Вы находитесь на странице: 1из 5

MODUL V IMPLEMENTASI ALGORITMA DSP LANJUTAN

Rosana Dewi Amelinda (13213060)


Asisten : Orvin Demsy (13212129)
Tanggal Percobaan: 9/11/2015
EL3110-Praktikum Pengolahan Sinyal Digital

Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB
Abstrak
Abstrak Pada praktikum Modul V ini dilakukan desain
dan implementasi filter dengan mengguanakan algoritma
Digital Signal Processing. Sebelum memulai praktikum
terlebih dahulu di copy source code yang ada pada modul ke
dalam process_data.c yang ada pada project. Lalu dilakukan
kompilasi dan running pada project tersebut kemudian
dilakukan persiapan untuk implementasi pada blackfin.
Algoritma DSP yang akan diimplementasikan pada
praktikum kali ini yaitu algoritma scramble dan efek
pelebaran stereo. Implementasi algoritma scrambler akan
menyebabkan sinyal keluaran menjadi sinyal input yang
diacak dengan suatu pola tertentu sehingga tidak dapat
dikenali tanpa diolah oleh descrambler. Algoritma efek
pelebaran stereo akan dilakukan pengolahan bentuk sinyal
pada kanal kanan dan kiri sehingga diperoleh efek suara yang
berbeda pada kedua kanal untuk efek stereo. Port input pada
blackfin dihubungkan pada computer serta outputnya
dihubungkan ke speaker. Apabila implementasi telah selesai
dikukan, selanjutnya diamati plot frekuensi yang dihasilkan
dari proses pem-filter-an dengan menggunakan software
Audacity.
Kata kunci: MATLAB, Visual DSP++, Blackfin
BF561EZ, Audacity.
1.

PENDAHULUAN

Pada praktikum modul 5 ini mengarahkan


praktikan untuk mempelajari pengolahan sinyal
digital dengan menggunakan hadware blackfin
BF561EZ. Pengolahan sinyal yang dilakukan
berbasis
software
yang
selanjutnya
akan
diimplementaskan pada board Blackfin dengan
arsitektur SIMD. Pengolahan tersebut dilakukan
dengan bantuan software Visual DSP++ 5.0. Tujuan
yang ingin dicapai dari percobaan Modul 5 ini
antara lain :
a. Praktikan memahami teknik implementasi
algoritma pada DSP Blackfin BF561EZ
b. Praktikan
mampu
untuk
mengimplementasi
berbagai
macam
algoritma pada DSP Blackfin BF561EZ

2.

STUDI PUSTAKA

Scrambler
Dalam dunia telekomunikasi, scrambler merupakan
sebuah sistem yang mampu menginversi / mengkodekan

sinyal pesan pada sebuah transmitter sehingga pesan


tidak dapat dimengerti oleh pihak penerima yang tidak
memiliki perangkat descrambler. Teknik ini serupa
dengan encoding hanya saja apabila teknik encoding
diterapkan pada domain digital, maka scrambler
diterapkan pada domain analog. Teknik scrambling ini
dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan
mengubah besaran besaran seperti amplituda pada sinyal
asli ataupun dengan serangkaian proses rumit seperti
yang diterapkan pada satelit, radio relay dan modem
PSTN sehingga pesan tidak dapat dimengerti lagi tanpa
melalui proses descrambler. Namun pada praktikum kali
ini, akan dilakukan proses scrambler yang paling
sederhana pada sinyal masukan, yaitu dengan jalan
mengubah secara periodik polaritas sinyal-sinyal
masukan
Efek Pelebaran Stereo
Efek pelebaran stereo ini merupakan salah satu dari
serangkaian efek audio 3D. Sedangkan efek-efek audio
3D merupakan kumpulan dari efek-efek suara yang
bertujuan untuk melebarkan image stereo yang
dihasilkan oleh dua loudspeaker atau headphone stereo.
Atau dapat juga berupa efek untuk menciptakan ilusi
persepsi mengenai keberadaan sumber-sumber suara
dalam ruang tiga dimensi, misalnya di belakang, di atas
atau di bawah pendengar.
Efek pelebaran stereo sendiri dapat dihasilkan
dengan memanipulasi hubungan antara sinyal tengah C
dan sinyal sisi S. Kedua sinyal tersebut memiliki
rumusan : C=(L+R)/2; S=(L-R)/2. Bagian positif dari
sinyal sisi S kemudian dijumlahkan dengan sinyal tengah
pada kanal kiri, sedangkan bagian yang fasanya
berkebalikan dijumlahkan dengan sinyal tengah pada
kanal Efek pelebaran stereo ini merupakan salah satu
dari serangkaian efek audio 3D. Sedangkan efek-efek
audio 3D merupakan kumpulan dari efek-efek suara
yang bertujuan untuk melebarkan image stereo yang
dihasilkan oleh dua loudspeaker atau headphone stereo.
Atau dapat juga berupa efek untuk menciptakan ilusi
persepsi mengenai keberadaan sumber-sumber suara
dalam ruang tiga dimensi, misalnya di belakang, di atas
atau di bawah pendengar.
Efek pelebaran stereo sendiri dapat dihasilkan
dengan memanipulasi hubungan antara sinyal tengah C
dan sinyal sisi S. Kedua sinyal tersebut memiliki
rumusan : C=(L+R)/2; S=(L-R)/2. Bagian positif dari
sinyal sisi S kemudian dijumlahkan dengan sinyal tengah
pada kanal kiri, sedangkan bagian yang fasanya
berkebalikan dijumlahkan dengan sinyal tengah pada
kanal
Audacity

