You are on page 1of 6

TUGAS KHUSUS

JENIS-JENIS CUKA
Selain cuka apel, banyak sekali jenis cuka lainnya yang dapat ditemukan di
pasaran dengan bahan baku yang berbeda. Secara umum, cuka ini dibuat melalui
proses fermentasi. Adapun macam-macam cuka tersebut antara lain, yaitu:
a)

Cuka Anggur
Cuka anggur merah telah dimanfaatkan selama berabad-abad sebagai
bahan pengobatan karena manfaatnya yang sangat baik bagi kesehatan
tubuh. Menurut ahli sejarah latin, Sparianus, menyatakan bahwa cuka
anggur merah yang dicampur dengan air merupakan sebuah minuman yang
dulunya diminum oleh prajurit yang bertahan di medan perang. Para ahli
medis setuju bahwa anggur merah tidak hanya memiliki antioksidan, namun
juga bebas terhadap kandungan kolesterol, sodium dan lemak. Sudah tidak
diragukan lagi bahwa anggur merah dapat mencegah berbagai penyakit,
seperti penyakit jantung dan kanker. Seperti halnya anggur itu sendiri, cuka
anggur merah kaya akan kandungan flavonoid dan dapat membantu
menurunkan tingkat kolesterol yang memperkecil resiko serangan jantung,
stroke dan tekanan darah tinggi.
Cuka anggur juga mempunyai berbagai khasiat dan vitamin yang
sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Kandungan gizi yang terdapat
di dalam cuka anggur tidak hanya baik untuk mencegah berbagai gangguan
kesehatan, namun juga untuk mengobati segala penyakit yang timbul. Sama
seperti cuka apel, cuka anggur juga diketahui memiliki sejumlah khasiat
kesehatan. Cuka dapat dibuat dari semua buah dan bahan-bahan lain yang
mengandung gula. Cuka anggur dihasilkan dari fermentasi lebih lanjut dari
minuman wine. Larutan yang bersifat bakterisida dan sering digunakan
sebagai obat tradisional untuk mengatasi infeksi ini juga sering
dimanfaatkan sebagai bumbu, campuran acar, dan campuran saus.
Berdasarkan laporan bioscience, bioteknologi dan biokimia pada tahun
2009, cuka anggur dinyatakan dapat menekan akumulasi lemak pada tubuh.

Penelitian dilakukan di Jepang dengan objek penelitian sejumlah orang


penderita obesitas (kegemukan). Mereka dibagi menjadi tiga kelompok.
Kelompok pertama diminta untuk mengkonsumsi 15 ml cuka anggur,
kelompok kedua 30 ml, dan sisanya tidak mengkonsumsi sama sekali. Hal
ini dilakukan secara rutin selama 12 minggu. Hasilnya, dua kelompok yang
mengkonsumsi cuka anggur mengalami penurunan berat badan, penyusutan
lingkar pinggang, dan penurunan kadar trigliserida darah dibanding mereka
yang tidak mengkonsumsi cuka anggur sama sekali.
Sebuah jurnal kesehatan di Eropa memuat penelitian untuk mengetahui
apakah penambahan cuka anggur pada roti akan berdampak pada glukosa
postprandial dan respon insulin. Hasil penelitian menemukan bahwa cuka
anggur pada roti dapat menurunkan kadar glukosa darah dan kadar insulin.
Para relawan juga mengatakan bahwa cuka anggur membuat rasa kenyang
bertambah. Semakin banyak cuka anggur yang ditambahkan, maka respon
yang didapatkan juga a semakin menonjol.

