You are on page 1of 90

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pupuk merupakan setiap bahan yang diberikan ke dalam tanah atau
disemprotkan pada tanaman dengan maksud untuk menambah unsur
hara yang diperlukan oleh tanaman. Pengertian lain dari pupuk adalah
suatu bahan yang diberikan ke dalam tanah dan atau tanaman dengan
maksud untuk mengubah kondisi fisik, kimia, dan hayati dari tanah dan
atau tanaman sehingga sesuai dengan tuntutan tanaman.
Demikian pula pemberian urea dalam tanah yang miskin akan
meningkatkan kadar N dalam tanah tersebut. Semua usaha tersebut
dinamakan

pemupukan.

Dengan

demikian

bahan

kapur,

legin,

pembenah tanah dan urea disebut pupuk. Namun menurut beberapa


pengertian

pupuk

dibatasi

menjadi

pengertian

secara

khusus.

Pengertian pupuk secara khusus ialah suatu bahan yang mengandung


satu atau lebih hara tanaman. Dengan demikian kapur tidak termasuk
dalam kategori pupuk berdasarkan pengertian secara khusus.
Bahan pupuk selain mengandung hara tanaman umumnya mengandung
bahan lain, yaitu:
1. Zat pembawa atau karier (carrier). Contoh: Double superfosfat
(DS): zat pembawanya adalah CaSO4 dan hara tanamannya
fosfor (P).
2. Senyawa-senyawa

lain

berupa

kotoran

(impurities)

atau

campuran bahan lain dalam jumlah relatif sedikit. Misalnya ZA


(Zwavelzuure Amoniak) sering mengandung kotoran sekitar 3%
sekitar khlor, asam sulfat (H2SO4).
3. Bahan mantel (coated) ialah bahan yang melapisi pupuk dengan

maksud agar pupuk mempunyai nilai lebih baik misalnya


kelarutannya berkurang, nilai higroskopisnya menjadi lebih
rendah dan mungkin lebih menarik. Bahan yang digunakan untuk
selaput berupa aspal, lilin, malam, wax dan sebagainya. Pupuk
yang bermantel harganya lebih mahal dibandingkan tanpa
mantel.
4. Filler (pengisi). Pupuk majemuk atau pupuk campur yang
kadarnya tinggi sering diberi filler agar ratio fertilizernya dapat
tepat sesuai dengan yang diinginkan, juga dengan maksud agar
mudah disebar lebih merata.
Berdasarkan pada proses terjadinya, pupuk dapatdi golongkan menjadi
2 golongan, ke 2 golongan itu adalah sebagai berikut:
1. Pupuk Buatan: Adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan
meramu bahan kimia (anorganik) dengan kadar hara yang tinggi.
2. Pupuk Alam: Adalah pupuk yang terjadi dari akibat mekanisme
alam terhadap bahan - bahan alami melalui proses degradasi dan
dekomposisi.

Berdasarkan pada kandungan kimia dari bahan pupuknya pupuk dapat


digolongkan menjadi 2, ke 2 golongan pupuk tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Pupuk Organik: Yaitu pupuk yang terdiri dari senyawa-senyawa
organik seperti C, H, dan O.
2. Pupuk Anorganik: Yaitu pupuk yang tersusun atas senyawasenyawa anorganik.

Pengelompokan pupuk
Pupuk dapat dikelompokan menjadi 3 bagian, antara lain:
1. Pupuk alam dan buatan; Pupuk alam antara lain: pupuk kandang,
pupuk hijau, dan pupuk kompos. Pupuk buatan adalah pupuk
yang dibuat oleh pabrik dengan meramu bahan kimia (anorganik)
dengan kadar hara yang tinggi, sedangkan pupuk alam adalah
pupuk yang terbuat secara alami melalui proses degradasi dan
dekomposisi.
2. Pupuk menurut unsur yang terkandung; Menurut unsur yang
terkandung, pupuk dapat dibedakan sebagai pupuk nitrogen.
Contohnya, pupuk urea, ZA, NPK, dan lain-lain.
3. Pupuk organik dan anorganik; Pupuk organik yaitu terdiri atas
senyawa-senyawa

organik

(C,

H,

O).

Sedangkan

pupuk

anorganik tersusun atas senyawa-senyawa anorganik.

B. Tujuan
Makalah ini bertujuan agar mahasiswa dapat:
1. Mengenal berbagai macam pupuk dan dapat membedakannya
2. Mengetahui sifat masing-masing pupuk dalam hal warna, bentuk,
pH, sifat, higroskopis, kelarutan, kadar hara, macam pupuk.
3. Membuat pupuk campur dari pupuk tunggal yang ada.
4. Dapat melakukan pengapuran dengan metode SMP dan Al-dd

II TINJAUAN PUSTAKA
1. Pupuk dan Sifat-sifatnya
Pupuk mengenal istilah makro dan mikro. Meskipun belakangan ini
jumlah pupuk cenderung makin beragam dengan aneka merek, kita
tidak

akan

terkecoh. Apapun

namanya

dan

Negara

manapun

pembuatnya, dari segi unsur yang dikandungnya tetap saja hanya ada
dua golongan pupuk yaitu pupuk makro dan pupuk mikro.
Sebagai

patokan

dalam

membeli

pupuk

adalah

unsur

yang

dikandungnya. Termasuk dalam pengertian ini adalah pemberian bahan


kapur dengan maksud untuk meningkatkan pH tanah yang masam,
pemberian legin bersama benih tanaman kacang-kacangan serta
pemberian pembenah tanah (soil conditioner) untuk memperbaiki sifat
fisik tanah. Demikian pula pemberian urea dalam tanah yang miskin
akan meningkatkan kadar N dalam tanah tersebut.
Semua usaha tersebut dinamakan pemupukan. Dengan demikian bahan
kapur, legin, pembenah tanah dan urea disebut pupuk. Dalam
pengertian yang khusus pupuk ialah suatu bahan yang mengandung
satu atau lebih hara tanaman. Dengan pengertian ini, dari kegiatan yang
disebutkan di atas hanya urea yang dianggap pupuk karena bahan
tersebut yang mengandung hara tanaman yaitu nitrogen.
Bahan pupuk selain mengandung hara tanaman umumnya mengandung
bahan lain, yaitu:
1. Zat pembawa atau karier (carrier). Double superfosfat (DS): zat
pembawanya adalah CaSO4 dan hara tanamannya fosfor (P).

2. Senyawa-senyawa

lain

berupa

kotoran

(impurities)

atau

campuran bahan lain dalam jumlah relatif sedikit. Misalnya ZA


(zwavelzuure amoniak) sering mengandung kotoran sekitar 3%
berupa khlor, asam bebas (H2SO4) dan sebagainya.

3. Bahan mantel (coated) ialah bahan yang melapisi pupuk dengan


maksud agar pupuk mempunyai nilai lebih baik misalnya
kelarutannya berkurang, nilai higroskopisnya menjadi lebih
rendah dan mungkin agar lebih menarik. Bahan yang digunakan
untuk selaput berupa aspal, lilin, malam, wax dan sebagainya.
Pupuk yang bermantel harganya lebih mahal dibandingkan tanpa
mantel.

4. Filler (pengisi). Pupuk majemuk atau pupuk campur yang


kadarnya tinggi sering diberi filler agar ratio fertilizer nya dapat
tepat sesuai dengan yang diinginkan, juga dengan maksud agar
mudah disebar lebih merata
Higroskopisitas adalah mudah tidaknya
pupuk menyerap uap air yang ada di udara.6. B
Pupuk yang higroskopis kurang baik karena

mudah menjadi basah atau mencair bila tidak

tertutup.

k
e
l
e

mbapan
udara
menurun,
pupuk da

7. menjadi kering kembali tetapi terjadi bongkah-bongkah yang


keras. Pada suhu
8.
9. udara rata-rata berbagai jenis pupuk mulai menarik uap air pada
kelembapan nisbi
10.
11. udara lebih dari 50 %. Di Indonesia kelembapan nisbi udara ratarata sekitar 80
12.
13. %, sehingga pupuk yang mudah menarik air (higroskopis) seperti
urea akan
14.

16.

15. menjadi

rusak

kalau

tidak

disimpan

17. Untuk

dengan baik.

mengurangi

18.
19. higroskopisitas tersebut biasanya pupuk dibuat menjadi butirbutiran sehingga
20.