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Audacity merupakan sebuah aplikasi pemberi efek


suara. Aplikasi ini dibangun dengan pustaka WxWidgets
sehingga dapat berjalan pada berbagai Operating System.
Dengan menggunakan audacity, pengguna dapa
mengoreksi berkas suara tertentu, atau sekedar
menambahkan berbagai efek yang disediakan. Kelebihan
aplikasi ini terletak pada fitur yang disediakan serta
kestabilannya. Pustaka yang digunakan juga tidak terlalu
banyak dan waktu tunggunya tidak terlalu lama.
Sedangkan kekurangannya yaitu terletak pada interface
(antar muka) yang sedikit kaku dibandingkan dengan
aplikasi sejenis.
Pada praktikum ini, software audacity digunakan
untuk melihat bentuk sinyal input dan output serta
meliha respons frekuensinya.

3.

METODOLOGI

Pada percobaan 2 ini, alat dan bahan yang


digunakan yaitu :
1.

1 Unit computer

2.

Software MATLAB dan Visual DSP++ 5.0

3.

Kit Blackfin BF561EZ, adaptor, kabel RCA,


converter RCA, dan speaker aktif.

Memulai percobaan
Sebelum memulai percobaan, isi dan tanda
tangani lembar penggunaan meja yang
tertempel pada masing-masing meja praktikum

Dibuka VisualDSP++ dan dibuka kembali project


Talkthrough.

Dibuka Process_data.c pada bagian


CoreA SourceFiles (dengan jalan klik tanda (+) pada
tulisan CoreA dan Source Files) dari Project window

Pada bagian Void Process_Data(Void), diganti kodekode yang ada dengan kode-kode sebagai berikut:
//amplitude polarizer
j=(i+1)%2;
i=j;
//Channel0
iChannel0LeftOut = (pow((-1),j))*iChannel0LeftIn;
iChannel0RightOut = (pow((-1),j))*iChannel0RightIn;
//Channel1
iChannel1LeftOut = (pow((-1),j))*iChannel1LeftIn;
iChannel1RightOut = (pow((-1),j))*iChannel1RightIn;

Pada menu bar dipilih Project -> Build Project.

Untuk menjalankan program yang telah di-build, pada


menu bar dipilih Debug -> Run.

Menyusun rangkaian
a.

Implementasi Scrambler

Dilakukan pengamatan pada sinyal masukan dan


keluaran. Diperhatikan efek Scrambling yang telah
diterapkan.
b.

Implementasi Efek Pelebaran Stereo

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Dibuka VisualDSP++ dan buka kembali project


Talkthrough.

Sebelum keluar dati ruang praktikum, dirapikan meja


praktikum dan dimatikan komuter dati jala-jala listrik.

Dimatikan MCB dimeja praktikum sebelum


meninggalkan ruangan.

Dibuka Process_data.c pada bagian


CoreA SourceFiles (dengan jalan klik tanda (+) pada
tulisan CoreA dan Source Files) dari Project window

Diperiksa lembar penggunaan meja.

