You are on page 1of 44

FK UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL JAKARTA

DISKUSI TOPIK
GANGGUAN TINGKAH LAKU
Pembimbing : dr. Isa Multazam Noor,
SpKJ
Peyusun
: Twindy Rarasati
DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN JIWA RSJ dr. SOEHARTO HEERDJAN

KASUS
Seorang anak perempuan usia 15 tahun dibawa ke
psikiater oleh orangtuanya karena mereka curiga
bahwa anaknya mungkin depresi. Orang tua tidak
mengeluhkan apapun hingga 2-3 tahun lalu. Nilainilai pasien turun karena ia sering bolos kelas.
Anaknya sering berkelahi dan orang tuanya merasa
anaknya bergaul dengan orang-orang yang salah,
kadang ia pergi hingga melewati batas jam malam.
Pasien mengatakan bahwa tidak ada yang salah
dengannya dan dia ingin orang tuanya tidak
mencampuri kehidupannya. Dia merasa bahwa ia
tidur dan makan dengan baik.

KASUS
Ia berkata bahwa ia bolos sekolah karena pergi dengan
teman-temannya dan mengakui bahwa mereka sering mencuri
makanan dari toko dan menghabiskan waktu dengan menonton
film di salah satu rumah temannya. Ia mengklaim bahwa
dia berkelahi hanya untuk membuktikan bahwa dia
setangguh temannya tetapi ia mengakui bahwa ia
seringkali memilih lawan yang lebih muda. Dia tidak
peduli dengan nilai sekolahnya dan hanya ingin orang
tuanya untuk berhenti melarangnya dan membiarkan dia
menikmati masa mudanya. Ia menyangkal menggunakan obat
terlarang ataupun alkohol selain sesekali saat pesta.
Kadar alkohol dalam darahnya nol dan hasil urinnya
negatif untuk narkoba.

ANALISIS KASUS

CONDUCT DISORDER

KRITERIA DIAGNOSTIK
DSM V

A.

B.
C.

Sebuah pola perilaku repetitif dan persisten dimana hak


dasar orang lain atau norma aturan sosial sesuai usia yang
berlaku, dilanggar, dengan manifestasi sekurang-kurangnya 3
dari 15 kriteria dalam 12 bulan dari kategori di bawah,
dengan setidaknya 1 kriteria timbul pada 6 bulan terakhir
Agresif terhadap manusia dan binatang
Perusakan properti/barang
Berbohong atau mencuri
Pelanggaran aturan yang serius
Gangguan perilaku yang menyebabkan gangguan signifikan
dalam sosial, akademik atau pekerjaan
Jika usia individu 18 tahun, kriteria tidak sesuai dengan
gangguan kepribadian antisosial

Agresif Terhadap Manusia &


Binatang

1. Sering mem"bully", menyakiti, mengintimidasi orang


lain
2. Sering memicu perkelahian fisik
3. Menggunakan senjata yang dapat menyebabkan cedera
fisik serius terhadap orang lain
4. Melakukan kejahatan terhadap manusia
5. Melakukan kejahatan terhadap binatang
6. Mencuri meskipun berhadapan dengan korban
7. Memaksa seseorang untuk melakukan aktivitas seksual

Merusak Barang
8. Dengan sengaja menimbulkan kebakaran dengan
tujuan menimbulkan kerusakan serius
9. Dengan sengaja merusak properti orang lain
(selain kebakaran)

Berbohong/Mencuri
10. Menerobos kedalam rumah, gedung, atau mobil seseorang
11. Sering berbohong untuk mendapatkan benda atau
pertolongan, ataupun menghindari kewajiban
12. Mencuri benda yang tidak begitu berharga tanpa
berhadapan dengan korban (mengutil)

Pelanggaran Aturan yang Serius


13.Sering keluar hingga larut malam meskipun dilarang
orang tua, mulai saat sebelum usia 13 tahun
14.Kabur dari rumah 1 malam setidaknya dua kali saat
tinggal bersama orang tua kandung atau orang tua asuh,
atau satu kali tanpa pulang dalam waktu lama
15.Sering membolos dari sekolah, mulai usia sebelum 13
tahun

DIAGNOSIS MULTIAKSIAL

DEFINISI
Pola perilaku repetitif dan
terus menerus dimana hak-hak
dasar orang lain atau normanorma yang berlaku di masyarakat
sesuai dengan usianya dilanggar

