You are on page 1of 224

1

PEMERINTAH PROVINSI BALI


SEKRETARIAT DAERAH
UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) BARANG/JASA PEMERINTAH
DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI BALI
POKJA PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI
Jl. Basuki Rahmat Niti-Mandala (0361) 224671-6, Denpasar 80235

DOKUMEN PENGADAAN
METODE E-LELANG PELELANGAN UMUM - DENGAN
PASCAKUALIFIKASI

Nomor : 027/7032/PK.ULP.Aset
Tanggal : 21 Desember 2015

untuk
Pengadaan

PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR


DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
PROVINSI BALI

SUMBER DANA
APBD PROVINSI BALI
TAHUN ANGGARAN 2016

Pokja Pengadaan Pekerjaan Konstruksi ULP Barang/Jasa


Pemerintah
di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali
Tahun Anggaran: 2016

BAB I. UMUM
A.

Dokumen Pengadaan ini disusun berdasarkan Peraturan


Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah beserta perubahannya dan aturan turunannya.

B. Dokumen Pengadaan ini disusun untuk membantu peserta


dalam menyiapkan dokumen penawaran.
C.

Dalam dokumen ini dipergunakan pengertian, istilah dan


singkatan sebagai berikut:
- Pekerjaan
Konstruksi

: seluruh pekerjaan yang berhubungan


dengan
pelaksanaan
konstruksi
bangunan atau pembuatan wujud fisik
lainnya;

- Pekerjaan
Utama

: adalah jenis pekerjaan yang secara


langsung menunjang terwujudnya dan
berfungsinya suatu konstruksi sesuai
peruntukannya
yang
ditetapkan
sebagaimana
tercantum
dalam
Dokumen Pengadaan;

- Kontrak
Harga Satuan

: adalah kontrak pengadaan barang/jasa


atas penyelesaian seluruh pekerjaan
dalam
batas
waktu
tertentu,
berdasarkan harga satuan yang pasti
dan tetap untuk setiap satuan/unsur
pekerjaan dengan spesifikasi teknis
tertentu, yang volume pekerjaannya
masih bersifat perkiraan sementara,
sedangkan pembayarannya didasarkan
pada hasil pengukuran bersama atas
volume pekerjaan yang benar-benar
telah dilaksanakan oleh penyedia
barang/jasa;

- Daftar
: adalah daftar kuatitas yang telah diisi
kuantitas dan
harga
satuan
dan
jumlah
biaya
harga
keseluruhannya
yang
merupakan
bagian dari penawaran;
- Harga
: adalah perhitungan perkiraan biaya
Perkiraan
seluruh volume pekerjaan dikalikan
Sendiri (HPS)
dengan Harga Satuan yang disusun dan
ditetapkan oleh PPK, dikalkulasikan

secara keahlian berdasarkan data yang


dapat dipertanggungjawabkan sudah
termasuk biaya umum, keuntungan
pekerjaan, dan beban pajak, serta
digunakan oleh Pokja ULP untuk menilai
kewajaran
penawaran
termasuk
rinciannya;
- Harga Satuan : adalah harga satu jenis pekerjaan
Pekerjaan
tertentu per satu satuan tertentu;
(HSP)
- Harga Satuan : adalah harga satuan komponen dari
Dasar (HSD)
harga satuan pekerjaan (HSP) per satu
satuan tertentu;
- HEA

: adalah Harga Evaluasi Akhir yang


merupakan
penyesuaian
atau
normalisasi harga terhadap harga
penawaran dalam proses pengadaan
dimana unsur preferensi harga telah
diperhitungkan berdasarkan capaian
TKDN dan status perusahaan;

- Metode
pelaksanaan
pekerjaan

: adalah metode yang menggambarkan


penguasaan penyelesaian pekerjaan
yang sistematis dari awal sampai akhir
meliputi
tahapan/urutan
pekerjaan
(utama) dan uraian/cara kerja dari
masing-masing jenis kegiatan pekerjaan
utama dan penunjang pekerjaan utama
yang dapat dipertanggungjawabkan
secara teknis;

- Personil inti

: adalah tenaga ahli atau tenaga teknis


yang akan ditempatkan secara penuh,
yang didalam organisasi pelaksanaan
posisinya
sebagai
manajemen
pelaksanaan pekerjaan;

- Bagian
pekerjaan
yang
disubkontrak
kan

: adalah
bagian
pekerjaan
bukan
pekerjaan
utama,
atau
pekerjaan
spesialis yang ditetapkan sebagaimana
tercantum dalam Dokumen Pemilihan,
yang pelaksanaanya diserahkan kepada
penyedia barang/jasa dan disetujui
terlebih dahulu oleh PPK;

- Masa
Pelaksanaan
(jangka
waktu
pelaksanaan)

: adalah
jangka
waktu
untuk
melaksanakan
pekerjaan
dihitung
berdasarkan SPMK sampai dengan
serah terima pertama pekerjaan;

- K/L/D/I

: adalah
Kementerian/Lembaga/Satuan
Kerja Perangkat Daerah/Institusi yang
menggunakan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (APBN) dan/atau
Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD);

- Pekerjaan
Utama

: adalah jenis pekerjaan yang secara


langsung menunjang terwujudnya dan
berfungsinya suatu konstruksi sesuai
peruntukkannya
yang
ditetapkan
sebagaimana
tercantum
dalam
Dokumen Pengadaan;

- Mata
Pembayaran
Utama

: adalah mata pembayaran yang pokok


dan
penting
yang
nilai
bobot
kumulatifnya minimal 80% (delapan
puluh per seratus) dari seluruh nilai
pekerjaan, dihitung mulai dari mata
pembayaran
yang
nilai
bobotnya
terbesar yang ditetapkan oleh Pokja ULP
dalam Dokumen Pengadaan;

- Penyedia

: adalah
badan
usaha
yang
menyediakan/ melaksanakan Pekerjaan
Konstruksi;

- Sub penyedia

: adalah penyedia yang mengadakan


perjanjian
kerja
dengan penyedia
penanggung jawab kontrak, untuk
melaksanakan
sebagian
pekerjaan
(subkontrak);

- Kemitraan/
: adalah
kerja
sama
usaha
antar
Kerja
Sama
penyedia yang masing-masing pihak
Operasi
mempunyai
hak,
kewajiban
dan
(KSO)
tanggung jawab yang jelas berdasarkan
perjanjian tertulis;
- Surat
Jaminan

: adalah
jaminan
tertulis
yang
selanjutnya disebut Jaminan, bersifat
mudah dicairkan dan tidak bersyarat
(unconditional), yang dikeluarkan oleh

Bank
Umum/Perusahaan
Penjamin/Perusahaan Asuransi yang
diserahkan oleh penyedia kepada
PPK/Pokja
ULP
untuk
menjamin
terpenuhinya kewajiban penyedia;
- LDP

: adalah Lembar Data Pemilihan yang


memuat ketentuan dan informasi yang
spesifik sesuai dengan jenis pekerjaan
antara
lain
meliputi
penyiapan,
penyampaian, pembukaan, kriteria dan
tata
cara
penilaian
dokumen
penawaran, pengumuman pemenang,
sanggahan, dan sanggahan banding;

- LDK

: adalah Lembar Data Kualifikasi yang


memuat ketentuan dan informasi yang
spesifik sesuai dengan kualifikasi yang
diperlukan penyedia barang/jasa antara
lain
dalam
menyiapkan,
mengisi
formulir
isian
kualifikasi,
dan
melengkapi fakta integritas ;

- APIP

: adalah Aparat Pengawasan Intern


Pemerintah (APIP) yang selanjutnya
disebut Inspektorat K/L/D/I bertugas
melakukan pengawasan melalui audit,
reviu,
evaluasi,
pemantauan
dan
kegiatan pengawasan lain terhadap
penyelenggaraan tugas dan fungsi
organisasi;

- PA

: Pengguna Anggaran adalah pejabat


pemegang kewenangan penggunaan
anggaran K/L/D/I atau Pejabat yang
disamakan pada institusi Pengguna
APBN/APBD;

- KPA

: Kuasa Pengguna Anggaran adalah


pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk
menggunakan APBN atau ditetapkan
oleh
Kepala
Daerah
untuk
menggunakan APBD;

- Pokja ULP

: Panitia/Kelompok
Kerja
ULP
yang
berfungsi
untuk
melaksanakan
Pengadaan Barang/Jasa;

- PPK

: Pejabat

Pembuat

Komitmen

adalah

pejabat yang bertanggung jawab atas


pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa;
- SPPBJ

: Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa


yang diterbitkan oleh PPK kepada
penyedia barang/jasa untuk melakukan
pekerjaan;

- SPMK

: Surat Perintah Mulai Kerja;

- TKDN

: Tingkat Komponen Dalam Negeri;

- PHO

: Serah
Terima
Pertama
Pekerjaan/Provisional Hand Over;

- FHO

: Penyerahan Akhir Pekerjaan setelah


Masa Pemeliharaan Berakhir/Final Hand
Over;

- BAPL

: Berita Acara Penjelasan Lanjutan

- Sistem Gugur

: merupakan
evaluasi
penilaian
penawaran dengan cara memeriksa dan
membandingkan Dokumen Penawaran
terhadap pemenuhan persyaratan yang
telah
ditetapkan
dalam
Dokumen
Pengadaan dengan urutan proses
evaluasi
dimulai
dari
penilaian
persyaratan administrasi, persyaratan
teknis, dan kewajaran harga, serta
persyaratan kualifikasi dan pembuktian
kualifikasi. Terhadap peserta yang tidak
lulus penilaian pada setiap tahapan
dinyatakan gugur.

- Pra RK3K

: Pra
Rencana
Keselamatan
dan
Kesehatan Kerja (K3) Kontrak adalah
dokumen pra rencana penyelengaraan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Konstruksi bidang pekerjaan umum
yang dibuat oleh Penyedia dalam
mengajukan penawaran.

- ATSP

: Analisa Teknis Satuan Pekerjaan adalah


uraian perhitungan kebutuhan per
satuan tenaga kerja bahan dan
peralatan untuk mendapatkan satu
satuan jenis pekerjaan tertentu.

- AHSP

: Analisa Harga Satuan Pekerjaan adalah


uraian perhitungan kebutuhan biaya
tenaga kerja, bahan dan peralatan
untuk mendapatkan harga satu satuan
jenis pekerjaan tertentu.

- LPSE

: Layanan Pengadaan Secara Elektronik


adalah unit kerja K/L/D/I yang dibentuk
untuk
menyelenggarakan
sistem
pelayanan
Pengadaan
Barang/Jasa
secara elektronik.

- Aplikasi SPSE

: Aplikasi
perangkat
lunak
Sistem
Pengadaan Secara Elektronik (SPSE)
berbasis web yang terpasang di server
LPSE yang dapat diakses melalui
website LPSE

- Pengguna
SPSE

: Perorangan/badan usaha yang memiliki


hak akses kepada Aplikasi SPSE,
direpresentasikan oleh user ID dan
password yang diberikan oleh LPSE,
antara lain Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK),
Pokja
ULP,
dan
Penyedia
Barang/Jasa

- File

: Sekumpulan rekaman (records) yang


saling berhubungan. Setiap rekaman
memiliki nomor yang disesuaikan
dengan posisinya dalam file

- User ID

: Nama atau pengenal unik sebagai


identitas diri dari pengguna yang
digunakan untuk beroperasi di dalam
Aplikasi SPSE

- Password

: Kumpulan karakter atau string yang


digunakan
oleh
pengguna
untuk
memverifikasi User ID kepada Aplikasi
SPSE.

- APENDO

: Aplikasi Pengaman
dikembangkan oleh
Negara.

Dokumen yang
Lembaga Sandi

- Form
Isian : Tampilan/antarmuka pemakai berbentuk
Elektronik
grafis berisi komponen isian yang dapat
diinput oleh pengguna aplikasi.

- Form
Isian : Form isian elektronik pada aplikasi SPSE
Elektronik
yang digunakan penyedia barang/jasa
Data
untuk menginputkan dan mengirimkan
Kualifikasi
data kualifikasi.
- E-Lelang

: Proses
pelelangan
umum/terbatas/pemilihan
langsung
dengan tahapan sesuai Perpres 54/2010
dan perubahannya serta petunjuk
teknisnya yang disesuaikan dengan
teknis operasional pengadaan secara
elektronik sebagaimana diatur dalam
Perka
18/2012.
Semua
istilah
pelelangan pada dokumen ini merujuk
pada pengertian e-lelang.

10

BAB II. PENGUMUMAN DENGAN


PASCAKUALIFIKASI
Pengumuman pelelangan tercantum dalam pada aplikasi
SPSE

11

BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP)

A. UMUM
1. Lingkup
Pekerjaan

1.1

Pokja ULP mengumumkan kepada para


peserta
untuk
menyampaikan
penawaran atas paket pekerjaan
konstruksi sebagaimana tercantum
dalam LDP.

1.2

Nama paket dan lingkup pekerjaan


sebagaimana tercantum dalam LDP.

1.3

Penyedia yang ditunjuk berkewajiban


untuk menyelesaikan pekerjaan dalam
jangka waktu sebagaimana tercantum
dalam LDP, berdasarkan syarat umum
dan syarat khusus kontrak dengan
mutu sesuai spesifikasi teknis dan
harga sesuai kontrak.

2. Sumber
Dana

Pengadaan
ini
dibiayai
dari
sumber
pendanaan sebagaimana tercantum dalam
LDP.

3. Peserta
Pelelangan
Umum

3.1

Pelelangan
Pelelangan
Umum
Pengadaan Pekerjaan Konstruksi ini
terbuka dan dapat diikuti oleh semua
peserta pengadaan yang berbentuk
badan usaha atau Kemitraan/KSO
yang memenuhi kualifikasi.

3.2

Dalam
hal
peserta
melakukan
kemitraan/KSO,
baik dengan perusahaan nasional
maupun asing maka peserta harus
memiliki Perjanjian Kemitraan/Kerja
Sama Operasi yang memuat
persentase
kemitraan/KSO
dan
perusahaan
yang
mewakili
kemitraan/KSO tersebut.

3.3

Peserta
kemitraan/KSO
dilarang
mengubah Perjanjian Kemitraan/Kerja
Sama
Operasi
selama
proses

12

pelelangan.

4. Larangan
4.1
Korupsi,
Kolusi, dan
Nepotisme
(KKN) serta
Penipuan

Peserta dan pihak yang terkait dengan


pengadaan ini berkewajiban untuk
mematuhi etika pengadaan dengan
tidak melakukan tindakan sebagai
berikut:
a. berusaha mempengaruhi anggota
Pokja ULP
dalam bentuk dan cara apapun,
untuk memenuhi keinginan peserta
yang
bertentangan
dengan
Dokumen Pengadaan,
dan/atau
peraturan
perundangundangan;
b. melakukan persekongkolan dengan
peserta
lain
untuk
mengatur
hasil
Pelelangan
Umum,
sehingga
mengurangi/
menghambat/
memperkecil/
meniadakan
persaingan yang sehat dan/atau
merugikan pihak lain sebagaimana
diatur dalam peraturan perundangundangan.
Indikasi
persekongkolan
antar
peserta
memenuhi
sekurangkurangnya 2 (dua) indikasi di bawah
ini:
1) terdapat
kesamaan
dalam
Dokumen Penawaran, antara lain
pada: metode kerja, bahan, alat,
analisa
pendekatan
teknis,
koefisien, harga satuan dasar
upah, bahan dan alat, harga
satuan pekerjaan, dan/ atau
spesifkasi teknis/ barang yang
ditawarkan (merk/ tipe/ jenis)
dan/ atau dukungan teknis;

13

2) seluruh penawaran dari peserta


mendekati HPS;
3) adanya keikutsertaan beberapa
Penyedia
Barang/Jasa yang berada dalam
1 (satu)
kendali;
4) adanya kesamaan/kesalahan isi
dokumen penawaran, antara lain
kesamaan/
kesalahan
pengetikan, susunan, dan format
penulisan; atau
c.

5. Larangan
Pertentang
an
Kepentinga
n

membuat dan/atau menyampaikan


dokumen dan/atau keterangan lain
yang tidak benar untuk memenuhi
persyaratan
dalam
Dokumen
Pengadaan ini.

4.2

Peserta yang menurut penilaian Pokja


ULP terbukti melakukan tindakan
sebagaimana dimaksud dalam pasal
4.1 dikenakan sanksi sebagai berikut:
a. sanksi
administratif,
seperti
digugurkan dari proses Pelelangan
Umum atau pembatalan penetapan
pemenang;
b. sanksi pencantuman dalam Daftar
Hitam;
c. gugatan secara perdata; dan/atau
d. pelaporan secara pidana kepada
pihak berwenang.

4.3

Pengenaan sanksi
Pokja ULP
kepada PA/KPA.

5.1

Para pihak dalam melaksanakan


tugas, fungsi
dan
perannya,
dilarang
memiliki/melakukan peran ganda atau
terafiliasi.

5.2

Peran ganda sebagaimana dimaksud


pasal 5.1 antara lain meliputi:
a. Seorang
anggota Direksi atau
Dewan Komisaris suatu Badan
Usaha merangkap sebagai anggota
Direksi atau Dewan Komisaris pada

dilaporkan

oleh

14

Badan Usaha lainnya yang menjadi


peserta pada Pelelangan pekerjaan
yang sama;
b. Penyedia
yang
telah
ditunjuk
sebagai
konsultan
manajemen
konstruksi
berperan
sebagai
konsultan
perencana
dan/atau
konsultan pengawas;
c. Penyedia yang ditunjuk sebagai,
konsultan perencana/ pengawas
bertindak
sebagai
pelaksana
Pekerjaan
Konstruksi
yang
direncanakannya/
diawasinya,
kecuali dalam pelaksanaan Kontrak
Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi;
d. pengurus koperasi pegawai dalam
suatu
Kementerian/Lembaga/Pemerintah
Daerah/ Institusi
atau anak
perusahaan pada BUMN/BUMD yang
mengikuti Pengadaan dan bersaing
dengan
perusahaan
lainnya,
merangkap sebagai anggota Pokja
ULP atau pejabat yang berwenang
menetapkan pemenang Pelelangan.
e. PPK dan/atau anggota Pokja ULP,
baik
langsung
maupun
tidak
langsung
mengendalikan
atau
menjalankan perusahaan peserta;
f. Hubungan
antara
2
(dua)
perusahaan yang dikendalikan, baik
langsung maupun tidak langsung
oleh pihak yang sama yaitu lebih
dari 50% (lima puluh perseratus)
pemegang saham dan/atau salah
satu pengurusnya sama.

6. Pendayagu
naan
Produksi

5.3

Pegawai K/L/D/I dilarang menjadi


peserta kecuali cuti diluar tanggungan
K/L/D/I.

6.1

Peserta
berkewajiban
untuk
menyampaikan
penawaran
yang
mengutamakan
material/barang

15

Dalam
Negeri

produksi dalam negeri dan tenaga


kerja
Indonesia
serta
Pekerjaan
Konstruksi yang dilaksanakan di
Indonesia.
6.2

Dalam
pelaksanaan
pekerjaan
konstruksi
dimungkinkan
menggunakan bahan baku, tenaga
ahli, dan perangkat lunak yang tidak
berasal dari dalam negeri (impor)
dengan ketentuan:
a. pemilahan
atau
pembagian
komponen
harus
benar-benar
mencerminkan
bagian
atau
komponen
yang
telah
dapat
diproduksi di dalam negeri dan
bagian atau komponen yang masih
harus diimpor;
b. komponen berupa bahan baku
belum diproduksi di dalam negeri
dan/atau spesifikasi teknis bahan
baku yang diproduksi di dalam
negeri
belum
memenuhi
persyaratan;
c. pekerjaan pemasangan, pabrikasi,
pengujian dan lainnya sedapat
mungkin dilakukan di dalam negeri;
d. semaksimal mungkin menggunakan
jasa pelayanan yang ada di dalam
negeri,
seperti
jasa
asuransi,
angkutan, ekspedisi, perbankan,
dan pemeliharaan;
e. penggunaan tenaga ahli asing
dilakukan
semata-mata
untuk
mencukupi kebutuhan jenis keahlian
yang belum dapat diperoleh di
Indonesia,
disusun
berdasarkan
keperluan
yang
nyata,
dan
diusahakan secara terencana untuk
semaksimal mungkin terjadinya alih
pengalaman/keahlian dari tenaga
ahli asing tersebut ke tenaga
Indonesia; dan
f. peserta diwajibkan membuat daftar
Barang
yang
diimpor
yang
dilengkapi dengan spesifikasi teknis,
jumlah dan harga yang dilampirkan
pada Dokumen Penawaran.

16

7. Satu
Penawaran
Tiap
Peserta

6.3

Pengadaan barang/jasa yang berasal


dari luar negeri (impor) dimungkinkan
dalam hal:
a. barang/jasa tersebut belum dapat
diproduksi /dihasilkan di dalam
negeri;
b. spesifikasi teknis barang yang
diproduksi
dan/atau
kualifikasi
teknis tenaga ahli dalam negeri
belum
memenuhi
persyaratan;
dan/atau
c. volume produksi dalam negeri tidak
mampu memenuhi kebutuhan.

6.4

[Atas penggunaan produksi dalam


negeri, penawaran peserta diberikan
preferensi harga, untuk pekerjaan
sebagaimana tercantum dalam LDP
yang
diwajibkan
menggunakan
produksi dalam negeri]

7.1

Setiap peserta, baik atas nama sendiri


maupun
sebagai
anggota
kemitraan/KSO
hanya
boleh
memasukkan satu penawaran untuk
satu paket pekerjaan kecuali apabila
anggota
kemitraan
tersebut
merupakan penyedia tunggal dan/atau
pemegang HAKI.

B. DOKUMEN PENGADAAN
8. Isi
Dokumen
Pengadaan

8.1

Dokumen Pengadaan terdiri dari


Dokumen Pemilihan dan Dokumen
Kualifikasi.

8.2

Dokumen Pemilihan meliputi:


a. Umum
b. Pengumuman
c. Instruksi Kepada Peserta;
d. Lembar Data Pemilihan;
e. Contoh
Bentuk
Dokumen
Penawaran:
1) Surat Penawaran;
2) Dokumen Penawaran Teknis;
3) Surat perjanjian Kemitraan/Kerja
Sama Operasi (apabila peserta
berbentuk Kemitraan/KSO)

17

4) Formulir Rekapitulasi Perhitungan


TKDN
(apabila
diberikan
preferensi harga);
f. Contoh Bentuk Rancangan Kontrak:
1) Surat Perjanjian
2) Syarat-Syarat Umum Kontrak;
3) Syarat-Syarat Khusus Kontrak.
g. Spesifikasi Teknis, KAK dan/atau
Gambar;
h. Daftar Kuantitas dan harga;
i. Formulir RK3K;
j. Contoh Bentuk Dokumen Lain:
1) SPPBJ;
2) SPMK;
3) Jaminan Pelaksanaan;
4) [Jaminan Uang Muka (apabila
dipersyaratkan)];
5) Jaminan Pemeliharaan;
6) Daftar Barang yang diimpor.
8.3

Isi Dokumen Kualifikasi meliputi:


a. Lembar Data Kualifikasi;
b. Pakta Integritas [jika berbentuk
Kemitraan/KSO];
c. Isian Data Kualifikasi (diisikan pada
laman SPSE);
d. Petunjuk
Pengisian
Data
Kualifikasi(hanya
ada
apabila
membolehkan kemitraan); dan
e. Tata Cara Evaluasi Kualifikasi.

8.4

Peserta
berkewajiban
memeriksa
keseluruhan isi Dokumen Pengadaan
ini. Kelalaian menyampaikan Dokumen
Penawaran yang tidak memenuhi
persyaratan yang ditetapkan dalam
Dokumen Pengadaan ini sepenuhnya
merupakan risiko peserta.

9. Bahasa
Dokumen
Pengadaan

Dokumen
Pengadaan
beserta
seluruh
korespondensi
tertulis
dalam
proses
Pengadaan menggunakan Bahasa Indonesia.

10.Pemberian
Penjelasan

10.1

Pemberian
penjelasan
dilakukan
secara online melalui aplikasi SPSE
sesuai jadwal dalam aplikasi SPSE.

10.2

Peserta yang tidak aktif/membuka


SPSE dan/atau tidak bertanya pada

18

saat pemberian penjelasan, tidak


dapat
dijadikan
dasar
untuk
menolak/menggugurkan penawaran.
10.3

Apabila diperlukan Pokja ULP dapat


memberikan informasi yang dianggap
penting terkait dengan dokumen
pengadaan.

10.4

Apabila dipandang perlu, Pokja ULP


melalui tim atau tenaga ahli pemberi
penjelasan teknis yang ditunjuk dapat
memberikan
penjelasan
lanjutan
dengan cara melakukan peninjauan
lapangan. Biaya peninjauan lapangan
ditanggung oleh peserta.

10.5

Apabila dipandang perlu, Pokja ULP


dapat memberikan penjelasan (ulang).

10.6

Dalam pemberian penjelasan, Pokja


ULP tidak diwajibkan memberikan
penjelasan
mengenai
Dokumen
Pengadaan, namun cukup memberikan
kesempatan kepada peserta untuk
menyampaikan pertanyaan.

10.7

Pokja
ULP
menjawab
setiap
pertanyaan yang masuk, kecuali untuk
substansi pertanyaan yang telah
dijawab.

10.8

Pokja ULP pada saat berlangsungnya


pemberian
penjelasan
dapat
menambah waktu batas akhir tahapan
tersebut sesuai dengan kebutuhan.

10.9

Dalam hal waktu tahap penjelasan


telah berakhir, Penyedia barang/jasa
tidak dapat mengajukan pertanyaan
namun Pokja ULP masih mempunyai
tambahan waktu 3 (tiga) jam untuk
menjawab pertanyaan yang masuk
pada akhir jadwal.

10.10 Seluruh pertanyaan dari peserta dan


jawaban dari Pokja ULP dalam aplikasi
SPSE
pada
saat
pemberiaan
penjelasan merupakan Berita Acara

19

Pemberiaan
Penjelasan
(BAPP).
Sehingga Pokja ULP tidak perlu
membuat Berita Acara Penjelasan
Pekerjaan
10.11 Jika
dianggap
perlu
dan
tidak
dimungkinkan memberikan informasi
lapangan
ke
dalam
dokumen
pemilihan dan Berita Acara Pemberian
Penjelasan,
Pokja
ULP
dapat
melaksanakan
proses
pemberiaan
penjelasan
lanjutan
dengan
peninjauan lapangan/lokasi pekerjaan.
10.12 Pelaksanaan pemberian penjelasan
lanjutan dilakukan oleh seseorang
selain Pokja ULP, antara lain oleh
tenaga ahli pemberi penjelasan teknis
yang telah ditetapkan oleh PPK dan
ditugaskan oleh Pokja ULP.
10.13 Hasil pemberiaan penjelasan lanjutan
dituangkan ke dalam
Berita Acara
Penjelasan Lanjutan (BAPL) yang
diunggah dalam website LPSE dan
dapat dilihat melalui aplikasi SPSE.
11.Perubahan
Dokumen
Pengadaan

11.1

Apabila
pada
saat
pemberian
penjelasan terdapat hal-hal/ketentuan
baru atau perubahan penting yang
perlu ditampung, maka Pokja ULP
menuangkan ke dalam Adendum
Dokumen Pengadaan yang menjadi
bagian
tidak
terpisahkan
dari
Dokumen Pengadaan.

11.2

Perubahan rancangan kontrak dan


spesifikasi teknis, gambar dan/atau
nilai
HPS
harus
mendapatkan
persetujuan PPK sebelum dituangkan
dalam Adendum Dokumen Pengadaan.

11.3

Apabila
ketentuan
baru
atau
perubahan penting tersebut tidak
dituangkan dalam Adendum Dokumen
Pengadaan, maka ketentuan baru atau
perubahan tersebut dianggap tidak
ada dan ketentuan yang berlaku

20

adalah Dokumen Pengadaan awal

12.Perubahan
Waktu

11.4

Setelah Pemberian Penjelasan dan


sebelum
batas
akhir
waktu
pemasukan penawaran, Pokja ULP
dapat
menetapkan
Adendum
Dokumen Pengadaan, berdasarkan
informasi baru yang mempengaruhi
substansi Dokumen Pengadaan.

11.5

Setiap Adendum yang ditetapkan


merupakan
bagian
yang
tidak
terpisahkan dari Dokumen Pengadaan.

11.6

Pokja ULP mengumumkan Adendum


Dokumen Pengadaan dengan cara
mengunggah (upload) file adendum
dokumen
Pengadaan
melalui
aplikasiSPSE paling lambat 2 (dua)
hari sebelum batas akhir pemasukan
penawaran. Apabila Pokja ULP akan
mengunggah (upload) file Adendum
Dokumen Pengadaan kurang dari 2
(dua) hari sebelum batas akhir
pemasukan penawaran, maka Pokja
ULP wajib mengundurkan batas akhir
pemasukan penawaran.

11.7

Peserta dapat mengunduh (download)


Adendum Dokumen Pengadaan yang
diunggah (upload) Pokja ULP pada
aplikasi SPSE (apabila ada).

Pokja ULP dapat melakukan perubahan waktu


pada
setiap
tahapan
lelang
dengan
menyertakan alasan perubahan tanpa harus
menghubungi
seluruh
peserta
untuk
menyampaikan perubahan tersebut. Alasan
perubahan dapat diakses melalui aplikasi
SPSE.
Apabila
adendum
dokumen
pengadaan
mengakibatkan
kebutuhan
penambahan
waktu penyiapan dokumen penawaran maka
Pokja ULP memperpanjang batas akhir
pemasukan penawaran.

C. PENYIAPAN DOKUMEN PENAWARAN DAN KUALIFIKASI

21

13.Biaya
13.1
dalam
Penyiapan
Penawaran
13.2

Peserta menanggung semua biaya


dalam penyiapan dan penyampaian
penawaran.

14.Bahasa
14.1
Penawaran

Semua
Dokumen Penawaran harus
menggunakan Bahasa Indonesia.

14.2

Dokumen penunjang yang terkait


dengan Dokumen Penawaran dapat
menggunakan Bahasa Indonesia atau
bahasa asing.

14.3

Dokumen penunjang yang berbahasa


asing perlu disertai penjelasan dalam
Bahasa Indonesia. Dalam hal terjadi
perbedaan penafsiran, maka yang
berlaku adalah penjelasan dalam
Bahasa Indonesia.

Pokja ULP tidak bertanggung jawab


atas
kerugian
apapun
yang
ditanggung oleh peserta.

15.Dokumen
Dokumen Penawaran, meliputi:
Penawaran a.
surat penawaran
yang didalamnya mencantumkan;
1) tanggal;
2) masa berlaku penawaran; dan
3) total harga penawaran;
b. hasil pemindaian (scan) surat kuasa dari
pimpanan / direktur utama perusahaan
kepada penerima kuasa yang namanya
tercantum
dalam
akte
pendirian/
perubahannya (apabila dikuasakan)
c. file daftar kuantitas dan harga;
d. scan surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama
Operasi
(apabila
peserta
berbentuk
Kemitraan/KSO);
e. dokumen penawaran teknis:
1) metode pelaksanaan;
2) jadwal dan jangka waktu pelaksanaan
pekerjaan sampai dengan serah
terima pertama Pekerjaan (PHO)
dalam bentuk Kurva S dan Barchart
(apabila dipersyaratkan);
3) jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah
peralatan yang ditawarkan untuk
melaksanakan pekerjaan;

22

4) spesifikasi
teknis
(bahan/barang
tertentu apabila ada);
5) Daftar personil inti yang ditawarkan
untuk melaksanakan pekerjaan;
6) jaminan
purna
jual/garansi
dari
distributor/agen/pabrik/ATPM (apabila
dibutuhkan/untuk
barang
sesuai
dengan LDP); dan
7) bagian
pekerjaan
yang
akan
disubkontrakkan (apabila ada bagian
pekerjaan
yang
akan
disubkontrakkan).
f. Dokumen lain yang terdiri atas:
1) Formulir
Pra
RK3K
(apabila
dipersyaratkan);
2) Daftar barang yang diimpor (apabila
ada)
3) Analisa Teknis Satuan Pekerjaan; dan
4) Analisa Harga Satuan Pekerjaan.
g. Data kualifikasi (disikan pada SPSE); dan
h. dokumen lain yang dipersyaratkan.
16.Harga
16.1
Penawaran

Harga penawaran ditulis dengan jelas


dalam angka dan huruf.

16.2

Untuk kontrak harga satuan atau


kontrak gabungan harga satuan dan
lump sum, peserta mencantumkan
harga satuan dan harga total untuk
tiap
mata
pembayaran/pekerjaan
dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Jika
harga satuan ditulis nol atau tidak
dicantumkan maka pekerjaan dalam
mata pembayaran tersebut dianggap
telah termasuk dalam harga satuan
pekerjaan yang lain dan pekerjaan
tersebut tetap harus dilaksanakan.
Harga penawaran yang mengikat
adalah
harga
total
penawaran
terkoreksi.
[Untuk kontrak lumpsum, apabila
dipersyaratkan,
peserta
mencantumkan harga satuan untuk
tiap
mata
pembayaran/pekerjaan
dalam Daftar Kuantitas dan Harga.].

16.3

Biaya
overhead
penyelenggaraan

termasuk
untuk
Keselamatan dan

23

Kesehatan Kerja (K3) dan keuntungan


serta semua pajak, bea, retribusi,dan
pungutan lain yang sah serta biaya
asuransi yang harus dibayar oleh
penyedia untuk pelaksanaan paket
Pekerjaan
Konstruksi
ini
diperhitungkan dalam total harga
penawaran.
16.4

[Untuk
kontrak
yang
masa
pelaksanaannya lebih dari 12 (dua
belas) bulan, ditulis Penyesuaian
harga
dapat
diberlakukan
sebagaimana diatur dalam SyaratSyarat Umum/Khusus Kontrak].

17.Mata Uang 17.1


Penawaran
dan Cara
Pembayara
n
17.2

Semua harga dalam penawaran harus


dalam
bentuk
mata
uang
sebagaimana tercantum dalam LDP.

18.Masa
18.1
Berlaku
Penawaran
dan Jangka 18.2
Waktu
Pelaksana
an

Masa berlaku penawaran sebagaimana


tercantum dalam LDP.

18.3

Apabila penetapan pemenang telah


disampaikan dan tidak ada sanggah,
tetapi
DIPA/DPA
belum
disahkan/ditetapkan, Pokja ULP dapat
meminta
secara
tertulis
kepada
pemenang
lelang
untuk
memperpanjang
masa
berlakunya
penawaran
dalam
jangka
waktu
tertentu dan diperhitungkan paling

Pembayaran
atas
pelaksanaan
pekerjaan dilakukan sesuai dengan
cara sebagaimana tercantum dalam
LDP dan diuraikan dalam SyaratSyarat Umum/Khusus Kontrak.

Apabila
evaluasi
belum
selesai
dilaksanakan, sebelum akhir masa
berlakunya penawaran, Pokja ULP
dapat
meminta
kepada
seluruh
peserta
secara
tertulis
untuk
memperpanjang
masa
berlakunya
penawaran tersebut dalam jangka
waktu tertentu dan diperhitungkan
paling
kurang
sampai
perkiraan
tanggal penandatanganan kontrak.

24

kurang sampai perkiraan


penandatanganan kontrak.

tanggal

18.4

Berkaitan dengan 18.2 dan 18.3, maka


peserta dapat :
I.
menyetujui permintaan tersebut
tanpa mengubah penawaran; atau
II.
menolak permintaan tersebut dan
dapat mengundurkan diri secara
tertulis dengan tidak dikenakan
sanksi.

18.5

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan


yang
ditawarkan tidak melebihi
jangka waktu sebagaimana tercantum
dalam LDP.

19.Bentuk
19.1
Dokumen
Penawaran
dan
Pengisian
Dokumen
Kualifikasi

Dokumen Penawaran disampaikan


secara elektronik melalui aplikasi
SPSE, dan penyerahan dokumen
penawaran asli hanya dilakukan
terhadap
penawaran
yang
akan
diusulkan sebagai calon pemenang
dan
calon
pemenang
cadangan
(apabila ada).

19.2

Peserta berkewajiban untuk mengisi


form isian elektronik datakualifikasi
dalam aplikasi SPSE atau mengisi data
penyedia
pada
aplikasi
Sistem
Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP).

19.3

Peserta tidak perlu mengunggah hasil


pemindaian
(scan)
dukumen
administrasi kualifikasi pada fasilitas
unggahan dokumen penawaran.

19.4

Data Kualifikasi dan pernyataan yang


menjadi bagian kualifikasi dianggap
telah disetujui dan ditandatangani
oleh peserta pengadaan, kecuali untuk
penyedia barang/jasa yang melakukan
Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO)
Formulir Kualifikasi dan pernyataan
yang
menjadi
bagian
kualifikasi
ditandatangani oleh pejabat yang
menurut perjanjian Kemitraan/Kerja
Sama
Operasi
berhak
mewakili

25

Kemitraan/KSO.
20.Pakta
Integritas

20.1

Pakta Integritas berisi ikrar untuk


mencegah dan tidak melakukan dan
akan melaporkan terjadinya kolusi,
korupsi, dan nepotisme (KKN).

20.2

Dengan mendaftar sebagai peserta


lelang pada suatu paket pekerjaan
melalui aplikasi SPSE, maka peserta
telah
menandatangani
Pakta
Integritas, kecuali untuk penyedia
barang/jasa
yang
melakukan
Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO),
badan usaha yang ditunjuk mewakili
Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO)
wajib menyampaikan pakta integritas
melalui fasilitas unggahan lainnya
pada form isian elektronik data
kualifikasi di aplikasi SPSE.

D. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN


21.Penyampul 21.1
an dan
Penandaan
Sampul
Penawaran

File penawaran yang disampaikan oleh


peserta terdiri dari 1 (satu) file
penawaran
yang
telah
disandikan/dienkripsi yang terdiri dari :
a. Penawaran administrasi;
b. Penawaran teknis; dan
c. Penawaran harga;

21.2

File disandikan /dienkripsi dengan


Aplikasi
Pengaman
Dokumen
(APENDO).

21.3

Peserta mengirimkan file penawaran


yang
telah
disandikan/dienkripsi
melalui aplikasi SPSE.

21.4

Data kualifikasi diinput dan dikirimkan


melalui form isian elektronik data
kualifikasi pada SPSE

22.Penyampai
an
Dokumen
Penawaran 22.1

Peserta
menyampaikan
Dokumen
Penawaran kepada Pokja ULP dengan
ketentuan :
a. Pertama-tama, mengirimkan Data
Kualifikasi melalui form isian
elektronik data kualifikasi pada

26

aplikasi SPSE;
b. Dilanjutkan dengan mengunggah
file penawaran terenkripsi (*.rhs)
hanya melalui aplikasi SPSE sesuai
jadwal yang ditetapkan.
c. peserta mengunggah (upload) file
penawaran administrasi, teknis
dan harga yang telah terenkripsi
(*.rhs) melalui aplikasi SPSE sesuai
jadwal yang ditetapkansetelah File
penawaran administrasi, teknis
dan
harga
dienkripsi
menggunakan Apendo
22.2

Peserta dapat mengirim dokumen


isian kualifikasi dan mengunggah file
penawaran secara berulang sebelum
batas
akhir
waktu
pemasukan
Dokumen Penawaran. Dokumen isian
kualifikasi dan file penawaran terakhir
akan menggantikan dokumen isian
kualifikasi dan file penawaran yang
telah terkirim sebelumnya.

23.1

Penawaran harus disampaikan secara


elektronik
melalui
aplikasi
SPSE
kepada Pokja ULP paling lambat pada
waktu yang ditentukan oleh Pokja ULP.

23.2

Tidak
diperkenankan
mengubah
tempat dan waktu batas akhir
pemasukan
penawaran
kecuali
keadaan kahar, atau terjadi gangguan
teknis. Apabila terpaksa dilakukan
perubahan
waktu
batas
akhir
pemasukan penawaran maka Pokja
ULP harus menginputkan alas an yang
sebenarnya
dan
dapat
dipertanggungjawabkan pada aplikasi
SPSE.

