You are on page 1of 5

JOB V

PENGUJIAN KUAT LENTUR BETON

A. Tujuan
1. Dapat melakukan percobaan pengujian uji lentur
2. Dapat menggunakan alat dan menggunakan benda uji
3. Dapat membedakan keruntuhan lentur
B. Dasar Teori
Kuat tarik beton berkisar seperdelapan belas kuat tekannya pada umur masih muda dan
berkisar seperduapuluh pada umur sesudahnya (Murdock,:999). Pengamatan kuat tarik
beton khususnya pada beton bertulang sangat penting pada penentuan kemungkinan
pencegahan keretakan akibat susut dan perubahan panas. Sedang untuk beton tak
bertulang, hasil pengujian ini dimanfaatkan dalam perancangan konstruksi jalan raya dan
lapangan terbang serta beton prategang.
Dipohusodo (1999), menjelaskan bahwa suatu perkiraan kasar dapat dipakai, yaitu
nilai kuat tarik bahan beton normal hanya berkisar antara 9% - 15% dari kuat tekannya
Kuat lentur beton (Modulus Of Rupture) dihitung dengan persamaan:
P.L
R=

(
bd

Persamaan diatas digunakan dila terjadi keruntuhan ditengah bentang. Dan jika
keruntuhan terjadi pada bagian tarik diluar tengah bentang digunakan persamaan:
3 Pa
R=

(
bd
Dimana :
R = Modulus Of Rupture (MPa)
P = Beban maksimim yang terjadi (N)
L = Panjang bentang (mm)

b = Lebar specimen (mm)


d = Tinggi specimen (mm)
a = Jarak rata2 dari garis keruntuhan dan titik perletakan terdekat diukur pada bagian
tarik specimen (mm)
Pengujian kuat lentur berdasarkan standar ASTM C78-02. Pengujian lentur
menggunakan menggunakan benda uji prisma 10 x 10 x 40 cm yang diuji dengan mesin
uji lentur dengan jarak antara kedua beban dan jarak beban dari tepi prisma yaitu 1/3
panjang prisma yang ditumpu oleh dua buah perletakan dengan jarak antar perletakan
yaitu 3 kali tinggi prisma.

C. Alat dan Bahan


Alat
1. Mesin uji tarik lentur Bahan
1. Balok 10 cm x 10 cm x 40 cm
D. Langkah Kerja
1. Siapkan mesin uji lentur dan balok-balok yang akan diuji.
2. Letakkan balok di atas tumpuan mesin uji lentur dengan jarak tumpuan ke tepi balok 5
cm
3. Letakkan Blok tumpuan di tengah balok yang akan diuji dengan posisi simetris
4. Ayunkan tuas mesin uji lentur sehingga blok beban menekan balok.
5. Catat semua perilaku pada benda uji selama percobaan berlangsung (pola retak akibat
lenturan/geser dan beban maksimum)
6. Bersihakn semua lokasi pengujian dari sisa benda uji dan serahkan kembali alat dan
bahan yang digunakan pada instruktur

E. Data Pengujian
Tabel 5.1. Hasil pengujian benda uji balok
No.
1
2
3

Kode
Sampel
I
II
III

h rata-rata
(cm)
9,9
9,9
9,9

b rata-rata
(cm)
10,6
10,9
10,6

Beban Max, P
(kN)
24,3
13,1
10,9

F. Analisa Perhitungan
Karena pada ketiga balok terjadi keruntuhan tengah bentang maka, rumus Modulus of
repture yang dipakai :

R=

P .l
b d2 `

Kuat Lentur ( modulus of repture ) Balok I :


R=

Px l
bd

P l
b d2

24300 x 400
106 x 992

=9,356 Mpa
Kuat Lentur ( modulus of repture ) Balok II :

R=

Px l
b d2
13100 x 400
109 x 99

=4,905 Mpa
Kuat Lentur ( modulus of repture ) Balok III :

R=

Px l
b d2
10900 x 400
2

106 x 99

=4,197 Mpa

Tabel 5.2. Hasil pengujian benda uji balok


No
.

Kode
Sampel

1
2
3

I
II
III

h ratarata
(mm)
99
99
99

b rata-rata
(mm)
106
109
106

Beban Max,
P
(N)
24300
13100
10900

R
(Mpa)
9,356
4,905
4,197

R ratarata
(Mpa)
6,153

G. Kesimpulan
Dari hasil percobaan kuat lentur beton diperoleh kuat lentur (modulus of repture) ratarata yaitu sebesar 6,153 MPa dan pola retak seperti pada gambar.

H. Dokumentasi