Pada bagian Void Process_Data(Void), diganti kodekode yang ada dengan kode-kode sebagai berikut:
norm = (width + 1) / 2;
left = (float)iChannel0LeftIn;
right = (float)iChannel0RightIn;
C=(left+right)/2;
S=(left-right)/2;
Left = (C + S * width) / norm;
right = (C S * width) / norm;
iChannel0LeftOut=(int)left;
iChannel0RightOut=(int)right;
iChannel1LeftOut = iChannel0LeftIn;
iChannel1RightOut = iChannel0RightIn;

Dipastikan asisten telah menandatangani catatan


percobaan kali ini pada Buku Catatan Laboratorium.

4.

HASIL DAN ANALISIS

IMPLEMENTASI SCRAMBLER

Pada percobaan ini dilakukan scrambling


menggunakan lagu Sleep Away Bob Acri sebagai
masukan (input) dengan lama pengamatan sekitar
10 detik pertama dari lagu.
Code process_data yang digunakan adalah sebagai
berikut :

Pada menu bar dipilih Project -> Build Project.

#include "Talkthrough.h"
#include "math.h"

Untuk menjalankan program yang telah di-build, pada


menu bar dipilih Debug -> Run.

process_data (void)
{
//Deklarasi variabel
int i,j;
//amplitude polarizer
j=(i+1)%2;
i=j;

Dilakukan pengamatan pada sinyal masukan dan


keluaran. Diperhatikan efek pelebaran stereo yang
telah diterapkan.
c.

Mengakhiri Percobaan

//Channel0
iChannel0LeftOut = (pow((1),j))*iChannel0LeftIn;
iChannel0RightOut = (pow((1),j))*iChannel0RightIn;
//Channel1
iChannel1LeftOut = (pow((1),j))*iChannel1LeftIn;
iChannel1RightOut = (pow((1),j))*iChannel1RightIn;
}

Berikut hasil sinyal input apabila diamati dengan


software Audacity :
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

Gambar 1 Sinyal Input domain waktu

Pada pengamatan kualitatif yang dilakukan


(dengan mendengarkan output sinyal dari speaker
secara langsung), hasilnya lagu menjadi tidak jelas
dan frekuensinya terdengar lebih tinggi dari
frekuensi lagu pada saat belum di scrambling.
Perubahan frekuensi ini dapat terlihat secara
kuantitatif pada spectrum plot sinyal output yang
memiliki lebih banyak komponen frekuensi inggi
dibandingkan dengan spectrum pot pada sinyal
input.

Gambar 2 Sinyal output domain waktu

IMPLEMENTASI EFEK PELEBARAN


STEREO

Pada percobaan kedua ini, dilakukan implementasi


efek pelebaran stereo pada lagu yang sama dengan
percobaan 1 yaitu lagu sleep away Bob Acri .
Code process_data yang digunakan adalah sebagai
berikut :

Gambar 3 Spektrum plot sinyal input

#include "Talkthrough.h"
process_data (void)
{
int width, norm, C, S;
float left, right;
norm = (width + 1) / 2;
left = (float)iChannel0LeftIn;
right = (float)iChannel0RightIn;
C=(left+right)/2;
S=(left-right)/2;
left = (C + S * width) / norm;
right = (C S * width) / norm;
iChannel0LeftOut=(int)left;
iChannel0RightOut=(int)right;
iChannel1LeftOut =
iChannel0LeftIn;
iChannel1RightOut =
iChannel0RightIn;

Gambar 4 Spektrum plot sinyal output

Apabila diamati dari code yang digunakan, dapat


dilihat bahwa nilai variable i tidak di-assign
terlebih dahulu sehingga akan berisi nilai yang
random. Kemudian nilai j merupakan nilai i + 1
yang selanjutnya di modulo dengan 2 maka untuk
nilai j kemungkinan bernilai 0 atau 1. Pada baris
selanjutnya didefinisikan bahwa nilai i adalah nilai
j sehingga nilai i kemungkinan bernilai 0 atau 1
pula. Pada eksekusi berikutnya, nilai I akan
menjadi kebalikan / invers nya. Sehingga
nilainya akan selalu bergantian antara 0 dan 1 Width
pada
tiap proses.