23.Batas
Akhir
Waktu
Pemasuka
n
Penawaran

24.Penawaran Aplikasi SPSE menolak setiap file penawaran


Terlambat
yang dikirimkan setelah batas akhir waktu
pemasukan penawaran kirim
E. PEMBUKAAN DAN EVALUASI PENAWARAN
25.Pembukaa

25.1

Pada tahap pembukaan penawaran,

27

n
Penawaran

Pokja ULP mengunduh (download) dan


melakukan dekripsi file penawaran
dengan menggunakan APENDO sesuai
waktu yang telah ditetapkan.
25.2

Terhadap file penawaran yang tidak


dapat dibuka (didekripsi), Pokja ULP
menyampaikan
file
penawaran
tersebut kepada LPSE untuk mendapat
keterangan
bahwa
file
yang
bersangkutan tidak dapat dibuka dan
bila dianggap perlu LPSE dapat
menyampaikan
file
penawaran
tersebut kepada LKPP.

25.3

Berdasarkan keterangan dari LPSE


atau LKPP, apabila file penawaran
tidak dapat dibuka/didekripsi maka
Pokja ULP dapat menetapkan bahwa
file
penawaran
tersebut
tidak
memenuhi syarat sebagai penawaran
dan
penyedia
barang/jasa
yang
mengirimkan file penawaran tersebut
dianggap
tidak
memasukkan
penawaran. Apabila dapat dibuka,
maka Pokja ULP akan melanjutkan
proses
atas
penawaran
yang
bersangkutan.

25.4

File
yang
dianggap
sebagai
penawaran
adalah
dokumen
penawaran yang berhasil dibuka dan
dapat dievaluasi yang sekurangkurangnya memuat harga penawaran,
daftar kuantitas dan harga, jangka
waktu
penawaran,
dan
deskripsi/spesifikasi barang/jasa yang
ditawarkan.

25.5

Apabila
penawaran yang
masuk
kurang dari 3 (tiga) maka pelelangan
dinyatakan
gagal,
kecuali
untuk
pelelangan
ulang
atau
untuk
pelelangan
E-Tendering
yang
menggunakan SPSE sesuai versi
Perpres 4 Tahun 2015.

25.6

Apabila dalam pelelangan ulang atau


untuk pelelangan E-Tendering yang

28

menggunakan SPSE sesuai versi


Perpres 4 Tahun 2015 pesertanya
kurang dari 3 (tiga), maka pelelangan
dilanjutkan
pada
tahap
evaluasi
penawaran dan kualifikasi, serta
selanjutnya dilakukan negosiasi teknis
dan harga kepada peserta yang
memenuhi persyaratan kualifikasi.
25.7

Pokja ULP tidak boleh menggugurkan


penawaran pada waktu pembukaan
penawaran,
kecuali
untuk
file
penawaran yang sudah dipastikan
tidak
dapat
dibuka
berdasarkan
keterangan LPSE atau LKPP.

25.8

Negosiasi teknis dan harga dilakukan


dengan ketentuan:
a. pokja ULP melakukan klarifikasi dan
negosiasi harga terhadap calon
pemenang dengan mengundang
calon pemenang terlebih dahulu;
b. klarifikasi dan negosiasi harga
dilakukan terhadap harga satuan
yang dinilai tidak wajar;
c. dilakukan perkalian volume dan
harga satuan yang telah disepakati,
untuk mendapatkan total hasil
negosiasi;
d. hasil negosiasi harga menjadi nilai
harga penetapan pemenang dan
sebagai dasar nilai kontrak;
e. apabila calon pemenang yang
diundang sebagaimana dimaksud
dalam butir a. tidak hadir, dianggap
tidak tercapai kesepakatan;
f. apabila negosiasi terhadap calon
pemenang
tidak
tercapai
kesepakatan, maka penawarannya
dinyatakan gugur dan dilanjutkan
negosiasi terhadap calon pemenang
cadangan, apabila ada; dan
g. apabila negosiasi terhadap calon
pemenang cadangan tidak tercapai
kesepakatan,
maka
pelelangan
dinyatakan gagal

29

26.Evaluasi
26.1
Penawaran

Evaluasi penawaran dilakukan dengan


sistem gugur.

26.2

Data yang digunakan Pokja ULP dalam


evaluasi dokumen penawaran adalah
data yang diunggah (upload) pada
sistem pengadaan secara elektronik,
sesuai dengan data syarat-syarat yang
tertulis dalam dokumen pengadaan.

26.3

Data dokumen elektronik yang rusak


(sesudah mendapat klarifikasi dari
LPSE) akibat kesalahan pengiriman
dokumen oleh Penyedia Jasa, yang
mengakibatkan dokumen tersebut
tidak dapat dilakukan evaluasi oleh
Pokja ULP, maka dokumen elektronik
tersebut dinyatakan tidak memenuhi
syarat.

26.4

Sebelum
evaluasi
penawaran,
dilakukan koreksi aritmatik dengan
ketentuan:
a. untuk Kontrak Harga Satuan atau
Kontrak Gabungan Lump Sum dan
Harga Satuan pada bagian Harga
Satuan:
1) volume dan/atau jenis pekerjaan
yang tercantum dalam daftar
kuantitas dan harga disesuaikan
dengan yang tercantum dalam
Dokumen Pemilihan;
2) apabila terjadi kesalahan hasil
perkalian antara volume dengan
harga
satuan
pekerjaan,
dilakukan pembetulan, dengan
ketentuan
harga
satuan
pekerjaan yang ditawarkan tidak
boleh diubah;
3) jenis pekerjaan yang tidak diberi
harga satuan dianggap sudah
termasuk dalam harga satuan
pekerjaan yang lain dan harga
satuan pada daftar kuantitas
dan
harga
tetap
dibiarkan
kosong;
4) jenis pekerjaan yang tidak
tercantum
dalam
daftar
kuantitas dan harga disesuaikan

30

dengan jenis pekerjaan yang


tercantum
dalam
Dokumen
Pemilihan dan harga satuan
pekerjaan dimaksud dianggap
nol; dan
5) hasil koreksi aritmatik pada
bagian harga satuan dapat
mengubah nilai total harga
penawaran
sehingga
urutan
peringkat dapat menjadi lebih
tinggi atau lebih rendah dari
urutan peringkat semula;
b. untuk Kontrak Lump Sum atau
Kontrak Gabungan Lump Sum dan
Harga Satuan pada bagian Lump
Sum:
1) volume dan/atau jenis pekerjaan
yang tercantum dalam daftar
kuantitas dan harga (apabila
ada) disesuaikan dengan yang
tercantum
dalam
Dokumen
Pemilihan;
2) jenis pekerjaan yang tidak
tercantum
dalam
daftar
kuantitas dan harga (apabila
ada) disesuaikan dengan jenis
pekerjaan
yang
tercantum
dalam Dokumen Pemilihan; dan
3) hasil koreksi aritmatik pada
bagian Lump Sum tidak boleh
mengubah nilai total harga
penawaran pada bagian Lump
Sum.
26.5

Total harga penawaran setelah koreksi


aritmatik yang melebihi nilai total HPS
dinyatakan gugur

26.6

Apabila semua total harga penawaran


setelah
koreksi
aritmatik
untuk
kontrak harga satuan atau kontrak
gabungan lump sum dan harga satuan
di atas nilai total HPS, pelelangan
dinyatakan gagal.
Apabila semua total harga penawaran
yang masuk untuk Kontrak Lump Sum
di atas nilai total HPS, pelelangan
dinyatakan gagal.

31

26.7

Berdasarkan hasil koreksi aritmatik,


Pokja ULP menyusun urutan dimulai
dari penawaran penawaran terendah
terkoreksi.

26.8

Pelaksanaan evaluasi dengan sistem


gugur dilakukan oleh Pokja ULP untuk
mendapatkan 3 (tiga) penawaran yang
memenuhi
syarat
yang
dimulai
dengan penawaran terendah setelah
koreksi aritmatik.

26.9

Apabila setelah koreksi aritmatik


terdapat kurang dari 3 (tiga) penawar
yang menawar harga kurang dari HPS
maka proses lelang tetap dilanjutkan
dengan
melakukan
evaluasi
penawaran.

26.10

Pokja
ULP
melakukan
penawaran yang meliputi:
a. evaluasi administrasi;
b. evaluasi teknis;
c. evaluasi harga; dan
d. evaluasi kualifikasi.

26.11

Ketentuan umum dalam melakukan


evaluasi sebagai berikut:
a. Pokja ULP dilarang menambah,
mengurangi, mengganti, dan/atau
mengubah kriteria dan persyaratan
yang
telah
ditetapkan
dalam
Dokumen Pengadaan ini;
b. Pokja ULP dan/atau peserta dilarang
menambah,
mengurangi,
mengganti, dan/atau mengubah isi
Dokumen Penawaran;
c. penawaran yang memenuhi syarat
adalah penawaran yang sesuai
dengan ketentuan, syarat-syarat,
dan
spesifikasi
teknis
yang
ditetapkan
dalam
Dokumen
Pengadaan
ini,
tanpa
ada
penyimpangan
yang
bersifat
penting/pokok
atau
penawaran
bersyarat;
d. penyimpangan
yang
bersifat
penting/pokok
atau
penawaran

evaluasi

32

bersyarat adalah:
1) penyimpangan dari Dokumen
Pengadaan
ini
yang
mempengaruhi lingkup, kualitas
dan
hasil/kinerja
pekerjaan;
dan/atau
2) penawaran dari peserta dengan
persyaratan
tambahan
yang
akan menimbulkan persaingan
usaha tidak sehat dan/atau tidak
adil
diantara
peserta
yang
memenuhi syarat.
e. para pihak dilarang mempengaruhi
atau melakukan intervensi kepada
Pokja ULP selama proses evaluasi;
f. Pokja ULP dilarang menggugurkan
penawaran dengan alasan:
1) ketidakhadiran dalam pemberian
penjelasan dan/atau pembukaan
penawaran; dan/atau
2) kesalahan
yang
tidak
substansial, misalnya kesalahan
pengetikan,
penyebutan
sebagian nama atau keterangan,
warna sampul, surat penawaran
tidak berkop perusahaan.
g. apabila dalam evaluasi ditemukan
bukti adanya persaingan usaha
yang tidak sehat dan/atau terjadi
pengaturan
bersama
(kolusi/persekongkolan)
antara
peserta, Pokja ULP dan/atau PPK,
dengan tujuan untuk memenangkan
salah satu peserta, maka:
1) peserta yang ditunjuk sebagai
calon pemenang dan peserta
lain yang terlibat dimasukkan ke
dalam Daftar Hitam;
2) proses evaluasi tetap dilanjutkan
dengan menetapkan peserta
lainnya yang tidak terlibat
(apabila ada); dan
3) apabila tidak ada peserta lain
sebagaimana dimaksud pada
angka 2), maka pelelangan
dinyatakan gagal.
h. Indikasi
persekongkolan
antar
penyedia
barang/jasa
adalah
terpenuhinya sekurang-kurangnya 2

33

(dua) indikasi dibawah ini:


1) Terdapat kesamaan dokumen
teknis, antara lain: metode kerja,
bahan, alat, analisa pendekatan
teknis, harga satuan, dan/atau
spesifkasi
barang
yang
ditawarkan
(merk/tipe/jenis)
dan/atau dukungan teknis;
2) seluruh
penawaran
dari
Penyedia mendekati HPS;
3) adanya keikutsertaan beberapa
Penyedia
Barang/Jasa
yang
berada dalam 1 (satu) kendali;
4) adanya kesamaan/kesalahan isi
dokumen penawaran, antara lain
kesamaan/kesalahan
pengetikan, susunan, dan format
penulisan; atau
26.12

Evaluasi Administrasi:
a. evaluasi terhadap data administrasi
hanya dilakukan terhadap hal-hal
yang tidak dinilai pada saat
penilaian kualifikasi;
b. penawaran dinyatakan memenuhi
persyaratan administrasi, apabila:
1) syarat-syarat substansial yang
diminta berdasarkan Dokumen
Pemilihan
ini
dipenuhi/dilengkapi,
yaitu
dengan dilampirkannya:
a) Scan/File Surat Penawaran;
b) Daftar Kuantitas dan Harga;
c) Scan
Surat
Perjanjian
Kemitraan/Kerja Sama Operasi
(apabila
bermitra)(hanya
dicantumkan
apabila
membolehkan kemitraan);
d) RK3K;
e) Dokumen Penawaran Teknis;
f) Formulir
TKDN
(Apabila
dipersyaratkan dan khusus
untuk peserta yang tidak
menyampaikan formulir TKDN,
maka penawarannya tidak
digugurkan dan nilai TKDN
nya dianggap 0 (nol)).
1) surat

penawaran

memenuhi

34

ketentuan sebagai berikut:


a) jangka
waktu
berlakunya
surat penawaran tidak kurang
dari
waktu
sebagaimana
tercantum dalam LDP;
b) bertanggal;
c) Apabila terdapat kesalahan
pada
tanggal
surat
penawaran
yang
menyebabkan jangka waktu
berlaku
surat
penawaran
menjadi kurang dari waktu
yang ditetapkan dalam LDP,
maka
surat
penawaran
dinyatakan tidak memenuhi
persyaratan administrasi.
d) Kesalahan tujuan surat, nama
paket, dan/atau penulisan
tanggal
yang
tidak
mempengaruhi masa berlaku
surat
penawaran
tidak
menggugurkan pada evaluasi
administrasi
e) Apabila nilai penawaran tidak
dicantumkan/ditulis atau nilai
penawaran dalam angka dan
nilai yang tertulis dalam huruf
tidak jelas, maka penawaran
dinyatakan gugur.
2) Surat Kuasa (apabila dikuasakan)
a) Harus
ditandatangani
direktur
utama/pimpinan
perusahaan;
b) Nama
penerima
kuasa
tercantum
dalam
akte
pendirian/anggaran dasar;
c) Dalam hal kemitraan, surat
kuasa ditandatangani oleh
anggota
kemitraan
yang
diwakili menurut perjanjian
kerja sama
3) Surat perjanjian kemitraan/kerja
sama operasi (apabila bermitra)
memenuhi persyaratan antara
lain sebagai berikut :
a) Mencantumkan
nama
kemitraan sesuai dengan

35

dokumen isian kualifikasi;


b) Mencantumkan lead firm dan
mitra/anggota;
c) Mencantumkan
modal
(sharing)
dari
setiap
perusahaan;
d) Mencantumkan nama pihak
yang
mewakili
kemitraan/KSO;
e) Ditandatangani para calon
peserta kemitraan/KSO
c. Pokja
ULP
dapat
melakukan
klarifikasi terhadap hal-hal yang
kurang jelas dan meragukan namun
tidak mengubah substansi;
d. peserta
yang
memenuhi
persyaratan administrasi dilanjutkan
dengan evaluasi teknis;
e. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2
(dua) peserta yang memenuhi
persyaratan
administrasi,
maka
evaluasi tetap dilanjutkan dengan
evaluasi teknis;
f. apabila dari 3 (tiga) penawaran
terendah tidak ada yang memenuhi
persyaratan
administrasi
maka
Panitia
Pengadaan
/Pokja
ULP
melakukan evaluasi administrasi
terhadap
penawar
terendah
berikutnya (apabila ada)
g. apabila tidak ada peserta yang
memenuhi
persyaratan
administrasi,
maka
pelelangan
dinyatakan gagal; dan
h. Pokja ULP memasukan hasil evaluasi
administrasi pada aplikasi SPSE,
termasuk
alasan
ketidaklulusan
peserta
dalam
evaluasi
administrasi.
26.13

Evaluasi Teknis:
a. Evaluasi teknis dilakukan terhadap
peserta
yang
memenuhi
persyaratan administrasi;
b. unsur-unsur yang dievaluasi teknis
sesuai dengan yang ditetapkan
dalam Dokumen Pengadaan ini;
c. evaluasi teknis dilakukan dengan

36

sistem gugur dengan ketentuan:


1) Pokja ULP menilai persyaratan
teknis menilai persyaratan teknis
minimal yang harus dipenuhi
dengan
membandingkan
pemenuhan persyaratan teknis
sebagaimana tercantum dalam
LDP dan khusus personil inti serta
peralatan
utama
minimal
tercantum dalam LDK;
2) Penawaran dinyatakan memenuhi
persyaratan teknis apabila:
a) Metode Pelaksanaan :
Metode
pelaksanaan
pekerjaan
yang
ditawarkan
memenuhi persyaratan substantif
yang meliputi tahapan/urutan
pekerjaan dari awal sampai akhir
secara
garis
besar
dan
uraian/cara kerja masing-masing
jenis-jenis pekerjaan utama dan
pekerjaan
penunjang
atau
pekerjaan sementara yang ikut
menentukan
keberhasilan
pelaksanaan pekerjaan utama
yang
dapat
dipertanggungjawabkan
secara
teknis
dan
diyakini
menggambarkan
penguasaan
penawar
dalam
penyelesaian
pekerjaan, antara lain :
a.1. Penanganan
Persiapan

Pekerjaan

Rencana penanganan pekerjaan


persiapan
yang
antara
lain
memuat penempatan direksi keet
dan gudang, mobilisasi dan
penempatan alat bantu kerja
(peralatan utamanya apa dan
darimana),
mobilisasi
barang/material
(yang
utama
saja,
darimana
serta
cara
pemesanan), mobilisasi tukang
dan
pekerja
dan
lain-lain
sehingga dapat diketahui jumlah
dan
macam
kebutuhannya
diyakini
menggambarkan
penguasaan
penawar
untuk

37

melaksanakan pekerjaan.
Hasil evaluasi :
Tidak ada bahasan setiap
item/jenis pekerjaan persiapan
sesuai rincian daftar kuantitas
pekerjaan yang dilelangkan
dinyatakan gugur;
Ada tapi tidak menggambarkan
penguasaan
dalam
pelaksanaan jenis pekerjaan
persiapan dinyatakan gugur;
a.2. Penanganan
utama

Pekerjaan

Metoda pelaksanaan dilengkapi


metode kerja untuk jenis-jenis
pekerjaan utama dan pekerjaan
penunjang
atau
pekerjaan
sementara yang ikut menentukan
keberhasilan
pelaksanaan
pekerjaan
dan
diyakini
menggambarkan
penguasaan
penawar untuk melaksanakan
dan menyelesaiakan pekerjaan,
antara lain :
Dijelaskan tahapan dan cara
pelaksanaan
yang
menggambarkan pelaksanaan
pekerjaan dari awal sampai
dengan akhir dan dapat
dipertanggung
jawabkan
secara teknis ;
Dijelaskan mengenai Jumlah
dan Kualifikasi PERSONIL dan
TENAGA KERJA, Jumlah dan
jenis MATERIAL, Jumlah dan
Jenis PERALATAN, serta Waktu
paling lambat pelaksanaan
kegiatan Mobilisasi PERSONIL,
TENAGA KERJA, MATERIAL dan
PERALATAN
untuk
meyelesaikan
setiap
item
pekerjaan utama sejak SPMK
diterima dari PPK ;

Dituangkan
dalam
uraian
singkat,
sketsa-sketsa,
gambar-gambar/foto-foto dan

38

bagan alur (flowchart) yang


diyakini
menggambarkan
pemahaman
penawar
terhadap lokasi pekerjaan dan
penguasaan
untuk
melaksanakan setiap item
pekerjaan
utama
(detail
sesuai rincian daftar kuantitas
pekerjaan
utama
yang
dilelangkan).
Hasil evaluasi :
Tidak ada bahasan tahapan
dan cara pelaksanaan yang
menggambarkan pelaksanaan
pekerjaan dari awal sampai
dengan akhir dan dapat
dipertanggung
jawabkan
secara teknis setiap item
pekerjaan
utama
(detail
sesuai rincian daftar kuantitas
pekerjaan
utama
yang
dilelangkan)
dinyatakan
gugur;
Ada
tapi
tidak
menggambarkan pemahaman
terhadap lokasi pekerjaan dan
penguasaan
dalam
pelaksanaan
setiap
item
pekerjaan
utama
(detail
sesuai rincian daftar kuantitas
pekerjaan
utama
yang
dilelangkan)
dinyatakan
gugur;
Tidak
ada
sketsa-sketsa,
gambar-gambar/foto-foto dan
bagan
alur
(flowchart)
dinyatakan gugur.
a.3. Penanganan Pekerjaan
Pada Masa Pemeliharaan
Rencana penanganan pekerjaan
pada masa pemeliharaan, antara
lain memuat penjelasan rencana
penanganan
terhadap
penyempurnaan
pekerjaan,
sehingga
dapat
terpelihara
seperti
pada
saat
diserahterimakan, selama masa

39

pemeliharaan dituangkan dalam


uraian
singkat,
kalau
memungkinkan
dijelaskan
pekerjaan rutin dalam jangka
waktu
tertentu,
diyakini
menggambarkan
penguasaan
penawar dapat memelihara hasil
pekerjaan.
Hasil evaluasi :
Tidak ada bahasan dinyatakan
gugur;
Ada
tapi
tidak
menggambarkan penguasaan
dalam
pelaksanaan
pemeliharaan
pekerjaan
dinyatakan gugur;
a.4. Penanganan Pelaksanaan
K3
(Keselamatan
dan
Kesehatan Kerja)
Rencana
penanganan
K3
selama
pelaksanaan
pekerjaan
dalam uraian
singkat
yang
diyakini
penguasaan penawar dapat
melaksanakan program K3
pada setiap item pelaksanaan
pekerjaan secara lengkap dan
terperinci sesuai rincian daftar
kuantitas
pekerjaan
yang
dilelangkan (contoh format
pada Bab VI.F).
Hasil evaluasi :
Tidak ada bahasan dinyatakan
gugur;
Ada
tapi
tidak
menggambarkan penguasaan
dalam
pelaksanaan
K3
(Keselamatan dan Kesehatan
Kerja) untuk setiap item
pekerjaan
(detail sesuai
rincian
daftar
kuantitas
pekerjaan yang dilelangkan)
dinyatakan gugur;
b)
Jadwal
Pelaksanaan
Jangka

waktu

Waktu
pelaksanaan

40

pekerjaan yang ditawarkan tidak


melampaui batas waktu (yaitu
sampai dengan serah terima
pertama/Provision
Hand
Over
(PHO)) sebagaimana tercantum
dalam LDP dan disampaikan
dalam bentuk Kurva S dan
Barchart.
Tahapan tiap jenis
pekerjaan terinci, jelas, dan
sesuai
dengan
metode
pelaksanaan. Tahapan/ urutan
tiap jenis pekerjaan tersebut
disertai bobot prosentase sesuai
dengan uraian pekerjaan dalam
Daftar
Kuantitas
Harga
dan
secara teknis dapat dilaksanakan/
dipertanggungjawabkan.
Hasil evaluasi :
Tidak
ada
jadwal
waktu
pelaksanaan pekerjaan secara
keseluruhan disertai bobot
prosentase
masing-masing
pekerjaan
sesuai
dengan
ajuan penawaran harga (RAB),
dinyatakan gugur;
Alokasi waktu pelaksanaan
setiap item pekerjaan tidak
digambarkan dalam Kurva S
dan Bar Chart dinyatakan
gugur;
Ada tapi tidak terinci, tidak
dilengkapi analisa teknis dan
urutan jenis pekerjaan secara
teknis
tidak
dapat
dilaksanakan dan tidak sesuai
pula
dengan
metode
pelaksanaan,
dinyatakan
gugur;
Jadwal waktu melebihi dari
jangka waktu yang ditentukan
dalam dokumen pengadaan
dinyatakan gugur;
c) Spesifikasi Teknis
Penawar
menjamin
pemenuhan seluruh spesifikasi
yang ditetapkan dalam dokumen
pengadaan.

41

Spesifikasi teknis tiap material /


bahan
yang
ditawarkan
dilengkapi
dengan
surat
dukungan
principal/pabrikan/distributor dan
terdapat data lengkap mengenai
jenis tipe, merk yang disertai
brosur-brosur
(apabila
dipersyaratkan).
Hasil evaluasi :
spesifikasi teknis memenuhi
persyaratan yang ditetapkan
dalam Dokumen Pemilihan.
Bagi
penawar
yang
menyampaikan
spesifikasi
teknis yang berbeda dari yang
ditetapkan dalam dokumen
pemilihan ini maka spesifikasi
teknis tidak boleh kurang dari
yang dipersyaratkan, dan bagi
penawar
yang
tidak
menyampaikan
perubahan
spesifikasi teknis dianggap
sama
dengan
spesifikasi
teknis yang dipersyaratkan.
Spesifikasi
teknis
yang
ditawarkan
tidak
sesuai
dengan metode pelaksanaan
pekerjaan yang disampaikan,
maka dapat digugurkan pada
tahap evaluasi teknis.
Mata pembayaran
utama
dalam daftar kuantitas dan
harga yang ditawarkan tidak
boleh kurang kualitasnya dari
ketentuan
dokumen
pengadaan.
Tidak ada surat dukungan dari
principal/
pabrikan
/
distributor
terhadap
tiap
material
/
bahan
yang
ditawarkan
sesuai
yang
ditetapkan
dalam
LDP
dinyatakan Gugur. (apabila
dipersyaratkan)
Ada Surat Dukungan tapi tidak
lengkap data mengenai jenis,
type, merk dan brosurnya

42

dinyatakan gugur; (apabila


dipersyaratkan)
sertifikat garansi khususnya
untuk pekerjaan Enginering
Procurement
and
Construction/EPC
(apabila
dipersyaratkan)
d) Peralatan Utama Minimal.
Peralatan utama minimal yang
ditawarkan sesuai dengan yang
diperlukan dalam pelaksanaan
pekerjaan.
Jenis, kapasitas, komposisi dan
jumlah yang disediakan untuk
pelaksanaan
pekerjaan
menggunakan
data
peralatan
yang
tercantum
pada
isian
kualifikasi;
Hasil evaluasi :
Tidak ada daftar peralatan
yang disediakan dinyatakan
gugur;
Ada daftar tapi kurang dari
minimal
yang
disyaratkan
dalam dokumen pengadaan
dinyatakan gugur;
Ada daftar, tapi tidak lengkap
data
mengenai
jenis/kapasitas/komposisi
jumlah/status
kepemilikan
dinyatakan gugur;
Apabila
penyedia
tidak
memasukkan jenis, kapasitas,
dan
komposisi
peralatan,
walaupun
mengisi
daftar
peralatan pada formulir isian
kualifikasi/data
kualifikasi,
maka
dianggap
tidak
memenuhi persyaratan teknis
serta dapat digugurkan pada
tahap evaluasi teknis.
Dalam hal jenis, kapasitas,
komposisi
dan
jumlah
peralatan
minimal
yang
ditawarkan berbeda dengan
yang
tercantum
dalam
Dokumen Pengadaan, maka

43

Kelompok Kerja ULP akan


membandingkan
kapasitas
produksi dari jumlah dan
kapasitas
alat
tersebut
berdasarkan
metode
pelaksanaan pekerjaan yang
ditawarkan. Apabila hasilnya
sama atau lebih besar, maka
dianggap kapasitas produksi
alat tersebut telah memenuhi.
Apabila perbedaan peralatan
menyebabkan metode tidak
dapat
dilaksanakan
atau
produktifitas yang diinginkan
tidak tercapai sesuai dengan
target, jumlah SDM yang akan
mengoperasikan, serta waktu
yang
dibutuhkan,
maka
dinyatakan tidak memenuhi
persyaratan
dan
dapat
digugurkan
pada
tahap
evaluasi teknis.
Tidak ada bukti masingmasing peralatan baik milik
sewa
maupun
dukungan
sesuai persyaratan pada LDP
dinyatakan gugur;
Peralatan yang ditawarkan
hanya untuk 1 (satu) paket
pekerjaan yang dilelangkan,
apabila penyedia mengikuti
beberapa paket pekerjaan
maka peralatan untuk paket
pekerjaan lain harus dari
peralatan yang berbeda.
e) Personil Inti
Personil inti yang ditawarkan
sesuai dengan yang diperlukan
dalam pelaksanaan pekerjaan.
Tingkat pendidikan, jabatan
dalam pekerjaan yang diusulkan,
pengalaman
kerja,
keahlian/
keterampilan, yang ditempatkan
secara penuh, menggunakan data
personil inti yang tercantum pada
isian kualifikasi.
Hasil evaluasi :

44

Tidak ada daftar personil inti


yang ditugaskan dinyatakan
gugur;
Apabila
penyedia
tidak
memasukkan daftar personil
inti yang akan ditugaskan
secara
penuh,
walaupun
mengisi daftar tenaga ahli
pada
formulir
isian
kualifikasi/data
kualifikasi,
maka
dianggap
tidak
memenuhi persyaratan teknis
serta dapat digugurkan pada
tahap evaluasi teknis;
Ada daftar tapi kurang dari
jumlah
yang disyaratkan
dalam
dokumen
lelang
dinyatakan gugur;
Ada daftar tapi salah satu
personil yang disampaikan
tingkat pendidikannya kurang
dari yang disyaratkan dalam
dokumen lelang dinyatakan
gugur;
Ada daftar, tapi salah satu
SKA/SKT tenaga ahli tidak
sesuai kualifikasinya dengan
pekerjaan
yang
akan
dilaksanakan
dinyatakan
gugur;
Tidak dilampiri daftar riwayat
hidup/pekerjaan dan FC ijazah
dan FC SKA/SKT, dan NPWP
yang sah dinyatakan gugur;
Apabila
referensi
dan
pengalaman kerja profesional
setiap personil sesuai paket
pekerjaan sejenis kurang/tidak
sesuai persyaratan dinyatakan
gugur;
Tidak
dilampiri
surat
penugasan dan pernyataan
sesuai persyaratan pada LDP
untuk masing-masing personil
dinyatakan gugur;
Personil
yang
ditawarkan
hanya untuk 1 (satu) paket
pekerjaan yang dilelangkan,

45

apabila penyedia mengikuti


beberapa paket pekerjaan
maka personil untuk paket
pekerjaan lain harus dari
personil yang berbeda.
f)

Sistim Koordinasi

Penugasan
antar
personil
lapangan pada penyedia jasa
dituangkan dalam bentuk bagan
organisasi serta uraian ringkas
untuk standar baku penanganan
pekerjaan, tindak lanjut apabila
terjadi permasalahan pada saat
pelaksanaan pekerjaan diyakini
menggambarkan
penguasaan
penawar untuk melaksanakan
pekerjaan.
Hasil evaluasi :
Tidak ada bagan organisasi
dan penjelasanya dinyatakan
gugur;
Ada bagan organisasi dan
penjelasanya
tetapi
tidak
menggambarkan penguasaan
pelaksanaan
pekerjaan
dinyatakan gugur;
g) Bagian Pekerjaan yang di
Subkontrakkan
Bagian pekerjaan yang akan
disubkontrakkan sesuai dengan
persyaratan
yang
ditetapkan
dalam LDP (apabila ada). (Untuk
pekerjaan di atas Rp. 25 M maka
dipersyaratkan
adanya
subkontrak);.
Hasil
evaluasi
(apabila
dipersyaratkan) :
Tidak ada daftar subkontraktor
yang ditawarkan dinyatakan
gugur;
Ada daftar tapi satu atau lebih
bagian
pekerjaan
yang
dilarang
subkontraktorkan
justru
disubkontrakkan

46

dinyatakan gugur;
Ada daftar tapi tidak lengkap
datanya mengenai
nama
perusahaan subkontrak dan
bagian
pekerjaannya
dinyatakan gugur;
Tidak
dilampiri
surat
dukungan
dan
referensi
pengalaman pekerjaan dari
masing-masing sub kontraktor
dinyatakan gugur;
Ada surat dukungan tetapi
subkon
tidak
memiliki
referensi
pengalaman
pekerjaan
sesuai
dengan
pekerjaan
yang
disubkontrakkan, dinyatakan
gugur.
d. Pokja ULP dapat meminta uji
mutu/teknis/fungsi untuk bahan/alat
tertentu sebagaimana tercantum
dalam LDP;
e. Untuk menilai konsistensi dan
kewajaran
antara
metode
pelaksanaan,
jadwal
waktu
pelaksanaan, penggunaan peralatan
dan bahan (material konstruksi),
tenaga kerja, maupun pencapaian
produktivitas dan spesifikasi teknis,
Pokja
ULP
dapat
melakukan
klarifikasi
dengan
menilai
rincian/uraian Analisa Teknis Satuan
Pekerjaan untuk pekerjaan utama
meliputi komponen tenaga kerja,
peralatan, dan bahan (material
konstruksi) terhadap jenis pekerjaan
yang perlu dinilai konsistensinya.
Selanjutnya meneliti dan melakukan
analisis terhadap uraian Analisa
Teknis Satuan Pekerjaan tersebut,
antara lain:
1) Komposisi
bahan
(material
konstruksi) untuk memperoleh
suatu produk konstruksi yang
memenuhi syarat teknis (misal
komposisi
untuk
mencapai
pemenuhan
spesifikasi
dan
kualitas beton K ...., maka

47

diperlukan semen/PC .... Kg,


pasir ..... m3, agregat .... m3,
dst.);
2) Analisa penggunaan peralatan
yang
meliputi
komposisi,
kapasitas
produk,
bahan
penunjang untuk menghasilkan
konstruksi yang memenuhi syarat
teknis (misal pemadatan tanah
diperlukan peralatan jenis ......,
kapasitas ......, komposisi ...... dan
jumlah ...... untuk mengetahui
produktifitas
yang
dihasilkan
diperhitungkan terhadap waktu
pelaksanaan serta metode kerja
yang
ditunjukkan
berkaitan
dengan
konsistensi
metode
pelaksanaan).
Apabila dinilai tidak konsisten
dan/atau
tidak
wajar
maka
penawaran
tidak
memenuhi
syarat
dan
dalam
evaluasi
penawaran
dinyatakan
gugur
teknis.
f. Pokja
ULP
dapat
melakukan
verifikasi
lapangan
dan/atau
klarifikasi
terhadap
kepastian
pemenuhan keterpenuhan volume
dan spesifikasi pendukung yang
ditawarkan dalam dokumen teknis,
khususnya
kepada
pabrikan/produsen/agen/ distributor
material/alat
tersebut
untuk
menjamin
konsistensi
jenis
material/alat
serta
kemampuan
untuk
menyediakan
material/peralatan sesuai jadwal
yang
telah
ditetapkan
serta
kebenaran
dukungan
terhadap
pelaksanaan pekerjaan.
g. apabila
dalam
evaluasi
teknis
terdapat hal-hal yang kurang jelas
atau meragukan,
Pokja ULP
melakukan
klarifikasi
dengan
peserta. Dalam klarifikasi, peserta
tidak
diperkenankan
mengubah
substansi
penawaran.Hasil
kunjungan,
verifikasi,
dan/atau
klarifikasi
dapat
menggugurkan

48

penawaran;
h. Peserta yang dinyatakan lulus
evaluasi teknis dilanjutkan ke tahap
evaluasi harga;
i. Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2
(dua) peserta yang lulus evaluasi
teknis,
maka
evaluasi
tetap
dilanjutkan dengan evaluasi harga;
j. Apabila dari 3 (tiga) penawaran
terendah setelah koreksi arimatik
tidak
ada
yang
memenuhi
persyaratan teknis maka Pokja ULP
dapat
melakukan
evaluasi
penawaran
terhadap
penawar
terendah berikutnya (apabila ada)
dimulai dari evaluasi administrasi;
k. Apabila tidak ada peserta yang lulus
evaluasi teknis maka pelelangan
dinyatakan gagal.
l. Pokja ULP memasukan hasil evaluasi
teknis pada aplikasi SPSE, termasuk
alasan ketidaklulusan peserta dalam
evaluasi teknis.
26.14

Evaluasi Harga :
a. Unsur-unsur yang perlu dievaluasi
adalah hal-hal yang pokok atau
penting, dengan ketentuan :
1) Total
harga
penawaran
dibandingkan terhadap nilai total
HPS :
a) apabila total harga penawaran
atau
penawaran terkoreksi
melebihi
nilai
total
HPS,
dinyatakan gugur; dan
b) apabila
semua
harga
penawaran
atau
harga
penawaran terkoreksi di atas
nilai total HPS, pelelangan
dinyatakan gagal.
2) Dalam melaksanakan evaluasi
harga untuk kontrak lumpsum
atau gabungan lumpsum dan
harga
satuan pada bagian
lumpsum :
a) apabila ada perbedaan antara
penulisan
nilai
harga
penawaran antara angka dan
huruf maka nilai yang diakui

49

adalah nilai dalam tulisan


huruf;
b) apabila
penawaran
dalam
angka tertulis dengan jelas
sedangkan dalam huruf tidak
jelas, maka nilai yang diakui
adalah nilai dalam tulisan
angka; atau
c) apabila
penawaran
dalam
angka dan huruf tidak jelas,
maka penawaran dinyatakan
gugur
Untuk kontrak harga satuan :
1) Harga satuan yang nilainya lebih
besar
dari
110%
(seratus
sepuluh perseratus) dari harga
satuan yang tercantum dalam
HPS,
dilakukan
klarifikasi.
Apabila
setelah
dilakukan
klarifikasi ternyata harga satuan
tersebut dinyatakan timpang
maka harga satuan timpang
hanya berlaku untuk volume
sesuai dengan Daftar Kuantitas
dan
Harga.
Jika
terjadi
penambahan
volume,
harga
satuan yang berlaku sesuai
dengan harga dalam HPS;
2) Mata pembayaran yang harga
satuannya nol atau tidak ditulis
dilakukan
klarifikasi
dan
kegiatan tersebut harus tetap
dilaksanakan.
Harganya
dianggap termasuk dalam harga
satuan pekerjaan lainnya;.
b. Dilakukan
klarifikasi
kewajaran
harga dengan ketentuan sebagai
berikut :
1) Klarifikasi terhadap hasil koreksi
aritmatik,
apabila
ada
koreksi/perubahan;
2) Klarifikasi dalam hal penawaran
Tingkat Komponen Dalam Negeri
(TKDN) berbeda dibandingkan
dengan perkiraan Pokja ULP;
3) Klarifikasi
kewajaran
harga
apabila
harga
penawaran

50

dibawah 80% (delapan puluh


perseratus)
HPS
dengan
ketentuan :
a) Meneliti
dan
menilai
rincian/uraian Analisa Harga
Satuan
Pekerjaan
Utama
meliputi
komponen
tenaga
kerja, peralatan, dan bahan
(material konstruksi) terhadap
jenis pekerjaan utama yang
perlu
dinilai
kewajarannya
untuk diteliti dan dianalisa
mencakup beberapa faktor :
(1) Komposisi bahan (material
konstruksi)
untuk
memperoleh suatu produk
konstruksi yang memenuhi
syarat
teknis
(misal
komposisi agregat, semen
PC dan lainnya untuk
menghasilkan
beton
K
125);
(2) Kesesuaian harga bahan
(material
konstruksi)
dengan
harga
pasaran
pada saat penawaran dan
harga
tersebut
dapat
dibuktikan (misal harga
semen, besi beton yang
dicantumkan pada Analisa
Harga Satuan Pekerjaan);
(3) Kesesuaian upah tenaga
kerja yang diberlakukan
pada pekerjaan konstruksi
di lokasi kegiatan pada
saat penawaran (misal
mandor, kepala tukang,
tukang,
pembantu
tukang); dan
(4) Kesesuaian
penggunaan
peralatan yang meliputi
peralatan yang tercantum
dalam daftar peralatan
yang
diberikan
dalam
penawaran,
komposisi,
kapasitas produk, bahan
penunjang,
dan
perhitungan
biaya
peralatan yang digunakan

51

pada Analisa Harga Satuan


Pekerjaan
untuk
menghasilkan
konstruksi
yang memenuhi syarat
teknis
(misal
alat
pemadatan tanah).
b) Hasil penelitian pada huruf a)
digunakan untuk menghitung
harga satuan yang dinilai wajar
tanpa
memperhitungkan
keuntungan yang ditawarkan;
dan
c) Harga satuan yang dinilai wajar
digunakan untuk menghitung
total harga penawaran yang
dinilai
wajar
dan
dapat
dipertanggungjawabkan.
d) Total
harga
sebagaimana
dimaksud
pada
huruf
c)
dihitung berdasarkan volume
yang
ada
dalam
daftar
kuantitas dan harga.
e) Apabila total harga penawaran
yang diusulkan lebih kecil dari
hasil evaluasi sebagaimana
tersebut diatas, maka harga
penawaran dinyatakan tidak
wajar dan gugur harga.
f) Apabila total harga penawaran
lebih besar dari hasil evaluasi
sebagaimana tersebut diatas,
maka
harga
penawaran
dinyatakan wajar dan apabila
peserta
tersebut
ditunjuk
sebagai pemenang pelelangan,
harus
bersedia
untuk
menaikkan
Jaminan
Pelaksanaan menjadi 5% (lima
perseratus) dari nilai total HPS;
dan
g) Apabila
peserta
yang
bersangkutan tidak bersedia
menaikkan
nilai
Jaminan
Pelaksanaan menjadi sebesar
5%
HPS,
penawarannya
digugurkan serta dimasukkan
dalam Daftar Hitam.
c. Memperhitungkan preferensi harga

52

atas penggunaan produksi dalam


negeri
(apabila
memenuhi
persyaratan
diberlakukannya
preferensi harga, apabila tidak,
maka butir ini tidak berlaku) dengan
ketentuan
Perhitungan
Tingkat
Komponen Dalam Negeri (TKDN)
yang disampaikan oleh peserta
berdasarkan penilaian sendiri (self
assessment), dengan ketentuan:
1) Preferensi
Harga
untuk
Barang/Jasa
dalam
negeri
diberlakukan pada Pengadaan
Barang/ Jasa yang dibiayai
rupiah
murni
tetapi
hanya
berlaku
untuk
Pengadaan
Barang/ Jasa bernilai diatas
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar
rupiah); dan
2) Preferensi
Harga
hanya
diberikan kepada Barang/Jasa
dalam negeri dengan TKDN lebih
besar atau sama dengan 25%
(dua puluh lima perseratus).
Apabila
peserta
tidak
menyampaikan
formulir
perhitungan TKDN maka peserta
dianggap tidak menginginkan
diberlakukan preferensi harga
bagi penawarannya dan tidak
menggugurkan.
Ketentuan
dan
tata
cara
penghitungan TKDN merujuk
pada ketentuan yang ditetapkan
oleh Menteri yang membidangi
urusan perindustrian dengan
tetap berpedoman pada tata
nilai
Pengadaan
Barang/Jasa
sebagaimana
diatur
dalam
Peraturan Presiden Nomor 54
Tahun 2010 yang terakhir diubah
dengan Peraturan Presiden No. 4
Tahun 2015 beserta petunjuk
teknisnya.
3) rumus penghitungan sebagai
berikut:
1

HEA
HP
1 KP

53

d.

e.

f.

g.