EPIDEMIOLOGI
Sering ditemukan pada masa remaja & masa
anak-anak
6 16% anak laki-laki dan 2 9% anak
perempuan < 18 tahun memiliki gangguan
Laki-laki : Perempuan = 4 : 1 hingga 12 : 1
Sering pada anak dengan orang tua yang
memiliki gangguan kepribadian antisosial
dan ketergantungan alkohol
Berhubungan dengan faktor sosioekonomi

ETIOLOGI

Faktor parental
Faktor psikologis
Faktor sosiokultural
Faktor neurobiologis
Penyiksaan dan penganiayaan anak
Faktor lain

PPDGJ DSM V
F91. Gangguan Tingkah Laku
F91.0 Gangguan Tingkah Laku
pada Lingkungan Keluarga
F91.1 Gangguan Tingkah Laku
F91.2 Gangguan Tingkah Laku
F91.3 Gangguan Tingkah Laku
(Membangkang)
F91.8 Gangguan Tingkah Laku
F91.9 Gangguan Tingkah Laku

yang Terbatas
Tak Berkelompok
Berkelompok
Menentang
Lainnya
YTT

KRITERIA DIAGNOSTIK
DSM V

A.

B.
C.

Sebuah pola perilaku repetitif dan persisten dimana hak


dasar orang lain atau norma aturan sosial sesuai usia yang
berlaku, dilanggar, dengan manifestasi sekurang-kurangnya 3
dari 15 kriteria dalam 12 bulan dari kategori di bawah,
dengan setidaknya 1 kriteria timbul pada 6 bulan terakhir
Agresif terhadap manusia dan binatang
Perusakan properti/barang
Berbohong atau mencuri
Pelanggaran aturan yang serius
Gangguan perilaku yang menyebabkan gangguan signifikan
dalam sosial, akademik atau pekerjaan
Jika usia individu 18 tahun, kriteria tidak sesuai dengan
gangguan kepribadian antisosial

Agresif Terhadap Manusia &


Binatang

1. Sering mem"bully", menyakiti, mengintimidasi orang


lain
2. Sering memicu perkelahian fisik
3. Menggunakan senjata yang dapat menyebabkan cedera
fisik serius terhadap orang lain
4. Melakukan kejahatan terhadap manusia
5. Melakukan kejahatan terhadap binatang
6. Mencuri saat berhadapan dengan korban
7. Memaksa seseorang untuk melakukan aktivitas seksual

Merusak Barang
8. Dengan sengaja menimbulkan kebakaran dengan
tujuan menimbulkan kerusakan serius
9. Dengan sengaja merusak properti orang lain
(selain kebakaran)

Berbohong/Mencuri
10. Menerobos kedalam rumah, gedung, atau mobil seseorang
11. Sering berbohong untuk memperoleh benda, perasaan, ataupun
menghindari kewajiban
12. Mencuri benda yang berharga tanpa berhadapan dengan korban

Pelanggaran Aturan yang Serius


13.Sering bergadang walaupun dilarang orang tua, mulai
saat sebelum usia 13 tahun
13.Kabur dari rumah saat larut malam setidaknya dua kali
saa tinggal bersama orang tua atau orang tua asuh, atau
satu kali tanpa pulang dalam waktu lama
14.Sering membolos dari sekolah, mulai usia sebelum 13
tahun

PENATALAKSANAAN
NON FARMAKOLOGIS
Penanganan multisistemik
Cognitive behavioral therapy (CBT)
Home-based interventions
Classroom-based behavior
modifications
Manajemen kasus

Psikoterapi individual

PENATALAKSANAAN
FARMAKOLOGIS
Untuk mengobati agresi eksplosif

Antipsikotik (Haloperidol)
Lithium (Eskalith)
Carbamazepine (Tegretol)
Clonidine (Catapres)

Terapi gangguan penyerta

PROGNOSIS
Tanpa pengobatan, gangguan
tingkah laku dapat berkembang
menjadi gangguan kepribadian
antisosial.

