You are on page 1of 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


1.2. TUJUAN PENULISAN

BAB III
PEMBAHASAN

3.1. PROFIL JURNAL


1. Judul jurnal
Comparison of the SALT and SMART Triage Systems Using
2.
3.
4.
5.

a Virtual Reality Simulator with Paramedic Students.


Pengarang
David C. Cone, John Serrra and Lisa Kurland.
Sumber
European Journal of Emergency Medicine
Tahun terbit
2011
Abstrak
Tujuan: Virtual Reality System memungkinkan untuk
studi sistem triase korban massal terorganisir dengan
memungkinkan peneliti untuk meniru insiden korban
massal yang sama, dengan korban yang sama, untuk
sejumlah besar penyelamat. Tujuan penelitian adalah
untuk mengembangkan suatu sistem virtual yang nyata
(Virtual Reality System), dan menggunakannya untuk
menilai kemampuan siswa paramedis yang sudah terlatih
dalam simulasi melakukan triase korban menggunakan
dua sistem triase.
Metode: Peneliti
kecelakaan

bus

di

menciptakan
jalan

raya

25

skenario

dalam

virtual

pasien
reality

simulation system. Siswa paramedis dilatih menggunakan


sistem triase SALT (Sort, Assess, Life saving interventions,
Treat and Transport) baru, dan 22 siswa menjalani
simulasi, menerapkan algoritma SALT untuk masingmasing korban. Setelah periode 3 bulan, para siswa dilatih
kembali menggunakan sistem triase SMART, dan setiap
siswa menjalani simulasi kecelakaan yang sama seperti

sebelumnya, namun menggunakan sistem SMART. Input


data dicatat oleh software simulasi dan dianalisis dengan
paired t-tes.
Hasil: Para siswa memiliki akurasi triage rata-rata 70,0%
dengan SALT vs 93,0% dengan SMART (P = 0,0001).
Berarti overtriage adalah 6,8% dengan SALT vs 1,8%
dengan SMART (P = 0,0015), dan berarti undertriage
adalah 23,2% dengan SALT vs 5,1% dengan SMART (P =
0,0001). Rata-rata waktu bagi siswa untuk melakukan
triase 21 menit 3 detik untuk SALT vs 11 menit 59 detik
untuk SMART (P = 0,0001).
Kesimpulan:
Platform
(Software)

virtual

reality

tampaknya menjadi alat penelitian yang layak untuk


memeriksa triase korban massal. Sebuah contoh kecil dari
siswa paramedis yang dilatih menggunakan sistem virtual
reality mampu melakukan simulasi triase pasien lebih
cepat dan dengan akurasi yang lebih besar dengan triase
SMART daripada SALT triase.
6. Kata kunci
Disaster
planning,
emergency

medical

services,

emergency medical technicians, triage.


3.2. ANALISA PICO
1. P (POPULATUON)
Peserta untuk penelitian ini adalah siswa paramedis
di sebuah pusat pelatihan EMS regional di selatan
Connecticut,

USA.

Semua

peserta

setidaknya

telah

disertifikasi Emergency Medical Technician-Basic sebelum


memulai program, tetapi memiliki jumlah yang bervariasi
dari pengalaman lapangan. Ada 23 siswa di kelas awalnya,
dengan satu siswa mengundurkan diri dari kelas sebelum
menyelesaikan program ini. Para siswa direkrut secara
sukarela, tanpa insentif keuangan atau lainnya untuk

mengambil bagian dalam studi ini, dan izin tertulis


diperoleh dari masing-masing peserta studi.

2. I (INTERVENTION)
3. C (COMPARATION)
4. O (OUTCOME)
3.3. KRITIK JURNAL