HEA = Harga Evaluasi Akhir.


KP = Koefisien Preferensi
(Tingkat Komponen
Dalam Negeri (TKDN)
dikali Preferensi tertinggi
Barang/Jasa).
HP = Harga Penawaran
(Harga Penawaran yang
memenuhi persyaratan
lelang dan telah
dievaluasi).
4) dalam hal terdapat 2 (dua) atau
lebih penawaran dengan HEA
yang sama, penawar dengan
TKDN terbesar adalah sebagai
pemenang;
5) pemberian
Preferensi
Harga
tidak
mengubah
Harga
Penawaran dan hanya digunakan
oleh Pokja ULP untuk keperluan
perhitungan
HEA
guna
menetapkan
peringkat
pemenang pelelangan.
Dalam hal terdapat 2 (dua) calon
pemenang memiliki harga penawaran
yang sama, maka Pokja ULP memilih
peserta
yang
mempunyai
kemampuan teknis lebih besar dan
hal ini dicatat dalam Berita Acara
Hasil Pelelangan.
Apabila dalam evaluasi ditemukan
bukti harga tidak wajar akibat
terjadinya persaingan usaha tidak
sehat dan/atau terjadi pengaturan
bersama
(kolusi/persekongkolan)
sebagaimana ketentuan peraturan
dan
perundang-undangan,
maka
pelelangan dinyatakan gagal dan
peserta yang terlibat dimasukkan
dalam Daftar Hitam.
apabila dari 3 (tiga) penawaran
terendah setelah koreksi aritmatik
ada yang tidak memenuhi evaluasi
harga
maka
Pokja
ULP
dapat
melakukan
evaluasi
terhadap
penawar
terendah
berikutnya
(apabila ada) dimulai dari evaluasi
administrasi];
apabila hanya ada 1 (satu) atau 2

54

(dua) peserta yang lulus evaluasi


harga,
maka
evaluasi
tetap
dilanjutkan
dengan
evaluasi
kualifikasi; dan
h. apabila tidak ada peserta yang lulus
evaluasi harga maka pelelangan
dinyatakan gagal.

27.Evaluasi
Kualifikasi

26.15

Pokja ULP menyusun urutan 3 (tiga)


penawaran sebagai calon pemenang
dan calon pemenang cadangan 1 dan
2 (apabila ada).

27.1

Evaluasi dilakukan terhadap calon


pemenang
lelang
serta
calon
pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila
ada).

27.2

Evaluasi formulir isian kualifikasi


dilakukan dengan sistem gugur.

27.3

Pakta integritas telah diisi dan


ditandatangani oleh peserta sebelum
pemasukan
penawaran
dan
dimasukkan dengan cara discan dan
diunggah melalui SPSE. Apabila tidak
ada, maka tidak dievaluasi lebih lanjut
dan dinyatakan gugur kualifikasi
(berlaku
untuk
peserta
yang
melakukan kemitraan/KSO)

27.4

Peserta dinyatakan lulus kualifikasi


apabila memenuhi ketentuan pada
LDK.

27.5

Apabila ditemukan hal-hal dan/atau


data
yang
kurang
jelas
maka
dilakukan klarifikasi secara tertulis
namun
tidak
boleh
mengubah
substansi formulir isian kualifikasi

27.6

Evaluasi kualifikasi dalam proses


pascakualifikasi
sudah
merupakan
ajang kompetisi, maka data yang
kurang tidak dapat dilengkapi.

27.7

Apabila calon pemenang lelang serta


pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila
ada) tidak lulus evaluasi kualifikasi,

55

maka dilakukan evaluasi kualifikasi


terhadap penyedia urutan berikutnya
(apabila ada).
27.8

Apabila tidak ada yang lulus evaluasi


kualifikasi, maka lelang dinyatakan
gagal.

28.Klarifikasi, 28.1
Konfirmasi
dokumen
penawaran
dan
Pembuktia
n
28.2
Kualifikasi

Klarifikasi,
konfirmasi
dokumen
penawaran dan pembuktian kualifikasi
terhadap calon pemenang serta calon
pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila
ada).

28.3

Klarifikasi,
konfirmasi
dokumen
penawaran dan pembuktian kualifikasi
dilakukan diluar aplikasi SPSE (offline)
dengan memperhitungkan waktu yang
dibutuhkan untuk kehadiran penyedia
dan penyiapan dokumen yang akan
dibuktikan.

28.4

Apabila
peserta
tidak
dapat
menghadiri
pembuktian
kualifkasi
dengan alasan yang dapat diterima,
maka
Pokja
ULP
dapat
memperpanjang waktu evaluasi dan
pembuktian
kualifikasi
sekurangkurangnya 1 (satu) hari kerja.

28.5

Alasan peserta untuk tidak hadir


dalam pembuktian kualifikasi, harus
disampaiakan secara tertulis baik
elektronik atau non elektronik kepada
Pokja ULP.

28.6

Pembuktian
kualifikasi
dilakukan
dengan cara melihat dokumen asli
atau salinan dokumen yang sudah
dilegalisir
oleh
pejabat
yang
berwenang
(misal
untuk
salinan
SKA/SKT/ dilegalisir oleh LPJK dan
untuk salinan ijasah dilegalisir oleh
Universitas/Sekolah yang berwenang
menerbitkan dokumen dimaksud) dan

Undangan
pembuktian
kualifikasi
harus disampaikan secara tertulis baik
elektronik atau non elektronik

56

meminta salinan dokumen tersebut.


Dalam pembuktian kualifikasi harus
dihadiri oleh penanggung jawab
penawaran atau yang menerima kuasa
dari
direktur
utama/pimpinan
perusahaan yang nama penerima
kuasanya tercantum dalam akta
pendirian atau perubahannya, atau
kepala cabang perusahaan yang
diangkat oleh kantor pusat yang
dibuktikan dengan dokumen otentik,
atau pejabat yang menurut perjanjian
kerja
sama
berhak
mewakili
perusahaan yang bekerja sama.
28.7

Pembuktian
kualifikasi
terhadap
alamat penyedia, peralatan, dan/atau
sumber
daya
manusia
serta
persyaratan kualifikasi lainnya dapat
dilakukan dengan kunjungan dan/atau
verifikasi
lapangan
apabila
dibutuhkan.

28.8

Pokja
ULP
melakukan
klarifikasi,
konfirmasi dan/atau verifikasi kepada
penerbit dokumen, apabila diperlukan
terhadap hal-hal yang tidak jelas
dalam dokumen penawaran dan
kualifikasi. Peserta harus memberikan
tanggapan atas klarifikasi. Klarifikasi
tidak boleh mengubah substansi dan
harga penawaran. Klarifikasi dan
tanggapan
atas
klarifikasi
harus
dilakukan secara tertulis.

28.9

Hasil
klarifikasi/konfirmasi
pembuktian
kualifikasi
menggugurkan penawaran.

28.10

Apabila hasil pembuktian kualifikasi


ditemukan
data
tidak
benar/pemalsuan data/tidak dapat
menunjukkan dokumen asli atau
salinan
dokumen
yang
sudah
dilegalisir, peserta digugurkan, badan
usaha dimasukkan dalam Daftar Hitam
serta dilaporkan kepada Kepolisian
atas perbuatan pemalsuan tersebut.

dan
dapat

57

28.11

Penyedia barang/jasa yang diundang


untuk pembuktian kualifikasi wajib
menghadiri pembuktian kualifikasi.
Ketidak hadiran calon pemenang,
cadangan 1 atau cadangan 2 pada
saat pembuktian kualifikasi dengan
alasan yang tidak dapat diterima akan
dikenakan
sanksi
pengguguran
penawaran.

28.12

Pokja ULP tidak perlu meminta seluruh


dokumen kualifikasi apabila penyedia
barang/jasa
sudah
pernah
melaksanakan pekerjaan yang sejenis,
sama kompleksitasnya pada instansi
yang bersangkutan.

28.13

Apabila tidak ada calon pemenang


yang lulus pembuktian kualifikasi,
maka lelang dinyatakan gagal.

28.14

Pokja
ULP
membuat
dan
menandatangani Berita Acara Hasil
Pelelangan (BAHP) yang paling sedikit
memuat:
a. Nama seluruh peserta;
b. Harga penawaran atau harga
penawaran terkoreksi dari masingmasing peserta;
c. Metode evaluasi yang digunakan;
d. Unsur-unsur yang dievaluasi;
e. Rumus yang dipergunakan;
f. Keterangan-keterangan lain yang
dianggap
perlu
hal
ikhwal
pelaksanaan pelelangan;
g. Jumlah peserta yang lulus dan
tidak lulus pada setiap tahapan
evaluasi;
h. Tanggal dibuatnya Berita Acara;
dan
i. Pernyataan
bahwa
pelelangan
gagal apabila tidak ada penawaran
yang memenuhi syarat.

F. Penetapan Pemenang
29.Penetapan
dan

29.1

Pokja ULP melakukan penetapan


pemenang melalui aplikasi SPSE

58

Pengumu
man
Pemenang

setelah melalui pembahasan internal


seluruh anggota Pokja ULP untuk nilai
sampai dengan Rp100.000.000.000,00
(seratus miliar rupiah) berdasarkan
Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP).
29.2

PA secara offline membuat Surat


Penetapan Pemenang untuk nilai paket
di atas Rp100.000.000.000,00 (seratus
miliar rupiah) setelah mendapat
usulan dari Pokja ULP, dengan
ketentuan :
I. Usulan
penetapan
pemenang,
ditembuskan kepada PPK dan APIP
Kementerian/
Lembaga
/Pemerintah Daerah/Institusi; dan
II. Apabila PA tidak setuju dengan
usulan Pokja ULP dengan alasan
yang sesuai dengan ketentuan
peraturan
perundang-undangan,
maka PA memerintahkan evaluasi
ulang atau menyatakan pelelangan
gagal.

29.3

Dalam hal nilai penetapan pemenang


sampai dengan Rp100.000.000.000,00
(seratus miliar rupiah) dan nilai
pemenang
cadangan
diatas
Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar
rupiah), maka penetapannya oleh PA
setelah mendapatkan usulan dari
Pokja ULP.

29.4

Pokja
ULP
dapat
menetapkan
pemenang lebih dari 1 (satu) penyedia
sesuai ketentuan yang terdapat dalam
pada informasi paket dalam aplikasi
SPSE.

29.5

Dalam hal peserta mengikuti beberapa


paket pekerjaan yang dilelangkan oleh
beberapa ULP dalam waktu yang
bersamaan,
dan
beberapa
penawarannya
terendah
serta
berdasarkan kemampuan menangani
paket (SKP), akan ditetapkan sebagai
calon pemenang oleh ULP pada paket
berdasarkan hasil klarifikasi setelah
mempertimbangkan kapasitas dan

59

ketersediaan
peralatan
serta
penempatan dan jadwal penugasan
personil.
29.6

Dalam
hal
peserta
mengikuti
pelelangan beberapa paket pekerjaan
konstruksi dalam waktu bersamaan :
a. menawarkan peralatan yang sama
untuk beberapa paket yang diikuti
dan dalam evaluasi memenuhi
persyaratan pada masing-masing
paket pekerjaan, maka hanya
dapat
ditetapkan
sebagai
pemenang pada 1 (satu) paket
pekerjaan dengan cara melakukan
klarifikasi
untuk
menentukan
peralatan
tersebut
akan
ditempatkan, sedangkan untuk
paket
pekerjaan
lainnya
dinyatakan peralatan tidak ada
dan dinyatakan gugur.
b. Ketentuan hanya dapat ditetapkan
sebagai pemenang pada 1 (satu)
paket
pekerjaan
sebagaimana
dimaksud pada ayat (a), dapat
dikecualikan
dengan
syarat
kapasitas dan produktifitas secara
teknis
dapat
menyelesaiakan
pekerjaan lebih dari 1 (satu) paket,
serta waktu penggunaan peralatan
tidak bersamaan pada rencana
jadwal yang ditawarkan.
c. menawarkan personil yang sama
pada
masing-masing
paket
pekerjaan, maka hanya dapat
ditetapkan
sebagai
pemenang
pada 1 (satu) paket pekerjaan
setelah dilakukan klarifikasi untuk
menentukan
personil
tersebut
akan
ditempatkan,
sedangkan
untuk paket pekerjaan lainnya
dinyatakan personil tidak ada dan
dinyatakan gugur.
d.
Ketentuan pada huruf c) juga
dapat dilihat berdasarkan jadwal
penugasan
personil.
Apabila
personil yang ditawarkan dapat
melaksanakan pekerjaan tanpa
tumpang tindih, maka tetap dapat

60

ditetapkan pada beberapa paket


pekerjaan.
29.7

Apabila terjadi keterlambatan dalam


menetapkan pemenang dan akan
mengakibatkan Surat Penawaran habis
masa berlakunya, maka dilakukan
konfirmasi kepada calon pemenang,
calon pemenang cadangan 1 dan 2
(apabila ada) untuk memperpanjang
masa berlaku surat penawaran secara
tertulis sampai dengan perkiraan
jadwal penandatanganan kontrak.

29.8

Calon pemenang, calon pemenang


cadangan 1 dan 2 (apabila ada) yang
tidak bersedia memperpanjang masa
berlaku surat penawaran dianggap
mengundurkan
diri
dan
tidak
dikenakan sanksi.

29.9

Pokja ULP mengumumkan


pemenang dan pemenang cadangan 1
dan 2 (apabila ada) melalui aplikasi
SPSE,
di
website
sebagaimana
tercantum dalam LDP dan papan
pengumuman resmi untuk masyarakat

30.Sanggahan 30.1

Peserta yang memasukkan penawaran


dapat
menyampaikan
sanggahan
secara elektronik melalui aplikasi SPSE
atas penetapan pemenang kepada
Pokja ULP dalam waktu yang telah
ditetapkan dengan disertai bukti
terjadinya penyimpangan dan dapat
ditembuskan secara offline (di luar
aplikasi SPSE) kepada PPK, PA/KPA dan
APIP sebagaimana tercantum dalam
LDP.

30.2

Sanggahan diajukan oleh peserta


apabila
terjadi
penyimpangan
prosedur meliputi:
a. penyimpangan terhadap ketentuan dan
prosedur
yang
diatur
dalam
Peraturan Presiden No. 54 Tahun
2010
tentang
Pengadaan
Barang/Jasa
Pemerintah
yang

61

terakhir diubah dengan Peraturan


Presiden No. 4 Tahun 2015 beserta
petunjuk teknisnya dan yang telah
ditetapkan
dalam
Dokumen
Pengadaan;
b. rekayasa
tertentu
sehingga
menghalangi terjadinya persaingan
usaha yang sehat; dan/atau
c. penyalahgunaan wewenang oleh
Pokja ULP dan/atau pejabat yang
berwenang lainnya.
30.3

Pokja ULP wajib memberikan jawaban


secara elektronik melalui aplikasi SPSE
atas semua sanggahan paling lambat
[5
(lima)
hari
kalender
untuk
pelelangan umum]/[3 (tiga) hari
kalender untuk pelelangan sederhana]
setelah menerima surat sanggahan.

30.4

Apabila sanggahan dinyatakan benar


maka
Pokja
ULP
menyatakan
pelelangan gagal.

30.5

Sanggahan yang disampaikan oleh


peserta yang tidak memasukkan
penawaran, tidak melalui aplikasi SPSE
(offline) bukan dikarenakan adanya
keadaan kahar atau gangguan teknis
atau disampaikan kepada PA/KPA, PPK
atau bukan kepada Pokja ULP atau
disampaikan diluar masa sanggah,
dianggap sebagai pengaduan dan
tetap harus ditindaklanjuti serta tidak
menghentikan proses pelelangan.

31.Sanggahan Tidak ada sanggahan banding pada pekerjaan


Banding
ini
G. PENUNJUKAN PEMENANG
32.Penunjuka 32.1
n Penyedia
Barang/Jas
a

32.2

Pokja ULP menyampaikan Berita Acara


Hasil Pelelangan (BAHP) ke dalam
aplikasi SPSE dan menginformasikan
kepada PPK sebagai dasar untuk
menerbitkan
Surat
Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).
PPK

menerbitkan

SPPBJ

62

apabilapernyataan
peserta
pada
formulir isian kualifikasi masih berlaku,
dengan ketentuan :
a. tidak ada sanggahan dari peserta;
b. sanggahan terbukti tidak benar;
atau
c. masa sanggah berakhir.
32.3

PPK menginputkan data SPPBJ dan


mengunggah hasil pemindaian SPPBJ
yang telah diterbitkan pada aplikasi
SPSE dan mengirimkan SPPBJ tersebut
melalui aplikasi SPSE kepada Penyedia
yang ditunjuk

32.4

Penyedia
yang
ditunjuk
wajib
menerima keputusan tersebut, dengan
ketentuan:
a. apabila
yang
bersangkutan
mengundurkan diri dan masa
penawarannya
masih
berlaku
dengan
alasan
yang
dapat
diterima secara obyektif oleh Pokja
ULP, maka Jaminan Penawaran
(apabila
dipersyaratkan)
yang
bersangkutan
dicairkan
dan
disetorkan sebagaimana tercantum
dalam LDP;
b. apabila
yang
bersangkutan
mengundurkan diri dan masa
penawarannya
masih
berlaku
dengan alasan yang tidak dapat
diterima secara obyektif oleh Pokja
ULP, maka Jaminan Penawaran
(apabila dipersyaratkan)
yang
bersangkutan
dicairkan
dan
disetorkan sebagaimana tercantum
dalam LDP serta dimasukkan
dalam Daftar Hitam; atau
c. apabila yang bersangkutan tidak
bersedia ditunjuk karena masa
penawarannya
sudah
tidak
berlaku, maka Jaminan Penawaran
(apabila dipersyaratkan)
yang
bersangkutan
tidak
boleh
dicairkan.

32.5

Apabila pemenang yang ditunjuk


mengundurkan diri, maka penunjukan

63

pemenang dapat dilakukan kepada


pemenang cadangan sesuai dengan
urutan peringkat, selama masa surat
penawaran dan Jaminan Penawaran
(apabila dipersyaratkan)
pemenang
cadangan masih berlaku atau sudah
diperpanjang masa berlakunya.
32.6

Apabila
semua
pemenang
yang
ditunjuk mengundurkan diri, maka
pelelangan dinyatakan gagal oleh
PA/KPA setelah mendapat laporan dari
PPK.

32.7

SPPBJ harus diterbitkan paling lambat


[6 (enam) hari kerja untuk pelelangan
umum/4 (empat) hari kerja untuk
pemilihan
langsung)] setelah
pengumuman penetapan pemenang,
apabila tidak ada sanggahan.

32.8

SPPBJ harus diterbitkan paling lambat


2 (dua) hari kerja setelah semua
sanggahan dan sanggahan banding
dijawab.

32.9

Penerbitan
SPPBJ
dan
penandatanganan kontrak pengadaan
barang/jasa
pemerintah
dilakukan
setelah
Dokumen
Pelaksanaan
Anggaran disahkan (SE Bersama
Menteri Dalam Negeri dan Kepala LKPP
No. 027/5308/SJ dan No. 6/SE/KA/2012
tanggal 27 Desember 2012 tentang
Percepatan Pelaksanaan Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah).

32.10

Dalam hal DIPA/DPA tidak ditetapkan


atau alokasi anggaran dalam DIPA/DPA
yang ditetapkan kurang dari nilai
Pengadaan
Barang/Jasa
yang
diadakan, proses Pemilihan dibatalkan
(pasal 73 ayat 2 Perpres 70 tahun
2012).

32.11

Dalam
SPPBJ
disebutkan
bahwa
penyedia harus menyiapkan Jaminan
Pelaksanaan
sebelum

64

penandatanganan kontrak.
32.12

Dalam
hal
PPK
tidak
bersedia
menerbitkan
SPPBJ
karena
tidak
sependapat
atas
penetapan
pemenang,
maka
diberitahukan
kepada PA/KPA untuk diputuskan
dengan ketentuan:
a. apabila PA/KPA sependapat dengan
PPK, dilakukan evaluasi ulang atau
pelelangan dinyatakan gagal; atau
b. apabila PA/KPA sependapat dengan
Pokja ULP, PA/KPA memutuskan
penetapan pemenang oleh Pokja
ULP bersifat final dan PA/KPA
memerintahkan
PPK
untuk
menerbitkan SPPBJ.

32.13

Kontrak ditandatangani paling lambat


14 (empat belas) hari kerja setelah
diterbitkannya SPPBJ.

32.14

PPK menginputkan data kontrak dan


mengunggah
hasil
pemindaian
dokumen
kontrak
yang
telah
ditandatangani pada aplikasi SPSE.

33.BAHP,
33.1
Berita
Acara
Lainnya,
dan
Kerahasiaa
n Proses
33.2

Pokja
ULP menuangkan ke dalam
BAHP atau Berita Acara tambahan
lainnya segala hal terkait proses
pemilihan penyedia secara elektronik
yang tidak dapat diakomodir atau
difasilitasi aplikasi SPSE.

33.3

Proses evaluasi Dokumen Penawaran


bersifat rahasia dan dilaksanakan oleh
pokja ULP secara independen.

33.4

Informasi yang berhubungan dengan


penelitian, evaluasi, klarifikasi, dan
usulan calon pemenang tidak boleh
diberitahukan kepada peserta, atau
orang lain yang tidak berkepentingan

Berita
Acara
Tambahan
lainnya
sebagaimana dimaksud pada angka
34.1 diunggah (upload) oleh Pokja ULP
menggunakan menu upload informasi
lainnya pada aplikasi SPSE.

65

sampai
keputusan
diumumkan.

pemenang

33.5

Setiap
usaha
peserta
lelang
mencampuri proses evaluasi dokumen
penawaran atau keputusan pemenang
akan
mengakibatkan
ditolaknya
penawaran yang bersangkutan.

33.6

Evaluasi penawaran yang disimpulkan


dalam Berita Acara Hasil Pelelangan
(BAHP) oleh Pokja ULP bersifat rahasia
sampai dengan saat pengumuman
pemenang.

H. PELELANGAN GAGAL
34.Pelelangan 34.1
Gagal

Pokja ULP menyatakan pelelangan


gagal, apabila :
a. tidak ada penawaran yang lulus
evaluasi penawaran;
b. dalam
evaluasi
penawaran
ditemukan
bukti/indikasi
terjadi
persaingan tidak sehat;
c.
dalam
evaluasi
penawaran
ditemukan bukti terjadi persaingan
tidak sehat;
d. [seluruh
harga
penawaran
terkoreksi lebih tinggi dari HPS;]
e. sanggahan
dari
peserta
yang
memasukkan Dokumen Penawaran
atas pelaksanaan pelelangan yang
tidak sesuai dengan ketentuan
Peraturan Presiden No. 54 Tahun
2010
tentang
Pengadaan
Barang/Jasa
Pemerintah
yang
terakhir diubah dengan Peraturan
Presiden No. 4 Tahun 2015 beserta
petunjuk teknisnya dan Dokumen
Pengadaan ternyata benar;
f. sanggahan
dari
peserta
atas
kesalahan
substansi
Dokumen
Pengadaan ternyata benar; atau
g. calon
pemenang
dan
calon
pemenang cadangan 1 dan 2,
setelah dilakukan evaluasi dengan
sengaja tidak hadir dalam klarifikasi
dan/atau pembuktian kualifikasi.

66

34.2

PA/KPA menyatakan pelelangan gagal,


apabila:
a. PA/KPAsebagaimana
tercantum
dalam LDP sependapat dengan PPK
yang
tidak
bersedia
menandatangani
SPPBJ
karena
proses Pelelangan tidak sesuai
dengan Peraturan Presiden No. 54
Tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang/Jasa
Pemerintah
yang
terakhir diubah dengan Peraturan
Presiden No. 4 Tahun 2015 beserta
petunjuk teknisnya ;
b. pengaduan
masyarakat
adanya
dugaan KKN yang melibatkan Pokja
ULP dan/atau PPK ternyata benar;
c. dugaan KKN dan/atau pelanggaran
persaingan
sehat
dalam
pelaksanaan Pelelangan dinyatakan
benar oleh pihak berwenang;
d. sanggahan
dari
Penyedia
Barang/Jasa
atas
kesalahan
prosedur yang tercantum dalam
Dokumen
Pengadaan
ternyata
benar;
e. Dokumen Pengadaan tidak sesuai
dengan Peraturan Presiden No. 54
Tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang/Jasa
Pemerintah
yang
terakhir diubah dengan Peraturan
Presiden No. 4 Tahun 2015 beserta
petunjuk teknisnya;
f. pelaksanaan
Pelelangan
tidak
sesuai atau menyimpang dari
Dokumen Pengadaan;
g. calon
pemenang
dan
calon
pemenang cadangan 1 dan 2
mengundurkan diri; atau
h. pelaksanaan Pelelangan melanggar
Peraturan Presiden No. 54 Tahun
2010
tentang
Pengadaan
Barang/Jasa
Pemerintah
yang
terakhir diubah dengan Peraturan
Presiden No. 4 Tahun 2015 beserta
petunjuk teknisnya

34.3 [Menteri/ Pimpinan Lembaga/Pimpinan


Institusi menyatakan pelelangan gagal,
apabila Pengaduan masyarakat atas

67

terjadinya KKN yang melibatkan KPA,


ternyata benar;
[Kepala Daerah menyatakan pelelangan
gagal, apabila Pengaduan masyarakat
atas terjadinya KKN yang melibatkanPA
dan/atau KPA, ternyata benar;
34.4 PA/KPA/PPK/Pokja
ULP
dilarang
memberikan ganti rugi kepada peserta
pelelangan bila penawarannya ditolak
atau pelelangan dinyatakan gagal.
34.5 Setelah pelelangan dinyatakan gagal,
maka Pokja ULP memberitahukan secara
elektronik
kepada
seluruh
peserta
melalui aplikasi SPSE.
I.

JAMINAN PELAKSANAAN

35.Surat
Jaminan
Pelaksana
an

35.1

Jaminan
pelaksanaan
diberikan
penyedia setelah diterbitkannya SPPBJ
dan
sebelum
penandatanganan
kontrak

35.2

Jaminan Pelaksanaan dikembalikan


setelah
a. penyerahan seluruh pekerjaan;
b. penyerahan Jaminan Pemeliharaan
sebesar 5% (lima perseratus) dari
nilai Kontrak; atau
c. pembayaran termin terakhir/bulan
terakhir/sekaligus telah dikurangi
uang retensi sebesar 5% (lima
perseratus)
dari
nilai
Kontrak
(apabila diperlukan)

35.3

Jaminan
Pelaksanaan
memenuhi
ketentuan sebagai berikut :
a. diterbitkan oleh Bank Umum (tidak
termasuk bank perkreditan rakyat),
perusahaan
penjaminan
atau
perusahaan
asuransi
yang
mempunyai
program
asuransi
kerugian
(suretyship)
yang
sebagaimana
ditetapkan
oleh
Menteri Keuangan;
b. masa berlaku Jaminan Pelaksanaan
sejak tanggal penandatanganan

68

Kontrak sampai dengan serah


terima
pertama
pekerjaan
berdasarkan
Kontrak
(PHO)
sebagaimana tercantum dalam LDP;
c. nama penyedia sama dengan nama
yang
tercantum
dalam
surat
Jaminan Pelaksanaan;
d. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan
tidak kurang dari nilai jaminan yang
ditetapkan;
e. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan
dicantumkan dalam angka dan
huruf;
f. nama PPK yang menerima Jaminan
Pelaksanaan sama dengan nama
PPK yang menandatangan kontrak;
g. paket pekerjaan yang dijamin sama
dengan paket pekerjaan yang
tercantum dalam SPPBJ;
h. Jaminan Pelaksanaan harus dapat
dicairkan
tanpa
syarat
(unconditional)
sebesar
nilai
jaminan dalam jangka waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja
setelah
surat
pernyataan
wanprestasi dari PPK diterima oleh
penerbit Jaminan;
i. Jaminan Pelaksanaan atas nama
Kemitraan/KSO ditulis atas nama
Kemitraan/KSO atau masing-masing
anggota Kemitraan/KSO (apabila
masing-masing
mengajukan
Jaminan
Pelaksanaan
secara
terpisah)(hanya
dicantumkan
apabila
membolehkan
kemitraan/KSO); dan
j. memuat nama, alamat dan tanda
tangan pihak penjamin.
35.4

PPK
mengkonfirmasi
dan
mengklarifikasi
secara
tertulis
substansi
dan
keabsahan/keaslian
Jaminan Pelaksanaan kepada penerbit
jaminan.

35.5

Kegagalan penyedia yang ditunjuk


untuk menyerahkan Surat Jaminan
Pelaksanaan dipersamakan dengan
penolakan
untuk
menandatangani

69

Kontrak.
35.6

J.

Ketentuan lebih lanjut mengenai


pencairan Surat Jaminan Pelaksanaan
diatur dalam Syarat-Syarat Umum
Kontrak.

PENANDATANGANAN KONTRAK

36.Penandatanganan
Kontrak

36.1

Sebelum penandatanganan kontrak


PPK
wajib
memeriksa
apakah
pernyataan Dalam Dokumen Isian
Kualifikasi masih berlaku. Apabila
salah satu pernyataan tersebut sudah
tidak
dipenuhi,
maka
penandatanganan kontrak tidak dapat
dilakukan.

36.2

Penandatanganan kontrak dilakukan


paling lambat 14 (empat belas) hari
kerja setelah diterbitkan SPPBJ dan
setelah
penyedia
menyerahkan
Jaminan
Pelaksanaan,
dengan
ketentuan:
a. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk
harga penawaran atau penawaran
terkoreksi diatas 80% (delapan
puluh perseratus) nilai total HPS
adalah
sebesar
5%
(lima
perseratus) dari nilai penawaran
atau penawaran terkoreksi; atau
b. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk
harga penawaran atau penawaran
terkoreksi dibawah 80% (delapan
puluh perseratus) nilai total HPS
adalah
sebesar
5%
(lima
perseratus) dari nilai total HPS.
c. masa berlaku Jaminan Pelaksanaan
sejak tanggal penandatanganan
Kontrak
sampai
serah
terima
pertama Pekerjaan Konstruksi

36.3

PPK dan penyedia tidak diperkenankan


mengubah
substansi
Dokumen
Pengadaan
sampai
dengan
penandatanganan Kontrak, kecuali
perubahan
waktu
pelaksanaan
pekerjaan yang melewati batas tahun
anggaran.

70

36.4

Perubahan
waktu
pelaksanaan
pekerjaan dilakukan setelah mendapat
persetujuan kontrak tahun jamak.

36.5

PPK dan penyedia wajib memeriksa


konsep Kontrak meliputi substansi,
bahasa, redaksional, angka dan huruf
serta membubuhkan paraf pada setiap
lembar Dokumen Kontrak.

36.6

Menetapkan urutan hirarki bagianbagian Dokumen Kontrak dalam Surat


Perjanjian, dengan maksud apabila
terjadi pertentangan ketentuan antara
bagian satu dengan bagian yang lain,
maka berlaku urutan sebagai berikut:
a. adendum Surat Perjanjian;
b. pokok perjanjian;
c. surat penawaran berikut daftar
kuantitas dan harga;
d. syarat-syarat khusus kontrak;
e. syarat-syarat umum kontrak;
f. spesifikasi khusus;
g. spesifikasi umum;
h. gambar-gambar;
i. daftar kuantitas dan harga (apabila
ada); dan
j. dokumen lainnya seperti: jaminanjaminan, SPPBJ, BAHP.

36.7

Banyaknya rangkap kontrak dibuat


sesuai kebutuhan, yaitu:
a. sekurang-kurangnya 2 (dua) Kontrak
asli, terdiri dari:
1) kontrak asli pertama untuk PPK
dibubuhi materai pada bagian
yang
ditandatangani
oleh
penyedia; dan
2) kontrak
asli
kedua
untuk
penyedia dibubuhi materai pada
bagian yang ditandatangani oleh
PPK;
b. rangkap kontrak lainnya tanpa
dibubuhi
materai,
apabila
diperlukan.

36.8

Pihak
yang
berwenang
menandatangani kontrak atas nama

71

penyedia
adalah
Direksi
yang
disebutkan namanya dalam Akta
Pendirian/ Anggaran Dasar, yang telah
didaftarkan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
36.9

Pihak lain yang bukan Direksi atau


yang namanya tidak disebutkan dalam
Akta
Pendirian/Anggaran
Dasar
sebagaimana dimaksud pada pasal
38.9, dapat menandatangani kontrak,
sepanjang
mendapat
kuasa/pendelegasian wewenang yang
sah dari Direksi atau pihak yang sah
berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran
Dasar
untuk
menanda-tangani
kontrak.

72

BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP)

Keterangan:
1. LDP memuat ketentuan dan informasi tambahan atas
Instruksi Kepada Peserta sesuai dengan kebutuhan paket
pekerjaan.
2. LDP ditetapkan oleh ULP/Panitia Pengadaan yang memuat
ketentuan dan informasi yang spesifik sesuai dengan jenis
pekerjaan,
meliputi
antara
lain:
penyusunan,
penyampaian, pembukaan,evaluasi
penawaran,
sanggahan, sanggahan banding, dan penunjukan peserta.
3. ULP/Panitia Pengadaan dapat menambahkan ketentuan lain.
4. Bila terjadi perbedaan antara Instruksi Kepada Peserta
dengan LDP, maka yang berlaku adalah ketentuan dalam
LDP.
5. LDP tidak menjadi bagian dari kontrak.

A. Lingkup
Pekerjaan

1. Pokja ULP :
Pokja Pengadaan Pekerjaan Konstruksi ULP
Barang/Jasa
Pemerintah
di
Lingkungan
Pemerintah Provinsi Bali
2.
Alamat Pokja ULP :
Jl. Basuki Rahmat Niti-Mandala Denpasar 80235
Telp. (0361) 224671-6
3.
Website: http://www.lpse.baliprov.go.id
4. Website LPSE: http://www.lpse.baliprov.go.id
5. Nama paket pekerjaan:
Pembangunan
Gedung
Kantor
Dinas
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi
Bali

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

73

6.
Uraian singkat pekerjaan:
Scope
pekerjaan
pada
Pekerjaan
Pembangunan
Gedung
Kantor
Dinas
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi
Bali
meliputi:
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
II. PEKERJAAN STRUKTUR DAN ARSITEKTUR
1. LANTAI I
A.
PEKER
JAAN
TANAH
DAN
POND
ASI
B.
PEKER
JAAN
BETO
N
C.
PEKER
JAAN
PASAN
GAN
DINDI
NG
D.
PEKER
JAAN
LANTA
I DAN
DINDI
NG
E.
PEKER
JAAN
PLAFO
ND
F.
PEKER
JAAN
PINTU

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

74

DAN
JENDE
LA
G. PEKERJAAN FINISHING DAN
WATERPROOFING
H. PEKERJAAN SANITAIR
I. PEKERJAAN ATAP DROP OFF
2. LANTAI II
A. PEKERJAAN BETON
B. PEKERJAAN PASANGAN DINDING
C. PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING
KERAMIK
D. PEKERJAAN PLAFOND
E. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
F. PEKERJAAN FINISHING DAN
WATERPROOFING
G. PEKERJAAN SANITAIR
3. LANTAI III
A.

PEKER
JAAN
BETO
N
B. PEKERJAAN PASANGAN DINDING
C. PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING
KERAMIK
D. PEKERJAAN PLAFOND
E. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
F. PEKERJAAN FINISHING DAN
WATERPROOFING
G. PEKERJAAN SANITAIR

4. LANTAI IV
A.

PEKER
JAAN
BETO
N
B. PEKERJAAN PASANGAN DINDING

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

75

C.
D.
E.
F.

PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING


PEKERJAAN PLAFOND
PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
PEKERJAAN FINISHING DAN
WATERPROOFING
G. PEKERJAAN SANITAIR
H. PEKERJAAN ATAP
III. PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL
1. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
2. PEKERJAAN PLAMBING
3. PEKERJAAN PENANGKAL PETIR
4. PEKERJAAN TATA UDARA
7. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan: 180
(Seratus delapan puluh) hari kalender.
8. Jenis Kontrak yang digunakan adalah :
a. Kontrak berdasarkan cara
Harga Satuan (Unit Price)

pembayaran:

b. Kontrak berdasarkan pembebanan Tahun


Anggaran: Kontrak Tahun Tunggal
c. Kontrak berdasarkan sumber pendanaan:
Kontrak Pengadaan Tunggal
d. Kontrak
berdasarkan
jenis
pekerjaan:
Kontrak Pengadaan Pekerjaan Tunggal
B. Sumber
Dana

Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan :


APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2016

C. Jadwal
Tahapan
Pemilihan

Sebagaimana tercantum dalam aplikasi SPSE


pada Website LPSE : http://www.lpse.baliprov.go.id

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

76

D. Pemberian
Penjelasan
Dokumen
Pengadaan
dan
Peninjauan
Lapangan

Proses pemberian penjelasan dilakukan secara


online tanpa tatap muka melalui aplikasi SPSE
(lihat tahap lelang dan jadwal pengadaan dalam
aplikasi
SPSE)
pada
Website
LPSE:
http://www.lpse.baliprov.go.id
Peninjauan lapangan (apabila diperlukan)
akan dilaksanakan pada:
Hari
:
Tanggal :
Waktu
:
Tempat :

E. Dokumen
Penawaran

Dokumen Penawaran terdiri dari :


1. Dokumen Administrasi :
a. surat penawaran yang di dalamnya
mencantumkan;
1) tanggal;
2) masa berlaku penawaran;
3) harga penawaran;
atau sesuai contoh.
b. hasil pemindaian surat kuasa (jika
dikuasakan);
c. rekapitulasi dan detail penawaran
(daftar kuantitas dan harga) dalam

bentuk file excel;

d. analisa harga satuan pekerjaan;


e. daftar Harga Satuan Dasar (HSD) upah
tenaga kerja, bahan, dan peralatan;
f. hasil
pemindaian
surat
perjanjian
kemitraan/ kerja sama operasi (apabila
ada);
g. Surat pernyataan sanggup membayar
mengikuti program jamsostek (jaminan
social tenaga kerja) bermaterai Rp. 6.000;
h. hasil pemindaian (scan) Surat Keterangan
Dukungan Keuangan dari Bank;
i. Surat pernyataan tidak menuntut
ganti rugi kepada panitia karena
alasan tertentu lelang dibatalkan

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

77

(bermaterai Rp. 6.000);


Surat
pernyataan
kebenaran
dokumen (bermaterai Rp. 6.000);
k. Surat
pernyataan
sanggup
mengembalikan apabila ditemukan
kemahalan harga dengan bermaterai
Rp. 6.000 (Penyedia jasa membuat
pernyataan mengenai kesanggupan
untuk
mengembalikan
apabila
ditemukan kemahalan harga pada
pelaksanaan pekerjaan)
j.

2. Dokumen Teknis
a. Metode Pelaksanaan berupa :
1) Penanganan Pekerjaan Persiapan
2) Penanganan Pekerjaan Utama
3) Penanganan Pada Masa Pemeliharaan
4) Penanganan Pelaksanaan K3 (contoh
format pada Bab VI.F).
b. Jadwal waktu pelaksanaan berupa :
Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan
secara keseluruhan disertai bobot
prosentase masing-masing pekerjaan
sesuai dengan ajuan penawaran harga
(RAB);
Alokasi waktu pelaksanaan setiap item
pekerjaan digambarkan dalam Kurva S
dan Bar Chart.
c. Daftar
Peralatan
Utama
Minimal/Fasilitas
Penunjang
yang
diperlukan memenuhi persyaratan :
Tabel D.1. Daftar Persyaratan Minimum
Peralatan Utama
N
o.

Jenis Alat

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

Kapasita
s

Jumla
h

78

Welding Set

Excavator

0,5 m3

1 unit

Water Tank

1000 liter

1 unit

Mesin Compresor

60-80 bar

2 unit

Dump Truck

5 unit

Waterpass

2 unit

Kereta Dorong

5 unit

Genzet

Bar Bender

10

Bar Cutter

11

Concrete Vibrator

5 unit

12

Stamper

3 unit

13

Theodolith Digital

3 unit

14

Concrete Mixer

3 unit

5 KVA

1 unit
3 unit

32 mm

0,5 m3

1 unit

2 unit

Susunan kelengkapan persyaratan yang harus


dilampirkan untuk peralatan diatas dengan urutan
sebagai berikut :
a) Peralatan
yang
ditawarkan/dimiliki/disewa
harus sesuai yang dipersyaratkan serta dalam
kondisi baik dan berfungsi.
b) Statusnya harus jelas milik sendiri dengan
bukti yang jelas. Pemegang hak atau dapat
dibuktikan dengan dokumen yang mendukung
kepemilikan (milik sendiri) misalnya untuk
pembelian alat dilampirkan bukti nota/faktur
dengan tanda tangan bercap perusahaan
tempat membeli dan kwitansi bermaterai
(transaksi
pembelian
alat
diatas
Rp.
1.000.000,00) dan ditandatangani sebagai

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

79

bukti transaksi/ kepemilikan yang sah selain


kendaraan bermotor. Sebagai bukti yang sah
atas kepemilikan kendaraan bermotor adalah
STNK/BPKB
atas
nama
direksi/pengurus
perusahaan yang masih berlaku.
c) Atau dapat juga dilakukan dengan cara sewa
dengan surat perjanjian sewa/surat dukungan
alat antara yang menyewakan/mendukung
dengan yang menyewa/didukung
yang
disahkan notaris dengan jangka waktu
perjanjian/dukungan sewa alat disyaratkan
sekurang-kurangnya sama dengan jangka
waktu pelaksanaan pekerjaan, peruntukannya
sesuai paket pekerjaan yang dilelangkan
(menyebutkan nama pekerjaan yang ditawar)
perjanjian sewa/dukungan wajib dilampiri bukti
kepemilikan dari yang menyewakan seperti
halnya point b).

d. Daftar Kuantitas Bahan/Spesifikasi


Teknis,
Spesifikasi
teknis
setiap
pekerjaan
terpenuhi.
Bagi
penawar
yang
menyampaikan spesifikasi teknis yang
berbeda dari yang ditetapkan dalam
dokumen pemilihan ini maka spesifikasi
teknis tidak boleh kurang dari yang
dipersyaratkan, dan bagi penawar yang
tidak
menyampaikan
perubahan
spesifikasi teknis dianggap sama dengan
spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.
e. Struktur
Organisasi
Lapangan;
f.

Pelaksanaan

Daftar
personil
inti
yang
ditempatkan, sesuai dengan organisasi
pelaksanaan kegiatan yang bersifat
mengikat sampai dengan Pelaksanaan

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

80

Pekerjaan.
Adapun personil inti yang dipersyaratkan
adalah:
Tabel D.2. Daftar Persyaratan Personil Inti
N
o

Posisi

Jumla
h

Persyaratan

Project
Manager

1
(satu)

Minimal berijazah S1
Teknik
Sipil
berpengalaman
profesional minimal
15
(lima belas) kegiatan
sesuai
paket pekerjaan yang
dilelangkan
pada
posisi yang sama dan
harus
mempunyai
SKA
Ahli
Manajemen
Proyek Utama

Site
Manager

1
(satu)

Minimal berijazah S1
Teknik
Sipil
berpengalaman
profesional minimal
15
(lima belas) kegiatan
sesuai
paket pekerjaan yang
dilelangkan
pada
posisi yang sama dan
harus
mempunyai
SKA
Ahli
Teknik
Bangunan Gedung

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

81

Utama
3

Tenaga
Ahli
Arsitektu
r

1
(satu)

Minimal berijazah S1
Teknik
Arsitektur
berpengalaman
profesional minimal
10
(sepuluh)
kegiatan
sesuai
paket pekerjaan yang
dilelangkan
pada
posisi yang sama dan
harus
mempunyai
SKA
Arsitek Utama

Tenaga
Ahli
Elektrikal

1
(satu)

Minimal berijazah S1
Teknik
Elektro
berpengalaman
profesional minimal
10
(sepuluh)
kegiatan
sesuai
paket pekerjaan yang
dilelangkan
pada
posisi yang sama dan
harus
mempunyai
SKA
Ahli Teknik Tenaga
Listrik Utama

Tenaga
Ahli
Plumbing

1
(satu)

Minimal berijazah S1
Teknik
Mesin
berpengalaman
profesional minimal
10
(sepuluh)
kegiatan
sesuai
paket pekerjaan yang

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

82

dilelangkan
pada
posisi yang sama dan
harus
mempunyai
SKA
Ahli
Teknik
Plambing
dan
Pompa
Mekanik
Madya
6

Tenaga
Ahli K3
Konstruk
si

1
(satu)

Minimal berijazah S1
Teknik
Sipil
berpengalaman
profesional minimal
10
(sepuluh)
kegiatan
sesuai
paket pekerjaan yang
dilelangkan
pada
posisi yang sama dan
harus
mempunyai
SKA
Ahli K3 Konstruksi
Madya

Tenaga
Ahli
Mekanika
l

1
(satu)

Minimal berijazah S1
Teknik
Mesin
berpengalaman
profesional minimal 5
(lima)
kegiatan
sesuai
paket pekerjaan yang
dilelangkan
pada
posisi yang sama dan
harus
mempunyai
SKA
Ahli
Teknik
Mekanikal Madya

Tenaga

Minimal berijazah S1

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

83

Ahli
Geodesi

(satu)

Teknik
Sipil/Geodesi
berpengalaman
profesional minimal 5
(lima)
kegiatan
sesuai
paket pekerjaan yang
dilelangkan
pada
posisi yang sama dan
harus
mempunyai
SKA
Ahli
Geodesi
Madya

Tenaga
Pelaksan
a MEP

1
(satu)

Minimal
berijazah
SMK berpengalaman
profesional minimal 5
(lima)
kegiatan
sesuai
paket pekerjaan yang
dilelangkan
pada
posisi yang sama dan
harus
mempunyai
SKT
Pelaksana
Plambing

10 Pelaksan
a
Finishing

1
(satu)

Minimal berijazah D3
berpengalaman
profesional minimal 5
(lima)
kegiatan
sesuai
paket pekerjaan yang
dilelangkan
pada
posisi yang sama dan
harus
mempunyai
SKT
Pelaksana
Finishing

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

84

Bangunan Gedung
Bertingkat
11 Drafter
Arsitektu
r /Drafter
Sipil

1
(satu)

Minimal
berijazah
SMK berpengalaman
profesional minimal 5
(lima)
kegiatan
sesuai
paket pekerjaan yang
dilelangkan
pada
posisi yang sama dan
harus
mempunyai
SKT
Drafter
Arsitektur/Sipil

12 Pelaksan
a
Pengelas
an

1
(satu)

Minimal
berijazah
SMK berpengalaman
profesional minimal 5
(lima)
kegiatan
sesuai
paket pekerjaan yang
dilelangkan
pada
posisi yang sama dan
harus
mempunyai
SKT
Tukang Las

13 Pembant
u
Pelaksan
a Listrik

1
(satu)

Minimal
berijazah
SMK berpengalaman
profesional minimal 5
(lima) kegiatan pada
posisi yang sama dan
harus
mempunyai
SKT
Teknisi
Instalasi
Tegangan Rendah

14 Pelaksan

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

Minimal

berijazah

85

a
Begestin
g

(satu)

15 Quality
Control

1
(satu)

16 Logistik

1
(satu)

17 Administr
asi

1
(satu)

SMK
sederajat
berpengalaman
profesional minimal 5
(lima) kegiatan pada
posisi yang sama dan
harus
mempunyai
SKT
Tukang
Pasang
Perancah
Minimal
berijazah
SMK
yang
berpengalaman
minimal
5
(lima)
kegiatan pada posisi
yang sama dan harus
mempunyai
SKT
Pengawas
Mutu
Pelaksanaan
Konstruksi
Bangunan Gedung
Minimal
berijazah
STM/Sederajat
yang berpengalaman
profesional minimal 5
(lima) kegiatan pada
posisi yang sama.
Minimal berijazah S1
yang berpengalaman
profesional minimal 5
(lima) kegiatan pada
posisi yang sama.

Susunan kelengkapan persyaratan yang


harus
dilampirkan
untuk
masingmasing/setiap personil inti dengan urutan
sebagai berikut :
a)

Daftar riwayat hidup/pengalaman kerja


profesional setiap personil sesuai paket

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

86

b)

c)

d)
e)
f)

g)
h)

pekerjaan sejenis (pada tabel/daftar berisi


nama paket, nilai paket, instansi pemberi
kerja/PPK, nama kontraktor pelaksana,
posisi
jabatan,
waktu
pelaksanaan
pekerjaan)
Surat
pernyataan
setiap
personil
perusahaan dan penugasan secara penuh
pada paket yang dilelangkan.
Surat Pernyataan bukan PNS/Polri/TNI.
Khusus surat pernyataan point b) dan c)
yang di-upload dapat tidak bermaterai.
Dilengkapi materai pada saat pembuktian
kualifikasi.
Foto copy ijazah terakhir
Foto copy SKA/SKT
NPWP dan pajak personil wajib untuk
personil inti yang berijazah S1 (minimal
tahun 2014)
Foto copy KTP yang masih berlaku
Kartu BPJS

g. melampirkan bagian pekerjaan yang akan


disubkontrakkan Tidak Ada
h. melampirkan Pra Mutu Kontrak (isi
uraian sesuai dengan Bab X.B1.18)
i. melampirkan
PRA
RENCANA
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
KONTRAK (PRA-RK3K) untuk setiap item
pekerjaan
yang
dilelangkan
sesuai
contoh Bab VI.F
j. Uji mutu/teknis/fungsi diperlukan untuk :
1) Bahan : Tidak Ada
2) Alat : Tidak Ada
Bukan merupakan persyaratan dalam
dokumen
teknis
namun
tetap
dilaksanakan
dalam
pelaksanaan

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

87

pekerjaan.
k. Pekerjaan/material yang membutuhkan
surat dukungan distributor/pabrikan dan
brosur-brosur antara lain :
NO.
I
1
2
3

II

DISTRIBUT
OR/PABRIK
AN
Pekerjaan
Sipil
Ready Mix

Surat
dukungan,
brosur (asli)
Besi Beton Surat
dan
Baja dukungan,
WF
brosur (asli)
Semen
Surat
dukungan,
brosur (asli)

Pekerjaan
Arsitektur
Aluminium

Kaca

Cat

Lantai
(Granit,
Keramik,
Vinily)
Gypsum

5
6

PERSYARAT
AN

Penutup
Atap

KETERANGA
N

Sesuai
spesifikasi
Sesuai
spesifikasi
Sesuai
spesifikasi

Surat
dukungan,
brosur (asli)
Surat
dukungan,
brosur (asli)
Surat
dukungan,
brosur (asli)
Surat
dukungan,
brosur (asli)

Sesuai
spesifikasi

Surat
dukungan,
brosur (asli)
Surat
dukungan,

Sesuai
spesifikasi

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

Sesuai
spesifikasi
Sesuai
spesifikasi
Sesuai
spesifikasi

Sesuai
spesifikasi

88

F. Mata Uang
Penawaran
dan Cara
Pembayara
n
G. Masa
Berlakunya
Penawaran
H. Pemasuka
n Dokumen
Penawaran

1
.
2
.

Sanitair

III
1

Mekanikal
Elektrikal
Kabel

Panel

3
4

Air
Conditioner
(AC)
Lampu

Genzet

Pompa

brosur (asli)
Surat
dukungan,
brosur (asli)

Surat
dukungan,
brosur (asli)
Surat
dukungan,
brosur (asli)
Surat
dukungan,
brosur (asli)
Surat
dukungan,
brosur (asli)
Surat
dukungan,
brosur (asli)
Surat
dukungan,
brosur (asli)

Sesuai
spesifikasi

Sesuai
spesifikasi
Sesuai
spesifikasi
Sesuai
spesifikasi
Sesuai
spesifikasi
Sesuai
spesifikasi
Sesuai
spesifikasi

Mata uang yang digunakan Rupiah


Pembayaran dilakukan dengan cara
angsuran (termijn)
Masa berlaku penawaran selama 90 (sembilan
puluh) hari kalender sejak batas akhir waktu
pemasukan penawaran.
Dokumen Penawaran disampaikan dengan
bentuk file, yang diu nggah melalui aplikasi
SPSE
Website LPSE: http://www.lpse.baliprov.go.id

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

89

I. Batas
Akhir
Waktu
Penyampai
an
Penawaran
J. Pembukaa
n
Penawaran
K. Sanggahan
, dan
Pengaduan

(lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE)


Website LPSE: http://www.lpse.baliprov.go.id

(lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE).


Website LPSE: http://www.lpse.baliprov.go.id
1
.

Sanggahan disampaikan melalui aplikasi SPSE


ditujukan kepada :
Pokja Pengadaan Pekerjaan Konstruksi ULP
Barang/Jasa
Pemerintah
di
Lingkungan
Pemerintah Provinsi Bali

2
.

Tembusan
sanggahan
disampaikan
diluar
aplikasi SPSE (offline) ditujukan kepada :
a. PPK Pengadaan Gedung Kantor pada Dinas
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bali.
b. PA/KPA Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Provinsi Bali.
c. Inspektur Provinsi Bali

3
.
L. Jaminan
Pelaksana
an

Pengaduan disampaikan di luar aplikasi SPSE


(offline) ditujukan kepada :
Inspektur Provinsi Bali

1
.

Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan sekurangkurangnya 194 (seratus sembilan puluh empat)
hari kalender sejak tanggal penandatanganan
kontrak sampai dengan serah terima pertama
Pekerjaan Konstruksi (PHO).

2
.

Besarnya
jaminan pelaksanaan
bagi
penawaran yang dinilai terlalu rendah (lebih
kecil dari 80% HPS), dinaikkan
menjadi
sekurang-kurangnya 5% (lima perseratus) dari

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

90

nilai total HPS.

M.Jaminan
Uang Muka

3
.

Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan


pada Kas Daerah

1
.

Besarnya Jaminan Uang Muka adalah senilai


Uang Muka yang diterima oleh Penyedia. [jika
diberikan uang muka]

2
.

Jaminan
Uang
Muka
ditujukan
kepada
______[diisi nama PPK].
Dalam hal Jaminan Uang Muka dicairkan, maka
dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah

3
.

Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

91

BAB V. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK)

A. Lingkup
Kualifikasi

Pokja ULP:
Pokja Pengadaan Pekerjaan Konstruksi ULP
Barang/Jasa Pemerintah di Lingkungan
Pemerintah Provinsi Bali
Alamat Pokja ULP:
Jl. Basuki Rahmat Niti-Mandala Denpasar
80235 Telp. (0361) 224671-6
Website : http://www.lpse.baliprov.go.id
Website LPSE :
http://www.lpse.baliprov.go.id

Nama Paket Pekerjaan : Pembangunan


Gedung Kantor Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi Provinsi Bali
B. Persyaratan
Kualifikasi

1. Data Kualifikasi disampaikan melalui


formulir elektronik isian kualifikasi yang
tersedia pada aplikasi SPSE (diisi
lengkap sesuai petunjuk pengoperasian
SPSE untuk penyedia versi terbaru);
Untuk
peserta
yang
melakukan
Kemitraan/Kerja
Sama
Operasi
(KSO)formulir kualifikasi dan Pakta
Integritas ditandatangani oleh seluruh
anggota KSO, kecuali leadfirm cukup
mengisi data kualifikasi pada Data Isian
Kualifikasi melalui SPSE;
2. Peserta Kualifikasi yang berbadan usaha
harus memiliki SIUJK (Surat Ijin Usaha
Jasa Konstruksi) pada bidang Bangunan
Gedung yang masih berlaku;
3. Memiliki SBU (Sertifikat Badan Usaha)
Jasa
pelaksana
Konstruksi
yang
diterbitkan
oleh
Lembaga
Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK)
dengan persyaratan sub klasifikasi
sebagai berikut : kualifikasi non kecil,
klasifikasi Bangunan Gedung
sub
klasifikasi
Jasa
Pelaksana
Untuk

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

92

Konstruksi Bangunan Komersial (BG004);


4. Salah satu dan/atau semua pengurus
dan badan usahanya atau peserta
perorangan tidak masuk Daftar Hitam;
5. Memiliki Pengalaman dalam kurun 10
tahun terakhir pada pekerjaan sejenis
untuk usaha non kecil dan kemampuan
pada sub klasifikasi Jasa Pelaksana
Untuk Konstruksi Bangunan Komersial
(BG004) serta memenuhi KD sebesar 3
NPt (KD : Kemampuan Dasar, NPt : Nilai
Pengalaman Tertinggi) atau sebesar
sekurang-kurangnya sama dengan nilai
total HPS pada sub bidang pekerjaan
yang sesuai yang dibuktikan dengan
lampiran
SPK,
BA
serah
terima
pekerjaan, Daftar Kuantitas & Harga
(RAB) dan bukti pelunasan pajak;
6. Memiliki NPWP dan telah memenuhi
kewajiban
perpajakan tahun pajak
terakhir
(SPT Tahunan) m i n i m a l
tahun 2014.
7. Peserta berbentuk badan usaha harus
memperoleh
paling sedikit 1 (satu)
pekerjaan sebagai penyedia pekerjaan
konstruksi dalam kurun
waktu
4
(empat)
tahun
terakhir,
baik
di
lingkungan pemerintah maupun swasta
termasuk
pengalaman
subkontrak,
kecuali bagi penyedia yang baru berdiri
kurang dari 3 (tiga) tahun;
8. Memiliki kemampuan yang dibuktikan
dengan pengalaman pada pada bidang
pekerjaan yang sesuai untuk usaha Mikro,
Usaha Kecil serta koperasi kecil serta
kemampuan yang dibuktikan dengan
pengalaman pada sub bidang pekerjaan
yang sesuai untuk usaha non-kecil dan
untuk paket yang diperuntukan untuk
usaha kecil dan non kecil (>Rp.
2.500.000.000,00)
harus
memiliki
pengalaman
pada
sub
bidang/sub
klasifikasi pekerjaan yang sesuai;

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

93

9. Tidak dalam pengawasan pengadilan,


tidak pailit, kegiatan usahanya tidak
sedang dihentikan dan/atau direksi yang
bertindak
untuk
dan
atas
nama
perusahaan
tidak
sedang
dalam
menjalani sanksi pidana;
10. Pemilik, komisaris, dan/atau pengurus
perusahaan tidak ada yang merupakan
pegawai K/L/D/I dan/atau pejabat negara.
Boleh pegawai K/L/D/I tetapi harus
sedang cuti di luar tanggungan negara
yang dapat dibuktikan dengan dokumen
resmi;
11. Memiliki alamat tetap yang dapat
dijangkau POS/Jasa Pengiriman dan atau
memiliki No. Telp/HP/Email/Fax yang
dapat dihubungi. (Apabila ada perubahan
alamat ,Telp/HP/Email/Fax data kualifikasi
diupdate dan dituangkan dalam Surat
Pernyataan);
12. Memenuhi Sisa Kemampuan Paket (SKP)
dengan menyampaikan daftar perolehan
pekerjaan yang sedang dikerjakan baik
kontrak tahun tunggal (2016) maupun
tahun jamak (multiyear);
13. Memiliki surat
keterangan dukungan
keuangan dari bank pemerintah/swasta
sebesar paling kurang 10% (sepuluh
perseratus)
dari
nilai
total
HPS
(ditujukan kepada Pokja Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi ULP Barang/Jasa
Pemerintah di Lingkungan Pemprov.
Bali);
14. Memiliki
kemampuan
menyediakan
personil
yang
diperlukan
untuk
pelaksanaan
pekerjaan
dengan
kualifikasi keahlian SKA/SKT yang sesuai
dengan jenis keahlian/keterampilan yang
diperlukan untuk pekerjaan konstruksi
ini serta harus memenuhi persyaratan
keahlian/spesialisasi, pengalaman, dan
kemampuan manajerial yang diperlukan
sesuai yang dipersyaratkan pada LDP.
Bab IV.E.f (Tabel. D2);

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

94

15. Memiliki kemampuan untuk penyediakan


peralatan
untuk
melaksanakan
pekerjaan konstruksi ini sesuai yang
dipersyaratkan pada LDP.Bab IV.E.c
(Tabel. D1);
16. Dalam hal
kemitraan :

peserta

akan

melakukan

a. Dalam
hal
bermitra
yang
diperhitungkan adalah KD dari
perusahaan
yang
mewakili
kemitraan (lead firm). Sedangkan
pengalaman
pada
subbidang
pekerjaan
yang
sesuai
harus
dipenuhi untuk setiap perusahaan
yang melakukan kemitraan/KSO.
b. Peserta wajib mempunyai perjanjian
Kerja Sama Operasi/kemitraan yang
memuat persentase kemitraan dan
perusahaan
yang
mewakili
kemitraan tersebut; dan
c. Evaluasi persyaratan pada angka 1
sampai dengan angka 13 dilakukan
untuk setiap perusahaan yang
melakukan kemitraan/KSO. Khusus
untuk angka 14 sampai 15 evaluasi
persyaratan digabungkan sebagai
evaluasi kemitraan/KSO.
d. Untuk penyedia barang/jasa yang
berbentuk
konsorsium/kemitraan/bentuk kerja
sama lain, pemasukan kualifikasi
dilakukan oleh badan usaha yang
ditunjuk
mewakili
konsorsium/kemitraan/bentuk kerja
sama
lain
(data
kualifikasi
anggotanya diunggah /upload pada
fasilitas pengunggahan lain yang
tersedia pada aplikasi SPSE pada
user id yang mewakili)

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

95

BAB VI. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN


A.

BENTUK
SURAT
PENAWARAN
USAHA/KEMITRAAN (KSO)

PESERTA

BADAN

CONTOH
[Kop Surat Badan Usaha/Kemitraan (KSO)]
Nomor :
Lampiran:

_______, _____________ 20___

Kepada Yth.:
Pokja Pengadaan Pekerjaan Konstruksi ULP
Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali

Barang/Jasa

di
Denpasar
Perihal :

Penawaran Pekerjaan Pembangunan Gedung


Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Provinsi Bali

Sehubungan dengan pengumuman Pelelangan Umum


dengan Pascakualifikasi dan Dokumen Pengadaan nomor:
_________________ tanggal ______________ dan setelah kami
pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan dan Berita Acara
Pemberian Penjelasan [serta adendum Dokumen Pengadaan],
dengan ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan
_____________________
[sesuai
paket
pekerjaan
pada
pengumuman
melalui
portal
LPSE
http://www.lpse.baliprov.go.id]
sebesar
Rp_______________
(__________________________) termasuk PPN.
Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan
persyaratan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan untuk
melaksanakan pekerjaan tersebut di atas.
Penawaran ini berlaku sejak batas akhir pemasukan
Dokumen Penawaran selama ____ (__________________) hari
kalender sejak tanggal surat penawaran ini.
Sesuai dengan persyaratan, bersama Surat Penawaran ini
kami lampirkan:
Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
ULP Pemerintah Provinsi Bali

96

1. Hasil pemindaian atau scan surat kuasa dari pimpanan /

direktur utama perusahaan kepada penerima kuasa yang


namanya tercantum dalam akte pendirian/ perubahannya
(apabila dikuasakan);
2. [Surat perjanjian kemitraan/Kerja Sama Operasi, apabila ada];
3. Rincian harga penawaran [file/scan Daftar Kuantitas dan

Harga];
4. [Hasil pemindaian Surat perjanjian kemitraan/Kerja Sama

Operasi, apabila ada];


5. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari :

a. Metoda Pelaksanaan;
b. Jadwal Waktu Pelaksanaan;
c. Daftar Personil Inti;
d. Jenis, kapasitas, komposisi, dan jumlah peralatan utama
minimal yang dibutuhkan;
e. Spesifikasi teknis;
f.
[Bagian Pekerjaan yang akan disubkontrakkan, apabila
ada].
g.
Dokumen lain yang dipersyaratkan.
6. Dokumen kualifikasi diisikan pada aplikasi SPSE.
7. [Dokumen lain yang dipersyaratkan seperti Formulir Pra

RK3K, Daftar Barang yang diimpor, Analisa Teknis Satuan


Pekerjaan, Analisa Harga Satuan Pekerjaan].
Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami
menyatakan sanggup dan akan tunduk pada semua ketentuan
yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan serta Pokja ULP
tidak terikat untuk menetapkan penawaran terendah sebagai
pemenang. Apabila dana dalam dokumen anggaran yang telah
disahkan tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dalam
DIPA/DPA Tahun Anggaran, maka Pengadaan Barang/Jasa dapat
dibatalkan dan kami tidak akan menuntut ganti rugi dalam
bentuk apapun.
PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO)
____________
[pilih yang sesuai dan cantumkan
nama]

..........................
Jabatan

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

97

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

98

B.

BENTUK
PERJANJIAN
OPERASI (KSO)

KEMITRAAN/KERJA

SAMA

CONTOH
SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN/
KERJA SAMA OPERASI (KSO)
Sehubungan dengan pelelangan pekerjaan ________________ yang
pembukaan penawarannya akan dilakukan di ________________
pada tanggal ________ 20__, maka kami:
______________________________ [nama peserta 1]
______________________________ [nama peserta 2]
______________________________ [nama peserta 3]
______________________________ [dan seterusnya]
bermaksud untuk mengikuti pelelangan dan pelaksanaan kontrak
secara bersama-sama dalam bentuk kemitraan/Kerja Sama
Operasi (KSO).
Kami menyetujui dan memutuskan bahwa:
1. Secara bersama-sama:
a. Membentuk kemitraan/KSO dengan nama kemitraan/KSO
adalah ________________
b. Menunjuk ____________________________ [nama peserta 1]
sebagai
perusahaan utama (leading firm) untuk
kemitraan/KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan
atas nama kemitraan/KSO.
c. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang,
wajib
bertanggung jawab baik secara bersama-sama atau
masing-masing atas semua kewajiban sesuai ketentuan
dokumen kontrak.
2. Keikutsertaan modal (sharing)
kemitraan/KSO adalah:
_______________ [nama peserta 1]
persen)
_______________ [nama peserta 2]
persen)
_______________ [nama peserta 3]
persen)
_________________________________

setiap perusahaan dalam


sebesar _____ % (___________
sebesar _____ % (___________
sebesar _____ % (___________
[dst]

3. Masing-masing peserta anggota kemitraan/KSO, akan


mengambil bagian sesuai sharing tersebut pada butir 2.
dalam hal pengeluaran, keuntungan, dan kerugian dari
kemitraan/KSO.
Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
ULP Pemerintah Provinsi Bali

99

4. Pembagian sharing dalam kemitraan/KSO ini tidak akan


diubah baik selama masa penawaran maupun sepanjang
masa kontrak, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih
dahulu dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
dan
persetujuan bersama secara tertulis dari masing-masing
anggota kemitraan/KSO.
5. Terlepas dari sharing yang ditetapkan di atas, masing-masing
anggota kemitraan/KSO akan melakukan pengawasan penuh
terhadap semua aspek pelaksanaan dari perjanjian ini,
termasuk hak untuk memeriksa keuangan, perintah
pembelian, tanda terima, daftar peralatan dan tenaga kerja,
perjanjian subkontrak, surat-menyurat, dan lain-lain.
6. Wewenang
menandatangani
untuk
dan
atas
nama
kemitraan/KSO diberikan kepada _________________________
[nama wakil peserta] dalam kedudukannya sebagai direktur
utama/direktur pelaksana _________________________ [nama
peserta 1] berdasarkan persetujuan tertulis dari seluruh
anggota kemitraan/KSO.
7. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani.
8. Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku
lagi bila pelelangan tidak dimenangkan oleh perusahaan
kemitraan/KSO.
9. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap ____ (_______) yang
masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.
DENGAN KESEPAKATAN INI semua anggota kemitraan/KSO
membubuhkan tanda tangan di _________ pada hari __________
tanggal
__________
bulan
____________,
tahun
________________________
[Peserta 1]

(_______________)

[Peserta 2]

(________________)

[Peserta 3]

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

[dst

100

(________________)

(________________)]

Catatan:
Surat P
erjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi ini harus
dibuat diatas kertas segel

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

101

C.

BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS


Dokumen Penawaran Teknis

[Cantumkan dan jelaskan secara rinci hal-hal berikut. Jika


diperlukan, keterangan dapat dicantumkan dalam lembar
tersendiri/tambahan]
1. metoda pelaksanaan pekerjaan [diyakini menggambarkan
penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan];
2. jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan [tidak melampaui batas
waktu sebagaimana tercantum dalam LDP];
3. jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan minimal
[sebagaimana tercantum dalam LDK];
4. spesifikasi teknis;
5. personil inti yang akan ditempatkan secara penuh [sesuai
dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDK,
serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan
sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan];
6. bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan [sesuai dengan
persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP]; dan
7. [Dokumen lain yang dipersyaratkan seperti Formulir Pra
RK3K, Daftar Barang yang diimpor, Analisa Teknis Satuan
Pekerjaan, Analisa Harga Satuan Pekerjaan].
Catatan:
Peralatan dan personil yang disampaikan dalam penawaran hanya
untuk 1 (satu) paket pekerjaan yang dilelangkan, apabila memerlukan
peralatan dan personil untuk paket pekerjaan lain harus dari peralatan
dan personil yang berbeda.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

102

D.

BENTUK SURAT KUASA


Contoh-1
[Kop Surat Badan Usaha]
SURAT KUASA
Nomor : ..................

Yang bertandatangan di bawah ini:


Nama
: .................. ..................
Alamat Perusahaan :
.................. ..................
Jabatan
: ..................................... [Direktur
Utama/Pimpinan Perusahaan] ..................
[nama PT/CV/Firma]

dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan


berdasarkan Akta Notaris No. ........ [No. Akta Notaris]
tanggal .................. [tanggal penerbitan Akta] Notaris ..................
[nama Notaris penerbit Akta] untuk pendirian beserta
perubahannya (apabila ada), yang selanjutnya disebut sebagai
Pemberi Kuasa,
memberi kuasa kepada :
Nama
: ....................................
Alamat
: ....................................
Jabatan
: ....................................
yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa.
Penerima Kuasa mewakili Pemberi Kuasa untuk
1.
2.
3.
4.
5.

[Menandatangani
[Menandatangani
[Menandatangani
[Menandatangani
[Menandatangani

Surat Penawaran,]
Pakta Integritas,]
Surat Perjanjian,]
Surat Sanggahan,]
Surat Sanggahan Banding.]

Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain.
.................., .................. 20.....
Penerima Kuasa
..................................
(nama dan jabatan)

Pemberi Kuasa
..................................
(nama dan jabatan)

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

103

Contoh-2
[Kop Surat Badan Usaha]
SURAT KUASA
Nomor : ..................
Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama
: .................. ..................
Alamat Perusahaan :
.................. ..................
Jabatan
: ..................................... [Direktur
Utama/Pimpinan Perusahaan] ..................
[nama PT/CV/Firma]

dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan


berdasarkan Akta Notaris No. ........ [No. Akta Notaris]
tanggal .................. [tanggal penerbitan Akta] Notaris ..................
[nama Notaris penerbit Akta] untuk pendirian beserta
perubahannya (apabila ada), yang selanjutnya disebut sebagai
Pemberi Kuasa,
memberi kuasa kepada :
Nama
: ....................................
Alamat
: ....................................
Jabatan
: ....................................
yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa.
Penerima Kuasa mewakili Pemberi Kuasa untuk:
1. [melakukan pendaftaran dan pengambilan dokumen,]
2. [menghadiri pemberian penjelasan,]
3. [menghadiri pembukaan penawaran,]
4. [menghadiri Pembuktian Kualifikasi dan menandatangani
Berita Acara,]
5. [______________, dst.]
Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

104

.................., .................. 20.....


Penerima Kuasa
..................................
(nama dan jabatan)

E.

Pemberi Kuasa
..................................
(nama dan jabatan)

[BENTUK FORMULIR REKAPITULASI PERHITUNGAN


TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN), apabila
diberikan preferensi harga]

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

105

FORMULIR REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN


DALAM NEGERI (TKDN)

NIlaiGabunganBarangdanJa
sa
UraianPekerjaan
(Rp)

TKDN

KDN

KLN

Total

(2)

(3)

(4)

Baran
g
/Jasa
(5)

(1A)

(1B)

(1C)

(1D)

(2A)

(2B)

(2C)

(2D)

(3A)

(3B)

(3C)

(3D)

(4A)

(4B)

(4C)

(4D)

(5A)

(5B)

(5C)

(5D)

(6A)

(6B)

(6C)

(6D)

(7A)

(7B)

(7C)

(7D)

B. SubTotalJasa

(8A)

(8B)

(8C)

(8D)

C. Total
Biasa(A+B)

(9A)

(9B)

(9C)

(9D)

(1)

Gabu
ngan
(6)

Barang
I. Material
langsung
(Bahan Baku)
II.
Peralatan(Barang
A. SubTotalBarang
Jasa
III.Manajemen
Proyekdan
Perekayasa
IV.Alat
Kerja/Fasilitas
Kerja
V. Konstruksidan
Fabrikasi
VI.JasaUmum

(9E)

1. BiayaKomponenDalamNegeri(KDN)adalahbiayaMaterialLangsung
(Bahan
Baku),Peralatan
(BarangJadi),ManajemenProyekdan
Perekayasaan,AlatKerja/FasilitasKerja,KonstruksidanFabrikasi,danJasalai
nnyadaridalamnegeri.
2. BiayaKomponenLuarNegeri(KLN)adalahbiayaMaterialLangsung (Bahan
Baku),Peralatan
(BarangJadi),ManajemenProyek
dan
Perekayasaan,AlatKerja/FasilitasKerja,KonstruksidanFabrikasi,danJasalai
nnyadariluarnegeri.
%TKDNGabung
an

BiayaGabungan (9C)
BiayaGabunganLN(9B)

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

X100%

106

BiayaGabungan (9C)

F.

BENTUK DAFTAR BARANG YANG DIIMPOR*)


Contoh

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

107

NO

NAMA

SPESIFIKA
SI

SATUAN

JUMLAH

HARGA

TOTAL
*) diisi dan dilampirkan dalam penawaran apabila ada barang yang diimpor

G.

CONTOH BENTUK PRA RENCANA KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA KONTRAK (PRA-RK3K)

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

108

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

109

Contoh:
Penanggung Jawab

K3

Emergency/
kedaruratan

P3K

Kebakaran

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

110

H.

BENTUK ANALISA TEKNIS SATUAN PEKERJAAN


CONTOH

Jenis pekerjaan
Satuan/Unit
Nomor Pembayaran
No

: ....................
: ....................

Uraian

(1)
(2)
I
Upah/Tenaga Kerja
II
Bahan/Material
III Peralatan
-

Satuan
(3)

Kuantitas/koefisie
n
(4)

Catatan:
isian kolom (2), (3), dan (4) disamakan dengan Analisa Harga Satuan
Pekerjaan.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

111

I.

BENTUK ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN


CONTOH

Jenis pekerjaan
Satuan/Unit
Nomor Pembayaran

No.

Uraian

(1)
I

(2)
Upah/Tenaga
Kerja
-

II

Bahan/Material
-

III

Peralatan
-

IV

: ....................
: ....................

Satuan

Kuantitas/
Koefisien

(3)

(4)

Harga
Satu
an
Das
ar
(Rp)
(5)

Harga
(Rp)
(6)

Sub jumlah I

.........

Sub jumlah II

.........

Sub jumlah III


Sub jumlah (I+II+III)

.........
.........

Lain-lain
- Biaya umum
- Keuntungan

.....% x Sub jumlah


(I+II+III)
.....% x Sub jumlah
(I+II+III)
Sub Jumlah IV
Jumlah Harga = I+II+III+IV
Harga satuan pekerjaan .......... (dibulatkan)

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

.........
.........

112

J.

BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI BANK


Contoh
[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PENAWARAN
No. ____________________

Yang
bertanda
tangan
dibawah
ini:
__________________________________
dalam
jabatan
selaku
____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan
atas nama ________________________ [nama bank] berkedudukan
di _________________________________________ [alamat]
untuk selanjutnya disebut:

PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada:


Nama
: ______________________ [Pokja ULP]
Alamat
:
______________________________________________
selanjutnya disebut:

PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp _____________________________________


(terbilang
________________________________________________________) sebagai
Jaminan Penawaran dalam bentuk garansi bank, apabila:
Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
ULP Pemerintah Provinsi Bali

113

Nama
:
_____________________________
pelelangan]
Alamat
:
______________________________________________
selanjutnya disebut:

[peserta

YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak


melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini,
lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan
yaitu:
a. Yang Dijamin menarik kembali penawarannya selama
dilaksanakannya pelelangan atau sesudah dinyatakan sebagai
pemenang;
b. Yang Dijamin tidak:
1) menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk
sebagai pemenang;
2) menandatangani Kontrak; atau
3) hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi sebagai calon
pemenang;
c. Yang Dijamin terlibat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN);
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti
oleh Yang Dijamin.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Garansi Bank berlaku selama __________ (____________) hari
kalender,
dari
tanggal
_____________________
s.d.
____________________ (diisi sesuai yang tercantum dalam
LDP).
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis
dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari
Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari
kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank
sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan
sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah
menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan
berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima
Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin
cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut
supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih
dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab UndangUndang Hukum Perdata.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

114

5.
6.

Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau


dijadikan jaminan kepada pihak lain.
Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi
Bank ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang
umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.
Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________

[Bank]
Materai Rp.6000,00
Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi
ini ke _____[bank]

________________
[Nama dan Jabatan]

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

115

K.

BENTUK
JAMINAN
PENAWARAN
ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN

DARI

Contoh
[Kop Penerbit Jaminan]
JAMINAN PENAWARAN
(UNCONDITIONAL)
Nomor Jaminan: ____________________
___________________

Nilai:

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________


[nama], _____________ [alamat] sebagai Peserta, selanjutnya
disebut TERJAMIN, dan _____________________ [nama penerbit
jaminan],
_____________ [alamat], sebagai Penjamin,
selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab
dan dengan tegas terikat pada ____________________ [nama
Pokja ULP],
_________________________________ [alamat]
sebagai Pelaksana Pelelangan, selanjutnya disebut PENERIMA
JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang
_____________________)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan
diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas
dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi
kewajiban
sebagaimana
ditetapkan
dalam
Dokumen
Pengadaan untuk
pelaksanaan pelelangan pekerjaan
____________________________________________
yang
diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN.
3. Surat Jaminan ini berlaku apabila TERJAMIN:
a. menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya
pelelangan atau sesudah dinyatakan sebagai pemenang;
b. tidak:
1) menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk
sebagai pemenang;
2) menandatangani Kontrak; atau
3) hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi sebagai
calon pemenang;
c. terlibat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

116

4. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari


kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai
dengan tanggal __________(diisi sesuai yang tercantum dalam
LDP)
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN
sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat
(Unconditional) setelah menerima tuntutan penagihan secara
tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan
PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat
TERJAMIN cidera janji/wanprestasi.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini
ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak
istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih
dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan
ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30
(tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku
Jaminan ini.
Dikeluarkan di _____________
pada tanggal _______________
TERJAMIN

PENJAMIN
Materai Rp.6000,00

_____________________

__________________

Untuk keyakinan,
pemegang Jaminan
disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan
ini ke _____[Penerbit

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

117

L.

BENTUK PAKTA INTEGRITAS

[Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Dengan Kemitraan/KSO]

PAKTA INTEGRITAS
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nama
Jabatan

: _____________________ [nama wakil sah badan


usaha]
: __________________________

Bertinda : PT/CV/Firma/Koperasi ___________________ [pilih


k untuk
yang sesuai dan cantumkan nama]
dan atas
nama
2. Nama
Jabatan

: _____________________ [nama wakil sah badan


usaha]
: __________________________

Bertinda : PT/CV/Firma/Koperasi ___________________ [pilih


k untuk
yang sesuai dan cantumkan nama]
dan atas
nama
3.

......[dan seterusnya, diisi sesuai dengan jumlah anggota


kemitraan/KSO]

dalam rangka pengadaan _________ [isi nama paket] pada


________ [isi sesuai dengan K/L/D/I] dengan ini menyatakan
bahwa:
1. tidak akan melakukan
Nepotisme (KKN);

praktek

Korupsi,

Kolusi,

dan

2. akan melaporkan kepada APIP ________ [isi sesuai dengan


K/L/D/I] yang bersangkutan dan/atau LKPP apabila
mengetahui ada indikasi KKN dalam proses pengadaan ini;
3. akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan,
dan profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan;
4. apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA
INTEGRITAS ini, bersedia menerima sanksi administratif,

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

118

menerima sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam, digugat


secara perdata dan/atau dilaporkan secara pidana.
__________ [tempat], __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun]
[Nama Penyedia]
[Nama Penyedia]
[Nama Penyedia]
[tanda tangan],
[nama lengkap]
[cantumkan

tanda

[tanda tangan] ,
[nama lengkap]

[tanda tangan],
[nama lengkap]

tangan dan nama


Kemitraan/KSO]

setiap

anggota

M. BENTUK FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI


Isian Data Kualifikasi bagi Peserta selain anggota
Kemitraan/KSO berbentuk Form Isian Elektronik Data
Kualifikasi yang tersedia pada aplikasi SPSE
[FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI UNTUK KEMITRAAN/KSO]
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama

: ___________________ [nama wakil sah badan


usaha]

Jabatan

: _____________ [diisi sesuai jabatan dalam akta


notaris]

Bertindak
untuk
dan atas
nama

: PT/CV/Firma/Koperasi _______________________
[pilih yang sesuai dan cantumkan nama badan
usaha]

Alamat

: ___________________________________

Telepon/Fax

: ___________________________________

Email

: ___________________________________

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa:


1. saya secara hukum bertindak untuk dan atas nama
perusahaan/koperasi/kemitraan/KSO
berdasarkan
_______________
[akta
pendirian/anggaran
dasar/surat

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

119

2.

3.
4.
5.
6.
7.

kuasa/Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi, disebutkan


secara jelas nomor dan tanggal akta pendirian/anggaran
dasar/surat kuasa/Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi];
saya bukan sebagai pegawai K/L/D/I [bagi pegawai K/L/D/I
yang sedang cuti diluar tanggungan K/L/D/I ditulis sebagai
berikut : Saya merupakan pegawai K/L/D/I yang sedang cuti
diluar tanggungan K/L/D/I];
saya tidak sedang menjalani sanksi pidana;
saya tidak sedang dan tidak akan terlibat pertentangan
kepentingan dengan para pihak yang terkait, langsung
maupun tidak langsung dalam proses pengadaan ini;
badan usaha yang saya wakili tidak masuk dalam Daftar
Hitam, tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, dan
kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan;
salah satu dan/atau semua pengurus badan usaha yang saya
wakili tidak masuk dalam Daftar Hitam;
data-data badan usaha yang saya wakili adalah sebagai
berikut:

A. Data Administrasi
1
Nama Badan Usaha
.
2. Status

3.

: _____________________
:

Pusat

Cabang

Alamat Kantor Pusat

: _____________________
_____________________

No. Telepon

: _____________________

No. Fax

: _____________________

E-Mail

: _____________________

Alamat Kantor Cabang

: _____________________
_____________________

4. No. Telepon

: _____________________

No. Fax

: _____________________

E-Mail

: _____________________

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

120

B. Landasan Hukum Pendirian Badan Usaha


1. Akta Pendirian Perusahaan/Anggaran Dasar Koperasi
a. Nomor
: _______________
b. Tanggal
: _______________
c. Nama Notaris
: _______________
: _______________
d. Nomor Pengesahan
Kementerian Hukum dan
HAM (untuk yang
berbentuk PT)
2. Akta/Anggaran
Dasar
Perubahan Terakhir
a. Nomor
: _______________
b. Tanggal
: _______________
c. Nama Notaris
: _______________
C. Pengurus Badan Usaha
No.

Nama

No. Identitas

Jabatan dalam Badan


Usaha

D. Izin Usaha
1. No. Surat
________

Izin

Usaha

: _______Tanggal ______

2. Masa berlaku izin usaha

: __________

3. Instansi
usaha

: __________

pemberi

izin

4. Kualifikasi Usaha

: ___________

5. Klasifikasi Usaha

: ___________

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

121

E. Izin Lainnya (apabila dipersyaratkan)


1. No. Surat Izin _________

: _____________ Tanggal ________

2. Masa berlaku izin

: _______________

3. Instansi pemberi izin

: _______________

F. Data Keuangan
1. Susunan Kepemilikan Saham (untuk PT)/Susunan
Pesero (untuk CV/Firma)
No
.

Nama

No. Identitas

Alamat

Persentase

2. Pajak
a. Nomor Pokok Wajib Pajak

: _______________

b.Bukti Laporan Pajak Tahun


: No. _______ Tanggal _______
terakhir
c. Bukti Laporan Bulanan
(tiga bulan terakhir):
1) PPh Pasal 21
2) PPh Pasal 23
3) PPh Pasal 25/Pasal29
4) PPN

:
:
:
:

No.
No.
No.
No.

_______
_______
_______
_______

Tanggal
Tanggal
Tanggal
Tanggal

_______
_______
_______
_______

d. Surat Keterangan Fiskal


: No. _______ Tanggal _______
(sebagai pengganti huruf
b dan c)

G. Data Personalia (Tenaga ahli/teknis/terampil badan


usaha)

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

122

No

Nama

Tgl/bln/th
n lahir

Tingkat
Pendidika
n

Jabatan
dalam
pekerjaa
n

Pengalama
n Kerja
(tahun)

Profesi
/
keahlia
n

Tahun
Sertifikat
/
Ijazah

H. Data Fasilitas/Peralatan/Perlengkapan
[cantumkan jika disyaratkan oleh Pokja ULP]
Jenis
Fasilitas/Peralat
No.
an/
Perlengkapan
1

Jumla
h

Kapasit
as atau
output
pada
saat ini
4

Mer
k
dan
tipe

Tahun
pembuat
an

Kondi
si
(%)

Lokasi
Sekara
ng

Status
Kepemilikan/Dukun
gan Sewa

I. Data Pengalaman Perusahaan


(nilai paket tertinggi pengalaman sesuai sub bidang yang
dipersyaratkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir)

No.

Nama
Paket
Pekerjaa
n

Sub
Bidang
Pekerjaa
n

Ringkas
an
Lingkup
Pekerja
an

Lokasi

Pemberi
Tugas / Pejabat
Pembuat
Komitmen

Tanggal Selesai
Pekerjaan
Berdasarkan

Kontrak

Nam
a

Alamat
/
Telepon

No /
Tangga
l

Nilai

Kontra
k

BA
Serah
Terima

10

11

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

123

J. Data Pengalaman Perusahaan Dalam Kurun Waktu 4


Tahun Terakhir
(untuk perusahaan yang telah berdiri 3 tahun atau lebih.
Untuk perusahaan yang baru berdiri kurang dari 3 tahun tidak
wajib mengisi tabel ini)

No.

Nama Paket
Pekerjaan

Ringkas
an
Lingkup
Pekerjaa
n

Lokas
i

Pemberi Tugas /
Pejabat Pembuat
Komitmen
Nama
5

Alamat/
Telepon

Tanggal Selesai
Pekerjaan
Berdasarkan

Kontrak

No /
Tanggal

Nilai

Kontrak

BA Serah
Terima

10

K. Data Pekerjaan yang Sedang Dilaksanakan

No
.

Nama
Paket
Pekerjaa
n

Bidang/S
ub
Bidang
Pekerjaan

Pemberi
Tugas / Pejabat
Pembuat
Komitmen

Kontrak

Progres Terakhir

Lokasi

Nam
a

Alamat/
Telepon

No /
Tanggal

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

Nilai

Kontrak
(rencan
a)
%

Presta
si
Kerja
%

10

124

L. Modal Kerja
Surat dukungan keuangan dari Bank:
Nomor
Tanggal
Nama Bank
Nilai

:
:
:
:

__________
__________
__________
__________

Demikian Formulir Isian Kualifikasi ini saya buat dengan


sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika dikemudian
hari ditemui bahwa data/dokumen yang saya sampaikan tidak
benar dan ada pemalsuan, maka saya dan badan usaha yang
saya wakili bersedia dikenakan sanksi berupa sanksi
administratif, sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam, gugatan
secara perdata, dan/atau pelaporan secara pidana kepada pihak
berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
__________ [tempat], __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun]
PT/CV/Firma/Koperasi
__________ [pilih yang sesuai dan cantumkan nama]
[rekatkan meterai Rp 6.000,dan tanda tangan]
(nama lengkap wakil sah badan usaha)
[jabatan pada badan usaha]

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

125

BAB VII. PETUNJUK PENGISIAN DATA KUALIFIKASI


I.
II.

Petunjuk Pengisian untuk peserta bukan kemitraan/KSO


mengikuti petunjuk dan penggunaan aplikasi SPSE (User
Guide).
Kemitraan/KSO
Untuk peserta yang berbentuk kemitraan/KSO masing
masing anggota kemitraan/KSO wajib mengisi formulir isian
kualifikasi untuk masing masing kualifikasi badan usahanya
dengan petunjuk pengisian formulir isian kualifikasi sebagai
berikut:

A. Data Administrasi
1. Diisi dengan nama badan usaha (perusahaan/koperasi)
peserta.
2. Pilih status badan usaha (Pusat/Cabang).
3. Diisi dengan alamat, nomor telepon, nomor fax dan email
kantor pusat yang dapat dihubungi.
4. Diisi dengan alamat, nomor telepon, nomor fax dan email
kantor cabang yang dapat dihubungi, apabila peserta
berstatus kantor cabang.
B. Landasan Hukum Pendirian Usaha
1. Diisi dengan nomor, tanggal dan nama notaris penerbit
akta pendirian perusahaan/anggaran dasar koperasi serta
untuk badan usaha yang berbentuk Perseroan Terbatas
diisi nomor pengesahan dari Kementerian Hukum dan
HAM.
2. Diisi dengan nomor, tanggal dan nama notaris penerbit
akta perubahan terakhir badan usaha, apabila ada.
Khusus untuk Perseroan Terbatas, jika terdapat perubahan
nama anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris, pada
Pembuktian Kualifikasi peserta diminta menunjukan asli
dan memberikan salinan Bukti Pemberitahuan dari Notaris
selaku Kuasa Direksi yang telah diajukan melalui
Sisminbakum atas Akta Perubahan Terakhir.
C. Pengurus Badan Usaha
Diisi dengan nama, nomor KTP/SIM/Paspor, dan jabatan dalam
badan usaha.
D. Izin Usaha

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

126

(Jenis izin usaha disesuaikan dengan bidang usaha dan


peraturan perundang-undangan, contohnya : Izin Usaha di
bidang Konstruksi adalah Izin Usaha Jasa Kontruksi (IUJK).
Untuk persyaratan perizinan bagi Penyedia Asing disesuaikan
dengan praktek bisnis internasional
dan/atau ketentuan
negara asal Penyedia)
Tabel izin usaha:
1. Diisi dengan jenis surat izin usaha, nomor dan tanggal
penerbitannya.
2. Diisi dengan masa berlaku surat izin usaha.
3. Diisi dengan nama instansi penerbit surat izin usaha.
4. Diisi dengan kualifikasi usaha.
5. Diisi dengan klasifikasi usaha.
E. Izin Lainnya (apabila dipersyaratkan)
1. Diisi dengan jenis surat izin, nomor dan
penerbitannya.
2. Diisi dengan masa berlaku izin.
3. Diisi dengan nama instansi penerbit surat izin.

tanggal

F. Data Keuangan
1. Diisi dengan nama, nomor KTP/SIM/Paspor, alamat pemilik
saham/pesero, dan persentase kepemilikan saham/pesero.
2. Pajak:
a. Diisi dengan NPWP badan usaha.
b. Diisi dengan nomor dan tanggal bukti laporan pajak
tahun terakhir berupa SPT Tahunan.
3. [Persyaratan perpajakan sebagaimana dimaksud pada
angka 2 dikecualikan untuk Penyedia Asing (khusus untuk
International Competitive Biding)]
G. Data Personalia
Diisi dengan nama, tanggal/bulan/tahun lahir, tingkat
pendidikan (SLTP/SLTA/S1/S2/S3), jabatan dalam pekerjaan
yang pernah dilaksanakan, lama pengalaman kerja,
profesi/keahlian sesuai dengan Surat Keterangan Ahli/Surat
Keterangan Terampil dan tahun penerbitan sertifikat/ijazah
dari setiap tenaga ahli/teknis/terampil yang diperlukan.
H. Data Fasilitas/Peralatan/Perlengkapan
Diisi dengan jenis, jumlah, kapasitas atau output yang dapat
dicapai pada saat ini, merek dan tipe, tahun pembuatan,
kondisi (dalam persentase), lokasi keberadaan saat ini dan
status kepemilikan (milik sendiri/sewa beli/dukungan sewa)
Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
ULP Pemerintah Provinsi Bali

127

dari masing-masing fasilitas/peralatan/ perlengkapan yang


diperlukan. Bukti status kepemilikan harus dapat ditunjukkan
pada waktu Pembuktian Kualifikasi.
I.

Data Pengalaman Perusahaan


Diisi dengan nama paket pekerjaan, sub bidang pekerjaan
yang dipersyaratkan, ringkasan lingkup pekerjaan, lokasi
tempat pelaksanaan pekerjaan, nama dan alamat/telepon
dari
pemberi
tugas/Pejabat
Pembuat
Komitmen,
nomor/tanggal dan nilai kontrak, tanggal selesai paket
pekerjaan berdasarkan kontrak, dan tanggal Berita Acara
serah terima (PHO), untuk masing-masing paket pekerjaan
selama 10 (sepuluh) tahun terakhir. Data ini digunakan untuk
menghitung Kemampuan Dasar (KD) pada paket pekerjaan
usaha non kecil.

J.

Data Pengalaman Perusahaan Dalam Kurun Waktu 4


Tahun Terakhir
Diisi dengan nama paket pekerjaan, ringkasan lingkup
pekerjaan, lokasi tempat pelaksanaan pekerjaan, nama dan
alamat/telepon
dari
pemberi
tugas/Pejabat
Pembuat
Komitmen, nomor/tanggal dan nilai kontrak, tanggal selesai
paket pekerjaan berdasarkan kontrak, dan tanggal Berita
Acara Serah Terima (PHO), untuk perusahaan yang telah
berdiri 3 tahun atau lebih. Untuk perusahaan yang baru
berdiri kurang dari 3 tahun tidak wajib mengisi tabel ini.

K. Data Pekerjaan Yang Sedang Dilaksanakan


Diisi dengan nama paket pekerjaan, bidang/sub bidang
pekerjaan dan lokasi tempat pelaksanaan pekerjaan, nama
dan alamat/telepon dari pemberi tugas/Pejabat Pembuat
Komitmen, nomor/tanggal dan nilai kontrak, serta persentase
progres menurut kontrak, dan prestasi kerja terakhir. Data ini
digunakan untuk menghitung Sisa Kemampuan Paket (SKP).
L. Modal Kerja
Diisi dengan nomor, tanggal, dan nama bank yang
mengeluarkan surat dukungan keuangan serta nilai dukungan
paling kurang 10% (sepuluh perseratus) dari nilai paket
(HPS).
Kemitraan/KSO
Untuk peserta yang berbentuk kemitraan/KSO masing-masing
anggota kemitraan/KSO wajib mengisi formulir isian kualifikasi
untuk masing-masing kualifikasi badan usahanya.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

128

BAB VIII. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI


A.

Dokumen Kualifikasi yang akan dievaluasi harus memenuhi


persyaratan sesuai yang tercantum dalam Lembar Data
Kualifikasi. Khusus untuk KD dan SKP, maka persyaratan
yang harus dipenuhi adalah :
1. Untuk usaha non-kecil, memiliki Kemampuan Dasar (KD)
pada pekerjaan yang sejenis dan kompleksitas yang
setara, dengan ketentuan:
a. KD
= 3 NPt
NPt
= Nilai pengalaman tertinggi pada sub bidang
pekerjaan yang sesuai dalam 10 (sepuluh)
tahun terakhir;
b. dalam hal kemitraan/KSO yang diperhitungkan adalah
KD dari perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO;
c. KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS;
d. pengalaman perusahaan dinilai dari sub bidang
pekerjaan, nilai kontrak dan status peserta pada saat
menyelesaikan kontrak sebelumnya;
e. pengalaman perusahaan dinilai dari sub bidang
pekerjaan, nilai kontrak dan status peserta pada saat
menyelesaikan kontrak sebelumnya sebagai berikut :
(1) Sub bidang pekerjaan
i. Subbidang yang sejenis dengan pekerjaan
yang akan dilelangkan mendapat bobot nilai
100%
ii. Subbidang
yang
tidak
sejenis
dengan
pekerjaan yang akan dilelangkan mendapat
bobot nilai 0% atau gugur
(2) Status penyedia jasa
i. Sebagai penyedia jasa utama/lead firm
J.O.mendapat bobot nilai 100%;
ii. Sebagai sub penyedia jasa/anggota J.O.
mendapat bobot nilai 50%.
iii. Sebagai anggota J.O mendapat bobot nilai
sesuai dengan porsi/sharing kemitraan.
(3) Penilaian besarnya nilai kontrak
Penilaian besarnya nilai kontrak adalah besarnya
nilai kontrak yang diselesaikan disesuaikan
dengan
bobot
nilai
terhadap
subbidang
pekerjaan maupun status penyedia jasa.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

129

f.

nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi


nilai
pekerjaan
sekarang
(present
value)
menggunakan perhitungan sebagai berikut:
NPs
Npo
Io
Is

= Nilai pekerjaan sekarang


= Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk
eskalasi (apabila ada) saat serah terima
pertama
= Indeks dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada
bulan serah terima pertama
= Indeks dari BPS pada bulan penilaian
prakualifikasi (apabila belum ada, dapat
dihitung dengan regresi linier berdasarkan
indeks bulan-bulan sebelumnya)

g. Indeks BPS yang dipakai adalah indeks yang


merupakan komponen terbesar dari pekerjaan;
(perhitungan dilampirkan)

NPs
Npo

= Nilai pekerjaan sekarang


= Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk
eskalasi (apabila ada) saat serah terima
pertama
Io
= Indeks dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada
bulan serah terima pertama
Is
= Indeks dari BPS pada bulan penilaian
prakualifikasi (apabila belum ada, dapat
dihitung dengan regresi linier berdasarkan
indeks bulan-bulan sebelumnya)
Indeks BPS yang dipakai adalah indeks yang
merupakan komponen terbesar dari pekerjaan;
(PERHITUNGAN DILAMPIRKAN)
2. Mempunyai Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan
ketentuan:
a. SKP
= KP jumlah paket yang sedang dikerjakan
KP
= Kemampuan menangani paket pekerjaan
Untuk usaha kecil:
KP
= 5
Untuk usaha non kecil:
KP
= 6 atau KP = 1,2 N
N
= Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang
dapat ditangani pada saat bersamaan

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

130

selama kurun waktu 5 (lima) tahun


terakhir;
b. dalam hal kemitraan/KSO, yang diperhitungkan
adalah
SKP
dari
semua
perusahaan
yang
bermitra/KSO;
B.

Pokja ULP memeriksa dan membandingkan persyaratan dan


data isian peserta dalam Dokumen Kualifikasi dengan data
kualifikasi peserta yang tercantum pada aplikasi SPSE dalam
hal:
1. Kelengkapan Data Kualifikasi; dan
2. Pemenuhan persyaratan kualifikasi.

C.

Formulir Isian Kualifikasi untuk KSO yang tidak dibubuhi


materai tidak digugurkan, peserta diminta untuk membayar
denda materai sesuai ketentuan peraturan perundanganperundangan.

D.

Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas


maka
Pokja
ULP
dapat
meminta
peserta
untuk
menyampaikan klarifikasi secara tertulis namun tidak boleh
mengubah substansi Data Kualifikasi yang telah dikirmkan
melalui aplikasi SPSE.

E.

Evaluasi kualifikasi sudah merupakan kompetisi, maka data


kualifikasi yang kurang tidak dapat dilengkapi.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

131

BAB IX. BENTUK KONTRAK


PEMERINTAH PROVINSI BALI
DINAS TENAGA KERJA TRANSMIGRASI
Jalan Raya Puputan No. . (0361) 223963

Denpasar 80235

SURAT PERJANJIAN
untuk melaksanakan
Paket Pekerjaan Konstruksi:
PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR DINAS TENAGA KERJA DAN
TRANSMIGRASI PROVINSI BALI
Nomor: __________
[Jika Penyedia bukan berbentuk kemitraan / KSO maka kalimat
pembukaan / komparisi sebagai berikut:
SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya
disebut Kontrak) dibuat dan ditandatangani di __________ pada
hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____________
[tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara I GUSTI
AGUNG NGURAH SUDARSANA, SH, MH [nama Pejabat Kuasa
Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Barang ], selaku Pejabat
Kuasa Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Barang, yang
bertindak untuk dan atas nama SKPD. Dinas Tenaga Kerja Dan
Transmigrasi Provinsi Bali [nama satuan kerja Pejabat Pejabat
Kuasa Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Barang], yang
berkedudukan di Jalan Raya Puputan No.. Renon Denpasar [alamat
Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Barang],
berdasarkan Surat Keputusan Made Mangku Pastika [pejabat yang
menandatangani SK penetapan sebagai Pejabat Kuasa Pengguna
Anggaran / Kuasa Pengguna Barang ] No 248 / 01 f / HK/2015 [No.
SK penetapan sebagai Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran /
Kuasa Pengguna Barang ] (selanjutnya disebut Pejabat Kuasa
Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Barang) dan __________
[nama wakil Penyedia], __________ [jabatan wakil Penyedia], yang
bertindak untuk dan atas nama __________ [nama Penyedia],
yang berkedudukan di ____________
[alamat Penyedia],

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

132

berdasarkan Akta Notaris No. ___ [No. Akta notaris] tanggal


____________ [tanggal penerbitan Akta] yang dikeluarkan oleh
Notaris ______________ [nama Notaris penerbit Akta] (selanjutnya
disebut Penyedia).]
[Jika Penyedia berbentuk kemitraan/KSO maka kalimat
pembukaan/komparisi sebagai berikut:
SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya
disebut Kontrak) dibuat dan ditandatangani di Denpasar pada
hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____________
[tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara I GUSTI
AGUNG NGURAH SUDARSANA, SH, MH [nama Pejabat
Pembuat Komitmen], selaku Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran /
Kuasa Pengguna Barang , yang bertindak untuk dan atas nama
SKPD. Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Bali. [nama satuan
kerja Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna
Barang, yang berkedudukan di Jalan Raya Puputan No. .Renon
Denpasar [alamat Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran / Kuasa
Pengguna Barang], berdasarkan Surat Keputusan Made Mangku
Pastika [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai
Kuasa Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Barang ] No
_________________ [No. SK penetapan sebagai Pejabat Kuasa
Pengguna
Anggaran / Kuasa
Pengguna Barang] (
selanjutnya
disebut Kuasa P engguna Anggaran / Kuasa
Pengguna Barang ) dan kemitraan/KSO yang beranggotakan
sebagai berikut:
1. _________________ [nama Penyedia 1];
2. _________________ [nama Penyedia 2];
..... dst
yang masing-masing anggotanya bertanggung jawab secara
pribadi dan tanggung renteng atas semua kewajiban terhadap
Kuasa Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Barang
berdasarkan Kontrak ini dan telah menunjuk __________ [nama
anggota kemitraan yang ditunjuk sebagai wakil kemitraan/KSO]
untuk bertindak atas nama Kemitraan yang berkedudukan di
__________ [alamat Penyedia wakil kemitraan], berdasarkan surat
Perjanjian kemitraan/KSO No. ___________ tanggal ___________
(selanjutnya disebut Penyedia).]
MENGINGAT BAHWA:
(a) Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Barang
telah meminta Penyedia untuk menyediakan Pekerjaan
Konstruksi sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

133

Umum Kontrak yang terlampir dalam Kontrak ini (selanjutnya


disebut Pekerjaan Konstruksi);
(b) Penyedia sebagaimana dinyatakan kepada Pejabat Kuasa
Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Barang , memiliki
keahlian profesional, personil, dan sumber daya teknis, serta
telah menyetujui untuk menyediakan Pekerjaan Konstruksi
sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini;
(c) Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Barang
dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk
menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang
diwakili;
(d) Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Barang
dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan
dengan penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak:
1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk
didampingi oleh advokat;
2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;
3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan
Kontrak ini;
4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk
memeriksa dan mengkonfirmasikan semua ketentuan
dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang
terkait.
MAKA OLEH KARENA ITU, Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran /
Kuasa Pengguna Barang dan Penyedia dengan ini bersepakat
dan menyetujui hal-hal sebagai berikut:
1. [untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga
satuan dan lump sum, ditulis sebagai berikut:
total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak
Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan
kuantitas dan harga satuan pekerjaan sebagaimana
tercantum
dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah sebesar
Rp________________ (_______________________ rupiah);]
[untuk kontrak lump sum, ditulis sebagai berikut:

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

134

total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak


Pertambahan Nilai (PPN) adalah sebesar Rp________________
(_______________________ rupiah);]
2. peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki
arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam
lampiran Surat Perjanjian ini;
3. dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan
bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini:
a. adendum Surat Perjanjian;
b. pokok perjanjian;
c. surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga
(apabila ada);
d. syarat-syarat khusus Kontrak;
e. addendum dokumen lelang;
f. syarat-syarat umum Kontrak;
g. spesifikasi khusus;
h. spesifikasi umum;
i. gambar-gambar; dan
j. dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan, SPPBJ, BAHP.
4. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama
lain, dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam
suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain
maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang
lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki pada angka 3 di atas;
5. Hak dan kewajiban timbal-balik Pejabat Kuasa Pengguna
Anggaran / Kuasa Pengguna Barang
dan Penyedia
dinyatakan dalam Kontrak yang meliputi khususnya:
a. Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna
Barang mempunyai hak dan kewajiban untuk:
1) mengawasi
dan
memeriksa
pekerjaan
yang
dilaksanakan oleh Penyedia;
2) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai
pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia;
3) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana
yang dibutuhkan oleh Penyedia untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;
4) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang
tercantum dalam Kontrak yang telah ditetapkan
kepada Penyedia;

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

135

b. Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk:


1) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan
sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam
Kontrak;
2) meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan
prasarana dari Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran /
Kuasa Pengguna Barang
untuk kelancaran
pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak.
3) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik
kepada Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran / Kuasa
Pengguna Barang ;
4) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai
dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah
ditetapkan dalam Kontrak;
5) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara
cermat,
akurat dan penuh tanggung jawab dengan
menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan,
angkutan ke atau dari lapangan, dan segala pekerjaan
permanen maupun sementara yang diperlukan untuk
pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan pekerjaan
yang dirinci dalam Kontrak;
6) memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan
untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan Kuasa
Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Barang ;
7) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal
penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam
Kontrak;
8) mengambil langkah-langkah yang cukup memadai
untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan
membatasi
perusakan
dan
gangguan
kepada
masyarakat
maupun
miliknya
akibat
kegiatan
Penyedia.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

136

6. Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang


ditetapkan dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak
dengan tanggal mulai dan penyelesaian keseluruhan
pekerjaan
sebagaimana
diatur
dalam
Syarat-Syarat
Umum/Khusus Kontrak.
DENGAN DEMIKIAN, Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran / Kuasa
Pengguna Barang
dan Penyedia telah bersepakat untuk
menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan
melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan di Republik Indonesia.
Untuk dan atas nama
Pemerintah Provinsi Bali
Selaku Pejabat Pengguna Anggaran /
Pengguna Barang Pada Kegiatan
Pembangunan Gedung Kantor Dinas
Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi
Bali

[I GUSTI AGUNG NGURAH


SUDARSANA, SH, MH

Pembina Tingkat I
NIP. 19610901 198910 1
002

Untuk dan atas nama


Penyedia/Kemitraan (KSO)
__________

[tanda tangan dan cap (jika


salinan asli ini untuk satuan
kerja PPK maka rekatkan
materai Rp 6.000,- )]
[nama lengkap]
[jabatan]

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

137

BENTUK SURAT PERINTAH KERJA


[kop surat K/L/D/I]

SATUAN KERJA PPK:

SURAT PERINTAH
KERJA
(SPK)

NOMOR DAN TANGGAL SPK:

Halaman __ dari __
PAKET PEKERJAAN: __________

NOMOR DAN TANGGAL SURAT PERMINTAAN PENAWARAN:


NOMOR DAN TANGGAL DOKUMEN PENGADAAN:
NOMOR DAN TANGGAL BERITA ACARA HASIL
[NEGOSIASI/PELELANGAN]:

SUMBER DANA: [sebagai contoh, cantumkan dibebankan atas DIPA __________ Tahun Anggaran ____ untuk
mata anggaran kegiatan __________
WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN: ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun
NILAI PEKERJAAN
No.

Uraian
Pekerjaan

Kuantitas

Satuan
Ukuran

Harga Satuan (Rp)


Material
Upah

Subtotal (Rp)
Material
Upah

Total (Rp)

Jumlah
PPN 10%
NILAI
Terbilang :
INSTRUKSI KEPADA PENYEDIA: Penagihan hanya dapat dilakukan setelah penyelesaian pekerjaan yang
diperintahkan dalam SPK ini dan dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima. Jika pekerjaan tidak
dapat diselesaikan dalam jangka waktu pelaksanaan pekerjaan karena kesalahan atau kelalaian
penyedia maka penyedia berkewajiban untuk membayar denda kepada PPK sebesar 1/1000 (satu per
seribu) dari nilai Kontrak atau sisa nilai bagian Kontrak untuk setiap hari kalender keterlambatan.
Selain tunduk kepada ketentuan dalam SPK ini, penyedia berkewajiban untuk mematuhi Syarat Umum
SPK terlampir.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

138

Untuk dan atas nama __________


Pejabat Pembuat Komitmen
[tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk
penyedia maka rekatkan materai Rp 6.000,- )]

Untuk dan atas nama penyedia


__________
[tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk
satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen maka
rekatkan
materai Rp 6.000,- )]

[nama lengkap]
[jabatan]

[nama lengkap]
[jabatan]

SYARAT UMUM
SURAT PERINTAH KERJA (SPK)
1.

LINGKUP PEKERJAAN
Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka
waktu yang ditentukan, sesuai dengan volume, spesifikasi teknis dan harga yang
tercantum dalam SPK.

2.

HUKUM YANG BERLAKU


Keabsahan, interpretasi, dan pelaksanaan SPK ini didasarkan kepada hukum Republik
Indonesia.

3.

ITIKAD BAIK
a. Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hakhak yang terdapat dalam SPK.
b. Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan
kepentingan masing-masing pihak.
c. Apabila selama pelaksanaan SPK, salah satu pihak merasa dirugikan, maka
diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut.

4.

PENYEDIA MANDIRI
Penyedia berdasarkan SPK ini bertanggung jawab penuh terhadap personil serta
pekerjaan yang dilakukan.

5.

HARGA SPK
a.
PPK membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam SPK
sebesar harga SPK.
b.
Harga SPK telah memperhitungkan keuntungan, beban pajak dan biaya
overhead serta biaya asuransi.
c.
Rincian harga SPK sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar
kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga
satuan dan lump sum).

6.

HAK KEPEMILIKAN
a.
PPK berhak atas kepemilikan semua barang/bahan yang terkait langsung atau
disediakan sehubungan dengan jasa yang diberikan oleh penyedia kepada PPK.
Jika diminta oleh PPK maka penyedia berkewajiban untuk membantu secara
optimal pengalihan hak kepemilikan tersebut kepada PPK sesuai dengan hukum
yang berlaku.
b.
Hak kepemilikan atas peralatan dan barang/bahan yang disediakan oleh PPK
tetap pada PPK, dan semua peralatan tersebut harus dikembalikan kepada PPK
pada saat SPK berakhir atau jika tidak diperlukan lagi oleh penyedia. Semua
peralatan tersebut harus dikembalikan dalam kondisi yang sama pada saat
diberikan kepada penyedia dengan pengecualian keausan akibat pemakaian yang
wajar.

7.

CACAT MUTU
PPK akan memeriksa setiap hasil pekerjaan penyedia dan memberitahukan penyedia
secara tertulis atas setiap cacat mutu yang ditemukan. PPK dapat memerintahkan
penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan cacat mutu, serta menguji
pekerjaan yang dianggap oleh PPK mengandung cacat mutu. Penyedia bertanggung

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

139

jawab atas cacat mutu selama 6 (enam) bulan setelah serah terima hasil pekerjaan.
8.

PERPAJAKAN
Penyedia berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan
lain yang dibebankan oleh hukum yang berlaku atas pelaksanaan SPK. Semua
pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam harga SPK.

9.

PENGALIHAN DAN/ATAU SUBKONTRAK


Penyedia dilarang untuk mengalihkan dan/atau mensubkontrakkan sebagian atau
seluruh pekerjaan. Pengalihan seluruh pekerjaan hanya diperbolehkan dalam hal
pergantian nama penyedia, baik sebagai akibat peleburan (merger), konsolidasi,
pemisahan atau akibat lainnya.

10. JADWAL
a. SPK ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan oleh para pihak atau pada
tanggal yang ditetapkan dalam SPMK.
b. Waktu pelaksanaan SPK adalah sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam
SPMK.
c. Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan.
d. Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal
karena keadaan diluar pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian
tersebut kepada PPK, maka PPK dapat melakukan penjadwalan kembali
pelaksanaan tugas penyedia dengan adendum SPK.
11. ASURANSI
a. Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK sampai dengan tanggal
selesainya pemeliharaan untuk:
1) semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi terjadinya
kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja untuk pelaksanaan
pekerjaan, atas segala risiko terhadap kecelakaan, kerusakan, kehilangan,
serta risiko lain yang tidak dapat diduga;
2) pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya; dan
3) perlindungan terhadap kegagalan bangunan.
b. Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam
harga SPK.
12. PENANGGUNGAN DAN RISIKO
a. Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan menanggung tanpa
batas PPK beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab,
kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses
pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya
(kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau
kelalaian berat PPK) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal berikut
terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan
berita acara penyerahan akhir:
1) kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia, dan Personil;
2) cidera tubuh, sakit atau kematian Personil;
3) kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cidera tubuh, sakit atau kematian
pihak ketiga;
b. Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan
berita acara penyerahan awal, semua risiko kehilangan atau kerusakan Hasil
Pekerjaan ini, Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko penyedia, kecuali
kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian PPK.
c. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban
penanggungan dalam syarat ini.
d. Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu
dengan Hasil Pekerjaan selama Tanggal Mulai Kerja dan batas akhir Masa
Pemeliharaan harus diganti atau diperbaiki oleh penyedia atas tanggungannya
sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau
kelalaian penyedia.
13. PEMELIHARAAN LINGKUNGAN
Penyedia berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah yang memadai untuk
melindungi lingkungan baik di dalam maupun di luar tempat kerja dan membatasi

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

140

gangguan lingkungan terhadap pihak ketiga dan harta bendanya sehubungan dengan
pelaksanaan SPK ini.
14. PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN
PPK berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan
pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Apabila diperlukan, PPK dapat
memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan
atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.
15. PENGUJIAN
Jika PPK atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk melakukan
pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar,
dan hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka penyedia berkewajiban
untuk menanggung biaya pengujian tersebut. Jika tidak ditemukan adanya Cacat
Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi.
16. LAPORAN HASIL PEKERJAAN
a.
Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan SPK untuk menetapkan
volume pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil
pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil
pekerjaan.
b.
Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan,
seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di lokasi pekerjaan dicatat dalam buku harian
sebagai bahan laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan realisasi
pekerjaan harian.
c.
Laporan harian berisi:
1) jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan;
2) penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya;
3) jenis, jumlah dan kondisi peralatan;
4) jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan;
5) keadaan cuaca termasuk hujan, banjir dan peristiwa alam lainnya yang
berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan; dan
6) catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan.
d.
Laporan harian dibuat oleh penyedia, apabila diperlukan diperiksa oleh
konsultan dan disetujui oleh wakil PPK.
e.
Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil
kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu, serta hal-hal penting yang
perlu ditonjolkan.
f.
Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil
kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan, serta hal-hal penting yang
perlu ditonjolkan.
g.
Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek, PPK membuat foto-foto
dokumentasi pelaksanaan pekerjaan di lokasi pekerjaan.
17. WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN
a.
Kecuali SPK diputuskan lebih awal, penyedia berkewajiban untuk memulai
pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja, dan melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan program mutu, serta menyelesaikan pekerjaan selambatlambatnya pada Tanggal Penyelesaian yang ditetapkan dalam SPMK.
b.
Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat Keadaan
Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia
maka penyedia dikenakan denda.
c.
Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa
Kompensasi maka PPK dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi. Denda atau
ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak
untuk diperpanjang.
d.
Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah tanggal
penyelesaian semua pekerjaan.
18. PENERIMAAN BARANG/JASA
PPK berhak memeriksa barang/jasa setelah serah terima barang/jasa atau menolak
penerimaan barang yang tidak memenuhi spesifikasi dalam SPK ini. Pembayaran atas
barang bukan merupakan bukti penerimaan barang tersebut.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

141

19. SERAH TERIMA PEKERJAAN


a.
Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), penyedia mengajukan
permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan pekerjaan.
b.
Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, PPK menugaskan Pejabat Penerima
Hasil Pekerjaan.
c.
Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan
yang telah diselesaikan oleh penyedia. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan
dan/atau cacat hasil pekerjaan, penyedia wajib memperbaiki/menyelesaikannya,
atas perintah PPK.
d.
PPK menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan SPK dan diterima oleh Pejabat Penerima
Hasil Pekerjaan.
e.
Apabila PPHP belum menerima hasil pekerjaan, PPK memerintahkan Penyedia
untuk memperbaiki pekerjaan dan dikenakan denda sesuai dengan ketentuan
dalam SPK.
f.
Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus) dari
harga SPK, sedangkan yang 5% (lima perseratus) merupakan retensi selama masa
pemeliharaan, atau pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus perseratus)
dari harga SPK dan penyedia harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar
5% (lima perseratus) dari harga SPK.
g.
Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan
sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan.
h.
Setelah masa pemeliharaan berakhir, penyedia mengajukan permintaan secara
tertulis kepada PPK untuk penyerahan akhir pekerjaan.
i.
PPK menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia melaksanakan
semua kewajibannya selama masa pemeliharaan dengan baik. PPK wajib
melakukan pembayaran sisa harga SPK yang belum dibayar atau mengembalikan
Jaminan Pemeliharaan.
j.
Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan sebagaimana
mestinya, maka PPK berhak menggunakan uang retensi untuk membiayai
perbaikan/pemeliharaan atau mencairkan Jaminan Pemeliharaan.
20. JAMINAN PEMELIHARAAN
a.
Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada PPK setelah pekerjaan dinyatakan
selesai 100% (seratus perseratus).
b.
Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat 14 (empat belas)
hari kerja setelah masa pemeliharaan selesai dan pekerjaan diterima dengan baik
sesuai dengan ketentuan SPK.
c.
Masa berlakunya Jaminan Pemeliharaan sekurang-kurangnya sejak tanggal
serah terima pertama pekerjaan (PHO) sampai dengan tanggal penyerahan akhir
pekerjaan (Final Hand Over/FHO).
21. PERUBAHAN SPK
a.
SPK hanya dapat diubah melalui adendum SPK.
b.
Perubahan SPK bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak, meliputi:

a. perubahan

pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para


pihak dalam SPK sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam SPK;

b. perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan;


c. perubahan harga SPK akibat adanya perubahan pekerjaan dan/atau perubahan
pelaksanaan pekerjaan.
c.

Untuk kepentingan perubahan SPK, PA/KPA dapat membentuk Pejabat Peneliti


Pelaksanaan Kontrak atas usul PPK.

22. PERISTIWA KOMPENSASI


a.
Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai
berikut:
1) PPK mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan;
2) keterlambatan pembayaran kepada penyedia;
3) PPK tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai
jadwal yang dibutuhkan;
4) penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal;
5) PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

142

b.
c.
d.

e.

tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan


kerusakan/kegagalan/penyimpangan;
6) PPK memerintahkan kepada pihak penyedia untuk penundaan pelaksanaan
pekerjaan;
7) PPK memerintahkan kepada pihak penyedia untuk mengatasi kondisi tertentu
yang tidak dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh PPK;
8) ketentuan lain dalam SPK.
Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan dan/atau
keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka PPK berkewajiban untuk membayar
ganti rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan.
Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan
perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada PPK, dapat
dibuktikan kerugian nyata akibat Peristiwa Kompensasi.
Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika
berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh
penyedia kepada PPK dan dapat dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat
Peristiwa Kompensasi.
Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan waktu
penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk memberikan
peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa
Kompensasi.

23. PERPANJANGAN WAKTU


a.
Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan
melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk meminta
perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang. PPK
berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan/Pejabat Peneliti Pelaksanaan
Kontrak memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis.
Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui adendum SPK jika
perpanjangan tersebut mengubah Masa SPK.
b.
PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan setelah melakukan
penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh penyedia.
24. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN SPK
a.
Penghentian SPK dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi
Keadaan Kahar.
b.
Dalam hal SPK dihentikan, maka PPK wajib membayar kepada penyedia sesuai
dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai, termasuk:
a. biaya langsung pengadaan bahan dan perlengkapan untuk pekerjaan ini.
Bahan dan perlengkapan ini harus diserahkan oleh Penyedia kepada PPK, dan
selanjutnya menjadi hak milik PPK;
b. biaya langsung pembongkaran dan demobilisasi hasil pekerjaan sementara
dan peralatan;
c. biaya langsung demobilisasi personil.
c.
Pemutusan SPK dapat dilakukan oleh pihak PPK atau pihak penyedia.
d.
Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata,
pemutusan SPK melalui pemberitahuan tertulis dapat dilakukan apabila:
1) penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak
memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan;
2) penyedia tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan, tidak memulai pelaksanaan
pekerjaan;
3) penyedia menghentikan pekerjaan selama 28 (dua puluh delapan) hari dan
penghentian ini tidak tercantum dalam program mutu serta tanpa persetujuan
Pengawas Pekerjaan;
4) penyedia berada dalam keadaan pailit;
5) penyedia selama Masa SPK gagal memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka
waktu yang ditetapkan oleh PPK;
6) denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia sudah
melampaui 5% (lima perseratus) dari harga SPK dan PPK menilai bahwa
Penyedia tidak akan sanggup menyelesaikan sisa pekerjaan;
7) Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk menunda pelaksanaan
atau kelanjutan pekerjaan, dan perintah tersebut tidak ditarik selama 28 (dua
puluh delapan) hari;
8) PPK tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

143

dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SPK;


9) penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau pemalsuan dalam
proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang; dan/atau
10)pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau
pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan
benar oleh instansi yang berwenang.
e.
Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena kesalahan penyedia:
1) penyedia membayar denda; dan/atau
2) penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam.
f.
Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena PPK terlibat penyimpangan
prosedur, melakukan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam
pelaksanaan pengadaan, maka PPK dikenakan sanksi berdasarkan peraturan
perundang-undangan.
25. PEMBAYARAN
a.
Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh PPK,
dengan ketentuan:
1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan;
2) pembayaran dilakukan dengan [sistem bulanan/sistem termin/pembayaran
secara sekaligus];
3) pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang, tidak termasuk
bahan/material dan peralatan yang ada di lokasi pekerjaan;
4) pembayaran harus dipotong denda (apabila ada), pajak dan uang retensi.
b.
Pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus
perseratus) dan Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan diterbitkan.
c.
PPK dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan permintaan
pembayaran dari penyedia harus sudah mengajukan surat permintaan
pembayaran kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM).
d.
Bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran, tidak akan menjadi
alasan untuk menunda pembayaran. PPK dapat meminta penyedia untuk
menyampaikan perhitungan prestasi sementara dengan mengesampingkan halhal yang sedang menjadi perselisihan.
26. DENDA
Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa Denda sebagai
akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-kewajiban penyedia dalam
SPK ini. PPK mengenakan Denda dengan memotong angsuran pembayaran prestasi
pekerjaan penyedia. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab
kontraktual penyedia.
27. PENYELESAIAN PERSELISIHAN
PPK dan penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan
secara damai semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan SPK ini
atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan. Jika perselisihan
tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka perselisihan akan diselesaikan
melalui mediasi, konsiliasi, arbitrase, atau pengadilan negeri dalam wilayah hukum
Republik Indonesia.
28. LARANGAN PEMBERIAN KOMISI
Penyedia menjamin bahwa tidak satu pun personil satuan kerja PPK telah atau akan
menerima komisi dalam bentuk apapun (gratifikasi) atau keuntungan tidak sah
lainnya baik langsung maupun tidak langsung dari SPK ini. Penyedia menyetujui
bahwa pelanggaran syarat ini merupakan pelanggaran yang mendasar terhadap SPK
ini.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

144

BAB X. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK)


A. KETENTUAN UMUM
1. Definisi

Istilah-istilah yang digunakan dalam SyaratSyarat Umum Kontrak ini harus mempunyai
arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan
sebagai berikut:
1.1

Pekerjaan
Konstruksi
adalah
seluruh pekerjaan yang berhubungan
dengan
pelaksanaan
konstruksi
bangunan atau pembuatan wujud fisik
lainnya;

1.2

Pengguna
Anggaran
yang
selanjutnya disebut PA adalah
Pejabat
pemegang
kewenangan
penggunaan anggaran Kementerian/
Lembaga/Satuan Kerja Perangkat
Daerah
atau
Pejabat
yang
disamakan
pada
Institusi
lain
Pengguna APBN/APBD;

1.3

Kuasa Pengguna Anggaran yang


selanjutnya disebut KPA adalah pejabat
yang ditetapkan oleh
PA untuk
menggunakan APBN atau ditetapkan
Kepala Daerah untuk menggunakan
APBD;

1.4

Pejabat Pembuat Komitmen yang


selanjutnya disebut PPK adalah pejabat
yang
bertanggung
jawab
atas
pelaksanaan pengadaan barang/jasa.

1.5

Panitia/Pejabat Penerima Hasil


Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang
ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas
memeriksa
dan
menerima
hasil
pekerjaan;

1.6

Aparat
Pengawas
Intern
Pemerintah atau pengawas intern
pada institusi lain yang selanjutnya
disebut APIP adalah aparat yang

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

145

melakukan
pengawasan
melalui
audit,
reviu,
evaluasi, pemantauan
dan kegiatan pengawasan lain terhadap
penyelenggaraan tugas dan fungsi
organisasi.
1.7

Penyediaadalah badan usaha atau


orangperseorangan yang menyediakan
barang;

1.8

Sub penyedia adalah penyedia yang


mengadakan perjanjian kerja dengan
penyedia penanggung jawab kontrak,
untuk
melaksanakan
sebagian
pekerjaan (subkontrak);

1.9

Kemitraan/Kerja Sama Operasi


(KSO)adalahkerja
sama
usaha
antarpenyedia baik penyedia nasional
maupun penyedia asing, yang masingmasing
pihak
mempunyai
hak,
kewajiban dan tanggung jawab yang
jelas berdasarkan perjanjian tertulis;

1.10 Surat Jaminan yang selanjutnya


disebut Jaminan, adalah jaminan
tertulis yang bersifat mudah dicairkan
dan tidak bersyarat (unconditional),
yang
dikeluarkan
oleh
Bank
Umum/Perusahaan
Penjaminan/Perusahaan Asuransi yang
diserahkan
oleh
peserta/penyedia
kepada
PPK
untuk
menjamin
terpenuhinya
kewajiban
peserta/penyedia;
1.11 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah yang selanjutnya disebut
Kontrak adalah perjanjian tertulis
antara PPK dengan Penyedia dan
mencakup Syarat-Syarat Umum Kontrak
(SSUK) ini dan Syarat-Syarat Khusus
Kontrak (SSKK) serta dokumen lain
yang merupakan bagian dari Kontrak;
1.12 Nilai Kontrak adalah total harga
yang tercantum dalam Kontrak.
1.13 Hari adalah hari kalender;

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

146

1.14 Direksi
lapangan
adalah
tim
pendukung yang dibentuk/ditetapkan
oleh PPK, terdiri dari 1 (satu) orang atau
lebih, yang ditentukan dalam syaratsyarat
khusus
kontrak
untuk
mengendalikan pelaksanaan pekerjaan.
1.15 Direksi teknis adalah tim pendukung
yang ditunjuk/ditetapkan oleh PPK
untuk
mengawasi
pelaksanaan
pekerjaan.
1.16 Daftar
kuantitas
dan
harga
(rincian harga penawaran) adalah
daftar kuantitas yang telah diisi harga
satuan
dan
jumlah
biaya
keseluruhannya
yang
merupakan
bagian dari penawaran;
1.17 Harga
Perkiraan
sendiri
(HPS)adalah perhitungan perkiraan
biaya pekerjaan yang disusun oleh
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),
dikalkulasikan
secara
keahlian
berdasarkan
data
yang
dapat
dipertanggungjawabkan
serta
digunakan oleh Pokja ULP untuk menilai
kewajaran
penawaran
termasuk
rinciannya;
1.18 Pekerjaan
utama
adalah jenis
pekerjaan
yang
secara
langsung
menunjang
terwujudnya
dan
berfungsinya suatu barang sesuai
peruntukannya yang ditetapkan dalam
Dokumen Pemilihan;
1.19 Harga Satuan Pekerjaan (HSP)
adalah harga satu jenis pekerjaan
tertentu per satu satuan tertentu;
1.20 Metode pelaksanaan pekerjaan
adalah cara kerja yang layak, realistik
dan
dapat
dilaksanakan
untuk
menyelesaikan seluruhpekerjaan dan
diyakini menggambarkan penguasaan
dalam penyelesaian pekerjaan dengan
tahap pelaksanaan yang sistimatis

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

147

berdasarkan sumber daya yang dimiliki


penawar;
1.21 Jadwal waktu pelaksanaan adalah
jadwal yang menunjukkan kebutuhan
waktu
yang
diperlukan
untuk
menyelesaikan pekerjaan, terdiri atas
tahap pelaksanaan yang disusun secara
logis, realistik dan dapat dilaksanakan.
1.22 Personil inti adalah orang yang akan
ditempatkan secara penuh sesuai
dengan persyaratan yang ditetapkan
dalam Dokumen Pengadaan serta
posisinya
dalam
manajemen
pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan
organisasi pelaksanaan yang diajukan
untuk melaksanakan pekerjaan.
1.23 Bagian
pekerjaan
yang
disubkontrakkan
adalah
bagian
pekerjaan bukan pekerjaan utama yang
ditetapkan dalam Dokumen pemilihan,
yang
pelaksanaannya
diserahkan
kepada penyedia lain dan disetujui
terlebih dahulu oleh PPK;
1.24 Masa Kontrak adalah jangka waktu
berlakunya Kontrak ini terhitung sejak
tanggal
penandatanganan
kontrak
sampai dengan masa pemeliharaan
berakhir.
1.25 Tanggal mulai kerja adalah tanggal
mulai kerja penyedia yang dinyatakan
pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK),
yang diterbitkan oleh PPK.
1.26 Tanggal penyelesaian pekerjaan
adalah tanggal penyerahan pertama
pekerjaan selesai, dinyatakan dalam
berita acara penyerahan pertama
pekerjaan yang diterbitkan oleh Pejabat
Pembuat Komitmen;
1.27 Masa pemeliharaan adalah kurun
waktu kontrak yang ditentukan dalam
syarat-syarat khusus kontrak, dihitung
sejak tanggal penyerahan pertama

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

148

pekerjaan sampai dengan


penyerahan akhir pekerjaan.

tanggal

1.28 Kegagalan
Konstruksi
adalah
keadaan hasil pekerjaan yang tidak
sesuai dengan spesifikasi pekerjaan
sebagaimana disepakati dalam kontrak
baik sebagian maupun keseluruhan
sebagai akibat kesalahan pengguna
atau penyedia.
1.29 Kegagalan
Bangunan
adalah
keadaan bangunan, yang setelah
diserahterimakan oleh penyedia kepada
PPK dan terlebih dahuludiperiksa serta
diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima
Hasil
Pekerjaan,
menjadi
tidak
berfungsi, baik secara keseluruhan
maupun sebagian dan/atau tidak sesuai
dengan ketentuan yang tercantum
dalam kontrak, dari segi teknis,
manfaat, keselamatan dan kesehatan
kerja, dan/atau keselamatan umum.
2. Penerapan

SSUK
diterapkan
secara
luas
dalam
pelaksanaan pekerjaan konstruksiini tetapi
tidak
dapat
bertentangan
dengan
ketentuan-ketentuan
dalam
Dokumen
Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan
urutan hierarki dalam Surat Perjanjian.

3. Bahasa dan

3.1

Bahasa kontrak harus dalam bahasa


Indonesia [kecuali dalam rangka
pinjaman/hibah
luar
negeri
menggunakan bahasa Indonesia dan
bahasa
nasional
pemberi
pinjaman/hibah
tersebut
dan/atau
bahasa Inggris.]

3.2

Hukum yang digunakan adalah hukum


yang berlaku di Indonesia.[kecuali
dalam rangka pinjaman/hibah luar
negeri menggunakan hukum yang
berlaku di Indonesia atau hukum yang
berlaku
di
negara
pemberi
pinjaman/hibah
(tergantung

Hukum

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

149

kesepakatan pemerintah dan negara


pemberi pinjaman/hibah)]
4. Larangan

Korupsi,
Kolusi, dan
Nepotisme
(KKN) serta
Penipuan

4.1 Berdasarkan
etika
pengadaan
barang/jasa pemerintah, para pihak
dilarang untuk:
a. menawarkan,
menerima
atau
menjanjikan untuk memberi atau
menerima hadiah atau imbalan
berupa apa saja atau melakukan
tindakan
lainnya
untuk
mempengaruhi
siapapun
yang
diketahui atau patut dapat diduga
berkaitan dengan pengadaan ini;
b. membuat dan/atau menyampaikan
dokumen dan/atau keterangan lain
yang tidak benar untuk memenuhi
persyaratan
dalam
Dokumen
Pemilihan.
4.2 Penyedia
menjamin
bahwa
yang
bersangkutan
(termasuk
semua
anggota
kemitraan/KSO
apabila
berbentuk kemitraan/KSO) dan sub
penyedianya (jika ada) tidak akan
melakukan tindakan yang dilarang
diatas.
4.3 Penyedia yang menurut penilaian PPK
terbukti melakukan larangan-larangan
diatas dapat dikenakan sanksi-sanksi
adminsitrastif
oleh
PPPK
sebagai
berikut:
a. Pemutusan Kontrak;
b. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan
disetor sebagaimana ditetapkan
dalam SSKK.
c. Sisa uang muka harus dilunasi oleh
Penyedia; dan
d. Dimasukkan dalam daftar hitam
4.4 Pengenaan sanksi administratif diatas
dilaporkan
oleh
PPK
kepada
Menteri/Pimpinan
Lembaga/Kepala
Daeah/Pimpinan Institusi Lainnya.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

150

4.5 PPK yang terlibat dalam KKN dan


penipuan dikenakan sanksi berdasarkan
ketentuan
peraturan
perundangundangan..
5. Asal

5.1 Penyedia harus menyampaikan asal


material/bahan yang terdiri dari rincian
komponen dalam negeri dan komponen
impor.

Barang

5.2 Asal barang merupakan tempat barang


diperoleh, antara lain tempat barang
ditambang, tumbuh, atau diproduksi.
5.3 Material/bahan
harus
diutamakan
barang yang manufaktur, pabrikasi,
perakitan, dan penyelesaian akhir
pekerjaannya dilakukan di Indonesia
(produksi dalam negeri).
5.4 Jika
dalam
proses
pembuatan
material/bahan digunakan komponen
berupa barang, jasa, atau gabungan
keduanya yang tidak berasal dari dalam
negeri (impor) maka penggunaan
komponen impor harus sesuai dengan
besaran TKDN harus tercantum dalam
Daftar
Inventarisasai
Barang/Jasa
produksi Dalam Negeri yang diterbitkan
oleh Kementerian yang membidangi
perindustrian dan dinyatakan oleh
Penyedia dalam Formulir Rekapitulasi
Perhitungan TKDN(apabila diberikan
preferensi harga) yang merupakan
bagian dari Penawaran Penyedia.
6. Koresponde
nsi

Semua pemberitahuan, permohonan, atau


persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus
dibuat secara tertulis dalam Bahasa
Indonesia, dan dianggap telah diberitahukan
jika telah disampaikan secara langsung
kepada wakil sah Para Pihak dalam SSUK,
atau jika disampaikan melalui surat tercatat,
e-mail dan/atau faksimili yang ditujukan ke

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

151

alamat yang tercantum dalam SSKK.


7. Wakil sah

para pihak

8. Pembukua

Setiap tindakan yang dipersyaratkan atau


diperbolehkan untuk dilakukan, dan setiap
dokumen
yang
dipersyaratkan
atau
diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan
Kontrak ini oleh PPK atau Penyedia hanya
dapat dilakukan atau dibuat oleh pejabat
yang disebutkan dalam SSKK. Khusus untuk
penyedia perseorangan, Penyedia tidak
boleh diwakilkan.
Penyedia diharapkan untuk melakukan
pencatatan keuangan yang akurat dan
sistematis sehubungan dengan pekerjaan
konstruksi ini berdasarkan standar akuntansi
yang berlaku.

9. Perpajakan

Penyedia, Subpenyedia (jika ada), dan


Personil yang bersangkutan berkewajiban
untuk membayar semua pajak, bea,
retribusi, dan pungutan lain yang sah yang
dibebankan oleh peraturan perpajakan atas
pelaksanaan
Kontrak
ini.
Semua
pengeluaran perpajakan ini dianggap telah
termasuk dalam Nilai Kontrak.

10. Pengalihan

10.1 Pengalihan seluruh Kontrak hanya


diperbolehkan dalam hal pergantian
nama Penyedia, baik sebagai akibat
peleburan
(merger),
konsolidasi,
pemisahan maupun akibat lainnya.

dan/atau
Subkontrak

10.2 Penyedia dapat bekerjasama dengan


penyedia lain antara lain dengan
mensubkontrakkan
sebagian
pekerjaan, kecuali pekerjaan utama
dalam kontrak ini.
10.3 Penyedia
hanya
boleh
mensubkontrakkan
sebagian
pekerjaan
dan
dilarang
mensubkontrakkan seluruh pekerjaan.
10.4 Penyedia

hanya

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

boleh

152

mensubkontrakkan pekerjaan apabila


pekerjaan tersebut sejak awal di dalam
Dokumen Pengadaan dan dalam
Kontrak
diizinkan
untuk
disubkontrakkan.
10.5 Subkontrak sebagian pekerjaan utama
hanya diperbolehkan kapada Penyedia
spesialis
10.6 Penyedia
hanya
boleh
mensubkontrakkan pekerjaan setelah
mendapat persetujuan tertulis dari
PPK.
Penyedia
tetap
bertanggungjawab
atas
bagian
pekerjaan yang disubkontrakkan.
10.7 Jika ketentuan di atas dilanggar maka
Kontrak diputuskan dan Penyedia
dikenakan sanksi yang diatur dalam
SSKK.
11. Pengabaian

Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak


terhadap pelanggaran ketentuan tertentu
Kontrak oleh Pihak yang lain maka
pengabaian
tersebut
tidak
menjadi
pengabaian yang terus-menerus selama
Masa Kontrak atau seketika menjadi
pengabaian
terhadap
pelanggaran
ketentuan yang lain. Pengabaian hanya
dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara
tertulis dan ditandatangani oleh Wakil Sah
Pihak yang melakukan pengabaian.

12. Penyedia

Penyedia
berdasarkan
Kontrak
ini
bertanggungjawab penuh terhadap personil
dan subpenyedianya (jika ada) serta
pekerjaan yang dilakukan oleh mereka.

Mandiri

13. Kemitraan/

Kerjasama
Operasi(KS
O)

Kemitraan/KSO memberi kuasa kepada salah


satu anggota yang disebut dalam Surat
Perjanjian untuk bertindak atas nama
kemitraan/KSO dalam pelaksanaan hak dan
kewajiban
terhadap
PPK
berdasarkan
Kontrak ini.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

153

14. Penemuan-

penemuan

Penyedia wajib memberitahukan kepada PPK


dan kepada pihak yang berwenang semua
penemuan benda/barang yang mempunyai
nilai sejarah atau penemuan kekayaan di
lokasi pekerjaan yang menurut peraturan
perundang-undangan dikuasai oleh Negara

B. PELAKSANAAN,
PENYELESAIAN,
PEMUTUSAN KONTRAK
15. Jadwal

Pelaksanaa
n
Pekerjaan

ADENDUM

DAN

15.1Kontrak ini berlaku efektif pada tanggal


penandatanganan Surat Perjanjian oleh
para pihak atau pada tanggal yang
ditetapkan dalam SSKK;
15.2Waktu pelaksanaan kontrak adalah
jangka waktu yang ditentukan dalam
syarat-syarat khusus kontrak dihitung
sejak
tanggal
mulai
kerja
yang
tercantum dalam SPMK;
15.3Penyedia
harus
menyelesaikan
pekerjaan
sesuai
jadwal
yang
ditentukan dalam SSKK;
15.4Apabila penyedia berpendapat tidak
dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai
jadwal
karena
keadaan
diluar
pengendaliannya dan penyedia telah
melaporkan kejadian tersebut kepada
PPK,
maka
PPKdapat
melakukan
penjadwalan kembali pelaksanaan tugas
penyedia dengan adendum kontrak

B.1 PELAKSANAAN PEKERJAAN


16. Penyeraha

n Lokasi
Kerja

16.1 PPK berkewajiban untuk menyerahkan


keseluruhan
lokasi
kerja
kepada
penyedia sebelum SPMK diterbitkan.
Penyerahan
dilakukan
setelah
sebelumnya dilakukan pemeriksaan
lapangan bersama. Hasil pemeriksaan
dan penyerahan dituangkan dalam
berita acara penyerahan lokasi kerja.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

154

16.2 Jika dalam pemeriksaan lapangan


bersama ditemukan hal-hal yang dapat
mengakibatkan perubahan isi Kontrak
maka
perubahan
tersebut
harus
dituangkan dalam adendum Kontrak.
16.3 Jika penyerahan hanya dilakukan pada
bagian tertentu dari lokasi kerja maka
PPK dapat dianggap telah menunda
pelaksanaan pekerjaan tertentu yang
terkait dengan bagian lokasi kerja
tersebut, dan kondisi ini ditetapkan
sebagai Peristiwa Kompensasi.
17. Surat

Perintah
Mulai Kerja
(SPMK)

17.1 PPK menerbitkan SPMK selambatlambatnya 14 (empat belas) hari sejak


tanggal penandatanganan Kontrak.
17.2 Dalam SPMK dicantumkan saat paling
lambat dimulainya pelaksanaan kontrak
oleh penyedia.

18. Program

Mutu

18.1 Penyedia
berkewajiban
untuk
menyerahkan program mutu pada
rapat persiapan pelaskanaan kontrak
untuk disetujui oleh PPK.
18.2 Program mutu disusun oleh penyedia
paling sedikit berisi:
a. informasi mengenai pekerjaan yang
akan dilaksanakan;
b. organisasi kerja penyedia;
c. jadwal pelaksanaan pekerjaan;
d. prosedur pelaksanaan pekerjaan;
e. prosedur instruksi kerja; dan
f. pelaksana kerja.
18.3 Program mutu dapat direvisi sesuai
dengan kondisi lapangan.
18.4 Penyedia
berkewajiban
untuk
memutakhirkan program mutu jika
terjadi adendum kontrak dan peristiwa
kompensasi.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

155

18.5 Pemutakhiran program mutu harus


menunjukan perkembangan kemajuan
setiap pekerjaan dan dampaknya
terhadap penjadwalan sisa pekerjaan.
Pemutakhiran program mutu harus
mendapat persetujuan dari PPK.
18.6 Persetujuan PPK terhadap program
mutu
tidak
mengubah
kewajiban
kontraktual penyedia.
19. Rapat

23.1

Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari


sejak diterbitkannya SP dan sebelum
pelaksanaan pekerjaan, PPK bersama
dengan penyedia menyelenggarakan
rapat persiapan pelaksanaan kontrak.

23.2

Beberapa hal yang dibahas dan


disepakati dalam rapat persiapan
pelaksanaan kontrak adalah:
a. program mutu;
b. organisasi kerja;
c. tata cara pengaturan pelaksanaan
pekerjaan;
d. jadwal pelaksanaan pekerjaan.
e. penyusunan
rencana
dan
pelaksanaan pemeriksaan lokasi
pekerjaan, apabila ada.
f. penyusunan
rencana
dan
pelaksanaan pemeriksaan lokasi
pekerjaan.

Persiapan
Pelaksanaa
n Kontrak

20. Mobilisasi

20.1 Mobilisasi paling lambat harus sudah


mulai dilaksanakan dalam waktu 30
(tiga puluh) hari sejak diterbitkan
SPMK.
20.2 Mobilisasi dilakukan sesuai dengan
lingkup pekerjaan, yaitu:
a. mendatangkan peralatan-peralatan
terkait yang diperlukan dalam
pelaksanaan pekerjaan;
b. mempersiapkan
fasilitas
seperti
kantor,
rumah,
gedung

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

156

laboratorium, bengkel, gudang, dan


sebagainya; dan/atau
c. mendatangkan personil-personil.
20.3 Mobilisasi peralatan dan personil dapat
dilakukan secara bertahap sesuai
dengan kebutuhan.
21. Standar

Penyedia harus menyediakan barang yang


memenuhi spesifikasi dan standar yang
ditetapkan dalam Spesifikasi Teknis dan
Gambar yang disusun berdasarkan standar
yang ditetapkan dalam SSKK.

22. Pemeriksaa

22.1 Apabila diperlukan, pada tahap awal


pelaksanaan Kontrak, PPK bersamasama dengan penyedia melakukan
pemeriksaan kondisi lapangan.

n Bersama
dan
Pengawasa
n
Pelaksanaa
n
Pekerjaan

22.2 Untuk pemeriksaan bersama ini, PA/KPA


dapat
membentuk
Panitia/Pejabat
Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul
PPK.
22.3 Hasil pemeriksaan bersama dituangkan
dalam Berita Acara. Apabila dalam
pemeriksaan bersama mengakibatkan
perubahan isi Kontrak, maka harus
dituangkan dalam adendum Kontrak.
22.4 Selama berlangsungnya pelaksanaan
pekerjaan, PPK jika dipandang perlu
dapat mengangkat Pengawas Pekerjaan
yang berasal dari personil
PPK.
Pengawas
Pekerjaan
berkewajiban
untuk
mengawasi
pelaksanaan
pekerjaan.
22.5 Dalam melaksanakan kewajibannya,
Pengawas Pekerjaan selalu bertindak
untuk kepentingan PPK. Jika tercantum
dalam SSKK, Pengawas Pekerjaan dapat
bertindak sebagai Wakil Sah PPK.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

157

22.6 Penyedia
berkewajiban
untuk
melaksanakan
semua
perintah
Pengawas
Pekerjaan
yang
sesuai
dengan
kewenangan
Pengawas
Pekerjaan dalam kontrak ini.
23. Persetujua

n
Pengawas
Pekerjaan

22.1 Semua gambar yang digunakan untuk


mendapatkan Hasil Pekerjaan baik yang
permanen maupun sementara harus
mendapatkan persetujuan Pengawas
Pekerjaan.
22.2 Jika dalam pelaksanaan pekerjaan ini
diperlukan terlebih dahulu adanya Hasil
Pekerjaan Sementara maka penyedia
berkewajiban
untuk
menyerahkan
spesifikasi dan gambar usulan Hasil
Pekerjaan Sementara tersebut untuk
disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
Terlepas dari ada tidaknya persetujuan
Pengawas
Pekerjaan,
penyedia
bertanggung jawab secara penuh atas
rancangan Hasil Pekerjaan Sementara.

24. Perintah

Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan


semua perintah Pengawas Pekerjaan yang
sesuai dengan kewenangan Pengawas
Pekerjaan dalam Kontrak ini.

25. Akses ke

25.2 Penyedia

Lokasi
Kerja

harus

dianggap

telah

25.3 Penyedia harus berupaya menjaga


setiap jalan atau jembatan dari
kerusakan
akibat
penggunaan/lalu
lintas penyedia atau akibat personil
penyedia. Kecuali ditentukan lain maka:
a. Penyedia harus bertanggung jawab
atas pemeliharaan yang mungkin
diperlukan akibat pengunaan jalur
akses.
b. Penyedia harus menyediakan rambu
atau petunjuk sepanjang jalur
akses, dan mendapatkan perizinan
yang mungkin disyaratkan oleh
otoritas terkait untuk penggunaan

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

158

jalur, rambu, dan petunjuk.


c. Biaya karena ketidak layakan atau
tidak tersedianya jalur akses untuk
digunakan oleh penyedia, harus
ditanggung penyedia.
d. PPK tidak bertanggung jawab atas
klaim yang mungkin timbul akibat
penggunaan jalur akses.
e. PPK tidak bertanggung jawab atas
klaim yang mungkin timbul selain
penggunaan jalur akses tersebut.
26. Waktu

Penyelesai
an
Pekerjaan

26.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal,


penyedia berkewajiban untuk memulai
pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal
Mulai
Kerja,
dan
melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan program
mutu, serta menyelesaikan pekerjaan
selambat-lambatnya
pada
Tanggal
Penyelesaian yang ditetapkan dalam
SPMK.
26.2 Jika pekerjaan tidak selesai pada
Tanggal Penyelesaian bukan akibat
Keadaan Kahar, Peristiwa Kompensasi
atau karena kesalahan atau kelalaian
penyedia maka penyedia dikenakan
denda.
26.3 Jika keterlambatan tersebut sematamata
disebabkan
oleh
Peristiwa
Kompensasi maka PPK dikenakan
kewajiban pembayaran ganti rugi.
Denda atau ganti rugi tidak dikenakan
jika Tanggal Penyelesaian disepakati
oleh Para Pihak untuk diperpanjang.
26.4 Tanggal Penyelesaian yang dimaksud
dalam angka 26 ini adalah tanggal
penyelesaian semua pekerjaan.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

159

27. Perpanjanga
n Waktu

27.1 Jika
terjadi
Peristiwa
Kompensasi
sehingga penyelesaian pekerjaan akan
melampaui Tanggal Penyelesaian maka
penyedia
berhak
untuk
meminta
perpanjangan Tanggal Penyelesaian
berdasarkan data penunjang. PPK
berdasarkan pertimbangan Pengawas
Pekerjaan
memperpanjang
Tanggal
Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis.
Perpanjangan Tanggal Penyelesaian
harus dilakukan melalui Adendum
Kontrak.
27.2 PPK
berdasarkan
pertimbangan
Pengawas
Pekerjaan
harus
telah
menetapkan
ada
tidaknya
perpanjangan dan untuk berapa lama,
dalam jangka waktu 21 (dua puluh
satu) hari setelah penyedia meminta
perpanjangan. Jika penyedia lalai untuk
memberikan
peringatan dini
atas
keterlambatan atau tidak dapat bekerja
sama untuk mencegah keterlambatan
sesegera mungkin maka keterlambatan
seperti ini tidak dapat dijadikan alasan
untuk
memperpanjang
Tanggal
Penyelesaian.

28. Penundaan

oleh
Pengawas
Pekerjaan
29. Rapat

Pemantaua
n

Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan


secara tertulis penyedia untuk menunda
pelaksanaan pekerjaan. Setiap perintah
penundaan ini harus segera ditembuskan
kepada PPK.
29.1 Pengawas Pekerjaan atau penyedia
dapat
menyelenggarakan
rapat
pemantauan, dan meminta satu sama
lain untuk menghadiri rapat tersebut.
Rapat pemantauan diselenggarakan
untuk
membahas
perkembangan
pekerjaan dan perencanaaan atas sisa
pekerjaan serta untuk menindaklanjuti
peringatan dini.
29.2 Hasil

rapat

pemantauan

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

akan

160

dituangkan oleh Pengawas Pekerjaan


dalam berita
acara
rapat,
dan
rekamannya diserahkan kepada PPK
dan pihak-pihak yang menghadiri
rapat.
29.3 Mengenai hal-hal dalam rapat yang
perlu diputuskan, Pengawas Pekerjaan
dapat memutuskan baik dalam rapat
atau setelah rapat melalui pernyataan
tertulis kepada semua pihak yang
menghadiri rapat.
30. Peringatan

Dini

30.1 Penyedia
berkewajiban
untuk
memperingatkan
sedini
mungkin
Pengawas Pekerjaan atas peristiwa
atau kondisi tertentu yang dapat
mempengaruhi
mutu
pekerjaan,
menaikkan
Nilai
Kontrak
atau
menunda
penyelesaian
pekerjaan.
Pengawas
Pekerjaan
dapat
memerintahkan
penyedia
untuk
menyampaikan
secara
tertulis
perkiraan dampak peristiwa atau
kondisi tersebut di atas terhadap Nilai
Kontrak dan Tanggal Penyelesaian.
Pernyataan
perkiraan
ini
harus
sesegera mungkin disampaikan oleh
penyedia.
30.2 Penyedia berkewajiban untuk bekerja
sama dengan Pengawas Pekerjaan
untuk mencegah atau mengurangi
dampak
peristiwa
atau
kondisi
tersebut.

B.2 PENYELESAIAN KONTRAK


31. Serah

Terima
Pekerjaan

31.2 Dalam
rangka
penilaian
hasil
pekerjaan,
PPK
menugaskan
Panitia/Pejabat
Penerima
Hasil
Pekerjaan.Apabila
memerlukan
keahlian teknis khusus dapat dibantu
oleh tim/tenaga ahli untuk membantu

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

161

pelaksanaan
tugas
Panitia/Pejabat
Penerima Hasil Pekerjaan.
31.3 Panitia/Pejabat
Penerima
Hasil
Pekerjaan
melakukan
penilaian
terhadap hasil pekerjaan yang telah
diselesaikan oleh penyedia. Apabila
terdapat
kekurangan-kekurangan
dan/atau
cacat
hasil
pekerjaan,
penyedia
wajib
memperbaiki/menyelesaikannya, atas
perintah PPK.
31.4 PPK menerima penyerahan pertama
pekerjaan
setelah
seluruh
hasil
pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan Kontrak dan diterima oleh
Panitia/Pejabat
Penerima
Hasil
Pekerjaan.
31.5 Pembayaran dilakukan sebesar 95%
(sembilan puluh lima perseratus) dari
nilai kontrak, sedangkan yang 5%
(lima perseratus) merupakan retensi
selama masa pemeliharaan, atau
pembayaran dilakukan sebesar 100%
(seratus perseratus) dari nilai kontrak
dan penyedia harus menyerahkan
Jaminan Pemeliharaan sebesar 5%
(lima perseratus) dari nilai kontrak.
31.6 Penyedia wajib memelihara hasil
pekerjaan selama masa pemeliharaan
sehingga kondisi tetap seperti pada
saat penyerahan pertama pekerjaan.
31.7 Setelah masa pemeliharaan berakhir,
penyedia
mengajukan
permintaan
secara tertulis kepada PPK untuk
penyerahan akhir pekerjaan.
31.8 PPK menerima penyerahan akhir
pekerjaan
setelah
penyedia
melaksanakan semua kewajibannya
selama masa pemeliharaan dengan

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

162

baik.
PPK
wajib
melakukan
pembayaran sisa nilai kontrak yang
belum dibayar atau mengembalikan
Jaminan Pemeliharaan.
31.9 Apabila penyedia tidak melaksanakan
kewajiban pemeliharaan sebagaimana
mestinya,
maka
PPK
berhak
menggunakan uang retensi untuk
membiayai
perbaikan/pemeliharaan
atau
mencairkan
Jaminan
Pemeliharaan.
31.10 Umur konstruksi bangunan hasil dari
pelaksanaan
pekerjaan
ditetapkan
dalam SSKK.
32. Pengambila PPK akan mengambil alih lokasi dan hasil

lihan

pekerjaan dalam jangka waktu tertentu


setelah dikeluarkan surat keterangan
selesai/pengakhiran pekerjaan.

33. Pedoman
Pengoperasi
an dan
Perawatan/
Pemeliharaa
n

33.1 Penyedia
diwajibkan
memberikan
petunjuk
kepada
PPK
tentang
pedoman
pengoperasian
dan
perawatan/pemeliharaan
sesuai
dengan SSKK.
33.2 Apabila penyedia tidak memberikan
pedoman
pengoperasian
dan
perawatan/pemeliharaan, PPK berhak
menahan uang retensi atau Jaminan
Pemeliharaan.

B.3 PERUBAHAN KONTRAK


34. Perubahan

Kontrak

d. perubahan

pekerjaan disebabkan
oleh sesuatu hal yang dilakukan
oleh para pihak dalam kontrak
sehingga
mengubah
lingkup
pekerjaan dalam kontrak;
e. perubahan
jadwal
pelaksanaan

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

163

pekerjaan akibat adanya perubahan


pekerjaan;
f. perubahan harga kontrak akibat
adanya
perubahan
pekerjaan,
perubahan pelaksanaan pekerjaan.
34.3 Untuk kepentingan perubahan kontrak,
PPK
menugaskan
Panitia/Pejabat
Peneliti Pelaksanaan Kontrak.
35. Perubahan

Lingkup
Pekerjaan

35.1 Untuk pekerjaan yang menggunakan


Kontrak Harga Satuan atau Kotrak
Gabungan Lump Sum dan Harga
Satuan pada bagian harga satuan,
apabila terdapat perbedaan yang
signifikan
antara
kondisi
lokasi
pekerjaan pada saat pelaksanaan
dengan gambar dan spesifikasi yang
ditentukan dalam Dokumen Kontrak,
maka PPK bersama penyedia dapat
melakukan perubahan kontrak yang
meliputi antara lain :
a. menambah
atau
mengurangi
volume pekerjaan yang tercantum
dalam kontrak;
b. menambah atau mengurangi jenis
pekerjaan;
c. mengubah spesifikasi teknis dan
gambar pekerjaan sesuai dengan
kebutuhan
lokasi
pekerjaan;
dan/atau
d. melaksanakan pekerjaan tambah
yang
belum
tercantum
dalam
kontrak yang diperlukan untuk
menyelesaikan seluruh pekerjaan
sesuai lingkup kontrak awal.
35.2 Pekerjaan
tambah
harus
mempertimbangkan
tersedianya
anggaran dan paling tinggi 10%
(sepuluh perseratus) dari nilai kontrak
awal.
35.3 Perintah perubahan pekerjaan dibuat
oleh PPK secara tertulis kepada

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

164

penyedia
kemudian
dilanjutkan
dengan negosiasi teknis dan harga
dengan
tetap
mengacu
pada
ketentuan yang tercantum dalam
kontrak awal.
35.4 Hasil negosiasi tersebut dituangkan
dalam Berita Acara sebagai dasar
penyusunan adendum kontrak.
35.5 Untuk pekerjaan yang menggunakan
Kontrak Gabungan Lump Sum dan
Harga Satuan pada bagian Lump Sum,
tidak dapat dilakukan perubahan
kontrak.
36. Perubahan

Jadwal
Pelaksanaa
n
Pekerjaan

36.1 Untuk pekerjaan yang menggunakan


Kontrak Harga Satuan atau Kontrak
Gabungan Lump Sum dan Harga
Satuan pada bagian harga satuan,
perubahan jadwal dalam hal terjadi
perpanjangan
waktu
pelaksanaan
dapat
diberikan
oleh
PPKatas
pertimbangan yang layak dan wajar
untuk hal-hal sebagai berikut:
a. pekerjaan tambah;
b. perubahan disain;
c. keterlambatan yang disebabkan
oleh PPK;
d. masalah yang timbul di luar kendali
penyedia; dan/atau
e. keadaan kahar.
[Untuk pekerjaan yang menggunakan
Kontrak Gabungan Lump Sum dan
Harga Satuan pada bagian Lump Sum,
perubahan jadwal dalam halterjadi
perpanjangan waktu pelaksanaan
dapat diberikan oleh PPK atas
pertimbangan yang layak dan wajar
untuk hal-hal sebagai berikut:
a. keterlambatan yang disebabkan
oleh PPK;
b. masalah yang timbul di luar kendali
penyedia; dan/atau

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

165

c. keadaan kahar.]
36.2 Waktu penyelesaian pekerjaan dapat
diperpanjang
sekurang-kurangnya
sama dengan waktu terhentinya
kontrak akibat keadaan kahar.
36.3 PPK dapat menyetujui perpanjangan
waktu pelaksanaan atas kontrak
setelah melakukan penelitian terhadap
usulan tertulis yang diajukan oleh
penyedia.
36.4 PPK dapat menugaskan Panitia/Pejabat
Peneliti Pelaksanaan Kontrak untuk
meneliti
kelayakan
usulan
perpanjangan waktu pelaksanaan.
36.5 Persetujuan
perpanjangan
pelaksanaan
dituangkan
adendum kontrak.

waktu
dalam

B.4. KEADAAN KAHAR


37. Keadaan

Kahar

37.2 Yang digolongkan Keadaan Kahar


a. bencana alam;
b. bencana non alam;
c. bencana sosial;
d. pemogokan;
e. kebakaran; dan/atau
f. gangguan
industri
lainnya
sebagaimana dinyatakan melalui
keputusan
bersama
Menteri
Keuangan
dan
menteri
teknis
terkait.
37.3 Apabila terjadi Keadaan Kahar, maka
penyedia memberitahukan kepada
PPK paling lambat
14 (empat
belas) hari sejak terjadinya Keadaan
Kahar,
dengan
menyertakan
pernyataan
Keadaan
Kahar
dari
pejabat yang berwenang.
37.4 Jangka waktu yang ditetapkan dalam

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

166

Kontrak untuk pemenuhan kewajiban


Pihak yang tertimpa Keadaan Kahar
harus
diperpanjang
sekurangkurangnya sama dengan jangka waktu
terhentinya Kontrak akibat Keadaan
Kahar.
37.5 Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan
akibat Keadaan Kahar yang dilaporkan
paling lambat 14 (empat belas) hari
sejak terjadinya Keadaan Kahar, tidak
dikenakan sanksi.
37.6 Pada saat terjadinya Keadaan Kahar,
Kontrak ini akan dihentikan sementara
hingga
Keadaan
Kahar
berakhir
dengan ketentuan, Penyedia berhak
untuk menerima pembayaran sesuai
dengan
prestasi
atau
kemajuan
pelaksanaan pekerjaan yang telah
dicapai. Jika selama masa Keadaan
Kahar PPK memerintahkan secara
tertulis
kepada
Penyedia
untuk
meneruskan
pekerjaan
sedapat
mungkin maka Penyedia berhak untuk
menerima pembayaran sebagaimana
ditentukan
dalam
Kontrak
dan
mendapat penggantian biaya yang
wajar sesuai dengan yang telah
dikeluarkan untuk bekerja dalam
situasi demikian. Penggantian biaya ini
harus diatur dalam suatu adendum
Kontrak.
B.5 PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK
38. Penghentia

n dan
Pemutusan
Kontrak

38.2 Dalam hal kontrak dihentikan, maka


PPK wajib membayar kepada penyedia
sesuai dengan prestasi pekerjaan yang
telah dicapai, termasuk:
d. biaya langsung pengadaan Bahan
dan Perlengkapan untuk pekerjaan
ini. Bahan dan Perlengkapan ini
harus diserahkan oleh Penyedia
kepada
PPK,
dan
selanjutnya

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

167

e.

f.

menjadi hak milik PPK;


biaya langsung pembongkaran dan
demobilisasi
Hasil
Pekerjaan
Sementara dan Peralatan;
biaya
langsung
demobilisasi
Personil.

38.3 Pemutusan kontrak dapat dilakukan


oleh pihak penyedia atau pihak PPK.
38.4 Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267
Kitab
Undang-Undang
Hukum
Perdata,pemutusan Kontrak melalui
pemberitahuan
tertulis
dapat
dilakukan apabila:
a. kebutuhan barang/jasa tidak dapat
ditunda melebihi batas berakhirnya
kontrak;
b. berdasarkan
penelitian
PPK,
Penyedia
tidak
akan
mampu
menyelesaikan
keseluruhan
pekerjaan
walaupun
diberikan
kesempatan sampai dengan 50
(lima puluh) hari kalender sejak
masa
berakhirnya
pelaksanaan
pekerjaan
untuk
menyelesaikan
pekerjaan;
c. setelah
diberikan
kesempatan
menyelesaikan pekerjaan sampai
dengan 50 (lima puluh) hari
kalender sejak masa berakhirnya
pelaksanaan pekerjaan, Penyedia
tidak
dapat
menyelesaikan
pekerjaan;
d. Penyedia lalai/cidera janji dalam
melaksanakan kewajibannya dan
tidak
memperbaiki
kelalaiannya
dalam jangka waktu yang telah
ditetapkan;
e. Penyedia
tanpa
persetujuan
Pengawas Pekerjaan, tidak memulai
pelaksanaan pekerjaan;
f. Penyedia menghentikan pekerjaan
selama 28 (dua puluh delapan) hari
dan penghentian ini tidak tercantum

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

168

dalam program mutu serta tanpa


persetujuan Pengawas Pekerjaan;
g. Penyedia berada dalam keadaan
pailit;
h. Penyedia selama Masa Kontrak
gagal memperbaiki Cacat Mutu
dalam
jangkA
waktu
yang
ditetapkan oleh PPK;
i. Penyedia
tidak
mempertahankankeberlakuan
Jaminan Pelaksanaan;
j. Pengawas
Pekerjaan
memerintahkan
penyedia
untuk
menunda
pelaksanaan
atau
kelanjutan pekerjaan, dan perintah
tersebut tidak ditarik selama 28
(dua puluh delapan) hari;
k. penyedia terbukti melakukan KKN,
kecurangan dan/atau pemalsuan
dalam proses Pengadaan yang
diputuskan oleh instansi yang
berwenang; dan/atau
l. pengaduan tentang penyimpangan
prosedur, dugaan KKN dan/atau
pelanggaran
persaingan
sehat
dalam
pelaksanaan
pengadaan
dinyatakan benar oleh instansi yang
berwenang.
38.5 Dalam
hal
pemutusan
Kontrak
dilakukan karena kesalahan penyedia:
a. Jaminan Pelaksanaan dicairkan;
b. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh
penyedia atau Jaminan Uang Muka
dicairkan(apabila ada);
c. penyedia
membayar
dendaketerlambatan sebagaimana
tercantum dalam SSKK (apabila
ada);
d. penyedia dimasukkan dalam Daftar
Hitam; dan
e. PPK membayar kepada Penyedia
sesuai dengan pencapaian prestasi
pekerjaan yang telah diterima oleh
PPK
sampai
dengan
tanggal
berlakunya
pemutusan
Kontrak
Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
ULP Pemerintah Provinsi Bali

169

dikurangi
dengan
denda
keterlambatan yang harus dibayar
Penyedia
(apabila
ada),
serta
Penyedia menyerahkan semua hasil
pelaksanaan pekerjaan kepada PPK
dan selanjutnya menjadi hak milik
PPK.
38.6 Dalam
hal
pemutusan
Kontrak
dilakukan
karena
PPK
terlibat
penyimpangan prosedur, melakukan
KKN
dan/atau
pelanggararan
persaingan sehat dalam pelaksanaan
pengadaan, maka PPK dikenakan
sanksi
berdasarkan
peraturan
perundang-undangan.
38.7 Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata,
Penyedia dapat memutuskan Kontrak
melalui pemberitahuan tertulis kepada
PPK apabila PPK tidak menerbitkan SPP
untuk pembayaran tagihan angsuran
sesuai
dengan
yang
disepakati
sebagaimana tercantum dalam SSKK.
38.8 Penyedia dapat memutuskan Kontrak
apabila
PPK
gagal
mematuhi
keputusan
akhir
penyelesaian
perselisihan. Dalam hal ini pemutusan
Kontrak dilakukan paling kurang 30
(tiga puluh) hari setelah Penyedia
menyampaikan
pemberitahuan
rencana pemutusan Kontrak secara
tertulis kepada PPK.
38.9 Kejadian
sebagaimana
dimaksud
angka 41.2 adalah:
a. akibat keadaan kahar sehingga
Penyedia tidak dapat melaksanakan
pekerjaan sesuai ketentuan dokumen
kontrak;
b. PPK gagal mematuhi keputusan
akhir penyelesaian perselisihan.
38.10 Dalam hal terjadi pemutusan Kontrak,
Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
ULP Pemerintah Provinsi Bali

170

PPK membayar kepada Penyedia


sesuai dengan pencapaian prestasi
pekerjaan yang telah diterima oleh
PPK
sampai
dengan
tanggal
berlakunya
pemutusan
Kontrak
dikurangi
dengan
denda
keterlambatan yang harus dibayar
Penyedia (apabila ada), serta Penyedia
menyerahkan
semua
hasil
pelaksanaan
kepada
PPK
dan
selanjutnya menjadi hak milik PPK.
39. Keterlambat
an
Pelaksanaan
Pekerjaan
dan Kontrak
Kritis

39.1 Apabila
penyedia
terlambat
melaksanakan
pekerjaan
sesuai
jadual, maka PPK harus memberikan
peringatan
secara
tertulis
atau
dikenakan ketentuan tentang kontrak
kritis.
39.2 Kontrak dinyatakan kritis apabila:
a. Dalam periode I (rencana fisik
pelaksanaan 0% 70% dari
kontrak), realisasi fisik pelaksanaan
terlambat lebih besar 10% dari
rencana;
b. Dalam periode II (rencana fisik
pelaksanaan 70% - 100%
dari
kontrak), realisasi fisik pelaksanaan
terlambat lebih besar 5% dari
rencana.
c. Rencana fisik pelaksanaan 70% 100% dari kontrak, realisasi fisik
pelaksanaan terlambat kurang dari
5% dari rencana dan
akan
melampaui
tahun
anggaran
berjalan.
39.3 Penanganan kontrak kritis
a. Dalam hal keterlambatan pada
pasal 39.1 dan penanganan kontrak
kritis pada pasal 39.2 dilakukan
dengan rapat pembuktian (show
cause meeting/SCM)
1) Pada saat kontrak dinyatakan
kritis
direksi
pekerjaan
menerbitkan surat peringatan

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

171

kepada penyedia dan selanjutnya


menyelenggarakan SCM.
2) Dalam SCM direksi pekerjaan,
direksi teknis dan penyedia
membahas
dan
menyepakati
besaran kemajuan fisik yang
harus dicapai oleh penyedia
dalam periode waktu tertentu (uji
coba pertama) yang dituangkan
dalam berita acara SCM tingkat
Tahap I
3) Apabila penyedia gagal pada uji
coba
pertama,
maka
harus
diselenggarakan SCM Tahap II
yang
membahas
dan
menyepakati besaran kemajuan
fisik yang harus dicapai oleh
penyedia dalam periode waktu
tertentu (uji coba kedua) yang
dituangkan dalam berita acara
SCM Tahap II
4) Apabila penyedia gagal pada uji
coba
kedua,
maka
harus
diselenggarakan SCM Tahap III
yang
membahas
dan
menyepakati besaran kemajuan
fisik yang harus dicapai oleh
penyedia dalam periode waktu
tertentu (uji coba ketiga) yang
dituangkan dalam berita acara
SCM. Tahap III
5) Pada setiap uji coba yang gagal,
PPK harus menerbitkan surat
peringatan kepada penyedia atas
keterlambatan
realisasi
fisik
pelaksanaan pekerjaan.
b. Dalam hal keterlambatan pada
pasal 39.2 c PPK setelah dilakukan
rapat bersama atasan Pejabat
Pembuat Komitmen sebelum tahun
anggaran berakhir dapat langsung
memutuskan
kontrak
secara
sepihak dengan mengesampingkan
pasal 1266 Kitab Undang-Undang
Hukum Perdata.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

172

40. Peninggala

Semua Bahan, Perlengkapan, Peralatan,


Hasil Pekerjaan Sementara yang masih
berada di lokasi kerja setelah pemutusan
Kontrak akibat kelalaian atau kesalahan
penyedia, dapat dimanfaatkan sepenuhnya
oleh PPK tanpa kewajiban
perawatan/pemeliharaan. Pengambilan
kembali semua peninggalan tersebut oleh
penyedia hanya dapat dilakukan setelah
mempertimbangkan kepentingan PPK.

C. HAK DAN KEWAJIBAN KEWAJIBAN PENYEDIA


41. Hak dan

Kewajiban
Penyedia

a. menerima
pembayaran
untuk
pelaksanaan
pekerjaan
sesuai
dengan
b. berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam
bentuk sarana dan prasarana dari PPK
untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan
sesuai ketentuan kontrak;
c. melaporkan
pelaksanaan
pekerjaan
secara periodik kepada PPK;
d. melaksanakan
dan
menyelesaikan
pekerjaan
sesuai
dengan
jadwal
pelaksanaan
pekerjaan
yang
telah
ditetapkan dalam kontrak;
e. melaksanakan
dan
menyelesaikan
pekerjaan secara
cermat, akurat dan penuh tanggung
jawab dengan menyediakan tenaga kerja,
bahan-bahan, peralatan, angkutan ke
atau dari lapangan, dan segala pekerjaan
permanen maupun sementara yang
diperlukan untuk pelaksanaan,
penyelesaian dan perbaikan pekerjaan
yang dirinci dalam kontrak;
f. memberikan keterangan-keterangan yang
diperlukan
untuk
pemeriksaan
pelaksanaan yang dilakukan PPK;
g. menyerahkan hasil pekerjaan sesuai
dengan jadwal penyerahan pekerjaan
yang telah ditetapkan dalam kontrak; dan
h. mengambil langkah-langkah yang cukup
memadai untuk melindungi lingkungan
tempat kerja dan membatasi perusakan

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

173

dan
gangguan
kepada
masyarakat
maupun
miliknya
akibat
kegiatan
penyedia.
42. Penggunaa

n
DokumenDokumen
Kontrak
dan
Informasi
43. Hak

Kekayaan
Intelektual
44. Penanggung
an dan
Resiko

Penyedia tidak diperkenankan menggunakan


dan menginformasikan dokumen kontrak
atau dokumen lainnya yang berhubungan
dengan kontrak untuk kepentingan pihak
lain, misalnya spesifikasi teknis dan/atau
gambar-gambar, kecuali dengan ijin tertulis
dari PPK.
Penyedia berkewajiban untuk melindungi
Pejabat Pembuat Komitmen dari segala
tuntutan atau klaim dari pihak ketiga atas
pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual.
44.1 Penyedia
berkewajiban
untuk
melindungi,
membebaskan,
dan
menanggung tanpa batas PPK beserta
instansinya terhadap semua bentuk
tuntutan, tanggung jawab, kewajiban,
kehilangan, kerugian, denda, gugatan
atau
tuntutan
hukum,
proses
pemeriksaan hukum, dan biaya yang
dikenakan
terhadap
PPK
beserta
instansinya (kecuali kerugian yang
mendasari
tuntutan
tersebut
disebabkan kesalahan atau kelalaian
berat PPK) sehubungan dengan klaim
yang timbul dari hal-hal berikut
terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja
sampai
dengan
tanggal
penandatanganan
berita
acara
penyerahan akhir:
a. kehilangan atau kerusakan peralatan
dan harta benda Penyedia,
SubPenyedia (jika ada), dan Personil;
b. cidera tubuh, sakit atau kematian
Personil;
c. kehilangan atau kerusakan harta
benda, dan cidera tubuh, sakit atau
kematian pihak ketiga.
44.2 Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

174

sampai
dengan
tanggal
penandatanganan
berita
acara
penyerahan
awal,
semua
risiko
kehilangan
atau
kerusakan
Hasil
Pekerjaan ini, Bahan dan Perlengkapan
merupakan risiko penyedia, kecuali
kerugian atau kerusakan tersebut
diakibatkan
oleh
kesalahan
atau
kelalaian PPK.
44.3 Pertanggungan asuransi yang dimiliki
oleh
penyedia
tidak
membatasi
kewajiban penanggungan dalam syarat
ini.
44.4 Kehilangan atau kerusakan terhadap
Hasil Pekerjaan atau Bahan yang
menyatu
dengan
Hasil
Pekerjaan
selama Tanggal Mulai Kerja dan batas
akhir Masa Pemeliharaan harus diganti
atau diperbaiki oleh penyedia atas
tanggungannya sendiri jika kehilangan
atau kerusakan tersebut terjadi akibat
tindakan atau kelalaian penyedia.
45. Perlindunga
n Tenaga
Kerja

45.1 Penyedia
dan
Subpenyedia
berkewajiban atas biaya sendiri untuk
mengikutsertakan Personilnya pada
program Jaminan Sosial Tenaga Kerja
(Jamsostek) sebagaimana diatur dalam
peraturan perundang-undangan.
45.2 Penyedia berkewajiban untuk mematuhi
dan memerintahkan Personilnya untuk
mematuhi peraturan keselamatan kerja.
Pada waktu pelaksanaan pekerjaan,
penyedia beserta Personilnya dianggap
telah
membaca
dan
memahami
peraturan keselamatan kerja tersebut.
45.3 Penyedia berkewajiban atas biaya
sendiri untuk menyediakan kepada
setiap Personilnya (termasuk Personil
Subpenyedia, jika ada) perlengkapan
keselamatan kerja yang sesuai dan

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

175

memadai.
45.4 Tanpa mengurangi kewajiban penyedia
untuk
melaporkan
kecelakaan
berdasarkan hukum yang berlaku,
penyedia akan melaporkan kepada PPK
mengenai setiap kecelakaan yang
timbul
sehubungan
dengan
pelaksanaan Kontrak ini dalam waktu
24 (dua puluh empat) jam setelah
kejadian.
46. Pemeliharaa
n
Lingkungan

Penyedia berkewajiban untuk mengambil


langkah- langkah yang memadai untuk
melindungi lingkungan baik di dalam
maupun di luar tempat kerja dan membatasi
gangguan lingkungan terhadap pihak ketiga
dan harta bendanya sehubungan dengan
pelaksanaan Kontrak ini.

47. Asuransi

47.1 Penyedia wajib menyediakan asuransi


sejak SPMK sampai dengan tanggal
selesainya pemeliharaan untuk:
a. semua barang dan peralatan yang
mempunyai risiko tinggi terjadinya
kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan,
serta pekerja untuk pelaksanaan
pekerjaan, atas segala risiko
terhadap kecelakaan, kerusakan,
kehilangan, serta risiko lain yang
tidak dapat diduga;
b. pihak ketiga sebagai akibat
kecelakaan di tempat kerjanya; dan
c. perlindungan terhadap kegagalan
bangunan.
47.2 Besarnya
asuransi
sudah
diperhitungkan dalam penawaran dan
termasuk dalam nilai kontrak ini.

48. Tindakan
Penyedia
yang
Mensyaratk
an
Persetujuan

48.1 Penyedia
berkewajiban
untuk
mendapatkan lebih dahulu persetujuan
tertulis
PPK
sebelum
melakukan
a.mensubkontrakkan
sebagian
pekerjaan dalam Lampiran A SSKK;
b.menunjuk
Personil
Inti
yang

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

176

PPK atau
Pengawas
Pekerjaan

namanya tidak tercantum dalam


Lampiran A SSKK;
c. mengubah
atau
memutakhirkan
program mutu;
d.tindakan lain yang diatur dalam
SSKK.
48.2 Penyedia
berkewajiban
untuk
mendapatkan lebih dahulu persetujuan
tertulis Pengawas Pekerjaan sebelum
melakukan tindakan-tindakan berikut:
a.menggunakan
spesifikasi
dan
gambar dalam Pasal 23 SSUK;
b.mengubah syarat dan ketentuan
polis asuransi;
c. mengubah Personil Inti dan/atau
Peralatan;
d.tindakan lain yang diatur dalam
SSKK.

49. Laporan
Hasil
Pekerjaan

49.1 Pemeriksaan
pekerjaan
dilakukan
selama pelaksanaan kontrak untuk
menetapkan volume pekerjaan atau
kegiatan yang telah dilaksanakan guna
pembayaran hasil pekerjaan. Hasil
pemeriksaan
pekerjaan
dituangkan
dalam
laporan
kemajuan
hasil
pekerjaan.
49.2 Untuk kepentingan pengendalian dan
pengawasan pelaksanaan pekerjaan,
seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di
lokasi pekerjaan dicatat dalam buku
harian sebagai bahan laporan harian
pekerjaan yang berisi rencana dan
realisasi pekerjaan harian.
49.3 Laporan harian berisi:
a. jenis dan kuantitas bahan yang
berada di lokasi pekerjaan;
b. penempatan tenaga kerja untuk tiap
macam tugasnya;
c. jenis, jumlah dan kondisi peralatan;
d. jenis dan kuantitas pekerjaan yang
dilaksanakan;
e. keadaan cuaca termasuk hujan,
Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
ULP Pemerintah Provinsi Bali

177

banjir dan peristiwa alam lainnya


yang
berpengaruh
terhadap
kelancaran pekerjaan; dan
f. catatan-catatan
lain
yang
berkenaan dengan pelaksanaan.
49.4 Laporan harian dibuat oleh penyedia,
apabila
diperlukan
diperiksa
oleh
konsultan, dan disetujui oleh wakil PPK.
49.5 Laporan
mingguan
terdiri
dari
rangkuman laporan harian dan berisi
hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam
periode satu minggu, serta hal-hal
penting yang perlu ditonjolkan.
49.6 Laporan bulanan terdiri dari rangkuman
laporan mingguan dan berisi hasil
kemajuan fisik pekerjaan dalam periode
satu bulan, serta hal-hal penting yang
perlu ditonjolkan.
49.7 Untuk merekam kegiatan pelaksanaan
pekerjaan konstruksi, PPK dan penyedia
membuat foto-foto dokumentasi dan
video pelaksanaan pekerjaan di lokasi
pekerjaan sesuai kebutuhan.
50. Kepemilika

n Dokumen

Semua rancangan, gambar, spesifikasi,


desain, laporan, dan dokumen-dokumen lain
serta piranti lunak yang dipersiapkan oleh
penyedia berdasarkan Kontrak ini
sepenuhnya merupakan hak milik PPK.
Penyedia paling lambat pada waktu
pemutusan atau akhir Masa Kontrak
berkewajiban untuk menyerahkan semua
dokumen dan piranti lunak tersebut beserta
daftar rinciannya kepada PPK. Penyedia
dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan tiap
dokumen dan piranti lunak tersebut.
Pembatasan (jika ada) mengenai
penggunaan dokumen dan piranti lunak
tersebut di atas di kemudian hari diatur
dalam SSKK.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

178

51. Kerjasama

Antara
Penyedia
dan Sub
Penyedia

51.1 Penyedia yang mempunyai harga


Kontrak di atas Rp25.000.000.000,00
(dua puluh lima miliar rupiah) wajib
bekerja sama dengan penyedia Usaha
Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi
kecil, yaitu dengan mensubkontrakkan
sebagian
pekerjaan
yang
bukan
pekerjaan utama.
51.2 Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan
tersebut harus diatur dalam Kontrak
dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK.
51.3 Penyedia tetap bertanggung jawab atas
bagian pekerjaan yang disubkontrakkan
tersebut.
51.4 Ketentuan-ketentuan dalam subkontrak
harus mengacu kepada Kontrak serta
menganut prinsip kesetaraan.

52. Usaha

Mikro,
Usaha Kecil
dan
Koperasi
Kecil

52.1 Apabila penyedia yang ditunjuk adalah


penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan
koperasi kecil, maka dalam kontrak
dimuat ketentuan bahwa pekerjaan
tersebut harus dilaksanakan sendiri
oleh penyedia yang ditunjuk dan
dilarang
diserahkan
atau
disubkontrakkan kepada pihak lain.
52.2 Apabila penyedia yang terpilih adalah
penyedia bukan Usaha Mikro, Usaha
Kecil dan koperasi kecil, maka dalam
kontrak dimuat:
a. penyedia
wajib
bekerja
sama
dengan penyedia Usaha Mikro,
Usaha Kecil dan koperasi kecil,
antara
lain
dengan
mensubkontrakkan
sebagian
pekerjaannya;
b. dalam melaksanakan kewajiban di
atas
penyedia
terpilih
tetap
bertanggungjawab
penuh
atas
keseluruhan pekerjaan tersebut;

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

179

c. bentuk kerjasama tersebut hanya


untuk sebagian pekerjaan yang
bukan pekerjaan utama; dan
d. membuat
laporan
periodik
mengenai pelaksanaan ketetapan di
atas.
52.3 Apabila ketentuan tersebut di atas
dilanggar, maka penyedia dikenakan
sanksi yang diatur dalam SSKK.
53. Penyedia

Penyedia berkewajiban untuk bekerjasama


dan menggunakan lokasi kerja termasuk
jalan akses bersama-sama dengan penyedia
yang lain (jika ada) dan pihak-pihak lainnya
yang berkepentingan atas lokasi kerja. Jika
dipandang perlu, PPK dapat memberikan
jadwal kerja penyedia yang lain di lokasi
kerja.

Lain

54. Keselamata

n dan
Kesehatan
Kerja

55. Pembayara

n Denda

Penyedia bertanggung jawab atas


keselamatan dan kesehatan semua pihak di
lokasi kerja.Penyedia setiap saat harus
mengambil langkah-langkah yang patut
diambil untuk menjaga keselamatan dan
kesehatan para personilnya. Penyedia harus
memastikan bahwa staf kesehatan, fasilitas
pertolongan pertama pada kecelakaan, dan
layanan ambulance dapat disediakan setiap
saat di lapangan bagi personil penyedia
termasuk subpenyedia maupun personil PPK
dan telah dibuat perencanaan yang sesuai
dengan semua persyaratan kesehatan dan
kebersihan untuk mencegah timbulnya
wabah penyakit. Penyedia harus menunjuk
petugas keselamatan kerja yang
bertanggung jawab untuk menjaga
keselamatan dan mencegah terjadinya
kecelakaan. Petugas yang bersangkutan
harus memenuhi aturan dan persyaratan K3.
Penyedia berkewajiban untuk membayar
sanksi finansial berupa Denda sebagai
akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap
kewajiban-kewajiban penyedia dalam

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

180

Kontrak ini. PPK mengenakan Denda dengan


memotong angsuran pembayaran prestasi
pekerjaan penyedia. Pembayaran Denda
tidak mengurangi tanggung jawab
kontraktual penyedia.
56. Jaminan

56.1 Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada


PPK selambat-lambatnya 14 (empat
belas) hari kerja setelah diterbitkannya
Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa
(SPPBJ)
sebelum
dilakukan
penandatanganan
kontrak
dengan
besar:
a.5% (lima perseratus) dari nilai
kontrak; atau
b.5% (lima perseratus) dari nilai total
Harga Perkiraan Sendiri (HPS) bagi
penawaran yang lebih kecil dari
80% (delapan puluh perseratus)
HPS.
56.2 Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan
sekurang-kurangnya
sejak
tanggal
penanda-tanganan
kontrak
sampai
dengan
serah
terima
pertama
pekerjaan (Provisional Hand Over/PHO).
56.3 Jaminan
Pelaksanaan
dikembalikan
setelah pekerjaan dinyatakan selesai
100% (seratus perseratus) dan diganti
dengan Jaminan Pemeliharaan atau
dengan menahan uang retensi sebesar
5% (lima perseratus) dari nilai kontrak;
56.4 Jaminan Uang Muka diberikan kepada
PPK dalam rangka pengambilan uang
muka dengan nilai 100% (seratus
perseratus) dari besarnya uang muka;
56.5 Nilai Jaminan Uang Muka dapat
dikurangi secara proporsional sesuai
dengan pencapaian prestasi pekerjaan;
56.6 Masa berlakunya Jaminan Uang Muka
sekurang-kurangnya
sejak
tanggal

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

181

persetujuan pemberian uang muka


sampai dengan tanggal penyerahan
pertama pekerjaan (PHO).
56.7 Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada
PPK setelah pekerjaan dinyatakan
selesai 100% (seratus perseratus).
56.8 Pengembalian Jaminan Pemeliharan
dilakukan paling lambat 14 (empat
belas)
hari
kerja
setelah
masa
pemeliharaan selesai dan pekerjaan
diterima dengan baik sesuai dengan
ketentuan kontrak;
56.9 Masa berlakunya Jaminan Pemeliharaan
sekurang-kurangnya
sejak
tanggal
serah terima pertama pekerjaan (PHO)
sampai dengan tanggal penyerahan
akhir pekerjaan (Final Hand Over/FHO);
D. HAK DAN KEWAJIBAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

182

57. Hak dan

PPK mempunyai Hak dan kewajiban :


a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan
yang dilaksanakan oleh penyedia;
b. meminta laporan-laporan secara periodik
mengenai pelaksanaan pekerjaan yang
dilakukan oleh penyedia;
c. membayar pekerjaan sesuai dengan
harga yang tercantum dalam kontrak
yang telah ditetapkan kepada penyedia;
d. mengenakan
denda
keterlambatan
(apabila ada);
e. membayar
uang
muka
(apabila
diberikan);
f. memberikan instruksi sesuai jadwal;
g. membayar ganti rugi, melindungi dan
membela
h. Penyedia terhadap tuntuan hukum,
tuntutan lainnya dan tanggungan yang
timbul karena kesalahan, kecerobohan
dan pelanggaran kontrakyang dilakukan
PPK; dan
i. mengusulkan penetapan sanksi Daftar
Hitamkepada PA/KPA (apabila ada).

Kewajiban
PPK

58. Fasilitas

PPK dapat memberikan fasilitas berupa


sarana dan prasarana atau kemudahan
lainnya untuk kelancaran pelaksanaan
pengadaan sebagaimana yang tercantum
dalam SSKK.

59. Peristiwa

59.1 Peristiwa kompensasidapat diberikan


kepada penyedia dalam hal sebagai
berikut:
a. PPK mengubah jadwal yang dapat
mempengaruhi
pelaksanaan
pekerjaan;
b. keterlambatan pembayaran kepada
penyedia;
c. PPK tidak memberikan gambargambar,
spesifikasi
dan/atau
instruksi
sesuai
jadwal
yang
dibutuhkan;
d. PPK menginstruksikan kepada pihak
penyedia
untuk
melakukan
pengujian tambahan yang setelah

Kompensas
i

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

183

dilaksanakan pengujian ternyata


tidak
ditemukan
kerusakan/kegagalan/penyimpanga
n;
e. PPK memerintahkan penundaaan
pelaksanaan pekerjaan;
f. ketentuan lain dalam SSKK.
59.2 Jika
Peristiwa
Kompensasi
mengakibatkan
pengeluaran
tambahan dan/atau keterlambatan
penyelesaian pekerjaan maka PPK
berkewajiban untuk membayar ganti
rugi
dan/atau
memberikan
perpanjangan
waktu
penyelesaian
pekerjaan.
59.3 Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika
berdasarkan data penunjang dan
perhitungan
kompensasi
yang
diajukan oleh penyedia kepada PPK,
dapat dibuktikan kerugian nyata
akibat Kompensasi.
59.4 Jika terjadi Peristiwa Kompensasi
sehingga penyelesaian pekerjaan akan
melampaui
Tanggal
Penyelesaian
maka penyedia berhak untuk meminta
perpanjangan Tanggal Penyelesaian
berdasarkan
data
penunjang.
Perpanjangan Tanggal Penyelesaian
harus dilakukan melalui adendum
Kontrak jika perpanjangan tersebut
mengubah Masa Kontrak.
59.5 Penyedia tidak berhak atas ganti rugi
dan/
atau
perpanjangan
waktu
penyelesaian pekerjaan jika penyedia
gagal atau lalai untuk memberikan
peringatan dini dalam mengantisipasi
atau mengatasi dampak Kompensasi.
E. PERSONIL DAN/ATAU PERALATAN PENYEDIA

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

184

60. Personil

Inti
dan/atau
Peralatan

60.1 Personil inti dan/atau peralatan yang


ditempatkan harus sesuai dengan
yang tercantum dalam Dokumen
Penawaran.
60.2 Penggantian personil inti dan/atau
peralatan
tidak
boleh
dilakukan
kecuali atas persetujuan tertulis PPK.
60.3 Penggantian personil inti dilakukan
oleh penyedia dengan mengajukan
permohonan terlebih dahulu kepada
PPK dengan melampirkan riwayat
hidup/pengalaman kerja personil inti
yang
diusulkan
beserta
alasan
penggantian.
60.4 PPK dapat menilai dan menyetujui
penempatan/penggantian personil inti
dan/atau peralatan menurut kualifikasi
yang dibutuhkan.
60.5 Jika PPK menilai bahwa personil inti:
a. tidak mampu atau tidak dapat
melakukan pekerjaan dengan baik;
b. berkelakuan tidak baik; atau
c. mengabaikan
pekerjaan
yang
menjadi tugasnya;
maka penyedia berkewajiban untuk
menyediakan pengganti dan menjamin
personil inti tersebut meninggalkan
lokasi kerja dalam waktu 7 (tujuh) hari
sejak diminta oleh PPK.
60.6 Jika penggantian personil inti dan/atau
peralatan perlu dilakukan, maka
penyedia
berkewajiban
untuk
menyediakan
pengganti
dengan
kualifikasi yang setara atau lebih baik
dari personil inti dan/atau peralatan
yang
digantikan
tanpa
biaya
tambahan apapun.
60.7 Personil
inti
berkewajiban
untuk
menjaga kerahasiaan pekerjaannya.
Jika diperlukan oleh PPK, Personil inti

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

185

dapat
sewaktu-waktu
disyaratkan
untuk menjaga kerahasiaan pekerjaan
di bawah sumpah.
F. PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA
61. Harga

61.1 PPK membayar kepada penyedia atas


pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak
sebesar harga kontrak;

Kontrak

61.2 Harga kontrak telah memperhitungkan


keuntungan, beban pajak dan biaya
overhead
termasuk
penyelenggaraan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) dan semua
pajak, bea, retribusi, dan pungutan
lain serta biaya asuransi yang harus
dibayar
oleh
penyedia
untuk
pelaksanaan
paket
pekerjaan
konstruksi
61.3 Rincian harga kontrak sesuai dengan
rincian yang tercantum dalam daftar
kuantitas dan harga (untuk kontrak
harga satuan atau Kontrak Gabungan
Lump Sum dan Harga Satuan).]
62. Pembayara

62.1 Uang muka


a.Uang
muka
dibayar
untuk
membiayai mobilisasi peralatan,
personil, pembayaran uang tanda
jadi
kepada
pemasok
bahan/material dan persiapan teknis
lain;
b.besaran uang muka ditentukan
dalam SSKK dan dibayar setelah
penyedia menyerahkan Jaminan
Uang Muka senilai uang muka yang
diterima;
c. dalam hal PPK menyediakan uang
mukamaka
Penyedia
harus
mengajukan
permohonan
pengambilan uang muka secara
tertulis kepada PPK disertai dengan

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

186

rencana penggunaan uang muka


untuk
melaksanakan
pekerjaan
sesuai Kontrak;
d.PPK
harus
mengajukan
Surat
Permintaan
Pembayaran
(SPP)
kepada
Pejabat
Penandatangan
Surat Perintah Membayar (PPSPM)
untuk permohonan tersebut pada
hurufc, paling lambat 7 (tujuh) hari
kerja setelah Jaminan Uang Muka
diterima;
e.Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh
bank
umum,
perusahaan
penjaminan,
atau
Perusahaan
Asuransi Umum yang memiliki izin
untuk menjual produk jaminan
(suretyship) ditetapkan oleh Menteri
Keuangan;
f. pengembalian uang muka harus
diperhitungkan
berangsur-angsur
secara proporsional pada setiap
pembayaran prestasi pekerjaan dan
paling lambat harus lunas pada saat
pekerjaan mencapai prestasi 100%
(seratus perseratus);
62.2 Prestasi pekerjaan
a.pembayaran prestasi hasil pekerjaan
yang disepakati dilakukan oleh PPK,
dengan ketentuan:
1) penyedia
telah
mengajukan
tagihan
disertai
laporan
kemajuan hasil pekerjaan;
2) pembayaran dilakukan dengan
sistem bulanan, sistem termin
atau
pembayaran
secara
sekaligus,
sesuai
ketentuan
dalam SSKK;
3) pembayaran dilakukan senilai
pekerjaan yang telah terpasang,
tidak termasuk bahan/material
dan peralatan yang ada di lokasi
pekerjaan;
4) pembayaran
harus
dipotong
angsuran uang muka, denda

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

187

(apabila ada), pajak dan uang


retensi; dan
5) untuk kontrak yang mempunyai
subkontrak,
permintaan
pembayaran harus dilengkapi
bukti
pembayaran
kepada
seluruh sub penyedia sesuai
dengan prestasi pekerjaan.
b.pembayaran
terakhir
hanya
dilakukan setelah pekerjaan selesai
100% (seratus perseratus) dan
Berita Acara penyerahan pertama
pekerjaan diterbitkan;
c. PPK dalam kurun waktu 7 (tujuh)
hari
kerja
setelah
pengajuan
permintaan
pembayaran
dari
penyedia harus sudah mengajukan
Surat
Permintaan
Pembayaran
(SPP)
kepada
Pejabat
Penandatangan
Surat
Perintah
Membayar (PPSPM).
d.bila terdapat ketidaksesuaian dalam
perhitungan angsuran, tidak akan
menjadi alasan untuk menunda
pembayaran. PPK dapat meminta
penyedia
untuk
menyampaikan
perhitungan
prestasi sementara
dengan mengesampingkan hal-hal
yang sedang menjadi perselisihan
dan besarnya tagihan yang dapat
disetujui untuk dibayar setinggitingginya sesuai ketentuan dalam
SSKK.
62.3 Denda dan ganti rugi
a.denda merupakan sanksi finansial
yang dikenakan kepada penyedia
karena
terjadinya
cidera
janji/wanprestasi;
b.ganti
rugi
merupakan
sanksi
finansial yang dikenakan kepada
PPK
karena
terjadinya
cidera
janji/wanprestasi;
c. besarnya denda yang dikenakan
kepada
penyedia
atas

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

188

keterlambatan
penyelesaian
pekerjaan
untuk
setiap
hari
keterlambatan adalah:
1)
1/1000
(satu
perseribu)
dariharga bagian Kontrak yang
tercantum dalam Kontrak dan
belum dikerjakan, apabila bagian
pekerjaan
dimaksud
sudah
dilaksanakan
dan
dapat
berfungsi; atau
2)
1/1000 (satu perseribu) dari
harga kontrak, apabila bagian
pekerjaan
yang
sudah
dilaksanakan belum berfungsi.
sesuai yang ditetapkan dalam SSKK;
d.besarnya ganti rugi yang dibayar
oleh
PPK
atas
keterlambatan
pembayaran adalah sebesar bunga
dari nilai tagihan yang terlambat
dibayar, berdasarkan tingkat suku
bunga yang berlaku pada saat itu
menurut ketetapan Bank Indonesia,
atau dapat diberikan kompensasi;
e.tata
cara
pembayaran
denda
dan/atau ganti rugi diatur dalam
SSKK;
f. ganti rugi dan kompensasi kepada
peserta dituangkan dalam adendum
kontrak;
g.pembayaran
ganti
rugi
dan
kompensasi dilakukan oleh PPK,
apabila penyedia telah mengajukan
tagihan disertai perhitungan dan
data-data.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

189

63. Hari Kerja

63.1 Semua pekerja dibayar selama hari


kerja dan datanya disimpan oleh
penyedia.
Daftar
pembayaran
ditandatangani oleh masing-masing
pekerja dan dapat diperiksa oleh PPK.
63.2 Penyedia harus membayar upah hari
kerja kepada tenaga kerjanya setelah
formulir upah ditandatangani.
63.3 Jam kerja dan waktu cuti untuk pekerja
harus dilampirkan.

64. Perhitunga

n Akhir

64.1 Pembayaran
angsuran
prestasi
pekerjaan
terakhir
dilakukan
berdasarkan setelah pekerjaan selesai
100% (seratus persen) dan berita
acara
penyerahan
awal
telah
ditandatangani oleh kedua belah
Pihak.
64.2 Sebelum
pembayaran
terakhir
dilakukan,
penyedia
berkewajiban
untuk menyerahkan kepada Pengawas
Pekerjaan rincian perhitungan nilai
tagihan terakhir yang jatuh tempo.
PPK berdasarkan hasil penelitian
tagihan oleh Pengawas Pekerjaan
berkewajiban untuk menerbitkan SPP
untuk pembayaran tagihan angsuran
terakhir selambat-lambatnya 7 (tujuh)
hari kerja terhitung sejak tagihan dan
kelengkapan
dokumen
penunjang
diterima oleh Pengawas Pekerjaan.

65. Penangguh

an

65.1 PPK
dapat
menangguhkan
pembayaran setiap angsuran prestasi
pekerjaan penyedia jika penyedia
gagal atau lalai memenuhi kewajiban
kontraktualnya.
65.2 PPK secara tertulis memberitahukan
kepada
penyedia
tentang
penangguhan
hak
pembayaran

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

190

disertai alasan-alasan yang jelas


mengenai
penangguhan
tersebut.
Penyedia diberi kesempatan untuk
memperbaiki dalam jangka waktu
tertentu.
65.3 Pembayaran yang ditangguhkan harus
disesuaikan
dengan
proporsi
kegagalan atau kelalaian penyedia.
65.4 Jika dipandang perlu oleh PPK,
penangguhan
pembayaran
akibat
keterlambatan penyerahan pekerjaan
dapat dilakukan bersamaan dengan
pengenaan denda kepada penyedia.
G. PENGAWASAN MUTU
66. Pengawasa

n dan
Pemeriksaa
n

67. Penilaian

Pekerjaan
Sementara
oleh PPK

PPK berwenang melakukan pengawasan dan


pemeriksaan terhadap pelaksanaan
pekerjaan yang dilaksanakan oleh
penyedia.Apabila diperlukan, PPK dapat
memerintahkan kepada pihak ketiga untuk
melakukan pengawasan dan pemeriksaan
atas semua pelaksanaan pekerjaan yang
dilaksanakan oleh penyedia.
67.1 PPK
dalam
masa
pelaksanaan
pekerjaan dapat melakukan penilaian
sementara atas hasil pekerjaan yang
dilakukan oleh penyedia.
67.2 Penilaian
atas
hasil
pekerjaan
dilakukan
terhadap
mutu
dan
kemajuan fisik pekerjaan.

68. Cacat Mutu

PPK atau Pengawas Pekerjaan akan


memeriksa setiap Hasil Pekerjaan dan
memberitahukan penyedia secara tertulis
atas setiap Cacat Mutu yang ditemukan. PPK
atau Pengawas Pekerjaan dapat
memerintahkan penyedia untuk menemukan
dan mengungkapkan Cacat Mutu, serta
menguji Hasil Pekerjaan yang dianggap oleh
PPK atau Pengawas Pekerjaan mengandung

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

191

Cacat Mutu. Penyedia bertanggung jawab


atas perbaikan Cacat Mutu selama Masa
Kontrak dan Masa Pemeliharaan.
69. Pengujian

Jika PPK atau Pengawas Pekerjaan


memerintahkan penyedia untuk melakukan
pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum
dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar, dan
hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat
Mutu maka penyedia berkewajiban untuk
menanggung biaya pengujian tersebut. Jika
tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka
uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa
Kompensasi.

70. Perbaikan

70.1 PPK atau Pengawas Pekerjaan akan


menyampaikan pemberitahuan Cacat
Mutu kepada penyedia segera setelah
ditemukan Cacat Mutu tersebut.

Cacat Mutu

70.2 Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu


tersebut,
penyedia
berkewajiban
untuk memperbaiki Cacat Mutu dalam
jangka waktu yang ditetapkan dalam
pemberitahuan.
70.3 Jika penyedia tidak memperbaiki Cacat
Mutu dalam jangka waktu yang
ditentukan maka PPK, berdasarkan
pertimbangan Pengawas Pekerjaan,
berhak untuk secara langsung atau
melalui pihak ketiga yang ditunjuk
oleh
PPK
melakukan
perbaikan
tersebut. Penyedia segera setelah
menerima permintaan penggantian
biaya/klaim dari PPK secara tertulis
berkewajiban untuk mengganti biaya
perbaikan
tersebut.
PPK
dapat
memperoleh
penggantian
biaya
dengan memotong pembayaran atas
tagihan penyedia yang jatuh tempo
(jika ada) atau uang retensi atau
pencairan Surat Jaminan Pemeliharaan
atau jika tidak ada maka biaya
penggantian
akan
diperhitungkan

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

192

sebagai utang penyedia kepada PPK


yang telah jatuh tempo.
70.4 PPK
dapat
mengenakan
Denda
Keterlambatan
untuk
setiap
keterlambatan perbaikan Cacat Mutu,
dan
memasukkan
penyediadalam
daftar hitam.
71. Kegagalan

Konstruksi
dan
Kegagalan
Bangunan

71.1 Apabila terjadi kegagalan konstruksi


pada pelaksanaan pekerjaan, maka
PPK dan/atau penyedia bertanggung
jawab atas kegagalan konstruksi
sesuai dengan kesalahan masingmasing.
71.2 Apabila terjadi kegagalan bangunan
maka PPK dan/atau penyedia terhitung
sejak tanggal penandatanganan berita
acara penyerahan akhir bertanggung
jawab atas kegagalan bangunan
sesuai dengan kesalahan masingmasing selama umur konstruksi yang
tercantum dalam SSKK tetapi tidak
lebih dari 10 (sepuluh) tahun.
71.3 Penyedia
berkewajiban
untuk
melindungi,
membebaskan,
dan
menanggung tanpa batas PPK beserta
instansinya terhadap semua bentuk
tuntutan, tanggung jawab, kewajiban,
kehilangan, kerugian, denda, gugatan
atau
tuntutan
hukum,
proses
pemeriksaan hukum, dan biaya yang
dikenakan terhadap PPK beserta
instansinya (kecuali kerugian yang
mendasari
tuntutan
tersebut
disebabkan kesalahan atau kelalaian
PPK)
sehubungan
dengan
klaim
kehilangan atau kerusakan harta
benda, dan cidera tubuh, sakit atau
kematian pihak ketiga yang timbul
dari kegagalan konstruksi dan/atau
kegagalan bangunan.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

193

71.4 Pertanggungan asuransi yang dimiliki


oleh
penyedia
tidak
membatasi
kewajiban penanggungan penyedia
dalam Pasal ini.
71.5 PPK maupun Penyedia berkewajiban
untuk menyimpan dan memelihara
semua dokumen yang digunakan dan
terkait dengan pelaksanaan ini selama
umur konstruksi yang tercantum
dalam SSKK tetapi tidak lebih dari 10
(sepuluh) tahun.
H. PENYELESAIAN PERSELISIHAN
72. Penyelesai

an
Perselisiha
n

72.1 Para
Pihak
berkewajiban
untuk
berupaya
sungguh-sungguh
menyelesaikan secara damai semua
perselisihan yang timbul dari atau
berhubungan dengan Kontrak ini atau
interpretasinya selama atau setelah
pelaksanaan pekerjaan ini.
72.2 Penyelesaian
perselisihan
atau
sengketa antara para pihak dalam
Kontrak dapat dilakukan melalui
musyawarah,
arbitrase,
mediasi,
konsiliasi atau pengadilan sesuai
dengan
ketentuan
peraturan
perundang-undangan.
Penyelesaian
perselisihan atau sengketa yang dipilih
ditetapkan dalam SSKK.

73. Itikad Baik

73.1 Para pihak bertindak berdasarkan asas


saling percaya yang disesuaikan
dengan hak-hak yang terdapat dalam
kontrak.
73.2 Para pihak setuju untuk melaksanakan
perjanjian
dengan
jujur
tanpa
menonjolkan kepentingan masingmasing pihak. Apabila selama kontrak,
salah satu pihak merasa dirugikan,
maka diupayakan tindakan yang
terbaik untuk mengatasi keadaan

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

194

tersebut.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

195

BAB XI. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)


A. Koresponden
si

Alamat Para Pihak sebagai berikut:


Satuan Kerja PPK : Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi Provinsi
Bali
Nama:

Alamat:
Telepon
Website:
Email:
Faksimili:
Penyedia:
Nama:
Alamat:
Email:
Faksimili:
B. Wakil Sah
Para Pihak

I
GUSTI
AGUNG
NGURAH
SUDARSANA, SH, MH, selaku
Pengguna Anggaran/ Pengguna
Barang Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi Prov. Bali
Jalan Raya Puputan No. 14
Renon Denpasar
(0361) 223963
__________
__________
__________
__________
__________
__________
__________
__________

Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut:


Untuk PA/KPA/PPK:
Pihak Pertama
Untuk Penyedia: Pihak Kedua
Pengawas

Pekerjaan ____________ sebagai


wakil sah PPK (Apabila ada)

Direksi Lapangan : ________________sebagai


wakil sah PPK (apabila ada)
[Direksi lapangan adalah tim pendukung
yang dibentuk/ditetapkan oleh PPK, terdiri
dari
1 (satu) orang atau lebih untuk
mengendalikan pelaksanaan pekerjaan.]

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

196

Direksi Teknis
:
________________(apabila ada)
[Direksi teknis adalah tim pendukung yang
ditunjuk/ditetapkan
oleh
PPK
untuk
mengawasi pelaksanaan pekerjaan]
C. Tanggal
Berlaku
Kontrak

Kontrak mulai berlaku terhitung sejak:


tanggal ditandatanganinya kontrak hingga
masa pemeliharaan berakhir (FHO)

D. Jenis Kontrak

1. Kontrak berdasarkan cara pembayaran:


Kontrak Harga Satuan
2. Kontrak berdasarkan pembebanan Tahun
Anggaran: Kontrak tahun tunggal
3. Kontrak
pendanaan:
Tunggal

berdasarkan
sumber
Kontrak
Pengadaan

4. Kontrak berdasarkan jenis pekerjaan:


Kontrak
Pengadaan
Pekerjaan
Tunggal
E. Jadwal
Pelaksanaan
Pekerjaan

Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan


selama : 180 (Seratus delapan puluh) hari
kalender

F. Masa
Pemeliharaa
n

Masa Pemeliharaan berlaku selama:


(seratus delapan puluh) hari kalender

G. Umur
Konstruksi

Bangunan Hasil Pekerjaan memiliki umur


konstruksi: 20 (dua puluh) tahun sejak
tanggal penanda-tanganan Berita Acara
penyerahan akhir.

H. Pedoman
Pengoperasi
an dan
Perawatan

Gambar As built dan/atau pedoman


pengoperasian
dan
perawatan
harus
diserahkan selambat-lambatnya: 30 (tiga
puluh)
hari
kalender
setelah
tanggal
penandatanganan Berita Acara penyerahan
awal.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

180

197

I. Pembayaran
Tagihan

Batas akhir waktu yang disepakati untuk


penerbitan SPP oleh PPK untuk pembayaran
tagihan angsuran adalah 14 (empat belas)
hari kalender terhitung sejak tagihan dan
kelengkapan dokumen penunjang yang tidak
diperselisihkan diterima oleh PPK.

J. Pencairan
Jaminan

Jaminan dicairkan dan disetorkan pada Kas


Daerah

K. Tindakan
Penyedia
yang
Mensyaratk
an
Persetujuan
PPK atau
Pengawas
Pekerjaan

Tindakan
lain
oleh
Penyedia
yang
memerlukan persetujuan KPA adalah: .
a. Mensubkontrakkan sebagian pekerjaan
b. Perubahan personil inti/atau peralatan
c. Perubahan spesifikasi teknis
d. Memulai pekerjaan

Tindakan
lain
oleh
Penyedia
yang
memerlukan
persetujuan
Pengawas
Pekerjaan adalah:
a. Memulai item pekerjaan baru
b. Perubahan spesifikasi teknis
c. Mengubah syarat dan ketentuan polis
asuransi
d. Mengubah
personil inti dan/atau
peralatan
L. Kepemilikan
Dokumen

Penyedia
diperbolehkan
menggunakan
salinan dokumen dan piranti lunak yang
dihasilkan dari Pekerjaan Konstruksi ini
dengan pembatasan sebagai berikut :
Request, opname/hasil pengukuran, mutu
bahan/pekerjaan, laporan harian/mingguan
dan laporan bulanan time schedule, kontrak,
addendum kontrak, asbuilt drawing, foto
dokumentasi pekerjaan konstruksi

M.Fasilitas

KPA/PPK akan memberikan fasilitas berupa :


lokasi site di Jalan Raya Puputan No. 14
Renon Denpasar

N. Sumber

Kontrak Pengadaan Pekerjaan Konstruksi ini

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

198

Pembiayaan
O. Pembayaran
Uang Muka

dibiayai dari APBD


Anggaran 2016

Provinsi

Bali

Tahun

Pekerjaan Konstruksi ini dapat diberikan uang


muka (YA).
[jika YA]
Uang muka diberikan sebesar maksimal 20
% (dua puluh perseratus) dari Nilai Kontrak
Ketentuan pemberian uang muka:
1. Untuk Usaha Kecil uang muka
diberikan paling tinggi 30% (tiga
persen) dari Nilai Kontrak;
2. Untuk Usaha Non Kecil uang muka
diberikan paling tinggi 20% (dua
persen) dari Nilai Kontrak; atau
3. Untuk Kontrak Tahun Jamak uang
dapat diberikan:
a. 20% (dua puluh persen) dari Nilai
Kontrak tahun pertama; atau
b. 15% (lima belas persen) dari Nilai
Kontrak.

P. Pembayaran
Prestasi
Pekerjaan

Pembayaran prestasi pekerjaan


dengan cara: (Termin).

dapat
puluh
dapat
puluh
muka

dilakukan

Pembayaran berdasarkan cara tersebut di


atas dilakukan dengan ketentuan sebagai
berikut : dibayarkan berdasarkan sertifikat
bulanan sesuai dengan progres/prestasi
kemajuan pekerjaan yang telah dicapai di
lapangan.
Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk
mengajukan tagihan pembayaran prestasi
pekerjaan : back up data quantity dan
qualitas, laporan harian, mingguan dan
bulanan, foto dokumentasi.
Q. Penyesuaian
Harga

Untuk Penyesuaian Harga digunakan indeks


yang dikeluarkan oleh BPS

R. Peristiwa
Kompensasi

Ketentuan selain yang diatur dalam SSUK


mengenai pemberian peristiwa kompensasi

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

199

adalah: ________(apabila ada)


S. Denda

Untuk
pekerjaan
ini
besar
keterlambatan
untuk
setiap
keterlambatan
adalah
1/1000
perseribu) dari harga kontrak

denda
hari
(satu

T. Sanksi

Pelanggaran terhadap ketentuan Pengalihan


dan/atau
Subkontrak
dikenakan
sanksi
pencairan jaminan pelaksanaan, pemutusan
kontrak, dan pengenaan daftar hitam
(blacklist).

U. Penyelesaian
Perselisihan

Jika perselisihan Para Pihak mengenai


pelaksanaan Kontrak tidak dapat diselesaikan
secara damai maka Para Pihak menetapkan
lembaga penyelesaian perselisihan tersebut
di bawah sebagai Pemutus Sengketa:
[Pengadilan
Republik
Indonesia
yang
berkompeten/Badan
Arbitrase
Nasional
Indonesia (BANI)]
[Jika BANI yang dipilih sebagai Lembaga
Pemutus Sengketa maka cantumkan klausul
arbitrase berikut tepat di bawah pilihan yang
dibuat di atas:
Semua sengketa yang timbul dari Kontrak
ini, akan diselesaikan dan diputus oleh Badan
Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menurut
peraturan-peraturan
administrasi
dan
peraturan-peraturan prosedur arbitrase BANI,
yang keputusannya mengikat kedua belah
pihak yang bersengketa sebagai keputusan
tingkat pertama dan terakhir. Para Pihak
setuju bahwa jumlah arbitrator adalah 3
(tiga) orang. Masing-masing Pihak harus
menunjuk seorang arbitrator dan kedua
arbitrator yang ditunjuk oleh Para Pihak akan
memilih
arbitrator
ketiga
yang
akan
bertindak sebagai pimpinan arbitrator.]

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

200

Lampiran A Syarat-Syarat Khusus Kontrak


Personil Inti, Subpenyedia dan Peralatan
- Personil Inti yang ditugaskan: [cantumkan nama, uraian detil
tanggung jawab kerja, minimum kualifikasi, dan jumlah orang
bulan]
- Subpenyedia yang ditunjuk: [cantumkan nama Subpenyedia
(jika ada) berikut uraian personilnya seperti uraian personil
Penyedia di atas]
- Peralatan yang digunakan: [cantumkan jenis peralatan khusus
yang disyaratkan untuk pelaksanaan pekerjaan]

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

201

BAB XII. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR


Diuplod terpisah pada Aplikasi SPSE dan merupakan
bagian dari dokumen pengadaan ini.
Keterangan
Spesifikasi teknis disusun oleh panitia pengadaan berdasarkan
jenis pekerjaan akan dilelangkan, dengan ketentuan :
a. Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu. Tidak
menutup kemungkinan digunakannya produksi dalam
negeri;
b. Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar
nasional (SNI);
c. Metode pelaksanaan harus logis, realistik dan dapat
dilaksanakan;
d. Jadual waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metode
pelaksanaan;
e. Harus mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah
peralatan utama minimal yang diperlukan dalam
pelaksaaan pekerjaan;
f.
Harus
mencantumkan
syarat-syarat
bahan
yang
dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan;
g. Harus mencantumkan kriteria kinerja produk (output
performance) yang diinginkan;
h. harus mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara
pembayaran.
Specifikasi teknis selengkapnya terlampir.
Spsifikasi Umum dan Khusus terdapat di dalam lampiran yang
tidak terpisahkan dengan dokumen ini.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

202

BAB XIII. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA


Diuplod terpisah pada Aplikasi SPSE dan merupakan
bagian dari dokumen pengadaan ini.
Keterangan (Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak
Gabungan Harga Satuan dan Lump Sum)
1. Daftar Kuantitas dan Harga harus dibaca sesuai dengan
Instruksi Kepada Peserta (IKP), Syarat-Syarat Umum Kontrak
(SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK),
Spesifikasi Teknis dan Gambar.
2. Pembayaran terhadap prestasi pekerjaan dilakukan
berdasarkan kuantitas pekerjaan aktual yang dimintakan
dan dikerjakan sebagaimana diukur oleh Penyedia dan
diverifikasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta
dinilai sesuai dengan harga yang tercantum dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.
3. Harga dalam Daftar Kuantitas dan Harga telah mencakup
semua biaya pekerjaan, personil, pengawasan, bahanbahan, perawatan, asuransi, laba, pajak, bea, keuntungan,
overhead dan semua risiko, tanggung jawab, dan kewajiban
yang diatur dalam Kontrak.
4. Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran,
terlepas dari apakah kuantitas dicantumkan atau tidak. Jika
Penyedia lalai untuk mencantumkan harga untuk suatu
pekerjaan maka pekerjaan tersebut dianggap telah
termasuk dalam harga mata pembayaran lain dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.
5. Semua biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi ketentuan
Kontrak harus dianggap telah termasuk dalam setiap mata
pembayaran, dan jika mata pembayaran terkait tidak ada
maka biaya dimaksud harus dianggap telah termasuk
dalam harga mata pembayaran yang terkait.
6. Pokja ULP akan melakukan koreksi aritmatik atas kesalahan
penghitungan dengan ketentuan sebagai berikut:
(a) jika terdapat perbedaan antara penulisan nilai dalam
angka dan huruf pada Surat Penawaran maka yang

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

203

dicatat nilai dalam huruf; dan


(b) jika terjadi kesalahan hasil pengalian antara volume
dengan harga satuan pekerjaan maka dilakukan
pembetulan, dengan ketentuan volume pekerjaan
sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen
Pengadaan dan harga satuan tidak boleh diubah.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Pemerintah Provinsi Bali

204

Keterangan (Untuk Kontrak Lump Sum)


1. Daftar Kuantitas dan Harga harus dibaca sesuai dengan
Instruksi Kepada Peserta (IKP), Syarat-Syarat Umum Kontrak
(SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK), Spesifikasi
Teknis dan Gambar.
2. Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan terhadap pekerjaan
yang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam
SSUK dan SSKK.
3. Harga dalam Daftar Kuantitas dan Harga telah mencakup
semua biaya pekerjaan, personil, pengawasan, bahan-bahan,
perawatan, asuransi, laba, pajak, bea, keuntungan, overhead
dan semua risiko, tanggung jawab, dan kewajiban yang
diatur dalam Kontrak.
4. Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran,
terlepas dari apakah kuantitas dicantumkan atau tidak. Jika
Penyedia lalai untuk mencantumkan harga untuk suatu
pekerjaan maka pekerjaan tersebut dianggap telah termasuk
dalam harga mata pembayaran lain dalam Daftar Kuantitas
dan Harga.
5. Semua biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi ketentuan
Kontrak harus dianggap telah termasuk dalam setiap mata
pembayaran, dan jika mata pembayaran terkait tidak ada
maka biaya dimaksud harus dianggap telah termasuk dalam
harga mata pembayaran yang terkait.
6. Pokja ULP akan melakukan koreksi aritmatik terhadap volume
pekerjaan sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen
Pengadaan.

Standar Dokumen Pengadaan


Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

205

Daftar 1: Mata Pembayaran Umum1


N
o.

Uraian Pekerjaan

Satua
n
Ukura
n

Kuantita
s

Harga
Satua
n

Total
Harg
a2

Total Daftar 1
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

1
2

Mata Pembayaran Umum memuat rincian komponen pekerjaan yang bersifat umum.
Semua jenis harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah harga sebelum PPN
(Pajak Pertambahan Nilai).
Standar Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

206

Daftar 2: Mata Pembayaran Pekerjaan Utama: __________3


No.

Uraian Pekerjaan

Satua
n
Ukura
n

Kuantita
s

Harga
Satua
n

Total
Harg
a4

Total Daftar 2
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

Cantumkan Mata Pembayaran Pekerjaan Utama yang menjadi pokok dari paket Pekerjaan
Konstruksi ini di antara bagian-bagian pekerjaan lain.
Semua jenis harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah harga sebelum
PPN (Pajak Pertambahan Nilai).
Standar Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

207

Daftar 3: Mata Pembayaran ______________________5


N
o.

Uraian Pekerjaan

Satua
n
Ukura
n

Kuantita
s

Harga
Satua
n

Total
Harg
a6

Total Daftar 3
(pindahkan nilai total ke Daftar Rekapitulasi)

Cantumkan Mata Pembayaran Jenis Pekerjaan selain yang sudah diuraikan dalam Mata
Pembayaran Pekerjaan Utama jika terdapat lebih dari satu jenis pekerjaan.
Semua jenis harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah harga
sebelum PPN (Pajak Pertambahan Nilai).
Standar Dokumen Pengadaan
Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

208

Daftar Rekapitulasi

Mata Pembayaran
Daftar No. 1: Mata Pembayaran Umum
Daftar No. 2: Mata Pembayaran Pekerjaan
Utama
Daftar No. 3: Mata Pembayaran __________
dll.
Jumlah (Daftar 1+2+3+___)
PPN 10%
TOTAL NILAI

Standar Dokumen Pengadaan


Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

Harga

209

BAB XIV. BENTUK DOKUMEN LAIN


A. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA
(SPPBJ)
[kop surat K/L/D/I]
Nomor : __________
20__
Lampiran : __________

__________, __ __________

Kepada Yth.
__________
di __________
Perihal : Penunjukan Penyedia untuk Pelaksanaan Paket Pekerjaan
__________
_________________________________________
Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor
__________ tanggal __________ perihal __________ dengan [nilai
penawaran/penawaran terkoreksi]
sebesar Rp_____________
(____________________) kami nyatakan diterima/disetujui.
Sebagai tindak lanjut dari Surat Penunjukan Penyedia
Barang/Jasa (SPPBJ) ini Saudara diharuskan untuk menyerahkan
Jaminan Pelaksanaan sebesar Rp. . (.. Rupiah) [5%
dari nilai kontrak untuk nilai penawaran/terkoreksi antara 80%
sampai dengan 100% HPS atau 5% dari HPS untuk nilai
penawaran/terkoreksi dibawah 80% HPS] dengan masa berlaku
selama . () hari kalender [sekurang-kurangnya
sama dengan jangka waktu pelaksanaan] dan menandatangani
Surat Perjanjian paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah
diterbitkannya SPPBJ.
Kegagalan Saudara untuk menerima penunjukan ini yang disusun
berdasarkan evaluasi terhadap penawaran Saudara, akan
dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden No.
54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang

Standar Dokumen Pengadaan


Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

210

terakhir diubah dengan Peraturan Presiden No. 4


beserta petunjuk teknisnya.
Satuan Kerja __________
Pejabat Pembuat Komitmen
[tanda tangan]
[nama lengkap]
[jabatan]
NIP. __________
Tembusan Yth. :
3. ____________ [PA/KPA K/L/D/I]
4. ____________ [APIP K/L/D/I]
5. ____________ [Pokja ULP]
......... dst

Standar Dokumen Pengadaan


Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

Tahun 2015

211

B. BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)


[kop surat satuan kerja K/L/D/I]
SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)
Nomor: __________
Paket Pekerjaan: __________

Yang bertanda tangan di bawah ini:


_______________ [nama Pejabat Pembuat Komitmen]
_______________ [jabatan Pejabat Pembuat Komitmen]
_______________ [alamat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen]
selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen;
berdasarkan Surat Perjanjian __________ nomor __________ tanggal
__________, bersama ini memerintahkan:
_______________ [nama Penyedia Pekerjaan Konstruksi]
_______________ [alamat Penyedia Pekerjaan Konstruksi]
yang dalam hal ini diwakili oleh: __________
selanjutnya disebut sebagai Penyedia;
untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan
memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1.

Macam pekerjaan: __________;

2.

Tanggal mulai kerja: __________;

3.

dengan

Syarat-syarat pekerjaan: sesuai dengan persyaratan dan


ketentuan Kontrak;

Standar Dokumen Pengadaan


Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

212

4.

Waktu penyelesaian: selama ___ (__________) hari


kalender/bulan/tahun dan pekerjaan harus sudah selesai pada
tanggal __________

5.

Denda:
Terhadap
setiap
hari
keterlambatan
pelaksanaan/penyelesaian
pekerjaan
Penyedia
akan
dikenakan Denda Keterlambatan sebesar 1/1000 (satu per
seribu) dari Nilai Kontrak atau bagian tertentu dari Nilai
Kontrak sebelum PPN sesuai dengan Syarat-Syarat Umum
Kontrak.

__________, __ __________ 20__


Untuk dan atas nama __________
Pejabat Pembuat Komitmen
[tanda tangan]
[nama lengkap]
[jabatan]
NIP: __________
Menerima dan menyetujui:
Untuk dan atas nama __________
[tanda tangan]
[nama lengkap wakil sah badan usaha]
[jabatan]

Standar Dokumen Pengadaan


Pekerjaan Konstruksi
(dengan Pascakualifikasi)

213

C. BENTUK SURAT-SURAT JAMINAN


Jaminan Pelaksanaan dari Bank
[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PELAKSANAAN
No. ____________________
Yang
bertanda
tangan
dibawah
ini:
__________________________________
dalam
jabatan
selaku
____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan
atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di
_________________________________________ [alamat]
untuk selanjutnya disebut:

PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada:


Nama
: ________________________ [nama PPK]
Alamat
:
_______________________________________________
selanjutnya disebut:

PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp _____________________________________


(terbilang
________________________________________________________) sebagai
Jaminan Pelaksanaan dalam bentuk garansi bank, apabila:
Nama
:
_____________________________
[nama
penyedia]
Alamat
:
_______________________________________________
selanjutnya disebut:

YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak


melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini,
lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan
berupa:

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Provinsi Bali

214

a. Yang dijamin tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada


waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan
dalam Kontrak;
b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan Yang Dijamin.
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pemilihan yang diikuti
oleh Yang Dijamin.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Garansi Bank berlaku selama __________ (____________) hari
kalender,
dari
tanggal
_____________________
s.d.
____________________
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis
dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari
Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari
kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank
sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan
sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah
menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan
berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima
Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin
cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut
supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih
dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab UndangUndang Hukum Perdata.
5. Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau
dijadikan jaminan kepada pihak lain.
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi
Bank ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang
umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.
Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________

[Bank]
Materai Rp.6000,00
Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi
ini ke _____[bank]

________________
[Nama dan Jabatan]

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Provinsi Bali

215

Jaminan Pelaksanaan dari Asuransi/Perusahaan


Penjaminan
[Kop Penerbit Jaminan]
JAMINAN PELAKSANAAN
Nomor Jaminan: __________________
___________________

Nilai:

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________


[nama], _____________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya
disebut TERJAMIN, dan _____________________ [nama penerbit
jaminan],
_____________ [alamat] sebagai Penjamin,
selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab
dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama
PPK],
_________________________ [alamat] sebagai Pemilik
Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang
sejumlah
Rp
________________
(terbilang
__________________________________)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan
diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas
dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi
kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan yang telah
dipercayakan kepadanya atas dasar Surat Penunjukan
Pemenang Barang/Jasa (SPPBJ) dari PENERIMA JAMINAN No.
_______________ tanggal _____________________
3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari
kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai
dengan tanggal __________
4. Jaminan ini berlaku apabila:
a. TERJAMIN tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada
waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan
dalam Kontrak;
b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan TERJAMIN.

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Provinsi Bali

216

5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN


sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah
menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA
JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai
pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini
ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak
istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih
dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan
ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30
(tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku
Jaminan ini.
Dikeluarkan di _____________
pada tanggal _______________
TERJAMIN

PENJAMIN
Materai Rp.6000,00

_____________________

__________________

Untuk keyakinan,
pemegang Jaminan
disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan
ini ke _____[Penerbit

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Provinsi Bali

217

Jaminan Uang Muka dari Bank


[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN UANG MUKA
No. ____________________
Yang
bertanda
tangan
dibawah
ini:
__________________________________
dalam
jabatan
selaku
____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan
atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di
_________________________________________ [alamat]
untuk selanjutnya disebut:

PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada:


Nama
: ________________________ [nama PPK]
Alamat
:
_______________________________________________
selanjutnya disebut:

PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp _____________________________________


(terbilang
________________________________________________________) sebagai
Jaminan Uang Muka dalam bentuk garansi bank, apabila:
Nama
:
_____________________________
[nama
penyedia]
Alamat
:
_______________________________________________
selanjutnya disebut:

YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak


melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini,
lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan
berupa:
Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan
pembayaran kembali Uang Muka yang sudah diterima Yang
Dijamin kepada Penerima Jaminan sebagaimana ditentukan
dalam Dokumen Kontrak.
Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
ULP Provinsi Bali

218

Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:


1. Garansi Bank berlaku selama __________ (____________) hari
kalender,
dari
tanggal
_____________________
s.d.
____________________
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis
dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari
Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari
kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank
sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan
sejumlah nilai jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka
yang belum dikembalikan Yang Dijamin dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah
menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan
berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima
Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin
cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut
supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih
dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab UndangUndang Hukum Perdata.
5. Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau
dijadikan jaminan kepada pihak lain.
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi
Bank ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang
umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.
Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________

[Bank]
Materai Rp.6000,00
Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi
ini ke _____[bank]

________________
[Nama dan Jabatan]

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Provinsi Bali

219

Jaminan Uang Muka dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan


[Kop Penerbit Jaminan]
JAMINAN UANG MUKA
Nomor Jaminan: __________________
___________________

Nilai:

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________


[nama], _____________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya
disebut TERJAMIN, dan _____________________ [nama penerbit
jaminan],
_____________ [alamat] sebagai Penjamin,
selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab
dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama
PPK],
_________________________ [alamat] sebagai Pemilik
Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang
sejumlah
Rp
________________
(terbilang
__________________________________)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan
diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas
dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi
kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan yang telah
dipercayakan kepadanya atas dasar Surat Penunjukan
Pemenang Barang/Jasa (SPPBJ) dari PENERIMA JAMINAN No.
_______________ tanggal _____________________
3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari
kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai
dengan tanggal __________
4. Jaminan ini berlaku apabila:
TERJAMIN
tidak
memenuhi
kewajibannya
melakukan
pembayaran kembali kepada PENERIMA JAMINAN senilai Uang
Muka yang wajib dibayar menurut Dokumen Kontrak.
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN
sejumlah nilai jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka
yang belum dikembalikan TERJAMIN dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah
Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
ULP Provinsi Bali

220

menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA


JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai
pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini
ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak
istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih
dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan
ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30
(tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku
Jaminan ini.
Dikeluarkan di _____________
pada tanggal _______________
TERJAMIN

PENJAMIN
Materai Rp.6000,00

_____________________

__________________

Untuk keyakinan,
pemegang Jaminan
disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan
ini ke _____[Penerbit

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Provinsi Bali

221

Jaminan Pemeliharaan dari Bank


[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PEMELIHARAAN
No. ____________________
Yang
bertanda
tangan
dibawah
ini:
__________________________________
dalam
jabatan
selaku
____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan
atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di
_________________________________________ [alamat]
untuk selanjutnya disebut:

PENJAMIN

dengan ini menyatakan akan membayar kepada:


Nama
: ________________________ [nama PPK]
Alamat
:
_______________________________________________
selanjutnya disebut:

PENERIMA JAMINAN

sejumlah uang Rp _____________________________________


(terbilang
________________________________________________________) sebagai
Jaminan Pemeliharaan dalam bentuk garansi bank, apabila:
Nama
:
_____________________________
[nama
penyedia]
Alamat
:
_______________________________________________
selanjutnya disebut:

YANG DIJAMIN

ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak


melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini,
lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan
berupa:
Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan
pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:
Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
ULP Provinsi Bali

222

1.
2.

3.

4.

5.
6.

Garansi Bank berlaku selama __________ (____________) hari


kalender,
dari
tanggal
_____________________
s.d.
____________________
Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis
dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari
Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari
kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank
sebagaimana tercantum dalam butir 1.
Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan
sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah
menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan
berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima
Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin
cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.
Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut
supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih
dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab UndangUndang Hukum Perdata.
Garansi Bank ini tidak dapat dipindahtangankan atau
dijadikan jaminan kepada pihak lain.
Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi
Bank ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang
umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.
Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________

[Bank]
Materai Rp.6000,00
Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi
ini ke _____[bank]

________________
[Nama dan Jabatan]

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Provinsi Bali

223

Jaminan Pemeliharaan dari Asuransi/Perusahaan


Penjaminan
[Kop Penerbit Jaminan]
JAMINAN PEMELIHARAAN
Nomor Jaminan: __________________
___________________

Nilai:

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________


[nama], _____________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya
disebut TERJAMIN, dan _____________________ [nama penerbit
jaminan],
_____________ [alamat] sebagai Penjamin,
selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab
dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama
PPK],
_________________________ [alamat] sebagai Pemilik
Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang
sejumlah
Rp
________________
(terbilang
__________________________________)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan
diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas
dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi
kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan yang telah
dipercayakan kepadanya atas dasar Surat Penunjukan
Pemenang Barang/Jasa (SPPBJ) dari PENERIMA JAMINAN No.
_______________ tanggal _____________________
3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari
kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai
dengan tanggal __________
4. Jaminan ini berlaku apabila:
TERJAMIN
tidak
memenuhi
kewajibannya
melakukan
pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen
Kontrak.
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN
sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah
menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA
JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai
pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini
ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak
istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Provinsi Bali

224

dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya


sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan
ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30
(tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku
Jaminan ini.
Dikeluarkan di _____________
pada tanggal _______________

Untuk keyakinan,
pemegang Jaminan
disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan
ini ke _____[Penerbit

TERJAMIN

PENJAMIN
Materai Rp.6000,00

_____________________
[Nama & Jabatan]

__________________
[Nama & Jabatan]

Dokumen Pengadaan Pekerjaan Konstruksi


ULP Provinsi Bali