Вы находитесь на странице: 1из 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan sistemastis, yang dilakukan orang-orang yang
diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat
sesuai dengan cita-cita pendidikan (Achmad Munib, 2004:34). Pendidikan ialah pimpinan
yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak-anak, dalam pertumbuhannya
(jasmani dan rohani) agar berguna bagi diri sendiri dan bagi masyarakat (M. Ngalim
Purwanto, 2002:10)..Untuk itu mereka harus disiapkan sejak dini agar mempunyai
kemampuan, karakter dan kepedulian terhadap perkembangan bangsa dan negaranya (Izhar,
1998).
Salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik adalah kemampuan
membaca dan menulis. Kemampuan membaca dan menulis merupakan bekal utama bagi
peserta didik untuk dapat memahami mata pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah
(Stephens, 2004). Kemampuan ini dapat mulai pada kelas rendah. Namun, cara belajar
membaca dan menulis tradisional yaitu dengan menggunakan pensil dan kertas dinilai relatif
kurang diminati oleh peserta didik. Indikasi ini dimungkinkan karena faktor belajar peserta
didik yang kurang efektif, bahkan peserta didik sendiri tidak merasa termotivasi di dalam
mengikuti pembelajaran di kelas. Peserta didik cenderung lebih suka bermain dengan warna,
gambar, suara, lagu dan mendengarkan cerita daripada belajar dengan cara tradisional (Izhar,
1998).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalahnya adalah
sebagai berikut:
1. Bagaimana identitas isi buku yang dianalisis?
2. Bagaimana isi buku ,sistematika penulisan, dan halaman yang dianalisis?
3. Bagaimana aspek keterampilan menulis pada buku yang dianalisis?
4. Bagaimana aspek isi buku?
C. Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuannya adalah untuk:


1.
2.
3.
4.

Untuk mengidentifikasi identitas isi buku yang dianalisis.


Untuk mengidentifikasi sistematika penulisan, isi buku dan halaman yang dianalisis.
Untuk mengetahui kesesuaian aspek keterampilan menulis pada buku yang dianalisis.
Untuk mengetahui aspek isi buku.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Identitas Buku
Berikut ini ialah gambaran singkat mengenai identitas buku yang salah satu babnya
akan penulis analisis.
1. Judul Buku

: Aku Bangga Bahasa Indonesia SD/MI kelas II

2. Pengarang

: Ismoyo dan Romiyatun

3. Cetakan

4. Tebal Halaman

: 83

5. Ukuran Buku

: 21 x 29,7 cm

5. Tahun Terbit

: 2008

6. Penerbit

: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

7. Tempat Terbit

: Jakarta

B. Sistematika Isi dan Peta Konsep


Buku di atas akan diteliti untuk mengetahui kelayakannya sebagai buku sumber
pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II yakni dilihat dari SK dan KD nya serta kesesuaian isi
buku dengan kurikulum.
Dalam melakukan pengamatan, pengamatan ini menggunakan pedoman atau kriteria
penelaah Buku teks yang telah disimpulkan. Butir-butir kriteria telaah buku teks tersebut
berisi pendekatan, tujuan, bahan, metode, media, evaluasi, bahasa dan tulisan.
1. Pendekatan
Dalam buku teks Bahasa Indonesia Aku Bangga Bahasa Indonesia pengarang
berpatokan pada tiga komponen proses belajar mengajar dari segi bahan terlihat bahwa
setiap pelajaran dalam buku ini mengedepankan empat pokok bahasan dalam pengembangan
pembelajaran bahasa indonesia , yaitu:
a. Mendengarkan
b. Berbicara
c. Membaca
d. Menulis
2. Tujuan
Secara umum para penyusun Buku teks Bahasa Indonesia bertujuan untuk
membekali siswa mengenai keilmuan tentang bahasa khususnya bagaimana belajar menulis
dan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Demikian juga hanya dengan buku ini

