 0,5 ampere mengalir pada suatu
penghantar yang memiliki beda potensial 6 volt. Tentukan
hambatan listrik penghantar tersebut!
4. Diketahui sebuah kawat penghantar memiliki panjang 100 m,
luas penampang 2,5 mm2, dan hambatan jenis sebesar 17
10-7 m. Tentukan besarnya hambatan kawat tersebut!
5. Kawat yang panjangnya 200 meter dan luas penampangnya
0,5 mm2 mempunyai hambatan listrik 56 . Tentukan
hambatan jenis kawat tersebut!

1. Ari Rinda (benar)


2. Afidatun (benar)
3. Sukma (benar)
4. M. Mukhlis (benar)
5. Tetty (benar)

6. Pada gambar rangkaian di samping! Berapa besar kuat


arus pada I3?

7. Perhatikan gambar di samping! Jika besarnya arus yang


masuk 200 mA, maka hitunglah besarnya kuat arus I1, I3
dan I5!

6. Vella (benar)
7. Vida ZS(benar)

8. Sebuah kawat penghantar dengan hambatan 11,5 ohm


dihubungkan dengan sumber tegangan 6 V yang
hambatan dalamnya 0,5 ohm. Hitunglah kuat arus pada
rangkaian dan tegangan jepitnya!
9. Hitung kuat arus pada masing-masing penghambat pada
gambar berikut!

10.

8. Intan (benar)
9. Febrianti Dwi A (benar)
10. Ivan (benar)

11.

12.Ada tiga buah hambatan yang masing-masing nilainya 6 , 4


,dan 3 disusun seri. Tentukan hambatan penggantinya!
13.Tiga buah hambatan, masing-masing nilainya 3 , 4 , dan
6 dirangkai secara paralel. Hitunglah hambatan
penggantinya!
14.Yusi sedang memperbaiki radionya yang rusak. Ternyata
kerusakan terdapat pada resistor yang nilainya 6 , sehingga
resistor tersebut harus diganti. Sementara itu, Yusi hanya
mempunyai resistor yang nilainya 9 dan 18 . Apa yang
harus dilakukan Yusi agar radionya berfungsi kembali!

11.
12.
13.
14.

Silma (benar)
Istiqomah (benar)
Istikomah (benar)
Erna Widhi (benar)

15. Dalam waktu 5 menit, sebuah lampu pijar menggunakan


energi sebesar 9.000 J. Hitunglah daya listrik lampu pijar
tersebut!
16. Diketahui harga listrik Rp100,00 per kWh. Sebuah rumah
memakai 5 lampu dengan daya masing-masing 60 watt,
sebuah kulkas 160 watt, sebuah televisi 80 watt, dan 3
lampu dengan daya 40 watt. Jika semua alat listrik itu
menyala rata-rata 12 jam per hari, maka berapa besar
biaya listrik dalam sebulan?
17. Muatan listrik 60 C mengalir melalui suatu penghantar
selama 2 menit, maka kuat arusnya adalah ....
18. Pada sebuah rumah terdapat 2 lampu, masing-masing 25
W. Jika menyala selama 5 jam sehari, televisi 50 W
menyala 5 jam sehari dan harga per kWh Rp200,00, maka
biaya yang harus dibayar adalah ....
19. Setrika listrik mempunyai daya 200 W. Bila setrika dipakai
1 jam tiap hari selama 30 hari, maka energi listrik yang
digunakan sebesar ...
20. Arus maksimum yang melalui sekring adalah 3,4 A.
Banyaknya lampu yang dapat dipasang paralel dengan
tegangan 220 V/110 W agar sekring tidak putus adalah ....

21. Sebuah lampu 15 W dan 5 W masing-masing dinyalakan


selama 5 dan 12 jam tiap hari. Tentukan energi listrik
yang diperlukan oleh kedua lampu tersebut selama 1
bulan! Jika PLN menetapkan tarif Rp100,00/kWh, maka
berapa biaya yang harus dibayarkan ke PLN?
22. Kawat penghantar yang panjangnya 8 m mempunyai
hambatan 100 . Bila kawat itu dilipat menjadi empat
sama panjang dan dipilin menjadi satu, maka hitunglah
hambatannya sekarang!