You are on page 1of 1

Artinya:

Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah
ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah
orang-orang yang beriman harus bertawakal". (9: 51)
Ayat ini merupakan jawaban telak kepada mereka yang dengan bangga dan
sombongnya menghina dan mengecilkan orang-orang Mukmin. Disebutkan
bahwa dengan kecerdasan dan keahlian strategi yang dimiliki, mereka dapat
memprediksikan suatu yang akan terjadi di masa mendatang. Sedang Nabi
Muhammad Saw diutus oleh Allah Swt untuk mengumumkan sikap orangorang Munafik yang mencari kesempatan untuk tidak ikut berperang.
Sementara mengenai alasan kaum Muslimin yang berperang disebutkan
mereka pergi bukan untuk mencari dunia atau mengusai orang lain. Oleh
karenanya, kalian wahai orang-orang Munafik, tidak perlu bersusah payah
untuk menganalisa kekalahan kami.
Hal itu disebabkan karena umat Islam merasa dirinya adalah hamba Allah yang
berperang untuk mencari ridha Allah Swt. Sementara mana yang maslahat
pasti ditetapkan oleh Allah, apakah itu kemenangan atau kekalahan. Dengan
demikian, untuk melakukan jihad fi sabilillah kita harus menyiapkan sarana
dan fasilitas, setelah itu bertawakal kepada-Nya. Dengan menyebut nama Allah
umat Islam berangkat menuju medan perang.
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Kaum Muslimin meski telah melaksanakan tugas-tugas mereka, namun tetap
tidak bisa menjamin hasil. Jihad fi sabilillah merupakan suatu tugas terlepas
dari apa hasilnya.
2. Mati dan hidup manusia tetap di tangan Allah Swt. Tidak mesti yang maju ke
medan perang pasti terbunuh. Karena mereka yang tinggal di dalam rumah
pun tidak akan bebas dari kematian.