You are on page 1of 7

DATA ATAU BERITA DARI INTERNET

(TANGGAL 24-26 OKTOBER 2014)


Source :http://m.liputan6.com
BPBD Kabupaten Bogor mencatat, 28 Oktober tahun 2013 lalu, sebanyak 670 bangunan di tiga
kecamatan Kabupaten Bogor rusak akibat bencana puting beliung. Dan 26 Okt 2014
silam, sebanyak 254 rumah di 5 wilayah rusak akibat bencana serupa.
Berdasarkan data Posko Bencana Angin Puting Beliung, sebanyak 772 rumah rusak akibat
diterjang angin puting beliung. Dari 772 rumah itu 102 rumah mengalami rusak parah,
424 rusak sedang, dan 246 rusak ringan.
http://metro.tempo.co
Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Bogor, mengakibatkan 150 rumah di
tiga desa di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor rusak. Tidak ada korban jiwa dalam
peristiwa ini, namun lima warga luka dan sebagian besar aliran listrik ke sejumlah
kampung padam karena kabel listrik putus tertimpa dahan pohon yang tumbang.
http://kecamatancibinong.bogorkab.go.id
Wakil Bupati Bogor,Hj.Nurhayanti melalui Pemerintah Kabupaten Bogor akan segera
mengambil tindakan untuk penanganan pasca bencana angin puting beliung yang terjadi
di lima desa di Kec.Ciomas dan merusak sekitar 251 rumah menurut data sementara yang
meliputi Desa Sukamakmur diantara nya merusak 115 rumah, Desa pagelaran 23 rumah
rusak, Desa ciomas Rahayu 48 rumah rusak,kelurahan Padasuka 34 rumah rusak serta
desa Laladon 31 rumah rusak.
Ia juga menambahkan bahwa Kabupaten Bogor berbeda dengan daerah lainnya, karena dari 40
Kecamatan, 29 Kecamatan rawan Bencana seperti tanah longsor serta angina puting
beliung,maka Pemkab Bogor harus tanggap sebelum dan pasca bencana,agar masyarakat
Kabupaten Bogor yang terkena bencana tidak mengalami kesusahan.
http://news.metrotvnews.com
Sebanyak 150 bangunan di tiga kelurahan di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
rusak setelah diterjang angin puting beliung, Sabtu (25/10/2014). Kapolsek Ciomas

Kompol Riyanto mengatakan, tiga kelurahan tersebut yakni Padasuka, Sukamakmur dan
Laladon.
Peristiwa puting beliung terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Sebelumnya cuaca di wilayah Bogor
sekitarnya panas terik. Cuaca berubah mendung tiba-tiba, disertai hujan singkat menyusul
angin puting beliung. Menurut Nano Sudarno (34) warga Kompleks Perumahan Taman
Pagelaran RT 30/RW 07 Kelurahan Padasuka, Ciomas puting beliung berlangsung sekitar
lima menit lamanya.
Nano mengatakan, di blok C dekat rumahnya terdapat sekitar 50 rumah yang rusak pada bagian
atap, termasuk rumahnya yang atap bagian dapur terbang terbawa angin. Selain merusak
bangunan rumah warga dan fasilitas umum, puting beliung juga menyebabkan aliran
listrik di lokasi kejadian padam.
Selain di Kecamatan Ciomas, angin juga melanda perumahan Good Year di Laladon
Sindang Barang Jeruk Kota Bogor. Sementara itu, lima orang korban luka-luka akibat
terkena terbangan atap rumah sudah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit
terdekat.
http://metro.tempo.co/read/news/2014/04/24/214572898/curah-hujan-dan-angin-kencang-dibogor-meningkat
yang ini setiap aku buka error jadi maaf sementara aku screenshoot

Analisis Masalah dan Data Bencana


1.

Puting beliung melanda Kelurahan di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

2.

pada tanggal 24 Oktober 2014, terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.


Sebagian besar kerusakan terjadi di tiga kelurahan yakni Padasuka, Sukamakmur dan

3.

Laladon.
Menurut data posko, sebanyak 772 rumah rusak akibat diterjang angin puting beliung.
Dari 772 rumah itu 102 rumah mengalami rusak parah, 424 rusak sedang, dan 246 rusak

4.

ringan.
Rumah yang rusak kebanyakan pada bagian atap, termasuk rumahnya yang atap bagian

5.
6.
7.
8.

dapur terbang terbawa angin.


Tidak hanya rumah yang rusak, bangunan dan fasilitas umum pun juga rusak.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini akan tetapi, ada 5 orang yang luka-luka.
Korban luka-luka sudah mendapat pelayanan medis di Rumah Sakit terdekat.
Sebagian besar aliran listrik ke sejumlah kampung padam karena kabel listrik putus

9.

tertimpa dahan pohon yang tumbang.


Kecepatan angin tertinggi mencapai 22 knot atau dengan kecepatan mencapai 40
kilometer perjam.

1.

Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu
wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa
terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan
gangguan kegiatan masyarakat. Di wilayah Bogor memiliki kondisi curah hujan diatas
normal dan kecepatan angin 40 kilometer per jam. Berdasarkan Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) curah hujan di Bogor mulai tanggal 17 hingga 22
April 2014 yakni 11 milimeter, keesokan harinya meningkat menjadi 62 mm, 52 mm, 11
mm, 1 mm, dan 5 mm. Bahkan kecepatan angin tertinggi telah mencapai 22 knot atau
dengan kecepatan mencapai 40 kilometer per jam. Kondisi wilayah Bogor yang yang
memiliki curah hujan tinggi rawan terjadi angin puting beliung. Angin Puting Beliung
adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara
garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. Angin Puting Beliung akan
berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat Bogor, khususnya Kecamatan Ciomas,
Kabupaten Bogor, di tiga kelurahan yakni Padasuka, Sukamakmur dan Laladon, mereka
kehilangan rumah serta harta benda,dikarenakan sebanyak 772 rumah rusak, selain itu
fasilitas umum juga rusak dan korban luka-luka bahkan aliran listrik ke sejumlah
kampung padam karena kabel listrik putus tertimpa dahan pohon yang tumbang, tentunya
semua dampak yang ditimbulkan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari dan
berdampak psikis maupun fisik. Oleh karena itu Resiko Bencana merupakan faktor yang
harus dikurangi karena sebagai sebuah upaya yang menyeluruh (holistik) memerlukan
pelibatan berbagai segmen dalam masyarakat.

2.

Elemen Resiko disini dapat diartikan sebagai elemen-elemen manajemen resiko/ risk
managemen resiko yang memiliki sasaran dan tujuan pelaksanaan untuk mengurangi
resiko yang mungkin akan muncul (ancaman) dan berkaitan dengan ketidakpastian.
Terdapat berbagai elemen risiko yang terancam oleh bahaya angin puting beliung di
Kecamatan Ciomas seperti manusia, rumah/bangunan, infrastruktur dan aset kepemilikan

lainnya,serta aktivitas ekonomi serta sosial.


Bencana angin puting beliung sangat bergantung terhadap cuaca dan terjadi sangat cepat,iklim
yang tidak menentu atau masa peralihan. Oleh karena itu selalu waspadalah, selalu simak
berita prakiraan cuaca setempat dan selalu waspada terhadap perubahan cuaca, serta

bentuk antisipasi dapat dilakukan dengan merawat, memelihara, meremajakan pohon3.


a.

pohon tua di sekelilingnya agar tidak tumbang.


Kerentanan (Vulnerability)
Kerentanan Fisik: Masyarakat di wilayah Bogor masih belum responsif dengan kondisi
wilayah yang memiliki curah hujan tinggi, sehingga belum melakukan upaya antisipasi

b.

yang baik, dan berakibat korban luka-luka.


Kerentanan Sosial: bencana angin puting beliung menyebabkan aktivitas sosial

c.

terganggu,karena mereka mengalami trauma psikis maupun fisik.


Kerentanana ekonomi: Pabrik atau bangunan mengalami kerusakan dan aliran listrik
padam sehingga mengganggu aktivitas ekonomi atau produktivitas.

Kerentanan

pendidikan: Infrastruktur atau bangunan seperti sekolah mengalami kerusakan, sehingga


d.

menghambat proses pembelajaran atau pendidikan


Kerentanan lingkungan: Kondisi lingkungan menjadi sangat kotor, akibat angin puting
beliung yang membawa banyak partikel bertebangan dan rusaknya rumah/bangunan
maupun infrastruktur.

PERENCANAAN MITIGASI BENCANA PUTING BELIUNG


Menurut Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Mitigasi
merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan
fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Intinya,
mitigasi merupakan suatu upaya untuk mengurangi dampak bencana yang dalam hal ini ialah
puting beliung. Mitigasi ini dilakukan jauh sekali dengan saat terjadinya bencana, sehingga
seolah-olah dilakukan sebelum bencana terjadi dan merupakan bentuk kesiapsiagaan. Berikut
perencanaan mitigasi bencana puting beliung:
a.
Pemantauan dan evaluasi tentang penyebab terjadinya bencana puting beliung di
b.

Kabupaten Bogor
Memberikan informasi tentang ciri-ciri terjadinya bencana puting beliung, dapat melalui

c.

poster, leaflet, maupun media online


Membuat zona-zona yang tergolong rawan puting beliung di Kabupaten Bogor

d.

berdasarkan lokasi yang pernah terjadi puting beliung di daerah tersebut


Memperbaiki maupun memperbaiki rumah agar kuat dan kokoh ketika terjadi puting

e.

beliung agar tidak rusak terhempas oleh puting beliung


Membuat peta wilayah rentan bencana dan membuat prioritas yang ditekankan pada

f.

peningkatan kemampuan atau keamanan bencana


Menyusun program jangka pendek dan jangka panjang yang diprioritaskan pada
peningkatan kemampuan dan kekuatan sistem dalam menghadapi resiko bencana

g.

Mengidentifikasi dan menilai kerentanan bangunan di sekitar perumahan dan fasilitas

h.

umum
Melakukan latihan menghadapi bencana yang meliputi briefing, diskusi, latihan atau
simulasi, dan membuat poster tentang bagaimana persiapan menghadapi bencana,
bagaimana cara menyelamatkan diri dari bencana, dan bagaimana pemulihan setelah

i.
j.

bencana
Melakukan penghijauan di bagian atas arah angin untuk meredam gaya angin
Pembangunan bangunan umum yang cukup luas yang dapat digunakan sebagai tempat

k.
l.

penampungan sementara bagi orang maupun barang saat terjadi serangan angin topan.
Pembangunan rumah yang tahan angin
Memberikan pelatihan tanggap bencana puting beliung kepada masyarakat di Kabupaten

m.

Bogor
Membuat peta lokasi posko di daerah yang aman dan tidak rawan bencana saat terjadinya

n.
o.

bencana
Meningkatkan kerjasama antara instansi-instansi yang terkait dalam manajemen bencana
Mengembangkan sistem penyebaran informasi kepada instansi-instansi dan pihak lain

yang terkait dengan mitigasi bencana


p.
Menyiapkan database kajian termasuk diantaranya mikro zonasi resiko bencana
Sumber:
Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2006 tentang Pedoman Umum Mitigasi
Bencana

MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA PUTING BELIUNG