You are on page 1of 2

Kehilangan cairan tubuh (dehidrasi) dapat bersifat :

a.Normal
Hal tersebut terjadi akibat pemaakaian energi tubuh. Kehilangan cairan sebesar 1 ml
terjadi pada pemakaian kalori sebesar 1 kal.
Misalnya :
- Keringat : Tubuh bias kehilangan sejumlah besar air ketika mencoba untuk
mendinginkan diri dengan keringat.Apakah tubuh panas karena lingkungan (misalnya :bekerja
dalm lingkungan yang hangat),intens berolahraga dalam lingkungan yang panas,atau karena
demam yang disebabkan oleh infeksi.Tubuh menggunakan sejumlah besar air dalam bentuk
keringat untuk mendinginkan diri,tergantung pada kondisi cuaca.Jalan cepat dapat mengahsilkan
sampai 16 ons keringat (sat upon air) untuk memungkinkan mendinginkan tubuh,dan air yang
perlu diganti.
b.Abnormal
Terjadi karena berbagai penyakit atau keadaan lingkungan seperti suhu lingkungan yang
terlalu tinggi atau rendah. Pengeluaran cairan yang banyak dari dalam tubuh tanpa diimbangi
pemasukkan cairan yang memadai dapat berakibat dehidrasi. Dehidrasi adalah keadaan dimana
tubuh kehilangan cairan elektrolit yang sangat dibutuhkan organ-organ tubuh untuk bisa
menjalankan fungsinya dengan baik. Saat dehidrasi, tubuh dengan terpaksa menyedot cairan baik
dari darah maupun organ-organ tubuh lainnya. Dehidrasi adalah berkurangnya cairan tubuh total.
Proses terjadinya kulit wajah dehidrasi yaitu sekelompok kelenjar lemak/minyak produksinya
berkurang akibatnya setiap keringat yang keluar langsung teruapkan, sehingga cairan dalam
tubuh berkurang.
Misalnya :
1. Muntah : Muntah juga bisa menjadi penyebab hilangnya cairan dan sulit bagi seseorang
untuk mengganti air dengan minum itu jika mereka tidak dapat mentelerir cairan
2. Diabetes : Pada orang dengan diabetes gula darah menyebabkan kadar gula tumpah ke dalam
air seni dan air kemudian berikut yang dapat menyebabkan dehidrasi yang signifikan.Untuk alas
an ini,sering kencing dan haus yang berlebihan adalah gejala awal diabetes.

3. Burns : Korban luka bakar mengalami dehidrasi karena kulit yang rusak tidak dapat
mencegah cairan dan merembes keluar dari tubuh.Penyakit peradangan lain dari kulit juga terkait
dengan kehilangan cairan.
4.

Ketidakmampuan untuk minum cairan : Keridamampuan untuk minum memadai adalah

penyebab potensial lainnya degidrasi.Apakah itu adalah kurangnya ketersediaan air atau
kurangnya kekuatan untuk minum jumlah yang cukup,ditambah dengan kehilangan air rutin.
5. Diare

Keluarnya

sekresi

saluran

cerna

bagian

bawah

banyak

mengandung

natrium,kalium.Dan pada diare konsistensi feces encer atau bahkan sangat encer,Hal ini berarti
volume air lebih banyak.
Respon awal tubuh terhadap dehidrasi antara lain :
1. Rasa haus untuk meningkatkan pemasukan cairan yang diikuti dengan
2. Penurunan produksi kencing untuk mengurangi seminimal mungkin cairan yang keluar.
Air seni akan tampak lebih pekat dan berwarna gelap.
Jika kondisi awal ini tidak tertanggulangi maka tubuh akan masuk ke kondisi selanjutnya
yaitu :
1. Mulut kering.
2. Berkurangnya air mata.
3. Berkurangnya keringat.
4. Kekakuan otot.
5. Mual dan muntah.
6. Kepala terasa ringan terutama saat berdiri.
Selanjutnya tubuh dapat jatuh ke kondisi dehidrasi berat yang gejalanya berupa
gelisahdan lemah lalu koma dan kegagalan multi organ. Bila ini terjadi maka akan sangat sulit
untuk menyembuhkan dan dapat berakibat fatal.