You are on page 1of 1

THE EFFECTS OF DIET EDUCATION PLUS LIGHT

RESISTANCE TRAINING
ON CORONARY HEART DISEASE RISK FACTORS
IN COMMUNITY-DWELLING OLDER ADULTS
EFEK EDUKASI DIET PLUS LATIHAN BEBAN RINGAN
TERHADAP FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG
KORONER
PADA LANSIA DI KOMUNITAS
Penelitian yang dilakukan tahun 2010 ini diteliti oleh K. E. Cotell, dkk di
Rhode Island, Amerika Serikat. Bertujuan untuk mengetahui efek spesifik edukasi
diet (DE) plus latihan beban ringan (RT) terhadap faktor resiko penyakit jantung
coroner pada lansia dengan kategori overweight dan obesitas di komunitas, seperti
kualitas diet, konsentrasi lemak darah dan C-Reaktif Protein.
Penelitian dengan intervensi komunitas berdesain kuasi eksperimental. Di
analisa menggunakan SPSS 16.0 dengan independent sample t test dan uji
normalitas menggunakan skewness dan kurtosis.
Sampel penelitian berjumlah 96 orang, terdiri dari 16 laki-laki dan 80
wanita dengan rata-rata usia 63 75,4 tahun. Karakteristik sampel, antara lain hari
menghadiri 1 dari panti werdha yang ada, berusia dari 50 80 tahun, BMI 25
39,9 kg/m2, melakukan latihan minimal 1 kali per minggu, dan memiliki berat
badan yang stabil selama 5 bulan. Lansia dengan kelainan kognitif, kelainan
pendengaran, gangguan penglihatan dan gangguan bicara tidak dapat menjadi
sampel.
Partisipan melakukan latihan DE dan RT selama 8 minggu dan pada
pertemuan pertama durasi selama 30 menit dan 30 menit. Pertemuan selanjutnya
dan selama 3 minggu, melakukan latihan DE dan RT dengan durasi selama 30
menit dan 50 menit. Latihan ringan menggunakan barbell ringan ataupun karet
khusus.
Pengukuran yang dilakukan adalah antropometri, pengukuran TD pada
tangan kiri dan saat duduk, serta pengukuran diet dengan kuesioner Dietary
Screening Tool dan diedukasi oleh ahli gizi.
Hasilnya ada perubahan tekanan darah, BMI, dan triacilgliserol setelah DE
plus RT. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa DE plus RT da[at
menurunkan resiko penyakit jantung coroner pada lansia dengan kategori
overweight dan obesitas di komunitas.
Namun, penelitian ini memiliki kekurangan, yaitu tidak adanya kelompok
control dan tidak dicantumkan alasan mengapa intervensi selama 8 minggu,