penulis bertujuan untuk membekali siswa dengan ilmu kesusastraan dan juga memperoleh
kemampuan berbahasa dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan.
3. Bahan
Dalam buku teks yang berjudul Aku Bangga Bahasa Indonesia ini pengarang
menyajikan bahan dan materi yang cocok sesuai untuk dijadikan sebagai bahan
pembelajaran untuk anak kelas rendah. Itu dapat dilihat dari cara penulis menyajikan bahan
di setiap pelajaran, yakni terdapat keempat aspek ketrampilan dalam berbahasa Indonesia
antara lain, yaitu:
a. Mendengarkan
b. Berbicara
c. Membaca
d. Menulis
Untuk lebih jelasnya mari kita lihat bagian isi setiap butir semester satu dan dua mulai
dari pelajaran pertama.
1). Mendengarkan
a)
b)
c)
d)

Mendengarkan Teks Pendek


Menyampaikan Pesan Pendek
Mendengarkan Cerita Anak
Mendengarkan Dongeng

2) Berbicara
a)
b)
c)
d)

Menceritakan Kegiatan Sehari-hari


Bertanya kepada Orang Lain
Menjelaskan Isi Puisi
Menyampaikan Pesan Pendek

3) Membaca
a) Membaca Nyaring Teks
b) Membaca dalam Hati
c) Membaca Intensif Teks
4) Menulis
a)
b)
c)
d)
e)
f)

Melengkapi Cerita Sederhana


Mendeskripsikan Isi Puisi
Menyalin Puisi Anak
Mendeskripsikan secara Lisan
Mendeklamasikan Puisi Anak
Menulis Puisi Sederhana

4. Metode

Menurut pengamatan buku ini layak dijadikan bahan sumber pembelajaran, karena
dapat dilihat dari cara pengarang atau penulis menyampaikan bahanya tidak bersifat
monoton karena Buku teks ini isinya lebih menarik minat anak-anak dengan suguhan materi
yang bias memotivasi siswa dalam bentuk cerita pendek dan isi tulisan buku mudah di baca
anak dengan bahasa yang mudah di pahami. Itu dapat dilihat dari beberapa teknik penyajian
bahanya, antara lain:
1) Penjelasan
2) Penegasan
3) Latihan
4) Tugas Mandiri
5) Evaluasi
5. Media
Fungsi media dalam pengajaran sangat penting untuk memperjelas atau
memudahkan siswa dalam memahami pelajaran . Itu terlihat jelas dalam buku ini yakni
terdapat beberapa media pembelajaran yang bertujuan memudahkan siswa dalam memahami
pelajaran, antara lain terdapat:
1) Tabel
2)
Contoh- contoh dengan perpaduan gambar
3)
Materi dan cerita bergambar
6. Evaluasi
Evaluasi sangat penting sekali dalam mengetahui keberhasilan sesuai proses
pembelajaran. Dalam buku ini juga sangat tepat sesuai penulis selalu membuat evaluasi di
setiap akhir pembahsan materi berupa tugas-tugas. Berupa pertanyaan yang berkaitan
dengan materi yang disajikan.
7. Tata bahasa dan tulisan
Dari segi pemakaian bahasa, buku teks yang berjudul Aku Bangga Bahasa Indonesia
ini, dapat dijadikan sebagai sumber contoh serta teladan bagi setiap masyarakat pembelajar
dan pengguna bahasa, karena berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan bahwa struktur
dan penggunaan bahasa dalam buku ini sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Baik dilihat
dari tulisan, struktur kalimatnya, pilihan katanya, gaya bahasa serta penggunaan tanda baca
yang benar. Dari hasil analisis di atas pengamatan menyimpulkan bahwa buku teks yang
berjudul Aku Bangga Bahasa Indonesia yang diperuntukan kelas rendah layak untuk
dijadikan buku atau sumber pembelajaran.
C. Halaman

Pembahasan pada bab ke-empat dengan topik kehidupan ini terdiri dari sebelas
halaman. Halaman pertama yaitu mengamati bacaan cerita yang dibacakan oleh guru
kemudian siswa diajak untuk mengamati setiap kalimat dan akhir kalimat dengan penggunaan
huruf kapital pada awal kalimat dan tanda titik (.) pada akhir kalimat, serta penggunaan huruf
kapital pada setiap nama orang, jabatan dan tempat. Pengenalan huruf capital sedikit-sedikit
perlu dikenalkan kepada pembelajar, misalnya pada nama setiap pembelajar. Pengajar harus
mengajarkan menulis huruf kapital pada nama diri pembelajar, misalnya Dadan, Parman, Ali,
Dede, Ayi, Maulana, dan bukan dadan, parman, ali, dede, ayi, maulana. Setiap pembelajar
harus mengenal cara menulis namanya sendiri. Dengan demikian, pembelajar akan
membedakan D dengan d, padahal kedua huruf itu sama bunyinya. Pembelajar akan mengenal
huruf kapital beserta fungsinya secara sedikit demi sedikit.
Di halaman berikutnya siswa diajarkan cara menulis tegak bersambung, dalam belajar
menulis huruf tegak bersambung tidak bisa sembarang karena ada kaidah-kaidah tertentu
dalam menyambung huruf. Secara umum bentuk huruf tegak bersambung hampir sama
dengan huruf biasa, hanya karena ada sambungan sebelum dan atau sesudahnya maka menjadi
tampak lain.
Berlatih menulis dengan dikte yang di bacakan oleh guru, ini untuk melatih anak dan
melihat anak dalam kemampuan menulis. Latihan ini dimaksudkan untuk melatih koordinasi
antara mata, ingatan, dan jemari anak ketika menulis, sehingga anak dapat mengingat bentuk
kata/huruf dalam benaknya, dan memindahkannya ke jemari tangannya. Dengan demikian,
gambaran kata yang hendak ditulis tergores dalam ingatan dan pikiran siswa pada saat dia
menuliskannya.
Dan baberapa halaman terakhir terdapat soal-soal latihan agar anak bisa mengulang dan
melatih kembali apa telah diajarkan lebih bisa memantapkan dalam setiap pembelajaran. Guru
bisa mengevaluasi hasil pembelajaran yang diberikan kepada siswa dan mengevaluasi hasil
pembelajaran siswa.
D. Aspek Keterampilan Menulis
Aspek tulisan pada buku tek Bahasa Indonesia yang diamati sudah cukup bagus
karena buku teks haruslah sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang samar-samar.
Penulis dengan jelas memaparkan konsep-konsep materi dengan cermat dan baik dengan
tulisan yang jelas, sehingga tidak membingungkan para pemakainya.

Di buku teks bahasa Indonesia ini salah satu pada bab ke-empat adalah materi
tentang cara penulisan huruf kapital dengan benar, belajar huruf tegak bersambung dan dikte
menulis kembali kalimat. Dalam keterampilan menulis guru mencontohkan menulis di papan
tulis bagaimana penulisan yang benar, Setelah proses ini dilalui, langkah selanjutnya guru
secara perlahan-lahan dapat mendikte kalimat diupayakan untuk mengingat bentuk huruf dan
bentuk kalimatnya saja.
Guru menjelasan kembali materi kepada siswa agar lebih paham dengan secara
bertahap serta siswa bisa mencoba menulis kembali apa yang di contohkan guru pada papan
tulis dan guru bisa memberikan latihan-latihan kepada siswa agar bisa lebih meningkatkan
keterampilan dalam menulis.
Memang pada siswa kelas rendah sedikit menemukan permasalahan yang timbul dari
siswa antara lain rendahnya bakat dan minat untuk menguasai keterampilan menulis. Akibat
dari rendahnya minat siswa dalam mempelajari keterampilan mereka menulis huruf dengan
tulisan yang asal dapat dibaca sendiri, mereka malas menulis. Menulis dirasakan sebagai suatu
beban yang berat. Untuk mengatasi permasalahan seperti ini gurulah yang harus mampu
memberikan motivasi agar siswa menyadari bahwa menulis merupakan suatu keterampilan
yang mutlak diperlukan untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan.Semakin tinggi
kedudukan seseorang semakin tinggi pula kemampuan menulis diperlukan.
E. Aspek Isi Buku
1. Aspek tulisan
Pada teks bahasa Indonesia yang diamati dari segi tulisan untuk anak kelas rendah
cukup bagus dan jelas dalam bentuk tulisan, ejaan dan suku kata yang mudah di baca oleh
siswa. Baik dilihat dari tulisan, struktur kalimatnya, pilihan katanya, gaya bahasa serta
penggunaan tanda baca yang benar, cukup bagus untuk bisa diberikan kepada siswa kelas
rendah.
2. Ilustrasi
Menurut KBBI ilustrasi adalah gambar (foto, lukisan) untuk membantu
memperjelas isi buku, karangan, dan sebagainya; gambar, desain, atau diagram untuk
penghias (halaman sampul) (penjelasan) tambahan berupa contoh, bandingan, dan
sebagainya untuk lebih memperjelas paparan (tulisan).
Buku teks haruslah memuat ilustrasi yang menarik hati para siswa. Dalam teks
buku ada banyak cerita pendek yang menarik seperti jangan jajan sembarangan, buang

sampah pada tempatnya dan lain-lain. Serta menunjukkan dua tulisan kata-kata yang
hampir sama dengan disertai gambar. Siswa menjadi lebih tertarik membaca dan
termotivasi untuk mengikuti intruksi-intruksi di dalam buku. Hal ini bisa dikaitkan
dengan karakter buku teks yang baik lainnya yaitu menarik minat dan menumbuhkan
motivasi.
Dalam meningkatkan keterampilan menulis pada buku bab ke-empat ilustrasi
pada buku teks dengan tampilan yang menarik dengan berbagai bentuk kegiatan yang
bergambar dalam mengajak siswa untuk mengenal penggunaan huruf capital, tegak
bersambung dan penguasaan huruf serta mengingat pola kalimat. Untuk menarik minat
keterampilan menulis siswa diajak untuk mengarang cerita di tulis di buku dan
melengkapi isi cerita bergambar agar anak tidak bosen dalam menulis dan bisa juga guru
mengguakan ilustrasi media dalam pembelajaran agar tidak mudah bosen dalam
belajarnya.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jadi dari penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa menulis merupakan kegiatan
komunikasi verbal yang berisi penyampaian pesan dengan menggunakan tulisan sebagai
mediumnya. Sedangkan menulis permulaan (beginning writing) adalah cara merealisasikan
simbol-simbol bunyi menjadi huruf-huruf yang dapat dikenali secara konkrit sesuai dengan
tata cara menulis yang baik.
Adapun beberapa tujuan menulis secara umum yaitu, untuk memberikan suatu
informasi,untuk meyakinkan atau mendesak pembaca, untuk menghibur atau menyenangkan
pembaca, dan untuk mengekspresikan perasaan dan emosi yang kuat
Dalam menulis permulaan, tujuannya adalah agar siswa dapat menulis kata-kata dan
kalimat sederhana dengan tepat.
B. Saran
Menulis permulaan merupakan tahapan proses belajar menulis bagi siswa sekolah
dasar kelas awal. Oleh sebab itu, sebagai pengajar kelak hendaknya kita mengajar dengan

langkah-langkah yang benar serta memperhatikan rambu-rambu dalam pembelajaran menulis.


Karena hal ini merupakan dasar bagi pembelajaran selanjutnya. Serta dalam pembelajaran ini
keterampilan guru sebagai pengajar yang pertama bagi anak harus sangat penuh dengan
perhatian kepada anak.