24.

21. luas

permukaan

menjadi berkurang.

yang

menarik

air

25.
26.

22. .

27.

23.

28.

29.

31.

30. 7

32. Kadang-kadang
butiran

33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41. tersebut juga diberi lapisan penahan air, yang hanya dapat
menyerap air jika kadar
42.
43. air cukup banyak.
44.
45.
46.
47.
48. Kelarutan, menunjukkan mudah tidaknya pupuk larut dalam air
dan
49.
50. mudah tidaknya unsur yang terdapat dalam pupuk diambil oleh
tanaman.
51.
52. Umumnya pupuk N dan K mudah sekali larut dalam air,
sedangkan pupuk P dapat
53.
54. dibedakan menjadi (1) mudah larut dalam air (superpospat), (2)
larut dalam asam
55.
56. sitrat atau ammonium sitrat (FMP Fused Magnesium

Phosphate) dan (3) larut


57.
58. dalam asam keras (fosfat alam).
59.
60.
61.
62.
63. Daya Kristalisasi : Daya kristalisasi kelembaban dimana pupuk
tersebut
64.
65. disimpan. Apabila suhu dan kelembaban rendah maka daya
pengkristalan pupuk
66.
67. akan tinggi. Daya pengkristalan ini bisa dikurangi dengan
pemakaian bahan68.
69. bahan yang disebut conditioner. Conditioner ini diberikan pada
saat pembentukan
70.
71. pupuk.
72.
73.
74.
75.
76. Pupuk Tunggal
77.
78. Pupuk tunggal adalah pupuk yang tersusun atas senyawasenyawa
79.

80. anorganik dengan kandungan unsur hara utamanya (hara makro)


satu macam,
81.
82. misalnya N, P, atau K.
83.
84.
85.
86. Pupuk Kompos
87.
88.
89. Pupuk kompos merupakan bahan-bahan organik yang telah
mengalami
90.
91. pelapukan, seperti jerami, alang-alang, sekam padi, dan lain-lain
termasuk kotoran
92.
93.
94.
95.
96. 8

97.
98.
99.
100.
101.
102.
103.
104.
105.

hewan. Sebenarnya pupuk hijau dan seresah dapat

dikatakan sebgai pupuk


106.
107.

kompos. Tetapi sekarang sudah banyak spesifikasi

mengenai kompos. Biasanya


108.
109.

orang lebih suka menggunakan limbah atau sampah

domestik yang berasal dari


110.
111.

tumbuh-tumbuhan dan bahan yang dapat diperbaharui

yang tidak tercmpur logam


112.
113.

dan plastik. Hal ini juga diharapkan dapat menanggulangi

adanya timbunan
114.
115.

sampah yang menggunung serta megurangi polusi dan

pencemaran di perkotaan.
116.
117.
118.
119.

Pupuk Kandang

120.
121.

Pupuk kandang mempunyai keuntungan sifat yang lebih

baik daripada pupuk


122.
123.

organik lainnya apalagi dari pupuk anorganik, yaitu :

124.
125.
126.

1. Pupuk kandang merupakan humus banyak

mengandung unsur-unsur
127.
128.

organik yang dibutuhkan di dalam tanah. Oleh karena itu

dapat
129.
130.

mempertahankan struktur tanah sehingga mudah diolah

dan banyak
131.
132.

mengandung oksigen. Penambahan pupuk kandang dapat

meningkatkan
133.
134.

kesuburan dan poduksi pertanian. Hal ini disebakan tanah

lebih banyak
135.
136.

menahan air lebih banyak sehingga unsur hara akan

terlarut dan lebih


137.
138.

mudah diserap oleh bulu akar.

139.
140.

2. Sumber hara makro dan mikro dalam keadaan

seimbang yang sangat

141.
142.

penting unuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Unsur mikro yang


143.
144.

tidak terdapat pada pupuk lainnya bisa disediakan oleh

pupuk kandang,
145.
146.

misalnya S, Mn, Co, Br, dan lain-lain

147.
148.

149.
3. Pupuk kandang banyak

mengandung mikrooganisme

150.

yang

dapat

151.
152.

membantu pembentukan humus di dalam tanah dan

mensintesa senyawa
153.
154.

tertentu yang berguna bagi tanaman, sehingga pupuk

kandang merupakan
155.
156.
157.
158.

159.
160.
161.
162.
163.
164.
165.
166.
167.

suatu pupuk yang sangat diperlukan bagi tanah dan

tanaman dan
168.
169.

keberadaannya dalam tanah tidak dapat digantikan oleh

pupuk lain.
170.
171.
172.

Pupuk Cair

173.
174.
175.

Pupuk oganik bukan hanya berbentuk padat dapat

berbentuk cair seperti


176.
177.

pupuk anorganik. Pupuk cair sepertinya lebih mudah

dimanfaatkan oleh tanaman


178.
179.

karena unsur-unsur di dalamnya sudah terurai dan tidak

dalam jumlah yang terlalu


180.
181.
182.

banyak sehingga manfaatnya lebih cepat terasa.

183.
184.

Bahan baku pupuk cair dapat berasal dari pupuk padat

dengan perlakuan
185.
186.

perendaman. Setelah beberapa minggu dan melalui

beberapa perlakuan, air


187.
188.

rendaman sudah dapat digunakan sebagai pupuk cair.

189.
190.
191.

Penggunaan pupuk cair dapat memudahkan dan

menghemat tenaga.
192.
193.

Keuntungan pupuk cair antara lain :

194.

204.

195.

205.

196.

1.

197.
198.

206.
cepat

2.

199.

207.
208.

200.

penggunaanya sekaligus melakukan

perlakuan penyiraman sehingga dapat

201.

209.

202.

210.

203.

pengerjaan pemupukan akan lebih

3.

menjaga kelembaban tanah

211.
212.

aplikasinya bersama pestisida organik

berfungsi sebagai pencegah dan


213.
214.
215.

pemberantas penggangu tanaman.

216.

224.

217.

225.

218.

226.

219.

227.

220.

228.

221.

229.

222.

230.

223.

231.

10

232.
233.
234.
235.
236.
237.
238.
239.
240.

2. Pencampuran Pupuk

241.
242.
243.

Kemampuan tanah untuk menyediakan nutrien tersedia

bervariasi besar,
244.
245.

juga kebutuhan mineral tanaman yang berbeda cukup

bervariasi. Dalam rangka


246.
247.

menyediakan nutrien bagi bermacam-macam tanaman

dengan kebutuhan berbeda,


248.
249.

pupuk yang berisi dua atau lebih unsur penting disiapkan

dalam berbagai derajat


250.
251.

yang berbeda. Mereka dikenal sebagai pupuk campuran,

dan dibuat dengan


252.
253.

mencampur dua atau lebih pembawa pupuk yang terpisah.

254.
255.

Mempersiapkan pupuk campuran dapat di kerjakan

dengan cara yang


256.
257.

relatif sederhana, khususnya bila campuran terdapat pada

derajatr yang rendah


258.
259.

(misalnya pupuk yang mengandung presentase nitrogen

yang rendah). Mereka


260.
261.

dibuat dari bahan campuran penting yang cocok dan yang

besar menentukan
262.
263.

derajat atau susunan yang dinginkan. Terdapat

perlengkapan yang mencampur


264.
265.

massa pupuk. Dalam pemakaiannya pupuk buatan terbukti

mempunyai kelebihan
266.
267.

yang positif daripada pupuk organik, seperti pupuk

kandang, air kotoran dari


268.
269.

kandang, kotoran manusia dan kompos sebagai berikut

(Hardjodinomo, 1970).
270.
271.

Dengan pupuk buatan kita dapat memberikan berbagai zat

makanan tanaman
272.
273.

dalam jumlah dan perbandingan yang kita kehendaki.

Pemberian pupuk ke dalam


274.

275.

tanah merupakan salah satu cara untuk mengatasi

masalah berkurangnya unsur


276.
277.

hara dalam tanah yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk

dapat dibedakan menjadi


278.
279.

pupuk alam dan pupuk buatan. Pupuk alam adalah pupuk

yang langsung didapat


280.
281.

dari alam misalnya fosfat alam, pupuk organik (pupuk

kandang, kompos, pupuk


282.
283.

hijau), sedangkan pupuk buatan adalah pupuk yang dibuat

di pabrik dengan jenis


284.
285.

dan kadar unsur haranya sengaja ditambahkan dalam

pupuk tersebut dalam jumlah


286.
287.

tertentu. Pupuk buatan yang secara umum digunakan

dalam usaha pertanian


288.
289.
290.
291.