FK UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL JAKARTA

DISKUSI TOPIK
GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN
HIPERAKTIVITAS
Pembimbing : dr. Isa Multazam Noor,
SpKJ
Peyusun
: Twindy Rarasati
DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN JIWA RSJ dr. SOEHARTO HEERDJAN

KASUS
Seorang anak perempuan usia 7 tahun dibawa ke dokter anak
dengan berdasarkan saran dari guru kelas 2 di sekolahnya.
Pasien telah kembali bersekolah selama 3 minggu setelah libur
musim panas. Menurut gurunya, pasien kesulitan menyelesaikan
tugas di kelas sejak kembali ke sekolah. Anak jarang
mengganggu teman-temannya namun ia tidak dapat menyelesaikan
tugas tepat waktu padahal temannya dapat melakukannya tanpa
kesulitan. Selain itu, pasien juga diketahui sering ceroboh
dalam mengerjakan tugas. Meskipun dia masih dapat lulus dari
kelas-kelasnya, prestasinya menurun dan dia terlihat sering
melamun di kelas. Guru melaporkan bahwa dia harus beberapa
kali mengulang instruksi untuk pasien agar dapat menyelesaikan
tugasnya (seperti pekerjaan kesenian). Pasien menyenangi kelas
olahraga dan dapat mengikutinya dengan baik.

KASUS
Meskipun orang tua pasien sudah menyadari beberapa perilaku
tersebut dirumah, mereka tidak mempermasalahkan karena mereka
menemukan cara untuk mengatasinya. Jika mereka memonitor anak
dan pekerjaannya secara langsung, dia dapat menyelesaikan
tugasnya, tetapi mereka harus memeriksanya berulang kali
karena kecerobohannya. Anak tampak mengetahui jawaban yang
benar bila ditunjukkan. Orang tua juga mengemukakan bahwa
pasien tidak bersiap-siap untuk sekolah di pagi hari bila
tidak diamati terus menerus. Kamar tidurnya berantakan dan
dia sering kehilangan barangnya. Orangtuanya menggambarkan
anaknya sebagai anak yang bahagia yang senang bermain dengan
saudara dan temannya. Mereka memperhatikan bahwa anaknya
tidak suka sekolah, kecuali pelajaran olahraga

ANALISIS KASUS

ATTENTION
DEFICIT/HIPERACtivity
disorder

KRITERIA DIAGNOSTIK
DSM V
A.
B.
C.

D.
E.

Pola menetap dari inatensi dan atau hiperaktivitasimpulsivitas yang mengganggu fungsi dan perkembangan
Beberapa gejala inatensi atau hiperaktivitas-impulsivitas
timbul sebelum usia 12 tahun
Beberapa gejala inatensi atau hiperaktivitas-impulsivitas
timbul pada dua situasi atau lebih (contoh : rumah, sekolah,
tempat kerja)
Terdapat bukti jelas bahwa gejala mengganggu atau menurunkan
kualitas sosial, akademis atau fungsi kerja
Gejala bukan semata-mata saat gangguan perkembangan pervasif,
skizofrenia atau gangguan psikotik lain, dan bukan merupakan
gangguan mental lain (gangguan mood, gangguan kecemasan,
gangguan disosiatif atau gangguan kepribadian, intoksikasi
zat atau withdrawal)

INATENSI
1. Sering gagal dalam memberikan perhatian pada hal yang detail dan
tidak teliti dalam mengerjakan tugas sekolah, pekerjaan atau
aktivitas lainnya.
2. Sering mengalami kesulitan dalam mempertahankan perhatian terhadap
tugas atau aktivitas bermain.
3. Sering tidak tampak mendengarkan apabila berbicara langsung
4. Sering tidak mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas
sekolah, pekerjaan, atau kewajiban di tempat kerja (bukan
karenaperilaku menentang atau tidak dapat mengikuti instruksi)
5. Sering mengalami kesulitan dalam menyusun tugas dan aktivitas
6. Sering menghindari, membenci atau enggan untuk terlibat dalam tugas
yang memiliki usaha mental yang lama ( seperti tugas disekolah dan
pekerjaan rumah)
7. Sering menghilangkan atau ketinggalan hal-hal yang perlu
untuktugas atau aktivitas (misalnya tugas sekolah, pensil, buku
ataupunperalatan)
8. Sering mudah dialihkan perhatiannya oleh stimulasi dari luar
9. Sering lupa dalam aktivitas sehari-hari

INATENSI
Enam (atau lebih) gejala inatensi berikut telah
menetap selama sekurang-kurangnya 6 bulanbahkan
sampai tingkat yang maladaptif dan tidak sesuai
dengan tingkat perkembangan
Gejala bukan semata-mata merupakan manifestasi
dari perilaku melawan, menantang, permusuhan,
atau kegagalan untuk memahami tugas atau
instruksi
Untuk remaja yang lebih tua dan orang dewasa
usia 17 tahun dan lebih tua, setidaknya lima
tanda yang diperlukan