Gambar
1. Cuka
Anggur

(Sumber : Wibowo, 2013)


Selain itu, sebuah lembaga yang meneliti tentang penyakit diabetes
melaporkan bahwa cuka anggur kemungkinan besar memberikan manfaat
baik bagi penderita diabetes, terkhususnya diabeter tipe 2. Sejumlah
penelitian dilakukan. Para peneliti meminta sukarelawan penelitian untuk
mengkonsumsi cuka anggur sebelum tidur malam. Hasilnya, ketika diteliti

pada pagi hari, sukarelawan mempunyai kadar gula darah yang lebih rendah.
Ini adalah studi awal yang menggambarkan efek hipoglikemik cuka anggur
saat terpisah dari waktu makan. Para peneliti tersebut mengatakan bahwa hal
ini terjadi berkat aktivitas asam asetat terhadap metabolisme gula di hati.
Oleh karena itu, para peneliti berkesimpulan bahwa cuka anggur sangat
bermanfaat dan memberikan khasiat yang baik bagi mereka yang menderita
diabetes tipe 2. Seperti halnya anggur merah, cuka anggur juga diketahui
kaya akan polifenol, yaitu senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan kuat
yang menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kehadiran polifenol
dipercaya dapat memperkecil resiko terkena penyakit jantung, kanker,
Semakin gelap warna cuka anggur maka semakin tinggi pula kadar
antioksidan di dalamnya.\
Pada dasarnya cuka anggur sama seperti minuman wine (red wine dan
white wine). Maka dari itu, membuat cuka anggur dengan melalui proses
fermentasi minuman wine adalah langkah termudah dan tercepat karena
hanya membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat bulan. Bahan-bahan
yang diperlukan juga cukup sederhana dan mudah dicari. Kualitas dari cuka
anggur yang dihasilkan nantinya juga sangat tergantung dari kualitas wine
yang digunakan dalam proses pembuatannya. Adapun cara pembuatan cuka
anggur adalah sebagai berikut:
1.

Tuangkan red wine/white wine, biang cuka, dan air dalam wadah.

2.

Tutup dengan kain katun dan ikat dengan benang hingga rapat.

3.

Simpan di tempat yang kering dan hangat (suhu antara 27-32C).

4.

Biarkan hingga terjadi proses fermentasi antara 3-6 bulan.

5.

Begitu sudah mencapai kualitas rasa yang diinginkan tuangkan cuka


dalam panci.

6.

Panaskan selama 30 menit dengan suhu tidak lebih dari 68C.

7.

Setelah itu angkat dan dinginkan.

8.

Setelah dingin, masukkan cuka dalam botol kaca, tutup rapat, dan
simpan dalam lemari es.

9.

Cuka ini dapat bertahan hingga bertahun-tahun.

Cuka anggur merah telah digunakan di seluruh dunia, terutama di


negara-negara Mediterania, di berbagai resep, dan juga sebagai agen acar
untuk buah-buahan dan sayuran. Warnanya dapat bervariasi dan kandungan
asamnya dapat bervariasi dari 5% sampai 7%. Sedangkan, cuka anggur putih
merupakan jenis cuka yang ringan beraroma dan digunakan untuk memasak.
Warnanya dapat bervariasi dari putih menjadi emas pucat dan memiliki
kandungan asam sama seperti cuka anggur merah, yang berarti itu bervariasi
dari 5% sampai 7%.
b)

Cuka Kurma
Cuka kurma adalah cuka yang terbuat dari buah kurma. Cuka kurma
mengandung berbagai vitamin seperti vitamin C, vitamin E, vitamin B1,
beta-karotena, vitamin P (bioflavonoid) dan kaya dengan kandungan
potassium (keremajaan kulit). Cuka kurma juga dapat membuang lemak,
kolestrol, asam-asam dan garam berlebihan dalam tubuh yang dapat memicu
berbagai penyakit. Menurut tokoh Islam, Ibnu Sina dalam kitab beliau AlQanun Fi Al-Tib menyatakan bahawa "Cuka kurma dapat mencegah
pembengkakkan di dalam tubuh seperti bisul dan kanker, memperbaiki
masalah pencernaan di dalam perut, masalah usus, membersihkan darah,
kerongkong, batuk berkepanjangan, menjaga kulit, mengatasi masalah
lemak-lemak di badan (kolestrol) dan menstabilkan asid dan garam di dalam
badan. Ibnu Qayyim dalam kitab beliau Al-Tib Al-Nabawi menyatakan
bahwa cuka kurma bermanfaat untuk mengatasi masalah gastrik di perut
dan masalah empedu (membersihkan empedu dari lemak yang berbentuk
batu). Cuka kurma bermanfaat mengatasi masalah limfa dan membersihkan
usus (membuang toksik dalam perut) dan menghilangkan dahaga.

c)

Cuka Delima
Cuka delima membantu meningkatkan tahap kolestrol yang baik di
samping menurunkan kolestrol yang buru dan juga dapat membantu
melancarkan peredaran darah dalam badan, karena kandungan delima yang
mengandung flavonoid dan polifenol yang tinggi, yaitu antioksidan yang
mampu melawan penyakit jantung dan kanser. Unsur flavonoid melindungi

otak dan menguatkan memori. Tahap antioksidan yang tinggi dalam delima
akan

membantu

menguatkan

sistem

kekebalan

tubuh.

Kandungan

antioksidan pada delima juga mampu untuk menstabilkan gula darah.


d)

Malt Vinegar
Cuka ini terbuat dari gandum dan barley yang dikecambahkan. Cuka
ini menyebabkan pati dalam biji berubah menjadi maltosa. Maltosa di peram
untuk mendapatkan alkohol, setelah itu diubah menjadi cuka. Cuka ini
berwarna coklat bening.

e)

Balsamic Vinegar
Berasal dari Modena Italy dan melalui proses pembuatan secara
tradisional. Cuka ini terbuat anggur putih varietas Trebbiano. Anggur ini
dibuat jus pekat lalu difermentasi pada tong kayu selama 3-12 tahun. Warna
cuka ini coklat tua dan rasanya kaya, manis dan kompleks.

f)

Cuka Kelapa (Coconut Vinegar)


Cuka ini juga berasal dari Filipina. Terbuat dari air kelapa.
Rasanya asam dengan sedikit rasa slightly yeasty. Biasa digunakan
dalam makanan India dan Asia Tenggara. Berwarna putih keruh.

g)

Cuka Kesemek
Cuka kesemek ini berasal dari Korea. Kesemek banyak ditemukan di
wilayah Asia Timur. Cuka ini berasal dari buah kesemek. Lama fermentasi
yang diperlukan untuk menghasilkan cuka kesemek adalah selama tiga
bulan, jika diinginkan flavor yang lebih enak fermentasi dilakukan lebih dari
enam bulan dan fermentasi dilakukan melalui proses pemeraman. Cuka ini
sering dikonsumsi oleh masyarakat di wilayah Asia Timur.

h)

Cane Vinegar
Cuka ini terbuat dari jus gula tebu dan sangat populer di daerah Ilocoos,
Filipina Utara. Warnanya kuning gelap sampai coklat emas.

i)

Beer Vinegar
Cuka ini banyak diproduksi di Jerman, Austria dan Belanda. Flavor
tergantung dari tipe bir yang digunakan

j)

Chinese Black Vinegar

Jenis cuka ini terbuat dari beras, gandum, mollet, sorgum atau
kombinasi dari semuanya. Memiliki warna hitam pekat seperti tinta. Dan
rasanya seperti gandum. Berasal dari Negara Cina.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Cuka Buah. (Online). Http://cukabuah.blogspot.co.id.html.
(Diakses Tanggal 24 Februari 2016).
Orey, C. 2008. Khasiat Cuka. Jakarta: Hikmah.
Wibowo, H. 2013. Cara Membuat Cuka Anggur Sendiri. (Online).
Http://manfaat-aneka-buah.blogspot.com/2013/06/cara-membuat-cuka-angg
ur-sendiri.html. (Diakses Tanggal 24 Februari 2016).