11

292.
293.
294.
295.
296.
297.
298.
299.
300.

antara lain: Urea, ZK, SP-36, KCl, ZA, dan TSP (Lingga P

dan Marsono, 2000).


301.
302.

Keadaan unsur hara dalam tanah dipengaruhi oleh

beberapa faktor, antara lain:


303.
304.

kecepatan pelapukan mineral tanah, sifat bahan induk,

keadaan tanaman yang


305.
306.

hidup di atasnya, dan laju pencucian oleh air hujan

(Rosmarkam, 2002). Unsur


307.
308.

hara dalam tanah dapat menjadi berkurang atau hilang

karena Terserap oleh


309.
310.

tanaman dan selanjutnya terbawa keluar ketika panenan

berlangsung.
311.
312.

Biasanya untuk memupuk beberapa jenis pupuk sengaja

dicampur yang
313.

314.

tujuannya akan menghemat waktu, tenaga dan biaya yang

dike;uarka. Perlu
315.
316.

diingat bahwa untuk mencampur pupuk harus hati-hati,

karena beberapa pupuk


317.
318.

menjadi rusak kalau dicampur atau tidak dapat disimpan

lama setelah
319.
320.

pencampuran.

321.
322.

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam

membuat pupuk campur


323.
324.

adalah:

325.
326.

1. Pupuk yang akan di campur harus berfasa sama

327.
328.

2. Tidak menimbulkan efek campuran yang merugikan

tanaman
329.
330.

3. Pencampuran pupuk harus dilakukan dalam keadaan

kering
331.
332.

4. Kandungan haranya harus dihitung

333.
334.

5. Kekurangan bahan pupuk dapat diisi dengan bahan

pengisi yang berbentuk


335.

336.

serbuk, tanah kering dan abu gosok.

337.
338.

Keuntungan dari pupuk campur ini antara lain:

339.
340.

1. Dapat menggantikan pupuk majemuk NPK yang relatif

mahal
341.
342.

2. Dalam sekali pemupukan unsur hara yang diberikan

sudah terlengkapi
343.
344.

3. Murah harganya, serta meningkatkan kreatifitas

pemupukan
345.
346.
347.
348.
349.
350.
351.
352.

12

353.
354.
355.
356.
357.
358.
359.
360.
361.

Unsur hara yg diperlukan tanaman adalah: Karbon (C),

Hidrogen (H),
362.
363.

Oksigen (O), Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Sulfur

(S), Kalsium (Ca),


364.
365.

Magnesium (Mg), Seng (Zn), Besi (Fe), Mangan (Mn),

Tembaga (Cu), Molibden


366.
367.

(Mo), Boron (B), Klor (Cl), Natrium (Na), Kobal (Co), dan

Silikon (Si)
368.
369.

(Rosmarkam, 2002).

370.
371.

Pemberian pupuk ke dalam tanah merupakan salah satu

cara untuk
372.
373.

mengatasi masalah berkurangnya unsur hara dalam tanah

yang dibutuhkan oleh


374.
375.

tanaman. Pupuk dapat dibedakan menjadi pupuk alam dan

pupuk buatan. Pupuk


376.
377.

alam adalah pupuk yang langsung didapat dari alam

misalnya fosfat alam, pupuk


378.
379.

organik (pupuk kandang, kompos, pupuk hijau),

sedangkan pupuk buatan adalah


380.
381.

pupuk yang dibuat di pabrik dengan jenis dan kadar unsur

haranya sengaja
382.
383.

ditambahkan dalam pupuk tersebut dalam jumlah tertentu.

Pupuk buatan yang


384.
385.

secara umum digunakan dalam usaha pertanian antara

lain: Urea, ZK, SP-36, KCl,


386.
387.

ZA, dan TSP (Lingga dan Marsono, 2000).

388.
389.
390.
391.

3. Pengapuran

392.
393.
394.

Pengapuran merupakan salah satu cara untuk

memperbaiki tanah yang


395.
396.

bereaksi asam atau basa. Tujuan dari pengapuran adalah

untuk menaikkan pH

397.
398.

tanah sehingga karenanya unsur-unsur hara menjadi lebih

tersedia, memperbaiki
399.
400.

struktur tanahnya sehingga kehidupan organisme dalam

tanah lebih giat, dan


401.
402.

menurunkan kelarutan zat-zat yang sifatnya meracuni

tanaman dan unsur lain


403.
404.

tidak banyak terbuang.

405.
406.
407.

Kapur banyak mengandung unsure Ca tetapi pemberian

kapur ke dalam
408.
409.

tanah pada umumnya bukan karena tanah kekurangan

unsure Ca tetapi karena


410.
411.
412.
413.

13

414.
415.
416.
417.
418.
419.
420.
421.
422.

tanah terlalu masam. Oleh karena itu pH tanah perlu

dinaikkan agar unsure-unsur


423.
424.

hara seperti P mudah diserap tanaman dan keracunan Al

dapat dihindari.
425.
426.
427.

Pengertian asam di sini adalah suatu senyawa yang bila di

larutkan ke
428.
429.

dalam air akan menghasilkan proton atau hidrogen.

Sedangkan basa adalah


430.
431.

senyawa yang menghasilkan ion hidroksil jika di larutkan

dalam air. Di dalam


432.
433.

tanah, apabila kepekatan ion hidrogen atau di sebut pula

proton yang beredar di


434.
435.

dalam tanah lebih sedikit, maka rekasi tanah tersebut

menjadi asam dan apabila

436.
437.

sebaliknya, tanah tersebut menjadi basa.

438.
439.
440.

Besarnya tingkat keasaman dan kebasaan tanah di

nyatakan dalam bentuk


441.
442.

gram mol per liter yang di tulis dalam bentuk pecahan,

misalnya 1/10 gram


443.
444.

mol/liter atau 1/100.000.000.000.000 gram mol/liter.

Angka-angka tersebut bisa


445.
446.

juga di tulis sebagai angka 10 berpangkat seperti 10 -7

(logaritma 7 negatif).
447.
448.

Angka log negative dari kepekatan ion hidrogen

merupakan derajat kemasaman,


449.
450.

yaitu reaksi tanah yang di lambangkan dengan pH

singkatan dari Potential of


451.
452.

Hydrogen.

453.
454.
455.

Derajat kemasaman yang di lambangkan oleh pH berkisar

antara 1 sampai
456.
457.

14. angka satu menunjukkan kepekatan ion hidrogen pada

tanah adalah 10 -1 atau


458.
459.

1/10 gram mol/liter, angka dua menunjukkan kepekatan ion

hidrogen pada tanah


460.
461.

adalah 10 -2 atau 1/100 gmol/liter dan seterusnya sampai

14.
462.
463.
464.

Pada angka yang di tunjukkan oleh pH, jika angka lebih

kecil dari 7 (1-7)


465.
466.

maka tanah tersebut bersifat masam, dan bila angka lebih

besar dari 7 (7-14) maka


467.
468.
469.
470.
471.
472.
473.
474.

14

475.
476.
477.
478.
479.
480.
481.
482.
483.

tanah tersebut bersifat basa. Sedangkan untuk tanah

normal, angka yang di


484.
485.

lambangkan oleh pH adalah 7.

486.
487.
488.

Cara menentukan keasaman tanah

489.
490.
491.

Untuk menetukan tingkat kemasaman tanah, maka alat

yang bisa di
492.
493.

gunakan di antaranya adalah kertas lakmus dan Soil

Tester/pH tester. Adapun cara


494.
495.

menggunakan alat-alat tersebut adalah sebagai berikut :

496.
497.
498.
499.
500.

a) Kertas lakmus

501.

Untuk kertas lakmus ini, tahap pemakainnya adalah

sebagai berikut:
502.
503.
504.

1. Ambil tanah sample yang akan di ukur derajat

kemasamannya
505.
506.
507.

2. Larutkan tanah tersebut ke dalam aquadest (dalam

wadah)
508.
509.
510.

3. Biarkan tanah terendam sampai airnya bening kembali

511.
512.
513.

4. Setelah airnya bening, pindahkah air yang bening ke

wadah yang lain.


514.
515.
516.

5. Ambil sedikit kertas lakmus dan celupkan ke dalam air

tersebut
517.
518.
519.

Setelah beberapa saat, lihat perubahan warna pada kertas

lakmus tersebut
520.
521.

dan cocokkan dengan warna skala pada pembungkus

kertas lakmus yang biasanya


522.

523.

di lengkapi angka masing-masing pH.

524.
525.
526.
527.
528.
529.
530.
531.
532.
533.
534.
535.
536.

15

537.
538.
539.
540.
541.
542.
543.
544.
545.

b) Soil tester atau pH tester

546.
547.
548.

Untuk alat ini pemakaiannya cukup mudah, yaitu tinggal

menancapkan alat yang


549.
550.

mirip pasak ini kedalam tanah sesuai batas yang di

anjurkan, kemudian tinggal


551.
552.

melihat angka-angka jarum skala yang ada pada bagian

atas alat tersebut.


553.
554.
555.

Pangapuran pada tanah masam

556.
557.
558.

Pada umumnya, pH tanah yang dikehendaki untuk

pertumbuhan tanaman
559.
560.

agar optimal adalah pH tanah netral yaitu 6,5-7,0 karena

pada kondisi pH netral

561.
562.

unsur hara dapat tersedia secara optimal dan

mikroorganisme dapat berkambang


563.
564.

dengan maksimal (Foth, 1995).

565.
566.
567.

Untuk tanah-tanah yang bersifat masam agar pH-nya

meningkat mendekati
568.
569.

netral, maka di perlukan pengapuran. Besarnya

pengapuran tergantung dari :


570.
571.
572.

1. Angka pH tanah yang ingin dicapai

573.
574.

2. Jenis kapur yang diberikan yang di nyatakan dengan

kandungan setara
575.
576.

CaCO3

577.
578.

3. Besarnya ukuran partikel kapur. Semakin halus kapur,

semakin sedikit
579.
580.

kapur yang di berikan.

581.
582.

4. Kelas tekstur tanah. Semakin tinggi kandungan liat

tanah, semakin tinggi


583.

584.

kapur yang di berikan.

585.
586.
587.

Sedangkan cara mengapur tanah masam itu sendiri ada

beberapa tahap yang


588.
589.

harus di lalui dengan susah payah, yaitu :

590.
591.
592.
593.
594.
595.
596.
597.

16

598.
599.
600.
601.
602.
603.
604.
605.
606.

1. Persiapkan kapur sesuai dosis yang telah di tentukan.

607.
608.

2. Bersihkan lahan yang akan di kapur dari rumput atau

tanaman pengganggu
609.
610.

lainnya.

611.
612.

3. Cangkul / bajak tanah secara keseluruhan.

613.
614.

4. Bagi lahan dalam beberapa petak. Misalnya lahannya

adalah satu hektar,


615.
616.

maka bagi menjadi 40 petakan, yang berarti tiap petak

akan mendapat
617.
618.

jatah 1/40 dosis kapur yang di berikan.

619.
620.

5. Petakan-petakan tersebut dapat di tandai dengan tali

atau lainnya, tanda


621.
622.

apa sajalah pokoknya yang mau mengapur bisa tahu,

terserahlah seperti
623.
624.

apa aku nggak perduli.

625.
626.

6. Tebarkan kapur ke seluruh lahan sesuai rencana.

627.
628.
629.

Hal- hal yang perlu di perhatikan dalam pengapuran

tanah masam
630.
631.
632.

Pengapuran pada tanah asam harus memperhatikan

beberapa hal yang


633.

penting, yaitu :

634.
635.
636.

a). Waktu pengapuran

637.
638.
639.

Waktu pengapuran yang paling baik adalah pada saat

penghujung musim
640.
641.

kemarau, apabila hujan sedang giat-giatnya turun, maka

sebaiknya pengapuran
642.
643.

janganlah di lakukan.

644.
645.
646.

b). Dosis kapur

647.
648.
649.

Sebaiknya dosis yang di berikan jangan sampai

berlebihan, karena dapat


650.
651.

menyebabkan tanah menjadi basa, jika tanah basa maka

harus diberi belerang, dan


652.
653.

hal ini sungguh sangat merepotkan. Untuk tanah yang

terlalu asam, di anjurkan


654.
655.
656.
657.
658.
659.

17

660.
661.
662.
663.
664.
665.
666.
667.
668.

untuk melakukan pengapuran secara bertahap, misalnya

setelah pengapuran
669.
670.

pertama berjalan 2-3 minggu kemudian tanah di kapur lagi.

671.
672.
673.

Pengapuran

674.
675.

Kapur merupakan salah satu bahan mineral yang

dihasilkan melalui
676.
677.

proses pelapukan dan pelarutan dari batu-batuan yang

terdapat dari dalam tanah.


678.
679.

Mineral utama penyusun kapur adalah kalsit dan dolomit

yang tergolong dalam


680.
681.

mineral sekunder. Kapur menurut susunan kimia adalah

CaO, tetapi istilah kapur


682.
683.

adalah senyawa bentuk karbonat kapur dengan CaCO3

dan MgCO3 sebagai


684.
685.

komponen utarna. Bentuk oksidanya yaitu CaO, dapat

dihasilkan dengan
686.
687.

memanaskan kalsium karbonat dan menghilangkan

karbondioksidanya. Bentuk
688.
689.

hidroksidanya dapat terbentuk dengan membasahi atau

menambahkan air pada


690.
691.

bentuk oksidanya.

692.
693.
694.

Tanah masam umumnya tidak produktif. Untuk

meningkatkan produktifitas
695.
696.

tanah tersebut, pemberian kapur adalah cara yang tepat.

Beberapa keuntungan dari


697.
698.

pengapuran adalah : 1) fosfat menjadi lebih tersedia, 2)

kalium menjadi lebih


699.
700.

efisien dalam unsur hara tanaman, 3) struktur tanahnya

menjadi baik dan


701.
702.

kehidupan organisme dalam tanah lebih giat, 4)

menambah Ca dan Mg bila yang


703.

704.

digunakan adalah dolomin, dan 5) kelarutan zat-zat yang

sifatnya meracun
705.

707. 709. 711.713.715.717.719.

721.

706.

tanama 708. 710. 712.714.716.718.720.

722.

menj menu danuns lain tida bany


a

ru

di

terb

uang.

a
k

723.
724.

Selain tanah-tanah yang bereaksi masam, terdapat pula

tanah yang, bereaksi


725.
726.

alkalis (basa) dengan derajat pH lebih dari 8.0. Tanah-

tanah demikian perlu


727.
728.

diturunkan pH nya sampai mendekati netral agar

permanfaatannya untuk berusaha


729.
730.

tani lebih baik. Usaha untuk menurunkan pH pada tanah

yang reaksinya alkalis


731.
732.
733.
734.
735.

18

736.
737.
738.
739.
740.
741.
742.
743.
744.

dapat dilakukan dengan memberikan beberapa bahan,

yaitu tepung belerang (S).


745.
746.

Cara pengapuran dengan bahan pengapur untuk

menaikkan pH tanah yang paling


747.
748.

umum pada tanah-tanah pertanian yang menghendaki

perbaikan derajat
749.
750.

keasamannya adalah dengan cara disebar dan

disemprotkan.
751.
752.
753.

Bila ada kelebihan pemberian kapur, yaitu penambahan

kapur melebihi pH
754.
755.

tanah yang diperlukan oleh pertumbuhan optimum

tanaman, biasanya tanaman


756.
757.

akan memberikan tanggapan terhadap pengapuran akan

sangat menderita,

758.
759.

terutama pada tahun pertama pemberian kapur.

Pemberian kapur dalam jumlah


760.
761.

sedang pada tanah berat tidak akan memberikan

pengaruh buruk. Tetapi, pada


762.
763.

tanah berpasir atau berdebu dan bahan organik rendah

jumlah pemberian kapur


764.
765.

yang sama menyebabkan banyak tanaman menderita.

766.
767.
768.

Pengaruh buruk yang dapat terjadi adalah : 1 ) kekurangan

besi, mangan,
769.
770.

tembaga dan seng, 2) Ketersediaan fosfor mungkin

menurun karena pembentukan


771.
772.

senyawa kompleks dan tidak larut, 3) Serapan fostor dan

penggunaannya dalarn
773.
774.

metabolisme tanaman dapat terganggu, 4) serapan boron

dan penggunaannya
775.
776.

dapat terganggu dan 5) perubahan pH yang meningkat

cepat dapat berpengaruh


777.
778.

buruk. Dengan begitu kerusakan akibat kelebihan kapur

sukar diterangkan secara


779.
780.

memuaskan, karena adanya hubungan biokoloidal yang

kompleks dalam tanah.


781.
782.
783.
784.
785.
786.
787.
788.
789.
790.
791.
792.
793.
794.
795.
796.
797.
798.

19

799.
800.
801.
802.
803.
804.
805.
806.
807.

III. METODE PRAKTIKUM

808.
809.
810.

A. Bahan dan Alat

811.

Bahan dan alat yang digunakan pada praktikum kesuburan

tanah dan
812.
813.

pemupukkan acara I adalah sebagai berikut: aneka

macam pupuk, tabung reaksi,


814.
815.

beker gelas, cawan Petridis, kertas buram, aquades,

sendok, kertas label, pH stick,


816.
817.

timbangan elektrik. Pada acara II bahan dan alat yang

digunakan adalah sebagai


818.
819.

berikut: timbangan analitik, pupuk ZK ( 20% N), pupuk SP-

36 (36% P2O5) dan


820.
821.

KCL (50% K2O), abu dapur, plastic, sendok. Sedangkan

pada acara III bahan dan

822.
823.

alat yang digunakan adalah sampel tanah dan pH meter.

824.
825.
826.
827.

B. Cara Kerja

828.

Acara I

829.

1. Kelarutan

830.

Masing-masing pupuk diambil satu sendok, larutan pada

beker gelas yang


831.

berisi air yang sama (50 ml), diamkan 1 jam tanpa di aduk

atau dikocok sama


832.

sekali. Amati dan catat kecepatan melarutnya (lambat,

agak cepat, cepat dan


833.

sangat cepat)

834.

2. pH

835.

Ambil contoh pupuk padat dan masukkan kedalam tabung

reaksi kurang
836.

lebih 1 cm, tambahkan aquades sehingga tingginya

menjadi kurang lebih 3 cm.


837.

tutup tabung reaksi dengan plastik, dan kocoklah hingga

larut semua. Diamkan


838.

selama 1 jam dan ukurlah pH larutan (bagian yang bening)

dengan pH stick.
839.

3. Higroskopisitas

840.

Ambil contoh bahan pupuk padat, letakkan di atas sehelai

kertas buram
841.

yang di landasi dengan petridis. Leakkan ditempat terbuka

(temperatur kamar)

842.

selama 1 minggu. Amati dan catat perubahan yang terjadi

(kecepatan melarut dari


843.

pupuk tersebut) dan tentukan higrokopisitasnya

(higroskopis, agak higrokopis dan


844.

tidak higroskopis).

845.
846.
847.
848.
849.
850.

20

851.
852.
853.
854.
855.
856.
857.
858.
859.

Acara II

860.
861.
862.

Timbang masing-masing pupuk sesuai dengan

perbandingan yang diinginkan.


863.
864.

Contoh: akan dibuat pupuk campur 8 : 12 : 6

865.
866.

871.
ZA yang

ditimbang
867.
868.

SP-20 yang

869.
KCl yang

ditimbang
877.
878.
879.
880.
881.

Jumlah = 112 g

= 8/20 x 100 g = 40 g

873.
874.

ditimbang

870.

872.

= 12/20 x 100g = 60 g

875.
876.

= 6/50 x 100 g = 12 g

882.
883.
884.
885.

Acara III

886.

Campur tanah ultisol 4 gr dengan dengan larutan buffer

smp dengan
887.
888.

aquades 10 ml, kocok hitung pH -nya dengan pH meter.

Diamkan 5 menit ukur


889.
890.

lagi pH nya

891.
892.
893.
894.

Tugas

895.
896.
897.

Tanah mineral masam seluas 3 hektar kedalaman 25 cm

mengandung AL898.
899.

dd= 2,0 me/100g. Berat jenis tanah = 1,20 g/cm3. Bila

kebutuhan kapur ditetapkan


900.
901.

2 AL-dd, Berapakah kapur murni Cao yang diperlukan?

902.
903.
904.
905.
906.

(BA, CA=40; O=16)

907.
908.
909.
910.
911.
912.
913.
914.
915.
916.
917.
918.
919.
920.

21

921.
922.
923.
924.
925.
926.
927.
928.
929.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

930.
931.
932.
933.
934.

A. Acara I Pengenalan Pupuk

935.

Tabel 1. Hasil pengamatan sifat-sifat pupuk

936.
937.
938.
939.
940.
941.
942.
943.
944.
945.
946.
947.
948.
949.

950.
951.
952.
953.
954.
955.
956.
957.
958.
959.
960.
961.
962.
963.
964.
965.
966.
967.
968.
969.
970.
971.
972.
973.
974.
975.
976.
977.
978.

979.
980.
981.
982.
983.
984.
No

985.
Nama

Bentuk

Warna

kandungan

kelarutan

pH

Butiran

Putih

46%N

Larut cepat

higroskopisit
as

986.
Urea

Sangat
higroskopis

987.
ZA

988.
SP-20

Butiran

Abu - abu

20% P2O5

Tidak larut

989.
KCL

Kristal

Mrah bata

55% K2O

Agak larut

Higroskopis

Butiran

Merah bata

15%N, 15%P,

Larut

Sedkit

Butiran

Putih

21%N, 24% S

Larut cepat

4,5

Sangat
higroskopis
Tidak
higroskopis

Phonska

990.

15%K,

higroskopis

10%S

991.
992.
6

Mutiara

5%

22
Butiran

Biru

16%N, 16%

Tidak larut

P, 16%K,

Sedikit
higroskopis

7,5%MgO,
5%CaO
MgO
5%

Ghandasil B

Kristal

Merah

6%N,20% P2O5,

muda

30% K2O, 3%

Larut

Higroskopis

Larut

higroskopis

MgSo4

Ghandasil D

Kristal

Hijau

20%N, 15%P,
15%K,
1%MgSO4

993.
994.
995.
996.
997.
998.
999.
1000.
1001.

B. Acara II Membuat Pupuk Campur NPK (8:12:6)

1002.
1003.

1004. 1006.
ZA =

100

1007.

8 40 gram

1005.
20
1008.
1009.

1010. 1012.
SP-20= 12

100 60 gram

1013.

1011.
20
1014.
1015.

1016. 1018.
KCl =

1019.

100 12 gram

1017.

1020.
1021.
1022.
1023.

C. Acara 3 Pengapuran

1024.
1025.

Hasil pencampuran antara tanah ultisol 4 gr dengan

larutan buffer smp


1026.

1027.

tambah aquades 10ml, setelah dikocok pH nya 7,5.

Didiamkan selama 5 menit


1028.
1029.

pH nya menjadi 6,4. Sehingga berdasarkan table CaCO3

yang diperlukan
1030.
1031.

adalah1,6 ton per acre.

1032.
1033.
1034.

Tugas

1035.
1036.

Tanah mineral masam seluas 3 hektar kedalaman 25 cm

mengandung AL1037.
1038.

dd= 2,0 me/100g. Berat jenis tanah = 1,20 g/cm3. Bila

kebutuhan kapur ditetapkan


1039.
1040.

2 AL-dd, Berapakah kapur murni Cao yang diperlukan?

1041.
1042.

(BA, CA=40; O=16)

1043.
1044.

Jawab

1045.

1046.
1047.

Kebutuhan Ca = 2 . 2 ml/100 gr

1048.

= 4 ml/100 gr

1049.

= 2 . 2 . 4/20 mg ca/100 gr

1050.

= 80 mg ca/100 gr

1051.

Untuk 3

ha

1052.

1055.

= 9 . 109 9 80 mg 100

1053.

1056.

= 72.108 9 = 7.200 kg ca/3ha

1057.

= 56/40 7200

1058.

= 10.080/ 3 ha

1059.

= 3.360 kg/h

1054.

CaO

1060.
1061.
1062.
1063.

B = 910 tan

23

1064.
1065.
1066.
1067.
1068.
1069.
1070.
1071.
1072.

Pupuk adalah bahan/material yang ditambahkan untuk

memenuhi
1073.
1074.

kebutuhan nutrisi tanaman di dalam tanah, terutama untuk

tanah-tanah yang
1075.
1076.

kekurangan unsur hara berdasarkan hasil analisa tanah.

Banyak bahan/material
1077.
1078.

pupuk yang diambil atau dimurnikan langsung dari

cadangan mineral alami dalam


1079.
1080.

bumi dan ada pula yang bersifat sintetis atau yang

dihasilkan melalui bahan/reaksi


1081.
1082.

kimia tertentu. Contoh pupuk alami antara lain Sulfur-

Phospor-Magnesium
1083.
1084.

(Sulpomag) dan triple super phospat (TSP), sedangkan

pupuk yang sintetis antara


1085.

1086.

lain Urea dan Amonium Nitrat.

1087.
1088.
1089.

Kandungan unsur hara dari beberapa jenis pupuk yang

ada di pasaran
1090.
1091.

disajikan pada table 2.

1092.
1093.
1094.
1095.
1096.
1097.
1098.
1099.
1100.
1101.
1102.
1103.
1104.
1105.
1106.
1107.
1108.
1109.
1110.
1111.
1112.
1113.

Tabe 2. Kandungan unsur hara beberapa jenis pupuk

1114.
1115.
1116.
1117.
1118.
1119.

Untuk mendapatkan hasil yang tinggi dan kualitas yang

baik, perlu
1120.
1121.

diusahakan tersedianya persyaratan yang sebaik

baiknya, agar tanaman tumbuh


1122.
1123.

dengan baik.Untuk itu perlu diatur sistem pembuangan air,

pengolahan tanah yang


1124.
1125.
Material

1126.Amonium Nitrat
Amonium Sulfat
1127.Kalsium Nitrat
Diamonium fosfat
1128.Mono-amonium
24
fosfat
Kalium klorida
Kalium Nitrat
SULPOMAG
Kalium Sulfat
Super Fosfat
Triple Super Fosfat (TSP)
Urea

35
21
15.5
18
11
0
13.5
0
0
0
0
46

Kandungan (%)
P2O5 K2O MgO

0
0
0
46
52
0
0
0
0
22
46
0

0
0
0
0
0
60
44
22
50
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0
18
0
0
0
0

0
24
0
0
0
0
0
22
18
14
0
0

1129.
1130.
1131.
1132.
1133.
1134.
1135.
1136.
1137.

baik, penggunaan benih yang prima dan penanggulangan

secara intensif berbagai


1138.
1139.

rerumputan, penyakit tanaman, hama dan lain

sebagainya.Namun syarat utamanya


1140.
1141.

adalah tanaman harus mendapatkan zat makanan yang

cukup selama dalam


1142.
1143.

pertumbuhannya.salah satu zat makanan tersebut adalah

pupuk.
1144.
1145.
1146.
1147.

A. Pengenalan pupuk

1148.
1149.
1150.

Bahan organik merupakan salah satu komponen tanah

yang sangat penting


1151.
1152.

bagi ekosistem tanah, dimana bahan organik merupakan

sumber pengikat hara dan


1153.
1154.

substrat bagi mikrobia tanah. Bahan organik tanah

merupakan bahan penting


1155.
1156.

untuk memperbaiki kesuburan tanah, baik secara fisik,

kimia maupun biologi.


1157.
1158.

Usaha untuk memperbaiki dan mempertahankan

kandungan bahan organik untuk


1159.
1160.

menjaga produktivitas tanah mineral masam di daerah

tropis perlu dilakukan


1161.
1162.

(Rosmarkam, 2002).

1163.
1164.
1165.

Bahan organik yang berasal dari sisa tumbuhan dan

binatang yang secara


1166.
1167.

terus menerus mengalami perubahan bentuk karena

dipengaruhi oleh proses


1168.
1169.

fisika, kimia dan biologi. Bahan organik tersebut terdiri dari

karbohidrat, protein
1170.
1171.

kasar, selulose, hemiselulose, lignin dan lemak.

Penggunaan pupuk organik dapat


1172.

1173.

memperbaiki struktur tanah dan mendorong

perkembangan populasi mikro


1174.
1175.

organisme tanah. Bahan organik secara fisik mendorong

granulasi, mengurangi
1176.
1177.

plastisitas dan meningkatkan daya pegang air

(Hardjowigeno, 1993).
1178.
1179.
1180.

Apabila tidak ada masukan bahan organik ke dalam tanah

akan terjadi
1181.
1182.

masalah pencucian sekaligus kelambatan penyediaan

hara. Pada kondisi seperti


1183.
1184.

ini penyediaan hara hanya terjadi dari mineralisasi bahan

organik yang masih


1185.
1186.
1187.
1188.
1189.

25

1190.
1191.
1192.
1193.
1194.
1195.
1196.
1197.
1198.

terdapat dalam tanah, sehingga mengakibatkan cadangan

total C tanah semakin


1199.
1200.

berkurang (Hardjowigeno, 1987).

1201.
1202.
1203.

Peningkatan pH disebabkan adanya proses dekomposisi

dari berbagai jenis


1204.
1205.

bahan organik yang diberikan. Hasil perombakan tersebut

akan menghasilkan
1206.
1207.

1208.
kation-kation basa yang mampu

meningkatkan pH.

1209.

Hardjowig

eno (1993)

1210.
1211.

menyatakan bahwa pelapukan pada umumnya terjadi

secara geokimia yang terjadi


1212.
1213.

melalui reaksi yang berbeda antara lain oksidasi, reduksi,

oksidaksi-reduksi,
1214.

1215.

hidrasi, solusi, dan hidrolisis. Hasil akhir sederhana dari

perombakan bahan
1216.
1217.

organik antara lain kation-kation basa seperti Ca, Mg, K

dan Na.
1218.
1219.
1220.

Pelepasan kation-kation basa ke dalam larutan tanah akan

menyebabkan
1221.
1222.

tanah jenuh dengan kation-kation tersebut dan pada

akhirnya akan meningkatkan


1223.
1224.

pH tanah. Selanjutnya Richie (1989) menyatakan bahwa

peningkatan pH akibat
1225.
1226.

penambahan bahan organik karena proses mineralisasi

dari anion organik menjadi


1227.
1228.

CO2 dan H2O atau karena sifat alkalin dari bahan organik

tersebut. Jadi dapat


1229.
1230.

dikatakan bahwa pemberian bahan organik dapat

meningkatan pH tanah namun


1231.
1232.

besarnya peningkatan tersebut sangat tergantung dari

kualitas bahan organik yang


1233.
1234.

dipergunakan.

1235.
1236.
1237.

Perbedaan dalam kecepatan proses dekomposisi dan

mineralisasi dari
1238.
1239.

masing-masing jenis bahan organik tersebut pada akhirnya

berkorelasi dengan
1240.
1241.

sumbangan C dan N ke dalam tanah, meskipun dari

semua jenis bahan organik


1242.
1243.

yang digunakan termasuk dalam bahan organik yang

berkualitas tinggi atau


1244.
1245.

berkategori labil dimana paruh waktu (turn over) berkisar

0,1 0,05 tahun.


1246.
1247.
1248.
1249.
1250.
1251.

26

1252.
1253.
1254.
1255.
1256.
1257.
1258.
1259.
1260.

B. Pencampuran pupuk

1261.
1262.

Pupuk campuran dapat di kerjakan dengan cara yang

relatif sederhana,
1263.
1264.

khususnya bila campuran terdapat pada derajatr yang

rendah (misalnya pupuk


1265.
1266.

yang mengandung presentase nitrogen yang rendah).

Mereka dibuat dari bahan


1267.
1268.

campuran penting yang cocok dan yang besar

menentukan derajat atau susunan


1269.
1270.

yang dinginkan. Terdapat perlengkapan yang mencampur

massa pupuk. Dalam


1271.
1272.

pemakaiannya pupuk buatan terbukti mempunyai

kelebihan yang positif daripada


1273.
1274.

pupuk organik, seperti pupuk kandang, air kotoran dari

kandang, kotoran manusia


1275.
1276.

dan kompos sebagai berikut (Hardjodinomo, 1970).

1277.
1278.

Dalam melakukan pencampuran pupuk maka kita harus

menghitung
1279.
1280.

kandungan unsure hara masing masing pupuk. Dalam

praktikum kali ini


1281.
1282.

perbandingan NPK yang digunakanan adalah 8:12:6.

Pupuk yang di gunakan


1283.
1284.

adalah ZA, SP 20 dan KCL. Setelah dilakukan perhitungan

dapat di ketahui
1285.
1286.

jumlah kebutuhan pupuk tersebut, yaitu pupuk ZA 8 gr,

pupuk SP 20 60gr dan


1287.
1288.

KCl 12 gr.

1289.
1290.

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam

membuat pupk campur


1291.
1292.

adalah:

1293.
1294.

1. Pupuk yang akan di campur harus berfasa sama

1295.
1296.

2. Tidak menimbulkan efek campuran yang merugikan

tanaman
1297.
1298.

3. Pencampuran pupuk harus dilakukan dalam keadaan

kering
1299.
1300.

4. Kandungan haranya harus dihitung

1301.
1302.

5. Kekurangan bahan pupuk dapat diisi dengan bahan

pengisi yang berbentuk


1303.
1304.

serbuk, tanah kering dan abu gosok.

1305.
1306.
1307.
1308.
1309.
1310.
1311.
1312.

27

1313.
1314.
1315.
1316.
1317.
1318.
1319.
1320.
1321.

Keuntungan dari pupuk campur ini antara lain:

1322.
1323.

1)Dapat menggantikan pupuk majemuk NPK yang relatif

mahal
1324.
1325.

2)Dalam sekali pemupukan unsut hara yang diberikan

sudah terlengkapi
1326.
1327.

3)Murah harganya, serta meningkatkan kreatifitas

pemupukan
1328.
1329.

Pupuk buatan yang secara umum digunakan dalam usaha

pertanian antara
1330.
1331.

lain: Urea, ZK, SP-36, KCl, ZA, dan TSP (Lingga dan

Marsono, 2000). Keadaan


1332.
1333.

unsur hara dalam tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor,

antara lain: kecepatan


1334.
1335.

pelapukan mineral tanah, sifat bahan induk, keadaan

tanaman yang hidup di


1336.
1337.

atasnya, dan laju pencucian oleh air hujan (Rosmarkam,

2002). Unsur hara dalam


1338.
1339.

tanah dapat menjadi berkurang atau hilang karena

Terserap oleh tanaman dan


1340.
1341.

selanjutnya terbawa keluar ketika panenan berlangsung.

1342.
1343.
1344.
1345.

C. Pengapuran

1346.
1347.
1348.

Pengapuran merupakan salah satu cara untuk

memperbaiki tanah yang


1349.
1350.

bereaksi asam atau basa. Tujuan dari pengapuran adalah

untuk menaikkan pH
1351.
1352.

tanah sehingga karenanya unsur-unsur hara menjadi lebih

tersedia, memperbaiki
1353.
1354.

struktur tanahnya sehingga kehidupan organisme dalam

tanah lebih giat, dan


1355.
1356.

menurunkan kelarutan zat-zat yang sifatnya meracuni

tanaman dan unsur lain

1357.
1358.

tidak banyak terbuang.

1359.
1360.
1361.

Bila ada kelebihan pemberian kapur, yaitu penambahan

kapur melebihi pH
1362.
1363.

tanah yang diperlukan oleh pertumbuhan optimum

tanaman, biasanya tanaman


1364.
1365.

akan memberikan tanggapan terhadap pengapuran akan

sangat menderita,
1366.
1367.

terutama pada tahun pertama pemberian kapur.

Pemberian kapur dalam jumlah


1368.
1369.
1370.
1371.
1372.

28

1373.
1374.
1375.
1376.
1377.
1378.
1379.
1380.
1381.

sedang pada tanah berat tidak akan memberikan

pengaruh buruk. Tetapi, pada


1382.
1383.

tanah berpasir atau berdebu dan bahan organik rendah

jumlah pemberian kapur


1384.
1385.

yang sama menyebabkan banyak tanaman menderita.

1386.
1387.
1388.
1389.
1390.
1391.
1392.

Reaksi Pengapuran

1393.

1395.

1394.

1.

1396.

CaCO3 + H2O

+ CO2
1397.

1400.

Ca(HCO3)2

1401.

Ca bikarbonat pH tinggi, pH

tanah naik

1398.
1399.

Dengan CaCO3

Ca(HCO3)2

1402.

Ca++ + 2HCO3

1403.

Dapat diserap tanaman

1404.

1405.

1406.

H2O + CO2

H2C
O
3
1407.

1411.

1408.

1412.

1409.

1413.

Dengan CaO atau Ca(OH)2

1410.

2.

1414.

CaO + H2O

1416.

Ca(OH) 2

1415.

Ca(OH) 2 +

1417.

Ca(HCO3) 2 + 2H2O

2HCO3
1418.

pH tinggi

1419.
1420.
1421.

Untuk menentukan banyaknya kapur yang diperlukan

untuk tiap-tiap hektar


1422.
1423.

tanah diperlukan beberapa cara antara kain, yaitu :

1424.
1425.
1426.

1) Metode SMP (Schoemaker, McLean, dan Pratt). Metode

ini dilanjutkan
1427.
1428.

dengan mengukur jumlah H+ dan Al3+ yang dapat

dipertukarkan dan larut


1429.
1430.

dengan menggunakan larutan SMP buffer. Prosedurnya

yaitu terlebih dahulu


1431.

1432.

mengocok tanah dengan air destilat kemudian diukur pH-

nya. Dengan kertas


1433.
1434.

lakmus atau pH meter. Bila tanah tersebut tergolong

masam, maka pengukuran


1435.
1436.

dilanjutkan dengan menambah larutan SMP buffer lalu

dikocok. Kemudian
1437.
1438.
1439.
1440.
HC
3+H
1441.

1442.
1443.
1444.

29

1445.
1446.
1447.
1448.
1449.
1450.
1451.
1452.
1453.

diukur lagi pH-nya. Berdasarkan metode ini maka

kebutuhan kapur dapat


1454.
1455.

diketahui melalui tabl kebutuhan kapur.

1456.
1457.
1458.

2) Metode berdasarkan kadar Al-dd tanah permukaan,

yaitu kadar Al-dd yang


1459.
1460.

diekstrak dengan larutan KCl 1 N. Pada praktikum kali ini

kami melakukan
1461.
1462.

perhitungan pada mineral asam seluas 1 hektar,

kedalaman 20 cm mengandung
1463.
1464.

Al dd 2 me/100gr. Berat jenis tanah 1,2 gr/cm3. kebuthan

Al dd1,5 X Al
1465.
1466.

dd. Setelah dihitung kapur murni yang di butuhkan adalah

3,6 ton CaCO3 / ha.


1467.

1468.
1469.

Untuk tanah-tanah yang bersifat masam agar pH-nya

meningkat mendekati
1470.
1471.

netral, maka di perlukan pengapuran. Besarnya

pengapuran tergantung dari :


1472.
1473.
1474.

1. Angka pH tanah yang ingin di capai

1475.
1476.

2. Jenis kapur yang di berikan yang di nyatakan dengan

kandungan setara
1477.
1478.

CaCO3

1479.
1480.

3. Besarnya ukuran partikel kapur. Semakin halus kapur,

semakin sedikit
1481.
1482.

kapur yang di berikan.

1483.
1484.

4. Kelas tekstur tanah. Semakin tinggi kandungan liat

tanah, semakin tinggi


1485.
1486.

kapur yang di berikan.

1487.
1488.
1489.

Pengapuran pada tanah asam harus memperhatikan

beberapa hal yang penting,


1490.

1491.

yaitu :

1492.
1493.
1494.

a). Waktu pengapuran

1495.
1496.
1497.
1498.
1499.
1500.
1501.
1502.
1503.
1504.
1505.

30

1506.
1507.
1508.
1509.
1510.
1511.
1512.
1513.
1514.

Waktu pengapuran yang paling baik adalah pada saat

penghujung musim
1515.
1516.

kemarau, apabila hujan sedang giat-giatnya turun, maka

sebaiknya pengapuran
1517.
1518.

janganlah di lakukan.

1519.
1520.
1521.

b). Dosis kapur

1522.
1523.
1524.

