Вы находитесь на странице: 1из 2

9.

Suatu logam menghasilkan fotolistrik dengan cahaya kuning, tetapi tidak dengan
cahaya jingga
a. Apakah logam tersebut dapat atau tidak dapat menghasilkan fotolistrik dengan
(i) cahaya merah
Tidak dapat, karena sinar merah mempunyai energi yang lebih kecil daripada sinar
kuning. Sehingga foton dari sinar merah tidak dapat menyebabkan elektron
terlempar keluar. Akibatnya tidak ada arus listrik yang mengalir.
(ii)cahaya biru
Dapat, karena sinar biru mempunyai energi yang lebih besar daripada sinar kuning.
Sehingga energi foton dari sinar biru cukup untuk dapat menyebabkan elektron
terlempar dari permukaan logam. Akibatnya ada arus listrik yang mengalir
b. Apakah kuat arus akan meningkat, berkurang atau tetap, jika intensitas (kuning)
yang dikenakan diperbesar? Jika intensitas sinar kuning yang dikenakan diperbesar,
maka kuat arus akan meningkat
c. Bagaimana kuat arus, lebih besar, sama atau lebih kecil, jika yang digunakan
adalah cahaya biru dengan intensitas yang sama? Jika yang digunakan adalah sinar
biru dengan intensitas yang sama, maka besarnya kuat arus tersebut adalah sama.
10. Bagaimana Einstein menjelaskan efek fotolistrik? Menurut Einstein, setiap foton
akan memindahkan energinya kepada satu elektron ketika terjadi tumbukan. Hanya
foton dengan enegi yang cukup yang dapat menyebabkan elektron terlempar dari
permukaan logam. Jika intensitas radiasi meningkat, berarti jumlah foton bertambah
dan jumlah elektron yang terlempar juga akan meningkat. Akibatnya kuat arus pun
akan meningkat.

Supaya dapat terjadi efek foto listrik, maka berkas cahaya dari luar tersebut harus
memenuhi beberapa persyaratan :

Frekwensi berkas cahaya yang menyinari katoda harus lebih besar dari dari frekwensi
ambang bahan. Atau, panjang gelombang berkas cahaya yang menyinari katoda harus
lebih kecil dari panjang gelombang ambang bahan katoda.(1)
Frekwensi ambang adalah frekwensi terkecil yang diperlukan untuk melepaskan electron
dari permukaan logam dilambangkan dengan fo. Panjang gelombang ambang adalah
panjang gelombang terbesar yang diperlukan untuk melepaskan electron dari permukaan
logam. Logam-logam yang berlainan jenis akan mempunyai frekwensi ambang dan
panjang gelombang yang berbeda.