}
Pada percobaan ini dilakukan pengamatan dengan
3 nilai width yang berbeda yaitu -50, 50 dan 100.
Untuk dapat lebih mengamati perbedaan yang
dihasilkan pada perubahan nilai width tersebut,
maka praktikan juga melakukan pengamatan
spectrum plot sinyal output yang dihasilkan pada
nilai width yang jauh lebih besar yaitu 1000.
Berikut hasil yang diperoleh :
Sinyal di domain waktu

Spektrum plot

-50
Nilai ini selanjutnya akan digunakan untuk
melakukan distorsi pada sinyal sehingga amplitude
nya bisa dikalikan 1 atau -1. Proses ini dilakukan
berulang untuk setiap sample sinyal yang
bergantung pada sampling rate (44100 Hz).
Sehingga bentuk sinyal output yang dihasilkan
akan terdistorsi menjadi bentuk yang mirip dengan
sinyal termodulasi AM.
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB

dihasilkan. Semakin besarnya nilai width, semakin


kecil nilai keluaran namun perbedaan sinyal sisi
yang ditambahkan menjadi semakin besar.

KESIMPULAN
50

Kesimpulan yang diperoleh dari praktikum ini


antara lain :

Dalam proses implementasi algoritma DSP


pada kit Blackfin BF561EZ, terlebih dahulu
dilakuka perancangan algoritma dalam
bahasa C yang akan digunakan sehingga
selanjutnya dapat dikompilasi (dengan
menggunakan
Visual
DSP++)
dan
diimplementasikan ke modul BF561EZ.
Selelah dilakukan implementasi kemudian
diamati hasil sinyal output yang hasilkan
dengan menggunakan software Audacity.

Algoritma scramble berperan untuk


mengubah bentuk sinyal input tidak secara
acak, melainkan dengan suatu kunci
tertentu sehingga dapat diterima dan dapat
diubah kembali menjadi bentuk sinyal
aslinya. Hal ini dapat digunakan untuk
keamanan pada transmisi sinyal.

Algoritma efek pelebaran stereo yang


digunakan berfungsi untuk memanipulasi
sinyal keluaran pada kanal-kanal keluaran.
Pada praktikum ini hanya digunakan 2
buah kanal. Pada implementasinya di
dunia nyata telah digunakan sampai 7
buah kanal sehingga efek suara yang
dihasilkan dapat lebih baik. Selain
memperbanyak
jumlah
kanal,
agar
diperoleh hasil suara yang lebih baik juga
dapat dilakukan dengan penambahan
delay pada tiap kanal sehingga dihasilkan
efek reverbasi pada kanal keluaran. Efek
pelebaran stereo ini dilakukan agar suara
yang dihasilkan dapat terdengar lebih
nyata dan posisi sumber suara dapat
diperkirakan.

100

1000

Saat dilakukan pengamatan secara kualitatif


(dengan mendengarkan output sinyal dari speaker
secara langsung), pada 1 speaker terdengar suara
yang lebih keras dibandingkan dengan speaker lain
sehingga menimbulkan persepsi sumber suara
pada sisi pendengar. Sedangkan pada nilai width
yang lebih besar, suara yang terdengar menjadi
semakin kecil. Jika diamati dari source code yang
digunakan, maka dapat diketahui penyebabnya.
Sinyal C adalah sinyal tengah yang merupakan
rata-rata dari kedua sinyal sedangkan sinyal S
adalah sinyal sisi yang merupakan bagian berbeda
dari kedua sinyal.
Selanjutnya dilakukan manipulasi pada chanel
left dengan menambahkan sinyal C dan sinyal S
yang diamplifikasi sebesar width kemudian di
normalisasi sehingga tidak melewati batas
amlituda sinyal. Untuk chanel right dimanipulasi
dengan menambahkan sinyal C dan sinyal S (yang
fasa nya berlawanan dengan sinyal S yg
ditambahkan pada chanel left), kemudian sinyal ini
diamplifikasi dan dinormalisasi. Hasil dari
manipulasi ini adalah kanal kiri dan kanan yang
berbeda dominansinya. Hal ini meyebabkan efek
suara yang dominan pada salah satu speaker.

DAFTAR PUSTAKA
[1]. Mervin T Hutabarat, Praktikum Pengolahan Sinyal
Digital, Laboratorium Dasar Teknik Elektro
ITB,Bandung, 2015.
[2]. Proakis, John G. dan Dimitris G. Manolakis. 2007.

Digital Signal Processing Principles, Algorithms, and


Applications Fourth Edition. New Jersey, Prentice
Hall

Perbedaan amplitude maksimal dipengaruhi


oleh besarnya width melalui norm. Jadi besarnya
norm sebanding dengan besarnya width, sehingga
menjadi factor pembagi pada sinyal yang
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB