You are on page 1of 16

mikhatiar@gmail.

com

Penggolongan Obat pirai


Menghentikan proses
inflamasi akut

Kolkisin
Fenilbutazon
Oksifentabutazon
Indometasin

Mempengaruhi kadar asam


urat

Probenesid
Alopurinol
Sulfinpirazon

Kolkisin
Suatu antiinflamasi yang merupakan alkalid dari
colchicum autumnale sejenis bunga leli.
Farmakodinamik : Sifat anti radang kolkisin
spesifik terhadap berbagai penyakit pirai dan
beberapa artritis lainnya sedang sebagai anti
radang umum kolkisin tidak efektif. Kolkisin
berikatan dengan protein mikrotubul fibrilar
granulosit dan sel bergerak lainnya,
menyebabkan penghamatan migrasi granulosit
ke tempat radang sehingga penglepasan
mediator inflamasi dihambat & respon inflamasi
ditekan. Kolkisin mencegah penglepasan
glkoprotein dari leukosit yang pada pasien gout
menyebabkan nyeri dan radang sendi.

Farmakokinetik
- Absorbsi melalui sal. Cerna
- Kadar tinggi terdapat di ginjal, hati,
limpa dan sal.cerna tidak terdapat di
otot ragka, jantung dan otak
- Obat diekskresi dalam bentuk utuh
melalui tinja, 10-20% melalui urin

Indikasi
Penyakit pirai akut , umumnya gejala
menghilang 24-48 jam setelah
peberian obat.
Profilaktik penyakit pirai

Interaksi obat
Dapat mengganggu absorbsi Vit. B
12

Dosis
0,5-0,6 mg tiap jam
1,2 mg sebagai dosis awal diikuti 0,50,6 mg tiap 2 jam sampai gejala
penyakit hilang atau gejala sal.cerna
timbul.
0,5 mg- 1 mg sehari (untuk profilaksis)
1-2 mg dilanjutkan 0,5 mg tiap 12-24
jam (pemberian IV)

Efek Samping
Muntah, mual, diare, depresi
sumsum tulang, purpura, neurtis
perifer,
miopati,anuria,alopesia,gangguan
hati,reaksi alergi dan kolitis
hemoragik.
Perhatian pada : gangguan ginjal,
kardiovaskular dan saluran cerna.

Allopurinol
Alopurinol berguna untuk
menurunkan kadar asam urat.
Pengobatan jangka panjang :
mengurangi frekuensi serangan,
menghambat pembentukan tofi,
memobilisasi asam urat dapt
ditingkatkan dengan pemberian
urikosurik.

Farmakodinamik
Menghambat xantin oksidase, enzim
yang mengubah hipoxantin menjadi
xantin dan selanjutnya menjadi asam
urat.
Menghambat sintesis purin yang
merupakan prekusor xantin.

Farmakokinetik
Alopurinol mengalami
biotransformasi oleh enzim xantin
oksidase menjadi aloxantin yang
masa paruhnya lebih panjang
daripada alopurinol.

Indikasi
Pengobatan penyakit pirai kronik
dengan insufiensi ginjal dan batu
urat dalam ginjal.
Pengobatann pirai sekunder akibat
polisitemia vera, metaplasia mieloid,
leukimia, limfoma, psoriasis,
hiperurisemia akibat obat dan
radiasi.

Efek samping
Reaksi alergi(demam,menggigil,
leukopenia atau leukositosis,
eosinofilia, artalgia dan pruritus).
Gangg.sal ccerna

Interkasi obat
Alopurinol menghambat oksidasi
merkatopurin, dosis merkatopurin
harus dikurangi 25-35% bila
diberikan bersamaan dengan
alipurinol.

Dosis
Penyakit pirai ringan 200-400 mg/hari
Penyakit pirai berat 400-600mg
U/ yang mengalami gangg.fungsi ginjal
100-200 mg/hari
Hiperuremia sekunder 100-200 mg/hari
Anak 6-10 tahun : 300 mg/hari
Anak >6tahun
: 150 mg/hari

Dr.Andrea Bianca
Sip. 2345/6789
Jl. Petojo Selatan I no.275 Jakarta Pusat 10130
021-6333220

Jakarta, 07/12/2015
R/ Recolfar tab. 0,5 mg no I blister
S.U.C
R/ Puricemia tab 300 mg no.I blister
S 1 dd I tab a.c.
Pro.pasien 45 tahun