HIPERAKTIVITASIMPULSIVITAS

1. Sering gelisah dengan tangan dan kaki atau sering menggeliatgeliat ditempat duduk
2. Sering meninggalkan tempat duduk dikelas atau di dalam situasi
yang diharapkan anak tetap duduk
3. Sering berlari-lari atau memanjat secara berlebihan dalam situasi
yang tidak tepat (pada remaja mungkin terbatas pada perasaan
subyektifkegelisahan)
4. Sering mengalami kesulitan bermain atau terlibat dalam aktivitas
waktu luang secara tenang
5. Sering bergerak atau seakan-akan didorong oleh sebuah gerakan
6. Sering berbicara berlebihan
7. Sering menjawab pertanyaan tanpa berfikir lebih dahulu
sebelumpertanyaan selesai
8. Sering sulit menunggu gilirannya
9. Sering menyela atau mengganggu orang lain (misalnya : memotong
masuk ke percakapan atau permainan)

HIPERAKTIVITAS IMPULSIVITAS

Enam (atau lebih) gejala


hiperaktivitas-implusivitas berikut
ini telah menetap selama sekurangkurangnya enambulan sampai tingkat
yang tidak sesuai dengan tingkat
perkembangan dan dampak negatif
langsung pada kegiatan sosial dan
akademik / pekerjaan anak

DIAGNOSIS MULTIAKSIAL

DEFINISI
Attention-deficit/Hiperactivity Disorder
(ADHD)
Gangguan Pemusatan Perhatian dan
Hiperaktivitas (GPPH)
Gangguan perkembangan neurologis dengan
ciri yaitu terganggunya pemusatan
perhatian, disorganisasi dan atau
impulsivitas hiperaktif (DSM V)

DEFINISI
Gangguan pemusatan pemikirian termasuk di
dalamnya adalah ketidakmampuan untuk tetap
mengerjakan tugas, kurang mendengarkan, dan
sering menghilangkan benda, pada tahapan yang
tidak sesuai dengan usia atau tahap perkembangan
Impulsivitas hiperaktif termasuk di dalamnya
adalah aktivitas berlebih, gelisah, tidak dapat
duduk tenang, terus mengganggu aktivitas orang
lain, tidak dapat menunggu, yang berlebihan
dibandingkan usia dan tahap perkembangannya

EPIDEMIOLOGI
Indonesia
Populasi anak SD dengan ADHD adalah
16,3% dari total 25,85 juta anak

RSCM
51 anak didiagnosis ADHD dari 215
anak SD yang datang pada tahun 2003

ETIOLOGI
Faktor genetik
Faktor neurokimiawi
Hipersensitivitas transporter
dopamin
Faktor neurologis
Faktor psikososial
Komplikasi perinatal

Faktor Genetik
Besarnya angka kesesuaian pada
kembar monozigot dibandingkan
kembar dizigot
Sanak saudara anak hiperaktif
beresiko 2x lipat menderita
ADHD

Hipersensitivitas Transporter
Dopamin
1. Gangguan non verbal working, memory
Kehilangan rasa kesadaran akan waktu
Tidak mampu menyimpan informasi di otak
Persepsi tidak sesuai terhadap obyek/kejadian
Perencanaan dan pertimbangan yang buruk
2. Gangguan internalisation of self directed speech
Kesulitan mengikuti peraturan/tidak disiplin
Self guidance dan self questioning yang buruk
3. Gangguan regulasi, motivasi, dan ambang kesadaran diri yang
buruk
Kesulitan dalam menyensor reaksi emosi
Ambang toleransi frustasi yang rendah
Hilangnya regulasi diri dalam bidang motivasi
4. Gangguan kemampuan untuk merekonstruksi perilaku
Tidak mampu menyelesaikan persoalan

Komplikasi Perinatal
Perdarahan antepartum
Persalinan lama
Skor APGAR rendah asfiksia
neonatorum
BBLR
Ibu merokok dalam masa kehamilan

PPDGJ III DSM V


F90 ADHD
F90.0 Predominant inattentive
presentation
F90.1 Predominant
hyperactivity/impulsive presentation
F90.2 Combined presentation
F90.8 ADHD Lainnya
F90.9 ADHD YTT

KRITERIA DIAGNOSTIK
DSM V
A.
B.
C.

