You are on page 1of 7

Jurnal ini meneliti praktik akuntansi manajemen perusahaan manufaktur di Estonia,

menjelajahi dampak utama pada mereka dalam kerangka teori kontingensi.


Metodologi analisis terdiri dari 62 sampel survei kuesioner postal yang dilakukan
pada perusahaan manufaktur Estonia. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkonfirmasi temuan sebelumnya yang terkait dengan 'faktor kontingen' yang
mempengaruhi akuntansi manajemen, di sisi lain, untuk mengidentifikasi
kemungkinan faktor-faktor baru, seperti, lingkungan akuntansi hukum dan
kekurangan akuntan yang berkualitas baik.

Pendahuluan
Kondisi persaingan yang ketat menuntut perusahaan untuk mempunyain informasi
yang objektif tentang formasi dan bentuk performa perusahaan, di dokumentasikan
dalam lapuran keuangan. Oleh karena itu, kebutuhan untuk mengembangkan
sistem biaya dan akuntansi manajemen yang bisa memberikan informasi yang
memadai tentang tentang karakteristik biaya dan kinerja perusahaan ', sangat
pesat di Estonia dan semua mantan negara-negara sosialis lainnya.

Pendekatan kontingensi untuk akuntansi manajemen didasarkan pada premis


bahwa tidak ada sistem akuntansi yang universal untuk semua organisasi dalam
segala situasi (Emmanuel et al., 1990). Sebaliknya disarankan bahwa fitur tertentu
dari sistem akuntansi yang tepat akan tergantung pada keadaan tertentu di mana
sebuah organisasi berada. Seberapa efektif desain sistem akuntansi tergantung
pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan perubahan keadaan eksternal dan
faktor internal.
Di sini peneliti menganggap bahwa organisasi beroperasi sebagai sistem terbuka,
yang berfokus pada tujuan mereka dan bagaimana mereka menanggapi tekanan
eksternal dan internal. Pendekatan berbasis kontingensi berasumsi bahwa sistem
akuntansi manajemen yang diterapkan dalam rangka untuk membantu manajer
dalam mencapai hasil perusahaan yang diinginkan atau tujuan perusahaan. Jika
sistem akuntansi manajemen ditemukan sesuai, maka dapat memberikan informasi
yang lebih baik kepada individu-individu untuk mengambil keputusan yang lebih
baik dan dengan demikian tujuan organisasi dapat dicapai dengan lebih baik.

Conceptual changes in the Estonian companies management and


cost accounting patterns during the period of transition.
Proses pengembangan dan implementasi akuntansi biaya dan sistem akuntansi
manajemen di Estonia dapat ditandai dengan persaingan antara adat dan
pengetahuan dari asal-usul latar belakang ekonomi mereka yang direncanakan
secara terpusat oleh negara, dan kebutuhan untuk memecahkan mendesak seharihari masalah manajemen, di sisi lain. Dalam ekonomi perencanaan pusat
perusahaan tidak pernah harus menghadapi masalah seperti, produk apa yang
harus dihasilkan atau target pasar apa yang mereka pilih agar membawa
keuntungan. Pengambilan keputusan sangat sentralistik dan informasi akuntansi
tidak di pakai secara signigikan dalam proses pengambilan keputusan maupun
untuk evaluasi kinerja. laporan laba rugi yang digunakan pada waktu itu hanya
berdasarkan cost by nature' format.
Langkah pertama menuju pembentukan lingkungan akuntansi ekonomi pasar di
Estonia dibuat pada tahun 1990 ketika Estonian Regulation on Accounting disahkan.
Peraturan ini menandai upaya pertama buatan dalam negeri untuk membangun
dasar hukum untuk persyaratan akuntansi yang konsisten dengan prinsip-prinsip
akuntansi yang diterima secara internasional. Seperti yang ditunjukkan oleh Bailey
(Bailey et al., 1995). Estonia accounting LAW (EAL) dibentuk pada januari 1995 yang
membolehkan perusahaan menggunakan salah satu format income statement cost

by nature( resources consumed to achieve a particular objective) atau cost by function"


(to predict)
Berdasarkan hasil survey hampir setengah dari responden mengubah sistem
akuntansi biaya mereka

Apa yang menjadi faktor yang mendorong perushaan mempercepat atau


memperlambat perubahan dari sistem manajement akunting

kontijensi yang menjadi pertimbangan untuk mempercepat atau


memperlambar transformasi dalam sistem manajemen akuntansi
Dampak dari aspek lingkungan
beberapa aspek lingkungan mempengaruhi sistem akuntansi:

Kebutuhan untuk informasi kinerja divisi yang lebih rinci


Persaingan makin ketat;
Perubahan struktur produksi;
Benchmarking metode biaya dan akuntansi manajemen;
Membandingkan biaya periode sebelumnya untuk menyusun metode
manajemen akuntansi yang di gunakan

Perubahan struktur pasar;


Program pelatihan ulang.

Dengan persaingan pasar yang makin kompetitif, dinamis, heterogen dan lebih
terbuka maka makin dibutuhkan sistem akuntansi yang canging, komplek dan
mampu mengevaluasi kinerja manajerial dengan cara yang lebih bervariasi.
Berdasarkan hasil survey 52% respondent menilai kinerja mereka berdasarkan lini
produksi mereka, 20% client dan 17% sales. Dan sisanya berdasarkan
manufacturing bukan berdasarkan pasar.
persaingan yang makin ketat; merubah baik dalam struktur pasar dan dalam
struktur produksi berdasarkan sikap pasar yang sensitif pada pengukuran kinerja
dan kebutuhan informasi biaya obyektif dan tepat tentang berbagai unit biaya.
Perkembangan biaya dan praktek management akunting
Sebuah sistem akuntansi biaya yang komprehensif berfungsi sebagai dasar untuk
memahami proses pembentukan biaya dalam perusahaan dan untuk menganalisis
dan mengelola perilaku biaya
Dampak dari aspek teknologi
Dampak dari aspek organisasi

Perlunya informasi kinerja divisi yang lebih rinci;

Ketersediaan / non-ketersediaan staf keuangan yang kompeten;


Perusahaan yang memiliki staf keuangan yang kompeten cenderung
mengimplementasikan teknik manajemen yang modern (variable
costing) begitu juga sebaliknya

Perubahan dalam praktek manajerial;


Perubahan sitem ekonomi menjadi ekonomi pasar juga akan
merubah praktek manajerial yang digunakan

Kemajuan teknologi informasi

Perubahan dalam struktur organisasi;


Struktur organisasi juga berpengaruh dikarenakan perusahaan juga
menyiapkan laporaan biaya operasional

Ketidakpuasan dengan sistem pengukuran kinerja.

Kebutuhan akan peningkatan


Jurnal ini menganalisis perkembangan akuntansi manajemen di perusahaan
manufaktur Estonia dengan cara pendekatan kontingensi, mengungkapkan isu-isu
berikut:

Sebagian besar perusahaan memiliki sistem akuntansi manajemen


melaporkan biaya produk yang tidak memadai, biaya pelanggan tidak ada,
umpan balik antara manajer dan karyawan yang terlambat, terlalu agregat
dan terlalu keuangan.
Pusat biaya didefinisikan Secara dapat meningkatkan potensi kesulitan dalam
berhubungan elemen biaya yang berbeda dengan objek biaya (produk), dan
karenanya masalah akan terjadi di daerah biaya keseluruhan produk.
Tidak ada perbedaan yang jelas antara desain sistem akuntansi manajemen
teknologi produksi yang berbeda.
Sebagian besar perusahaan menggunakan laporan keuangan sebagai sumber
untuk pelaporan internal.
penganggaran dan pelaporan sistem yang kurang menunjukkan bahwa
banyak perusahaan gagal untuk menggunakan informasi akuntansi secara
sistematis untuk tujuan jelas dan berguna.
kebanyakan perusahaan mengukur kinerja didasarkan pada fungsi yang
berbeda dan kelompok produk, pada tingkat lebih rendah pada kelompok
klien dan wilayah penjualan.