You are on page 1of 1

Sintesis Bioplastik Berbahan Pati Umbi

Talas dengan Penguat Selulosa Batang


Pisang

Plastik konvensional termasuk bahan yang paling dekat dengan kehidupan manusia. Kenaikan
konsumsi plastik telah meningkatkan limbah plastik sebab tidak mudah diurai oleh alam, baik oleh
cuaca maupun mikroba. Oleh karena itu perlu pengalihan penggunaan plastik konvensional menjadi
bioplastik. Bioplastik merupakan jenis plastik yang terbuat dari bahan mudah diperbarui sehingga
mudah terdegradasi. Namun kekuatan dan elastisitas bioplastik masih kurang, sehingga masih perlu
pengembangan seperti penggunakan bahan alam misalnya pati talas dan selulosa batang pisang.
Talas dan batang pisang merupakan kurang banyak dimanfaatkan sehingga berpotensi tinggi sebagai
bahan pembuatan bioplastik. Tujuan penelitian ini adalah membuat bioplastik berbahan baku pati
umbi talas dengan penguat selulosa batang pisang. Proses sintesis terdiri dari pembuatan pati umbi
talas (Colocasia esculenta), pembuatan selulosa dari batang pisang kepok (Musa paradisiaca. L) dan
pembuatan bioplastik dengan penambahan 0%, 3%, 6%, 9%, dan 12% selulosa. Peningkatan
penggunaan selulosa menghasilkan bioplastik yang semakin kuat namun kurang elastis. Bioplastik
dengan sifat yang kuat namun cukup elastis dan tahan air diperoleh ketika penambahan selulosa 6%.
Nilai kuat tarik dari bioplastik dengan penambahan 6% selulosa adalah sebesar 13,191 MPa dengan
elongasi sebesar 1,41% dan swelling sebesar 21,55%. Uji biodegrabilitas terhadap bioplastik yang
Peningkatan jumlah limbah
dari penggunaan
plastik
dihasilkan
menunjukkan
bahwa bioplastik dapat terurai dalam waktu 15.5
10 hari.
konvensional menyebabkan pencemaran lingkungan.
13.78
Pengalihan penggunaan plastik konvensional menjadi
bioplastik merupakan alternatif yang tepat.
Kuat
13.19

Abstrak

Latar Belakang

Hasil

Namun penggunaan bioplastik masih belum terealisasi karena


karakteristiknya yang belum begitu kuat dan elastis serta
proses produksinya yang mahal. Oleh karena itu dibutuhkan
pengembangan untuk menghasilkan bioplastik dengan
karakteristik yang baik serta proses yang mudah dan murah.
Pada penelitian ini, umbi talas dan batang pisang digunakan
sebagai bahan pembuatan bioplastik dikarenakan keduanya
merupakan bagian tanaman yang kurang banyak
dimanfaatkan, sehingga berpotensi tinggi untuk dijadikan
bahan pembuatan bioplastik. Variasi selulosa menjadi fokus
utama penelitian sintesis bioplastik berbahan pati umbi talas
dengan penguat selulosa.

tarik

11.73
10.57

1.18
1.26

Elastisita
s

1.41
1.95
2.11

Pembuatan
Selulosa
Batang
Pisang

Pembuatan
Pati Umbi
Talas

Metod
e

53.68
44.72

44.74

21.55

Selul
osa
Batan
Gliser
g
ol
Pisan
Pati
g
Umbi
Talas

Pembuatan
Bioplastik

Bioplas
tik

54.67

Penyerapa
n Air

Simpulan

Pembuatan bioplastik berbahan baku pati umbi


talas dilakukan dengan menggunakan penguat
berupa selulosa yang berasal dari batang pisang
kepok (Musa paradisiaca. L.) dan gliserol sebagai
plasticizer.
Bioplastik dengan sifat yang kuat namun cukup
elastis dan tahan air diperoleh ketika dilakukan
penambahan selulosa 6%.
Nilai kuat tarik dari bioplastik dengan
penambahan 6% selulosa adalah sebesar 13,191
MPa dengan elongasi sebesar 1,41% dan swelling
sebesar 21,55%.
Berdasarkan uji biodegrabilitas terhadap
Coniwati, P., L. Laila, M.R. Alfira. 2014. Pembuatan Film Plastik Biodegredabel dari Pati Jagung Dengan Penambahan
bioplastik, dapat diketahui bahwa bioplastik
Kitosan dan Pemplastis Gliserol. Jurnal Teknik Kimia. 20 (4): 22-30
Febriyani, E.P. 2014. Selulosa Mikrobifril dari Batang Pisang Sebagai Bahan Baku Film Plastik. Skripsi. Institusi
dapat terurai dalam waktu 10 hari
Pertanian Bogor; Bogor

Referensi

Ginting, M.H.S., R.F. Sinaga, R. Hasibuan, & G. Ginting. 2014. Pengaruh Variasi Temperatur Gelatinisasi Pati Terhadap
Sifat Kekuatan Tarik dan Pemanjangan Pada Saat Putus Bioplastik Pati Umbi Talas. Seminar Nasional Sains dan
Teknologi. 12 November 2014, Jakarta. 1-3
Septiosari, A., Latifah & E. Kusumawati. 2014. Pembuatan dan Karakterisasi Bioplastik Limbah Biji Mangga dengan
Penambahan Selulosa dan Gliserol. Indonesian Journal of Chemical Science. 3 (2) : 157-162
Sinaga, R.F., Ginting, G.M., Hasibuan, R. 2014. Pengaruh Penambahan Gliserol Terhadap Sifat Kekuatan Tarik dan
Pemanjangan Saat Putus Bioplastik dari Pati Umbi Talas. Jurnal Teknik Kimia USU. 3 (2): 19-24
Ummah, N.A., 2013. Uji Ketahanan Biodegradable Plastic Berbasis Tepung Biji Durian (Durio Ziberthinus Murr)
Terhadap air dan Pengukuran Densitasnya. Skripsi. Universitas Negeri Semarang

Disusun Oleh

Dibimbing Oleh

Wira Bima Stevent Sembiring, Yunita Selonika,


Roy Marthin Panjaitan, Naomi Ebinasari br
Sembiring, Christiani Widia br Karo
: Dr. Ir. Bahruddin, MT
: