Вы находитесь на странице: 1из 13

PENALARAN

DALAM
MATEMATIKA

Kompetensi yang akan diperoleh pada akhir


bab ini adalah bahwa mahasiswa diharapkan
mampu memahami proses penalaran dalam
matematika
dan
memahami
cara
pengambilan keputusan berdasarkan logika
matematika

A. Penalaran Induktif dan


Deduktif

Pengertian Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak
pada pengamatan indra yang menghasilkan
sejumlah konsep dan pengertian.
Proses
berpikir

Proposisi

Metode Penalaran
1.
Penalaran induktif
2.
Penalaran deduktif

Konklusi

1.

2.

Penalaran Induktif
Penalaran induktif merupakan proses berpikir di mana
kita menyimpulkan bahwa apa yang kita ketahui benar
untuk kasus-kasus khusus, juga akan benar untuk
semua kasus yang serupa dengan yang tersebut tadi
untuk hal-hal tertentu.
contoh:
pengalaman menjumlahkan dua buah bilangan negatif
selalu menghasilkan bilangan negatif sehingga
diperoleh konklusi bahwa hasil setiap penjumlahan
bilangan negatif menghasilkan bilangan negatif juga.
Penalaran Deduktif
Deduksi yang berasal dari kata de dan ducere, yang
berarti proses penyimpulan pengetahuan khusus dari
pengetahuan yang lebih umum atau universal.
Contoh :
Semua manusia pasti mati (proposisi 1)
Sokrates adalah manusia. (proposisi 2)
Sokrates pasti mati. (konklusi)

B. Sistem Matematika

Definisi sistem
Sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang
saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam
melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu
tujuan
Sistem dalam matematika
Unsur utama sistem dalam matematika adalah
penalaran deduktif yang bekerja atas dasar asumsi
yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan
diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran
sebelumnya.

C. Logika

Logika sering kali diartikan sebagai ilmu untuk


berfikir dan menalar dengan benar
Proses menalar dapat dilakukan tidak hanya pada
satu proposisi sehingga perlu digunakan operator
logika
untuk
membuat
proposisi
majemuk
(penggabungan proposisi)
Beberapa operator logika antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.

Negasi (NOT)
Konjungsi - Conjunction (AND)
Disjungsi - Disjunction (OR)
Implikasi (JIKA MAKA)
Bikondisional (JIKA DAN HANYA JIKA)

Tabel
kebenaran
dapat
digunakan
untuk
menunjukkan bagaimana operator-operator tsb
menggabungkan proposisi-proposisi.

Negasi
(not)
Simbol:

Konjungsi
(and)
Simbol:

P
P
true false
false true
P
true
true
false
false

Q
true
false
true
false

PQ
true
false
false
false

Disjunction
(or)
Simbol:

P
true
true
false
false

Q
true
false
true
false

PQ
true
true
true
false

Implikasi
Simbol :

P
true
true
false
false

Q
true
false
true
false

PQ
true
false
true
true

Bikondisional ( jika dan hanya


jika)
Simbol :

P
true
true
false
false

Q
true
false
true
false

PQ
true
false
false
true

Sifat-sifat operasi dalam logika:


Komutatif : p q q p
pq q p

Asosiatif : p q r p q r

p q r p q r

p q r p q p r
p q r p q p r

Distributif:

De Morgan p q
: p q

Identitas :

p q p q
p S p
p B B
p B p
p S S

p q p q

Negasi dari implikasi

p q p q

Konvers, invers, kontraposisi


jika diketahui implikasi p: q
konvers
:q p
invers
: p q
kontraposisi q :p

Kuantor
Kuantor umum :
yang berarti semua atau setiap
negasi : ada atau beberapa
Kuantor khusus :
yang berarti ada atau beberapa
negasi : semua atau setiap

Modus ponens
penarikan kesimpulan berdasarkan prinsip p
benar dan p benar maka pasti q benar

Modus tollens
penarikan kesimpulan berdasarkan prinsip p
q benar dan q salah maka pasti p salah
Silogisme
penarikan kesimpulan berdasarkan prinsip p
q benar dan q
r benar, maka p
r benar

Selain menggunakan tabel kebenaran sebagai


proses penarikan kesimpulan, dapat digunakan pula
proses penarikan kesimpulan lain seperti di atas

TUGAS!!
1.

2.

3.

Buatlah contoh penarikan kesimpulan menggunakan proses


penalaran :
a.
Penalaran induktif
b.
Penalaran deduktif
Tentukan nilai x agar konjungsi/disjungsi di bawah ini bernilai benar :
a.
2x-5=7 dan 13 adalah bilangan prima
b.
5x+2=12 atau 2 bukan bilangan prima
Buktikan
p qekuivalensi
p p qdi bawah ini menggunakan tabel kebenaran :
a.

b.
4.

Tentukan konvers, invers, dan kontraposisi dari :


p p q
a.

b.
5.

p q r q p r

p q q

Tentukan negasi dari :


a.
terdapat x A sehingga x < 4
b.
jika matematika sulit, maka tidak ada yang mempelajarinya