D.
E.

Pola menetap dari inatensi dan atau hiperaktivitasimpulsivitas yang mengganggu fungsi dan perkembangan
Beberapa gejala inatensi atau hiperaktivitas-impulsivitas
timbul sebelum usia 12 tahun
Beberapa gejala inatensi atau hiperaktivitas-impulsivitas
timbul pada dua situasi atau lebih (contoh : rumah, sekolah,
tempat kerja)
Terdapat bukti jelas bahwa gejala mengganggu atau menurunkan
kualitas sosial, akademis atau fungsi kerja
Gejala bukan semata-mata saat gangguan perkembangan pervasif,
skizofrenia atau gangguan psikotik lain, dan bukan merupakan
gangguan mental lain (gangguan mood, gangguan kecemasan,
gangguan disosiatif atau gangguan kepribadian, intoksikasi
zat atau withdrawal)

INATENSI
1. Sering gagal dalam memberikan perhatian pada hal yang detail dan
tidak teliti dalam mengerjakan tugas sekolah, pekerjaan atau
aktivitas lainnya.
2. Sering mengalami kesulitan dalam mempertahankan perhatian terhadap
tugas atau aktivitas bermain.
3. Sering tidak tampak mendengarkan apabila berbicara langsung
4. Sering tidak mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas
sekolah, pekerjaan, atau kewajiban di tempat kerja (bukan
karenaperilaku menentang atau tidak dapat mengikuti instruksi)
5. Sering mengalami kesulitan dalam menyusun tugas dan aktivitas
6. Sering menghindari, membenci atau enggan untuk terlibat dalam tugas
yang memiliki usaha mental yang lama ( seperti tugas disekolah dan
pekerjaan rumah)
7. Sering menghilangkan atau ketinggalan hal-hal yang perlu
untuktugas atau aktivitas (misalnya tugas sekolah, pensil, buku
ataupunperalatan)
8. Sering mudah dialihkan perhatiannya oleh stimulasi dari luar
9. Sering lupa dalam aktivitas sehari-hari

INATENSI
Enam (atau lebih) gejala inatensi berikut telah
menetap selama sekurang-kurangnya 6 bulanbahkan
sampai tingkat yang maladaptif dan tidak sesuai
dengan tingkat perkembangan
Gejala bukan semata-mata merupakan manifestasi
dari perilaku melawan, menantang, permusuhan,
atau kegagalan untuk memahami tugas atau
instruksi
Untuk remaja yang lebih tua dan orang dewasa
usia 17 tahun dan lebih tua, setidaknya lima
tanda yang diperlukan

HIPERAKTIVITASIMPULSIVITAS
1. Sering gelisah dengan tangan dan kaki atau sering menggeliatgeliat ditempat duduk
2. Sering meninggalkan tempat duduk dikelas atau di dalam
situasi yang diharapkan anak tetap duduk
3. Sering berlari-lari atau memanjat secara berlebihan dalam
situasi yang tidak tepat ( pada remaja mungkin terbatas pada
perasaan subyektif kegelisahan)
4. Sering mengalami kesulitan bermain atau terlibat dalam
aktivitas waktu luang secara tenang.
5. Sering bergerak atau seakan-akan didorong oleh sebuah gerakan
6. Sering berbicara berlebihan
7. Sering menjawab pertanyaan tanpa berfikir lebih dahulu
sebelumpertanyaan selesai
8. Sering sulit menunggu gilirannya
9. Sering menyela atau mengganggu orang lain (misalnya :
memotong masuk ke percakapan atau permainan)

HIPERAKTIVITAS IMPULSIVITAS

Enam (atau lebih) gejala


hiperaktivitas-implusivitas berikut
ini telah menetap selama sekurangkurangnya enambulan sampai tingkat
yang tidak sesuai dengan tingkat
perkembangan dan dampak negatif
langsung pada kegiatan sosial dan
akademik / pekerjaan anak

PENATALAKSANAAN
FARMAKOLOG
IS

PENATALAKSANAAN

NON FARMAKOLOGIS
Terapi
individual
Modifikasi perilaku
Konseling orangtua
Terapi tiap gangguan belajar
yang menyertai

DAFTAR PUSTAKA
Kaplan, Harold, MD. Sadock, Benjamin MD,
Grebb, Jack MD. 2008. Sinopsis Psikiatri
Jilid 2. Binarupa Aksara
Muslim, Rusadi. 2003. Buku Saku Diagnosis
Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ-III.
Jakarta. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FKUnika Atmajaya
American Psychiatric Association. 2013.
Diagnostic and Statistical Manual of Mental
Disorders, 5th Edition: DSM-5