You are on page 1of 4

Totalitas dalam Kesederhanaan Penari Kuda Terbang dan Botol Bekas

Jumat malam 9 Mei 2014, Indonesia kembali mengadakan ajang pelestarian budaya
dan pengembangan kreativitas pemuda bangsa melewati acara Peksimida tangkai lomba Tari
di gedung teater besar ISI Surakarta. Kehadiran para penikmat seni dari luar kota disambut
dengan suasana Solo yang istimewa yang memberikan kesan eksotis di setiap sudut kotanya.
Keindahan berpuncak saat sampai di ISI Surakarta. Saat memasuki gedung teater besar ISI
Surakarta pengunjung disambut dengan satu grup keroncong yang terdiri dari gabungan
antara mahasiswa dengan dosen yang tengah memainkan lagu-lagu keroncong. Kaki ini tetap
berjalan, sampailah di dalam ruang pertunjukan teater. Gedung ini sudah memenuhi kriteria
gedung pertunjukan ideal. Kursi duduk penonton yang ideal, panggung yang cukup luas dan
tatanan lampu yang apik. Acara dimulai pada pukul 19.00 WIB.
Dari penampilan beberapa peserta, mata ini tertarik dengan satu tarian yang berjudul
Kuda Terbang dan Botol Bekas. Dekorasi panggung yang terdiri dari kardus-kardus dan botol
bekas menggambarkan tempat yang kumuh. Lampu meredup, pertunjukan dimulai. Musik
perkusi ramai dikumandangkan, enam penari masuk ke panggung dengan gerakan rampak
dan tegas namun tetap terlihat ceria. Gerakan meloncat, menghentakkan kaki membentuk
irama, dan gerakan tangan yang cepat kerap dilakukan. Suasana panggung dibuat ceria
dengan semangat para penari yang berperan sebagai pemulung. Kostum para penari yang
sederhana sekali dengan mengenakan kaos dan celana lusuh yang berisi tambalan, sarung
tangan, sepatu bekas, dan topi serta riasan yang dibuat seperti wajah yang lusuh mempertegas
makna tarian ini. Adegan awal pada tarian ini sudah menarik perhatian mata yang melihatnya.
Adegan berikutnya para penari berdialog tentang semangat mereka dalam
menghadapi kehidupan yang keras serta harapan mereka di kehidupan mendatang. Kemudian
mereka kembali menari dengan gerakan meloncat, berputar, menghentakkan kaki dan
melakukan gerakan tangan yang cepat. Penari juga menggunakan property tari keranjang
sampah yang dimainkan, di lempar, di dorong dan dibalik kemudian diduduki atau penari
berdiri di atasnya. Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh keenam penari tersebut lebih
dominan ke gerakan modern dance, namun sang koreografer tetap menyelipkan gerakan tari
tradisional jawa.
Konflik semakin memuncak, tiba pada saat para penari yang menari dengan gerakkan
yang menggambarkan amarah dan tidak bisa mengendalikan diri. Mereka menari dengan
gerakan yang semakin lama semakin cepat namun mereka terlihat tidak menginginkannya.
Musik yang dimainkan dengan tempo yang semakin cepat pula mendukung suasana sehingga
para penonton ikut terbawa dalam suasana tersebut. Penari menari semakin cepat dan cepat
kemudian musik berhenti dan penari ikut berhenti. Totalitas para penari terlihat saat adegan
ini. Setelah para penari berhenti kemudian salah satu penari tersebut berdialog dengan
menahan isak tangis. Dialog ini menggambarkan tentang keluh kesah para pemulung cilik
yang tak kuat menghadapi kehidupan yang begitu keras namun mereka tak bisa berhenti
karena kehidupan terus berjalan. Setelah berdialog para penari kembali menari dengan
gerakan lembut diiringi dengan musik yang sendu, kemudian tarian diakhiri dengan pose para
penari yang jatuh terbaring satu per satu. Musik berhenti, lampu panggung perlahan meredup
dan panggung pun menjadi gelap.

Tarian Kuda Terbang dan Botol Bekas menggambarkan semangat dan persahabatan
para pemulung dalam menghadapi kehidupan yang keras serta mimpi yang tak pernah padam.
Impian mereka yang dianalogikan dengan kuda terbang menggambarkan sebuah keinginan
untuk bebas dan ingin merubah nasib mereka menjadi lebih baik. Semua harapan itu
diabstrakan dalam sebuah tarian yang apik dan gerakan yang cukup variatif. Jika benar-benar
dihayati, tarian ini bisa menghanyutkan suasana penonton pada rasa haru. Meski kebanyakan
gerakan dilakukan secara rampak dan pola gerak yang sederhana namun tarian ini juga
dibungkus dengan pola lantai dan level gerak yang cukup variatif.
Tarian Kuda Terbang dan Botol Bekas berisi perpaduan antara gerak tari modern,
kontemporer dan tari tradisional. Tarian ini tidak hanya diisi dengan gerakan tetapi juga kerap
diisi dengan dialog atau tembang yang dilantunkan oleh salah satu penari. Setelah adegan
pertama kemudian dilanjutkan dengan adegan berdialog yang menggambarkan kelelahan
mereka namun rasa semangat tetap ditanamkan dalam diri mereka meskipun kehidupan yang
mereka alamai sebagai pemulung sangatlah keras, kemudian adegan berikutnya penari menari
menggunakan property keranjang sampah. Keranjang sampah dimainkan sekreatif mungkin
dengan gerakan melempar keranjang, mendorong keranjang, penari yang berdiri di atas
keranjang yang diletakkan dengan posisi dibalik, dan lain sebagainya.
Totalitas para penari dalam menarikan tari Kuda Terbang dan Botol Bekas terlihat
jelas saat mereka menari dengan rampak dan power yang sama dan pada saat mereka
berdialog sampai meneteskan air mata. Sehingga meskipun tarian ini berawal dari ide yang
sederhana namun bisa menunjukkan bahwa tarian ini berkualitas dan memiliki makna dan
nilai sosial yang cukup dalam. Totalitas koreografer juga bisa dilihat dari tema yang dia
ambil, gerakan dan komposisinya serta dekorasi panggung dan musik pengiringnya.
Sang koreografer yang pintar menciptakan dinamika gerak dalam tarian Kuda
Terbang dan Botol Bekas ini meraci alur dan klimaks yang membuat tarian ini menjadi hidup
dan karyanya tidak bisa dipandang hanya dengan sebatas karya, namun karya yang memiliki
makna. Sang koreografer ihai dalam mengubah suasana yang tadinya ceria menjadi
mengharukan sehingga makna dalam tarian ini bisa tersampaikan. Peristiwa ini
menggambarkan bahwa kreatifitas pemuda bangsa itu tanpa batas, Indonesia memiliki
pemuda yang memiliki potensi, contohnya koreografer dan para penari Kuda Terbang dan
Botol Bekas ini. Pertunjukan ini benar-benar memuaskan mata para penikmatnya.

TUGAS KRITIK TARI II


TARI BAMBANGAN CAKIL
Nama : Puput Putriaji
NIM

: 2501412145

JURUSAN PENDIDIKAN SENI DRAMA, TARI DAN MUSIK


FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


2014