You are on page 1of 18

D

E
F
E

E
S
N

C
E

M
S
I
N
A
H

CONTOH KASUS
Seorang anak laki laki berusia 8 tahun,
setelah menyaksikan peristiwa kejahatan
mendadak mengeluh sulit tidur, sering terbangun
malam, bila makan merasa mual. Penglihatannya makin
lama kian kabur dan akhirnya ia tidak dapat melihat sama
sekali. Kondisinya secara umum berangsur pulih namun
ia belum bisa melihat kembali sampai akhirnya dibawa
berobat. Dokter mata mengatakan bahwa kondisi
matanya sehat, sehingga ia dikirim ke klinik psikiatri.

BAGAIMANA PENJELASAN
KASUS TERSEBUT?
Biasanya organ dinyatakan patologis bila ada kelainan
atau kerusakan. Jiwa =?
Gejala ada
-> anatomi normal, fungsinya terganggu
Abnormalitas berkaitan dengan situasi & budaya
tertentu
Berubahnya fungsi organ (yang tampak pada perilaku,
perasaan dan pikiran), dapat dicetuskan oleh:
A. Faktor ORGANIK
B. Faktor PSIKOLOGIK
C. A + B

BERBAGAI UNSUR ESENSIAL


(HUBUNGAN ANTARA GONCANGAN JIWA &
FUNGSI TUBUH)
Peristiwa yang goncangkan emosi dapat mencetuskan
gangguan fungsi atau penyakit pada tubuh.
Respons emosional biasanya disertai perubahan
fisiologik tertentu (jijik+mual, dll)
Respons fisik dapat berkepanjangan
penyakit jasmani & jiwa
Sikap, perilaku, perkataan dokter:
berperan penting dalam perbaikan & memburuknya
kondisi pasien.

UNTUK MENJELASKAN:
MODEL PSIKODINAMIK
Apakah Dinamik??

Konsep ilmiah mempelajari peristiwa2 :


* struktur
* kekuatan
* arah
Ketiga elemen :
* inter-related
* inter-dependent
Hukum ilmiah diterapkan pada peristiwa-peristiwa fisik

PSIKODINAMIKA UNTUK APA?


Menemukan gejala dan menentukan diagnosis
Mencapai hasil terapi yang diinginkan
Mengerti dan memahami pasien melalui keluhan dan gejalanya
Melengkapi tatalaksana pasien secara komprehensif

APAKAH PSIKODINAMIKA?
Pendekatan konseptual yang memandang
proses-proses mental sebagai gerakan dan
interaksi kuantitas2 energi psikis yang
berlangsung intra-individu & inter-individu
* struktur (kepribadian)
* kekuatan (the drive, instinct, libido)
* gerakan (movement, action)
* tujuan
* pertumbuhan (growth)
* perkembangan
(development)
7

STRUKTUR

Cs

Ego
S.E

UCs
Equilibrium, homeostasis
Drive, instinct, libido
Epigenesis
Pleasure & reality
principles
Konflik, fiksasi,

Id

PSIKODINAMIKA
Pendekatan Konseptual
Cara pandang fenomena psikologik
Semua perilaku manusia ada maknanya
Masa lalu pengaruhi masa kini, berguna
untuk memahami hal-hal yang terjadi
pada masa kini
Sebabakibat bukan garis liniar
Multifaktorial
Kesehatan = konsep yang relatif
Pendekatan ini bermanfaat untuk
memahami pasien & terapi secara
komprehensif

MEKANISME ADAPTASI
Individu :
Penuhi kebutuhan X Masalah
Kemampuan ~ Batas
Lingkungan + atau Tercapai tujuan
Hindari/minimalkan kegagalan
Kemampuan
Kurang berhasil dalam realitas Bergeser
fantasi

10

APA YANG DILAKUKAN BILA


HADAPI MASALAH ?
(a) Perubahan situasi
(Pernah tahu cara atasi)
(Baru
eksperimen)
(b) Menghindar
a+b:
Berhasil
aman & puas
kurang berhasil sisa
* Ketidakamanan
* Ketidakpuasan
(c) Berusaha dan belajar
hidup dengan ketidakamanan dan
ketidakpuasan

11

UNTUK MENGHADAPI MASALAH:


SEPERANGKAT CARA/METODE/TEKNIK
DIKERAHKAN/DIGUNAKAN BILA DIANGGAP/ DIPERKIRAKAN
EFEKTIF
-> MEKANISME DEFENSI

Arti luas:
semua cara
penanggulangan:
* rasional &
irasional
* sadar & nirsadar
* realistik &
fantastik

Arti sempit:
mekanisme ego u/
* singkirkan ansietas
* yg mgd. potensi
patogen (shift to
fantasy):
# cara banyak,
tidak disadari, irasional
12

BAGAIMANA BILA
MENGHADAPI MASALAH?
Equilibrium terganggu -> stres
kerahkan semua cara penanggulangan:
* rasional &
irasional
*
sadar & nirsadar
* realistik & fantastik
perubahan (fisik & mental)
penyesuaian baru : berhasil & tidak
adaptasi
baru

stres

13

DEFENCE MECHANISM
Mature Defenses
Narcissistic Defenses
Immature Defenses
Neurotic Defenses

MATURE DEFENSES
- Altruism
- Sublimation
- Humor
- Supression
- Anticipation
- Asceticism

NARCISSISTIC DEFENSES
- Denial
- Projection
- Distortion

IMMATURE DEFENSES
- Acting out
- Blocking
- Hypochondriasis
- Introjection
- Passive Aggressive Behavior
- Regression
- Somatization

NEUROTIC DEFENSES
-

Controlling
Displacement
Inhibition
Isolation
Rationalization
Reaction formation
Repression
Dissociation