Sebaiknya dosis yang di berikan jangan sampai over,

karna bisa
1525.
1526.

menyebabkan tanah menjadi basa, jika tanah basa maka

harus di beri belerang,


1527.
1528.

dan hal ini sungguh sangat merepotkan. Untuk tanah yang

terlalu asam, di
1529.

1530.

anjurkan untuk melakukan pengapuran secara bertahap,

misalnya setelah
1531.
1532.

pengapuran pertama berjalan 2-3 minggu kemudian tanah

di kapur lagi.
1533.
1534.
1535.

Bentuk-bentuk Kapur

1536.
1537.

Pada umumnya bahan kapur untuk petanian adalah

berupa kalsium
1538.
1539.

karbonat (CaCO3), beberapa berupa kalsium magnesium

karbonat [CaMg (CO3)2],


1540.
1541.

dan hanya sedikit yang berupa CaO atau Ca(OH)2. Dalam

ilmu kimia, kapur


1542.
1543.

adalah CaO, tetapi dalam bidang pertanian kapur

umumnya berupa CaCO3.


1544.
1545.

Sebetulnya ada beberapa jenis bahan pengapur yaitu :

1546.
1547.

1. Kapur kalsit (CaCO3)

1548.
1549.

Terdiri dari batu kapur kalsit yang ditumbuk (digiling)

sampai kehalusan
1550.
1551.

tertentu.

1552.
1553.

2. Kapur dolomite [CaMg (CO3)2]

1554.
1555.

Terdiri dari batu kapur dolomite yang ditumbuk (digiling)

sampai
1556.
1557.

kehalusan tertentu.

1558.
1559.

3. Kapur baker, quick lime (CaO)

1560.
1561.

Merupakan batu kapur yang dibakar sehingga terbentuk

CaO
1562.
1563.
1564.
1565.

31

1566.

1577.

1567.

1578.

1568.

1579.

1569.

1580.

1570.

1581.

1571.

1582.

1572.

1583.

1573.

1584.

1574.

CaCO + panas

1575.
1576.
1588.
1589.

1585.

Ca + CO2

1586.
(dibakar)

1587.

kapur baker

1590.
1591.
1592.

4. Kapur hidrat, slaked lime [Ca(OH)2]

1593.
1594.

1597.
CaO + H2O

1595.
1596.

1598.

Ca(OH)2 + panas

1599.
Diberi air

1600.
1601.
1602.
1603.
1604.
1605.
1606.
1607.
1608.
1609.
1610.
1611.
1612.
1613.
1614.
1615.
1616.
1617.
1618.
1619.
1620.
1621.
1622.

kapur hidrat

1623.

1638.

1624.

1639.

1625.

1640.

1626.

1641.

1627.

1642.

1628.

1643.

1629.

1644.

1630.

1645.

1631.

1646.

1632.

1647.

1633.

1648.

1634.

1649.

1635.

1650.

1636.

1651.

1637.

1652.

32

1653.
1654.
1655.
1656.
1657.
1658.
1659.
1660.
1661.
1662.

V. KESIMPULAN

1663.
1664.
1665.

1. Pengenalan Pupuk

1666.

a. Sifat fisik pupuk dapat diamati melalui berbagai bentuk,

warna, fase, dosis


1667.
1668.

serta kegunaan yang tercantum dalam kemasan dari tiap-

tiap pupuk.
1669.
1670.

b. Sifat

1671.1673.
1675.1677. 1679.

1681.

1672.1674.
1676.1678.

1682.

pup dap dilih dari


u

1680.

kelaru

tannya,

higrosk
opisi
tasn
ya,

1683.
1684.

keasamannya.

1685.
1686.

c. Urutan pupuk dari yang paling higroskopis adalah Urea,

ZA, KCL,
1687.
1688.

Gandasil A dan B, Mutiara, PHONSKA, dan SP-20.

1689.
1690.

d. Urutan pupuk dari yang paling asam adalah Mutiara, ZA,

Urea, KCl,
1691.
1692.

Gandasil A dan B, PHONSKA, dan SP-20

1693.
1694.

2. Pencampuran Pupuk

1695.

Pencampuran 1696.1697.
1698. 1699.1700.
pup dap dilaku seca man
u

ka

al

1701.

de

ngan

1702.
1703.

menggunakan perhitungan yang tepat dan takaran yang

pas, sesuai dengan


1704.
1705.

kebutuhan. Dalam praktikum kali ini perbandingan NPK

yang digunakan adalah


1706.
1707.

8:12:6. Pupuk yang di gunakan adalah ZA, SP-20 dan KCl.

Setelah dilakukan
1708.
1709.

perhitungan dapat diketahui jumlah kebutuhan pupuk

tersebut, yaitu pupuk ZA 8


1710.
1711.
1712.

gr, pupuk SP 20 60gr dan KCl 12 gr.

1713.

3. Pengapuran

1714.

a. Tanah masam karena kandungan H+ yang tinggi dan

banyak ion AL3+


1715.
1716.

yang bersifat masam karena dengan air ion tersebut dapat

menghasilkan
1717.
1718.

H+. Di daerah rawa-rawa atau tanah gambut, tanah

masam umumnya
1719.
1720.

disebabkan oleh kandungan asam sulfat yang tinggi.

1721.
1722.

b. Reaksi tanah dibedakan menjadi kemasaman (reaksi

tanah) aktif dan


1723.
1724.

potensial. Reaksi tanah aktif ialah yang diukurnya

konsentrasi hidrogen
1725.
1726.
1727.
1728.

33

1729.
1730.
1731.
1732.
1733.
1734.
1735.
1736.
1737.

yang terdapat bebas dalam larutan tanah. Reaksi tanah

potensial ialah
1738.
1739.

banyaknya kadar hidrogen dapat tukar baik yang terjerap

oleh kompleks
1740.
1741.

koloid tanah maupun yang terdapat dalarn larutan.

1742.
1743.

c. Untuk menetralkan tanah mineral asam seluas 1 hektar,

kedalaman 20 cm
1744.
1745.

mengandung Al dd 2 me/100gr. Berat jenis tanah 1,2

gr/cm3. kebutuhan
1746.
1747.

Al dd1,5 X Al dd. Setelah dihitung kapur murni yang di

butuhkan
1748.
1749.
1750.
1751.
1752.

adalah 3,6 ton CaCO3 / ha.

1753.
1754.
1755.
1756.
1757.
1758.
1759.
1760.
1761.
1762.
1763.
1764.
1765.
1766.
1767.
1768.
1769.
1770.
1771.
1772.
1773.
1774.
1775.
1776.
1777.
1778.
1779.
1780.
1781.

1782.
1783.
1784.
1785.
1786.
1787.
1788.
1789.
1790.
1791.
1792.
1793.
1794.
1795.
1796.
1797.
1798.

34

1799.
1800.
1801.
1802.
1803.
1804.
1805.
1806.
1807.

DAFTAR PUSTAKA

1808.
1809.
1810.

Foth, Henry D. 1995. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Yogyakarta:

Gadjah Mada
1811.

University Press.

1812.
1813.

Hardjodinomo, 1970. Ilmu Memupuk. Bandung : penerbit

Binacipta.
1814.
1815.

Hardjowigeno, Sarwono. 1987. Ilmu Tanah. Bogor; CV

Akademika pressindo.
1816.
1817.

___________________. 1993. Klasifikasi Tanah dan

Pedogenesis. Jakarta:
1818.

Akademika Pressindo

1819.
1820.

Lingga dan Marsono. 2007. Petunjuk Penggunaan Pupuk.

Jakarta: Penebar
1821.
1822.

Swadaya.

1823.

Nurjaya dan Setyorini, D. 2009. Uji Tanah Untuk Menilai

Kesuburan Tanah
1824.

Mendukung Produksi Tanaman. Balai Besar Pengkajian

dan
1825.

Pengembangan Teknologi Pertanian Bogor. Bogor.

1826.
1827.

Rosmarkam, Afandi. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah.

Yogyakarta; Kaninisus.
1828.
1829.
1830.
1831.
1832.
1833.
1834.
1835.
1836.
1837.
1838.
1839.
1840.
1841.
1842.
1843.
1844.
1845.
1846.
1847.
1848.

1849.
1850.
1851.
1852.
1853.
1854.
1855.
1856.
1857.
1858.
1859.
1860.
1861.
1862.
1863.
1864.
1865.
1866.

35