Вы находитесь на странице: 1из 9

Disusun oleh :

Ernanda Noor .A
Lia Herlianawati
Nita Wulandari
Nur Aisah
Widya Kurniasih

(XI IIS 1)

Profil
Jan Willem Janssens (lahir di
Nijmegen, 12 Oktober 1762
meninggal di Den Haag, 23
Mei 1838 pada umur 75 tahun)
adalahGubernur-Jenderal
Hindia Belanda yang ke-37.
Dia menggantikan Herman
Willem Daendels pada tanggal
20 Februari 1811 dan tiba
diIstana Bogor (Buitenzorg)
pada tanggal 15 Mei 1811.

Masa Pemerintahan
Sisi negatif pemerintahan Daendels adalah
membiarkan terus praktek perbudakan serta
hubungan dengan raja-raja di Jawa yang buruk,
sehingga
menimbulkan
perlawanan.
Sebagai
pengganti Danedels dikirimlah Jan Willem Janssen.
Ia mulai menjabat Gubernur Jenderal Hindia Belanda
di Jawa tahun 1811.

Lanjutan
Gubernur jenderal di Hindia Belanda
pengganti Daendels yang hanya sebentar
saja berkuasa, satu tahun (1881). Ia
merupakan mantan gubernur Cape Colong
(Afrika Selatan). Janssens berkuasa disaat
Inggris mulai mengancam kekuasaan.
Baginya yang menjadi prioritas adalah
menghadapi serangan Inggris yang sudah
mendesak dan bukannya melanjutkan
pembangunan istana yang telah dirintis
Daendels untuk tempat tinggalnya.

Daerah Kekuasaan
Ia kemudian memperbaiki keadaan yang ditinggalkan
oleh Daendels. Namun Daerah Kepulauan Maluku
sudah berhasil direbut oleh Inggris. Bahkan secara de
facto daerah kekuasaan Hindia Belanda di masa
Janssen itu tinggal daerah-daerah tertentu, misaInya
Jawa, Makasar, dan Palembang.

Serangan Inggris
Jansen ternyata berbeda dengan Daendels, ia lemah dan
kurang cakap. Pemerintah Jassens mewarisi situasi
keamanan dan ekonomi yang sangat buruk dan
dibayang-bayangi ancaman Inggris sewaktu-waktu.
Pada bulan Agustus 1811 Inggris mendarat di Batavia
dipimpin Lord Minto. Inggris benar-benar menyerang
Batavia dengan dipimpin Letjen Sir Samuel Auchmuty
sehingga pasukan Belanda-Perancis harus mundur ke
Mesteer Cornelis. Pasukan Inggris meraih kemenangan
setelah pertempuran di Meester Cornelis dan pasukan
Janssens menyerah (26 Agustus 1811).

Akhir Kekuasaan
ini menjadi tanda dimulainya masa kolonialisme
Inggris dari 1811-1816 di bawah Thomas Stamford
Raffles. Akhirnya Belanda menyerah di Tuntang,
Salatiga. Penyerahah Janssen kepada Inggris secara
resmi melalui Kapitulasi Tuntang yang ditandatangani
pada tanggal 18 September 1811 oleh S. Auchmuty
dari pihak Inggris dan Janssens dari pihak Belanda.
Seminggu sebelum Kapitulasi Tuntang, raja muda
Lord Minto yang berkedudukan di India,
mengangkatThomas Stamford Raffles sebagai Wakil
Gubernur (Lieutenant Governor) di Jawa.

Lanjutan
Isi Perjanjian Kapitulasi Tuntang adalah:
Seluruh kekuatan militer Belanda yang ada di kawasan
Asia Tenggara harus diserahkan kepada Inggris.
Hutang pemerintah Belanda tidak diakui oleh Inggris.
Pulau Jawa, Madura, dan semua pangkalan Belanda di
luar Jawa menjadi wilayah kekuasaan Inggris.
Akibat Kapitulasi Tuntang tersebut Indonesia jatuh ke
tangan Inggris.